AR-RIHLAH: JURNAL KEUANGAN DAN PERBANKAN SYARIAH Vol. No. 02 September 2022, hlm. Available at https://jurnal. id/ar-rihlah/index PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP NILAI AKTIVA BERSIH REKSADANA SYARIAH DAN KONVENSIONAL DI INDONESIA Muhammad Ircham Faisal1. Ranti Wiliasih2 Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University Irchamjames@gmail. com, ranti_w@apps. Masuk: September 2022 Penerimaan: September 2022 Publikasi: September 2022 ABSTRAK Perbedaan Reksadana syariah dan Reksadana konvensional yaitu adanya tahap screening and cleansing serta tidak diperbolehkanya berinvestasi kedalam efek yang tidak sesuai syariat Islam diduga memiliki dampak terhadap merespon perubahan variabel makroekonomi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh variabel makroekonomi yaitu suku bunga, nilai tukar, indeks harga saham gabungan, jumlah uang beredar dan produk domestik bruto terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana syariah dan konvensional. Metode yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga, nilai tukar, indeks harga saham gabungan dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan dalam jangka panjang terhadap nilai aktiva bersih Reksadana syariah, sedangkan nilai aktiva bersih reksadana konvensional hanya dipengaruhi produk domestik bruto dalam jangka panjang. Dampak negatif PDB terhadap NAB reksadana syariah menunjukkan bahwa Reksdana syariah berakar kuat pada sektor riil. Kata kunci: NAB. Reksadana Syariah. Reksadana Konvensional. VECM ABSTRACT The difference between the sharia and conventional mutual funds is that there is a screening and cleansing stage and it is not permissible to invest in securities that are not in accordance with Islamic law that expected to have an impact to response macroeconomics variable. This study aims to analyze the effect of macroeconomic variables, namely interest rates, exchange rates, composite stock price index, money supply and gross domestic product on the Net Asset Value (NAV) of Islamic and conventional mutual funds. The method used is the Vector Error Correction Model (VECM). The results show that interest rates, exchange rates, joint stock price index and money supply have a significant long-term effect on the net asset value of Islamic mutual funds, while the net asset value of conventional mutual funds is only affected by gross domestic product in the long run. Keywords: Sharia Mutual Funds. Conventional Mutual Funds. NAV. VECM PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 pasal 1 ayat 27 tentang Pasar Modal Indonesia, reksadana adalah tempat pengumpulan dana milik masyarakat pemilik modal yang dikelola dalam investasi berbagai efek pada suatu portofolio yang dikelola oleh Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah Dan Konvensional Di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Reily dan Brown . menjelaskan Reksadana adalah lembaga yang menghimpun uang dari para pemegang unit dan kemudian menginvestasikannya dalam berbagai surat berharga, seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana merupakan pilihan tepat bagi investor pemula yang tidak memiliki banyak waktu. Reksadana dianggap sebagai alternatif yang tepat bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu, pengalaman serta keahlian dalam berinvestasi di pasar modal dikarenakan investasi Reksadana dikelola oleh manajer investasi yang profesional (Hidayat, 2. Pada tahun 1997 PT. Danareksa menerbitkan Reksadana Syariah yang memiliki nama Danareksa Syariah. Pada tahun 2001 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa DSN Ae MUI No 20/DSN MUI/IX/2001 tentang Reksadana Syariah. Masruroh . menyebutkan bahwa Reksadana Syariah tidak berinvestasi dengan emiten dalam sektor atau aktivitas yang bertentangan dengan syariat Islam. Dalam periode 2017-2021, reksadana menunjukan perkembangan yang pesat. Hal ini dilihat dari perkembangan jumlahnya yang naik singnifikan (Lihat Tabel . Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan Reksadana. Dalam menganalisis kinerja dan perkembangan reksadana, investor biasanya menggunakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebagai indikator. Nilai Aktiva Bersih merupakan salah satu indeks dalam melihat perkembangan investasi reksadana oleh investor. NAB adalah jumlah aktiva setelah dikurangi kewajiban yang ada (Alwi, 2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) . menjelaskan NAB merupakan gabungan dari seluruh portofolio efek dari suatu Reksadana dikurangi seluruh kewajibannya. Pertumbuhan dan perkembangan jumlah Reksadana dan NAB 2017-2021 terlihat pada Tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Pertumbuhan Jumlah Reksadana dan Pertumbuhan Jumlah Nilai Aktiva Bersih Reksadana 2017-2021 Tahun Syariah Persen Konve Persen Total Syariah Persen Konven Persen Total 32,5 % 9,7 % 3,72 % 506,57 390,30 196,36 542,15 Sional 23,7 % 17,5 % 2,18 % 1,04 % 311,77 491,17 735,58 367,44 -1,7 -1,08 % Jumlah Reksadana 004,18 -4,08 899,13 460,78 174,70 434,11 7,06 % 438,29 Perbandingan NAB (Rp. Milia. Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2021 Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Pada bulan Maret 2020 terjadi pandemi COVID-19 yang menyebabkan kondisi perekonomian Indonesia menjadi menurun akibat lockdown, sehingga aktivitas perekonomian tidak bisa berjalan seperti biasa, banyak usaha yang tutup dan juga banyak Krisis pandemi Covid-19 tersebut berdampak pada pertumbuhan NAB Reksadana Syariah yang turun -4,08% pada tahun 2021. NAB Reksadana baik syariah maupun konvensional dipengaruhi oleh variabel makroekonomi lain. Nada dan Darmawan . menjelaskan secara simultan fund age. BI Rate, nilai tukar, dan Jakarta Islamic Index berpengaruh terhadap nilai aktiva bersih Reksadana saham syariah di Indonesia secara parsial semua variabel berpengaruh positif. Secara prinsip, perbedaan utama antara Reksadana Syariah dengan Reksadana Konvensional adalah pada tahapan screening and cleansing. Reksadana Konvensional yang dalam menjalankan investasinya tidak melakukan screening and cleansing dan juga bebas berinvestasi di semua emiten atau efek, tanpa memperhatikan apakah bisnis yang dijalankan emiten tersebut bertentangan dengan syariat Islam, perbedaan prinsip ini menjadi dasar penelitian ini. Tahun 2020 pertumbuhan PDB Indonesia berada di angka -2,07% dari yang sebelumnya selama periode 2017-2019 pertumbuhan PDB selalu berada di angka 5%. Dalam periode tersebut Reksadana Konvensional tetap mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,06%. Berdasarkan Tabel 1 peningkatan terjadi pada NAB Reksadana Konvensional dan sebaliknya terjadi penurunan pada NAB reksadana syariah. Berdasarkan fatwa DSN MUI No. 20/DSN-MUI/IV/2001. Reksadana syariah berjalan berdasarkan dengan aturan syariah. Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional memiliki perbedaan paling mendasar dalam tahap screening and cleansing sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan DSN (Putriana, 2. Sebenarnya Reksadana Syariah dan konvensional bertujuan sama yaitu memperoleh keuntungan. Namun. Reksadana Konvensional memiliki unsur tidak sesuai berdasarkan syariat Islam (Hidayat. Beberapa penelitian terdahulu terkait pengaruh variabel makroekonomi terhadap reksadana syariah dan konvensional pada periode 2017-2021 diantaranya dilakukan oleh Gumilang dan Herlambang . melihat faktor - faktor yang memengaruhi Nilai Aktiva Bersih Reksadana Manulife Syariah Sektor Amanah menggunakan metode regresi linier Hasilnya adalah suku bunga dan risiko unsystematic pasar terhadap