Volume 3 Nomor 1 . Pages 79 Ae 97 EduBase : Journal of Basic Education Email Journal : edubase. bbc@gmail. Web Journal : http://journal. id/index. php/edubase Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Azahra Azahra Ramdani1A Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Email : adindaazahra675@gmail. Received: 2021-12-19. Accepted: 2022-02-27. Published: 2022-02-28 Abstract What can make one of the main things in shaping and building the character and quality of the citizen is education. This research was conducted with the hope of wanting an identification of what characters will be shown by students in the elementary school. A research method is used which is a descriptive qualitative research method, making a research result has a character value that is applied and shown in looking at the character of students in elementary By reminding a good thing requires the application and concept of education. There is also a need for a strategy used by teachers in implementing character education, for example giving a warning to students who make mistakes, so that they gain awareness. Barriers in an application of the character of elementary school students are factors of teachers, parents, environment. Keyword : Character values, teacher strategies, inhibiting factors Abstrak Yang dapat menjadikan sebuah salah satu yang utama dalam membentuk juga membangun karakter dan juga kualitas warga negara tersebut ialah pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan harapan menginginkan suatu identifikasi karakter apa saja yang akan di tunjukkan oleh siswa siswi yang ada di Sekolah dasar tersebut. gunakan sebuah metode penelitian yang dimana metode penelitian kualitatif deskriptif, menjadikan suatu hasil penelitian mempunyai sebuah nilai karakter yang di terapkan dan ditunjukkan dalam melihat karakter siswa di sekolah dasar. Dengan mengingatkan sebuah hal baik diperlukan penerapan dan konsep pendidikan. Diperlukan juga sebuah strategi yang digunakan oleh guru dalam penerapan pendidikan karakter contohnya memberikan teguran kepada siswa yang membuat kesalahan, agar mereka memperoleh kesadaran. Hambatan dalam sebuah penerapan karakter siswa sekolah dasar adalah factor guru, orangtua, lingkungan. Kata Kunci: Nilai karakter, strategi guru, factor penghambat Copyright A 2022. Author. This is an open-access article under the CC BY-NC-SA 4. DOI: https://doi. org/10. 47453/edubase. How to Cite : Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 80 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah PENDAHULUAN Pendidikan juga merupakan sebuah investasi atau tabungan yang sangat berharga dan bersifat jangka panjang pembangunnya pun dalam sebuah negara, di akibatkan karena sebuah alasan yaitu negara ingin sukses berkembang dan terus maju mengkuti masa depan dunia tidak lain hal ini dapat di pertimbangkan dengan melihat kualitas yang ada di negara tersebut. Penyimpangan sosial seperti perkelahian, bentrok antar agama bentrok antar suku dan masi banyk lagi hal hal yang negative yang ada di indonesia. Hal ini bukan pada kalangan masayrakatnya saja tetapi juga pada aparat negara yang ada pada negara tersebut. Yang menjadi salah satukunci utama membangun dan membentuk kualitas warga Negara dengan adanya pendidikan nasional dapat mengembngkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang barmartabat berkembangnya sebuah potensi dapat mencerdaskan kehidupan negara tersebut berkembangnya karakter peserta didik di sekolah utamnya sekolah dasar dapat membuat manusianya yang bertakwa dan beriman kepada tuhan yang maha esa serta mengmban akhlak yang mulia bagi mereka dan untuk masa depannya. Dengan adanya peran yang telah di terapkan ialah pendidikan karakter dimna hal ini di terapkan di lembaga sekolah usia sekolah dasar SD, guna untuk menunjang sikap dan perilaku peserta didik agar kelak mereka dapat membentuk pribadi yang baik pada manusia itu sendiri. di kehidupannya di masa depan nanti. Tak lepas dari itu peran serta guru berguna untuk membina dan memotivasi anak anak usia sekolah dasar dalam berproses untuk menciptakan pendidika karakter yang baik bagi dirinya, teman teman, keluarga, dam lingkungan sekitarnya. Karena usia yang menunjang masa depan anak anak itu ialah Sekolah dasar atau peserta didik mencoba ingin mencari tahu jati diri mereka, mereka akan mencoba hal hal yang baru bagi kehidupannya sehingga kita tidak boleh menanamkan hal yang tidak baik pada pengalaman sekolah pertama peserta didik tersebut. Hal ini membuktikan dampak yang di peroleh bagi peserta didik dalam menempuh pendidikan sekolah dasar ialah dapat membentuk watak siswa menjadi warga negara yang bertanggun jawab dan demokratis, dan beriman serta berilmu. Bangsa dan Negara sangat mengharapkan set yang baik bagi Negara Indonesia itu sendiri salah satunya adalah memiliki warga yang berkarakter baik. Bagi segi formal informal maupun non formal. Pembentukan watak seseorang sangat di pengaruhi oleh pembentukan karakter itu sendiri. Manusia dapat melakukan hal yang tidak baik bagi dirinya sendiri keluarga mapun lingkungannya jika pada dasarnya mereka tidak memiliki karakter yang baik yang harusnya sdah di tanamkan sejak usia dini atau usia sekolah dasar. Dengan adanya pendidikan karate yang di terapkan di sekolah dasar hal ini dapat memberikkan tanggung jawab, menunjukkan potensi serta mengembangkan ke kreatifitas yang ada pada diri peserta didik yang di milikinya, membing bing ketakwaan kepada tuhan yang maha esa juga menciptakan siswa siswi yang memiliki karakter serta kepribadian yang sopan terutama di jenjang yang masi sangat awal yaitu sekolah dasar. Selain itu tak lepas dari sekolah dasar itu sendiri merupakan wadah dimana rata rata peserta didik mereka baru akan memulai hal yang baru ras ingin tahu mereka sangat tinggi peserta didik memiliki karakteristik yang dapat di jadikan sebagai panutan atau indolanya. Apabila suatu saat anak seusia mereka melakukan kesalahan maka sebaiknya di beri bimbingan untuk tidak melakukannya lagi dan di bombing ke arah yang lurus, sehingga dapat menjadi peserta didik yang baik dan memeiliki karakter yang baik hal ini dapat berpengaruh besar terhadap dia sendiri dan masa depannya. