4189 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI MAIN PULLEY DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN PRODUK DI PT MITRA REKATAMA MANDIRI Oleh Wagimun1,Suseno2 1,2Program studi teknik industri. Universitas teknologi Yogyakarta E-mail: wagimun358@gmail. Suseno@uty. Article History: Received: 15-06-2023 Revised: 21-06-2023 Accepted: 15-07-2023 Keywords: DMAIC. Lean Six Sigma, dan Pengendalian Kualitas Abstract: industri manufaktur Pengecoran logam yg terletak pada Ceper. Klaten. Jawa Tengah. PT. Mitra Rekatama Mandiri memproduksi berbagai kebutuhan industri satunya adalah Main pully, di bulan 17 Agustus Ae 18 September 2022 perusahaan memproduksi 4. Main Pully. pada setiap proses produksinya masih terdapat produk yang cacat. permasalahan yang terdapat pada bagian Main Pully merupakan 10 jenis cacat yang terjadi saat memproduksi Main Pully antara lain yaitu lepot, rantap, kropos, mengsel, gelombang, benjol, ngangkat, brontok, delpis, dan Pengandalian kualitas artinya hal penting yang wajib dilakungan perusahaan buat meminimalisisi produk yang cacat. Pusahaan bisa menganalisis cacat produk menggunakan metode Lean Six Sigma, menggunakan merumuskan Define. Measure. Analyze. Improve serta control (DMAIC). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai sigma di perusahaan di proses berdasarkan pengolahan, maka didapatkann nilai Sigma pada proses produksi Main Puily bulan bulan 17 Agustus Ae 18 September 2022 yaitu 4,29 dengan nilai DPMO 2. 586 unit buat sejuta produksi. PENDAHULUAN Pada PT. Mitra Rekatama Mandiri salah satu produk yang dihasilkan adalah Main Pulley yang mempunyai fungsi sebagai komponen atau penghubung putran yang diterima dari mesin disel kemudian diteruskan mengunakan sabuk atau v-belt ke benda yang Pada proses finising produk Main Pulley PT. Mitra Rekatama Mandiri mempunyai kriteria cacat produk yang terdiri dari 10 jenis cacat produk yang terjadi pada saat proses produksi Main Pully yaitu lepot, rantap, keropos, mengssel, benjol, gelombang, ngangkat, berontok, delpis, jebol. Pada tanggal 18 Agustus - 17 september 2022 jumlah produksi 4. buah Main pully. Pada proses produksi tersebut terdapat 126 yang mengalami kecacatan, dimana masing-masing cacat memiliki nilai kecacatan untuk jenis cacat lepot 41,26%, jenisi cacat rantap 17,46%, jenis cacat keropo 21,42%, jenis cacat mengsel 1,58 %, jenis cacat benjol 15,87%, sedangkan jenis cacat gelombang, ngangkat, berontok, delpis, jebol adalah 0 Cacat yang palaing banyak adalah cacat lepot yang terjadi karena penuangan logam terlalu a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Dari produk cacat yang dihasilkan akan dilakukan perbaikan produk tersebut, dan hal ini menyebabkan para karyawan harus mengulangi pekerjaannya dan membutuhkan waktu lebih benyak untuk memberbaikinya. LANDASAN TEORI Lean six sigma yang merupakan kombinasi antara Lean dan Six sigma dapat di definisikan sebagai suatu filososfi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan atau aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah melalui pendekatan terus menerus radikal untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma, dengan cara mengalirkan produk dan informasi menggunakan system Tarik dari palnggan internal dan eksternal untuk mengejar keunggulan dankesempurnaan berupa hanya memproduksi 3. 4 cacat untuk setiap satu juta kesempatan atau operasi 3. 