ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 ANALISIS KINERJA JARINGAN DENGAN METODE HIERARCHICAL TOKEN BUCKET (HTB) UNTUK TRANSMISI DATA (STUDI KASUS : PT. HIPERNET INDODATA) Faizal Zuli1. Endrico Montolalu2 Universitas Satya Negara Indonesia. Fakultas Teknik zuli@yahoo. Endrico47@gmail. Korespondensi *): faizal. zuli@yahoo. Tgl. Diterima Tgl. Revisi Tgl. Disetujui Tgl. Terbit 12 April 2024 25 April 2024 15 Mei 2024 29 Mei 2024 ABSTRACT PT Hipernet Indodata provides internet services within the company environment that users can use as a means of obtaining information. There are up to 90 users who use internet services every day, causing quite high traffic which results in slow internet and the network often stops functioning when the user opens the browser. This problem is due to the lack of bandwidth limitations for internet users within the company. For this reason, bandwidth management needs to be carried out within the company environment. HIERARCHICAL TOKEN BUCKET METHOD After there were problems with the performance of the wireless network at PT Hipernet Indodata, data collection was carried out such as needs analysis, topology and configuration with the aim of determining the results of the performance of the wireless network at PT Hipernet Indodata. From the results of implementing bandwidth management using the Hierarchical Token method Bucket (HTB), where bandwidth allocation can be done with priority and controlled according to needs. Keywords: Performance. Analysis. Wireless Networks. Bandwidth. Hierarchical Token Bucket. ABSTRAK PT Hipernet Indodata menyediakan layanan internet di dalam lingkunganperusahaan yang dapat digunakan pengguna sebagai sarana untuk memperoleh Pengguna yang memakai layanan internet setiap hari mencapai 90 pengguna sehingga menyebabkan traffic cukup tinggi yang mengakibatkan internetlambat bahkan jaringan sering berhenti berfungsi saat pengguna membuka browser. Dari permasalan tersebut dikarenakan belum adanya limitasi bandwidth untuk pengguna internet dilingkungan perusahaan. Untuk itu perlu dilakukan manajemen bandwidth didalam lingkungan Perusahaan. Metode HIERARCHICAL TOKEN BUCKET Setelah terdapat permasalahan di kinerja jaringan wireless yang terdapat di PT Hipernet Indodata. Jurnal Satya Informatika. Vol. 9 No. Mei 2024 Halaman 11-19 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 dilakukannya pengumpulan data seperti analisa kebutuhan, topologi dan konfigurasi yang bertujuan untuk menentukan hasil dari kinerja jaringan wireless di PT Hipernet Indodata. Dari hasil implementasi manajemen bandwidth menggunakan metode Hierarchical Token Bucket (HTB), dimana alokasi pembagian bandwidth dapat dilakukan dengan prioritas dan terkontrol sesuai dengan kebutuhan. Kata kunci: Kinerja. Analisis. Jaringan Wireless. Bandwidth. Hierarchical Token Bucket. PENDAHULUAN Perkembangan arus informasi belakangan ini terus maju dan meningkatkan tuntutan akan kecepatan jaringan yang digunakan. PT Hipernet Indodata membutuhkan jaringan nirkabel harus berada pada kondisi yang sangat bagus/sangat baik. Parameter QoS yang dibutuhkanpada PT Hipernet Indodata untuk menunjang kinerja jaringan nirkabelnya sesuai dengan standarisasi versi TIPHON seperti parameter Delay dalam kondisi sangat bagus (<150 m. dengan indeks 4, parameter packet loss dalam kondisi perfect . -2%) dengan indeks 4, parameter jitter dalam kondisi perfect . dengan indeks 4, dan parameter throughput dalam kondisi excelent (>2,1 Mbp. dengan indeks 4. Kondisi kinerja jaringan nirkabel yang