B A K T I: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Issue 1, pp. Edisi Mei 2025 Homepage: https://jurnal. id/index. php/bakti DOI: https://doi. org/10. 51135/baktivol5iss1pp01-09 Penguatan Pengetahuan Masyarakat Desa Allang Asaude. Kabupaten Seram Bagian Barat tentang Tumbuhan Berkhasiat Obat Strengthening the Knowledge of Allang Asaude Village Community. West Seram Regency about Medicinal Plants Evelin Tuhumuri1. Martha Kaihena2*. Abdul M Ukratalo3. Meilissa C. Mainassy4. Pieter Kakisina5. Joseph Pagaya6. Cecelia Anna Seumahu7, dan Amos Killay8 1,3,4,5,7 2,6,8 Program Studi Biologi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Pattimura Program Studi Sains Biomedis. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Pattimura *E-mail Penulis Korespondensi: marthakaihena05@gmail. Abstrak Kata Kunci: Allang Asaude. Penyuluhan. Tumbuhan obat Desa Allang Asaude, yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat, merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, terutama keanekaragaman tumbuhan. Masyarakat setempat telah lama memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya dalam pengobatan tradisional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat Desa Allang Asaude tentang berbagai tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2024. Metode yang digunakan adalah penyuluhan langsung kepada masyarakat melalui ceramah dan diskusi Hasil kegiatan menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai tumbuhan obat yang ada di sekitar mereka. Masyarakat kini lebih memahami cara pengolahan yang benar dan cara pemanfaatan tumbuhan untuk mengatasi penyakit ringan, seperti demam, batuk, dan gangguan pencernaan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan tumbuhan obat sebagai bagian dari warisan budaya dan sumber daya alam yang perlu dijaga agar dapat dimanfaatkan oleh generasi Abstract Keywords: Allang Asaude. Medicinal plants. Counseling Allang Asaude Village, located in Seram Bagian Barat Regency, is rich in natural resources, particularly plant biodiversity. The local community has long relied on various types of plants for their daily needs, especially in traditional medicine. This community service activity was conducted to provide information and knowledge to the people of Allang Asaude Village about the various plants that have medicinal properties. The activity was held on Saturday. November 11, 2024, at the village location. The method used was direct counseling to the community through lectures and interactive discussions. The activity results showed that the materials presented were very beneficial and successfully increased the community's knowledge about the medicinal plants available in their surroundings. The community better understands the correct processing methods and how to utilize these plants to treat common ailments such as fever, cough, and digestive In addition, the activity also raised the community's awareness of the importance of preserving medicinal plants as part of cultural heritage and natural resources that need to be protected for future generations to use. e-ISSN: 2798-3684 | Copyright A 2025 Author. License: This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Article info: Received: 10 Maret 2025 | Accepted: 09 April 2. Online: 03 Mei 2025 How to cite this article: Tuhumuri. Kaihena. Ukratalo. Mainassy. Kakisina P. Pagaya. Seumahu. , & Killay. Penguatan Pengetahuan Masyarakat Desa Allang Asaude. Kabupaten Seram Bagian Barat tentang Tumbuhan Berkhasiat Obat. Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 01-09. https://doi. org/10. 51135/baktivol5iss1pp01-09 BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 5 | Issue 1 | Mei 2025 Evelin Tuhumuri, et. Pendahuluan Indonesia adalah negara dengan hutan tropis terbesar kedua di dunia dan juga diakui sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terkaya kedua setelah Brasil (Febriani et al. , 2. Menurut Risman Tunny, . Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, terutama dalam hal keanekaragaman hayati, yang menjadikannya salah satu negara dengan sumber daya alam terdiversifikasi paling kaya di dunia. Di antara sekitar 30. 000 spesies tumbuhan yang dapat ditemukan di Indonesia, sekitar 7. 