Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Pengembangan Multimedia Interaktif Objek Wisata Nusa Penida dengan Metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) Kopriyanto1. Tangguh Widodo2. Shahnaz Ferdiansyah3. Mario Rudy Silalahi4 1,2,3,4 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Informatika. Institut Teknologi Telkom Purwokerto Jln. DI Panjaitan No. Purwokerto Selatan. Banyumas 20102193@ittelkom-pwt. id, 220102186@ittelkom-pwt. id, 320102169@ittelkompwt. id, 120102018@ittelkom-pwt. Abstrak Nusa Penida adalah destinasi wisata alam yang menarik banyak wisatawan. Namun, ada masalah yang dihadapi, yaitu kurangnya media informasi yang berbasis multimedia interaktif dan menarik mengenai Nusa Penida. Akibatnya, pengunjung tidak mendapatkan pengalaman yang mendalam dan informatif tentang tempat wisata ini. Oleh karena itu, diperlukan media informasi yang mampu menyajikan informasi secara menarik dan interaktif untuk meningkatkan pengalaman wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media informasi yang dapat memberikan pengunjung pemahaman yang menarik dan mendalam mengenai daya tarik Nusa Penida melalui penggunaan multimedia interaktif. Metode yang digunakan dalam pengembangan multimedia interaktif ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang meliputi tahapan: Konsep. Desain. Pengumpulan Materi. Perakitan. Pengujian, dan Distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur yang ada dapat digunakan dengan baik sesuai hasil pengujian alfa. Kelayakan multimedia interaktif ini juga terbukti melalui pengujian beta yang dilakukan oleh 31 responden, dengan hasil rating 4,69 dari 5, menunjukkan bahwa media informasi ini layak digunakan. Kata kunciAi Media Informasi. Multimedia Development Life Cycle. Multimedia Interaktif. Nusa Penida Abstract Nusa Penida is a natural tourist destination that attracts many tourists. However, there is a problem: the lack of interactive and interesting multimedia-based information about Nusa Penida. As a result, visitors do not get an in-depth and informative experience about this tourist Therefore, information media is needed that can present information interestingly and interactively to improve the tourist experience. This research aims to develop information media that can provide visitors with an interesting and in-depth understanding of the attractions of Nusa Penida through interactive multimedia. The method used in developing interactive multimedia is the Multimedia Development Life Cycle (MDLC), which includes the stages: Concept. Design. Material Collection. Assembly. Testing, and Distribution. The research results show that the existing features can be used well, according to the results of the alpha testing. The feasibility of this interactive multimedia was also proven through beta testing carried out by 31 respondents, with a rating of 4. 69 out of 5, indicating that this information media is suitable for use. KeywordsAi Information Media. Multimedia Development Life Cycle. Interactive Multimedia. Nusa Penida Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 PENDAHULUAN Nusa Penida merupakan salah satu pulau yang terletak pada provinsi Bali yang memiliki keindahan alam beraneka ragam dan menjadi daya tarik wisata baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan peningkatan minat wisatawan yang signifikan, pengembangan infrastruktur pariwisata di Nusa Penida menjadi sangat Selain fasilitas fisik seperti akses transportasi dan akomodasi yang memadai, terdapat kebutuhan untuk menyajikan informasi tentang objek wisata secara lebih menarik, informatif, dan interaktif kepada pengunjung. Salah satu cara yang digunakan dalam menghadirkan informasi yang menarik dan interaktif kepada pengunjung adalah melalui pengembangan multimedia. Multimedia interaktif memiliki potensi besar untuk memberikan pengalaman yang mendalam kepada pengunjung, memungkinkan mereka untuk lebih memahami keunikan dan daya tarik objek wisata Nusa Penida. Definisi dari multimedia interaktif yaitu kombinasi antara teks, grafik, audio, video, dan animasi yang menggabungkan