sangat bagus di PT Hipernet Indodata bertujuan untuk menunjang layanan internet didalam lingkungan perusahaan bagi pengguna. PT Hipernet Indodata menyediakan layanan internet di dalam lingkunganperusahaan yang dapat digunakan pengguna sebagai sarana untuk memperoleh informasi. Pengguna yang memakai layanan internet setiap hari mencapai 90 pengguna sehingga menyebabkan traffic cukup tinggi yang mengakibatkan internetlambat bahkan jaringan sering berhenti berfungsi saat pengguna membuka browser. Dari permasalan tersebut dikarenakan belum adanya limitasi bandwidth untuk pengguna internet dilingkungan perusahaan. Untuk itu perlu dilakukan manajemenbandwidth didalam lingkungan Perusahaan. METODE PENELITIAN Bandwidth yang tersedia di PT Plaza Toyota Green Garden untuk jaringan nirkabel yang diberikan oleh ISP nya sebesar 20 Mbps yang tersebar di ruang showroom, di ruang tunggu dan di area maintenence, namun pengguna mengeluhkan jaringan internet yang lambat karena belum adanya router untuk pembagian manajemen bandwidth. Hal ini diketeahui ketika user membuka suatu website sering mengalami buffering. Sehingga peneliti melakukan pengukuran analisa terhadap jaringan nirkabel yang ada di PT. Plaza Toyota Green Garden. Analisa Sistem Jaringan yang Berjalan Terdapat PC yang menggunakan LAN di PT. Plaza Toyota Green Garden sejumlah 18 PC. Penggunaan LAN sebelum adanya limitasi bandwidth pemakaian per LAN mencapai 5 sampai 10 Mbps, sehingga adanya perebutan Bandwidth dengan pengguna lainnya dan pengguna lainnya yang menggunakan sinyal Wi-Fi menjadi tidak Topologi yang digunakan saat ini di PT. Plaza Toyota Green Garden menggunakan Topologi Star. Topologi yang berjalan saat ini belum adanya router manejemen bandwidth yang berpengaruh terhadap kinerja jaringan internet di PT. Plaza Toyota Green Garden. Jurnal Satya Informatika. Vol. 9 No. Mei 2024 Halaman 11-19 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 Pengumpulan data dilakukan pada hari Sabtu, 21 Oktober 2023. Peneliti melakukan pada hari sabtu dikarenakan pada hari itu customer lebih banyak yang datang dibandingkan dengan hari lainnya dengan jumlah kurang lebih 54 customer. Tools yang digunakan untuk pengambilan data adalah Axcence NetTools dan pengukuran parameter-parameter QoS. Data yang didapatkan sebagai berikut : Gambar 1 Capture Data Delay = 153 ms. Menurut hasil dari Delay menunjukan kategori Bagus Packet Loss = 28%. Menurut hasil dari Packet Loss menujukan kategori Poor Jitter = Total Variasi Delay / Total paket yang diterima Ae 1 = 1433 / 1280 = 1,12 ms Menurut hasil dari Jitter menujukan kategori Good Throughput = 1281 kiloBytes/s : 28 = 45,75 kiloBytes/s x 8 = 366 kilobits/s . Usulan Pemecehan Masalah Dari hasil Analisa diatas maka parameter-parameter yang ditampilkan pada Analisa data dengan metode QoS menggunakan NetTools menampilkan data yang perlu ditingkatkan, sehingga kinerja jaringan komputer nirkabelnya jadi bagus dan stabil, dengan cara di topologi PT. Plaza Toyota Green Garden diberi router untuk pembagian manajemen bandwidth nya. Setelah mendapatkan data parameter-parameter QoS, data yang harus ditingkatkan adalah parameter Packet Loss dan Throughput. Maka dari itu hasil yang seharusnya didapatkan untuk parameter Packet Loss dalam kategori perfect, sedangkan untuk parameter Throughput dalam kategori excellent. Jurnal Satya Informatika. Vol. 9 No. Mei 2024 Halaman 11-19 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah terdapat permasalahan di kinerja jaringan nirkabel yang terdapat di PT. Plaza Toyota Green