SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 E-ISSN 2988-0823 | P-ISSN 2988-0858 Website: https://ejurnal-unisap. id/index. php/sibernetik/index Email: ejurnal. sibernetik@gmail. DAMPAK KEBIASAAN MENYONTEK BAGI PERKEMBANGAN KARAKTER DAN PROSES BELAJAR SISWA SD/MI Prischa Cahyani Putri1. Safrizal 2 Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar1,2 friskacahyaniputri@gmail. Info Artikel Histori Artikel: Masuk: 08 Juni 2023 Diterima: 15 Juni 2023 Diterbitkan: 20 Juni 2023 Kata Kunci: Kebiasan Menyontek. Perkembangan Karakter. Proses Belajar. ABSTRAK Penelitian ini bermula dari maraknya kebiasaan menyontek bagi para pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dampak dari kebiasaan menyontek bagi perkembangan karakter dan proses belajar siswa SD/MI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi Informan pada penelitian ini yaitu wali kelas kelas 2 dan wali kelas kelas 4 SD X Batusangkar. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri namun dalam proses penelitian peneliti menggunakan alat bantu dengan pedoman wawancara, kamera,perekam suara dan juga catatan lapangan. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan observasi, mengamati proses pembelajaran di kelas, wawancara dan tak lupa dokumentasi. Peneliti memperoleh data informasi dengan cara analisis data menggunakan model miles dan huberman, yaitu reduksi data display data dan kesimpulan. Demi menghasilkan keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan menyontek sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter siswa dan proses belajar siswa di SD/MI, tingkat kemalasan siswa dalam belajar menjadi meningkat, siswa tidak biasa untuk berpikir kritis dan siswa akan terus merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Kejujuran sangat penting dalam hampir setiap aspek kehidupan. Norma yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat menekankan pentingnya kejujuran (Fabiana Meijon Fadul, 2. Keuntungan dari kejujuran adalah membuat hidup menjadi positif baik di dalam maupun di luar. (Khairuni, 2. mengungkapkan bahwa Seseorang yang terbiasa jujur tidak peduli dengan konsekuensi berbohong. Selain itu, orang yang terbiasa dengan kejujuran mendapatkan lingkungan yang baik. Namun, dalam hal-hal tertentu, kejujuran dikesampingkan untuk persyaratan lain yang dianggap lebih penting. Orang mengabaikan kejujuran ketika ada tujuan yang bisa dicapai sekalipun harus melakukan kecurangan atau penipuan. Setiap siswa pasti menginginkan nilai yang tinggi (Suhandi A & Lestari T, 2. Istilah menyontek adalah hal yang biasa terdengar, bahkan sudah tidak aneh lagi untuk dilakukan untuk mendapatkan nilai yang bagus membuat sebagian siswa mengesampingkan kejujuran (Megawati, 2. Walaupun sebenarnya hasil menyontek tidak menjamin nilai yang didapat kelak akan bagus. Menurut (Sari, 2. menyontek berarti upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan keberhasilan dengan cara yang tidak jujur. Menurut (Sari, 2. , karakter mempunyai dua arti yang pertama, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku. Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam dan rakus, tentulah orang tersebut memiliki perilaku buruk. Sebaliknya, apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 tentulah orang tersebut memiliki karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya dengan Au personalityAy. Seseorang bisa disebut orang yang berkarakter . person of characte. apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral. Menyontek adalah kebiasaan buruk yang akan mendatangkan dampak negatif terhadap perkembangan karakter (Astuti, 2. Kepercayaan diri mereka saat proses pembelajaran, akan dapat memberikan motivasi bahwa nilai yang didapat dengan usaha yang baik akan membawa kepada hasil yang lebih baik pula nanti. Nilai bagus tidak menjamin seorang peserta didik akan memiliki masa depan yang baik. Lagi pula, jawaban yang didapat dengan menyontek masih memiliki peluang untuk salah. Tidak selamanya hasil menyontek itu