media visual . dan audio . (Nasser, 2. Multimedia interaktif bisa digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dan mengenalkan konsep-konsep yang belum dikenal banyak orang dengan tujuan agar lebih mudah dipahami oleh para penggunanya (Atmaja. Permasalahan pada penelitian yang akan penulis ambil adalah ketersediaan media informasi yang mengadopsi pendekatan multimedia interaktif masih kurang. menampilkan informasi tentang objek wisata Nusa Penida. Media informasi ini dapat digunakan untuk menarik hati para calon pengunjung agar dapat melihat keindahan dari objek wisata Nusa Penida. Dengan adanya media informasi berbasis multimedia interaktif maka akan membantu masyarakat terutama anak-anak yang masih kurang tertarik untuk membaca dan mengunjungi objek wisata tersebut. Penerapan multimedia interaktif oleh Satrya, dkk . dengan hasil pemanfaatan multimedia untuk pengenalan, telah berhasil diuji menggunakan metode black box dan fungsionalitas aplikasi telah berjalan dengan baik. Penelitian selanjutnya oleh Sulistyadewi, dkk . dengan hasil pengujian black box testing memiliki hasil fungsionalitas yang berjalan dengan baik. Penelitian selanjutnya oleh Syafirullah, dkk . dengan memperoleh hasil pengujian black box dengan fungsionalitas sistem yang berjalan dengan baik. Penelitian selanjutnya oleh Atmaja, dkk . dengan hasil fungsifungsi interaktif yang berjalan dengan baik, serta adanya pengujian dengan metode black box testing dan memperoleh hasil pengujian bahwa sistem sudah berfungsi dengan baik, serta dengan adanya pengujian SUS dengan 30 responden yang memperoleh hasil skor 76 yang berada di kategori Baik. Penelitian selanjutnya oleh Mustaghfaroh, dkk . mendapatkan hasil sangat layak dengan persentase rata-rata sebesar 92,80%. Metode MDLC (Multimedia Development Life Cycl. merupakan pendekatan sistematis dalam pengembangan multimedia yang meliputi tahapan perencanaan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Metode pengembang aplikasi menggunakan metode MDLC merupakan pengonsepan, desain, pengumpulan bahan, pengukuran distribusi pada projek yang dibuat dengan teknologi digital secara interaktif (Farhana & Rosadi, 2. Metode ini dipilih dikarenakan pengembangan multimedia dilakukan secara terstruktur dan efisien, dengan fokus pada kebutuhan pengguna dan tujuan akhir penggunaan multimedia sehingga cocok untuk digunakan untuk pengembangan Setelah sistem selesai, maka dilakukan pengujian dengan black box testing untuk menguji fungsionalitas sistem. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Oleh karena itu, dengan menggabungkan potensi objek wisata yang menakjubkan di Nusa Penida dengan pengembangan multimedia interaktif menggunakan metode MDLC, diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan memikat bagi para pengunjung. Hal ini juga dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan promosi pariwisata Nusa Penida secara lebih efektif dan meningkatkan kepuasan pengunjung dalam menjelajahi keindahan objek wisata ini. Berdasarkan latar belakang yang telah peneliti uraikan maka dalam pembuatan aplikasi ini mengambil judul AuPengembangan Multimedia Interaktif Objek Wisata Nusa Penida dengan Metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC)Ay. METODE PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Gambar 1. Multimedia Development Life Cycle Penelitian ini menggunakan metode MDLC yang sesuai dengan gambar 1. Metode MDLC digunakan untuk merancang dan pembuatan aplikasi berbasis multimedia yang memiliki beberapa langkah, yaitu: Concept. Design. Material Collecting. Assembly. Testing, dan Distribution (Saputri, 2. Berikut adalah penjelasan dari langkah-langkah tersebut (Atmaja, 2. 1 Concept Langkah ini yang menentukan hasil akhir dari proyek multimedia dan juga menjadi dasar untuk menetapkan tujuan serta audiens dari proyek tersebut. 2 Design Tahapan dimana struktur keseluruhan proyek multimedia dirancang, termasuk penentuan fitur-fitur yang akan diterapkan. Rancangan yang disusun mencakup perencanaan struktur program, pembuatan diagram UML, dan pengembangan desain 3 Material Collecting Proses pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan proyek multimedia, meliputi gambar, video, dan audio, dan kemudian akan dimasukkan ke dalam proyek. 