Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PERAN AKTIF PEMUDA KARANG TARUNA PUJUT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA STRATEGI PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN WAWASAN Putri Rizkiyah1*. Achlan Fahlevi Royanow2. Saiful Fahmi3. Ali Muhtasom4. Amirosa Ria Satiadji5 1,2,3,4,5 Politeknik Pariwisata Lombok e-mail: putri. rizkiyah@ppl. id, achlan@ppl. fahmi@ppl. id, ali@ppl. id, amirosa@ppl. ABSTRACT The development of tourist villages, such as the Kuta Mandalika Tourism Village which joins the Jadesta platform, is important to improve the local economy and preserve culture and the environment, while the Pujut Youth Organization requires skills improvement to optimize the potential of tourist villages. This research aims to increase the capacity of Karang Taruna Pujut members through the Technical Guidance program implemented by the Center for Research and Community Service (P3M) of the Lombok Tourism Polytechnic. The implementation method includes three stages: training, field visits, and presentation of the action For four days, participants were divided into three groups and received training and field visits in Bali. The results of the activity showed an increase in participants' skills and knowledge, with an innovative action plan designed for the development of tourist The participants' responses were positive, indicating the success of the program in broadening their insight and skills in the tourism sector and the active role of Karang Taruna Pujut in developing tourist villages. Keywords: active role, karang taruna, tourist village, community Putri Rizkiyah. Achlan Fahlevi Royanow. Saiful Fahmi. Ali Muhtasom, dan Amirosa Ria Satiadji Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 ABSTRAK Pengembangan desa wisata, seperti Desa Wisata Kuta Mandalika yang bergabung dalam platform Jadesta, penting untuk meningkatkan perekonomian lokal serta melestarikan budaya dan lingkungan, sementara Karang Taruna Pujut memerlukan peningkatan keterampilan untuk mengoptimalkan potensi desa Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Karang Taruna Pujut melalui program Bimbingan Teknis yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Lombok. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: pelatihan, kunjungan lapangan, dan pemaparan rencana aksi. Selama empat hari, peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan mendapatkan pelatihan serta kunjungan lapangan di Bali. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta, dengan rencana aksi inovatif yang dirancang untuk pengembangan desa wisata. Respon peserta positif, mengindikasikan keberhasilan program dalam memperluas wawasan dan keterampilan mereka di bidang pariwisata dan peran aktif dari Karang Taruna Pujut dalam pengembangan desa wisata. Kata Kunci: peran aktif, karang taruna, desa wisata, pengabdian Peran Aktif Pemuda Karang Taruna Pujut dalam Pengembangan Desa Wisata Strategi Peningkatan Keterampilan dan Wawasan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PENDAHULUAN Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting dalam memanfaatkan potensi desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat serta melestarikan budaya dan lingkungan. Salah satu tujuan utama dari pengembangan desa wisata adalah memberdayakan masyarakat lokal, terutama generasi muda. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa terdapat sekitar 7. 500 desa di Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata, dengan target sebanyak 6. 000 desa wisata terbentuk pada tahun 2024 (Widyanti, 2. Dalam upaya pengembangan tersebut, desa wisata perlu memetakan potensi-potensi yang dapat dijadikan sebagai atraksi wisata, seperti sumber daya alam, sejarah, seni dan budaya, serta sumber daya manusia yang ada (Hadi et al. , 2. Dengan memaksimalkan potensi ini, diharapkan perekonomian masyarakat setempat dapat meningkat. Penelitian yang dilakukan di Desa Wisata Gubugklakah. Kabupaten Malang, menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata berdampak positif terhadap perekonomian serta sosial budaya masyarakat desa, yang pada akhirnya mendukung konsep pariwisata berkelanjutan (Febriana & Pangestuti, 2. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terdapat 99 desa wisata yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota dan telah disahkan melalui Surat Keputusan Gubernur. Salah satunya adalah Desa Wisata Kuta Mandalika yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah. Desa Wisata Kuta Mandalika juga telah tergabung dalam Jadesta (Jejaring Desa Wisat. , sebuah platform digital yang dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memetakan dan mempromosikan desa wisata di seluruh Indonesia. Jika target Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk 000 desa wisata terlaksana pada tahun 2024, maka terdapat Putri Rizkiyah. Achlan Fahlevi Royanow. Saiful Fahmi. Ali Muhtasom, dan Amirosa Ria Satiadji Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 potensi penciptaan sekitar 4,4 juta lapangan kerja baru di sektor ekonomi Di desa wisata, generasi muda dapat berinovasi dan menciptakan produk-produk kreatif (Widyanti, 2. Karang Taruna, sebagai organisasi pemuda tingkat desa, memegang peran penting dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan desa. Misalnya. Karang Taruna Bhakti Pertiwi di Kabupaten Malang telah menyusun program kerja dalam pengembangan desa wisata dengan tujuan menarik wisatawan (Azizah et , 2. Studi di Desa Tibubeneng. Kabupaten Bali, juga menunjukkan bahwa 91% pemuda berperan dalam pengembangan desa wisata (Prabawati, 2. Studi lain juga mengungkapkan bahwa didalam Pembangunan dan pengembangan desa, pemuda memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan potensi desa (Ihwanudin et al. , 2. Di Desa Wisata Kuta Mandalika sendiri. Karang Taruna Pujut juga memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan desanya. Dalam upaya mengembangkan desa wisata. Karang Taruna perlu meningkatkan keterampilan dan wawasan, terutama di bidang pariwisata. Misalnya. Karang Taruna Desa Hanura di Provinsi Lampung telah ikut serta dalam mempromosikan desa mereka melalui pelatihan digital marketing (Puspaningtyas et al. , 2. Sementara itu. Karang Taruna Desa Lengkong Kulon di Tangerang memanfaatkan teknologi media komunikasi untuk mempromosikan desa wisata mereka (Nurdiansyah et al. , 2. Di Desa Kadugenep. Kabupaten Serang, fokus Karang Taruna adalah pada peningkatan keterampilan berbahasa Inggris di bidang pariwisata (Sadikin & Lutfiyah, 2. Pengembangan ekowisata di Desa Kertawirama. Kabupaten Kuningan. Jawa Barat, juga melibatkan Karang Taruna dalam menyusun strategi pengelolaan ekowisata yang baik (Setiawati & Yan hardiansyah, 2. Desa Wisata Pujon Kidul di Kabupaten Malang, yang telah meraih penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Peran Aktif Pemuda Karang Taruna Pujut dalam Pengembangan Desa Wisata Strategi Peningkatan Keterampilan dan Wawasan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 juga melibatkan Karang Taruna dalam pengembangan desa mereka (Kusuma, 2. Karang Taruna Pujut, yang dipimpin oleh Sri Anom Putra Sanjaya, atau lebih dikenal sebagai Bapak Anom, terus berupaya mengembangkan pariwisata di Kawasan Kuta Mandalika. Mereka telah memetakan kebutuhan keterampilan anggota, seperti penyusunan paket wisata, keterampilan barista, dan peningkatan wawasan untuk berwirausaha. Namun, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan Desa Wisata Kuta Mandalika adalah latar belakang para anggota yang bukan dari bidang pariwisata dan hospitaliti. Oleh karena itu. Karang Taruna Pujut terus berusaha meningkatkan keterampilan dan wawasan mereka melalui bimbingan teknis dan pelatihan pariwisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi maupun Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, mereka juga menjalin koordinasi dengan Politeknik Pariwisata Lombok, sebuah