benar. Persaingan ketat di dunia pendidikan indonesia sudah dimulai sejak dini. Siswa SD harus berkompetisi dengan teman-temannya demi mendapatkan nilai terbaik dalam pelajaran di sekolah. Kompetisi ini muncul karena ada anggapan bahwa untuk sukses dalam kehidupan anak-anak kita harus mendapatkan nilai terbaik di kelasnya (Nizaar, 2. Akibatnya, anak-anak terdorong untuk melakukan tindakan curang seperti menyontek. Maka dari itu perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki tindakan tersebut dengan menguatkan pendidikan karakter anak. Pendidikan karakter perlu dukungan orang tua sepenuhnya harus ada kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua dalam mengembangkan karakter ini, salah satunya adalah tentang kejujuran, tanggung jawab dan berproses (Safrizal, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk membahas mengenai dampak kebiasaan menyontek terhadap perkembangan karakter siswa SD/MI. Dimana karakter siswa itu dibentuk semenjak mulai dari mereka berada pada jenjang sekolah dasar dan akan berlanjut hingga proses pendewasaan mereka nantinya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengambilan informan yaitu Non Probability Sampling dengan cara Snowball Sampling di mana Sumber data diperoleh peneliti dari wali kelas dan juga pengamatan observasi. Instrumen dari penelitian ini yaitu peneliti sendiri dengan menggunakan alat bantu yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi, dan kamera. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan Studi Teknik analisis data dari penelitian ini menggunakan model miles and huberman yaitu Reduksi Data. Display Data dan Penarikan Kesimpulan, teknik yang digunakan untuk menjamin keabsahan data dilakukan dengan cara teknik triangulasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneliti di SD X Batusangkar. Kaitannya dengan perkembangan karakter siswa ditentukan beberapa Permasalahan yang digunakan oleh peneliti. Permasalahan yang berkaitan dengan perihal menyontek tersebut adalah: . adanya tekanan untuk mendapatkan nilai yang tinggi . keinginan untuk menghindari kegagalan . kurang waktu untuk menyelesaikan tugas sekolah dan . standar keberhasilan seorang siswa yang dinilai dari ranking peserta didik. Tekanan untuk Mendapatkan Nilai yang Tinggi Rata - rata seorang guru selalu menekankan siswa untuk berhasil. Adanya penekanan yang dilakukan oleh Guru kepada siswa untuk mendapatkan nilai yang baik. Pemberian tekanan untuk selalu tuntas melebihi nilai KKM agar siswa terhindar dari remedial. Dari penekanan tersebut siswa menjadi melakukan hal yang tidak pantas untuk mendapatkan nilai yang baik salah satunya dengan menyontek. Sekolah serta guru juga ingin menghindari terjadinya kegagalan yang terjadi kepada siswanya. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 Aukami guru kelas tentu menginginkan yang terbaik untuk siswa-siswa kami karena tidak ada guru yang ingin nilai siswanya jelek atau di bawah kkm lah kan istilahnya, ketika nilai siswa rendah tentu kita sebagai seorang guru nantinya akan mengadakan remedial kepada siswa tersebut kalau siswanya banyak yang remedial kami juga intropeksi diri, oh sepertinya kami yang kurang dalam mengajar. Tetapi jikalau siswanya sedikit yang remedial itulami juga kadang susah atur jadwal buat remedial yang sedikit ini, karena belum lagi nanti mereka pasti malu kalau harus belajar lebih dari teman-temannya. Kemudian juga kadang orang tua siswa taunya marah-marah saja, jika nilai anaknya rendah padahal mereka tidak tahu bagaimana anaknya di Nah. Karena itu juga ibu sebagai seorang guru itu lebih menekankan siswa untuk berdiskusi saja kalau mengerjakan latihan atau lain sebagainya agar nilai mereka tu sama-sama stabil. Ay (WW1. Senin 31 Oktober 2022 Dari hasil wawancara tersebut yang dilakukan oleh peneliti pada wawancara senin 31 Oktober 2022 guru berharap tidak ada nilai siswa rendah. Namun disini berdasarkan apa yang disebutkan guru, guru juga mengintropeksi diri jika banyak siswa yang nilainya rendah. Namun berdasarkan pernyataan tersebut juga guru sedikit kesulitan mencari waktu untuk remedial. AuPada saat itu guru sedang menjelaskan dan pada awalnya pembelajaran berlangsung kondusif, guru menerangkan apa yang tergambar pada buku dan siswa menyimak. Pembelajaran waktu itu tentang kalimat ajakan. Setelah menjelaskan guru memberikan latihan kepada siswa, siswa diminta untuk membuat poster yang berisi kalimat ajakan. Pada saat itu terlihat bahwa siswa berkeliaran, bermain-main, berdiskusi, berbicara dengan teman sebangku maupun di belakang. Guru membebaskan hal tersebut demi stabilnya nilai siswa, namun terlihat siswa hanya menyalin karena siswa tidak mau mengulang hal tersebut dirumah. Dimana pada saat itu jika latihan tersebut tidak selesai akan dijadikan pr. Ay (OBS 1. Senin 31 Oktober 2022 ) Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dapat terlihat bahwa guru tentu menginginkan seluruh siswanya mendapatkan nilai yang baik. Dari pihak siswa juga ada usaha untuk menghindari kegagalan yang dilakukan dengan caranya sendiri yakni salah satunya dengan menyontek. Gejala yang muncul sebagai faktor penyebab menyontek di sekolah dasar yaitu adanya tekanan untuk mendapatkan nilai yang tinggi, keinginan untuk menghindari kegagalan dan memenuhi harapan orang tua dan juga guru terhadapnya. Gambar 1 Siswa saling diskusi saat latihan SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 Dari hasil dokumentasi diatas terlihat bahwa saat guru memberikan latihan guru membebaskan siswa untuk berdiskusi. Terlihat bahwa siswa berjalan kesana kemari melihat punya temannya. Dapat terlihat bahwa guru tentu menginginkan seluruh siswanya mendapatkan nilai yang baik. Dari pihak siswa juga ada usaha untuk menghindari kegagalan yang dilakukan dengan caranya sendiri yakni salah satunya dengan menyontek. Malas Berpikir dan Tidak Percaya Diri Selain pada pembentukan karakter kebiasaan menyontek juga berpengaruh terhadap proses belajar siswa di lokal, sebagaimana berdasarkan hasil dari yang telah didapat oleh peneliti pada proses wawancara bersama wali kelas yaitu, siswa malas untuk berfikir dan juga tidak percaya akan jawaban dari dirinya sendiri, sebagaimana terdapat pada saat observasi yaitu. AuPada saat itu peneliti melakukan observasi di kelas pada saat jam pembelajaran, guru menjelaskan tentang poster yang berisi kalimat ajakan, siswa membuat latihan. Terlihat bahwa siswa banyak yang bermain main saat di awal latihan dan ketika sudah ada siswa yang mengumpulkan baru mereka rebut melihat punta temannya, sebelum itu mereka hanya bermain main saja. Ay (OBS 1. Senin 31 Oktober 2022 ) Berdasarkan hasil observasi tersebut terlihat bahwa siswa SD cendrung bermain main saja dan ketika di akhir latihan mereka baru membuatnya dan hanya menyontek saja padahal latihan yang dikerjakan seharusnya merupakan kreasi masing-masing. AuPada saat belajar siswa memperhatikan namun memang ya kita tidak tau dia memperhatikan pelajaran atau menghayal. Pada saat membuat latihan siswa itu sering melihat punya temannya kadang karena ia malas untuk berpikir, kadang juga karena ia tidak percaya dengan jawabannya sendiri. Menurut yang ibu lihat di kelas itu karena siswanya sering menyontek mereka jadi terbiasa menyontek jadi mereka menunggu punya teman saja karena temannya juga senang melihatkan jawabannya. Temannya malah merasa wah, karena sudah membantu kesulitan temannya padahal itu salah. Kemudian juga karena pertemanan kali ya, jadi kalau tidak berbagi itu kadang mereka musuhan itu yang membuat siswa suka menyontek, padahal itu sama seperti menjerumuskan temannya sendiri. Lalu juga mereka sudah biasa nih menyontek jadi mereka main aja tuh pas dikasih latihan, berjalan kesana kemari, ada yang meminjam pensil, penghapus dan lain-lain. Terkadang kalo cuma jalan-jalan sih masih aman tapi yang susah tu mereka mengganggu teman-temannya yang ngerjain latihan. Nah timbullah pengaduan Aubuk, si ini mengganggu, si itu menggangguAy jadi kelas jadi gaduh, heboh. Ay (WW1. Senin 31 Oktober 2022 ) Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti diatas dapat diambil kesimpulan bahwa siswa kerap terlihat memperhatikan guru dengan seksama namun ternyata saat membuat latihan siswa tersebut tidak mengerti sama sekali. Kemudian dengan ketidakmengertian siswa tersebut berjalan mengelilingi kelas melihat punya temannya, ada juga yang mengganggu temannya. Ada juga yang tujuannya meminjam-minjam namun teman-temannya terganggu. Hal tersebut membuat suasana kelas menjadi gaduh. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 Gambar 2 Siswa Sedang mencoret-coret meja dan bermain Berdasarkan hasil dari dokumentasi proses pembelajaran siswa yang biasa menyontek ia akan bermain main saja ketika awal tugas diberikan namun ketika ia melihat sudah banyak teman temannya yang sudah siap maka ia akan meminta tugas temannya yang sudah siap lalu menyalinnya, karena siswa SD juga kadang suka salah arti dalam hal berbagi maka ia akan dengan senang hati memberikan Ada juga siswa yang ketika ia tidak mengerti ia cenderung mengganggu temannya yang sedang mengerjakan tugas. Kemudian peneliti diskusi mengenai permasalahan tersebut dengan wali kelas. Menurut wali kelas permasalahan tersebut memang cenderung terjadi dari tahun ke tahun namun pada tahun sekarang itu siswa termasuk masih bisa diatur dan dikondisikan,mereka begitu menghargai gurunya dan takut akan teguran, namun disini tidak semua siswa perlu teguran ada satu siswa dia hanya butuh diperhatikan Siswa tersebut terlalu takut untuk bertanya kepada guru sehingga guru yang harus lebih sering berjalan di dekatnya dan menanyakan yang ia ketahui, kemudian juga ada siswa menyontek ketika guru memberikan motivasi berupa kalimat pujian terhadap dirinya ia akan berhenti melihat temannya. Contoh: Aukamu kan bisa, kamu kan pintar, ngapain lihat punya teman, kan kita bisa sendiri. Ay Kesulitan untuk Fokus Tidak jarang siswa sekolah dasar sering mengalami penurunan kemampuan untuk fokus terhadap pembelajaran. Menurut Healthgrades, kesulitan konsentrasi bisa dikaitkan dengan kesulitan untuk tetap terjaga, impulse, pikiran atau kekhawatiran yang mengganggu aktivitas yang berlebihan atau kurangnya perhatian. AuPada saat itu pembelajaran terlihat kondusif namun ternyata siswa sulit untuk fokus karena pada saat tersebut jam pelajaran siang setelah istirahat dimana focus siswa sudah buyar, apalagi untuk siswa SD. Siswa inginnya pulang nan bahkan sudah ada orang tua yang menunggu anaknya di luar pekarangan sekolahAy (OBS 2,Selasa 01 November 2022 ). Berdasarkan hasil observasi tersebut terlihat bahwa siswa sulit untuk fokus apalagi setelah jam siang, itu setelah jam selesai istirahat. Disana dijelaskan bahwa pikiran siswa hanya pulang, apalagi ketika mereka melihat orangtuanya sudah menjemput. AuPada saat proses pembelajaran terlihat bahwa pembelajaran berlangsung begitu kondusif namun di sela sela itu juga ada yang sulit untuk fokus terhadap pembelajaran, sibuk memainkan apa saja yang di depannya. Kemudian pada saat latihan para siswa mulai memanjangkan leher melihat punya teman sebelahnya atau menyontek namun SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 juga di beberapa siswa melakukan diskusi, ada juga yang hanya menyalin punya Adapun siswa yang tidak menyontek namun dia tidak mengerjakan latihan yang diberikan, ada dikerjakan namun tidak pernah selesai, jadi ketika temannya telah selesai mengerjakan latihan ia yang membantunya hingga beberapa siap. Ay (WW2,Selasa 01 November 2022 ). Kemudian berdasarkan hasil wawancara bersama wali kelas, ibu wali kelas memberikan pandangan sebagai berikut. AuMungkin mereka menyontek ya karena mereka tak mengerti apa yang ibu sampaikan tapi ketika bertanya ke temannya mereka lebih mengerti, tapi karena keseringan bertanya temannya juga jadi jenuh akhirnya jawaban mereka lah yang disalin lagi, padahal punya temannya itu juga belum tentu benar salahnya kan. Kemudian Kalo untuk dampak tentu menyontek itu berdampak buruk sekali bagi siswa nantinya ya. Mulai