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 81 Apa bila anak pada usia tersebut melakukan sebuah kesalahan. Sangat diperlukan bimbingan dan arahan ke arah yang bagus. Agar mereka dapat menciptakan peserta didik yang memiliki karakter yang baik untuk sebuah masa depan yang cerah dalam kehidupannya. Berdasarkan latar belakang tersebut enulis menerapkan sebuah penelitian yang berjudul AuPenerapan Pendidikan Karakter di SDAy. Adapun kegunaan peneltian kuantitafi ini ialah: Kegunaan teoritis Untuk masa depan dunia dan pendidikan diharapkan suatu penelitian yang berguna Kegunaan praktis Pedoman yang baik sebagai guru untuk menigkatkan penggunaan strategi serta kemampuan yang ada. Dari sekolah itu sendiri dapat menerapkan sebuah informasi yang dapat membentuk karakter serta sikap peserta didik ke arah yang baik ke depannya. Dari aspek lembaga di harapkan pemerintah bias mengembangkan sebua karakter yang ada pada setiap sekolah serta mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan karakter bagi peserta didik. Pendidikan Menjadi kunci utama kehidupan seseorang itu sendiri ialah pendidikan. Tabunga investasi yang di harapkan di mulai dari pendidikan itu sendiri dan investasi dalam pembangunan suatu Negara. Pendidikan juga berproses guna mewujudkan prses yang menarik bagi peserta didik di harapkan usaha yang terencana serta sadar secara aktif dan secara spiritual keagaam, baik mengenaik sebuah pengendalian diri maupun kecerdasan serta akhlak yang mulia pribadi yang baik terampil dan bergun bagi bangsa dan negaranya. Dari uraian penjelsan bisa di simpulkan pendidikan bukan hanya sekedar pengetahuan saja tetapi pengalam karakter dan sikap yang di tunjukkan oleh seorangmanusia dalam lingkungan masyarakat. Sehingga pendidikan karakter untuk peserta didik sekolah dasar harus di perhatikan dengan baik agar kelak anak tersebut dapat menciptakan suatu sikap dan perilaku guna menciptakan kehidupan yang baik di masa yang akan datang Karakter Karakter yang di maksud di sini ialah cirri khas yang di miliki oeh seseorang atau suatu benda karakter menunjukkan moralotas suatu kebenaran atau kebaikan pada diri seseorang. Sebagai tanda yang menunjukkan nilai dasar kepribadian yang di tunjukan di masyarakat oleh seseorang ialah karakter yang baik. Sebagai sumer tata nilai interaksi manusia di suatu Negara karakter merupakan hal yang paling penting untuk di bina menjadi lebih baik. Berdasarkan penjesan itulah dapat di tarik kesimpulan karakter yang baik akan membawa manusia kea rah yang baik pula begitupun sebaliknya. Pendidikan karakter di inginkan adalah sebuah hal yang mendorong bangsa menjadi kreatif dan inovatif dari segi apapun itu. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat di simpulkan bahwa di sintesiskan konseptual memiliki definisi tersendiri yaitu berepran untuk membangun nilai nilai dan karakter peserta didik agar menjadi lebih baik karena kemajuan bangsa tergantung bagaimana warga yang ada dalam bangsa tersebut bersikap baik dan bersikap seusai dengan norma norma yang telah di tentukn sebagaimana mestinya. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 82 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Pengertian Pendidikan Karakter Suatu usaha telah di sengaja di kembangkan karakter yang baik berdasarkan nilai nilai yang baik pula dan berlaku oleh masyarakat merupakan penertian dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter sebagai uapaya untuk menanamkan kebiasaan kebiasaan pada peserta didik di sekolah agar mereka menciptakan karakter yang baik bagidiri mereka senidri. Dengan terciptanya karakter dalam diri setiap anak tersebut akan lebih menunjang suatu bangsa dan Negara agar amju karena mayoritas penduduk bangsa Indonesia memiliki karakter yang baik itulah yang hamper semua orang harapkan untuk kemjuan bangsa ini. Nilai Aenilai Karakter Hasan dalam Santosa suatu sumber atau nilai yang dapat kita kembangkan dalam pendidikan karakter adalah sebagai berikut: Agama Di kenal sebagai masyarakat beragama ialah bangsa Indonesia. Oleh sebab itu setiap bangsa dan masyarakat selalu mendasri ajaran agama daam kehidupannya. Secara politis kehidupan kengaraan pun di dasari pada nilai nilai yang berasal dari agama. Atas darar petimbangan itu di dasari pada nilai Aenilai dan kaidah yang berasal dari agama. Pancasila Negara kesatuan RI di tengakkan atas prinsip Ae prinsip kehidupan kebangsaan dan keanekaragaman yang di sebut pancasila. Pendidikan karakter bertujuan mempersiapkan nilai nilai pancasila dalam kehidupanya sebagai warga Negara. Pancasila terdapat pada pembukaan UUD 1945 dan di jabarkan lebih lanjut daam pasal Ae pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Budaya Sebagai suatu Negara yang memiliki bayak keberagaman setiap masyarakat pasti menerapkan nilai nilai budaya dalam kehidupannya. Karena Indonesia kaya akan budaya dan adat istiadat dalam setiap daerah yang ada di Indonesia. Tujuan pendidikan nasional Sebagai rumusan kuaitas yang harus di miliki setiap warga Negara indoneisa, di kembangkan oleh berbagai satuan pendidikan nasional yang memuat suatu jenjang dan jalur yaitu pendidikan itu sendiri. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus di miliki warga Negara indoneisa, oleh karena itu tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling oprasional dalam pengembangan pendidikan karakter METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang di gunakan oleh penulis dimana metode ilmiah yang umunya akan bertujuan sebagai wadah dalam memahami sebuah fenomena sebagai konteks alamiah dan sosial dengan mengedepankan proses sebuah interaksi dan komunikasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan oleh peneliti yaitu metode ilmiah memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tentang realtas soaial yang di lakukan secara utuhs serta pada masyarakat terjadi beberapa fenomena yang menjadi subjek penelitian sehingga menggambarkan cirri sifat,karakter, fenomena, karakter dan model (Sanjaya 2015:. Dikarenakan penelitian ini di dasarkan pada pemahaman karakter mana penulis menyimpulkan penelitian kali ini ialah peneltian kuantitatif. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 83 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah di dapatkan maka di peroleh suatu hasil sebagai berikut: Sebuah nilai karakter yang akan di terapka pada peserta didik usia sekolah dasar ialah 18 nilai karakter. Nilai peduli lingkungan yang akan di lakukan oleh semua warga yang ada di sekolah seperi membuang sampah pada tempatnya, mengumpulkan botol botol yang berserakan, serta membuat suatu peraturan agar seluruh warga sekolah termasuk guru ataupun peserta didik tidak boleh membuang sampahnya secara sembarangan. Nilai tanggung jawab di terapkan melalui kegiatan yang simple terlebih dahulu seperti mengerjakan tugas individu secara sendiri, mengerjakan ulangan dengan jujur dan tidak mencontek kepada teman ataupun melihat contekan. Nilai di siplin di terapkan melaui datang ke sekolah tepat waktu tidak terlambat serta tidak bolos karena hal tersebut merupakan perilaku menyimpang yang sama sekali tidak boleh di lakukan olehpeserta didik usia sekolah Nilai jujur harus di terapkan melalui tidak berbohong kepada guru maupun teman teman berani meminta maaf jika melakukan kesalahan di sekolahmaupun lingkungan masyarakat dan keluarga. Nilai toleransi dpat di terapkan melalui kerja sama dan saling menghargai perbedaan antar teman tidak mengejek teman yang berbeda agama atupun berbeda warna kulit sehingga hal tersebut dapat mencegah terjadinya bulliying di sekolah. Dan nilai karakter yang di terapkan di dalam sekolah ataupun keluarga agar anak tersebut dapat bersifat baik kepada semua orang. Hal ini baiknya di biasakan