REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Peran Pendidikan Non Formal Dalam Implementasi Program Merdeka Belajar Ada Warga Belajar Sanggar Kegiatan Belajar (Sk. Kabupaten Lombok Timur Ahmad Yani1 1Universitas Pendidikan Mandalika. Indonesia ahmadyani@undikma. ABSTRAK Non-formal education is a planned and systematic Article history: educational path carried out by the government and the Received September 3, 2023 community independently to achieve learning goals. It aims to Revised November 10, 2023 Accepted Desember 10, 2023 be able to keep pace with the increasingly rapid development Available online Februari 24, 2023 of the world, and answer the needs of situations and conditions, including in the current era of independent Kata Kunci: PNF Role. Freedom to Learn The independent learning education policy was implemented by the Minister of Education and Culture as a response to the needs of the education system in the era of The method used is a qualitative approach with This is an open access article under the CC BY-SA license. a secondary data matrix, documentation is then analyzed Copyright A 2023 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. through the stages of data reduction, data presentation, and The role of non-formal education contributes to the success of the independent learning program for learning center learning residents. The independent learning program is not enough to only focus on school education. Therefore, non-formal education with personally regulated regulations provides additional learning facilities for learning residents in the implementation of independent learning in the east Lombok learning activity studio. ARTICLE INFO Pendahuluan Peran pendidikan nonformal dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat belum banyak diketahui orang. Namun, tanpa pendidikan tentunya tidak ada peningkatan kualitas hidup, karena kualitas hidup melibatkan perubahan perilaku. Dalam pertumbuhan dan pengembangan diri. Menurut Coombes (Marzuki, 2. , peran pendidikan informal yang paling sering disebutkan dalam literatur adalah untuk mengatasi masalah pada masyarakat marginal, seperti mengatasi masalah gelandangan dan lain Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 26 menyatakan bahwa pendidikan nonformal memerlukan layanan pendidikan yang berperan sebagai alternatif, pelengkap dan/atau penambah pendidikan formal dalam rangka menunjang pembelajaran sepanjang hayat yang diselenggarakan untuk orang-orang yang membutuhkan. Peran pendidikan informal adalah untuk mengembangkan potensipeserta didik, dengan penekanan pada perolehan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta mengembangkan sikap dan karakter profesional. Berikutnya, pendidikan informal mencakup pendidikan keterampilan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan pemuda, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan literasi, pendidikan keterampilan dan pelatihan pekerjaan, pendidikan kesetaraan, dan pendidikan lainnya yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Kebutuhan masyarakat akan Pendidikan nonformal (PNF) sekarang ini semakin Banyak faktor yang mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan PNF dalam REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: kehidupan masyarakat. Perubahan masyarakat yang terjadi sangat cepat saat ini menyebabkan hasil pendidikan yang diperoleh di sekolah . endidikan forma. menjadi tidak sesuai atau tertinggal dari tuntutan baru dalam dunia kerja. Ilmu pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh dari sekolah seolah-olah semakin cepat menjadi usang dan kurang dapat digunakan untuk memecahkan tantangan baru yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi seperti ini menuntut adanya layanan pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah yang berfungsi sebagai penambah atau pelengkap pendidikan formal. Pendidikan formal sering kali kurang mampu menanggapi berbagai kebutuhan baru yang berkembang di masyarakat seperti yang dijelaskan di atas, sehingga permintaan akan layanan pendidikan