dari pola pikir mereka yang tidak pernah dibawa kepada berpikir kritis. Menjadi pribadi yang pemalas tentunya, focus untuk menerima pembelajaran itu juga akan sangat terganggu,mereka pasti berfikir bahwa dia punya bekingan loh, mereka punya teman loh untuk nolong. (WW2,Selasa 01 November 2022 ). Gambar 3 Siswa Sedang Menyontek Pada gambar dapat terlihat bahwa saat proses pembelajaran terlihat bahwa pembelajaran berlangsung begitu kondusif namun di sela sela itu juga ada yang sulit untuk fokus terhadap pembelajaran, sibuk memainkan apa saja yang di depannya. Kemudian pada saat latihan para siswa mulai memanjangkan leher melihat punya teman sebelahnya atau menyontek namun juga di beberapa siswa melakukan diskusi, ada juga yang hanya menyalin punya temannya. Adapun Siswa Yang tidak menyontek namun dia tidak mengerjakan latihan yang diberikan, ada dikerjakan namun tidak pernah selesai, jadi ketika temannya telah selesai mengerjakan latihan ia yang membantunya hingga beberapa Kesimpulannya bahwa memiliki kebiasaan menyontek memiliki dampak negatif terhadap perkembangan karakter dampak negatif siswa menyontek yaitu, antara lain mengakibatkan siswa menjadi malas belajar, biasa berbohong, menghalalkan segala cara, ketergantungan pada orang lain, menular, tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri, serta menciptakan sikap ketidakjujuran pada Siswa yang menyontek akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi dirinya dan orang lain. Tidak hanya itu kebiasaan menyontek juga mengganggu proses pembelajaran yaitu siswa mengganggu SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 temannya yang mengerjakan latihan, siswa berjalan jalan, siswa cenderung bermain dan mengajak temannya untuk bermain. Pembahasan Berdasarkan hasil yang peneliti dapatkan Menyontek adalah kebiasaan buruk yang akan mendatangkan dampak negatif terhadap perkembangan karakter. Kepercayaan diri mereka saat proses pembelajaran, akan dapat memberikan motivasi bahwa nilai yang didapat dengan usaha yang baik akan membawa kepada hasil yang lebih baik pula nanti. Nilai bagus tidak menjamin seorang peserta didik akan memiliki masa depan yang baik. Lagi pula, jawaban yang didapat dengan menyontek masih memiliki peluang untuk salah. Tidak selamanya hasil menyontek itu benar. Persaingan ketat di dunia pendidikan indonesia sudah dimulai sejak dini. Siswa SD harus berkompetisi dengan teman-temannya demi mendapatkan nilai terbaik dalam pelajaran di sekolah. Kompetisi ini muncul karena ada anggapan bahwa untuk sukses dalam kehidupan anak-anak kita harus mendapatkan nilai terbaik di kelasnya. Akibatnya, anak-anak terdorong untuk melakukan tindakan curang seperti menyontek. Maka dari itu perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki tindakan tersebut dengan menguatkan pendidikan karakter anak. Pendidikan karakter perlu dukungan orang tua sepenuhnya harus ada kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua dalam mengembangkan karakter ini, salah satunya adalah tentang kejujuran, tanggung jawab dan berproses. Kaitannya dengan perkembangan karakter siswa ditentukan beberapa hal yaitu: . adanya tekanan untuk mendapatkan nilai yang tinggi . keinginan untuk menghindari kegagalan . kurang waktu untuk menyelesaikan tugas sekolah dan . standar keberhasilan seorang siswa yang dinilai dari ranking peserta didik. Dampak negatif siswa menyontek bagi siswa berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti yaitu, antara lain mengakibatkan siswa menjadi malas belajar, biasa berbohong, menghalalkan segala cara ketergantungan pada orang lain, menular, tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri, serta menciptakan sikap ketidakjujuran pada dirinya. Jika dalam diri seorang anak telah tertanam karakterkarakter buruk maka hal tersebut akan mereka realisasikan hingga beranjak dewasa dimana karakter adalah hal yang sulit untuk diubah dan penanaman karakter itu sebenarnya dimulai sejak dini. Menyontek sebagaimana Menurut Ehrlich. Flexner. Carruth, & Hawkins . 