000 di antaranya berpotensi memiliki khasiat sebagai obat, yang menjadikan negara ini sebagai salah satu pusat utama tumbuhan obat di Asia (Tuhumury & Ukratalo, 2023. Ukratalo, 2. Keanekaragaman tumbuhan obat ini tidak hanya menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi pengobatan tradisional, tetapi juga memberi peluang besar untuk penelitian dan pengembangan di bidang farmasi dan kesehatan. Riset pengobatan saat ini mengusung tema back to nature sehingga bisa menjadi alternatif lain untuk mengurangi penggunaan obat-obatan kimiawi (Sabilu & Ede, 2023. Ukratalo, 2. Menurut Nurrani, . , penggunaan tumbuhan obat telah dilakukan sejak zaman dahulu oleh nenek moyang, yang kemudian berkembang menjadi suatu kearifan lokal. Kearifan ini tercermin dalam budaya memanfaatkan nilai dan khasiat tumbuhan obat, dan tradisi serupa dapat ditemukan di beberapa negara, seperti Cina dan Korea. Di kedua negara ini, masyarakat sangat menghargai bahan herbal, seperti ginseng, yang sering dikonsumsi sebagai obat dan minuman tradisional. Indonesia, penggunaan tumbuhan obat sebagai bagian dari pengobatan mandiri telah menjadi suatu kebiasaan yang melekat, khususnya di daerah pedesaan dan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia, di mana akses terhadap fasilitas kesehatan modern seringkali terbatas. Masyarakat di wilayah tersebut telah lama mengandalkan berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di sekitar mereka sebagai alternatif pengobatan, memanfaatkan pengetahuan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang mereka tentang khasiat dan manfaat obat-obatan herbal (Loilatu et al. , 2. Tumbuhan obat ini tidak hanya digunakan untuk mengatasi penyakit ringan, tetapi juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, dan meredakan berbagai keluhan kesehatan lainnya. Praktik ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, serta bagaimana tradisi pengobatan herbal terus bertahan dan berkembang meskipun dunia medis modern semakin maju. Seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya pengobatan yang lebih alami dan minim efek samping, penggunaan tumbuhan obat ini semakin mendapat perhatian, tidak hanya di kalangan masyarakat pedesaan, tetapi juga di kota-kota besar sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan (Susanti et al. , 2024. Titik Wijayanti et al. , 2. Provinsi Maluku memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat melimpah, baik dari laut maupun darat, menjadikannya salah satu wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati di Indonesia. Di Maluku, terdapat 76 suku tumbuhan yang sangat beragam, terdiri dari divisi Pinophyta dan 73 suku dari divisi Magnoliophyta, dengan jumlah marga tumbuhan mencapai 363 Keanekaragaman tumbuhan yang luar biasa ini tidak hanya menjadi sumber daya alam yang penting, tetapi juga mempengaruhi kehidupan masyarakat Maluku yang telah lama memanfaatkan tumbuhan untuk berbagai keperluan. Masyarakat Maluku terus menggali potensi tumbuhan ini untuk berbagai tujuan, seperti sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, sebagai bahan dalam upacara adat yang penuh makna budaya, serta untuk kebutuhan sandang, kosmetik, dan kerajinan tangan. Pemanfaatan tumbuhan ini mencerminkan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun dan menunjukkan bagaimana masyarakat Maluku hidup selaras dengan alam, memanfaatkan kekayaan alamnya secara berkelanjutan untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan mempertahankan budaya serta tradisi mereka (Alifuddin et al. , 2025. Pangemanan et al. , 2. Desa Allang Asaude terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat, sebuah desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan. Wilayah desa ini cukup luas dan tidak terlalu padat penduduk, sehingga banyak pekarangan rumah yang masih dapat dimanfaatkan BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 5 | Issue 1 | Mei 2025 Penguatan Pengetahuan Masyarakat Desa Allang Asaude. Kabupaten Seram Bagian Barat tentang Tumbuhan Berkhasiat Obat untuk keperluan pertanian atau kegiatan lain. Sebagian besar masyarakat di desa Allang Asaude telah terbiasa memanfaatkan pekarangan sekitar rumah untuk menanam berbagai jenis tumbuhan, baik sebagai tumbuhan konsumsi maupun tumbuhan hias. Banyak di antara tumbuhan yang tumbuh di pekarangan warga tersebut memiliki potensi untuk dijadikan sebagai tumbuhan obat Namun, pengetahuan masyarakat