sejak dini agar anak anak tidak merasa berat dan terpaksa dalam menerapkan karakter yang baik dalam kehidupannya. Salah satu konsep yang di harapkan di setiap lembaga sekolah dari setiap jenjang pendidikan adalh penerapan pendidikan karakter yang baik untuk peserta didik. Konsep penerapan pendidikan karakter tidak di laksanakan secara begitu saja tetapi hal itu di lakukan menggunakan sebuah strategi yaitu strategi pembiasaan oleh lembaga di sekolah. Karena suatu hal yang di lakukan secara terbiasa akan terasa ringat dan pendidikan karakter untuk usia sekolah dasar adalah hal yang sangat baik dan di terapkan dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Setiap kegiatan pasti mempunyai hambatan guna untuk menunjang kegiatan tersebut agar terus berkembang dan terlaksana ddengan baik, pendidikan karakter juga memiliki beberapa hambatan dalam penerapannya hal ini dapat mempengaruhi pendidikan karakter yang di terapkan pada lembaga sekolah dasar. Oleh sebab itu guru sertakepala sekolah di sekolah sebaiknya meminimalisir adanya hambatan tersebut agar para peserta didik dapat terus mengembangkan pendidikan karakter dalam kehidupannya secara berkelanjutan Peranan Dongeng Dalam Pembentukka Karakter Siswa Sekolah Dasar Adanya dogeng pada sekitaran peserta didik sudah tidak perlu diragunakn lagi. Karea merupakan wadah atau sarana yang efektif dalam memberikan pelajaran dan manfaat pengetahuan bagi anak, di karenakan penyampaian yang bersifat tidak mekasan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Tokok tokoh teladan dapan di sampaikan dalam sebuah cerita dongeng yang di ajarkan kepada peserta didik. Karena pada sadarnya sifat dan pendidikan karakter pada anak umunya bersifat meniru atas apa yang di ihat di dengar ataupun di Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 84 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah rasakannya termasuk dari tokoh tokoh dongeng yang mereka kagumi, dengan ini anak dapat dengan mudah memahami sifat sifat perbuatan baik dari figure tokoh yang di kaguminya. (Soetantyo, 2. Oleh karena itu besar harapan sekolah bias menjadi wadah bagi peserta didik dengan pnenaman arakter yang baik yang sebaiknya di lakukan sejak usia dini. Karena anak harus dapat memahmi bagaimana bersikap yang baik di mulaisejak ini hal ini menunjang bagaimana anak bersika terhadap mas depannya agar mereka dapat mydah di terima dan dihargai di lingkungannya nanti. Demikian sangat pntingnya pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah dasar karena pendidikan karakter dapat di bentuk serta di bangun bukan hanya sekedar otomatis dating dengan sednitinya (Sulistyowatu, 2. Pendidikan karakter pada anak sekolah dasar di era digital Di era modern mendorong banyaknya peserta didik yang harus sanggup dalam menempatkan dirinya di tengah adanya perubahan zaman yang sangat cepat. Sebuah tekanan yang ada serta banyaknya plihan yang harus mereka tempuh dengan perubahan zaman. Selain itu para pendidik juga di tuntut dalam mendorong pengembanganmoral mereka ahar hidup para peserta didik nanti kelak dapat bermakna. Pendidik juga di tuntut sebaiknya menciptakan peserta didik yang bersifat mandiri, dalam artiaan sanggup memilih berdasarkan adanya nilai, gambar diri yang kokoh dan menciptakan ambisi yang kuat dan tepat. Pada era globalisasi rata rata anak anak menggunakan hp sebagai media mereka untuk bermain sangat jarak anak ank mnggunakan permainan tradisional yang di lakukan secara kompak dan bersama sama, karena permainan tradisonal memupuk persaudaraan, kekompakan dan kerja sama antar satu dengan yang lainnya. Sedangkan pada kenyataannya anak anak zaman sekrang ini lebih menonjol ke permainan online seperti game di hp, internetan dan tidak jarak anak anak menjadi introvert terhadap dunia luar hal tersebut sangat tidak baik bagi kesehatan mental peserta didik. meningaatkan dan memperbaruhi pengetahuan tentang media internet sehingga dapat memudahkan orang tua dalam mengawasi anak anaknya. Jika di lingkungan keluarga atau di rumh sebaiknya posisikan media internet di tempat yang dapat di lihat oleh semua orang orang. Menciptakan batasan dalam penggunaan internet Memberikan pengetahuan dan arah cara menggunakan media internet yang baik dn benar Melarang lebih awal mengenai hal yang di larang di nonton Meminimalisir terjadinya mis komunikasi antara orng tua dan anak Menerapkan karakter yang baik di era digital guna agar peserta didik dapatsigap mengikuti adanya perubahan zaman di zaman modern ini serta tidak lupa menanamkan karakter yang baik pada dirinya sejak dini karena generasi penerus merupakan cerminan bangsa itu (Rusmana, 2. Penerapan Pendidikan Karakter Gemar Membaca Melalui Program Literasi Di Sekolah Dasar. Pada system ini di lakukan beberapa fasen dalam menunjang sebuah adanya kebiasaan gemar membaca untuk lebih mengembangkan karakter pada program literasi yang akan di Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 85 fase pembiasaan, membiasakan peserta didik untuk membaca sekitaran 10- 15 menit dalam kegiatan ini secara tidak langsung membuat peserta didikterbiasa membaca literasi yang fase pengembangan dengan mengembangkan ebiasaan litrasi di perlukan pembeajaran yang bersifat non aka demik agar peserta didik tidak monoton dalam proses tahap pembelajaran, pelaksanaan sebuah pembelajaran dengan metode menggunakan kemampuan literasi dengan berbagai macam kegiatan yang ada di sekolah atau lingkungan akademk dengan menerapkan pengembangan profesional Tahap tahap pengembangan dalam hal ini ialah Tahap pengembangan melalui berbagai kegiatan yaitu pengembangan literasi yang bersifat non akademik serta promosi social di lingkungan dan efektif sebagai model komunikasi dan interaksi literasi. (N. Priasti and S. Suyatn. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Religious Saat ini, lemahnya nilai Ae nilai agama khususnya pada siswa yang perlunya penekanan pada religiusutas khususnya di lingkungan sekolah. Karena dengan lemahnya semangat keagamaan ini, siswa dapat dengan mudah menggoyahkan kekuatan iman, dan matinya Empati dan juga simpati sebuah budaya yang menerapkan model pengembangan kekuatan keagamaan di lembaga sekolah yang bertujuan memberikan penerapan keagamaan pada peserta didik yang di tanamkan dalam diri siswa. (Widayanti, 2. 4 Pendidikan Menurut Kemendikbud Pengembangan pendidikan karakter yang di maksud oleh kemendikbud. Hanya bangsa yang memliki karakter kuat menjadikan dirinya mampu sebagai bangsa yang bermartabat dan di segani oleh bangsa bangsa lain. Sebuah pendidikan karakter sebaiknya membawa peserta didik secara kognitif ke pengenalan, secara efektif ke penghayatan nilai, dan secara nyata ke Kementrian pendidikan nasional . ementrian pendidikan dan kebudayaa. 