nonformal sangat penting. Selain itu, ada fenomena meningkatnya jumlah siswa yang putus sekolah atau tidak dapat menyelesaikan satu tingkat pendidikan karena beberapa alasan seperti kondisi ekonomi orang tua, ketidaksesuaian siswa dengan lingkungan sekolah yang bersifat eksklusif, formalitas yang kaku dalam hubungan antara guru dan murid, kurikulum yang terpisah dari kehidupan Siswa yang mengalami putus sekolah seringkali bukan hanya mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi rendah, tetapi juga ada yang berasal dari keluarga ekonomi mapan, namun merasa tidak cocok atau terkekang di sekolah, dan merasa bosan dengan formalitas dan rutinitas kehidupan sekolah. Fenomena siswa putus sekolah dapat terjadi baik di sekolah di pedesaan maupun masyarakat. Pertanyaannya adalah bagaimana para pengambil kebijakan seperti Direktorat Pendidikan Alternatif dan di perkotaan. Jika kita ingin memastikan direktorat lain dalam Direktorat Jenderal bahwa mereka yang putus sekolah tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan layanan pendidikan, maka pendidikan nonformal seringkali menjadi pilihan alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 26 ayat 1 menyebutkan sebagai berikut: Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidik formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan informal mencakup Pendidikan keterampilan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan remaja, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan literasi. Pendidikan keahlian, pelatihan pekerjaan, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik. Pemahaman mengenai cakupan kegiatan . pendidikan informalmembutuhkan penafsiran yang meluas, sehingga dapat menyelenggarakan program layanan pendidikan informal lainnya. Terutama jika peran pendidikan informal ditempatkan sebagai bagian yang mendukung Pendidikan sepanjang hayat maka banyak kegiatan Pendidikan masyarakat yang dapat dimasukkan seperti Pendidikan olahraga masyarakat, pendidikan rekreasi untuk mengisi waktu senggang, bahkan pendidikan seni budaya Pendidikan Nonformal melakukan penafsiran dalam mengembangkan programnya, berdasarkan isi pasal yang terkait dengan Pendidikan Nonformal sebagaimana disebutkan di atas. Jika pendidikan nonformal dipandang sebagai Pendidikan komunitas maka bentuk, tujuan, dan kegiatan pendidikan nonformal seharusnya mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, sebagaimana konsep pendidikan seumur hidup yang menekankan bahwa semua kegiatan kehidupan dapat dianggap sebagai kegiatan belajar atau pendidikan. Sebelumnya, ada penolakan terhadap pendidikan dalam lingkup resmi, oleh aktivis radikal humanis yang terkenal yaitu Ivan Illich. Ide yang dia sampaikan adalah bahwa sekolah resmi dianggap membatasi kebebasan dan perkembangan manusia, karena setiap orang memiliki hak untuk memastikan kepribadian mereka dalam pendidikan. Masalah pendidikan, jika dilihat dari implementasinya, masih berfokus pada sekolah. Di mana sekolah resmi menguasai pendidikan dengan lebih menekankan pada lulusan yang hanya didasarkan pada nilai dan ijazah. Jika tidak dapat berinovasi, sudah pasti akan tertinggal. Karena perkembangan zaman berarti sistem juga harus ikut Pada era tersebut, tidak hanya tantangan yang besar namun juga REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: memberikan peluang bagi lembaga pendidikan. Untuk bisa mengimbangimasalah tersebut, tahun 2019 pada saat memperingati hari guru menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbu. oleh Nadiem Makarim mencetuskan konsep pendidikan dengan sistem merdeka belajar. Konsep tersebut oleh Nadiem makarim terhadap kebebasan dan pengembangan identitas diri bukan dengan membebaskan atau Penggunaan kebijakan program bebas menghentikan kegiatan belajar, namun disebut sebagai kebebasan Artinya membebaskan siswa dalam berpikir dan nilai bukan lagi menjadi acuan, namun keterampilan, kompetensi, karakter dan kepribadian menjadi fokus utamanya. Oleh karena itu, gagasan pendidikan merdeka belajar merupakan relevansi dari perkembangan era revolusi industri 4. Tidak hanya penekanan pendidikan resmi, tetapi juga perlu keseimbangan dari faktor eksternal yaitu pendidikan informal untuk meningkatkan kemampuan keterampilan, keahlian, dan karakter peserta didik. Pertanyaannya adalah bagaimana peran pendidikan informal dan peran partisipasinya di era merdeka belajar. Selain itu, pembahasan mengenai teori konstruktivisme, karena pembelajaran yang mengkondisikan pembelajaran untuk dirancang dan dikelola sedemikian rupa. Sehingga perlu penataan konsep baru yaitu "merdeka belajar" agar warga belajar memiliki kebiasaan dan kebebasan berpikir. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nadiem Anwar Makarim dalam pidatonya pada acara Hari Guru Nasional (HGN) 2019 mengemukakan ide "Program Merdeka Belajar" untuk memasuki era globalisasi dan internasionalisasi, terutama dalam bidang pendidikan, pengembangan Sebagai institusi pendidikan yang dapat berperan nyata dan memberikan kontribusi bagi kepentingan umat, terutama di era revolusi industri 4. 0 dan masyarakat 5. 0, konsep ini merupakan bagian dari proses peningkatan kualitas pendidikan dan harus fleksibelbelajar mendorong partisipasi guru baik dalam pembuatan kurikulum maupun dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran merdeka belajar, guru berperan sebagai fasilitator yang didukung oleh kemampuan profesional, pedagogis, kepribadian, dan sosial selain sebagai sumber belajar. Guru dapat mewujudkan implementasi dan tujuan kebijakan bebas belajar dengan kemampuan. Berdasarkan penjelasan latar belakang dan isu di atas, oleh karena itu sangat penting untuk menyelidiki dan memahami peran Pendidikan informal dalam pelaksanaan program merdeka belajar pada unit Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Lombok timur. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih untuk mendiskripsikan dan memahami Peran pendidikan Nonformal dalam implementasi program merdeka belajar pada warga belajar di sanggar kegiatan belajar Lombok timur. Fokus penelitian ini adalah peran pendidikan nonformal dalam implementasi program merdeka belajar pada warga belajar di sanggar kegiatan belajar Lombok timur, hal inilah yang menjadi pertimbangan digunakannya pendekatan kualitatif, karena penelitian ini tidak hanya mengungkap peristiwa riil, tetapi lebih dari itu hasilnya diharapkan dapat mengungkap nilai tersembunyi dibalik peristiwa tersebut. Peneliti kemudian harus mengamati dan mengumpulkan informasi peserta melalui wawancara, pengamatan, dokumen, gambar, dan bahkan rekaman suara. Informasi peserta dapat disampaikan secara lisan atau tertulis. Langkah selanjutnya adalah mengamati subjek penelitian. Peneliti dengan cermat mengamati percakapan subjek penelitian selama langkah ini. Sebagai persepsi partisipatif yang murni, spesialis harus memberikan upaya yang berani untuk bergaul dengan subjek Namun yang paling penting untuk diingat bahwa peneliti hanya mengamati dan mencatat semua informasi dan tidak berpartisipasi dalam percakapan. Observasi partisipatif secara teknis melibatkan pencatatan dan observasi secara acak atau serentak. Catatan atau rekaman kegiatan observasi menjadi dasar untuk pembahasan topik Metode pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi penyajian data dan penarikan Hasil dan Pembahasan Program Pendidikan Non Formal, apa pun jenis dan variasi pendidikan yang dijalankan dapat diuraikan dengan menggunakan pendekatan elemen-elemen pendidikan Non Formal,. Terdapat kecenderungan di negara kita peran pendidikan Non Formal, lebih ditekankan pada Pendidikan keterampilan teknis dengan tujuan peningkatan ekonomi atau pendapatan warga masyarakat. Seolah-olah orientasi pendidikan Non Formal, ditujukan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi peningkatan pendapatan peserta belajar. Pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, atau program kursus keterampilan lebih banyak berkembang dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Padahal, pendidikan non formal berperan besar sebagai komponen pengembangan pribadi dan sosial . ransformasi sosia. Semua manusia . selalu