Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 307 - 314 DOI. 23917/jmp. p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals2. id/index. php/jmp Implementasi Supervisi Akademik Untuk Meningkatan Kualitas Pembelajaran Di Kecamatan Gunung Alip Ani Apriyani1. Sofwan Adiputra2. Siswoyo3 Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Lampung. Indonesia Email: apriyani@gmail. Diterima: 7 Desember 2025. Revisi: 10 Desember 2025,\ Dipublikasikan: 21 Desember 2025 Abstract This study aims to reveal the implementation of academic supervision in three junior high schools (SMP) in Gunung Alip District. Tanggamus Regency, namely SMP Negeri 1. SMP Muhammadiyah 1, and SMP PGRI 1. Based on interviews with school principals, teachers, and curriculum staff, as well as direct observation and documentation, it was found that academic supervision is carried out according to schedule, although challenges such as teacher readiness and the distance between schools remain. The planning of supervision involves coordination with the curriculum department and the provision of instruments for teaching materials. The approaches used in supervision include direct observation, document examination, and collaboration with teachers. The follow-up of supervision is done through individual and group mentoring, as well as evaluation of the improvement of teaching materials and methods. Challenges such as time limitations and teacher absenteeism are the main issues that need to be addressed. This study provides recommendations for improving the scheduling system, enhancing teacher competence, and strengthening collaboration between school principals, teachers, and the curriculum department. Keywords: academic supervision, supervision planning, supervision approaches, teacher mentoring, supervision challenges. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap implementasi supervisi akademik di tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Gunung Alip. Kabupaten Tanggamus, yaitu SMP Negeri 1. SMP Muhammadiyah 1, dan SMP PGRI 1. Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan bidang kurikulum, serta observasi langsung dan dokumentasi, ditemukan bahwa supervisi akademik dilakukan secara terjadwal, meskipun masih ada tantangan seperti kesiapan guru dan lokasi sekolah yang berjauhan. Perencanaan supervisi melibatkan koordinasi dengan bidang kurikulum dan penyediaan instrumen untuk perangkat pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam supervisi meliputi observasi langsung, pemeriksaan dokumen, dan kolaborasi dengan Tindak lanjut supervisi dilakukan dengan pembinaan individu dan kelompok, serta evaluasi perbaikan perangkat dan metode mengajar. Kendala seperti keterbatasan waktu dan ketidakhadiran guru menjadi tantangan utama yang harus diatasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem jadwal, peningkatan kompetensi guru, dan penguatan kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan bidang kurikulum. Kata kunci: supervisi akademik, perencanaan supervisi, pendekatan supervisi, pembinaan guru, tantangan supervisi. This work is licensed under a Creative Common Attribution-NonCommercial 4. 0 (CC-BY-SA) International . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 307 - 314 Pendahuluan Fenomena kualitas pembelajaran yang rendah di sekolah-sekolah Indonesia sering kali terkait dengan kompetensi guru yang belum optimal (Sutrisno & Sari, 2. , di mana supervisi akademik sebagai mekanisme peningkatan belum sepenuhnya efektif (Wahyudi, 2. Di Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus, sekolah-sekolah seperti SMP Negeri 1. SMP Muhammadiyah 1, dan SMP PGRI 1 menghadapi tantangan lokasi terpencil yang mempengaruhi akses supervisi (Prasetyo, 2. , sehingga pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional tanpa eksplorasi siswa (Lestari, 2. Guru sering kali datang terlambat atau tidak menggunakan perangkat pembelajaran yang bervariasi (Gunawan, 2. , yang mengakibatkan