4 nilai karakter utama yang direncanakan yang menjadi ujung tombak penerapan karakter di kalngan peserta didik di sekolah, yakni jujur . ari olah hat. , cerdas . ari olah pikira. , tanggung . ari olah rag. , dan peduli . ari ola rasa dan kars. Maka dari itu ada banyak nilai karakter yang dapat di kembangkan dan di integrasi dalam pembelajaran di sekolah. Menanamkan semua butir nilai tersebut merupakan tugas yang sangat berat. Oleh karena itu, perlu di pilih nilai - nilai tertentu yang diprioritaskan penanamnya pada peserta didik. Direktorat pembinaan SMP KEMENDIKBUD RI mengembangkan nilai Ae nilai utamayang di sarikan dari butir butir standar kompetensi lulusan. (Suryani, 2. Implementasi Nilai Nilai Pendidikan Karakter Dalam Mengatasi Degradasi Moral Anak Sekoah Dasar Di Era Digital Dengan mengikuti adanya arus globalisasi yang berlangsung sangat cepat mengharuskan peserta didik akatif dan tidak ketinggalan infomrasi yang mengenai media komunikasi di zaman era yang modern ini. Arus globalisasi tidak dapat di bendung adanya hal ini mengharuskan penerapan pendidikan karaker agar tidak tercapai penyimpangan penerapan moral pada pribadi peserta didik. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 86 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Implementasi karakter terhadap nilai nilai pada sekolah dasar di era digital. Dengan metude yang di gunakan dapat kita temukan bahwa nilai Ae nilai pendidikan karakter berperan penting untuk mengatasi degradsai moral pada kalangan usia sekolah dasar. Kesimpulan yang di dapatkan bahwa di mulai perencanaan dari penerapan sekolah dasar pendidikan karakter di (Sahronih, 2018 )6 Implementasi Pendidikan Karakter Di Madrasah Ibtidaiyah Pendidikan karakter ialah membiasakan anak dengan berfikir dan berperilaku dan bekerja sama serta membantu juga individu yang ada di sekitarnya sebagai keluarga, masyarakat dan bangsa serta membantu orang lain membuat keputusan yang dapat di pertanggung jawabkan. Madrasah ibtidaiyah menerapkan model pembelajran sebagai berikut mata pelajaran yang bersifat tersendiri bidang studi dapat terintegrasi degan baik melaksanakan model pembelajaran di luar pembelajaran bersifat gabungan Sehubung dengan implementasi pendidikan karakter terintegrasi karakter dapat di lakukan mealui implementasi pendidikan karakter yang terintegrasi antara lain: Pengintegrsian dalam program pengembangan diri antara lain terintegrasi pada keteladanan dan terintegrasi pada pengkondisian Pengintegrasi pada mata pelajaran Pengintegrasi dalam budaya sekolah. (Nasution, 2. 7 Integrasi Pendidikan Karakter Ke Dalam Pembelajaran Kewarganegaraan Di Sekolah Dasar Salah satu mata pelajaran yang dapat mengembangkan karakter siswa denganbaik ialah penndidika kewarganegaraan. Namun pada kenyataannya pendidikan kewarganeraan belum cukup efektif dalam mengembangkan karakter siswa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya masi terdapat peserta didik yang melakukan prilaku menyimpang dalam Dalam mencegah adnya perilaku menyimpang pada peserta didik lembaga sekolah perlu melakkan modifikasi terhadap pembelajran PKN ini agar lebih efektif Contoh pelasanaannya ialah melakukan pengintegrasian terhadap pembelajaran PKN sehingga dapat lebih mudah berperan dalam melakukan sebuah pengembangan karate siswa. (Kurniawan, 2. 8 Nilai-Nilai Pendidikan Berbasis Karakter Pada Pendidikan Dasar Dan Menengah Pentingnya pendidikan karakter bagi sekolah dasar telah di galakkan oleh pemerintah Telah di rencakan berbagai program oleh pemerintah dalam upaya di implementasikan pendidikan karakter. Untuk sekolah dasar telah di rencanakan beberapa penerapan pendidikan karakter oleh kementrian pendidikan nasional sebagai berikut: nilai pendidikan karakter yang baikbagi siswa adalah mandiri, bertanggung jawab, sopan , baik , menghargai orang yang lebih tua, religious dll. sebuah strategi di lakukan agar perilaku tersbut dapat terlaksana denga baik yaitu memasukkan penerapan pendidikan karakter dalam setiap mata pelajaran sehinga peserta Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 87 didik akan terbiasa dalam mempelajari bagaimana karakter yang baik yang berguna bagi mereka di masa sekarang ataupun di masa yang akan dating. (Baginda, 2. 9 Penerapan Nilai Pendidikan Krakter Peduli Lingkungan Di Kelas Tingi Sekolah Dasar Maka dapat kita simpulkan bahwa sikap peduli lingkungan siswa sekolah dasar sudah baikjika menerapkan beberapa hal yang ada di atas. Dan di harapkan bahwa siswa Ae siswa dapat mempertahankan sikap tersebut, dan para guru dapat memberikan teladan, dan memelihara tanaman yang ada di kelas aupun sekolah. Dan tidak lepas juga dari para guru yag sebaiknya memberikan teladan yang baik kepada murid muridnya. (Afniyanti, 2. 1 Implementasi Pendidikan Karaker Mandiri Sekolah Dasar Karakter yang baik tidak terbentuk secara instan atau begitu saja danya, tetapi di perlukan beberapa dorongan dan masukan dari orang orang dewas tentang bagaimana dan mengapa karakter yang baik perlu bagi peserta didik seseorang dapat di katakana berkarakter yang baik jika dia mempunyai pengetahuan tentag baggaimana dia dan potensi dirinya dapat Begitu bnyak karakter karakter yang baik yang di kaitkan dengan penerapan sekolah peserta didik. Dia antaranta ialah menerapkan krakter mandiri bagi peserta didik. Cara yang dapat di terapkan oleh lembaga sekolah dalam menerapkan karakter mandiri peserta didik yaitu dengan membuat sebuah organisasi ataupun ekskul yang ada pada setiap lembaga sekolah sehingga karakter mandiri peserta didik dapat terbentuk dengan adanya interaksi antar peserta didik di lingkungan ekskul yang pastinya memeiliki tujuan bersama yang bersifa positif. (M. Maryono, 2. 10 Penerapan Pendidikan Karakter Di Sekolah Secara teoritis perkembangan psikologi remaja merupakan msa transisi yang di tandai dengan aspek biologis, psikologis dan sosial. Secara empiris tren kenakalan remaja yang meningkat di sebabkan oleh ketidak mampuan remaja awal untuk bersikap asertif sehingga kepribadiannya menjadi lemah dan mudah terjemurus pada hal hal negatif. Hal tersebut dapat mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan dan media massa terhadap perilaku asertif daan kecederungan kenakalan remaja di sekolah dasar. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya tingkat perilaku asertif siswa dapat menurunkan kecenderungan kenakalan remaja pada diri mereka. (Rahmat, 2. 11 Pengaruh Pendidikan Karakter Terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Di Sekolah Dasar Di siplin perilaku pada setiap siswa sekolah dasar merupakan perilku yang sangatdi Agar munculnya suatu nilai karakter lainnya pada diri manusia maka disiplin merupakan awa yang baikkarena banyknya perilaku penyimpangan yang terjadi pada era sekarang maka sejak dini baiknya di biasakan anak anak sekolah dasar untuk mempunyai di siplin perilaku. Membuang sampah sembanrangan, parker di sembarangan tempat, tidak mematuhi peraturan dan masih banyak lagi contoh contoh perilaku yang tidak di siplin yang ada di masyarakat kita ini. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 88 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah Dengan tidak adanya perilaku di siplin pada sekolah dasar hal tersebut menunjukkan tidak adanya pendidikan karakter yang di terapkan pada lingkungan sekolah tersebut. Tidak di siplinnya seorang siswa dapat mnunjukkan bahwa tidak adanya perilaku positif yang di dapatkannya dalam kehidupan sehari hari. Maka terjadi lah yang dinamakan pengaruh pendidikan karakter yang di hadapi oleh murid sekolah dasar hal tersebut dapat mempengaruhi minat dan cara belajarnya juga di sekolah. Ini menandakan siswa tersebut belum sampai pada perasaan dan perilaku berkarakter. (Dole, 2. 12 Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Kedipsilinan Siswa Di perlukannya perhatian khusus dari setiap lembaga sekolah dasar untuk menerapkan pendidikan karakter bagi setiap murid. Hal yang sebaiknya dilakuka oleh pihak lembaga sekolah iaah melakukan sosiali sasi pada setiap murid sekolah dasar guna untuk mencegah murid murid melakukan kejahatan dan merugikan keluarga diri sendiri maupun orang lain yang ada di sekitarnya. Sehingga otomatis akan tertanam nilai nilai yang aik pada individu itu sendiri. Juga dalam berperilaku sehari hari siswa siswi dapat menerapkan nilai nilai yang baik dalam Jika suatu pendidikan karakter di lakukan dengancara hafaln verbal saja maka hal tersebut tidak akan berhasil dalam menerapkan pendidikan karakter yang baik bagi siswa siswi di sekolah dasar. Oleh sebab itu pelaksanaan pendidikan krakter yang baik sebaiknya dilakukan dengan melibatkan mata pelajaran yang ada di sekolah sehingga sswa dan siswi dapat dengan mudah pemahami bagaimana pendidikan karakter yang baik yang harus mereka terapkan dalam kehidupan sehari hari mereka. (S. Utami, 2. 13 Pendidikan Karakter Konsep Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Di Sekolah Madrasah Dengan di terapkannya pendidikan karakter bagi setiap siswa siswi maka hal ttersebut sangatlah pendting dengn mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu saja, tetapi juga kepentingan masyarakat dan warga Negara yang ada dalam suatu Negara tersebut, dengan terbentuknya pendidikan karakter yang baik maka suatu Negara dapat dengan mudah berkembang pada suatu persaingan internasional yang di lihat dari segi pendidikan karaktrnya itu sendiri. Dengan beragamnya strategi pembelajaran yang telah di terapkan ada yang di maksud dengan strategi pembelajaran knowing starteg ini melibatkan nara sumber sehingga akan lebih mudah untuk di pahami karena penyampainnya yang di lakukan secara langsung dan akan bertambah banyak pula ilmu yang akan kita dapatkan untuk bekal kita di masa depan agar menjadi manusia yang lebih baik lagi. Pada pembelajaran ini akan melibatkan setiap siswa sehingga dalam suatu kelas tidak aka nada siswa yang merasa terkucilkan karena setiap pembelajaran yang di lakukan akan di lakukan dengan dua orang siswa jadi siswa akan saling mengajar satu sama lain, hal ini akan menimbulkan rasa baru dan semangat baru bagi siswa dengan cara belajar yang mereka lakukan dari sebelumnya pada mata pelajaran yang ada di Dengan demikian terbentuknya pendidikan karakter yang baikbagi siswa ialah mereka memiliki kebiasaan berfikir dalam arti pesertadidik dapat memiliki pengetahuan keterampilan dan dapat berbuat bagi untuk masa depannya. (Akhwan, 2. 14 Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 89 Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Di Sekolah Dasar Pendidikan karakter dapat di lakukan dengan dua cara dalam kehidupan sehari hari yaitu pendidikan karakter yang terprogram dan pendidikan karakter yang tidak terprogram. Ada beberapa contoh pendidikan karakter yang dapat dilakukan melalui program yang bersifat secara rutin seperti incidental/ spontan maupun yang terprogram. Untuk menampilkan totalitas pemahaman bagi setiap siswa meruapakan tujuan yang ingin di capai dari program pembiasaan tersebut sehingga dengan tercapainya program tersebut anak anak atau siswa siswi yang ada di sekolah dasar dapat melewati ari hari nya spserti biasa dengan fikirn yang positif karena sejak awal pendidikan karakter yang baik telah di biasakan pada dirinya sendiri. Melalaui beberapa pembiasaan tersebut anak anak bukan hanya di ajarkan apa yang baik dan apa yang tidak baik tetapi juga mampu merasakan nilai yang terkecil seperti kelaurga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Pengembangan kebiasaan sendiri memeiliki beberapa fungsi sebagai berikut: Dalam kehidupan sehari hari dapat menyadi perilaku yang mana baik untuk di lakukan dan mana yang lebih baik tidak usah di lakukan untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Dengan mencerminkan adanya keberagaman nilai sehingga dapat mentorelir berbagai adnya keberagaman perilaku yang di temuinya, hal ini dapat meminimalisir adanya perkelahian dan perbedaan paham antar anak anak sekolah dasar yang pada umunya belum dewasa sama sekali. Menerima perilaku yang dikehendari yang di anggap baik dan berguna bagi mereka dan orang lain, serta menlah perilaku yang tidak di kehendaki gunauntuk tidak merugikan diri sendiri dan orang lain dilingkungan sekitar mereka. Memeilih perilaku yang umunya baik dan mencerminkan nilai nilai yang baik dalam Menerapkan nilai nilai yang baik dalam kehidupannya yang menuntunnya dalam berperilaku sehari hari. Dengan pembiasan baik tersebut menjadikan anak memiliki perilaku yang baik dan pendidikan karakter baik sehingga bisa memilih mana perilaku yang di kehendakinya dan mana perilaku yang tidak di kehendaki dan mereka dapat menerapkan pada kehidupan sehari harinya secara berkelanjutan. Dalam pembiasaan perilaku dan karakter yang baik bukan hanya perlu di terapkan pada anak anak saja tetapi guru yang ada di sekolah baiknya senantiasa menunjukkan perilaku pendidikan karakter yang baik sehingga hal tersebut dapat di contoh oleh anak anak, karena guru merupakan panutan pertama yang mereka lihat dalam memperoleh hal yang baru, jika guru tidak mencerminkan hal hal yang biak bagaimana anak di usia sekolah dasar dapat menerapkannya dengan baik dalam ehidupan sehari harinya suatu saat. (Nuryanti, 2. 