kampus vokasi di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah dan memiliki empat program studi: Usaha Perjalanan Wisata. Divisi Kamar. Seni Kuliner, dan Tata Hidang. Kebutuhan Karang Taruna Pujut untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan, khususnya dalam penyusunan paket wisata, barista, dan diakomodasi melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Lombok, yang Bimbingan Teknis Kepariwisataan bagi masyarakat di Kawasan Kuta Mandalika. PELAKSANAAN DAN METODE Setelah melakukan pertimbangan terhadap kebutuhan, penyesuaian waktu pelaksanaan, dan capaian kegiatan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Lombok, telah Putri Rizkiyah. Achlan Fahlevi Royanow. Saiful Fahmi. Ali Muhtasom, dan Amirosa Ria Satiadji Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 ditentukan bahwa peningkatan keterampilan dan wawasan Karang Taruna Pujut akan dilaksanakan melalui metode Bimbingan Teknis (Bimte. Kepariwisataan. Program ini, yang merupakan salah satu inisiatif P3M, terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap pelatihan, tahap kunjungan lapangan/karyawisata, dan tahap pemaparan rencana aksi. Bimbingan teknis adalah pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dalam keahlian teknis. Metode ini telah diterapkan di Kabupaten Lahat untuk melatih masyarakat dalam membuat konten visual produk wisata (Karo et al. , 2. serta di Desa Padusan Mojokerto untuk instalasi sistem penjernihan air di kolam renang, yang berdampak pada peningkatan pemahaman warga desa (Irawan et al. , 2. Dalam pelaksanaannya, anggota Karang Taruna Pujut dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok penyusunan paket wisata, kelompok barista, dan kelompok wirausaha, masing-masing terdiri dari 18 orang. Setiap kelompok mendapatkan fasilitator atau pendamping dari dosen internal Politeknik Pariwisata Lombok: dua dosen dari Program Studi Usaha Perjalanan Wisata untuk kelompok penyusunan paket wisata, dua dosen dari Program Studi Tata Hidang untuk kelompok barista, dan dua dosen dari Unit Kewirausahaan untuk kelompok wirausaha. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari. Pada hari pertama, setiap kelompok menerima materi dan pendampingan dari dosen. Pada hari kedua hingga hari keempat, peserta melakukan kunjungan lapangan atau karyawisata ke lokasi yang relevan dengan keterampilan masing-masing Metode kunjungan lapangan atau karyawisata terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar (Wulandari, 2. dan dalam pembentukan karakter serta pemahaman, serta menumbuhkan aspek moral feeling (Astriya, 2. Kunjungan lapangan dilakukan di Pulau Bali, di mana pada hari pertama peserta mengunjungi Desa Wisata Penglipuran dan Peran Aktif Pemuda Karang Taruna Pujut dalam Pengembangan Desa Wisata Strategi Peningkatan Keterampilan dan Wawasan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 mendengarkan motivasi pengembangan desa wisata dari Bapak Dr. Nyoman Kandia. Ag, seorang tokoh pariwisata Bali. Pada hari kedua, kelompok penyusunan paket wisata mengunjungi Asia Link Holiday, kelompok barista mengunjungi Koffietons Bali dan Twenty Milli Coffee, serta kelompok wirausaha mengunjungi Desa Wisata Taro. Adapun tahapan dan waktu pelaksanaan, dan materi yang didapatkan para peserta tertuang pada tabel di bawah ini: No. Tabel 1. Agenda pelaksanaan kegiatan Tahapan Lokasi Waktu Tema/Agenda Pelaksanaan Pelaksanaan Pelaksanaan Tahap Politeknik Pengantar Pelatihan Pariwisata September Perencanaan Lombok Paket Wisata Manual Brew Entrepreneurship Ae Design Thinking Kunjungan Desa Wisata 23 Observasi Lapangan Lapangan Penglipuran September Warung Best Praktis Dapur Alam. September Membangun Desa Sanur Wisata Mas Ubud (Dr. Mangku Kandi. Asia Link 24 Penyusunan Paket Holiday September Wisata Koffietons Barista Bali dan September Twenty Milli 2023 Coffee Desa Wisata 24 Kewirausahaan Taro September Putri Rizkiyah. Achlan Fahlevi Royanow. Saiful Fahmi. Ali Muhtasom, dan Amirosa