Jurnal CyberTech Vol. No. Januari 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Sistem Pakar Mendiagnosa Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Jambu Kristal Menggunakan Metode Certainty Factor Roma Rophita. Darjat Saripurna. **. Mhd. Gilang Suryanata. Article Info Article history: Received Jun 12th, 2021 Revised Jan 20th, 2021 Accepted Jan 29th, 2021 Keyword: Sistem Pakar Certainty Factor Jambu Kristal Hama dan Penyakit Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ABSTRACT Penyakit dan hama dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jambu Hama dan penyakit pada jambu kristal ditemukan pada umur lima sampai enam minggu, tetapi bersifat subklinis. Dalam bidang pertanian banyaknya petani jambu yang mengalami kerugian, karena tidak mengantisipasi penyakit pada tanaman jambu kristal khususnya petani baru yang masih pertama menjalankan dalam menanam jambu kristal, yang ingin berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pertaniannya. Oleh sebab itu para petani membutuhkan sistem konsultasi yang dapat memberitahukan solusi penyakit dan serangan hama yang dialami oleh jambu kristal yang berdampak pada hasil panen para petani. Akan tetapi dilihat dari segi keuangan , para petani belum tentu bisa membangun sebuah aplikasi diagnosa hama dan penyakit tanaman jambu kristal. Jadi Keilmuan yang cocok yang digunakan dalam mendiagnosa penyakit adalah sistem pakar. Sistem pakar adalah sistem yang menggunakan pengetahuan manusia yang terekam dalam komputer untuk memecahkan persoalan yang biasanya memerlukan keahlian manusia. dan saling bertukar informasi tentang pengetahuan khususnya dalam hal hama dan penyakit. Dalam permasalahan diatas, maka metode yang digunakan adalah Certainty factor. Hasil metode ini dapat mendiagnosa hama dan penyakit setelah dilihat dari hasil perhitungan bobot dan semua gejala - gejala diinputkan, dihitung dengan menggunakan certainty factor. Kata Kunci: Sistem Pakar. Certainty Factor. Jambu Kristal. Hama dan Penyakit Copyright A 2021 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: Nama : Roma Rophita Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email : Rophitaromaharahap@gmail. PENDAHULUAN Penyakit dan hama dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jambu kristal. Hama dan penyakit pada jambu kristal ditemukan pada umur lima sampai enam minggu, tetapi bersifat subklinis. Dampak dari hama dan penyakit ini mengakibatkan kerugian besar bagi petani jambu kristal maupun hasil panen jambu kristal Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 mengalami busuk. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengetahui hama dan penyakit ini. Dalam bidang pertanian banyaknya petani jambu yang mengalami kerugian, karena tidak mengantisipasi penyakit pada tanaman jambu kristal khususnya petani baru yang masih pertama menjalankan dalam menanam jambu kristal, yang ingin berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pertaniannya. Oleh sebab itu para petani membutuhkan sistem konsultasi yang dapat memberitahukan solusi penyakit dan serangan hama yang dialami oleh jambu kristal yang berdampak pada hasil panen para petani. Akan tetapi dilihat dari segi keuangan , para petani belum tentu bisa membangun sebuah aplikasi diagnosa hama dan penyakit tanaman jambu kristal. Jadi Keilmuan yang cocok yang digunakan dalam mendiagnosa