Al-Insyirah Midwifery Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science. https://jurnal. id/kebidanan/index Volume 13. Nomor 1. Tahun 2024 p-ISSN: 2338-2139 e-ISSN: 2622-3457 STUDI KUALITATIF PENGALAMAN IBU DROP OUT ALAT KONTRASEPSI DI MASA PANDEMI COVID-19 Yunita Anggriani. Pendidikan Profesi Bidan/Fakultas Kesehatan. Universitas Aisyah Pringsewu Jalan A. Yani No. 1A Tambahrejo Pringsewu Lampung *email: yunitaanggriani16@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Pandemi COVID-19 menimbulkan adanya gangguan dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama pada pelayanan kesehatan reproduksi yang berfokus pada pelayanan KB. Munculnya kebijakan pembatasan perilaku sosial dan phisycal distancing menimbulkan perubahan kebiasaan pada perempuan akseptor KB selama masa pandemi. Terganggu nya sistem pelayanan KB menimbulkan meningkatnya kejadian drop out alat kontrasepsi dimasa pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman dan alasan ibu melakukan drop out alat kontrasepsi di masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil: penelitian ini menunjukkan pengalaman ibu drop out alat kontrasepsi di masa pandemi COVID-19 bervariasi diantara nya merasa khawatir dan takut akan tertular COVID-19 dan karena rendahnya pengetahuan ibu terkait alat kontrasepsi. Simpulan: perasaan khawatir dan takut tertular COVID-19 menjadi alasan utama ibu memilih untuk melakukan drop out alat kontrasepsi di masa pandemi COVID19. Oleh karena itu pemberian pelayanan KB yang komprehensif dan pemantauan secara berkala dalam kunjungan ulang akseptor KB menjadi fokus utama dan perhatian khusus. Kata kunci: Drop Out. Alat Kontrasepsi. COVID-19 ABSTRACT Background: The COVID-19 pandemic has caused disruptions in the health care system, particularly in reproductive health services that focus on family planning services. The emergence of the policy of limiting social behavior and physical distancing has led to behavioral changes in female family planning acceptors during the pandemic. The disruption of the family planning service system has caused an increase in the incidence of drop out of contraceptives during the COVID-19 pandemic. The purpose of this research to identify about the experience and reasons for mothers to drop out of contraceptives during the COVID-19 This method of research is qualitative research used a phenomenological approach. Result: The experience of mothers dropping out of contraceptives during the COVID-19 pandemic varied, and the reasons for mothers to drop out of contraceptives included being worried and afraid of contracting COVID-19, low knowledge of mothers about contraceptives. Conclusion: Feelings of worry and fear of contracting COVID-19 are the main reasons for mothers to drop out of contraceptives during the COVID-19 pandemic. Therefore, providing comprehensive family planning services and monitoring for repeat visits to family planning acceptors are the main focus and special attention. Keywords: Drop out. Contraceptive devices. COVID-19 31 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 PENDAHULUAN Corona virus disease (COVID-. telah mewabah dan menginfeksi seluruh World Health Organization (WHO) keadaan ini menjadikan dunia masuk kedalam kondisi darurat global terkait penyebaran wabah virus corona yang telah menyebar dengan cepat dan dinyatakan sebagai pandemi global (Li et al, 2. Pandemi COVID-19 berdampak pada sistem pelayanan kesehatan. Pemerintah mengambil tindakan dengan distancing untuk membatasi penularan COVID-19. Hal ini dikarenakan banyak sektor yang terdampak termasuk pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi dikarenakan pemerintah fokus dalam menangani wabah virus COVID-19. Dalam hal ini diharapkan wanita tetap mendapatkan pelayanan yang efektif sesuai metode kontrasepsi yang digunakan disaat pandemi terjadi (Dasgupta et al. , 2. Banyak perempuan yang merasakan beberapa perubahan terkait pelayanan dibutuhkan selama masa pandemi COVID-19. Perubahan ini terjadi karena dampak yang di sebabkan oleh COVID19 pembatasan ruang gerak dan perilaku sosial dan physical distancing termasuk dalam memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi (Marniyati dkk. , 2. Pandemi COVID-19 Keadaan pandemi ini membuat pengguna alat kontrasepsi pemilihan alat kontrasepsi yang akan digunakan dan banyak pula yang melakukan drop out dalam penggunaan alat kontrasepsi. Hal