Ria Satiadji Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 No. Tahapan Lokasi Pelaksanaan Pelaksanaan Paparan Prime Bizz Rencana Hotel. Kuta Aksi Bali Sumber: Tim Pengabdi . Waktu Pelaksanaan September Tema/Agenda Pemaparan rencana aksi dari masingmasing kelompok Untuk mengukur keberhasilan program secara efektif, setiap kelompok diharapkan untuk melakukan diskusi mendalam guna merancang dan menyusun rencana aksi yang akan mereka implementasikan. Selama proses perancangan ini, kelompok-kelompok tersebut akan mendapatkan masukan berharga dari dosen-dosen yang berperan sebagai pelatih dan pendamping, yang akan memberikan bimbingan serta umpan balik untuk memastikan bahwa rencana aksi yang dihasilkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1 di bawah ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), dosen Politeknik Pariwisata Lombok, dan Karang Taruna Pujut dalam sebuah kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta peran aktif pemuda desa wisata dalam mengelola dan melestarikan budaya serta lingkungan di Kawasan Kuta Mandalika. Melalui metode bimbingan teknis dan kunjungan lapangan atau studi wisata, kegiatan ini telah memberikan wawasan dan ide kepada Karang Taruna Pujut untuk penyusunan rencana aksi dalam pengembangan desa wisata. Peran Aktif Pemuda Karang Taruna Pujut dalam Pengembangan Desa Wisata Strategi Peningkatan Keterampilan dan Wawasan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Gambar 1. Pembukaan Acara Sebanyak 54 pemuda dari Karang Taruna Pujut terlibat dalam kegiatan ini, yang dibagi menjadi tiga kelompok dengan masing-masing 18 anggota: kelompok penyusunan paket wisata, kelompok barista, dan kelompok wirausaha. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan dari dua fasilitator. Kelompok penyusunan paket wisata difasilitasi oleh Bapak Lalu Ratmaja. Pd. Pd. , dan Ibu Ida Ayu Yadnya Sari Dewi Utami Pidada. Pd. Kom. , yang merupakan dosen tetap di Program Studi Usaha Perjalanan Wisata. Kelompok barista dibimbing oleh Bapak Ainul Yakin. Pd. , dan Ibu Herlina. SH. MH. , yang juga merupakan dosen tetap di Program Studi Tata Hidang. Sementara itu, kelompok wirausaha didampingi oleh Bapak Rumba. SST. Par. Par. , dan Bapak Dimas Purnama Dewata. Tr. Par. , yang merupakan dosen tetap yang menangani Unit Kewirausahaan di Politeknik Pariwisata Lombok. Selain itu, dosen dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, yaitu Ibu Putri Rizkiyah. Par. Bapak Achlan Fahlevi Royanow. Tr. Par. , dan Bapak Saiful Fahmi. , bertanggung jawab Putri Rizkiyah. Achlan Fahlevi Royanow. Saiful Fahmi. Ali Muhtasom, dan Amirosa Ria Satiadji Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 merumuskan program pengabdian ini serta mengatur pelaksanaan kegiatan sehingga berjalan dengan baik dan lancar. Gambar 2. Bimtek Penyusunan Paket Wisata Pada Gambar 2 adalah bimbingan teknis penyusunan paket wisata, barista, dan wirausaha, dimana pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan di kampus Politeknik Pariwisata Lombok. Setelah acara dibuka oleh Direktur. Bapak Dr. Ali Muhtasom. Md. , para peserta yang telah terbagi menjadi tiga kelompok mengikuti pelatihan di tiga lokasi berbeda bersama para fasilitator. Kelompok penyusunan paket wisata mengikuti pelatihan di ruang laboratorium praktik GDS Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, dengan tema "Pengantar Perencanaan Paket Wisata. " Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman tentang cara mengidentifikasi dan menggali potensi wisata, khususnya yang terdapat di Desa Wisata Kuta Mandalika. Mereka juga belajar mengidentifikasi atraksi wisata, akomodasi seperti hotel dan homestay yang tersedia di Desa Kuta Mandalika, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, peserta diajarkan untuk memahami segmentasi pasar yang tepat untuk Desa Kuta Mandalika. Mereka juga mempelajari cara menyusun itinerary yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan, menentukan harga