15 Pengembangan Model Penilaian Keterampilan Intrapribadi Dan Antarprinadi Dalam Pendidikan Karakter Sekolah Dasar Untuk mengetahui perasaan ini dan moral spritualmaka di perlukan model penialain. Model ketarampilan di lakukan dengan metode grading sekil sekinggamodel dari hasil penelitiannya nnatni dapat di paham dengan baik karena tersusun secara berurutan, dari setiap siswa yang di Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 90 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah anjurkan memilih norma, perasaan, dan perilaku yan paling sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan siswa siswi tersebut. Sehingga dengan melakukan model penilainn ini dapat di ketahui performa perilaku siswa dalam kehidupan sehari hari apakan perilakunya sudah baik atau malah sebaliknya. Model penilaian dapat dilakukan dengan melihat skala yang telah di sediakan apakah sudah atau belum munculnya konsisten siswa siswi dalam berperilaku. Untuk mengetahui sikap intesns siswa salam sehari hari maka penilain ini dapat di lakukan oleh setiap guru kelas masing Sehinga model penelitian yang di lakukan dapat di simpulkan sebagai berikut: Guna mendeteksi perilaku anak anak sekolah dasar maka di lakukan beberappa monitoring seperti mengevaluasi perilaku dan model monitoring akhlak siswa berbasis pelajaran Ada kelemahan yang terdapat pada model penilain ini seperti tidak terlibatnya siswa dalam proses penilaian itu sendiri, serta penilain yang bersikap mekanik, tidak komprehensif dan belum menilai aspek kepribadian siswa secara mendalam, hanya mengandakan data data sebagai bahan pertimangan prilaku siswa. Sebagai suatu tindakan tindak lanjuta dari metode penilitian ini, di harapkan para peneliti atau pihak yang mengembangkan metode ini dapat menjadikan sebuah acuan untuk melakukan penelitian terhadap siswa secara lebih meluas tidak melibatkan sebagian siswa saja seperti hanya siswa kelas rendah atau hanya siswa kelas tingii, namun dapat di lakukan secara lebih meluas sehingga pendidikan karakter yang baik dapat di lakukan oleh semua kalangan di sekolah dasar dalam satu lingkungan sekolah yang harmonis. (A. Khilmiyah, 2. 16 Strategi Penerapan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan. Kerja Sama Dan Tanggung Jawab Dalam Program Adiwiyata Sekolah Dasar Lingkungan sudah tidak asing lagi bagi masyarakt baik dari anak kecil maupun orang dewasa, dimana lingkungan hidup atau yang lebih kita sering sebut dengan kata lingkungan ialah mencakup segala makhlukhidup dan benda mati yang ada di alam maupun yang ada di bumi yang sidah tercampur tangan oleh manusai itu sendiri. Manusia dan lingkungan hidup sangatlah erat kaitannya dalm proses kehidupan meraka saling memberikan pengaruh besar satu dengan yang lainnya. Lingkungan akan hancur jika tidak ada mausia yang mrawatnya dan manusia akan mati jika tidak ada lingkungan yang sehat. Lingkungan yang indah dan lestaru akan membawa pengaruh aasri dan pikiran yang posisitf dalam kehidupan sehari hari pada Sebagai manusia yang tidak luput dri kesalahan pemanfaatan lingkungan sudah sangat lumrah untuk di lakukan tidak sedikit dari manusia itu sendiri yang merusak lingkungan Seperti membuang sampah sembarangan, melakukan bom pada air laut, melakukan penggundulan hutam secara brutal dan tidak pilih pilih. Hal tersebut sangatah miris sehingga pentingnya melakukan pemahaman sejak dini kepada generasi muda agar mereka senantiasa dapat merwat lingkungannya dengan baik, di laukan sejak usai sekolah dasar. dapat di lakukan sebuah kegiatan di sekolah yang di namakan kepedulin terhadap lingkungan hidup yang ada di sekolah. Karen hal tersebut merupakan tanggung jawab semua penduduk bumi dalam menjaga dan merawatlingkungan kita sndiri, jika Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 91 lingkungansekitar kita saja tidak terawatt maka bagaimana kita akan menjadi manusia yang sehat dan manusia yang memiliki perilaku baik. Dengan sangat di perlukannya pendidikan karakter ini maka kimitmen nasional tentang pendidikan karakter tertuang dalam Undang Ae Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Salah satu yang dapat menjadi wadah pendidikan karakter yang baik bagi anak anak adalah lingkungan sekolah itu sendiri. Segala sesuatu peristiwa yang terjadi dalam pendidikan karakter ada bainya di implementasikan dalam program sekolah itu sendiri. Sehingga dapat terciptnya kultur yang baik seluruh warga sekolah dalam menciptakan pendidikan karakter bagi sekolah mereka sendiri. Banyak pelajaran dan nilai nilai yang sebaiknya di lakukan di sekolah untuk lebih munjang pendidikan karakter yang baik bagi setiap anak yang ada di sekolah. karenakan sekolah merupakan laksana lahan yang subur yang di gunakan untuk menanam benih benih karakter yang baik bagi setiap anak ang ada di sekolah. Sekolah juga dapat melakukan peran sebagai pemain utama dalam pendidikan karaker itu sendiri. Pendidikan karakter yang di lakukan di usia sekolah dasar guna untuk menciptakan akhlak mulia peserta didik secarautuh dan meningkatkan proses hasil pendidikannya selama mereka menuntut ilmu dengan baik sesuai dengan standar kompetensi lulusan. (N. Neti, 2. 17 Sosialisasi Penerapan Pendidikan Karaker Dan Pendidikan Intelektual Dalam Mengajar Siswa Sekolah Dasar Dengan menerapkan kecerdasan intelektual tanpa menciptakan kepribadian yang baik hal tersebut tidk berguna sama sekali. Dengan era pada sekarang ini sebagian orang hanya mengandalkan koneksinya saja untuk menjadi salah satu kunci suksesnya di masa depannya nanti, mereka menggap itu adalah hal yang instan yang merek perbuat dengan mudah sukses tetapi mereka sama sekali melakukan hal yang sangat salah dan menggar berbagai aturan dari segi manapun itu. Dengan menciptakan akhlak dan kepribadian yang baik setiap itu hal tersebut tidk dapat di lakukan sendiri atau secara otodidak melainkan membutuhkan bantuan orang lain, karena pada hakikatnya setiap manusia pasti memerlukan manusia lain dalam proses atau melanjutkan kehidupannya itu sendiri. salah satu cara untuk meningktkan moral dan perilaku etis pada peserta didik ialah dengan melakukan dan menerapkan pendidikan karakter yang baik guna untuk menciptakan periaku baik untuk masa depan yang baik pula. Oleh karena itu sebagai guru yang ada di kelas ada baiknya lebihbmengetahui dan harus mampu mengintegrasikan kemampuan dan kompetensinya dalam menghadapi perilaku peserta didik dan pandangan peserta didik yang tentunya berbeda beda setiap individunya. Sehingga guru berperan melakukan kegiatan yang di harapkan semua pihak dapat semakin memahami factor Ae factor penting dalam mendorong terwujudnya pendidikan karakter di sekolah. Guna untuk mewujudkan pendidikan karakter yang baik dan siswa mampu bersaing secara gobal dengan menopang pendidikan karakter yang baik yang sudah di terapkannya sejak dini. (Isroyati, 2. 18 Pendidikan Karakter Berdasarkan Gerakan Literasi Di Sekolah Dasar Beragam macam jenis pendidikan krakter yang di lakukan dalam proses meningkatkan perilaku yang baik bagi peserta didik baik melalui literasi hingga di implementasikan ke dalam Sehingga kita dapat melihat potret bangsa yang sebenarnya dengan mengukur Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 92 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah kualitas pendidikan yang ada pada suatu bangsa itu sendiri. Karena pada dasarnya aspek pendidikan yang akan menentukan suatu masa depan seseorang melalui literasi yang di laksanakan dalam suatu lembaga di sekolah. Penerapan karakte sekolah dasar telah di sosialisasikan dalam bentuk kurikulum 2013 atau yang pada umumnya di katakana sebagai K-13 namun belum sepenuhnya berpengaruh baik bagi peserta didik sekolah dasar karena masi terlihat jelas beberapa perilaku yang tidak menyenangkan terjadi di lingkungan sekolah seperti melanggar aturan sekolah bulliying datang terlambat tidak mengerjakan pekerjaan sekolah dan lebih parahnya lagi ada sampai yang mencuri uang emannya