penyakit adalah sistem pakar. Sistem pakar adalah sistem yang menggunakan pengetahuan manusia yang terekam dalam komputer untuk memecahkan persoalan yang biasanya memerlukan keahlian manusia. sistem pakar dibuat untuk tujuan saling berbagi dan saling bertukar informasi tentang pengetahuan khususnya dalam hal hama dan Dalam permasalahan diatas, maka metode yang digunakan adalah Certainty factor. Certainty Factor adalah metode yang menggunakan suatu nilai untuk mengasumsikan derajat keyakinan sesorang pakar terhadap suatu nilai. Metode ini menggunakan perhitungan berdasarkan kemiripan yang dibagi dengan bobot yang telah ditentukan. Metode CF menunjukkan suatu ukuran kepastian terhadap suatu fakta atau aturan dan menunjukan besarnya suatu kepercayaan. sehingga metode ini dapat mendiagnosa hama dan penyakit setelah dilihat dari hasil perhitungan bobot dan semua gejala - gejala diinputkan, dihitung dengan menggunakan certainty factor. METODE PENELITIAN Metode Penelitian berasal dari dua suku kata yaitu metode berasal dari Bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh, dan penelitiaan berasal dari kata research AureAy adalah kembali AusearchAy Mencari kembali yang dimaksud adalah secara terus-menerus melakukan penelitian melalui proses pengumpulan informasi dengan tujuan meningkatkan, memodifikasi atau mengembangkan sebuah penyelidikan atau kelompok penyelidikan. Adapun metodelogi yang digunakan adalah metode deskriptif. 1 Penerapan Metode Certainy Factor Berikut ini adalah tahap - tahapan dalam proses metode certainty factor yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut. Inisilisasi Bobot Gejala Inisilisas Bobot gejala yang memasukan nilai gejala CF (MB) dan CF(MD) , maka yang menjadi identifikasi jenis Hama dan Penyakit jambu kristal dibuat dalam bentuk tabel kode data penyakit dan hama, data kode gejala, data indetifikasi gejala dan penyakit dan hama dan basis pegetahuan pada tabel berikut Tabel 1. Kode Data Penyakit dan Hama No Nama Hama dan Penyakit Kode Hama dan Penyakit Hama Lalat buah H01 Hama Kutu Putih H02 Hama Ulat Kantong H03 Penyakit Karat Daun P01 Penyakit Embun Jelaga P02 Tabel 2. Kode Data Gejala CiriAeCiri dan Gejala Hama dan Penyakit Bintik-bintik coklat bekas tusukan pada buah Buah membusuk Pada biji buah muda terdapat bintik-bintik berwarna kehitaman Bercak coklat pada buah Buah mengalami kerontokan Pada batang, daun dan buah terlihat ada serbuk putih Tanaman di hinggapi banyak semut Mengalami kerontokan pada saat muncul bunga Bakal buah mengalami kerontokan Terdapat lubang Ae lubang kecil pada daun Tabel 4. Kode Data Gejala Jurnal Cyber Tech Vol. No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Kode Gejala G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 CiriAeCiri dan Gejala Hama dan Penyakit Pucuk daun mengulung Daun mengkerut dan keriting Kerontokan pada daun Daun menjadi kering Terdapat lubang kecil bekas gigitan di buah Daun memiliki bercak berwarna merah bata Bercak kering berwarna putih berbentuk oval di daun Warna daun berubah menjadi kuning Daun jambu dilapisi lapisan berwarna hitam seperti arang Di daun terlihat banyak bercak hitam Kode Gejala G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 Tabel 5. Basis Pengetahuan Kode Gejala G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 Rule H01 Rule H02 Rule H03 Rule P01 Rule P02 Jenis Gejala H01 