Tarjih Agriculture System Journal e-ISSN : 2798-8317 Journal Homepage : https://jurnal-umsi. id/index. php/agriculture Pemberdayaan Petani Kakao Melalui Kegiatan Program READSI (Rural Empowerment And Agricultural Development Scaling-Up Initiativ. (Studi Kasus di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utar. Empowering Cocoa Farmers Through READSI (Rural Empowerment And Agricultural Development Scaling-Up Initiativ. Program Activities (Case Study in Kalotok Village. South Sabbang District. North Luwu Regenc. Sulfiana*. Sri Astuti Restu Deoni. Helda Ibrahim Program Studi Agribisnis. Universitas Islam Makassar. Makassar Vol. No 1 : 67 Ae 79, 2022 *e-mail: dpk@uim-makassar. Abstrak Petani harus diberdayakan karena dalam rangka untuk meningkatkan harkat dan martabat golongan masyarakat tani yang sedang dalam kondisi miskin. Salah satu program dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani kakao melalui pemberdayaan petani adalah Program READSI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan program READSI dan menganalisis pemberdayaan petani kakao melalui kegiatan program READSI di Kabupaten Luwu Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang tergabung dalam 3 kelompoktani . Penarikan sampel petani dilakukan secara sengaja mengambil sampel 1 kelompoktani yang terbaik sebanyak 25 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan program READSI . Pengembangan pertanian dan mata pencaharian di pedesaan: pengorganisasian masyarakat, . pertanian dan mata pencaharian, . Simpan pinjam dan pengelolaan keuangan dan . promosi perbaikan gizi, . Peningkatan pelayanan penyuluhan, penyediaan saprodi dan pemasaran: . peningkatan pelayanan penyuluhan pertanian, . peningkatan kelembagaan keuangan, . sistem pengadaan benih, . dukungan pelayanan dan pemasaran bagi petani Kegiatan pemberdayaan petani kakao melalui kegiatan program READSI: . Sekolah Lapang: . tempat pelaksanaan SL diaula gereja, kehadiran saat SL, ketepatan waktu peserta SL, penjelasan materi, penguasaan materi. Pemberian bantuan dana: pembelian bibit kakao, . pembelian pupuk NPK, . pembelian pupuk organik, . pembelian POC, . pembelian kaptan, . pembelian insektisida, . pembelian herbisida dan . pembelian fungisida. Pemberian bantuan alsintan, setuju dan tidak setuju. Bimbingan lanjutan: . pelatihan agronomi kakao untuk petani dan . pelatihan bisnis . Kata Kunci : Pemberdayaan. Petani Kakao. READSI Pendahuluan Sektor Indonesia merupakan pusat dari pembangunan ekonomi, sebab sector pertanian didalam struktur pembangunan ekonomi nasional Sektor mendapatkan cukup besar perhatian dari pemerintah sebab peranannya begitu penting didalam pembangunan ekonomi, utamanya dalam jangka panjang serta pemulihan Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 ekonomi nasional. Peranan sector pertanian adalah sumber dari penghasilan bahan pokok serta penyedia lapangan pekerjaan kepada sebagian besar penduduk Indonesia. Pelaku utama pembangunan pertanian di Indonesia adalah petani kecil dimana mereka termasuk dalam golongan ekonomi lemah baik dalam hal permodalan, penguasaan penerapan teknologi maupun lemah semangatnya untuk maju (Mardikanto, 2. Masyarakat petani di pedesaan meningkatkan keterampilannya sehingga kesejahteraan mereka dapat meningkat, karena minimnya keterampilan petani menyebabkan kebutuhan pokok yang diperlukan petani akan berbeda setiap tahunnya sehingga menyebabkan petani harus membagi hasil panennya dengan kebutuhan pokok. Hal ini tidak akan bisa berjalan sebagaimana apa yang sudah dicitacitakan yaitu adanya pemberian bantuan modal, pelatihan dan manajemen anggaran yang akan dikeluarkan, oleh karena itu pembanguna ekonomi nasional harus berbasis pertanian dan pedesaan yang secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin (Bernardus Seran. ,2. Pemberdayaan petani merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kakao, karena komoditi kakao adalah hasil perkebunan yang sangat berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Kakao adalah komoditas ekspor penghasil devisa selain gas dan minyak serta menjadikan Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga dunia setelah Ghana dan Pantai Gading. Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan dari subsektor perkebunan di Indonesia. Seluruh proses agribisnis yang melibatkan kakao mulai dari petani subsistem hulu sampai hilir berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Salah satu program dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani kakao melalui pemberdayaan petani adalah READSI (Rural Empowerment Agricultural Development Scaling-Up Initiativ. Pada tahun 2018 hingga tahun 2014 mulai diluncurkan program pemerintah yakni program READ (Rural Empowerment and Agricultural Developme. di 5 . kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah melalui pendanaan pinjaman dan hibah luar negeri (PLHN) dari IFAD (International Fund Agricultura. Bappenas menganggap bahwa program READ merupakan proyek yang berhasil karena mampu memberdayakan petani kecil, meningkatkan produksi dan pendapatannya serta dapat memperkuat kelembagaan petani di desa melalui satu paket lengkap program pemberdayaan yang terintegrasi dengan lembaga swasta seperti PT. READSI mempunyai tujuan jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga petani miskin di Indonesia dan memberdayakan rumah tangga di pedesaan utamanya yang berada di Sulawesi. Kalimantan Barat dan NTT baik secara perorangan maupun secara berkelompok dengan keterampilan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan taraf hidup secara berkelanjutan baik di sector petanian maupun non pertanian. Dengan demikian Program READSI memberdayakan petani melalui penguatan kelembagaan petani . elompok tani, peranannya sebagai unit usaha ekonomi sangat penting dilakukan sebagai untuk memecahkan masalah secara efektif dan efisien yang berhubungan dengan upaya peningkatan produksi dan pendapatan rumah tangga petani . esejahteraan petan. Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 Metode Penelitian Populasi dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani respondendi lokasi Data primer yang digunakan mencakup keadaan usahatani berupa keadaan keluarga petani, kondisi usahataninya, biaya produksi, harga jual di tingkat petani, dan Sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara. Biro Pusat Statistik Kabupaten Luwu Utara. Kantor Desa Kalotok dan instansi-instansi lain yang terkait. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang tergabung dalam 3 kelompok tani yang mengusahakan tanaman kakao dan mendapatkan program kegiatan READSI. Jumlah setiap kelompok tani terdiri dari 25 orang anggota, jadi jumlah populasi sebanyak 75 orang petani responden. Penarikan sampel petani dilakukan secara sengaja dengan mengambil sampel dari 1 . kelompok tani yang terbaik sebanyak 25 orang Metode pengambilan data Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk permasalahan pertama dianalisis dengan Deskriptif Kualitatif. Data yang diperoleh baik data primer maupun data sekunder dianalisis kemudian disajikan secara Deskriptif Kualitatif, yaitu menjelaskan, menguraikan, permasalahan apa adanya mengenai pemberdayaan petani kakao melalui kegiatan program READSI. Untuk permasalahan yang kedua dianalisis dengan tingkat persentase dengan memakai Skala Guttman. Pengumpulan Data Jenis Data pada penelitian ini adalah Data kualitatif adalah data yang bukan merupakan bilangan, atau bisa diartikan data berupa ciri-ciri, sifat-sifat, keadaan, atau gambaran dari kualitas objek yang Data kuantitatif adalah data yang berupa bilangan, nilainya bisa berubah-ubah atau bersifat variatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah : Data primer yaitu data yang didapat dari sumber informan pertama yaitu individu wawancara yang dilakukan oleh penulis. Data ini akan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang menjadi subyek dalam penelitian ini yaitu petani kakao. Data sekunder, yaitu data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan Data sekunder biasanya didapatkan di tempat kumpulan informasi seperti perpustakaan. Dinas Pertanian. Badan Pusat Statistik, kantor-kantor pemerintah dan sebagainya. Pengumpulan langsung, observasi dan pencatatan terhadap responden untuk memperoleh informasi atau data-data yang diperlukan. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah petani kakao yang mendapatkan program READSI yang berada di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara. Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi : umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani kakao, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan. Umur Umur responden merupakan usia petani responden pada saat dilakukan penelitian, yang dinyatakan dalam tahun. Umur petani akan mempengaruhi kemampuan fisik dan respon terhadap hal- Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 Umur petani merupakan salah satu faktor penting dalam usahatani. Kemampuan fisik petani dalam mengelola usahataninya sangat dipengaruhi oleh umur petani. Hasil pengumpulan data yang diperoleh menunjukkan bahwa umur responden bervariasi, mulai dari 27 tahun sampai 59 tahun. Umur responden disajikan pada Tabel 8. Tabel 8. Umur Responden di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara, 2021 Umur Jumlah Persentase (Tahu. (Oran. (%) 27 Ae 37 36,00 38 Ae 48 40,00 49 Ae 59 24,00 Total 100,00 Sumber : Data Primer Diolah, 2021 mengambil keputusan untuk mengelola Tingkat Pendidikan Formal Tingkat merupakan salah satu faktor yang menjalanakan usahatani. Semakin tinggi tingkat pendidikan petani maka akan semakin mudah petani menerima inovasi baru, sehingga petani dapat meningkatkan maupun mengembangkan usahataninya. Hasil diperoleh bahwa tingkat pendidikan formal responden bervariasi, tingkat pendidikan formal mulai dari tamat SD/tidak tamat SD sampai dengan tamat S1. Lama pendidikan responden disajikan pada Tabel 9. Tabel 9. Tingkat Pendidikan Responden di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara, 2021 Tingkat Jumlah Persentase Pendidikan (Oran. (%) Formal 36,00 SMP 28,00 SMA 32,00 4,00 Total 100,00 Sumber : Data Primer Diolah, 2021 Tabel 8 menunjukkan bahwa umur responden yang tertinggi adalah umur 38 Ae 48 tahun sebanyak 10 orang . ,00%), disusul umur 27 Ae 37 tahun sebanyak 9 orang . ,00%) dan yang terkecil adalah umur 49 Ae 59 tahun sebanyak 6 orang . ,00%). Umur responden tersebut masih tergolong dalam kategori umur produktif sehingga dapat dikatakan bahwa responden masih potensial untuk mengelola usaha Tingkat umur merupakan salah satu faktor yang menentukan bagi petani dalam upaya pengelolaan usahataninya. Umur akan sangat mempengaruhi kemampuan fisik dan cara berpikir. Petani yang berusia muda memiliki kemampuan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan petani yang berusia tua. Namun demikian, petani yang memiliki usia lebih tua relatif memiliki pengalaman yang lebih banyak, sehingga akan mempengaruhi kematangan dalam Tabel 9 menunjukkan bahwa responden di daerah penelitian memiliki rata-rata lama pendidikan yaitu Tamat SD sebanyak 9 orang . ,00%). Tamat SMP sebanyak 7 orang . ,00%). Tamat SMA sebanyak 8 orang . ,00%) dan Tamat Sarjana (S. sebanyak 1 orang . ,00%). Tingkat pendidikan formal yang dimaksud di atas adalah tingkat pendidikan formal yang dimiliki oleh Tingkat pendidikan ini merupakan salah satu faktor yang usahataninya, terutama kaitannya dengan Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 Ae 43 tahun dan terdapat 7 responden . ,00%) yang memiliki pengalaman berusahatani kakao antara 20 Ae 31 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman berusahatani akan berpengaruh terhadap tingkat keterampilan responden dalam mengelola usahataninya. Semakin lama responden mengusahakan usahataninya, maka semakin tinggi pula pengetahuan dan keterampilannya sehubungan dengan usaha yang dikelolanya. penyerapan inovasi dan teknologi dalam menunjang pencapaian tingkat produksi yang optimal. Pendidikan dapat mempengaruhi cara berpikir dan akan menentukan seorang petani dalam mengadopsi dan menerima inovasi baru serta pemahaman terhadap informasi yang didapat. Pendidikan formal yang relatif lebih tinggi akan lebih memudahkan petani dalam menerapkan teknologi baru dan teknik-teknik baru dalam usahataninya, sehingga dengan demikian kemajuankemajuan teknologi dalam usaha pertanian dapat diaplikasikan dengan baik dan cepat. Jumlah Tanggungan Keluarga Tanggungan dimaksud disini adalah keseluruhan anggota keluarga yang memiliki beban hidup bagi responden bersangkutan. Anggota keluarga ini dapat berfungsi sebagai tenaga kerja dalam keluarga. Anggota keluarga responden terdiri dari responden itu sendiri, istri, anak dan anggota keluarga lainnya yang