hidup dalam konteks kelompok masyarakat di mana mereka tinggal. Pendidikan, dibentuk oleh pandangan progresif, menangkap tujuan ganda pendidikan: untuk mempromosikan pengembangan diri individu sementara pada saat yang sama mempromosikan kehidupan sosial yang lebih baik. Pakar pendidikan orang dewasa Helen Beck mengatakan peserta tidak dapat dipisahkan, baik sebagai individu maupun sebagai Meskipun perhatian utama pendidikan orang dewasa adalah mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu, namun apa yang ingin dipelajarinya selalu merupakan hasil dari lingkungan tempat tinggalnya. Minat, kebutuhan, masalah dan keinginan mereka adalah hasil dari lingkungan mereka. Bisa dikatakan peran pendidikan Non Formal, sebagai agen perubahan sosial masih kurang diperhatikan. Apabila kita memperhatikan kurikulum dan proses pembelajaran program kursus keterampilan misalnya: kursus mengemudi mobil maka yang berkembang adalah sekedar diberikan pengetahuan dan keterampilan teknis yang terkait dengan kemampuan individu mengoperasikan dan menjalankan mobil di jalan. Peran pendidikan Non Formal, yang menonjolkan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dan perolehan ekonomi jangka pendek kurang dapat membantu pemecahan masalah sosial seperti digambarkan di atas. Terdapat kelemahan orientasi Pendidikan Non Formal, semacam ini, di samping adanya kelebihan. Kelemahan mendasar yang muncul adalah kurangnya penghargaan faktor sosial budaya sebagai modal bagi pengembangan masyarakat. Faktor sosial budaya sebagai perekat kehidupan kurang memperoleh perhatian dalam program pendidikan Non Formal. Padahal faktor sosial budaya adalah merupakan faktor fundamental bagi berkembangnya nilai-nilai luhur yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas kerja yang produktif. Kemampuan teknikal yang dikuasai individu sebenarnya tidak mungkin dapat digunakan dengan baik tanpa didukung oleh faktor nilai sosial budaya dan sikap psikologis. Individu selalu hidup dalam konteks nilai sosial budaya yang diperlukan bagi pengaturan ketertiban kehidupan dan aktivitas kerja yang dapat menyenangkan dan membahagiakan. Paradigma pendidikan Revolusi Industri mengubah banyak bidang. Selama ini, pendidikan hanya terfokus pada sekolah dan ruang kelas. Jika memiliki pengetahuan dan keterampilan, saat ini dapat belajar tanpa khawatir tentang tempat atau waktu. Hal ini membawa konsep self-directed learning ke era Revolusi Industri 4. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tujuan Revolusi Industri 4. 0 adalah untuk membekali warga belajar dengan kemampuan mempelajari keterampilan membaca dan menulis yang baru. Sebab, mereka diharapkan memperoleh keterampilan baru membaca dan menulis serta menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul yang akan membangun masa depan Indonesia. Selain keterampilan literasi terkait teknologi baru, sistem pendidikan era Revolusi Industri 4. 0 tetap mengandalkan pendidikan karakter seperti integritas, religius, tekun, tanggung jawab, dan disiplin. Revolusi 4. O tidak hanya mengutamakan perkembangan teknologi dan kemampuan untuk menguasainya, tetapi juga penguatan Kesimpulannya, konsep merdeka belajar merupakan bentuk tawaran untuk REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: merekonstruksi sistem pendidikan nasional. Pendidikan formal yang diatur oleh negara perlu ada perubahan dalam menyongsong kemajuan zaman dengan mengembalikan hakikat pendidikan. Menurut Werang hakikat pendidikan sendiri merupakan Pendidikan untuk menghargai manusia atau pendidkan yang membebaskan dalam hal ini, guru dan murid merupakan subjek dalam sistem pembelajaran. Peran pendidikan di luar sekolah juga memiliki pengaruh yang sangat penting untuk memajukan kehidupan bangsa. Sebagaimana yang ditetapkan oleh undang-undang dasar bahwa setiap warga masyarakat berhak atas pendidikan dan semua diatur oleh negara. Jika dalam bidang akademisi sudah diatur oleh pendidikan formal maka program Pendidikan nonformal tidak hanya pengganti atau pelengkap saja, tetapi bisa berperan sebagai pengembangan bakat dan