NAB Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Reksadana berpengaruh secara simultan signifikan. Pengaruh suku bunga kepada NAB Reksadana secara parsial signifikan. Brahim . melihat Nilai Aktiva Bersih Reksadana Konvensional dan Syariah menggunakan metode yang berbeda yaitu Autoregressive Distributed Lag . anel-ARDL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang keseluruhan variabel makroekonomi, fund characteristic dan Asset Under Management tidak berpengaruh kepada NAB Reksadana syariah, dan dalam jangka pendek variabel yang berpengaruh terhadap NAB adalah harga. Sementara itu. Nada dan Darmawan . melihat pengaruh Fund Age. BI Rate. Exchange Rate, dan Jakarta Islamic index pada Net Asset Value di Islamic Equity Mutual Fund Indonesia dengan menggunakan data panel dengan uji Chow Uji Hausman. Uji Lagrange Multiplier. Hasilnya, secara simultan fund age. BI Rate, nilai tukar, dan Jakarta Islamic Index berpengaruh kepada nilai aktiva bersih Reksadana saham syariah di Indonesia, secara parsial semua variabel memiliki pengaruh positif, namun kurs tidak Nada dan Darmawan . melihat faktor yang memengaruhi NAB menggunakan teknik analisis Vector Auto Regressive (VAR) / Vector Error Correction Model (VECM). Hasil Estimasi VECM dalalm jangka panjang faktor yang berpengaruh signifikan kepada NAB adalah Kausalitas Granger, variabel IHSG serta tingkat imbal hasil. Dari uji inflasi dan tingkat pengembalian berpengaruh signifikan kepada NAB, sedangkan variabel lainnya tidak memiliki pengaruh. Muslim . melihat pengaruuh Produk Domestik Bruto. Sertifikat Bank Indonesia Syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah di Indonesia dengan menggunakan metode analisis regresi linier Hasil dari penelitian berikut menunjukkan bahwa PDB positif tidak signifikan terhadap nilai aktiva bersih reksadana syariah. IHSG berpengaruh negatif tidak signifikan kepada NAB Reksadana syariah. Sertifikat Bank Syariah Indonesia (SBIS) berpengaruh positif dan signifikan kepada nilai aktiva bersih reksadana syariah, untuk pengujian secara simultan semua variabel berpengaruh positif signifikan kepada NAB reksadana. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini akan mengkaji pengaruh variabel makroekonomi terhadap NAB reksadana syariah dan reksadana konvensional di Indonesia, dengan tujuan sebagai berikut: Mengidentifikasi pengaruh variabel makroekonomi . uku bunga, nilai tukar Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 USD/IDR. IHSG, jumlah uang berdar. PDB) terhadap NAB reksadana syariah. Mengidentifikasi pengaruh variabel makroekonomi . uku bunga, nilai tukar USD/IDR, IHSG, berdar,PDB) NAB Mengidentifikasi respon reksadana syariah dan konvensional dalam menghadapi guncangan variabel makroekonomi. Mengidentifikasi guncangan variabel makroekonomi terhadap kinerja reksadana syariah dan konvensional. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang bersumber dari website Badan Pusat Statstik (BPS). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI) dengan data bulanan periode Januari 2017 Ae Desember 2021. Jenis dan sumberdata untuk penelitian terdapat di Tabel 2 berikut. Tabel 2. Jenis dan Sumber Data Penelitian Jenis Data Sumber Data Data NAB Reksadana Syariah dan OJK Reksadana Konvensional Data Suku Bunga Data Nilai Tukar Rupiah Data IHSG OJK Data Jumlah Uang Beredar BPS Data PDB BPS Sumber : Data diolah, 2021 Satuan Rupiah Persen Rupiah Rupiah Rupiah Rupiah Dalam menganalisis variabel makroekonomi terhadap NAB reksadana syariah dan reksadana konvensional, penelitian ini memakai metode Vector Error Correction Model (VECM). Metode VECM digunakan jika variabel dalam model tidak stasioner di data level melainkan di first difference dan memiliki hubungan jangka panjang . Tahapan pengujian dalam penelitian ini adalah