menjadi tanggungannya. Jumlah anggota keluarga responden akan berpengaruh pengambilan keputusan dalam hal usahataninya, karena anggota keluarga responden dapat merupakan sumber tenga kerja dalam usahataninya terutama anggota keluarga yang produktif, selain itu jumlah anggota keluarga merupakan salah satu potensi yang sangat menentukan dalam peningkatan produksi dan pendapatannya. Mereka yang memiliki sedikit menyediakan sarana produksi akan tetapi bagi responden yang memiliki banyak tanggungan alokasi modal untuk penyediaan sarana produksi akan sangat peningkatan produksi dan pendapatan kurang terwujud. Tabel 11. Jumlah Tanggungan Keluarga Responden di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara, 2021 Pengalaman Berusahatani Pengalaman berusahatani secara tidak langsung dapat Petani produksi maupun kegiatan usahatani. Semakin lama pengalaman petani dalam berusahatani maka memungkinkan petani semakin efisien dalam menggunakan faktor produksi. Tabel Pengalaman Kakao Pengalaman Berusahatani (Tahu. Jumlah (Oran. 8 Ae 19 20 Ae 31 32 Ae 43 Berusahatani Persentase (%) 40,00 28,00 32,00 Total 100,00 Sumber : Data Primer Diolah, 2021 Tabel 10 menunjukkan bahwa responden dalam berusahatani kakao sudah cukup lama, terdapat 10 responden ,00%) berusahatani kakao antara 8 Ae 19 tahun, 8 ,00%) pengalaman berusahatani kakao antara 32 Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 Tanggungan Keluarga (Oran. Jumlah (Oran. 1Ae2 3Ae4 5Ae6 lahan petani responden cukup luas. Sehingga diharapkan petani dapat memanfaatkan lahan yang dimiliki dengan baik dalam mengelola usahatani kakaonya. Hal ini di karenakan Desa Kalotok merupakan salah satu desa yang memiliki luas lahan kakao terbesar di Kecamatan Sabbang Selatan. Persentase (%) 32,00 52,00 16,00 Total 100,00 Sumber : Data Primer Diolah, 2021 Kegiatan Program READSI di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara Kegiatan Program READSI di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara terdiri dari 4 komponen utama, antara lain: Tabel 11 menunjukkan bahwa tanggungan keluarga responden yang terbanyak adalah 3 Ae 4 orang yaitu sebanyak 13 responden . ,00%), disusul 1 Ae 2 orang sebanyak 8 responden . ,00%), dan yang terkecil adalah 5 Ae 6 orang sebanyak 4 responden . ,00%). Hal ini dapat dikatakan bahwa rata-rata jumlah tanggungan petani responden masih relatif kecil. Pengembangan Pertanian Matapencaharian di Pedesaan Komponen pertama ini bertujuan kelompok miskin di dalam Desa Kalotok dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan prioritas pembangunan mereka secara menyeluruh dan transparan sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya dan peluang yang ada di Desa Kalotok. Tabel 13. Pengembangan Pertanian dan Mata Pencaharian di Desa Kalotok Luas Lahan Luas lahan adalah luas wilayah yang diusahakan petani responden untuk kegiatan budidaya. Luas lahan sangat berpengaruh pada kegiatan usahatani yang di jalankan oleh petani. Adapun luas lahan yang dimiliki oleh petani responden di sajikan pada Tabel 12. Tabel 12. Jumlah Luas Lahan Responden di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara, 2021 Luas Lahan Jumlah Persentase (H. (Oran. (%) 0,50 Ae 0,99 4,00 1,00 Ae 1,99 60,00 2,00 Ae 2,99 36,00 Total 100,00 Sumber : Data Primer Diolah, 2021 Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 13 menunjukkan bahwa masyarakat, rata-rata responden tidak mengikuti kegiatan tersebut, hanya 4 responden yang mengikuti karena dalam kegiatan pengorganisasian masyarakat di Desa Kalotok ini terdiri dari beberapa kegiatan antara lain : . Pengadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selanjutnya akan merekrut fasilitator Pada Tabel 12 menunjukkan bahwa jumlah luas lahan yang tertinggi adalah 1,00 Ae 1,99 ha sebanyak 15 responden . ,00%), disusul luas lahan 2,00 Ae 2,99 ha sebanyak 9 responden . ,00%) dan yang terkecil luas lahan 0,50 Ae 0,99 ha sebanyak 1 responden . ,00%). Hal ini menunjukkan bahwa luas Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 desa, supervisor kecamatan, koordinator fasilitator provinsi dan koordinator pusat. pengadaan konsultan individu (Social Mobilization Spesiali. Pelatihan Fasilitator. pertemuan tukar menukar pengetahuan/pengalaman (Knowledge sharing