H02 H03 P01 P02 Bintik-bintik coklat bekas tusukan pada buah Buah membusuk Pada biji buah muda terdapat bintik-bintik berwarna Bercak coklat pada buah Buah mengalami kerontokan Pada batang, daun dan buah terlihat ada serbuk putih Tanaman di hinggapi banyak semut Mengalami kerontokan pada saat muncul bunga Bakal buah mengalami kerontokan Terdapat lubang Ae lubang kecil pada daun Pucuk daun mengulung Daun mengkerut dan keriting Kerontokan pada daun Daun menjadi kering Terdapat lubang kecil bekas gigitan di buah Daun memiliki bercak berwarna merah bata Bercak kering berwarna putih berbentuk oval di daun Warna daun berubah menjadi kuning Daun jambu dilapisi lapisan berwarna hitam seperti Di daun terlihat banyak bercak hitam Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa = IF Bintik-bintik coklat bekas tusukan pada buah AND Buah membusuk AND Pada biji buah muda terdapat bintik-bintik berwarna kehitaman AND Bercak coklat pada buah AND Buah mengalami Kerontokan THEN Lalat buah. = IF Pada batang, daun, dan buah terlihat ada serbuk putih AND Tanaman di hinggapi banyak semut AND Mengalami Kerontokan pada saat muncul bunga AND Bakal buah mengalami kerontokan THEN Kutu Putih = IF Terdapat lubang Ae lubang kecil pada daun AND Pucuk daun menggulung AND Daun mengkerut dan kering AND Kerontokan pada daun AND Daun menjadi kering AND Terdapat lubang kecil bekas gigitan di buah THEN Ulat Kantong = IF Daun memiliki bercak berwarna merah bata AND Bercak kering berwarna putih berbentuk oval di daun AND Bercak coklat pada buah AND Daun Menjadi kering AND Warna daun berubah menjadi kuning THEN Karat Daun = IF Daun jambu dilapisi lapisan berwarna hitam seperti arang AND Di daun terlihat banyak bercak hitam THEN Embun Jelaga Menghitung Nilai CF MB dan MD Dimana diasumsikan jumlah kasus yang sudah dilakukan penelitian sebanyak 100 pohon. Terkait jenis Hama dan Penyakit Jambu Kristal. Dengan jumlah masing masing tiap penyakit adalah sebagai berikut : H1 Lalat Buah = 30 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 H2 Kutu Putih = 25 H3 Ulat Kantong = 18 P1 Karat Daun = 15 P2 Embun Jelaga = 12 Kemudian dihitung nilai premis masingAemasing jenis penyakit tersebut P(H. = 100 = 0,3 P(H. = 100 = 0,25 P(H. = 100 = 0,18 P(P. = 100 = 0,15 P(H. = 100 = 0,12 Maka dapat di hitung nilai premis atau gejala tunggal Hama dan Penyakit Jambu Kristal sebagai berikut : Nilai premis H1 terhadap Evidence P(H. = 30 = 0,67 P(H. = 30 = 0,50 P(H. = 30 = 0,60 P(H. = 30 = 0,83 P(H. = 30 = 0,47 Nilai premis H2 terhadap Evidence P(H. = 25 = 0,92 P(H. = 25 = 0,36 P(H. = 25 = 0,48 P(H. = 25 = 0,72 Nilai premis H3 terhadap Evidence P(H. = 18 = 0,89 P(H. = 18 = 0,61 P(H. = 18 = 0,78 P(H. = 18 = 0,55 P(H. = = 0,72 P(H. = 18 = 0,44 Nilai premis P1 terhadap Evidence P(P. = 15 = 0,93 P(P. = 15 = 0,53 P(P. = 15 = 0,67 Nilai premis P1 terhadap Evidence P(P. = 12 = 0,83 P(P. = 12 = 0,75 Selanjutnya dicari nilai MB dan max[P(H|E),P(H)]OeP(H) P(H)=1 MB(H,E) = { max. OeP[H] Nilai MB pada H1 (Lalat Bua. max[P(H|E. ,P(H. ]OeP(H. MB(H1,E. = { max. OeP[H/] MB(H1,E. = { max[ . ]Oe . MB(H1,E. = { 0,67 Oe 0,3 MB(H1,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 1Oe0,3 = 0,52 max. Oe. Jurnal Cyber Tech Vol. No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 MB(H1,E. = { 0,5Oe 0,3 = 0,28 1Oe0,3 MB(H1,E. = { max[ . ]Oe . MB(H1,E. = { 0,6Oe 0,3 MB(H1,E. = { max[ . ]Oe . MB(H1,E. = { 0,83Oe 0,3 MB(H1,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 1Oe0,3 = 0,42 max. Oe. 1Oe0,3 = 0,75 max. Oe. 0,47Oe 0,3 MB(H1,E. = { 1Oe0,3 = 0,24 Nilai MB pada H2 (Kutu Puti. MB(H2,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 0,25 MB(H2,E. = { 0,92Oe = 0,89 1Oe0,25 MB(H2,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 0,25 MB(H2,E. = { 0,36Oe = 0,14 1Oe0,25 MB(H2,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 0,25 MB(H2,E. = { 0,48Oe = 0,30 1Oe0,25 MB(H2,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 0,72 Oe 0,25 MB(H2,E. = { 1Oe0,25 = 0,62 Nilai MB pada H3 (Ulat Kanton. MB(H3,E. = { max[ . ]Oe . MB(H3,E. = { 0,89 Oe 0,18 MB(H3,E. = { max[ . ]Oe . MB(H3,E. = { 0,61Oe 0,18 MB(H3,E. = { max[ . ]Oe . MB(H3,E. = { 0,78Oe 0,18 MB(H3,E. = { max[ . ]Oe . MB(H3,E. = { 0,55Oe 0,18 MB(H3,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 1Oe0,18 = 0,86 max. Oe. 1Oe0,18 = 0,52 max. Oe. 1Oe0,18 = 0,73 max. Oe. 1Oe0,18 = 0,45 max. Oe. 0,18 MB(H3,E. = { 0,72Oe = 0,65 1Oe0,18 MB(H3,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 0,18 MB(H3,E. = { 0,44Oe = 0,31 1Oe0,18 Nilai MB pada P1 (Karat Mera. MB(P1,E. = { max[ . ]Oe . MB(P1,E. = { 0,93Oe 0,15 MB(P1,E. = { max[ . ]Oe . MB(P1,E. = { 0,53Oe 0,15 MB(P1,E. = { max[ . ]Oe . MB(P1,E. = { 0,67Oe 0,15 max. Oe. 1Oe0,15 = 0,91 max. Oe. 1Oe0,15 = 0,44 max. Oe. 1Oe0,15 = 0,61 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Nilai MB pada P2 (Embun Jelag. MB(P2,E. = { max[ . ]Oe . Oe. 0,12 MB(P2,E. = { 0,83Oe = 0,80 1Oe0,12 MB(P2,E. = { max[ . ]Oe . MB(P2,E. = { 0,75Oe 0,12 max. Oe. 1Oe0,12 = 0,71 Setelah melakukan perhitungan pada Nilai MB maka selanjutnya lakukan perhitungan pada nilai MD dengan menggunakan rumus sebagai berikut min. a ),ycE. ]OeycE. =0 MD(H,E) = { min. OeycE. MD(H1,E. = { min[ . ,67 . ]Oe. Oe. Oe 0,3 MD(H1,E. = { 0,67 0 Oe 0,3 Kode Penyakit H01 H02 H03 P01 P02 Tabel 6. Hasil Perhitungan Nilai MB. MD dan CF Nama Penyakit Kode Gejala G01 0,52 G02 0,28 Lalat Buah G03 0,42 G04 0,75 G05 0,24 G06 0,89 Kutu Putih G07 0,14 G08 0,30 G09 0,62 G10 0,86 G11 0,52 G12 0,73 Ulat Kantong G13 0,45 G14 0,65 G15 0,31 G04 0,75 G14 0,65 Karat Merah G16 0,91 G17 0,44 G18 0,61 G19 0,80 Embun Jelaga G20 0,71 Nilai CF 0,52 0,28 0,42 0,75 0,24 0,89 0,14 0,30 0,62 0,86 0,52 0,73 0,45 0,65 0,31 0,75 0,65 0,91 0,44 0,61 0,80 0,71 Dalam sistem pakar yang dibuat terdiri kumpulan basis pengetahuan yaitu fakta dan rule . , maka adapun konsultasi gejala yang dapat dipilih user dan admin yaitu Tabel 7. Konsultasi Gejala Yang Di Pilih Kode Gejala Jenis Gejala Pilih G01 Bintik-bintik coklat bekas tusukan pada buah G02 Buah membusuk G03 Pada biji buah muda terdapat bintik-bintik berwarna kehitaman Tidak G04 Bercak coklat pada buah G05 Buah mengalami kerontokan Tidak G06 Pada batang, daun dan buah terlihat ada serbuk putih Tidak G07 Tanaman di hinggapi banyak semut G08 Mengalami kerontokan pada saat muncul bunga Tidak G09 Bakal buah mengalami kerontokan G10 Terdapat lubang Ae lubang kecil pada daun Tidak G11 Pucuk daun mengulung Tidak G12 Daun mengkerut dan keriting Jurnal Cyber Tech Vol. No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech Kode Gejala G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Tabel 7. Konsultasi Gejala Yang Di Pilih (Lanjuta. Jenis Gejala Kerontokan pada daun Daun menjadi kering Terdapat lubang