4 Defect Per Million Oppurtunities (DPMO). Lean Six Sigma menggunakan konsep fase DMAIC dalam menjalani proses, seperti halnya dalam Six Sigma murni. DMAIC adalah fase-fase yang harus dilalui dalam menjalani proyek perbaikan apapun, yang merupakan singkatan dari DefineMeasure-Analyze-Improve-Control. Dalam masing-masing fase, akan dilakukan aktifitas yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang terjadi selama proyek berjalan. Penilitian ini berjudul Pengandalian Kualitas Proses Peroduksi main pully dengan pendekatan Lean Six Sigma Sebagai Upaya Peraikan Produk Di PT. Mitra Rekatama Mandiri. Dengan menerapkan Metode Lean Six Sigma bertujan untuk mengurangi cacat suatu produk yang keluar dari spesifikasi, agar memfokuskan pada usaha-usaha memperkecil terjadinya kecacatan pada produk main pulley. METODE PENELITIAN Berisi Penelitian ini dilakukan di Perusahaan PT. Mitra Rekatama Mandiri yang bealamat Jl. Koprasi Baja No. 02 Ceper. Klaten. Jawa Tengah. Indonesia. Obyek penelitian ini mengambil pada tahapan proses produksi Main Pulley di PT. Mitra Rekatama Mandiri. Gambar 1. Metode Penilitian a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut merupakan data produksi produk dari produk main Pully pada PT. Mitra Rekatama Mandiri dalam waktu bulan 17 Agustus- 18 September 2022. Berdasarkan data PT. Mitra Rekatama Mandiri jumlah yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel 1 berikut:Berikut merupakan data produksi produk dari produk main Pully pada PT. Mitra Rekatama Mandiri dalam waktu bulan 17 Agustus- 18 September 2022. Berdasarkan data PT. Mitra Rekatama Mandiri jumlah yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Pengumpulam Data Total Total Tanggal Produk Cacat 18/08/2022 19/08/2022 20/08/2022 21/08/2022 22/08/2022 23/08/2022 24/08/2022 25/08/2022 26/08/2022 27/08/2022 28/08/2022 29/08/2022 30/08/2022 31/08/2022 01/09/2022 02/09/2022 03/09/2022 04/09/2022 05/09/2022 06/09/2022 07/09/2022 08/09/2022 09/09/2022 10/09/2022 11/09/2022 12/09/2022 13/09/2022 14/09/2022 15/09/2022 16/09/2022 17/09/2022 http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Total Tabel 1. Pengumpulam Data Psentase Cacat Urutan jenis Jumlah Persentase defect Persentase (%) kumulatif (%) Lepot 41, 26 41,26 Rantap 17,46 58,73 Kropos 21,42 82,53 Mengsle 1,58 84,12 Benjol 15,87 Gelombang Ngangkat Brontok Delpis Jebol Jumlah Dapat dilihat bahwa jenis cacat Lepot merupakan jenis defect terbesar selama bulan 17 Agustus Ae 18 September 2022 dengan jumlah defect 52, dengan persentase defect sebesar 41,26%. Perhitungan nilai DPMO dan Level sigma Defect Per Unit (DPU) ya DPU = ycO = 4. 871 = 0,285 Total Opportunities (TOP) TOP = U x OP = 4. 871 X 10 = 48. Defect Per Opportunities (DPO) ya DPO = ycNycCycE = 48. 710 = 2,586 Defect Per Million Opportunities (DPMO) DPMO = DPO x 1. =2,586 x 1. = 2. Sigma Level (Tingkat Sigm. 1000000OeyaycEycAycC Sigma Level = normsinv ( 1000000 ) 1,5 A Sigma Level = normsinv ( Sigma Level = 4,29 Interpolasi Level sigma 4,25 1000000Oe2. ) 1,5 586 Oe2. 4,25 - 2. 555Oe2. ,25 - 4,. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Oe394 4,25 - Oe425 (-0,. 4,25 Ae (-0,. = 4,296 = 4,29 Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa nilai sigma produksi Main Pully sebesar 4,29 dengan nilai DPMO 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa nilai sigma produksi Main Pully sebesar 4,29 dengan nilai DPMO 2. selama priode tanggal 18 Agustus Ae 17 September 2022. PT. Mitra Rekatama Mandiri mempunyai kriteria cacat produk yang terdiri dari 10 jenis cacat produk yang terjasi ketika memperoduksi produk Main pully dengan masing-masing jumlah cacat yaitu lepot 52, rantap 22, keropos 30, mengssel 2, benjol 20, sedangkan cacat gelombang, ngangkat, berontok, delpis, dan Secara umun penyebab terjadinya kerusakan disebabkan oleh fakto manusia, mesin, metode, matrial dan lingkungan, oleh kerena itu dilakukan perbaikan dengan dimana rencana perbaikan produksi Main Pully dirumuskan berdasarkan penyebab masalah yang diperoleh dari hasil analisis. DAFTAR REFERENSI Ahmad. AoSix Sigma DMAIC Sebagai Metode Pengendalian Kualitas Produk Kursi Pada UkmAo. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, 6. , pp. 11Ae17. Akhirul. and Robecca. AoUsulan Penerapan Metode Lean Six Sigma Untuk Meminimasi Jumlah Cacat Pada Produk Kain Cotton Di PT . Mulia Lestari The Proposal Implementation of Lean Six Sigma Method To Minimize The Number of Defect of Cotton Cloth Product In PT . Mulia LestariAo, . , p. Andriansyah. and Sulistyowati. AoPengendalian Kualitas Produk Clarisa Menggunakan Metode Lean Six Sigma Dan Metode FMECA ( Failure Mode And Effect Cricitality Analysis ) ( Studi Kasus : Pt . Maspion i )Ao, 4. Pp. 47Ae56. Choirunnisa. and W. AoImplementasi Lean Six Sigma dalam Upaya Mengurangi Produk Cacat pada Bagian New Nabire Chair Kursi RotanAo. Prosiding Seminar Edusainstech FMIPA UNIMUS, pp. 334Ae343. Didiharyono. Marsal. and Bakhtiar. AoAnalisis Pengendalian Kualitas Produksi Dengan Metode Six-Sigma Pada Industri Air Minum PT Asera Tirta Posidonia. Kota PalopoAo. Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam, 7. , p. Nabila. and Rochmoeljati. AoAnalisis Pengendalian Kualitas Menggunakan Metode Six Sigma Dan Perbaikan Dengan KaizenAo. Juminten, 1. , pp. 116Ae127. Napitupulu. and Hati. Analisis Pengendalian Kualitas Produk Garment Pada Project In Line Inspector Dengan Metode Six Sigma Di Bagian Sewing Produksi Pada Pt Bintan Bersatu Apparel Batam. Journal Of Applied Business Administration. Okafor. AoEffect of six sigma on performance of medium scale manufacturing firms in south-eastern NigeriaAo. International Research Journal of Management. IT and Social Sciences, 5. , pp. 26Ae45. Rahayu. and Bernik. AoPeningkatan Pengendalian Kualitas Produk Roti dengan Metode Six Sigma Menggunakan New & Old 7 ToolsAo. Jurnal Bisnis & Kewirausahaan, 16. , pp. 1Ae9. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 . Rinjani. Wahyudin. and Nugraha. AoAnalisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat pada Lensa Tipe X Menggunakan Lean Six Sigma dengan Konsep DMAICAo. Unistek, 8. , pp. 18Ae29. Rofiudin. and Santoso. Improve Capability Process To Optimizing Productivity: Case Study Line Process Packing Assembly In Electronic Manufacturing Company. Somadi. AoEvaluasi Keterlambatan Pengiriman Barang dengan Menggunakan Metode Six SigmaAo. Jurnal Logistik Indonesia, 4. , pp. 81Ae93. Suhartini. and Ramadhan. AoAnalisis Pengendalian Kualitas Untuk Mengurangi Cacat Pada Produk Sepatu Menggunakan Metode Six Sigma dan KaizenAo. Matrik, 22. , p. Supriyadi. AoAnalisis Pengendalian Kualitas Produk dengan Statistical Proses Control (SPC) di PT. Surya Toto Indonesia. TbkAo. Jitmi, 1. , pp. 63Ae73. http://bajangjournal. com/index. php/JCI