4 Assembly Tahapan di mana semua elemen multimedia dibuat berdasarkan storyboard dan flowchart yang telah dibuat sebelumnya. Proses ini mencakup pembuatan ilustrasi, audio, video, serta proses pemrograman, dan penggabungan bahan-bahan tersebut menjadi satu Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 aplikasi yang lengkap. 5 Testing Proses uji coba proyek multimedia setelah selesai dibuat, bertujuan untuk menemukan kekurangan atau kesalahan yang mungkin ada dalam proyek tersebut ketika Pengujian ini menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan sistem. 6 Distribution Tahapan penyebaran proyek setelah proses pengujian selesai. Sebelum didistribusikan, proyek harus melewati pengujian yang memastikan kualitasnya. Aplikasi perangkat lunak nantinya akan disebarkan melalui platform penyimpanan daring seperti google drive untuk memudahkan user jika ingin mengunduhnya. 2 Teori Pendukung Penelitian Berikut ini beberapa pustaka yang digunakan sebagai pendukung dalam penelitian ini, di antaranya yaitu: 1 Multimedia Multimedia merupakan gabungan dari berbagai elemen media yang dibuat pada sistem terkomputerisasi. Berdasarkan penelitian Wilsa . terdapat hasil signifikan dengan penggunaan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran dibanding buku teks (Sugiarto, 2. Dengan hasil tersebut maka multimedia dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa sebagai media pembelajaran. 2 Multimedia Interaktif Multimedia interaktif yaitu media yang digunakan secara interaktif oleh penggunanya dengan sebuah sistem aplikasi. Multimedia interaktif merupakan gabungan berbagai elemen media seperti teks, gambar, audio, video, dan animasi untuk menyampaikan informasi kepada pengguna (Wilsa, 2. 3 Objek Wisata Nusa Penida Nusa Penida merupakan objek wisata yang berada di provinsi Bali yang memiliki keindahan alam dan pemandangan yang beraneka ragam. Banyaknya keindahan alam ini dibutuhkan pembuatan multimedia interaktif untuk memberikan gambaran informasi tentang objek wisata yang terdapat pada Nusa Penida. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam hasil ini akan didapat dari melakukan penerapan metode MDLC untuk membuat sistem informasi terkait Nusa Penida yang didalamnya terdapat materi berupa text, audio, dan video. 1 Concept Peneliti melakukan pembuatan konsep bagaimana urutan sistem bekerja yang ditampilkan dalam sebuah diagram sehingga dapat dengan singkat dan mudah dipahami. Setiap sesi memiliki berbagai tombol dengan fungsinya yang dapat dilihat pada gambar Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 2. Konsep Multimedia Interaktif Nusa Penida Pada awal gambar 2, terdapat mulai menjelajah pengguna menunggu beberapa detik yang kemudian dilanjutkan ke menu utama, pada menu utama terdapat beberapa tombol seperti matikan sound atau mute, informasi atau biodata, dan keluar. Selanjutnya ada sesi video pembukaan yang terdapat tombol play, pause, dan juga kembali ke menu Pada bagian materi terdapat tombol kembali ke menu tombol mute. Kuis terdapat menu kembali ke menu utama. Setelah semuanya dilewati maka pada akhir terdapat tombol keluar. 2 Desain Pada tahapan ini dari konsep yang sudah dibuat dikembangkan menjadi rancangan sistem dengan menggunakan UML, kemudian struktur program, dan rancangan sistem dimana ini akan memvisualisasikan bagaimana sistem yang akan diimplementasikan. Desain tampilan pada sistem dibuat dengan mementingkan agar pengguna tertarik untuk menggunakan sistem. Perancangan dengan UML, rancangan sistem, dan struktur program sebagai berikut: Struktur Program Berikut ini adalah struktur program yang dibuat untuk sistem multimedia interaktif Nusa Penida: Gambar 3. Struktur Sistem Multimedia Interaktif Nusa Penida Struktur pada gambar merupakan navigasi ketika menjalankan sistem multimedia interaktif Nusa Penida yang diawali dengan mulai dan pada akhir terdapat kuis. Rancangan UML UML digunakan untuk membantu menggambarkan bagaimana sistemakan dibuat dan berjalan. Berdasarkan Gambar 4, diagram use case yang akan dibuat, disini diperlihatkan bagaimana pengguna akan mampu berinteraksi dengan sistem. Pengguna diwakilkan dengan aktor pengguna dan akan memiliki lima use case utama yaitu mulai menjelajah. Menu Utama. Akses Video Pembuka. Keluar aplikasi. Akses Biodata. Mengisi Kuis meliputi 5 use case include Rangka Kata. Pencocokan Gambar. Pilihan Ganda dan juga Skor. Semua use case include termasuk kepada use case kuis. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 4. Use Case Diagram Gambar 5. Sequence diagram Dari sequence diagram pada gambar 5 dijelaskan bagaimana pengguna memulai aplikasi, lalu bagaimana pengguna akan dapat menjalankan aplikasinya dengan hasil yang diberikan oleh aplikasi. Gambar 6. Activity Diagram Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Pada gambar 6 menggambarkan bagaimana aktivitas yang akan terjadi antara pengguna dengan sistem, yang dimana disini terdapat sistem akan menampilkan halaman utama, kemudian video pembukaan, menampilkan materi text, dan menampilkan kuis. Desain Program Desain program ini akan menjadi acuan bagaimana tampilan dari sistem ini berkaitan dengan layout kemudian penempatan konten dan tombol. Berikut ini merupakan desain program: Gambar 7. Desain Wireframe Gambar 7 merupakan perancangan halaman - halaman pada aplikasi ini. tampilan awal berupa splash screen yang menampilkan logo eksklusifnya. Saat pengguna memasuki halaman utama, mereka akan menemukan tombol explore untuk memulai materi, tombol profile untuk melihat biodata tim, dan tombol sound untuk mengontrol suara. Di tengah kanan layar, terdapat kalimat pembuka yang disertai dengan latar suara. Langkah selanjutnya membawa pengguna ke halaman video pembuka dengan tombol navigasi untuk kembali ke halaman utama atau melanjutkan ke materi teks. Pada halaman materi teks, pengguna dapat menemukan tombol untuk kembali ke video pembuka atau menuju halaman utama. Di samping teks, terdapat gambar lokasi yang dijelaskan dan audio penjelasan. Kuis dalam aplikasi ini memiliki berbagai jenis, seperti kuis pilihan ganda dengan pertanyaan disertai gambar lokasi, kuis penempatan huruf dengan huruf-huruf yang harus ditempatkan di lokasi yang sesuai, dan kuis pencocokan gambar lokasi dengan namanya, dimana pengguna dapat menarik gambar ke kotak yang benar. Setelah menyelesaikan kuis, pengguna dapat melihat skornya pada halaman khusus dengan opsi untuk kembali ke awal, mengatur suara, melihat biodata tim, atau keluar dari aplikasi. 3 Material Collecting Pada tahapan ini yang dilakukan adalah pengumpulan terkait materi kemudian juga aset yang nantinya akan digunakan dalam membuat sistem multimedia interaktif. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 8. Proses Pengumpulan Aset dan Penggabungan Aset Gambar 8 merupakan pengumpulan aset dilakukan menggunakan Adobe Illustrator ini digunakan untuk merancang apa saja kebutuhan pada sistem seperti tombol - tombol, kemudian karakter, dan juga background. Lanjut ke proses menggabungkan aset yang sudah dibuat, proses ini berkaitan dengan penggunaan transisi dan animasi. Sehingga sistem akan terasa lebih interaktif dengan pengguna. 4 Assembly Tahapan ini dilakukan pembuatan multimedia interaktif dengan mengedepankan kemenarikan tapi informasi yang disampaikan bisa membantu pengguna. Gambar 9. Interface Splash screen Gambar 9 merupakan halaman splash screen akan pertama kali muncul ketika pengguna membuka multimedia interaktif, halaman ini hanya akan bertahan beberapa detik menampilkan logodari multimedia interaktif. Gambar 10. Interface Halaman Utama Gambar 10 merupakan halaman utama akan muncul seketika setelah splash screen sudah muncul selamabeberapa detik. Pada halaman ini terdapat beberapa tombol seperti tombol explore, tombol keluar, tombol profile, tombol musik, ketika tombol explore di klik akan muncul halaman selanjutnya. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 11. Interface Pop up Biodata Gambar 11 merupakan halaman biodata akan muncul ketika di klik tombol profile di halaman utama, pada biodata akan muncul informasi mengenai pengembang multimedia interaktifnya, tombol hide digunakan untuk menutup halaman biodata. Ketika pengguna mengklik tombol explore pada halaman utama, kemudian akan berpindah ke halaman video pembukanya. Pada halaman ini terdapat video pembuka yang berisikan video pengenalan terkait Nusa Penida, ada juga tombol home, tombol next dan tombol back. Gambar 12. Interface Halaman Video Pembuka Gambar 12 merupakan halaman video pembuka. Ketika pengguna mengklik tombol explore pada halaman utama, kemudian akan berpindah ke halaman video Pada halaman ini background musik akan terhenti dan terdapat video pembuka yang berisikan video pengenalan terkait Nusa Penida, ada juga tombol home, tombol next dan tombol back. Gambar 13. Interface Halaman Materi Teks Gambar 13 merupakan halaman Materi. Halaman ini menjelaskan secara terperinci terkait apa saja yang tersedia di Nusa Penida, terdapat gambar tempat di Nusa Penida kemudian ada teks penjelasan mengenai tempat tersebut, selain itu juga ada audio untuk menjelaskan teks tersebut. Setelah semua materi teks diakses maka akan muncul halaman kuis. Pada halaman ini terdapat tombol close, back, home, dan next. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 14. Interface Kuis Pilihan Ganda Gambar 14 merupakan interface kuis. Kuis yang muncul pertama adalah kuis berbentuk pilihan ganda dengan tiga pilihan diwakilkan tiga button berwarna biru, hijau. Pengguna dapat mengklik jawaban untuk menjawab pertanyaan yang sesuai gambar di samping kiri. Gambar 15. Interface Halaman Score Gambar 15 merupakan interface halaman Score. Setelah menjawab semua kuis yang ada maka akan muncul hasil dari jawaban yang diberikan berupa angka yang jika benar semua jawabanya adalah 100. Kemudian ada tombol click me untuk melanjutkan ke kuis bonus. Pada kuis rangkai huruf penggunadiharuskan menjawab dengan merangkai huruf sesuai pertanyaan, akan disediakan sejumlah huruf yang bisa diletakan di tempat sesuai urutan untuk menjawab pertanyaan. Setelah selesai akan langsung menuju ke kuis pencocokan gambar. Tampilan halaman kuis bonus dapat dilihat pada gambar 16 dan tampilan halaman pencocokan gambar dapat dilihat pada gambar 17. Gambar 16. Interface Kuis Rangkai Huruf Gambar 16 merupakan interface Kuis rangkai kata. Terdapat gambar destinasi yang ditampilkan lalu pengguna diharuskan untuk menjawab pertanyaan untuk dapat melanjutkan ke halaman selanjutnnya. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 17. Interface Kuis Pencocokan Gambar Gambar 17 merupakan kuis pencocokan gambar. Bagian ini akan terdapat tiga gambar yang berbeda yang merupakan tempat di Nusa Penida, kemudian ada tiga kotak untuk menempatkan gambarsesuai dengan nama tempat yang benar. Gambar 18. Interface Pop up Berhasil Gambar 18 merupakan pop up yang akan muncul ketika pengguna menjawab pertanyaan dengan benar. Pop up muncul disetiap kuis bonus sehingga pengguna dapat melanjutkan ke kuis bonus selanjutnya. 5 Testing Tahapan ini dilaksanakan dalam dua tahap testing. Tahap pertama, uji alpha, akan dilaksanakan mandiri oleh peneliti. Sedangkan tahap kedua, uji beta, akan langsung melibatkan partisipasi pengguna dalam pengujian. Pengujian Alpha Pada pengujian alpha, peneliti melakukan pengujian dengan menggunakan metode black box pada interface dan fungsi dari masing Ae masing tombol pada aplikasi media informasi nusa penida dilihat Tabel 1. Tabel 1. Hasil Pengujian Bagian Splash Screen HomeScreen Skema pengujian Background Music Hasil Berhasil Click tombol Mute dan Unmute Berhasil Click tombol info Click tombol explore Click tombol hide Click tombol exit Backsound music Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Dubbing materi Berhasil Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Bagian Skema pengujian Click tombol back Click tombol forward Video Screen Click tombol home Penayangan video Click tombol Mute dan Unmute Click tombol back Click tombol forward Click tombol home Halaman Materi Click tombol exit Backsound music Dubbing materi Click tombol Mute dan Unmute Click tombol home Click