minat setiap Pendidikan Non Formal, memiliki kekuatan menjadi perantara antara dunia belajar dan dunia kerja. Dari anak usia dini hingga meningkatkan kemampuan bekerja atau keahlian yang diperlukan masyarakat. Pendidikan menjadi pondasi yang sangat penting sebagai tantangan yang akan dihadapi perekonomian global ke depan akan semakin terasa semakin buruk di tengah dinamika perkembangan ekonomi global. Tujuan utama dari pendidikan Non Formal, adalah untuk meningkatkan tingkat ekonomi dan sosial dari sejumlah besar individu yang termasuk dalam kategori berbeda yang tidak pernah memperoleh kesempatan untuk menghadiri lembaga pendidikan atau pusat pelatihan dan untuk meningkatkan keterampilan pendidikan mereka. Sementara pandemi COVID-19 membuat sistem pendidikan menjadi lebih terbuka dan dinamis, juga terjadi penurunan kognisi dan afeksi karena kurangnya interaksi langsung antara siswa dan guru. Pendidikan nonformal memerlukan penelitian interdisipliner atau multiperspektif agar dapat berpikir lebih panjang dan mendalam tentang dampak keputusan kebijakan publik di bidang misalnya keberadaan Lembaga Kursus & Pelatihan (LKP) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sinergi dan kolaborasi untuk merancang profesi masa depan yang belum ada saat ini akan dimungkinkan. Konsep Aumerdeka belajarAy yang digagas oleh Nadiem Makarim didasarkan pada kebebasan berpikir. Belajar sandiri secara konseptual berarti belajar yang holistik dan saling melengkapi, membutuhkan suasana belajar dimana siswa berhak berinovasi dari setiap aspek. Menurut Nadiem, hakikat kebebasan berpikir harus dimulai sebelum guru belajar untuk anak didiknya. Konsep merdeka belajar merupakan transformasi sistem pembelajaran berdasarkan teori pendidikan. Pada kenyataannya, sekolah merupakan landasan pembentukan sosial di setiap negara, meskipun sistemnya berbeda-beda. Padahal, praktik belajar mandiri di satuan pendidikan nonformal sudah ada sejak Keistimewaan tersebut adalah kenyataan bahwa kesempatan belajar diberikan sesuai dengan kebutuhan siswa dan sesuai dengan asas kemudahan dan keluwesan waktu belajar. Apalagi penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa sudah lama Hal ini dibuktikan dengan adanya modul pembelajaran cetak dan elektronik yang dapat diakses secara terbuka kapanpun dan dimanapun. Peran pendidikan nonformal dalam pelaksanaan program merdeka belajar yang digagas oleh Mendikbud untuk warga belajar di Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Lombok Timur telah berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan di lapangan. Dalam dunia akademis yang diselenggarakan oleh pendidikan formal, program pendidikan nonformal bukan sekedar pengganti atau pelengkap, melainkan perannya dalam mengembangkan bakat dan minat individu serta dalam menyelenggarakan program merdeka belajar di masing-masing satuan pendidikan. Simpulan Peran pendidikan Non Formal, sangat berperan dalam pelaksanaan program merdeka belajar pada warga belajar sanggar kegiatan belajar terutama dalam aspek individual dan sosial, sehingga manfaat Pendidikan Non Formal, tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga mencakup perkembangan diri, intelektual, sosial, budaya. Hal ini dapat dibuktikan. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 6. Number 01, 2023 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: karena di era merdeka belajar nilai bukan menjadi satu-satunya acuan yang penting, namun diperlukan keterampilan, sikap, kepribadian, kemampuan dan sebagainya. Meskipun teknologi lebih memudahkan untuk diakses, warga belajar juga memerlukan penguasaan potensi diri sesuai dengan kebutuhan seperti pendidikan alternatif. Proses pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada pendidikan formal. Oleh karena itu, pendidikan Non Formal, dengan peraturan yang diatur secara personal memberikan kesempatan belajar tambahan pada peserta kegiatan belajar dalam meningkatkan bakat dan keterampilan warga belajar dalam pelaksanaan program merdeka belajar di sanggar kegiatan belajar (SKB) Lombok Timur. Daftar Pustaka