ABDI WINA Ae Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://ojs. Volume: 3 . Juni 2023 e-ISSN: 2809-0179 Pembentukan Kelompok Sel Bagi Suku Sunda di Gunung Puntang Sebagai Wadah Untuk Pertumbuhan Rohani Rinaldi Dharmawan1. Ferry Simanjuntak2. Martinus Hartono Sodikdiana3. Hendry Mongkau4. Tricia Novita5 1,2,3,4,5 STT Kharisma Bandung E-mail: rinaldidharmawan1984@gmail. (Diajukan: 27 April 2023. Direvisi: 25 Juni 2023. Diterima: 30 Juni 2. ABSTRAK Kelompok sel merupakan wadah penting dalam pembinaan jemaat di sebuah gereja. Melalui komunitas inilah maka jemaat dapat lebih dijangkau karena lingkup kelompok sel lebih kecil. Kebutuhan akan komunitas kelompok sel juga dirasakan oleh orang percaya yang berasal dari suku sunda dan bermukim di sekitar Gunung Puntang. Karena alasan inilah tim kami memutuskan untuk memfasilitasi sebuah wadah komunitas sel bagi suku sunda yang sebagian besar berasal dari Gunung Puntang. Kata kunci: Komunitas. Kelompok Sel. Suku Sunda. Gunung Puntang Establishment of Cell Group for the Sundanese on Mount Puntang as a Vessel for Spiritual Growth ABSTRACT The cell group is an important forum in the formation of the congregation in a church. Through this community, the congregation can be more accessible because the scope of the cell group is smaller. The need for a cell groupAos community is also felt by believers who come from the Sundanese tribe and live around Mount Puntang. It is for this reason that our team decided to facilitate a cell community forum for the Sundanese tribe, most of them are from Mount Puntang. Key words: Community. Cell Group. Sundanese Tribe. Mount Puntang PENDAHULUAN Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Indonesia People Network (IPN). Indonesia terdiri dari tujuh ratus delapan puluh satu suku. Dari jumlah tersebut terdapat seratus tiga puluh satu suku yang kurang lebih berjumlah seratus empat puluh dua juta jiwa yang belum terjangkau oleh Injil. Hal ini terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh karena gereja kurang berinisiatif untuk merintis gereja dalam melaksanakan Amanat Agung. Survei lapangan yang dilakukan Fransiskus Irwan Widjaja et al. AuMotif Misi & Pertumbuhan Gereja Masa Kini,Ay KIngdom Economy and Mission 3, no. : 1Ae8. ABDI WINA Ae Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://ojs. BRC terhadap empat ribu gembala sidang dari berbagai denominasi berbeda yang terdapat di tiga puluh tiga propinsi di Indonesia mengenai pertumbuhan gereja. Hasil survei menyatakan bahwa hanya sepertiga saja dari responden . eluruh denominas. yang memiliki program perintisan gereja, namun itu pun hanya dilaksanakan di daerah perkotaan. Hasil survei diatas membeberkan fakta bahwa di lapangan program perintisan gereja tidak berjalan dengan semestinya, faktor inilah yang menyebabkan masih banyaknya suku-suku yang tidak terjamah oleh Injil. Data di atas menunjukkan perintisan gereja belum sepenuhnya merata di berbagai pelosok tanah air, maka tidak mengherankan bila masih banyak suku- suku yang belum terjangkau dalam penyebaran Injil. Dengan menggerakkan penanaman gereja baru merupakan salah satu wadah Amanat Agung Yesus Kristus keterangkatan-Nya ke surga. Packer mengemukakan setiap orang percaya mengemban Amanat Agung sehingga Injil menjadi pusat perhatian setiap orang yang belum percaya kepada Yesus Kristus, sehingga itu merupakan tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan. Perintisan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, dapat juga dimulai dari Handy Irawan and Bambang Budijanto. Kunci Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Temuan Survei Nasional BRC (Jakarta Utara: Research Center. Packer. Penginjilan Dan Kedaulatan Allah, ed. Hendry Ongkowidjojo (Surabaya: Momentum Christian Literature, 2. Volume: 3 . Juni 2023 e-ISSN: 2809-0179 kelompok kecil atau komunitas sel. Perintisan gereja dapat dianalogikan dengan benih yang baru saja ditanam, dipupuk diberi air sehingga bertumbuh dan berbuah lalu kemudian makin bertambah banyak secara bilangan. 4 Dalam buku Merintis Gereja Baru. Larry Pate memaparkan penambahan jumlah gereja bukan hanya bermultiplikasi dari satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi enam belas, dan seterusnya. 5 Senada dengan Pate. Ferry Simanjuntak dalam bukunya Connecting God Empowering People memaparkan hal yang sama tentang multiplikasi atau pelipatgandaan komunitas sel. Perintisan gereja merupakan hal yang tidak mudah untuk dikerjakan, sasaran dari perintisan gereja jelas ditujukan bagi orang-orang yang belum atau baru mengenal Tuhan, sehingga mereka dapat diarahkan dan dimuridkan dengan baik sepanjang perintisan itu berjalan. Perintisan gereja biasanya diawali terlebih dahulu melalui perintisan kelompok sel. Dalam masa perintisan inilah, jemaat yang terkumpul diberi pengajaran-pengajaran tentang Injil, agar mereka semakin memahami makna menjadi pengikut Kristus. Simon. AuPeran Roh Kudus Bagi Hamba Tuhan Dalam Merintis Gereja,Ay LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta 1, no. : 41Ae64, http://sttberea. id/ejournal/index. php/logia/article/view/33. Larry Pate. Merintis Gereja-Gereja Baru (Malang: Gandum Mas, 1. Ferry Simanjuntak and A. Jantje Haans. Connecting God Empowering People, ed. Abdul Rahman H (Banten: YPSIM, 2. , https://play. com/store/books/details?id=k9sSE aQBAJ. ABDI WINA Ae Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://ojs. Volume: 3 . Juni 2023 e-ISSN: 2809-0179 Dengan upaya merintis kelompok sel, diharapkan petumbuhan jumlah jemaat yang percaya kepada Tuhan dapat Upaya yang konsisten dalam perintisan kelompok sel menjadi faktor utama Injil dapat disampaikan kepada semua umat manusia. Gereja dan juga Sekolah Teologi harus menekankan hal ini kepada seluruh jemaat dan mahasiswa sehingga semua yang terlibat di dalamnya memahami makna menjadi pengikut Kristus, yaitu melaksanakan Amanat Agung. Namun terkadang rintangan dan halangan yang ditemukan dalam merintis kelompok sel dapat mengurangi semangat juang dalam pelayanan perintisan tersebut. 7 Penulis melihat kurangnya minat dalam upaya perintisan kelompok sel bagi orang percaya. Maka dari itu tulisan ini dibuat untuk memotivasi setiap orang percaya agar mau ikut terlibat dalam pelaksanaan Amanat Agung. Simon and Semuel Ruddy Angkouw. AuPerintisan Gereja Sebagai Bagian Dari Implementasi Amanat Agung,Ay Manna Rafflesia 7, no. : 210Ae234. ABDI WINA Ae Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://ojs. Volume: 3 . Juni 2023 e-ISSN: 2809-0179 METODE PELAKSANAAN Perintisan kelompok sel dilaksanakan pertama kali pada tanggal 27 Oktober 2022. Peserta yang hadir seluruhnya memiliki latar belakang kepercayaan lain dan mereka semua berasal dari Gunung Puntang dan merupakan Suku Sunda. Ibadah sel perdana ini dilaksanakan di Gereja City Blessing Petra yang beralamat di Pasirkaliki Hyper Square Ruko Blok D 6-7-8. Saudara Martinus Hartono Sodikdiana selaku ketua tim, saudara Hendry Mongkau selaku wakil ketua tim dan saudara Rinaldi Dharmawan serta saudari Tricia Novita sebagai anggota tim memfasilitasi baik transportasi, konsumsi, dan tempat untuk peserta-peserta yang hadir dalam ibadah tersebut. Kesemuanya di bawah pengawasan Dr. Ferry Simanjuntak sebagai pembina dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Asal usul Suku Sunda berbeda dengan suku lainnya, tidak ada petunjuk yang jelas bagaimana mereka datang dan dapat bermukim di daerah Jawa Barat. Mungkin awal abad pertama Masehi, kelompok kecil Suku Sunda menjelajah hutan dan pegunungan sebagai upaya membuka lahan. Dari mitos yang muncul Suku Sunda lebih dikenal sebagai pekerja ladang dibandingkan petani. Aliran kepercayan mereka tidak diketahui secara pasti, namun lewat petunjuk yang terdapat dalam puisi kuno (Wawaca. di antara Suku Badui, maka agama Suku Sunda disebut