siswa kurang termotivasi dalam proses belajar. Gap penelitian terletak pada keterbatasan studi sebelumnya yang lebih fokus pada teori supervisi tanpa analisis mendalam terhadap implementasi di daerah terpencil seperti Kecamatan Gunung Alip (Sari & Putra, 2. , di mana data empiris tentang proses perencanaan dan tindak lanjut supervisi masih minim (Rahman. Penelitian prioritas sering mengabaikan dampak lokasi geografis terhadap efektivitas supervisi (Indrawati, 2. , sehingga tidak ada model spesifik untuk sekolah dengan jarak berjauhan (Saputra, 2. Selain itu, belum ada kajian komprehensif yang menghubungkan kompetensi kepala sekolah dengan hasil pembelajaran siswa di wilayah ini (Hidayat, 2. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan analisis proses supervisi dengan konteks geografis Kecamatan Gunung Alip (Nurhayati, 2. , menggunakan data survei terkini untuk mengidentifikasi hambatan spesifik (Susanto, 2. Penelitian ini memperkenalkan model tindak lanjut supervisi yang adaptif terhadap tantangan lokasi (Wulandari, 2. , berbeda dari studi sebelumnya yang lebih umum (Kurniawan, 2. Dengan fokus pada tiga sekolah spesifik, penelitian ini memberikan wawasan praktis yang belum dieksplorasi secara mendalam (Fauzi, 2. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses perencanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah dan pengawas di Kecamatan Gunung Alip (Ramadhan, 2. , menganalisis pendekatan dan teknik yang digunakan dalam pelaksanaan (Sari, 2. , serta mengevaluasi tindak lanjut hasil supervisi untuk peningkatan kualitas pembelajaran (Putri, 2. Penelitian ini juga bertujuan mengukur kontribusi supervisi terhadap profesionalisme guru (Adi, 2. , dan memberikan rekomendasi berbasis data untuk implementasi di daerah serupa (Yusuf, 2. Manfaat penelitian ini secara teoritis memperkaya literatur tentang supervisi akademik di konteks daerah terpencil (Hasanah, 2. , memberikan kerangka kerja baru untuk studi pendidikan di Indonesia (Rizki, 2. Secara praktis, hasilnya dapat digunakan kepala sekolah untuk merancang program supervisi yang lebih efektif (Maulana, 2. , membantu guru meningkatkan kompetensi melalui bimbingan yang tepat (Sari, 2. , dan menjadi acuan bagi pengawas sekolah dalam evaluasi berkala (Andriani, 2. Signifikansi penelitian ini penting karena mengatasi masalah pembelajaran yang stagnan di daerah terpencil (Suryani, 2. , berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan nasional melalui model supervisi yang dapat direplikasi (Pratama. Dengan data empiris dari Kecamatan Gunung Alip, penelitian ini mendukung Implementasi Supervisi Akademik A Ani Apriyani. Sofwan Adiputra. Siswoyo Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 307 - 314 kebijakan pendidikan yang lebih inklusif (Dewi, 2. , serta mendorong inovasi dalam pengembangan profesional guru (Nugroho, 2. Temuan ini juga relevan untuk peneliti masa depan dalam mengkaji dampak geografis terhadap pendidikan. Metode Pendekatan dan Desain Penelitian Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran mendalam tentang implementasi supervisi akademik dalam peningkatan kualitas pembelajaran di Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus. Pendekatan kualitatif dipilih karena fokusnya pada kondisi alami subjek, dengan peneliti sebagai instrumen utama, menggunakan triangulasi data, analisis induktif, dan penekanan pada makna daripada generalisasi (Sugiyono, 2. Metode ini sesuai untuk mendeskripsikan fenomena tanpa penekanan pada angka, melibatkan pengumpulan data berupa kata-kata atau gambar yang dianalisis secara deskriptif (Bogdan & Biklen dalam Sugiyono, 2. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus, dengan waktu pelaksanaan dari Januari hingga Mei 2025. Jadwal penelitian mencakup pengajuan judul, penyusunan proposal, seminar, revisi, pelaksanaan lapangan, analisis data, ujian hasil, dan revisi akhir. Sumber Data Sumber data terdiri dari data primer . awancara, observasi, dokumentasi dengan kepala sekolah, guru, dan sisw. dan data sekunder . aporan, catatan, dokumen sekola. Informan dipilih secara purposive: informan kunci . epala sekolah SMP) dan informan pendukung . uru dan sisw. (Bungin, 2020. Elvinaro, 2. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan kepala sekolah, observasi non-partisipan untuk mendata sekolah, dan dokumentasi berupa foto/video sekolah (Riduwan, 2020. Sugiyono, 2. Instrumen utama adalah panduan wawancara, lembar observasi, dan alat dokumentasi untuk memastikan validitas data. Keabsahan Data Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber . awancara, observasi, dokume. , metode . engecekan silang tekni. , dan waktu . unjungan berkala dua kali semingg. (Creswell, 2. Analisis Data Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah: klasifikasi data berdasarkan topik, reduksi data untuk relevansi, deskripsi sistematis, dan penarikan kesimpulan (Maleong, 2. Data berupa prosa yang dijelaskan secara naratif untuk memahami makna implementasi supervisi. Implementasi Supervisi Akademik A Ani Apriyani. Sofwan Adiputra. Siswoyo Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 307 - 314 Hasil dan Pembahasan Penelitian ini mengungkap implementasi supervisi akademik di tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus, yaitu SMP Negeri 1 Gunung Alip. SMP Muhammadiyah 1 Gunung Alip, dan SMP PGRI 1 Gunung Alip. Temuan didasarkan pada wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan bidang kurikulum. observasi langsung. serta dokumentasi seperti foto dan catatan. Secara umum, supervisi akademik dilakukan secara terjadwal, namun masih ada tantangan seperti kesiapan guru dan lokasi sekolah yang berjauhan. Berikut adalah hasil berdasarkan aspek utama. Perencanaan Program Supervisi Akademik Perencanaan supervisi akademik di ketiga sekolah melibatkan penjadwalan, koordinasi dengan bidang kurikulum, dan penyediaan instrumen seperti daftar ceklis untuk perangkat pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi. Kepala sekolah mempersiapkan diri dengan membuat jadwal, memberitahukan guru, dan mengidentifikasi kebutuhan. SMP Negeri 1 Gunung Alip: Kepala sekolah (Bapak Ari Wibowo. membuat jadwal supervisi, berkoordinasi dengan bidang kurikulum, dan menyediakan Wawancara menunjukkan: AuSaya selalu mempersiapkan diri sebelum melaksanakan supervisi akademik, membuat penjadwalan, dan memberitahukan kepada para guruAy (Informan-1. Bidang kurikulum membantu persiapan instrumen terkait perangkat pembelajaran. SMP Muhammadiyah 1 Gunung Alip: Kepala sekolah (Ibu Rina Ermayuni. So. menekankan pentingnya supervisi untuk meningkatkan kompetensi guru, dengan persiapan catatan poin penting. Wawancara: AuSaya selalu mempersiapkan diri semaksimal mungkin, mencatat poin-poin penting yang akan dilakukanAy (Informan-1. Bidang kurikulum mendukung dengan diskusi kesiapan guru. SMP PGRI 1 Gunung Alip: Mirip dengan SMP Negeri 1, kepala sekolah membuat jadwal, memberitahukan guru, dan menyediakan instrumen. Wawancara: AuMembuat penjadwalan untuk pelaksanaan supervisi, kemudian memberitahukan kepada para guruAy (Informan-1. Koordinasi dengan bidang kurikulum fokus pada perangkat pembelajaran. Observasi menunjukkan pertimbangan seperti jadwal mengajar guru, pelibatan bidang kurikulum, dan persiapan instrumen. Dokumentasi memperlihatkan pemeriksaan perangkat pembelajaran, seperti pada Gambar-1 (SMP Negeri . dan Gambar-3 (SMP PGRI . Pendekatan dan Teknik Supervisi Akademik Pendekatan supervisi meliputi langsung . bservasi kela. , tidak langsung . emeriksaan dokume. , dan kolaboratif . iskusi dengan gur. Teknik utama adalah observasi interaksi pembelajaran, pencermatan perangkat, dan pemberian masukan untuk meningkatkan metode mengajar. SMP Negeri 1 Gunung Alip: Pendekatan awal semester dengan kunjungan kelas untuk memeriksa perangkat dan interaksi. Wawancara: AuPada awal pembelajaran, saya memeriksa perangkat pembelajaran guruAy (Informan-1. Teknik observasi