kecil bekas gigitan di buah Daun memiliki bercak berwarna merah bata Bercak kering berwarna putih berbentuk oval di daun Warna daun berubah menjadi kuning Daun jambu dilapisi lapisan berwarna hitam seperti arang Di daun terlihat banyak bercak hitam Pilih Tidak Tidak Tidak Tidak Dari data diatas terdapat gejala yang dipilih oleh konsultasi didalamnya terdapat hama dan penyakit yang ada pada Jambu Kristal. Berikut ini adalah perhitungan metode certainty factor Kombinasi untuk mencari kemungkinan hama dan penyakit Jambu Kristal yang dimiliki oleh konsultasi. Lalat buah Menghitungan Nilai CF kombinasi yaya. a, y. yci1,yci2 = yaya. a, y. yci1 yaya. a, y. yci2 * . - yaya. a, y. yci1 ) = 0,52 ( 0,28 * ( 1 Ae 0,. ) = 0,6544 yaya. a, y. ycuycoycc1,yci4 = yayaycuycoycc1 yaya. a, y. yci4 * ( 1- yayaycuycoycc1 ) = 0,65 ( 0,75 * ( 1 Ae 0,. ) = 0,9136 Kutu Putih Menghitungan Nilai CF kombinasi yaya. a, y. yci7,yci9 = yaya. a, y. yci7 yaya. a, y. yci9 * . - yaya. a, y. yci7 ) = 0,14 ( 0,62 * ( 1 Ae 0,. ) = 0,6732 Ulat Kantong Menghitungan Nilai CF kombinasi yaya. a, y. yci12,yci13 = yaya. a, y. yci12 yaya. a, y. yci13 * . - yaya. a, y. yci12 ) = 0,73 ( 0,45 * ( 1 Ae 0,. ) = 0,8515 Karat Merah Menghitungan Nilai CF kombinasi yaya. a, y. yci17,yci18 = yaya. a, y. yci17 yaya. a, y. yci18 * . - yaya. a, y. yci17 ) = 0,44 ( 0,61 * ( 1 Ae 0,. ) = 0,7816 Embun Jelaga Menghitungan Nilai CF kombinasi yaya. a, y. yci19,yci0 = yaya. a, y. yci19 yaya. a, y. yci0 * . - yaya. a, y. yci19 ) = 0,80 ( 0 * ( 1 Ae 0,. ) = 0,80 Tabel 8. Hasil Diagnosa Nama Hama dan Penyakit Nilai Hasil Lalat buah 91,36% Kutu Putih 67,32 % Ulat Kantong 85,15% Karat merah 78,16 % Embun Jelaga Keterangan : Dari hasil diagnosa Hama dan Penyakit dengan nilai CF akhir yang paling tinggi pada Lalat buah dengan nilai 0,9136 atau 91,36 % sehingga dapat disimpulkan bahwa diagnosa dengan gejala yang telah terpilih yaitu H01 ( lalat bua. dengan tingkat kepastian diagnosa penyakit yaitu Hampir Pasti. solusi yang diberikan Untuk mencegahnya serangan lalat buah membungkus buah dengan kain atau kertas dan di lapisi plastik saat buah sebesar ibu jari dan membuang buah yang sudah terkena gigitan lalat buah. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 ANALISA DAN HASIL Tampilan antar muka adalah tahapan dimana sistem atau aplikasi sudah dapat di operasikan. Berikut ini adalah implementasi hasil rancangan antarmuka . dari sistem aplikasi yang telah dibuat adalah sebagai berikut: 1 Tampilan Halaman Untuk Pengguna Form Menu Utama Pengguna Menu Utama berfungsi sebagai tampilan awal ketika membuka aplikasi. Berikut ini adalah tampilan menu utama pengguna: Gambar 1. Menu Utama Form Menu Diagnosa Menu Diagnosa berfungsi untuk pengguna bisa mendiagnosa penyakit. Berikut ini adalah tampilan menu Diagnosa: Gambar 2. Menu Diagnosa Menu Login Menu Login digunakan untuk mengamankan sistem dari user-user yang tidak bertanggung jawab sebelum masuk ke Menu Utama. Berikut adalah tampilan Menu Login: Gambar 3. Menu Login Jurnal Cyber Tech Vol. No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 2 Halaman Adminstrator Dalam adminstrator untuk menampilkan Menu pengolahan data pada penyimpanan data kedalam database yaitu Menu gejala. Penyakit dan Hama. Rulebase dan Menu Proses Certainty Factor. Adapun Menu halaman adminstrator utama sebagai berikut. Menu Data Gejala Menu Gejala