meeting. pengadaan perlengkapan bagi fasiltator. Kegiatan pertanian dan mata pencaharian diikuti semua responden . ,00%) karena kegiatan tersebut diantaranya adalah . Pelatihan budidaya dan pascapanen. pelatihan penggunaan dan pemeliharaan alsintan. Paket bantuan Saprodi. Bantuan alat dan mesin pertanian. Bantuan peralatan Pengembangan usaha non pertanian. Infrastruktur untuk mendukung usaha pertanian dan non pertanian. Forum Pertemuan petani di tingkat desa. Pemberian penghargaan bagi kelompok tani di tigkat kabupaten. Kegiatan simpan pinjam dan responden . ,00%) yang mengikuti karena karena responden rata-rata tidak memahami masalah keuangan dan juga kegiatannya berupa . Pelatihan dasar bagi pengurus LKMA. Pelatihan lanjutan bagi pengurus LKMA. InClass training untuk pengurus LKMA. Pelatihan pengelolaan keuangan untuk petani dan keluarganya. Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) adalah salah satu unit usaha otonom yang didirikan dan dimiliki oleh Gapoktan penerima dana READSI dalam bentuk LKM guna memecahkan masalah/kendala akses untuk mendapatkan pelayanan Kegiatan promosi perbaikan gizi hanya 2 responden . ,00%) yakni ketua dan wakil ketua kelompoktani yang mengikuti, hanya isteri-isteri dari anggota kelompoktani yang mengikuti kegiatan Peningkatan Pelayanan Penyuluhan. Penyediaan Saprodi dan Pemasaran Komponen kedua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ketersediaan saprodi tepat waktu serta peningkatan akses pasar bagi kelompok peserta program READSI. Dalam kegiatan READSI untuk peningkatan saprodi dan pemasaran di Desa Kalotok, dapat dilihat pada tabel 14 berikut. Tabel 14. Peningkatan Pelayanan Penyuluhan. Penyediaan Saprodi dan Pemasaran di Desa Kalotok Mengikuti Uraian Kegiatan Peningkatan pelayanan penyuluhan pertanian Peningkatan kelembagaan keuangan Sistem Dukungan pelayanan dan pemasaran bagi petani kakao Tidak Mengikuti Respo (Orang Perse (%) Respo . Perse (%) 0,00 0,00 0,00 0,00 Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 14 menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian tidak ada responden yang mengikuti karena kegiatan tersebut diperuntukkan khusus bagi penyuluh saja, kegiatannya terdiri dari . pelatihan bagi penyuluh pertanian. Review materi dan kurikulum pelatihan penyuluhan di BBPP Batangkaluku. Perbanyakan materi penyuluhan untuk petani berdasarkan hasil review. Perbaikan fasilitas sarana dan prasarana penyuluhan di kecamatan. Perbaikan sasilitas di BBPP Batangkaluku. Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 bersifat Aupeople-centered, participatory, sustainableAy. Pemberdayaan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memandirikan masyarakat tani dalam meningkatkan Desa Kalotok memiliki suatu program pemberdayaan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani serta pemberdayaan petani melalui Program Rural Empowerment Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI). Kegiatan kelembagaan keuangan juga tidak ada responden yang mengikuti karena kegiatan tersebut mencakup pengadaan konsultan keuangan tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, penganggaran perjalanan konsultan dan perlengkapan Kegiatan sistem pengadaan benih diikuti oleh semua responden karena mencakup kegiatan: . Sertifikasi benih . Penyediaan benih kakao. uji coba kakao varietas baru. Kegiatan dukungan pelayanan dan pemasaran bagi petani kakao diikuti oleh seluruh rsponden karena mencakup kegiatan kemitraan dengan PT Mars dan Mondelez. Kemitraan dengan PT Mars mencakup: . Pengembangan sumber daya manusia dibidang budidaya kakao. pelatihan monitoring dan evaluasi pengembangan dan pemberdayaan Balai Pelatihan Pertanian dalam bidang pelatihan budidaya kakao. fasilitasi bagi kelompok tani eks peserta Proyek READ untuk pengembangan model Cocoa Development Centres (CDC). pengembangan sistem pelatihan dan pelaporan berbasis online dalam aplikasi e-cocoa. Sedangkan kerjasama dengan Mondelez meliputi kegiatan: . pelatihan petani kakao, demplot dan paket bantuan . perluasan pembibitan dan peningkatan jumlah clone kakao. penumbuhan wirausaha muda bidang Sekolah Lapang Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan petani kakao melalui kegiatan program READSI di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara dimulai sejak Tahun 2019. Kegiatan pemberdayaan petani awalnya dilakukan melalui Sekolah Lapang (SL) pada 7 . kelompok, diantaranya 3 kelompok untuk petani kakao, 2 kelompok untuk petani padi, 1 kelompok untuk petani buah . dan 1 kelompok untuk Kelompok Wanita Tani (KWT), setiap kelompok terdiri dari 25 Kegiatan pemberdayaan petani kakao melalui sekolah lapang dilaksanakan setiap sekali dalam seminggu dimulai pukul 00 s/d 12. 