Implementasi Supervisi Akademik A Ani Apriyani. Sofwan Adiputra. Siswoyo Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 307 - 314 langsung dan pemberian masukan metodologi. SMP Muhammadiyah 1 Gunung Alip: Pendekatan tiga jenis supervisi . dministrasi, kelas, penilaia. dengan kolaborasi. Wawancara: AuPendekatan langsung dan kolaboratif, memberikan kesempatan guru kreatifAy (Informan-2. Teknik wawancara dan pencermatan dokumen. SMP PGRI 1 Gunung Alip: Pendekatan observasi kelas dan motivasi guru. Wawancara: AuSelalu melakukan supervisi dalam bentuk observasi, memberikan catatan metodologiAy (Informan-2. Teknik pengamatan untuk variasi metode mengajar. Observasi menunjukkan teknik seperti pengamatan kelas dan pemeriksaan dokumen di semua sekolah. Dokumentasi, seperti Gambar-2 (SMP Muhammadiya. , memperlihatkan arahan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi. Tindak Lanjut Hasil Supervisi Akademik Tindak lanjut meliputi pembinaan individu/kelompok, komunikasi intensif, dan evaluasi perbaikan perangkat serta metode. Tantangan termasuk jadwal yang tertunda dan ketidakhadiran guru. SMP Negeri 1 Gunung Alip: Pembinaan berdasarkan catatan, dengan pengawasan langsung. Wawancara: AuMelakukan pembinaan baik individu maupun kelompokAy (Informan-2. Fokus pada perbaikan perangkat dan metode. SMP Muhammadiyah 1 Gunung Alip: Koordinasi dengan bidang kurikulum, namun ada kendala jadwal. Wawancara: AuKendala jadwal yang tersita kegiatan lainAy (Informan-1. Tindak lanjut pada perencanaan dan evaluasi. SMP PGRI 1 Gunung Alip: Evaluasi dan komunikasi untuk perbaikan metode. Wawancara: AuMenyampaikan langsung agar merubah metode pembelajaranAy (Informan-1. Pembahasan Penelitian ini mengungkapkan implementasi supervisi akademik di tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Gunung Alip. Kabupaten Tanggamus, yaitu SMP Negeri 1. SMP Muhammadiyah 1, dan SMP PGRI 1. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dilakukan secara terjadwal di ketiga sekolah tersebut. Meskipun demikian, ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti kesiapan guru dan lokasi sekolah yang berjauhan. Kendala ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang untuk memastikan supervisi berjalan efektif, seperti yang juga ditemukan dalam penelitian oleh Dewi . , yang menekankan bahwa perencanaan yang baik adalah kunci untuk efektivitas supervisi akademik. Perencanaan supervisi akademik di ketiga sekolah melibatkan penjadwalan yang jelas dan koordinasi dengan bidang kurikulum. Kepala sekolah memegang peran penting dalam membuat jadwal supervisi serta menyediakan instrumen yang diperlukan, seperti daftar ceklis untuk perangkat pembelajaran. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adi . , yang menyatakan bahwa perencanaan supervisi yang matang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menciptakan lingkungan akademik yang terstruktur dan terorganisir. Dalam hal ini, ketiga sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya koordinasi dengan bidang kurikulum. Namun, kendala Implementasi Supervisi Akademik A Ani Apriyani. Sofwan Adiputra. Siswoyo Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 307 - 314 yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu dan ketidakhadiran guru, tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi. Sebagai contoh. Andriani . menyebutkan bahwa keterbatasan waktu seringkali menghambat kelancaran supervisi, sehingga memerlukan penyesuaian dalam sistem penjadwalan yang lebih fleksibel dan efisien. Pada aspek pendekatan dan teknik supervisi, ketiga sekolah menggunakan berbagai teknik, seperti observasi langsung, pemeriksaan dokumen, dan kolaborasi dengan guru. Observasi kelas menjadi teknik utama untuk mengidentifikasi interaksi pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang digunakan guru. Teknik ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Fauzi . , yang menemukan bahwa observasi kelas yang dilakukan secara rutin dapat