tahapan-tahapan pengujian yang harus dilakukan dalam menentukan metode analisis data dalam penelitian ini yaitu. Vector autoregression (VAR), uji Stasioneritas, uji lag optimum, uji stabilitas VAR, uji kointegrasi, uji Vector Error Correction Model (VECM), uji Impulse Response Function (IRF), serta uji Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Metode VECM digunakan jika variabel dalam Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 model tidak stasioner di data level melainkan di first difference dan memiliki hubungan jangka panjang . Model penelitian dibuat dengan matriks model VECM seperti berikut: Gambar 1. Model Reksadana Syariah Keterangan: RDSYAR : Log dari NAB Reksadana Syariah . : Suku bunga . KURS : Log dari nilai tukar rupiah . IHSG : Log dari IHSG . JUB : Log dari jumlah uang beredar . PDB : Log dari PDB . Gambar 2. Model Reksadana Konvensional Keterangan: RDKON : Log dari NAB Reksadana Konvensional . : Suku bunga . KURS : Log dari nilai tukar rupiah . IHSG : Log dari IHSG . JUB : Log dari jumlah uang beredar . PDB : Log dari PDB . Variabel penelitian ini terdiri dari variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen adalah NAB reksadana sebagai indikator kinerja reksadana, dimana Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 jumlah aktiva dikurang kewajiban (Alwi, 2. Variabel independen terdiri dari suku bunga, nilai tukar. IHSG, jumlah uang beredar dan PDB. Suku bunga merupakan pembayaran bunga untuk suatu pinjaman berbentuk persentase bunga untuk biaya pinjaman (Karl dan Fair, 2001. ) IHSG merupakan gabungan harga seluruh saham dari emiten yang beroperasi di Indonesia. Nilai tukar yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar nominal, jumlah uang beredar yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah uang beredar luas (M. PDB yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDB rill. HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan NAB Reksadana Syariah/Konvensional Variabel Makroekonomi Reksadana Konvensional memiliki tren positif. Selama periode 2017-2020, dan mengalami kenaikan sebesar 19% atau 105. 239,31 Miliar Rupiah (Gambar . Hal sebaliknya terjadi pada reksadana syariah yang memiliki tren menurun sebagaimana Gambar 4. Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Reksadana Syariah yang menunjukan tren menurun pada tahun 2021 dapat dijelaskan dari karakteristik instrumen keuangan syariah yang berhubungan langsung dengan sektor riil, termasuk reksadana syariah. Pada saat terjadinya pandemi COVID-19 sektor riil memang menurun dan ini dicerminkan oleh tren reksadana syariah yang Selanjutnya akan diidentifikasi perkembangan dari masing-masing variabel penelitian yaitu suku bunga. Kurs. IHSG, jumlah uang beredar, dan PDB. Suku bunga memiliki tren negatif/menurun sebagaimana Gambar 5. Penurunan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi Saat rapat Dewan Gubernur BI pada bulan Februari 2021. Bank Sentral melakukan pelonggaran uang muka 0% untuk kredit kendaraan bermotor dan juga rasio Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Loan To Value (LTV) untuk kredit kepemilikan rumah tangga hingga 100 persen. Hal-hal tersebut mengakibatkan suku bunga menurun. Pergerakan kurs IDR/USD terlihat cukup fluktuatif terutama pada bulan Oktober 2018 dan April 2020. Pada periode Oktober 2018 sedang terjadi ketidakpastian pasar keuangan di Eropa akibat isu Brexit dan isu defisit anggaran Italia sehingga Dollar AS Pada periode maret 2020 - April 2020 saat awal pandemi COVID-19 rupiah meningkat namun pada bulan berikutnya rupiah kembali menurun dan menunjukan tren yang lebih stabil. (Lihat Gambar . Dampak dari adanya COVID-19 mengakibatkan IHSG menurun drastis saat periode Maret-April 2021 (Gambar . Selain faktor COVID-19 beberapa faktor lain juga memngaruhi pergerakan IHSG. Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Untuk membantu meningkatkan daya beli Bank Indonesia meningkatkan jumlah uang beredar di masyarakat. Ini tercermin dari tren jumlah uang beredar yang memiliki tren positif sebagaimana Gambar 8 di bawah ini. Pada kuartal kedua tahun 2020 PDB Indonesia mengalami tren negatif akibat pandemi COVID-19, namun memasuki tahun 2021 PDB Indonesia mengalami tren positif, akibat kebijakan pelonggaran karantina wilayah serta kembali berjalannya kegiatan ekonomi yang mulai berangsur normal. Kondisi ini ditunjukkan oleh Gambar 9 di atas. Hasil Estimasi Vector Error Correction Model (VECM) Hasil analisis dengan metode VECM dapat menjelaskan variabel yang berpengaruh dalam jangka pendek maupun jangka panjang terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional. Hasil uji dinyatakan signifikan apabila nilai t-statistik lebih besar daripada t-tabel. Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Tabel 3. Hasil Uji Estimasi VECM Model Reksadana Syariah Variabel CB* KURS* IHSG* JUB* PDB Variabel CointEq1 CB(-. KURS(-. IHSG(-. JUB(-. PDB(-. Jangka Panjang Koefisien Jangka Pendek Koefisien t-statistik t-statistik Tanda (*) menunjukan signifikan pada tingkat 5%. Hasil analisis pada Tabel 3 memperlihatkan variabel suku bunga, nilai tukar. Indeks Harga Saham Gabungan. Jumlah Uang Beredar berpengaruh signifikan dalam janga panjang, tidak ada variabel yang signifikan dalam jangka pendek. Tabel 4. Hasil Uji Estimasi VECM Model Reksadana Konvensional Variabel KURS IHSG JUB PDB* Variabel CointEq1 CB(-. CB(-. KURS(-. KURS(-. IHSG (-. IHSG(-. JUB(-. JUB(-. PDB(-. PDB(-. Jangka Panjang Koefisien Jangka Pendek Koefisien t-statistik t-statistik Tabel 4 menjelaskan variabel PDB berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang dan tidak ada variabel yang signifikan dalam jangka pendek. PDB berpengaruh negatif signifikan dalam jangka panjang sebesar 1. 466139 yang artinya apabila PDB naik Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 sebesar 1% NAB Reksadana Konvensional akan turun sebesar 1. 466139 persen dengan asumsi ceteris paribus. Pengaruh Guncangan Variabel Makroekonomi Kepada Nilai Aktiva Bersih NAB Reksadana Syariah dan Konvensional. Analisis Impulse Response Function (IRF) digunakan untuk mengetahui informasi tentang respon perubahan dan kekuatan suatu variabel dengan variabel lainnya terhadap guncangan . pada lag tertentu. Analisis ini juga dapat mengukur guncangan yang terjadi di masa ini dan di masa depan sebesar satu standar deviasi. Dengan menggunakan standar Chloesky decomposition untuk jangka waktu 40 bulan kedepan, hasil yang didapatkan terlihat di bawah ini (Gambar . Hasil analisis IRF menunjukkan guncangan dari NAB Reksadana Syariah yang direspon positif oleh variabel itu sendiri. Guncangan NAB Reksadana Syariah sebesar satu standar deviasi saat bulan pertama mengakibatkan NAB Reksadana Syariah naik sebesar 111090 persen, dan juga terus meningkat sampai dengan bulan ketiga, dan terjadi peningkatan respon hingga bulan ke 13 sebesar 0. 124660 dan menurun dibulan ke 15 124657, dan menggapai titik keseimbangan pada bulan ke 17 dengan respon positif sebesar 0. Suku bunga tidak menimbulkan guncangan pada bulan pertama. Pada bulan kedua guncangan direspon negatif oleh NAB Reksadana Syariah sebesar 0. 004589 yang artinya NAB Reksadana Syariah dapat menurun diangka 0. 004589 pada saat suku bunga satu standar deviasi. Pada bulan ke-7 guncangan merespon negatif sebesar 0. 016835 dan terus Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 menurun sampai bulan ke-17 dengan respon negatif 0. 017476 hingga akhirnya terjadi penurunan dan menggapai titik keseimbangan pada bulan ke-26 dengan respon negatif Seperti Suku Bunga, variabel kurs pada bulan pertama juga tidak menimbulkan Pada bulan kedua guncangan kurs direspon negatif oleh NAB Reksadana Syariah sebesar 0. 