00 wita bertempat di aula gereja, dengan berbagai macam materi diberikan kepada para petani kakao. Materi-materi tersebut antara lain : tentang cara pembibitan kakao, cara penanaman yang baik dan benar, pemangkasan pohon kakao, cara pemupukan yang benar, cara pemberian pestisida yang ramah lingkungan, cara pembuatan pupuk kompos, dan manajemen ilmu tanah. Para petani kakao ini dilatih oleh pengajar yang professional dari PT. Mars Symbioscince Indonesia (Mars Chocolate Indonesia. Budidaya, produksi tanaman kakao yang dilakukan oleh petani mendapatkan pembinaan langsung Kegiatan Pemberdayaan Petani Kakao Melalui Kegiatan Program READSI di Kabupaten Luwu Utara Dalam setiap kegiatan pemberdayaan petani perlu dilandasi oleh strategi kerja yang tepat demi keberhasilannya mencapai tujuan yang di inginkan. Pemberdayaan petani adalah sebuah konsep mencerminkan paradigma baru pembangunan, yakni yang Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 dari Cocoa doctor. Cocoa doctor sendiri berfungsi sebagai tempat belajar para petani mengenai perkebunan kakao. Dengan adanya Cocoa doctor petani di harapkan dapat memelihara kebun kakaonya dengan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan Adapun pelaksanaan sekolah lapang dalam program READSI dapat dilihat pada gambar 5 berikut. Tabel 15. Pelaksanaan Sekolah Lapang di Desa Kalotok Uraian Kegiatan Tempat pelaksanaan SL di aula gereja Desa Kalotok Kehadiran saat SL Ketepatan waktu peserta SL Penjelasan materi yang diberikan oleh Penguasaan materi yang diberikan Mengikuti Tidak Mengikuti Resp ra Pers (%) Resp ran Persent (%) 16,00 0,00 24,00 32,00 28,00 Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 15 menunjukkan bahwa tempat pelaksanaan sekolah lapang yang diadakan di aula gereja yang mengatakan baik sebanyak 21 responden, sementara yang mengatakan tidak baik sebanyak 4 responden. Alasan ke4 orang yang mengatakan tidak baik tempat pelaksanaan sekolah lapang di aula gereja karena keempat orang tersebut selain karena mereka beragama Islam, juga karena masih ada tempat lain yang bisa ditempati untuk melaksanakan sekolah lapang seperti di dalam ruang kelas sekolah dasar di Desa Kalotok. Kehadiran peserta sekolah lapang di lokasi penelitian sebanyak 25 responden artinya bahwa semua peserta sekolah lapang hadir semua. Seluruh responden merasa wajib hadir dalam sekolah lapang karena merupakan wadah menimba ilmu tentang pengelolaan kakao dalam program READSI. Ketepatan waktu peserta sekolah lapang sebanyak 19 responden tepat waktu dan yang tidak tepat waktu sebanyak 6 Keenam responden tersebut tidak bisa tepat waktu hadir dalam SL karena jarak rumah mereka dengan aula gereja agak berjauhan dan tidak punya kendaraan. Penjelasan materi yang diberikan oleh pengajar sebanyak 17 responden yang memahami materi yang diberikan, dan yang belum memahami sebanyak 8 responden. Salah satu materi yang diberikan adalah tentang cara pembuatan pupuk kompos. Ketidaktahuan pembuatan kompos adalah karena mereka sama sekali belum pernah melakukan pembuatan pupuk kompos. Penguasaan akan semua materi yang diberikan oleh pengajar dari PT. Mars Symbioscince Indonesia (Mars Chocolate Indonesi. , menguasai, dan yang tidak menguasai sebanyak 7 responden. Materi yang belum dikuasai oleh 7 responden adalah materi tentang pemberian pestisida yang ramah lingkungan, dan cara membuat pupuk Pemberian pestisida yang ramah lingkungan dalam hal ini adalah pestisida nabati yang tidak bercampur dengan bahan Pemberian Bantuan Dana Pemberdayaan petani kakao melalui kegiatan program READSI di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara yaitu melaksanakan kegiatan pemberian bantuan dana bagi petani kakao sebesar Rp. 5jt/ha/orang/tahun bagi petani kakao yang memiliki lahan dengan luasan minimal 1 hektar, sementara petani