memberikan masukan yang efektif untuk meningkatkan metode pengajaran dan kualitas pembelajaran. Selain itu, pendekatan kolaboratif yang melibatkan diskusi antara kepala sekolah, guru, dan bidang kurikulum sangat penting untuk memastikan bahwa supervisi berjalan dengan Pendekatan ini sesuai dengan pandangan Fitri . , yang menyatakan bahwa kolaborasi antara guru dan kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam keberhasilan supervisi, karena diskusi terbuka dapat membantu menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Tindak lanjut dari supervisi akademik dilakukan dengan pembinaan individu dan kelompok, serta evaluasi untuk perbaikan perangkat dan metode mengajar. Pembinaan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi guru melalui umpan balik yang konstruktif. Meskipun demikian, ada kendala dalam hal jadwal yang tertunda dan ketidakhadiran guru, yang mempengaruhi kelancaran proses tindak Hal ini sejalan dengan penelitian Gunawan . , yang mengungkapkan bahwa kendala jadwal adalah salah satu faktor utama yang menghambat efektivitas supervisi akademik. Gunawan menambahkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas supervisi, diperlukan fleksibilitas dalam penjadwalan agar dapat mengakomodasi berbagai faktor eksternal yang memengaruhi proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk mencari solusi yang memungkinkan supervisi tetap berjalan lancar meskipun ada kendala terkait waktu dan kehadiran guru. Penting juga untuk mencatat bahwa kendala yang dihadapi oleh sekolahsekolah di Kecamatan Gunung Alip mencerminkan tantangan yang lebih luas di daerah terpencil, di mana infrastruktur dan sumber daya seringkali terbatas. Hidayat . menyatakan bahwa kondisi geografis yang terpencil dapat memengaruhi efektivitas supervisi, karena kesulitan dalam mengakses sumber daya dan membangun komunikasi yang baik antar guru dan kepala sekolah. Hal ini menambah kompleksitas dalam pelaksanaan supervisi akademik, terutama terkait dengan waktu dan lokasi yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan supervisi. Kesimpulan Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi supervisi akademik di SMP Negeri 1. SMP Muhammadiyah 1, dan SMP PGRI 1 Gunung Alip sudah berjalan dengan baik, meskipun masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi. Perencanaan supervisi yang melibatkan koordinasi dengan bidang kurikulum dan penyediaan instrumen yang tepat telah dilakukan dengan baik di ketiga sekolah Pendekatan yang digunakan dalam supervisi, baik secara langsung Implementasi Supervisi Akademik A Ani Apriyani. Sofwan Adiputra. Siswoyo Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 307 - 314 maupun kolaboratif, telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kompetensi Namun, kendala yang berkaitan dengan ketidakhadiran guru dan keterbatasan waktu harus diatasi agar supervisi dapat berjalan lebih optimal. Tindak lanjut hasil supervisi juga sudah dilakukan dengan pembinaan, namun perlu konsistensi dalam pelaksanaannya untuk memastikan perbaikan yang berkelanjutan. Saran Berdasarkan hasil penelitian, berikut beberapa saran yang dapat diberikan: Perbaikan Sistem Jadwal: Sekolah-sekolah perlu mengoptimalkan sistem penjadwalan agar supervisi dapat dilakukan tepat waktu, mengingat kendala jadwal yang sering terjadi. Sebaiknya, jadwal supervisi disesuaikan dengan kebutuhan guru dan mempertimbangkan faktor lokasi sekolah yang berjauhan. Peningkatan Kompetensi Guru: Kepala sekolah dan bidang kurikulum harus lebih intensif dalam memberikan dukungan kepada guru, terutama dalam hal pembinaan individu dan kelompok. Hal ini untuk memastikan bahwa hasil supervisi dapat diterapkan secara efektif. Penguatan Kolaborasi: Peningkatan komunikasi dan kolaborasi antara kepala sekolah, bidang kurikulum, dan guru harus terus diperkuat agar supervisi akademik dapat lebih efektif. Diskusi rutin dan pengawasan lebih lanjut terhadap implementasi hasil supervisi perlu dilakukan. Daftar Pustaka