009871, sehingga mengakibatkan NAB Reksadana Syariah turun sebesar 009871 persen saat kurs satu standar deviasi. Guncangan menurun pada bulan ke-9 dengan respon negatif sebesar 0. 005581 dan terus menurun sampai bulan ke-12 dengan respon negatif sebesar 0. 005360 dan pada akhirnya meningkat dan mencapai keseimbangan pada bulan ke-18 dengan respon negatif sebesar 0. Pada bulan pertama variabel IHSG tidak menimbulkan guncangan, pada bulan kedua guncangan direspon secara positif sebesar 0. 002763 yang artinya NAB Reksadana Syariah naik sebesar 0. 002763 saat IHSG satu standar deviasi. Guncangan terus meningkat sampai bulan keempat guncangan direspon positif oleh NAB Reksadana Syariah sebesar Guncangan terus menurun hingga pada bulan ke-14 guncangan direspon secara positif sebesar 0. 008631 hingga akhirnya guncangan terus meningkat dan mencapai keseimbangan pada bulan ke-19 dengan respon positif sebesat 0. Jumlah uang beredar tidak memberikan respon pada bulan pertama sehingga tidak ada guncangan. Pada bulan kedua guncangan direspon secara negatif sebesar -0. yang artinya. NAB Reksadana Syariah turun 0. 003141 saat jumlah uang beredar satu standar deviasi. Pada bulan ketiga guncangan direspon secara negatif sebesar 0. 011046 dan terus menurun hingga bulan ke-13 dengan respon negatif sebesar 0. Guncangan terus menurun hingga mencapai keseimbangan pada bulan ke-22 dengan guncangan Pada bulan pertama variabel PDB tidak memberikan respon sehingga tidak ada Pada bulan kedua guncangan direspon secara negatif sebesar 0. 029685 yang artinya NAB Reksadana Syariah turun sebesar 0. 029685 saat PDB satu standar deviasi, dan meningkat hingga bulan ke-10. Guncangan terhadap NAB Reksadana Syariah mencapai keseimbangan pada bulan ke-27 dengan guncangan PDB direspon negatif oleh NAB Reksadana Syariah sebesar 0. Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Untuk model NAB Reksadana Konvensional standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah standar Chloesky Decomposition dengan jangka waktu 80 bulan Hasil analisis tersebut dapat menjelaskan respon variabel dependen apabila terjadi guncangan dari variabel dependen itu sendiri serta variabel independen dalam Melihat hasil analisisis IRF dalam Gambar 11. NAB Reksadana Konvensional direspon positif oleh variabel itu sendiri. Respon NAB Reksadana Konvensional sebesar satu standar deviasi saat bulan pertama sehingga NAB Reksadana Konvensional naik 022764 persen, dan juga terus meningkat, dan mencapai keseimbangan dibulan ke-58 dengan respon positif sebesar 0. Variabel suku bunga tidak menimbulkan guncangan. Pada bulan kedua suku bunga direspon secara negatif oleh NAB Reksadana Konvensional sebesar 0. 000734 yang artinya NAB Reksadana Konvensional dapat menurun sebesar 0. 000734 pada saat suku bunga satu standar deviasi. Guncangan direspon negatif oleh NAB Reksadana Konvensional pada bulan berikutnya sebesar 0. lalu terjadi kenaikan guncangan pada bulan ke-12 Guncangan terus menurun dan mencapai titik keseimbangan pada bulan ke-66 dengan respon negatif sebesar -0. Pada bulan pertama variabel kurs tidak menimbulkan guncangan. Pada bulan kedua guncangan direspon positif oleh NAB Reksadana Konvensional sebesar 0. sehingga mengakibatkan NAB Reksadana Konvensional meningkat sebesar 0. persen saat kurs satu standar deviasi. Guncangan selalu meningkat setiap bulannya dan mencapai keseimbangan pada bulan ke-56 dengan respon positif sebesar 0. Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Variabel IHSG pada bulan pertama tidak menimbulkan guncangan. Pada bulan kedua guncangan direspon secara negarif sebesar 0. 004522 yang artinya NAB Reksadana Konvensional turun sebesar 0. 