kakao yang hanya memiliki luas lahan 0,50 hektar hanya mendapatkan separuh dari nilai bantuan tersebut. Bantuan dana sebanyak Rp. 5jt/ha/ orang/ tahun diperuntukkan untuk pembelian saprodi berupa bibit kakao, pupuk NPK, pupuk organik, kaptan. POC, insektisida, herbisida dan fungisida. Bantuan dana tersebut masuk kedalam rekening kelompok Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 kemudian masing-masing petani kakao membelanjakan dananya dalam bentuk saprodi tersebut. Setiap petani hanya mendapatkan dana bantuan maksimal Rp. per hektar lahan yang dimiliki petani, bila lahan petani lebih dari 1 hektar maka yang terhitung untuk mendapatkan dana bantuan hanya seluas 1 hektar saja, jika lahan petani kurang dari 1 hektar maka yang dihitung lahan kurang dari 1 hektar tersebut yang mendapatkan dana bantuan. Adapun peruntukan pemberian bantuan dana dapat dilihat pada tabel 16 berikut. Tabel 16. Peruntukan Pemberian Bantuan Dana di Desa Kalotok Membeli Uraian Kegiatan Pembelian bibit kakao Pembelian pupuk NPK Pembelian Pembelian POC Pembelian kaptan Pembelian insektisida Pembelian herbisida Pembelian fungisida Tidak Membeli Respo Perse (%) Respo Persen (%) 68,00 92,00 96,00 96,00 32,00 0,00 0,00 8,00 0,00 0,00 4,00 4,00 dibutuhkan dalam mengelola tanaman kakao. Kebutuhan petani akan pupuk NPK tidak seragam, ada yang membeli mulai dari 250 kg sampai 700 kg per petani dengan harga pupuk NPK Rp. 000/kg. Kebutuhan pupuk organik juga tidak seragam mulai dari 50 kg 110 kg per petani dengan harga Rp. 500/kg. Kebutuhan kaptan juga tidak seragam mulai 250 kg sampai 1. 000 kg dengan harga Rp. 000/kg. Kebutuhan insektisida juga tidak seragam mulai 1 botol Rp. 000/botol Ada 23 responden yang membeli POC dan 2 responden yang tidak Kebutuhan petani akan POC beragam mulai dari 1 kg sampai 4 kg dengan harga Rp. 000/kg. Ada 24 responden yang membeli herbisida dan fungisida dan masingmasing 1 orang yang tidak membeli. Kebutuhan petani akan herbisida seragam masing-masing hanya membeli 1 liter dengan harga Rp. 000/liter, dan kebutuhan petani akan fungisida beragam mulai dari 1 liter sampai 4 liter dengan harga Rp. 000/liter Pemberian Bantuan Alsintan Pemberdayaan petani kakao melalui kegiatan program READSI di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara yaitu mendapatkan bantuan kegiatan berupa alat dan mesin pertanian. Pemberian bantuan berupa alat dan mesin pertanian yang diperuntukkan kepada petani kakao dengan asumsi bahwa pihak READSI menanggulangi bantuan tersebut sebesar 70 % dan petani kakao sebesar 30 %. Hal ini dilakukan oleh pemerintah melalui program READSI dengan harapan bahwa petani kakao bisa mandiri dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Terdapat 15 responden yang setuju bantuan alsintan 70 % ditanggulangi oleh pemerintah dan 30 % ditanggulangi oleh petani kakao. Sebanyak 10 responden yang tidak setuju, dengan alasan karena kesepuluh petani tersebut merasa belum mampu untuk Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 16 menunjukkan bahwa peruntukan dana sebanyak 5 juta diantaranya untuk pembelian bibit kakao, sebanyak 17 responden membeli bibit kakao di penangkar yang ditunjuk oleh Tim READSI, sementara 8 responden dananya tidak diperuntukkan untuk membeli bibit kakao karena petani tersebut menangkar sendiri bibit kakao dan dananya dialihkan untuk membeli bahan lainnya yang masuk dalam rincian pembelian Bibit kakao yang dibeli oleh petani tidak seragam, mulai dari 50 pohon sampai 675 pohon bibit kakao. Harga bibit Rp. 000/pohon. semua petani kakao membeli pupuk NPK, pupuk organik, kaptan, dan insektisida. Tidak ada alasan bagi petani untuk tidak membeli keempat saprodi tersebut karena Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 menanggulangi 30% pemberian bantuan alat mesin pertanian oleh READSI. Tabel 17. Pemberian Bantuan Alsintan di Desa Kalotok Uraian Kegiatan Bantuan alsintan 70 persen ditanggulangi pemerintah dan 30% ditanggulangi petani Mengikuti Tidak Mengikuti Respo ran Pers (%) Respo ran Persent (%) 40,00 Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 17 menunjukkan bahwa ada sebanyak 15 responden yang setuju dengan ditanggulangi oleh pemerintah sebanyak 70% dan oleh petani kakao 30%, dan ada sebanyak 10 responden tidak