sendiri sungguh perilaku yang tidak patut untuk seorang generasi penerus bangsa yang akan datang. Karena pada anak usia sekolah dasar adalah masa dimana anak tersebut memperoleh pendidikan karakter yang baik sebagai jembatan menuju masa remaja, sehingga mereka senantiasa berada pada lingkungan yang positif tidak merugikan keluarga teman dan orang yang ada di sekitarnya. Apabila hal tersebut di biarkn begitu saja tanpa adanya pengamanan dan solusi maka akan menyebabkan menurunnya moral bangsa sebagai generasi peneurus bangsa. Akhirnya tujuan yang awalnya ingin menciptakan generasi 2045 untuk bangsa yang maju tidak terleasisaikan dengan baik. Sehingga penguatan karakter pendidikan yang baik hrus segera di lakukan sesuai dengan proses dan rangkaian kurikulum 2013 karena investasi masa depan dalam ranah peradaban di pertaruhkan. Sebagai bekal untuk menuju masa depan remaja yang baik maka tindakan awal di usia sekolah dasar ialah meakukan pengembangan modul pendidikan karakter berbasis gerakan literasi sekolah di lakukan untuk memperbaiki karakter siswa. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan minat baca siswa karena gerakanliterasi yang di lakukan dan diterapkan dalam lingkungan sekolah itu sendiri. Oleh karena itu terciptanya suatu modul pendidikan karakter berbasis gerakan literasi sekolah. (S. Subiyanti, 2. 19 Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Penanaman Nilai Ae Nilai Karakter Siswa Di Sekolah Dasar Suatu awal penanaman karakter yang baik bagi peserta didik ialah melakukan suatu pendidikan karakter yang baik pada usia sekolah dasar karena pada usia sekolah dasar para peserta didik masi dalam proses perkembangan diri mereka sendiri. Oleh karena itu peran serta pengaruh guru sangatlah pentinf dalam hal membentuk karakter peserta didik yang dapat di laksanakan melalui proses pembelajarannya yang di laksanakan di kelas. Karena seorang gurulah yang berinteraksi langsung dengan peserta didik tersebut. Oleh karena itu guru sebaiknya memberikan pengaruh dan contoh yang baik bagi peserta didik dari segi sikap mereka berperilaku, karena jika tidak peerta didik akan dengan mudah meniru dan menerapkan contoh perilaku yang di tunjukkan oleh guru di kelas mereka. Pada dewasa ini kebanyakn pihak menuntut pada lembaha lembaga sekolah untuk lebih meningkatkan intensitas dan kualitas suatu pelasanaan pendidikan karakter di sekolah dasar. Tuntutan tersebut muncul di karenakan banyaknya kenakalan remaja yang terjadi di masyarakat seperti turan missal dan berbagai kasus lainnya yang sungguh sangat tidak baik jika anak usia sekolah dasar mencotoh hal hal tersebut. Dengan membentuk kepribadian yang tangguh implementasi pada usia sekolah dasar sangatlah diperlukan untuk membentuk moral budi pekerti setiap peserta didik yang ada pada usia sekolah dasar dan berbagai lembaga sekolah formal lainnya. Selamaini ada beberapa penglaman dari orang tua murid itu sendiri lembaga Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 93 sekolah belum sepenuhnya memberikan dan mendukung pencapaian untuk menunjang pendidikan karakter bagi peserta didik. Dengan adanya pengaruh elektronik sangatlah berpengaruh negattif terhadap perkembangan moral dan pembentukan karakter yang baik bagi peserta didik. Tak lepas dari penerus generasi bangsa yanitu peserta didik itu sendiri, maka dari itu sangatlah di harapkan terbentukny karakter yang baik sejak sekarang akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Oleh karena itu pendidik harus memberikan ruang lingkup bagi peserta didik dalam meimplementasikan serta mengkspresikan diri merika secara luas tanpa merasakan adanya tekanan yang ada apa diri mereka sendiri. (R. Sari, 2. 20 Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Dalam Perspektif Islam Dengan membahas prespektif islam maka karakter atau akhlak mulia merupakan buah yang dihasilkan dar proses penerapan syariah . badah dan muammala. yang di landasi oleh pondasi yang sangatlah kokoh. Ibaratkan sebagai bangunan setiap manusia sebaiknya membuat moral ibadah dan akhlak mereka bak bangunan yang kuat bak pondasi yang kuat sehingga se terjang apapun angin dan cobaan yang mereka hadapi suatu saat nanti mereka akan senantias bertakwa kepada tuhan yang maha esa. Sehingga aqidah dan syariah penting dlam diri seseorang karena akhlak muliah dan karakter yang baik tidak akan terwujud tanpa adanya kedua hal tersebut. Seorang muslim yang memiliki aqidah dan akhla yang mulia mereka akan menciptakan karakter yang baik pada diri mereka sendiri perilaku yang baik dalam kehidupan sehari harinya di dasari oleh imannya yang kuat bak pondasi yang kuat pula. (Aen. 21 Pendidikan karakter dalam suatu pengertian islam ialah pengertian yang tidak mungkin dapat di pissahkan dari pendidikan agama. Yang baik untuk akhlak dan untuk manusia itu sendiri adalah yang baik bagi ajaran agama dan yang buruk menurut akhlak ialah apa yang di laang oleh ajaran agama islam itu sendiri. Sehingga untuk menentukan perkembangan moral usia sekolah dasar adalah pemahaman akhlak sejak dini yang di terapkan dalamkehidupan sehari harinya agar kelak dapat menjadi manusia yang taat kepa tuhan yang maha esa. Pendidikan karakter dapat dengan mudah terlaksana apabila ada kerja sama dari berbagai pihak contohnya pihak sekolah dan pihak keluarga. Ada yang di maksud dengan keteladan mutlak diman keteladan yang sudah tidak dapat di tawarlagi dalam mendidik, mengembangkan dan mendewasakan peserta didik menuju terwujudnya cita cita bangsa. Hal tersebut tidak dapat tercapai tanpa adanya bantuan dari guru atau pendidik, dengan adanya keteladan dari pendidik dalam bersikap terhadap peserta didik maka penerapan pendidikan karakter dapat dengan muda terlaksana dan di laukan dengan baik. Sehingga grugru yang berkualitas lah yang memberikan suri teladan yang baik bagi murid muridnya, guru yang memiliki kepemimpinan tinggi. Selain dari tugas guru yang mendidik para oeserta didik guru juga bertanggung jawab pada oeserta didik karena keluarga peserta didik telah mempercayakan tangung jawabkan kepada guru yang ada di sekolah. Sebagimana sabna Nabi SAW yang diriwayatkan oleh ibnu Maajah. (Assuyuti, 1992:. Implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran dalam mata peljaran di sekolah dasar. Kemajuan suatu bangsa di tentukan dari karakter bangsa itu sendiri tidak lepasdari aspekk sumber daya manusianya. Pendidikan karakter bangsa itu sendiri di kembangkan mulai dari kegiatan informal dan berlangsung secara pararel dengan sebuah kegiatan yang di sebut Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 94 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah kegiatan formal dan non formal. Tak lepas dari itu akan banyak tantangan yang di hadapi demi menuju karakter bangsa yang dapat meniptakan bangsa yang baik dengan karakter yang baik di tanamkan sejak dini yaitu usia sekolah dasar. Dalam ranka mengembangkan bangsa ini di sangatlah di perlukan kegiatan implementasi peserta didik yang di lakukan