004522 saat IHSG satu standar deviasi. Pada bulan kelima guncangan sebesar 0. 009430 namun pada bulan ke16 guncangan sebesar 0. guncangan terus menurun pada bulan bulan berikutnya dan mencapai keseimbangan pada bulan ke-52 dengan respon negatif sebesar 0. Pada bulan pertama variabel jumlah uang beredar tidak memberikan respon dan guncangan, pada bulan kedua guncangan direspon secara positif sebesar 0. 009638 yang yang artinya NAB Reksadana Konvensional naik sebesar 0. 009638 saat jumlah uang beredar satu standar deviasi, respon jumlah uang beredar terus meningkat hingga bulan ke8, pada bulan tersebut guncangan direspon positif sebesar 0. Guncangan menurun hingga bulan ke-15 sebesar 0. pada bulan berikutnya guncangan terus meningkat, guncangan mencapai keseimbangan pada bulan ke-75. Guncangan direspon positif oleh NAB Reksadana Konvensional sebesar 0. PDB pada bulan pertama tidak menimbulkan respon dan guncangan, pada bulan kedua guncangan direspon secara negatif sebesar -0. 000302 yang artinya NAB reksadana konvensional turun sebesar 0. 000302 saat PDB satu standar deviasi. Pada bulan keempat guncangan direspon positif sebesar 0. 002632 dan terus meningkat. Pada bulan ke-19 guncangan direspon menurun sebesar 0. Pada bulan berikutnya guncangan direspon meningkat, hingga akhirnya guncangan mencapai keseimbangan pada bulan ke54. Guncangan PDB direspon negatif oleh NAB Reksadana Konvensional sebesar Kontribusi Variabel Makroekonomi Terhadap NAB Reksadana Syariah dan Konvensional. Untuk mengetahui kontribusi variabel makroekonomi terhadap NAB reksadana syariah dan reksadana konvensional, juga dilakukan uji Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Menurut Enders . Variance Decomposition menjelaskan proporsi rangkaian pergerakan yang disebabkan guncangan variabel itu sendiri dibandingkan dengan guncangan variabel lain. Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Pada Gambar 12 hasil uji FEVD menjelaskan bagaimana pada awal bulan pergerakan NAB Reksadana Syariah disebabkan oleh shock yang disebabkan NAB Reksadana Syariah sebesar seratus persen, dimana pada bulan-bulan berikutnya terus menurun akibat pengaruh dari variabel lainnya. Bulan kedua kontribusi variabel Reksadana Syariah menurun menjadi 96. 35543 persen dan pengaruh variabel lainnya meningkat, variabel suku bunga 0. 075453 persen, kurs sebesar 0. HSG sebesar 0. persen, jumlah uang beredar 0. 035350 persen. PDB 3. 157314 persen. Pada bulan ketiga kontribusi nilai tukar kepada NAB Reksadana Syariah meningkat 428745 persen. Variabel Reksadana Syariah masih tertinggi namun menurun 40498 persen suku bunga menurun dibanding bulan sebelumnya diangka 514061 persen. IHSG menurun di angka 0. 218645 persen, jumlah uang beredar menurun 297464 persen. PDB meningkat di angka 4. Bulan berikutnya variabel dengan tren kontribusi meningkat adalah suku bunga. IHSG, jumlah uang berdar, dan PDB. Variabel dengan tren kontribusi negatif adalah NAB Reksadana Syariah dan nilai tukar. Pada bulan ke-40. Kontribusi NAB Reksadana Syariah berkontribusi sebesar 92. persen, suku bunga berkontribusi sebesar 1. 723758 persen, kurs berkontribusi sebesar 185819 persen. IHSG berkontribusi sebesar 0. 432212 persen, jumlah uang beredar berkontribusi sebesar 0. PDB berkontribusi diangka 5. 060309 persen. Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 Pada Gambar 13 hasil uji FEVD menjelaskan bagaimana pada awal bulan pergerakan NAB Reksadana Konvensional disebabkan oleh shock yang disebabkan oleh NAB Reksadana Syariah sebesar seratus persen, yang dimana pada bulan berikutnya terus menurun akibat pengaruh dari variabel lainnya. Bulan kedua kontribusi variabel Reksadana Konvensional menurun menjadi 91. 30875 persen dan pengaruh variabel lainnya meningkat, variabel suku bunga 0. 