Garden, dilakukannya pengumpulan data seperti topologi dan konfigurasi yang bertujuan untuk menentukan hasil dari kinerja jaringan nirkabel di PT. Plaza Toyota Green Garden. Topologi Setelah terdapat permasalahan di kinerja jaringan nirkabel yang terdapat di PT. Plaza Toyota Green Garden, dilakukannya pengumpulan data seperti analisa kebutuhan, topologi dan konfigurasi yang bertujuan untuk menentukan hasil dari kinerja jaringan nirkabel di PT. Plaza Toyota Green Garden. Gambar 2 Topologi Sebelum Ada Router Manajemen Dari Topologi pada gambar 2 menjelaskan bahwa PT. Plaza Toyota Green Garden mendapatkan Bandwidth dari ISP sebesar 20 Mbps dengan IP 192. 1/24 diteruskan ke switch/hub dengan IP 192. xx/24 yang disebarkan melalui kabel LAN di area Admin dan melaui jaringan Wi-Fi di area ruang tunggu customer dan di area maintenance. Bandwidth yang tersebar di area-area tersebut masih bebas sehingga mengakibatkan perebutan bandwidth antar pengguna nya yang mana bisa mencapai 5 sampai 10 Mbps per pengguna, maka pengguna lainnya mengeluhkan jaringan yang lambat yang dikarenakan tidak kebagian bandwidth untuk mengakses internet. Jurnal Satya Informatika. Vol. 9 No. Mei 2024 Halaman 11-19 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 Gambar 3 Topologi Sesudah Ada Router Manajemen Dari Topologi pada gambar 3 di PT. Plaza Toyota Green Garden dilakukan penambahan router Bandwidth sehingga dapat dilakukan limitasi Bandwidht nya. Di dalam router dilakukan konfigurasi untuk mengatur bagaimana pembagian Bandwidht nya menjadi 5 Mbps per pengguna dan merubah IP menjadi 10. 1/24. Maka setelah di limitasi Bandwidht tidak akan terjadi perebutan Bandwidht sehingga jaringan nya menjadi Konfigurasi Gambar 4 Konfigurasi Simple Queues Jurnal Satya Informatika. Vol. 9 No. Mei 2024 Halaman 11-19 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 Pada gambar 4 menampilkan konfigurasi simple queues untuk menghindari situasi dimana penggunaan bandwidth melebihi kapasitas yang tersedia. Dari gambar tersebut dilakukan limitasi sebesar 5 Mbps setiap user, jadi tidak ada lagi yang melebihi kapasitas yang tersedia dan tidak saling mengambil bandwidth user lainnya. Terdapat beberapa menu di Queue List seperti : Simple Queues. Interface Queues. Queue Tree. Queue Types. Cara konfigurasi Simple Queue : masuk menu Queue, pilih Simple Queues, klik plus ( ), muncul menu New Simple Queue, pilih general, isi Name,Target untuk IP tujuan yang mau dilimitasi Bandwidth, isi Target Upload dan Target Download sesuai yang dibutuhkan, terakhir klik Apply lalu OK. Setelah melakukan konfigurasi maka dilakukannya mekanisme pengukuran parameter QoS adalah dengan menggunakan NetTools sebagai tools dalam mengukur trafik Kemudian mengambil informasi nilai parameter-parameter QoS dari lalu lintas paket data dan mengumpulkan serta merekam informasi lalu lintas paket data. Dibawah ini dilakukan hasil pengujian yang dilakukan pada tanggal 6 Januari 2024 di PT. Plaza Toyota Green Garden disaat itu customer yang datang 60 customer. Setelah konfigurasi dilakukan pengujian dengan NetTools untuk melihat dan mengambil informasi dari lalu lintas data yang digunakan. Pengujian Delay untuk mengukur waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan, pengujian Packet Loss untuk mengukur jumlah total paket yang hilang dapat terjadi karena collision dan congestion pada jaringan , pengujian Jitter untuk menunjukkan banyaknya variasi delay pada transmisi data di jaringan dan pengujian Throughput untuk mengukur jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada tujuan selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Hasil pengujian sebagai berikut : Gambar 5 Pengujian Hasil Axcence NetTools Jurnal Satya Informatika. Vol. 9 No. Mei 2024 Halaman 11-19 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 Delay = 53 ms Hasil dari Delay 53 ms . ili secon. didapat setelah melakukan manajemen bandwidth dan dilakukan pengetesan di Axcence NetTools disana sudah otomatis terdapat nilai dari Delay nya yaitu di menu Respone Time. bagian Avg. Dari hasil tersebut masuk dalam kategori sangat bagus dengan indeks. Packet Loss = 0 % Hasil dari Packet Loss nya sebesar 0% yang didapat setelah manajemen bandwidht dan dilakukan pengetesan di Axcence NetTools disana sudah otomatis terdapat nilai dari Packet Loss nya di menu Packets bagian %lost. Dari hasil tersebut masuk dalam kategori Perfect. Jitter = Total Variasi Delay / Total paket yang diterima Ae 1 = ( 64 53 36 150 ) / ( 327-1 ) = 303 / 326 = 0,93 ms Hasil dari Jitter nya sebesar 0,93 ms. ili secon. yang didapat setelah manajemen bandwidht dan dilakukan pengetesan di Axcence NetTools disana untuk mencari nilai Jitter dengan rumus total variasi delay dibagi total paket yang diterima Mencari terlebih dahulu nilai total variasi delay yang didapat dari penjumlahan nilai last , avg , min, max di dalam menu Respone Time . dan untuk nilai total paket yang diterima yang didapat dari nilai pengurangan nilai sent dan lost didalam menu Packets. Dari hasil tersebut masuk dalam kategori Perfect. Throughput = 327 kiloBytes/s x 8 = 2616 kilobits/s = 2,6 megabits/s Hasil dari Throughput nya sebesar 2,6 Mbps yang didapat setelah manajemen bandwidht dan dilakukan pengetesan di Axcence NetTools disana untuk mencari nilai Throughput nya sudah ada di menu Netwatch bagian Packets. Terdapat 327 kiloBytes/s diubah menjadi kilobits/s. 1 Byte nya sama dengan 8 bits. Dengan itu 327 kiloBytes/s x 8 = 2616 kilobits/s. 2616 kilobits/s = 2,6 megabits/s. Dari hasil tersebut masuk dalam kategori Excelent. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa kinerja jaringan nirkabel di PT. Plaza Toyota Green Garden, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Setelah dilakukan penambahan router bandwidth selanjutnya dilakukannya konfigurasi Simple Queue untuk menejemen Bandwidthnya sebesar 5 Mbps di PT. Plaza Toyota Green Garden. Jurnal Satya Informatika. Vol. 9 No. Mei 2024 Halaman 11-19 ISSN 2528-5033 EISSN 2987-9094 Hasil dari pengukuran dengan parameter Quality of Service (Qo. seperti Delay. Packet Loss. Jitter dan Throughput di PT. Plaza Toyota Green Garden terdapat perubahan yang sangat signifikan sesudah adanya router bandwidhth, sehingga kinerja jaringan nirkabelnya menjadi lebih efektif bagi pengguna. Saran Terdapat beberapa saran dari penulis untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu : Mengenai faktor-faktor eksternal yang dapat menyebabkan turunnya nilai Quality of Service (QoS) seperti ruangan pemisah yang berkaca dan lingkungan kerja yang padat sehingga perlu adanya sinyal penguat seperti perangkat repeater. Sangat ideal dengan maksimal pengguna jaringan internet sebesar kurang lebih 120 pengguna untuk penelitian ini. Disarankan untuk menambah bandwidth dari provider untuk pengalokasian di jaringan nirkabel di PT. Plaza Toyota Green Garden. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya menggunakan metode lain untuk evaluasi dan hasil yang lebih baik dari penelitian ini. Sangat ideal dengan maksimal pengguna jaringan internet sebesar kurang lebih 120 DAFTAR PUSTAKA