Sunda Wiwitan oleh Suku Badui. Elemen-elemen Islam ditemukan di dalam Suku Sunda. Namun seiring waktu, saat Islam masuk ke dalam Suku Sunda, sinkretisme berkembang cepat sesuai pandangan Suku Sunda mula-mula. Soeroto, seorang sejarawan asal Indonesia meyakini agama Islam dipersiapkan seperti ini saat memasuki India. AuIslam mula-mula yang masuk ke Indonesia memiliki unsur filsafat Iran dan India. Namun justru bagian- bagian dari mereka yang memuluskan jalur bagi Islam di Indonesia. Ay10 Semakin banyak lahan dibuka dan akibatnya muncul perkampungan baru. Islam mengutus guru-guru untuk berbaur dalam masyarakat, alhasil pengaruh Islam semakin kuat di antara Suku Sunda. Guruguru Islam bersaing dengan Belanda dalam upaya mengontrol kaum ningrat guna dijadikan pemimpin masyarakat. Saat menjelang akhir abad. Islam menjadi agama resmi Suku Sunda. Kepercayaan terhadap berbagai jenis roh dianggap merupakan bagian dari Islam sendiri. Kekristenan yang datang pada pertengahan abad hanya berdampak sedikit bagi orang-orang di luar kantong Kristen Sunda yang kecil. Untuk memahami lebih jauh mengenai Suku Sunda, maka tim kami berusaha membuat sebuah wadah untuk menjangkau Suku Sunda dan memahami apa yang menjadi kebutuhan mereka. Beberapa hari sebelum komsel tersebut diadakan, kami mengadakan meeting via zoom untuk Roger L. Dixon. AuSejarah Suku Sunda,Ay Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 1, no. : 203Ae Ibid. Noto Soeroto. Indonesia Ditengah-Tengah Dunia Dari Abad Keabad: Peladjaran Sedjarah Untuk Sekolah Menengah. Volume 1 (Jakarta: Djambatan. Dixon. AuSejarah Suku Sunda. Ay ABDI WINA Ae Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://ojs. membahas hal teknis dan juga membawa rencana kami ini dalam doa, karena kami memerlukan Roh Kudus untuk menyertai setiap kami demi terlaksananya acara komsel tersebut. Adapun peserta yang hadir dalam ibadah komsel tanggal 27 Oktober 2022 adalah sebagai berikut: Pa Lili. Ibu Enung. Ibu Ai. Ibu Novi. Ibu Cici. Ibu Herlina. Ibu Elis. Ibu Rahayu. Ibu Leny. Pa Reza. Pa Rizal, dan tiga orang anak perempuan dan laki-laki. Kami memfasilitasi biaya transportasi dari Gunung Puntang menuju Pasirkaliki Hyper Square sebesar Rp. 000 dan untuk biaya konsumsi kurang lebih Rp. Ibadah penyembahan kemudian dilanjutkan dengan sharing satu sama lain, menceritakan pengalaman bersama Tuhan. Ibadah dimulai 17:00 WIB dan berakhir sekitar pk. 18:30. Di bawah ini kami lampirkan fotofoto hasil kegiatan komsel tersebut. Volume: 3 . Juni 2023 e-ISSN: 2809-0179 Gambar 2. Pujian Penyembahan yang dipimpin oleh Pa Hendry Gambar 3. Sharing Firman Tuhan oleh semua anggota kelompok Gambar 1. Meeting bersama tim via zoom ABDI WINA Ae Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://ojs. KESIMPULAN Hasil dari pelayanan kami, tim kami menemukan permasalahan bagi Suku Sunda yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Biasanya dikucilkan dan mengalami persekusi, sehingga terkadang mereka masih belum berani terang-terangan kepada keluarga besar mereka. Poin berikutnya adalah kesulitan dalam memiliki wadah untuk beribadah komsel dan juga untuk mereka belajar lebih lagi mengenai kebenaran Firman Tuhan . Poin terakhir adalah tempat ibadah komsel di gereja City Blessing Petra terlalu jauh untuk dicapai sehingga memakan biaya dan waktu yang Volume: 3 . Juni 2023 e-ISSN: 2809-0179 cukup menyulitkan bagi mereka untuk Dari poin-poin berikut, kami sebagai tim ke depannya akan mengadakan kelas pemuridan bagi Suku Sunda yang berasal dari Gunung Puntang dan ibadah akan dilakukan langsung di daerah mereka agar lebih banyak orang yang dapat hadir dan menekan biaya yang cukup besar karena ada sekitar enam puluh jiwa yang perlu untuk dimuridkan, bila memakai tempat di bandung maka estimasi biaya transportasi akan menghabiskan sekitar Rp. Harapan kita ke depannya adalah dapat mendirikan Pos PI di daerah Gunung Puntang. DAFTAR PUSTAKA