merupakan pengolahan data gejala dalam penginputan data, ubah data dan penghapusan data gejala. Adapun Menu gejala adalah sebagai berikut. Gambar 4. Menu Gejala Menu Data Hama dan Penyakit Menu Penyakit dan Hama merupakan pengolahan data Penyakit dan Hama dalam penginputan data, ubah data dan penghapusan data Penyakit dan Hama. Adapun Menu gejala adalah sebagai berikut. Gambar 5. Menu Penyakit dan Hama Menu Data Basis Pengetahuan Menu Rulebase merupakan pengolahan data Rulebase dalam penginputan data, ubah data dan penghapusan data Rulebase. Adapun Menu gejala adalah sebagai berikut. Gambar 6. Menu Rulebase 3 Pengujian Pada bagian ini anda diminta untuk melakukan pengujian dengan sampling data baru atau adanya penambahan record data dari hasil pengolahan data sementara. Dan pada bagian ini anda diminta untuk dapat Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 menguji keakuratan sistem yang anda rancang dengan tools-tools yang sudah teruji dan terkalibrasi Adapun hasil proses program dalam mendiagnosa Penyakit dan Hama sebagai berikut. Gambar 7. Laporan Hasil Diagnosa Setelah menampilkan hasil diagnosa, pengguana bisa cetak hasil dari mendiagnosa hama dan penyakit. berikut ini adalah tampilan dari laporan hasil diagnosa yang dapat disimpan dan dicetak oleh user . yaitu sebagai berikut: Gambar 8. Hasil Mendiagnosa Certainty Factor KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa dari permasalahan yang terjadi dengan kasus yang dibahas tentang mendiagnosa hama dan penyakit pada Tanaman Jambu kristal dengan menggunakan metode Certainty Factor terhadap sistem yang dirancang dan dibangun maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Untuk merancang dan membangun sebuah aplikasi sistem pakar yang dapat mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman jambu kristal dengan metode certainty factor dapat dirancang menggunakan bahasa pemodelan UML terlebih dahulu, dengan kata lain aplikasi digambarkan pada bentuk use case diagram, activity diagram, dan class diagram. Kemudian dilakukan pengkodingan dan pengujian aplikasi sistem Sistem pakar berbasis web ini telah dapat dipakai untuk mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman jambu kristal serta memberikan solusi penanganan yang tepat pada hasil diagnosa tersebut berdasarkan gejala yang telah dipilih. Berdasarkan hasil diagnosa, maka metode certainty factor dapat diterapkan pada pemecahan masalah dalam hal mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman jambu kristal. Pengujian sistem dilakukan untuk mengetahui apakah sistem yang telah dibuat dapat berjalan dengan baik dan sesuai fungsinya, pengujian kebenaran hasil diagnosa dengan menentukan apakah sistem menghasilkan hasil yang sesuai dengan pemikiran pakar atau tidak. Dalam hal ini di buktikan dengan mencocokan hasil dari pemikiran pakar dengan hasil dari diagnosa sistem apakah sesuai atau tidak. UCAPAN TERIMA KASIH Terima Kasih diucapkan kepada kedua orang tua serta keluarga yang selalu memberi motivasi. Doa dan dukungan moral maupun materi, serta pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses pembuatan jurnal ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kiranya jurnal ini bisa memberi manfaat bagi pembaca dan dapat meningkatkan kualitas jurnal selanjutnya. Jurnal Cyber Tech Vol. No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 REFERENSI