paket wisata yang kompetitif Peran Aktif Pemuda Karang Taruna Pujut dalam Pengembangan Desa Wisata Strategi Peningkatan Keterampilan dan Wawasan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 namun tetap menguntungkan, serta diberikan pengenalan singkat tentang strategi pemasaran paket wisata yang telah disusun. Gambar 3. Bimtek Barista Pada gambar 3 adalah kelompok barista mengikuti pelatihan di Barista Lounge, ruang laboratorium praktik Program Studi Tata Hidang. Pelatihan ini mengangkat tema "Manual Brew," di mana peserta diberikan pemahaman tentang cara memilih biji kopi, teknik penyeduhan menggunakan berbagai metode, serta penggilingan kopi yang sesuai dengan metode manual brew. Selain itu, peserta juga mempelajari rasio air terhadap kopi dan suhu air yang digunakan dalam proses penyeduhan untuk menghasilkan cita rasa kopi yang optimal. Sementara itu, kelompok wirausaha mengikuti pelatihan di ruang co-working space Gedung Rektorat dengan tema "Entrepreneurship Ae Design Thinking. " Pelatihan ini berfokus pada pengembangan kemampuan dalam membentuk tim yang ideal untuk memulai bisnis, serta memahami komposisi yang tepat dalam tim agar dapat mencapai tujuan perusahaan atau organisasi dengan efektif. Kunjungan Lapangan/Karyawisata Putri Rizkiyah. Achlan Fahlevi Royanow. Saiful Fahmi. Ali Muhtasom, dan Amirosa Ria Satiadji Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Pada hari kedua, peserta melakukan perjalanan ke Pulau Bali menggunakan angkutan laut. Setibanya di Bali, mereka mengunjungi Desa Wisata Penglipuran dan mendengarkan motivasi dari Bapak Dr. Mangku Nyoman Kandia, tokoh pariwisata Bali. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang desa sesuai Undang-Undang, maksud dan tujuan desa wisata, prinsip pengembangan desa wisata, dukungan dalam pengembangan desa wisata, perencanaan pengembangan desa wisata, serta contoh paket wisata desa. Pada hari ketiga, sesuai dengan jadwal yang telah disusun, kelompok penyusunan paket wisata mengunjungi Asia Link Holiday. Di sini, peserta memperoleh wawasan tentang operasional sehari-hari travel agent, termasuk proses pemesanan tiket, penyusunan paket wisata, dan reservasi dengan pelanggan. Mereka juga mempelajari cara travel agent memberikan informasi kepada pelanggan mengenai destinasi serta menyelesaikan konflik dari keluhan pelanggan. Selain itu, peserta diberikan penjelasan tentang strategi penetapan harga yang bersaing dan berinteraksi langsung dengan para profesional di bidang agen perjalanan wisata. Kelompok barista mengunjungi dua tempat, yaitu Koffietons Bali dan Twenty Milli Coffee. Peserta mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung mengenai teknik penyeduhan kopi, memahami proses operasional sehari-hari, serta berinteraksi dengan barista profesional. Mereka juga memperoleh tips dan trik dari praktisi, termasuk motivasi tentang bagaimana memulai dan mempertahankan usaha kopi agar tetap eksis dan berdaya saing. Kelompok wirausaha mengunjungi Desa Wisata Taro di Kecamatan Tegallalang. Kabupaten Gianyar. Bali. Di sana, peserta mempelajari cara desa ini dikelola dengan melibatkan masyarakat lokal, menjaga keaslian budaya dan lingkungan, serta tetap menghasilkan manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan. Peran Aktif Pemuda Karang Taruna Pujut dalam Pengembangan Desa Wisata Strategi Peningkatan Keterampilan dan Wawasan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Paparan Rencana Aksi Setelah menerima bimbingan teknis tentang penyusunan paket wisata, barista, dan wirausaha, serta melakukan kunjungan lapangan, para peserta diberikan waktu untuk berdiskusi dalam kelompok mengenai peran Karang Taruna dalam pengelolaan dan pengembangan Desa Wisata Kuta Mandalika. Diskusi ini menghasilkan rencana aksi yang mencakup program-program inovatif yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu menengah, yaitu selama tiga tahun. Rencana aksi tersebut mencakup profil usaha yang meliputi nama