ini di sebabkan karena dampak COVID-19 banyak dari pengguna yang memutuskan untuk tidak datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan layanan kesehatan seksual dan reproduksi seperti KB (Riley et al. Akseptor menghadapi hambatan logistik dan ekonomi untuk mengakses layanan kesehatan reproduksi dan merasa ketakutan bahwa mengakses layanan langsung ke fasilitas kesehatan dapat membuat mereka terpapar virus (Benson et al. , 2. Keadaan ini menjadikan pasokan dan layanan kesehatan reproduksi terutama layanan kontrasepsi menjadi terhambat dan hal ini merupakan penambahan angka kehamilan yang tidak diinginkan, kejadian aborsi yang tidak aman yang mengakibatkan meningkatnya terjadinya angka kematian ibu (Ferreira-Filho et al. , 2. Salah satu indikator keberhasilan pelayanan KB adalah persentase . rop Jika angka drop out kontrasepsi meningkat maka akan berakibat pada peningkatan jumlah penduduk dikarenakan banyaknya angka kehamilan yang terjadi akibat drop out alat kontrasepsi (Christiarini dkk. , 2. Peningkatan kualitas pelayanan Keluarga Berencana di Indonesia harus berfokus dalam menjaga kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi. Indikator penting untuk mengukur kualitas pemakaian kontrasepsi adalah angka putus pakai . rop ou. metode Penggunaan alat kontrasepsi oleh Pasangan Usia Subur (PUS) sangat penting tetapi masih banyak mengalami kejadian putus pakai . rop ou. alat Drop out alat kontrasepsi rentan terjadi pada seluruh akseptor KB terlebih pada masa pandemi COVID-19. Keputusan dilakukan karena dianggap menjadi 32 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 keputusan yang terbaik dari pilihan alternatif yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam alasan yang mempengaruhi ibu melakukan drop out alat kontrasepsi pada masa pandemi COVID-19. METODE Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Teknik informan menggunakan teknik purposive Informan dalam penelitian ini melibatkan lima orang ibu yang melakukan drop out alat kontrasepsi pada masa pandemi COVID-19 sebagai informan utama dan satu orang bidan sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan . ndepth intervie. yang dilakukan secara tatap muka langsung bersama informan dengan tetap mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan. Wawancara menggunakan panduan wawancara semi structure yang berisi pertanyaanpertanyaan yang sudah dipersiapkan Instrumen lainnya yang digunakan adalah audio record untuk merekam hasil wawancara kepada informan, buku catatan, handphone dan alat tulis. Analisa data dilakukan secara manual menggunakan analisis tematik. HASIL DAN PEMBAHASAN Khawatir dan takut tertular COVID19 Pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang signifikan pada keadaan Semua masyarakat tak terkecuali anak-anak sampai orang dewasa pernah merasakan adanya kekhawatiran dalam diri dengan keadaan pandemi COVID-19 yang sedang melanda saat ini. Rasa takut untuk bepergian keluar rumah, adanya peraturan pembatasan sosial di berbagai daerah menjadikan seseorang untuk mengambil keputusan melakukan drop out alat kontrasepsi dengan berbagai pertimbangan dan alasan salah satunya untuk mengurangi Hal ini dilakukan karena mereka menyakini bahwa tempat pelayanan kesehatan menjadi tempat yang rawan dan rentan penularan virus COVID-19 sehingga timbul rasa takut dan khawatir akan tertular lebih cepat. Seperti yang diungkapkan salah satu Aukhawatir mbak, mana keadaan sekarang itu lagi pandemi seperti ini, dan kasusnya makin meningkat to, jadi mau ke tempat klinik itu takut mbak. Khawatir mbak, . Rasa khawatir sama takut bolak balik itu, jadi ya wes berenti aja dulu, biar ndak bolak balikAy (I. Berdasarkan informa mengatakan bahwa memilih melakukan drop out alat kontrasepsi dikarenakan adanya pandemi COVID-19 saat ini. Rasa takut untuk bepergian pembatasan sosial di berbagai daerah menjadikan timbul rasa takut, ngeri dan khawatir sehingga informan mengambil keputusan untuk drop out dari penggunaan alat kontrasepsi salah satu alasannya untuk mengurangi mobilitas sebagaimana diketahui bahwa tempat tersebut rawan menjadi tempat penularan virus COVID-19. Pandemi COVID-19 memberikan beban psikologis bagi semua elemen masyarakat, perubahan emosi, timbulnya rasa takut akan terinfeksi, khawatir, cemas dan stres merupakan respon dari dalam diri ketika menghadapi situasi pandemi yang secara 33 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 tidak langsung mempengaruhi kondisi psikologis seseorang (Agung, 2. Dampak psikologis dari wabah yang terjadi saat ini menimbulkan gejala kecemasan sedang hingga berat. Perempuan menjadi orang yang lebih rentan terkena cemas, stres dan depresi (Cuiyan et al. , 2. Terjadi peningkatan emosi negatif . emas dan stre. , sementara emosi positif seperti kepuasaan hidup, mengalami penurunan (Li et al. , 2. Gangguan psikologis memiliki dampak yang lebih luas dan lebih lama daripada cedera fisik (Handayani dkk. , 2. Selama pandemi COVID-19 terjadi, penanganan pandemi COVID-19 dan masyarakat dari faktor psikososial yang dialami individu karena terjadinya Masalah kesehatan mental yang muncul akibat pandemi dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang berlangsung lama (Ridlo, 2. Rendahnya pengetahuan ibu terkait alat kontrasepsi Pengetahuan yang dimiliki setiap individu berbeda-beda dengan tingkatan yang miliki juga beragam. Pengetahuan yang tinggi didapat dari informasi yang diterima dari berbagai sumber. Tinggi rendahnya pengetahuan seseorang akan mempengaruhi individu tersebut dalam memilih dan memutuskan sesuatu, serta persepsi yang dimiliki juga akan bervariasi, seperti halnya pengetahuan terkait alat kontrasepsi. Pengetahuan yang dimiliki informan yang bervariasi ini menimbulkan persepsi yang berbedabeda juga terkait penting dan tidaknya penggunaan KB, serta rumit atau tidaknya penggunaan. Seperti yang diungkapkan informan. Ausetahu saya KB itu ya alat untuk menjarakkan kehamilan gitu mbak, nek mau nunda punya anak pake KB, gitu setahu saya, setahu saya ada pil, suntik, susuk, sama spiral, sing dipake didalam itu mbak. Tahu tapi sedikit aja, ya kekurangannya harus rajin minum pil KBnya setiap hari, nek lali yo bisa gagal, intinya harus rajin, sama berpengaruh ke berat badan. Kalo kelebihannya itu ya mudah didapat, terus harganya kan murah juga tu mbak, sama ngga ngeri soalnya kan diminum langsung gitu, kalo yang lainnya ada yang pakai alat gitu saya agak ngeri soalnyaAy (I. Pengetahuan menjadi salah satu unsur penting dalam pola pikir dan Adanya pengetahuan dan mengetahui informasi yang lengkap dan komprehensif terkait alat kontrasepsi dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih dan memutuskan sesuatu terkait KB. Dengan pengetahuan yang baik tentang alat kontrasepsi dapat dipastikan ibu tersebut dapat memilih dan mempunyai sikap yang positif terkait penggunaan alat kontrasepsi (Hanis. Minimnya pengetahuan terkait alat kontrasepsi dan kurangnya konseling yang diterima juga menjadi pengaruh yang mempengaruhi seseorang memilih untuk mengambil keputusan drop out menggunakan alat kontrasepsi (Medhin et al. , 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Herawati dkk . pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang besar harapan informasi yang diketahui juga semakin banyak sehingga memiliki wawasan 34 | Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah Al-Insyirah Midwifery / Vol. No. Tahun 2024 yang luas. Sumber informasi yang memadai juga menjadi pengaruh, dengan adanya sumber informasi yang tersedia baik dari para ahli seperti tenaga kesehatan atau media masa dapat menjadi tempat seseorang menggali pengetahuan seseorang. Pengetahuan terkait alat kontrasepsi merupakan suatu hal yang dapat dijadikan suatu pertimbangan dalam menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan. Pengetahuan yang dimiliki menjadi salah satu faktor yang bisa membantu seseorang memilih keputusannya dalam penggunaan KB dan juga keputusan untuk melakukan drop out dengan sebelumnya telah memikirkan dampak dan manfaat dari keputusan yang telah diambil tersebut (Purba dkk. , 2. Informasi dan pengetahuan terkait pentingnya melakukan kunjungan ulang KB di masa pandemi COVID-19 sangat diperlukan, informasi penting ini menjadi hal penting yang harus diketahui oleh seluruh akseptor KB selama masa terjadinya lonjakan angka kehamilan dan angka drop out di masa pandemi COVID-19 (Sholichah & Artika, 2. SIMPULAN Pengalaman ibu melakukan drop out alat kontrasepsi di masa pandemi COVID-19 bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa macam alasan yang menjadikan ibu memutuskan untuk melakukan drop out alat kontrasepsi di masa pandemi COVID-19. Perasaan khawatir dan takut tertular COVID-19 menjadi alasan utama ibu drop out alat kontrasepsi pada masa pandemi COVID19. DAFTAR PUSTAKA