oleh setiap lembaga sekolah usia dasar. Hal ini tidak bisa lembaga sekolah lakukan dengan sendiri perlu adanya bantuan dari berbagai pihak seperti dukungan kondusif pranata politik, sosial dan kebudayaan Sejak anak memasuki usia dini di situlah rana pembentukan karakter yang baik bagi anak anak karena usia dini ialah masa kritis untuk pembentukan karakter bagi anak anak. Dengan peran orang tua kepada anak dapat menciptakan keberhasilan dalam mendidik dan membing bing anaknya agar anak anak tersebut dapat menjadi remaja yang dewasa dan positif di lingkungannya serta memiliki karakter yang baik bagi keluarga dan orang di sekitarnya. Sebagai upaya untuk meningkatkan pendidikan karakter di Indonesia kementrian pendidikan meningkatkan upaya mereka untuk setiap jalur, jenjang, dan jenis satuan Dan di lakukan juga pelaksanaan penilaian setiap jalur pendidikan yang ada di Indonesia. Karena selama ini kontribusi informal pendidikan belum sepenuhnya di berikan sehingaa pembentukan karakter peserta didik dapat terhambat dan peserta didik usia sekolah dasar tidak mendapatkan bimbingan yang seharusnya mereka dapatkan guna mingkatkan pendidikan dan karakter mereka di masa depan. Salah satu alternative untuk menyelesaikan masalah tersebut adalahmelaksanakan pendidikan karakter teroadu, yaitu memadukan dan menyatukan berbagai kegiatan yang aakan di laksanakan oleh setiap anak seperti kegiatan keluarga dan kegiatan nonformal, sehingga anak akan lebih merasa enjoy dan aman untuk hal itu. Serta dalam waktu belajar eserta didik harus mengoptimaklam cara beajarnya di kelas agar tercapainya tujuan tertuama dalam pembentukan karakter peserta didik. (Malawi, 2. 22 Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Dasar Penguatan pendidikan karakter peduli lingkungan belum secara optimal di terapkan di setiap lembaga sekolah. Karenaa di perlukan kesadaran bagi peserta didik maupun warga sekolah jika tidak adany kesadaran yang di ciptakan maka akan sangatlah sulit untuk mewujudkan pendidikan karakter di sekolah tersebut. Salah satu contoh rendahnya kesadaran para peserta didik dan warga sekolah lainnya ialah membuang sampah sembarangan, ada pula yang leihat sampah yang berserakan tetapi mereka mengabaikannya begitu saja. Karen memang pada hakikatnya permasalahan sampah di Indonesia sudah tidak ada lagi ujungnya jika terus di bahas hingga menimbulkan permasalahan khusus. Salah satu dampak yang di sebabkan oleh sampah tersebut ialah menurunnya nilai estetika dari lingkungan yang tidak sehat tersebut. Dengan demikian fakta di atas baiknya bisa mrubah kesadaran kita agar lebih menjaga lingkungan yang baik untuk masa depan yang sehat di kemudian hari. Upaya yang seharusnya kita lakukan untuk mengurangi sampah sebaiknya membuah sampah di tempat yng telah di sediakan (TPA) agar sampah sampah yang ada di lingkungan kita tidak terlihat jorok karena berserakan di sembarangan tempat. Tetapi minimnya kesadaran setiap manusia untuk menjaga lingkungan mereka bahkan adapula yang menjadikan kali atau selokan sebagai tempat pembungan sampah mereka sungguh pemandangan tidak baik karena dapat menyebabkan produksi sampah yang berlebihan lingkungan bisa tercemar serta masyarakat bisa dengan mudah terserang penyakit karena perbuatan mereka sendiri. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 EduBase : Journal of Basic Education. Volume 3 . Tahun 2022 | E-ISSN : 2722-1520 | 95 Karakter yang berkualitas perlu di bombing dan di ciptakan sejak dini pada lembaga Adnya pendidikan lingkungan di sekolah dapat menyadarkan siswa akan pentingya nilai peduli terhadap lingkungan bagi kehidupannya. Kepedulian yang di lakukan di lingkungan sekolah kelas akan berdampak pada masyarakatnya itu sendiri. Oleh karena itu sifat peduli lingkungan baiknya di tanamnkan di sekolah secara terys menerus agar peserta didik bisa mulai terbiasa dengan kegiatan kegiatan positif yangmereka lakukan. Kesadaran warga sekolah tentang pentingnya menjaga lingkungan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan (S. Haul, 2. 23 KESIMPULAN Berdasarkanpembahsan mengenai pendidikan karakter di usia sekolah dasar SD dapat kita menyimpulkan bahwa nilai religious dapat juga di terapkan dalam pengembangan pendidikan karakter bagi peserta didik sekolah dasar seperti membaca doa sebelum dan sesudah belajar, melaksanakan sholat berjamaah, mengucap salam sebelum memasuki ruangan dan masi banyak lagi sikap sikap pendidikan karakter yang baik dari segi religuis bagi peserta didik sekolah dasar. Kegiatan peduli lingkungan, kegiatan ini sebaiknya harus di terapkan di lembaga sekolah dasar secara terus menerus untuk membiasakan peserta didik dalam menjaga kebersihan mereka, kegaiatn peduli lingkungan dapat di lakukan seperti membuang sampah pada tempatnya, membuat peraturan di larang membuang sampah, menanam tumbuh tumbuhan hijau untuk di Tanami di sekolah agar menciptakan pemandangan yang asri dan nyaman untuk di Tanggung jawab di tanamkan pada diri setiap anak agar mereka bisa menjadi dewasa dengan baik, mengajarkannilai nilai moral yang baik agar peserta didik mau meminta maaf jika melakukan kesalaha yang telah mereka lakukan. Nilai kejujuran setiap anak di biasakan untuk memiliki sikap jujur agar kelask mereka tidak berani berbohong walau sekecil apapun seperti mencontek tugas teman pada saat ujian hal tersebut tidak boleh mereka lakukan karena apa yang anak usia sekolah lakukan akan mempengaruhi bagaimana dia akan bersikap di masa depannya nanti. Oleh karena itu lembaga sekolah menciptakan strategi untuk para peserta didik, strategi yang mereka gunakan adalah strategi pembiasanan untuk mengingatkan mereka hal hal yang baik, memberikan sebuah hkuman atau teguran kepada siswa yang telah melanggar aturan di sekolah agar kelak siswa siswi tersebut tidak mengulai perbuatan mereka yang telah salah. Kegiatan rutin pembiasaan yang di lakukan di kelas guna untuk pendidikan karakter bagi diswa itu sendiri di kehidupannya. Penerapan pendidikan karakter di lembaga seklah dasar tidak lepas dari beberapa hambatan yang di rasakan oleh setiap sekolah. Hambatan yang biasa berbagai macam seperti dari siswa itu sendiri, dari keluarga maupun dari lingkungan. Tetapi di situlah peran serta guru jika ambatan tersebut datang dan menghalangi proses belajar dan pembelajaran guru harus senantiasa mengingatkan kembali lagi dan lagi kepasa peserta didik untuk senantiasa berbuat baik kepada sesame manusia, memberikan teguran jika peserta didik melakukan kesalahan, memberikan teguran yang baik dan tidak menyinggung peserta didik, berperilaku baik dan tgeas kepada peserta didik dan meciptakan beberapa koordinasi dengan beberapa orang tua dan juga mengetahui bagaimana menerapkan sebuah pendidikan karakter yang baik untuk peserta didik di lembaga sekolah. Available at : http://journal. id/index. php/edubase/article/view/427 96 | Penggunaan Media Online Pada Pembelajaran Daring untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah DAFTAR PUSTAKA