usaha, lokasi, dan bidang usaha, serta target pangsa pasar, kebutuhan sumber daya manusia, pembiayaan atau modal, dan target kemitraan. Setiap kelompok memaparkan rencana aksi mereka selama maksimal 15 menit, diikuti dengan sesi pemberian saran dan masukan dari para fasilitator. Respon peserta selama mengikuti kegiatan ini sangat positif. Mereka merasakan peningkatan keterampilan, pengetahuan, wawasan, serta mendapatkan pengalaman praktis dengan melihat langsung perkembangan desa wisata dan faktor pendukung lainnya. Selain itu, peserta juga memperluas jaringan dengan bertemu para profesional di bidang pelatihan yang mereka butuhkan, membuka peluang untuk kolaborasi di masa Dalam pelaksanaan kegiatan ini, terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan durasi pelaksanaan bimbingan teknis yang terbilang singkat. Kegiatan ini hanya berlangsung selama satu hari, yang menyebabkan peserta tidak memiliki cukup waktu untuk memahami secara mendalam keterampilan yang diajarkan. Durasi yang terbatas ini menjadi tantangan utama karena mengurangi kesempatan bagi peserta untuk terlibat aktif dalam proses belajar, terutama dalam hal Putri Rizkiyah. Achlan Fahlevi Royanow. Saiful Fahmi. Ali Muhtasom, dan Amirosa Ria Satiadji Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 praktik mandiri yang sangat penting untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan yang baru saja mereka pelajari. Selain itu, waktu yang singkat juga membatasi ruang bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan lebih lanjut. Interaksi antara peserta dan fasilitator dan narasumber menjadi kurang optimal, sehingga beberapa peserta mungkin merasa belum sepenuhnya memahami materi yang Kurangnya waktu untuk diskusi dan tanya jawab yang mendalam dapat mengakibatkan peserta tidak mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh secara efektif. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan perpanjangan durasi pelaksanaan atau pemberian sesi tambahan yang memungkinkan peserta untuk lebih banyak berlatih dan berinteraksi dengan fasilitator, guna memastikan pencapaian tujuan pelatihan yang lebih optimal. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yang melibatkan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), dosen Politeknik Pariwisata Lombok, dan Karang Taruna Pujut, berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan peran aktif pemuda dalam pengelolaan dan pengembangan Desa Wisata Kuta Mandalika. Melalui bimbingan teknis dan kunjungan lapangan, peserta memperoleh pengetahuan praktis dan teori yang mendalam dalam penyusunan paket wisata, teknik barista, dan kewirausahaan. Diskusi kelompok dan rencana aksi yang dihasilkan menunjukkan antusiasme dan komitmen peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam pengembangan desa wisata. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala, terutama terkait dengan waktu pelaksanaan yang terbatas. Peran Aktif Pemuda Karang Taruna Pujut dalam Pengembangan Desa Wisata Strategi Peningkatan Keterampilan dan Wawasan Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Untuk disarankan agar waktu pelaksanaan bimbingan teknis diperpanjang untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi peserta dalam memahami materi secara mendalam dan melakukan praktik mandiri. Penambahan sesi tanya jawab dan konsultasi langsung dengan fasilitator dapat membantu peserta dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi. Selain itu, memperluas jaringan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti praktisi industri dan pemangku kepentingan lokal dapat memperkaya pengalaman peserta dan memberikan wawasan yang lebih luas. Penyusunan program yang lebih komprehensif dan terstruktur akan mendukung pencapaian tujuan yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata. Putri Rizkiyah. Achlan Fahlevi Royanow. Saiful Fahmi. Ali Muhtasom, dan Amirosa Ria Satiadji Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 DAFTAR PUSTAKA