tombol exit Halaman Kuis Click pilihan AuA,B atau CAy Backsound music Click tombol Mute dan Unmute Click tombol home Click tombol exit Score Screen Click tombol AuClickmeAy Backsound music Click tombol Mute dan Unmute Click tombol home Click tombol exit Halaman Bonus Kuis Drag dan Drop Huruf Click tombol next Backsound music Hasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Pengujian Beta Dengan melakukan pengujian melalui google form, terdapat 31 responden mahasiswa yang telah mengisi kuesioner tersebut dan hasilnya Pengujian beta akandigunakan untuk mengevaluasi kelayakan multimedia interaktif yang telah Evaluasi ini melibatkan 14 indikator penilaian, yang akan dinilai dengan skala lima nilai, 1 menunjungan skala sangat tidak baik, 2 menunjukantidak baik, 3 menunjukan kurang baik, 4 menunjukan cukup baik, 5 menunjukan sangat baik. Dilihat pada AuTampilan visual multimedia menarik dan memuaskan,Ay seperti pada Gambar 19. Gambar 19. Pengujian Indikator 1 Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 19 menggambarkan hasil pengukuran terhadap indikator penilaian 1, di mana 25 responden dengan penilaian "sangat baik", 6 responden memberi penilaian "cukup baik", sementara tidak ada responden dengan penilaian "kurang baik", "tidak baik", atau "sangat tidak baik". Dengan demikian, jika dihitung berdasarkan rating, hasilnya sebagai berikut: 1 = sangat tidak baik =0x1=0 2 = tidak baik =0x2=0 3 = kurang baik =0x3=0 4 = cukup baik = 6 x 4 = 24 5 = sangat baik = 25 x 5 = 125 Total = 31 = 149 Rating = 149/ 31 = 4,81 Penilaian terhadap indikator lainnya juga dievaluasi, dan hasilnya adalah sebagai ditampilkan pada tabel 2. Tabel 2. Rating Penilaian Indikator Nilai Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Indikator 4 Indikator 5 Indikator 6 Indikator 7 Indikator 8 Indikator 9 Indikator 10 Indikator 11 Indikator 12 Indikator 13 Indikator 14 4,81 4,68 4,65 4,68 4,71 4,65 4,58 4,71 4,71 4,65 4,68 4,77 4,68 4,74 Total 65,7/14 = 4,69 Tabel 2 menjelaskan bahwa dari 14 indikator Total Nilai Penilaian yang didapatkan yakini 65,7 dan untuk rata Ae rata penilaianya yaitu 4,69, dimana nilai tersebut dapat dikatakan Sangat Baik. 6 Distribution Tahap ini merupakan tahap publikasi aplikasi. Proses publikasi bisa melalui hosting ke website, google drive dan media penyimpanan berupa harddisk yang dapat diakses oleh pengguna. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 9. Nomor 1. Juli 2024 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 KESIMPULAN Dari hasil yang sudah didapatkan, dan dengan serangkaian pengujian dapat ditarik kesimpulan bahwa pembuatan media informasi yang berbasis multimedia interaktif mengenai Nusa Penida dapat menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC), ini dapat dilihat dari serangkaian pengujian yang dilakukan pada alpha testing yang dapat diketahui bahwa fitur yang ada dapat berjalan dengan baik. Kemudian dari permasalahan yang mendasari pembuatan multimedia interaktif untuk Nusa Penida ini karena masih kurangnya media informasi yang menarik, sudah diatasi dengan bukti hasil pengujian beta terhadap 31 responden yang dimana hasilnya adalah rating 4,69 dari 5, ini menunjukan bahwa multimedia interaktif yang dibuat sudah sangat layak untuk SARAN Artikel ini diharapkan berguna untuk penelitian berikutnya mengenai multimedia interaktif objek wisata Nusa Penida. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat merepresentasikan lebih dalam lagi mengenai pengembangan multimedia interaktif, tidak hanya pada objek wisata Nusa Penida, tetapi juga pada objek wisata lainnya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan teknik pengumpulan data dengan jumlah responden yang lebih banyak dan indikator penilaian yang lebih mendalam lagi, serta memperbanyak referensi untuk memperdalam kajian tentang multimedia interaktif. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih untuk orang tua serta civitas akademika Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Informatika. Institut Teknologi Telkom Purwokerto dalam melaksanakan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA