The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah STITNU Al Farabi Pangandaran . alfimaulia111&gmail. Abstract . The study is intended to describe and further examine how the management of the headmaster and the programs put forth by the JSTAF : principal in an effort to improve the teacher's professionalism and its Siddiq. Tabligh. Amanah, contributing factors and disruptions. As for this type of research, it is Fathonah qualitative research with case studies designed by taking in data sources in school and teacher through observation, interview and Vol 04 No 2 July 2025 documentary data collection techniques. The data is analyzed as data reduction, data presentation, drawing conclusions and testing data Hal : 380-394 validity with the source trululating, engineering and time. Research https://doi. org/10. 62515/staf. shows that the management of the principal at ma 'aarif nu middle school consists of planning, administration, supervision, and The principal as a manager is acting as a educator. Received: 10 July 2025 manager, supervisor, motivator, and educator. The principal's Accepted: 22 July 2025 management measures are to perform a supervision, provide reward. Published: 31 July 2025 motivate and encourage further education. The supporting factors of PublisherAos Note: Publisher: Lembaga headmaster management in promoting teacher professionalism can Penelitian dan Pengabdian Masyarakat be brought about by the teacher's discipline, motivation, self(LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran, awareness of the teacher's level of education, tools and Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps infrastructure, and management of the headmaster. Self-discipline is and institutional affiliations. the self-control of consistent self. As stated by danim that selfdiscipline is realization and independent. Teachers of discipline have Copyright: A 2023 by the authors. strong self-awareness and motivation to perform their duties and Submitted for possible open access functions both in school and in society. As for the lack of time publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC management, at least the honor teachers certification, the teachers' BY) time management and staff less than optimal, some teachers still use . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. RPMS from the previous year and teachers still have not been able to do time between the home and the school environment, so the school work is sometimes slow because of the lack of time. Keywords . principal management, teacher professional. Abstrak . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji lebih dalam tentang bagaimana manajemen kepala sekolah dan Program yang yang disusun oleh kepala sekolah dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru beserta faktor pendukung dan penghambatnya. adapun jenis penelitian in berupa penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dengan mengambil sumber data pada kepala sekolah dan guru melalui teknik pengumpulan data observasi. Vol 04 No 2 July 2025 | 380 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis berupa reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji keabsahan data dengan tringulali sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kepala sekolah di SMP MaAoaarif NU terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengorganisasian. kepala sekolah sebagai manajer berperan sebagai educator, manajer, supervisor, motivator, dan innovator. langkah-langkah manajemen yang dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi, memberikan reward, memotivasi dan mendorong melanjutkan pendidikan. Faktor pendukung manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru dapat disebabkan dari kedisiplinan, motivasi, kesadaran diri tingkat pendidikan guru, sarana dan prasarana, dan manajemen dari kepala sekolah. Kedisiplinan diri adalah kontrol diri dari konsisten diri. Seperti yang dikemukakan oleh Danim bahwa disiplin diri adalah realisasi dan independensi. Guru akan disiplin apabila memiliki kesadaran diri dan motivasi yang kuat untuk melaksanakan tugas dan fungsinya baik saat berada di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Adapun faktor penghambatnya adalah kurang maksimalnya manajemen waktu, sedikitnya guru honor yang sertifikasi, manajemen waktu guru dan staff yang kurang optimal, sebagian guru masih menggunakan RPP dari tahun sebelumnya dan guru masih belum bisa melakukan pembagian waktu antara pekerjaan rumah dan di lingkungan sekolah, sehingga pekerjaan sekolah terkadang lambat dilaksanakan karena kurangnya membagi waktu. Kata Kunci . Manajemen Kepala Sekolah. Profesionalime Guru. Pendahuluan Profesionalisme di SMP Plus MAAoarif NU Pangandaran rendah. Hal ini dilihat dari guru SMP Pus MaAoarif Pangandaran Tidak menjalankan fungsi dan perannya secara tepat, selain itu tidak menerapkan tujuan pendidikan secara profesional, oleh karena itu peran kepala sekolah sangat pentinguntuk meningkatkan profesionalisme guru di SMP Plus MaAoarif NU Pangandaran. Permasalan guru yang diberhentikan oleh kepala sekolah lantaran bahasa yang kasar terhadap kepala sekolah, selain itu tidak disiplin. Tidak pernah hadir pada jam yang wajib hadir di hari jumAoat yaitu kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. , jarang hadir pada rapat dinas, tidak hadir pada rapat pembinaan dari pengawas maupun dinas, sehingga tidak mengerti seluruh perkembangan informasi yang sebenarnya. Sejalan dengan permasalahan yang ada di SMP Plus MaAoarif NU Pagandaran yang masih terdapat guru yang tidak hadir pada rapat pembinaan, tidak menjalankan peran, dan tidak mengerti perkembangan informasi yang sebenarnya. Sedangkan guru yang profesional harus memiliki integritas, bertanggung jawab dan memiliki rasa hormat terhadap seluruh anggota dan tenaga pendidik. Memahami peran bahwa tugas mereka tidak hanya terbatas pada mengajar, tetapi juga mempengaruhi kemajuan kesejahteraan siswa secara menyeluruh. Berdasarkan observasi pendahuluan yang peneliti lakukan pada tanggal 18 januari 2024 tentang manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme 381 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah guru, kepala sekolah telah melakukan segala tugasnya dengan baik karena telah mampu mengatur atau memanage sistem di sekolah dengan baik. Kepala sekolah mampu memanaj dengan didasarkan prosedur dan langakah-langkah manajemen yang tepat, kepala sekolah dalam meningkatkan keprofesionalan guru menuntut guru untuk dapat menjalankan tugas secara profesional dengan kompetensi yang dimilikinya. Dalam hal meningkatkan keprofesionalan gurunya, kepala sekolah juga mewajibkan guru-gurunya untuk tertib dalammenjalankan peran, mengontrol pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran secara berkala. Usaha kepala sekolah guna tercapainya tujuan organisasi sekolah adalah salah satunya dengan guru-gurunya mengikutsertakan guru serta memberi kesempatan untuk ikut secara aktif dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta mengikuti diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG), lokakarya, seminar, penataran, pendidikan dan pelatihan . untuk masing-masing mata pelajaran, serta memberi kesempatan untuk melanjutkan Disamping itu kepala sekolah juga melakukan pembinaan usaha perbaikan kepada guru dengan memotivasi guru dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan dalam rangka meningkatkan kinerja dan keprofesionalaanya. Karena disini guru harus sudah lulus program S1 dan guru harus menguasai Ilmu Teknologi Computer (ITC). Bahan dan Metode Pendekatan dan desain penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dan tujuan untuk kegunaan tertentu. Adapun peneliti dalam penekitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualikatif deskriptif, dimana didalamnya peneliti menguraikan hasil analisa dari penelitian Manajemen kepala sekolah dalam mewujudksn profesionalisme guru di SMP PLUS MAAoARIF NU Pangandaran dengan cara deskripsi jadi penjelasannya bukan dengan statistika dan angka. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah natural setting, disebut juga metode Ada juga pendapat metode penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian yang memahami fenomena yang terjadi dan dialami oleh objek penelitian dengan cara Vol 04 No 2 July 2025 | 382 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks kasus alamiah dengan memanfaatkan berbagai macam metodologi ilmiah. Ada juga pendapat metode penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian yang memahami fenomena yang terjadi dan dialami oleh objek penelitian dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks kasus alamiah dengan memanfaatkan berbagai macam metodologi ilmiah. Diskusi dan Pembahasan Deskripsi Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP PLUS MaAoarif NU Pangandaran Kepala sekolah merupakan Suatu penggerak dalam motonvasi bawahannya, mengelola sumber daya manusia, dalam rangka mecapai tujuan yang diinginkannya, sekalipun demikian bukan berarti bahwa kepala sekolah yang menentukan segalanya, akan tetapi keberhasilan sebuahlembaga pendidikan atau organisasi sekolah juga ditentukan oleh yanglainnya termasuk Guru pendidikan Agama Islam. Menurut Bange Menejemen adalah proses mengintegrasi sumber-sumbertidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan tujuansumbr-sumber dalam menejemen mencakup orang-orang, alat-alat, bahan-bahan, uang, sarana semua diarahkan dan dikoordinasi agar terpusat dalam rangka menyelesaikan tujuan. Profesionalisme guru merupakan tanggung jawab kepala sekolah arna kualitas guru dapat meningkatkan mutu belajar siswa di sekolah. Dalam peningkatan profesionalisme guru di SMP PLUS MaAoarif NU Pangandaran tentu hal ini sangat dipengaruhi oleh manajemen kepala sekolah karna dengan manajemen kepala sekolah yang baik dapat mewujudkan Visi dan Misi sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan-kegiatan dalam sekolah dengan demikian peneliti dapat memperoleh suatu profesionalisme guru di SMP PLUS MaAorif NU Pangandaran dengan melakukan proses observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah pada tanggal 2 juli 2024 . Sebagai kepala sekolah harus memiliki Manajemen yang tepat dalam memberikan pembinaan guna meningkatkan profesionalisme guru. Adapun manajemen 383 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah yang dilakukan oleh kepala sekolah di SMP Plus MaAoarif NU Pangandaran adalah sebagai Deskripsi perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkanprofesionalisme guru Kemampuan dasar pertama dari seorang manajer yaitu mengadakan perencanaan mengenai penetapan kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan fakta-fakta yang mencangkup perbuatan, petunjuk serta arah dalam tindakan selanjutnya. Kepala sekolah sebagai manajer harus mampu membuat langkah terkait apa yang harus dilaksanakan. Pengembangan dan pembangunan pendidikan dalam waktu tertentu. Perencanaan yang dimaksud disini adalah rangakaian kegiatan pertama terkait proses manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru. Perencanaan profesionalisme guru merupakan tindakan untuk masa yang akan datang demi tercapainya visi misi suatu sekolah. Perencanaan merupakan tahap awal sebelum melakukan suatu kegiatan. Perencanaan dapat berupa sasaran yang akan dicapai sebagai langkah untuk menentukan tujuan. Ada tiga langkah yang dilakukan kepala sekolah dalam perencanaan dalam meningkatkan profesionalisme guru, diantaranya yaitu : Perumusan program kerja di sekolah Perumusan program kerja sekolah berdasarkan atas perumusan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan. Dalam merumuskan program kerja sekolah, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa program kerja sekolah merupakan implementasi dari tujuan dan strategi sekolah, jadi dalam merumuskannya harus seirama dengan tujuan dan strategi yang telah ditetapkan dan dalam merumuskan program sekolah harus ditentukan siapa yang akan menjadi penanggung jawab masing-masing program kerja sekolah dan kapan langkah tersebut Berkaitan dengan pelaksanaan peningkatan program profesionalisme guru yang merupakan rangkaian kegiatan/bagian dari manajemen, kepala sekolah SMP Plus MaAoarif NU Pangandaran memaparkan bahwa Perencanaan dalam meningkatkan profesionalsime guru direncanakan dan ditentukan dalam bentuk rapat/pertemuan tatap muka bersama para guru, staff, dan seluruh tenaga kependidikan yang dipimpin Vol 04 No 2 July 2025 | 384 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah oleh kepala sekolah. Rapat semacam ini biasanya dilakukan pada awal bulan, awal tahun ajaran, awal semester, dan pertengahan semester. Perumusan tata tertib sekolah Dalam pelaksanaan tata tertib, kepala sekolah selalu mengatakan pada saat pelaksanaan rapat antara guru dan kepala sekolah bahwa Salah satu aspek yang terpenting dari suatu kegiatanadanya suatu perencanaan yang memberikan tujuan dan arah suatu program. Sebelum perencanaan dilakukan adanya suatu sosialisasi berupa rapat antara kepala sekolah dengan guru dan staff secara demokrasi. Dari hasil rapat tersebut akan mendapat suatu kesimpulan tentang tata tertib sekolah yang akan disahkan langsung oleh saya selaku kepala sekolah dan dapat dijalankan dan dipatuhi oleh guru dan staf sekolah. Dari hasil penjelasan diatas ditemukan bahwa kepala sekolah selalu mengontrol atau mengawasi jalannya penerapan tata tertib sekolah, mulai dari mengontrol absensi guru, mengontrol peraturan tentang tugas dan kepala sekolah masuk kedalam grup guru agar bisa mengontrol proses pembelajaran, mengontrol kehadiran guru selama masa pandemi, kepala sekolah tetap melaksanakan proses pembelajaran di sekolah bukan di rumah selama masa pandemi, karena yang diliburkan siswa bukan gurunya. Sehingga kepala sekolah memberikan peraturan kepada guru selama masa pandemi tetap hadir melaksanakan pembelajaran daring di sekolah. Deskripsi pengorganisasian manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru. Pengorganisasian juga merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah sebagai manajer. Pengorganisasian dilakukan dengan membagi tugas-tugas kepada orang orang yang terlibat dalam kerjasama pendidikan. Pengorganisasian ini dilaksanakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur-unsur Pengorganisasian mempersipakan guru 79 dalam penguasaan, melakukan penugasan guru oleh kepala sekolah sesuai kebutuhan, pembagian tugas guru dan ketersediaan struktur organisasi Kepala sekolah sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kemajuan sekolah menjadi lebih baik, yang dibarengi kerjasama dengan para guru agar pencapaian 385 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah keberhasilan tujuan sekolah yang diharapkan dapat terwujud. Hal ini tentunya menjadi tugas kepala sekolah untuk dapat terus membina para guru agar mau bersama-sama mewujudkan sekolah salah satunya dalam proses pembelajaran. Deskripsi Pelakasanaan Manajemen Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Kepala sekolah mempunyai peranan sebagai pelaksana dalam sekolah. Tanpa adanya kemampuan menggerakkan sumber-sumber atau potensi yang ada dalam organisasi maka peranan manajemen kepala sekolah terlihat kurang nyata dalam kehidupan berorganisasi. Maka dari itu terdapat gambaran sederhana tentang fungsi manajemen kepala sekolah sebagai pelaksana yaitu : penggerak atau dinamisator sumberdaya manusia, penggerak atau dinamisator sumberdaya alam, penggerak atau dinamisator saran-saran lain yang disediakan. Manajemen meningkatkan, dan menegakkan ide-ide yang dapat merevolusi organisasi. Sebagai pelaksana, kepala sekolah harus mampu mempengaruhi orang lain agar bersedia menjalankan tugasnya secara sukarela dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang Pelaksanaan yang dimaksud adalah suatu proses kegiatan merealisasikan apaapa yang telah ditrencanakan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Tahap pelaksanaan pada dasarnya menjawab bagaimana semua fungsi manajemen sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan lembaga yang telah ditetapkan melalui kerjasama dengan orang lain dengan sumber daya yang ada, dapat berjalan sebagaimana mestinya . fektif dan efisie. untuk pencapaian peningkatan profesionalisme guru. Pelaksanaan yang disebutkan disini memberikan kesempatan kepada guru-guru melakukan kegiatan diklat, dan seminar-seminar yang berkaitan dengan jurusan. Hal ini seperti yang dipaparkan bapak kepala sekolah bahwa program ataupun usaha untuk meningkatkan profesionalisme guru yang saya lakukan selaku kepala sekolah dan jajaran yang terkait adalah mengikutkan seminar, diklat, kursus-kursus, studi lanjut, dan kami membentuk forum silaturrahmi antar guru dan kepala sekolah. Dalam pelaksanaan kepala sekolah di SMP Plus MaAoarif NU Pangandaran selain memberikan motivasi kepada guru untuk melanjutkan studi jenjang pendidikan, kepala sekolah juga Vol 04 No 2 July 2025 | 386 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah melakukan supervisi kepada guru untuk memberikan arahan dan bimbingan yang terkait dengan profesionalisme guru didalamnya tentang perangkat pembelajaran guru. kepala sekolah menambahkan pemaparannya bahwa beliau memberikan jadwal kepada guru-guru untuk menyusun program pembelajaran, selain memberikan jadwal dan memberikan kesempatan kepada guru untuk menyusun perangkat mereka masingmasing dan melihat kelengkapan mereka masing-masing. Kepala sekolah juga senantiasa mengkoordinir guru dan memberikan arahan dan pemberian solusi terkait permasalahan, kepala sekolah juga memfasilitasi sekolah agar guru dapat melakukan pembelajaran dengan maksimal. Selain itu, kepala sekolah juga membuka kerjasama kepada seluruh pihak terkait dinas dan wali murid. Manajemen sumberdaya manusia disini adalah proses untuk memperoleh, melatih, menilai, dan mengompensasi pegawai, dan mengurus relasi kerja mereka, kesehatan, dan keselamatan, serta hal-hal yang berhubungan dengan keadilan. Proses manajemen sumberdaya manusia dapat terlaksana dengan baik jika kepala sekolah mampu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Langkah kedua yaitu menggerakkan sumberdaya non manusia yang dilakukan sesuai temuan di SMP Plus MaAoarif NU Pangandaran yaitu kepala sekolah senantiasa mengelola sarpras agar memungkinkan dalam menunjang pembelajaran. Seperti pengadaan laptop untuk guru, pengadaan perlengkapan protokol kesehatan yang digunakan oleh guru di sekolah. Langkah ketiga yaitu menjalin komunikasi yang baik yang dilakuka dengan melakukan pendekatan baik secara personal maupun instruksional sehingga masalah yang dihadapi dapat diatasi dan dicari solusinya bersama-sama. Pendekatan personal dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara menanyakan guru terkait pembelajaran setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, menanyakan masalah-masalah yang dihadapi dan memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi. Kepala sekolah juga melakukan pendekatan instruksional yaitu dengan mengadakan rapat rutin terkait evaluasi pembelajaran, memfasilitasi guru untuk mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan pembelajaran. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan kewajiban intinya ialah melakukan pendidikan, pengajaran, pembimbingan, pengarahan, pelatihan, 387 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah penilaian, dan pengevaluasian peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan dasar, dan menengah. Sedangkan pasal 7 menyatakan bahwa profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan. Guru sebagai suatu profesi memiliki serangkaian tugas penting yang terdiri atas pendidikan, pengajaran, dan pelatihan. Kegiatan pendidikan bermakna melanjutkan dan meperdalam berbagai nilai kehidupan. Kegiatan pengajaran bermakna melanjutkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan kegiatan pelatihan bermakna mengembangkan berbagai bakat dan kemampuan pada siswa. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan keprofesionalan kepala sekolah ini, maka peningkatan profesionalisme guru akan mudah terealisasikan. Langkah langkah yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru: Melaksanakan supervisi Pengawasan pada hakikatnya merupakan usaha memberi petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu bertindak sesuai dengan rencana. Lebih lanjut dikatakan bahwa pengawasan itu terdiri dari penentuan-penetuan standar, supervisi kegiatan atau pemeriksaan, pembandingan hasil dengan standar serta kegiatan mengoreksi kegiatan atau standar. Sebagai supervisor, kepala sekolah harus merencanakan supervisi dan menindaklanjuti, hasil supervisi untuk meningkatkan prfesionalisme guru. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Rudi Wahyu Nurrohman supervisi adalah segala bentuk bantuan dari pemimpin sekolah yang tertuju kepada perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personil sekolah lainnya di dalam mencapai tujuan pendidikan. Memotivasi dan mendorong melanjutkan pendidikan Berdasarkan hasil wawancara, kepala sekolah sangat memotivasi dan mendorong penuh walaupun beberapa berpendapat kewalahan atau berbenturan waktu itu bisa di diskusikan memalui rapat evaluasi yang dilakukan 2 minggu sekali Vol 04 No 2 July 2025 | 388 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah untuk menyesuaikan waktu mengajar dengan kuliah. Ausaya rasa guru wajib melanjutkan studi lagi untuk meningkatkan kemampuanAy menurut kepala sekolah. Mengikuti MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekola. MKKS adalah singkatan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah. Ini adalah sebuah forum yang terdiri dari para kepala sekolah dari jenjang pendidikan tertentu, misalnya SD. SMP, atau SMA. Tujuan utamanya adalah untuk membahas dan mencari solusi bersama terkait berbagai permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh sekolahsekolah dalam wilayah atau zona tertentu. Kegiatan utama MKKS mencakup pertemuan rutin untuk berdiskusi mengenai berbagai isu pendidikan, pelatihan dan workshop untuk peningkatan kompetensi kepala sekolah, penyusunan program kerja bersama, serta pengembangan kebijakan dan strategi peningkatan mutu pendidikan. Selain itu. MKKS juga sering berkolaborasi dengan dinas pendidikan setempat untuk menyinkronkan kebijakan dan program pemerintah dengan pelaksanaan di Menurut hasil wawancara dengan bpak Rudi Wahyu Nurrohman S. Pd. MKKS membantu meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai cara. Pertama, melalui sharing best practices antar kepala sekolah, sehingga setiap sekolah bisa belajar dari pengalaman sekolah lain yang lebih maju. Kedua, dengan mengadakan pelatihan dan workshop yang relevan dengan kebutuhan para kepala sekolah dan tenaga pendidik. Ketiga, dengan melakukan evaluasi bersama terhadap program-program yang telah dijalankan, sehingga bisa mengetahui apa yang efektif dan apa yang perlu diperbaiki. Keempat, dengan menjembatani komunikasi antara sekolah dan dinas pendidikan, sehingga aspirasi dan kebutuhan sekolah bisa lebih terakomodasi. Mengikuti seminar dan diklat Seminar dan diklat sangat penting bagi guru karena keduanya merupakan sarana untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, guru perlu selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilan Seminar dan diklat menyediakan platform untuk itu, memungkinkan guru untuk belajar hal-hal baru, berbagi pengalaman, dan mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif. 389 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah Manfaat spesifik dari seminar dan diklat antara lain adalah peningkatan keterampilan pedagogis, pemahaman yang lebih baik tentang kurikulum dan kebijakan pendidikan terbaru, serta penguasaan teknologi pendidikan. Selain itu, seminar dan diklat juga memberikan kesempatan bagi guru untuk berjejaring dengan rekan-rekan sejawat dari sekolah lain, sehingga mereka bisa bertukar ide dan solusi atas tantangan yang dihadapi. Hal ini juga dapat meningkatkan motivasi dan semangat mengajar Dengan mengikuti seminar dan diklat, guru-guru dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan baru yang mereka peroleh di dalam kelas. Ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Menurut kepala sekolah Rudi Wahyu nurohman. Pd. AuGuru yang terus berkembang dan berinovasi akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan bagi siswaAy. Selain itu, dengan adanya peningkatan kompetensi guru, sekolah secara keseluruhan akan lebih siap menghadapi tantangan dan perubahan dalam dunia Menurut penulisAumemotivasi guru dengan menunjukkan manfaat nyata yang bisa mereka dapatkan dari seminar dan diklat sangat penting. Selain itu juga dengan memberikan apresiasi kepada guru yang aktif mengikuti dan menerapkan hasil dari seminar dan diklat dalam bentuk sertifikat, penghargaan, atau insentif lainnyaAy. Mengikuti workshop Workshop sangat penting bagi guru karena ini adalah kesempatan bagi mereka untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pengajaran. Workshop biasanya lebih interaktif dan aplikatif dibandingkan dengan seminar atau diklat, sehingga guru dapat langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari dan mendapatkan umpan balik secara langsung. Manfaat spesifik dari workshop antara lain adalah penguasaan teknik-teknik pengajaran yang lebih efektif, pemahaman mendalam tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta kemampuan untuk merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang inovatif. Workshop juga membantu guru untuk mengatasi tantangan spesifik yang mereka hadapi di kelas melalui sesi-sesi praktis dan diskusi kelompok. Workshop berdampak langsung pada kualitas pendidikan di sekolah karena guru yang mengikuti workshop akan membawa kembali pengetahuan dan keterampilan baru ke dalam kelas Hal ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan engagement siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik. Guru yang terlatih Vol 04 No 2 July 2025 | 390 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah juga lebih percaya diri dan termotivasi, yang pada akhirnya berdampak positif pada prestasi siswa. Mengikuti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajara. MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajara. menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, workshop, dan seminar yang khusus membahas materi dan metode pengajaran mata pelajaran tertentu. Manfaat spesifik dari mengikuti MGMP antara lain adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar mata pelajaran yang mereka ampu, pemahaman yang lebih mendalam tentang kurikulum dan silabus, serta mendapatkan berbagai sumber belajar dan bahan ajar yang terbaru. Selain itu, melalui MGMP, guru dapat bertukar ide dan strategi pengajaran yang efektif, sehingga mereka dapat mengatasi berbagai tantangan dalam proses pembelajaran dengan lebih baik. Faktor Pendukung Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Tingkat pendidikan guru, kemampuan mengajar, kedisiplinan, motivasi dan kesadaran diri guru, sarana dan prasarana, dan manajerial kepala sekolah adalah semua faktor yang berkontribusi pada manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru. Faktor profesionalisme guru dapat disebabkan dari kedisiplinan, motivasi, kesadaran diri tingkat pendidikan guru, sarana dan prasarana, dan manajemen dari kepala sekolah. Kedisiplinan diri adalah kontrol diri dari konsisten diri. Seperti yang dikemukakan oleh Danim bahwa disiplin diri adalah realisasi dan independensi. Guru akan disiplin apabila memiliki kesadaran diri dan motivasi yang kuat untuk melaksanakan tugas dan fungsinya baik saat berada di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Berdasarkan penelitian, kedisiplinan guru sudah baik, guru di SMP PLUS MaAoarif NU Pangandaran sudah sadar dalam hal kehadiran dan disiplin dalam melaksankan tugas mengajar dan pembimbingan. Guru selalu up-to date dan siap berkompetensi dengan perkembangan baru di Berdasarkan wawancara bersama murid dengan mengedepankan etika kerja guru selalu dalam kondisi siap mengajar sekalipun mengalami keterlambatan menuju ruang kelas. 391 | Vol 04 No 2 July 2025 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah Guru akan disiplin apabila memiliki kesadaran diri dan motivasi yang kuat untuk melaksanakan tugas dan fungsinya yang baik saat berada di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Faktor Penghambat Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Dari pengamatan peneliti bahwa faktor pendukung penunjang profesionalisme guru karena adanya keterampilan, kemampuan yang dimiliki guru dan motivasi dalam diri sendiri untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerja yang dimiliki. Kemampuan dan motivasi yang dimiliki oleh guru dapat memberikan peningkatan profesionalisme guru. Menurut teori dari Anwar Prabu Mangku Negara bahwa faktor penunjang profesionalisme guru ialah faktor kemampuan. Secara psikologi, kemampuan terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality . nowledge skil. , artinya seorang guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Faktor motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan kemampuan yang dimiliki oleh guru baik dari potensi dan keterampilan dalam bidangnya sehingga dapat disebutkan dalam penelitian ini faktor pendukung guru ialah keterampilan, kemampuan diri, dan motivasi diri. Adapun faktor penghambatnya adalah kurang maksimalnya manajemen waktu, sedikitnya guru honor yang sertifikasi, manajemen waktu guru dan staff yang kurang optimal, sebagian guru masih menggunakan RPP dari tahun sebelumnya dan guru masih belum bisa melakukan pembagian waktu antara pekerjaan rumah dan di lingkungan sekolah, sehingga pekerjaan sekolah terkadang lambat dilaksanakan karena kurangnya membagi waktu. Kesimpulan Vol 04 No 2 July 2025 | 392 Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMP Plus MaAoarif Nu Pangandaran Alfi Maulia Rahmah Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dilakukan pengkajian lebih mendalam pembahasan tentang manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP PLUS MaAoarif NU Pangandaran yang diperoleh dari. Manajemen kepala sekolah di SMP PLUS MaAoarif NU Pangandaran terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebut didalamnya terdapat visi dan misi sekolah, program kerja seperti pembagian tugas guru, pelaksanaan tata tertib, pengorganisasian terdiri dari penilaian/evaluasi terdiri dari penilaian harian. Pelaksanaan, program yang dilaksanakan kepala sekolah yakni memberikan kesempatan pada guru untuk mengikuti pelatihan, seminar, dan kegiatan yang berkaitan dengan kompetensi profesionalisme guru. selain itu kepala sekolah memberikan motivasi kepada guru untuk melanjutkan studi pendidikan sesuai dengan jurusan pembelajaran. Program manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru diantaranya ialah pelaksanaan KKG yang terjadwal sebulan sekali, kemudian dalam jangka panjangnya guru mengikuti program diklat Pendidikan dan Pelatiha. , seminar PKB (Pengembanga Keprofesian Berkelanjuta. , dan workshop yang diadakan oleh dinas pendidikan atau diklat mandiri atau mengikuti seminar terkait dengan kompetensi profesional guru. kepala sekolah selalu mengirimkan para guru secara bergiliran dan sesuai dengan bidang studinya untuk mengikuti pelatihan, seminar, lokakarya, workshop ataupun kegiatan pendidikan lainnya baik yang diadakan oleh balai diklat , penyelenggara swasta maupun diklat yang diadakan secara mandiri oleh Referensi