setuju dengan pemberian bantuan tersebut. Alasan tidak setuju karena ke 10 responden tersebut merasa belum mampu untuk menanggulangi 30 % pemberian bantuan alsintan oleh READSI. Maksud dari menanggulangi 70 % dan 30 % disini adalah misalnya harga total dari mesin pemecah bugh, mesin pemisah lendir, mesin pengering dan fermentasi, mesin sortasi, mesin penyangrai, mesin penepung dan alat lainnya seharga Rp. 10 juta, maka yang ditanggulangi petani kakao adalah sebesar Rp. 3 juta . %). peningkatan produktivitas tanaman dan pendapatan petani kakao. Tujuan dilaksanakannya pelatihan agronomi kakao untuk petani agar dapat meningkatkan kompetensi petani dalam bidang budidaya kakao supaya mampu menerapkan cara berkebun kakao yang baik (Good Agriculture Practis. meningkatkan produktifitas lahan kakao dan mewujudkan usahatani kakao lestari . ustainable coco. yang diharapkan dapat berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani kakai secara Kemudian tujuan dari pelatihan bisnis kakao diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kakao dalam berusahatani yang mencakup manajemen produksi, penanganan pasca panen dan pemasaran kakao dalam kesejahteraannya secara berkesinambungan. Adapun pelaksanaan bimbingan lanjutan dalam program READSI dapat dilihat pada tabel 18 berikut. Tabel 18. Bimbingan Lanjutan di Desa Kalotok Respo . ran Pers (%) Tidak Memahami Respo Persent . ran (%) 20,00 36,00 Memahami Bimbingan Lanjutan Pemberdayaan petani kakao melalui kegiatan program READSI di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara yang dibantu dan didukung oleh PT. Mars Symbioscince Indonesia (Mars Chocolate Indonesi. menyelenggarakan bimbingan lanjutan berupa Pelatihan Teknis Agronomi Kakao dan Bisnis Kakao bagi petani. Arah pengembangan bagi petani di akhir periode program adalah penumbuhan Petani inovatif/Doktor Kakao di tiap desa sasaran yang diharapkan dapat memberikan solusi Uraian Kegiatan Pelatihan agronomi kakao untuk petani Pelatihan . kakao Sumber: data primer diolah, 2021 Tabel 18 menunjukkan bahwa pada pelatihan agronomi kakao untuk petani ada 20 responden . ,00%) yang sudah memahami dan ada 5 responden yang tidak memahami cara berkebun kakao yang baik (Good Agriculture Practis. meningkatkan produktifitas lahan kakao dan usahatani kakao lestari . ustainable coco. Untuk pelatihan bisnis . kakao, ada 16 responden yang sudah memahami dan ada 9 responden yang belum memahami pelatihan tersebut, utamanya mengenai Sulfiana,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 67 - 79 manajemen produksi, penanganan pasca panen yang baik dan pemasaran kakao. Selama pelaksanaan pemberdayaan petani kakao di Desa Kalotok, pemerintah desa tidak melakukan pendampingan, hanya PT. Mars dan PPL desa yang sebagai pendamping terkait dengan Sekolah Lapang (SL) yang dilakukan antara lain pembibitan kakao, penanaman kakao, pemeliharaan tanaman kakao, pemangkasan tanaman kakao, pemupukan, cara pemberian pestisida dan manajemen ilmu tanah. Walaupun tidak selalu terkait langsung setiap saat, namun PPL merupakan sumber informasi yang dipercaya oleh petani Desa Kalotok. Sedangkan pada tahap evaluasi dan pemanfaatan hasil pemerintah pusat dan PPL pun tidak terlibat. Kegiatan ini dilakukan oleh keluarga petani sendiri karena kegiatan pemberdayaan merupakan kegiatan yang diperuntukkan guna melatih masyarakat agar Selain itu, program READSI ini juga bersifat nasional dimana modal dan kegiatan keseluruhan dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Tim PT. Mars dan PPL termasuk pemanfaatan hasil kakao Kabupaten Luwu Utara melaksanakan kegiatan: . Sekolah (SL) . tempat pelaksanan SL 84,00%, . kehadiran saat SL 100,00%, . ketepatan waktu peserta SL 76,00%, . penjelasan materi yang diberikan oleh pengajar 68,00%, . penguasaan materi yang diberikan 72,00%. Pemberian bantuan dana: . pembelian bibit kakao 68,00%, . pembelian pupuk NPK 100,00%, . pembelian pupuk organic 100,00%, . pembelian POC, . pembelian kaptan, . pembelian insektisida, . pembelian herbisida, . pembelian fungisida. Pemberian bantuan alsintan dengan ditanggulangi oleh pemerintah 30% oleh petani kakao, 60,00%. Bimbingan lanjutan: . pelatihan agronomi kakao untuk petani 80,00%, . pelatihan bisnis . kakao 64,00%. Daftar Pustaka