040367 persen. Kurs sebesar 0. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1. 530084 persen, jumlah uang beredar 6. 951126 persen. PDB 0. 006829 persen. Tiga bulan berikutnya, pengaruh variabel reksadana konvensional turun menjadi 08414 persen, pengaruh variabel suku bunga meningkat menjadi 0. 720502 persen. Pengaruh kurs meningkat dan mencapai titik tertinggi dengan 2. 790990 persen. IHSG meningkat pengaruhnya di angka 3. 533383, pengaruh jumlah uang beredar meningkat 13835 persen, pengaruh PDB menurun di bulan ini sebesar 0. 732638 persen. Memasuki bulan ketujuh pengaruh variabel reksadana konvensional turun menjadi 29726 persen, pengaruh variabel suku bunga menurun di angka 2. 312862 persen, sedangkan variabel kurs meningkat di angka 2. Variabel IHSG berada di tingkat tertinggi sebesar 3. 480276 persen, pengaruh variabel jumlah uang beredar meningkat 53791 persen, pengaruh PDB meningkat sebesar 1. Pada bulan ke-15 pengaruh variabel Reksadana Konvensional turun menjadi 32887 persen, suku bunga meningkat menjadi 6. 481668 persen, variabel kurs Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 berpengaruh sebesar 2. 399074 persen. IHSG berpengaruh sebesar 2. 792014 persen, jumlah uang beredar berpengaruh sebesar 44. 86565 persen. Variabel PDB berada dipuncak dengan berpengaruh sebesar 3. 139013 persen. Sejak bulan ke-15 pengaruh variabel NAB reksadana konvensional, kurs. IHSG. PDB memiliki tren menurun, sedangkan variabel suku bunga dan jumlah uang beredar memiliki tren meningkat. Sampai pada bulan ke-80 pengaruh variabel NAB Reksadana Konvesional sebesar 12669 persen, pengaruh variabel suku bunga sebesar 7. 702484 persen, variabel kurs berpengaruh sebesar 2. 600693 persen, variabel IHSG berpengaruh sebesar 2. persen, variabel jumlah uang beredar berpengaruh sebesar 47. 06355, serta variabel PDB berpengaruh sebsar 2. 795284 persen. Variabel yang paling memengaruhi disini adalah NAB Reksadana Konvensional, suku bunga dan jumlah uang beredar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis maka simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: NAB Reksadana Syariah dipengaruhi oleh variabel makroekonomi seperti suku bunga dan jumlah uang beredar yang positif dalam jangka panjang, sementara, nilai tukar dan IHSG yang memiliki pengaruh negatif pada jangka panjang. Pada jangka pendek, variabel makroekonomi tidak memiliki pengaruh. NAB Reksadana Konvensional dipengaruhi oleh PDB secara negatif dalam jangka panjang dan tidak ada variabel makroekonomi yang berpengaruh dalam jangka NAB Reksadana Syariah memberikan respon negatif kepada PDB akibat menurunnya kinerja sektor riil pada tahun 2020. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan reksadana syariah dalam mencerminkan sektor iil cukup baik. Sementara. NAB Reksadana Konvensional memberikan respon negatif untuk IHSG karena pasar modal di Indonesia menunjukan kinerja negatif akibat pandemi COVID-19. Variabel makroekonomi yang memiliki kontribusi terbesar mengguncang NAB reksadana syariah adalah PDB akibat emiten syariah sangat bergantung pada sektor rill yang dapat berkontribusi kepada tingkat PDB. Sementara itu, variabel makroekonomi yang memiliki kontribusi terbesar terhadap guncangan NAB Reksadana Konvensional adalah jumlah uang beredar. Hal tersebut akibat jumlah Copyright A 2022. Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Suryakancana Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah dan Konvensional di Indonesia Muhammad Ircham Faisal & Ranti Wiliasih Ar-Rihah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 02 No. 02 September 2022 uang beredar di masyarakat yang tinggi, namun lebih banyak dialokasikan untuk keperluan konsumtif sehingga tidak berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. REFERENSI