0 dalam Anderman & Murdock 2007 : . AuCheathing is to act dishonestly or unfairly in order to win some profit or advantageAy yang artinya melakukan ketidakjujuran dalam rangka meraih keuntungan. Menyontek dapat diartikan sebagai segala macam kecurangan yang dilakukan pada saat tes dengan cara Ae cara yang bertentangan dengan peraturan dalam memperoleh suatu keuntungan, yaitu memperoleh jawaban untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai yang mungkin diperoleh dengan kemampuan sendiri. Athanasou dan Olasehinde sebagaimana dikutip Dody Hartanto . 2: . menyebutkan tentang perilaku menyontek adalah kegiatan menggunakan bahan atau materi yang tidak diperkenankan atau menggunakan pendampingan dalam tugas-tugas akademik yang bisa mempengaruhi hasil evaluasi atau penilaian. (Hermianto & Ripli, 2. Perilaku menyontek dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain, karena orang yang melakukannya dia sebagaimana menipu dirinya sendiri. Dalam rangka memperoleh nilai yang baik seseorang menodai nilai-nilai kejujuran dengan melakukan kecurangan agar dapat memperoleh nilai yang tinggi yang sebenarnya hanya fantasi karena bukan murni hasil yang dapat mencerminkan kemampuannya yang sebenarnya. Menurut Anderman dan Murdock 2006 . alam Hasnatul, 2. Perilaku menyontek . adalah perbuatan curang yang dilakukan dalam dunia pendidikan, baik itu meniru tulisan atau pekerjaan orang lain dengan perbuatan atau cara-cara yang tidak jujur dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai nilai yang terbaik dalam ujian, seperti : menulis contekan di meja atau telapak tangan, menulis di sobekan kertas yang di sembunyikan di lipatan baju, melihat buku pedoman atau SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 buku catatan, atau menyontek melalui media lain seperti HP sewaktu ujian. Beberapa pengertian tersebut mengindikasikan bahwa perilaku menyontek adalah perbuatan curang yang dilakukan dalam dunia pendidikan, baik itu meniru tulisan atau pekerjaan orang lain dengan perbuatan atau cara-cara yang tidak jujur dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai nilai yang terbaik dalam ujian. Hal ini sama halnya perilaku menyontek merupakan perbuatan yang melanggar tata tertib atau kode etik lembaga pendidikan. PENUTUP Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di SD X Batusangkar tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa memiliki kebiasaan menyontek berdampak negatif terhadap perkembangan karakter, dampak negatif siswa menyontek yaitu, antara lain mengakibatkan siswa menjadi malas belajar, biasa berbohong, menghalalkan segala cara, ketergantungan pada orang lain, menular, tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri, serta menciptakan sikap ketidakjujuran pada dirinya. Siswa yang menyontek akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi dirinya dan orang lain. Tidak hanya itu kebiasaan menyontek juga mengganggu proses pembelajaran yaitu siswa mengganggu temannya yang mengerjakan latihan, siswa berjalan jalan, siswa cenderung bermain dan mengajak temannya untuk bermain. Kaitannya dengan perkembangan karakter siswa ditentukan beberapa hal yaitu: . adanya tekanan untuk mendapatkan nilai yang tinggi . keinginan untuk menghindari kegagalan . kurang waktu untuk menyelesaikan tugas sekolah dan . standar keberhasilan seorang siswa yang dinilai dari ranking peserta didik. Dampak negatif siswa menyontek bagi siswa berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti yaitu, antara lain mengakibatkan siswa menjadi malas belajar, biasa berbohong, menghalalkan segala cara ketergantungan pada orang lain, menular, tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri, serta menciptakan sikap ketidakjujuran pada dirinya. Jika dalam diri seorang anak telah tertanam karakterkarakter buruk maka hal tersebut akan mereka realisasikan hingga beranjak dewasa dimana karakter adalah hal yang sulit untuk diubah dan penanaman karakter itu sebenarnya dimulai sejak dini. DAFTAR PUSTAKA