mengenai potensi tumbuhan obat di sekitar mereka masih terbatas. Meskipun dalam tradisi dan kearifan lokal, tumbuhan-tumbuhan tersebut telah digunakan secara turun-temurun untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, pemanfaatannya belum sepenuhnya dioptimalkan. Masyarakat Desa Allang Asaude, meskipun akrab dengan keberadaan tumbuhan obat di sekitar mereka, sering kali tidak menyadari potensi besar yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Banyak dari mereka hanya mengenal beberapa jenis tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan ringan, namun tidak tahu cara pengolahan atau pemilihan yang tepat untuk berbagai penyakit. Seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi, pengetahuan tentang manfaat tumbuhan obat semakin terlupakan atau tergeser oleh pengobatan medis konvensional yang lebih mudah diakses dan sering dianggap lebih efektif. Obat-obatan kimia yang banyak tersedia di pasaran membuat masyarakat cenderung bergantung pada solusi medis instan, tanpa menyadari bahwa tumbuhan obat yang ada di sekitar mereka bisa menjadi alternatif yang lebih alami dan sering kali lebih terjangkau. Kurangnya informasi mengenai cara pemanfaatan yang benar dan dampak positif dari pengobatan tradisional menyebabkan banyak potensi tumbuhan obat yang terabaikan, meskipun mereka memiliki manfaat yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan obat-obatan modern. Penguatan pengetahuan masyarakat desa tentang tumbuhan berkhasiat obat memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga dan mengembangkan potensi lokal yang ada di lingkungan Sebagai bagian dari kekayaan alam yang dimiliki, tumbuhan obat tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam bidang kesehatan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung perekonomian desa. Pengetahuan tentang tumbuhan berkhasiat obat juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Banyak tumbuhan obat yang tumbuh secara alami di sekitar pemukiman, dan pengetahuan yang lebih baik mengenai manfaat serta cara pemanfaatannya dapat mendorong masyarakat untuk lebih menghargai dan merawat tumbuhan tersebut. Kesadaran ini juga akan mengarah pada tindakan konservasi yang lebih efektif, di mana masyarakat akan lebih berhati-hati dalam mengambil atau merusak tumbuhan obat, dan lebih cenderung menanam serta melestarikan tumbuhan yang memiliki manfaat medis. Pada sisi lain, pengetahuan ini membuka peluang untuk memperkenalkan cara-cara alternatif dalam menjaga kesehatan. Tumbuhan obat tradisional yang telah terbukti secara empiris dalam masyarakat lokal memiliki potensi untuk dijadikan solusi alami bagi berbagai masalah kesehatan, tanpa harus bergantung pada pengobatan kimiawi yang sering kali mahal dan berisiko memiliki efek samping. Dengan mengetahui berbagai tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu, masyarakat akan lebih mudah mengakses pengobatan yang lebih murah dan Hal ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan modern, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam menggunakan pengobatan alami yang sesuai dengan kearifan lokal mereka. Program pengabdian ini bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat dalam mengenali, mengolah, dan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat secara berkelanjutan, sehingga mereka dapat memperoleh manfaat ganda, baik dalam aspek kesehatan maupun Penguatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat Desa Allang Asaude untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada, sekaligus menjaga dan melestarikan kekayaan biodiversitas yang dimiliki oleh desa. BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 5 | Issue 1 | Mei 2025 Evelin Tuhumuri, et. Pelaksanaan dan Metode Waktu dan Lokasi kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2023 jam 17. 00 WIT sampai selesai berlokasi di Desa Allang Asaude. Kabupaten Seram Bagian Barat. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat di desa Allang Asaude yang berjumlah 32 orang dengan rincian laki-laki 9 orang dan perempuan 23 orang. Tahapan kegiatan Kegiatan ini terdiri dari 2 tahap yaitu: Pendekatan awal dan observasi lapangan, dan Pelaksanaan kegiatan. Pendekatan awal dan observasi lapangan. Pendekatan awal dan observasi lapangan dilakukan bersama Kepala Desa Allang Asaude serta masyarakat setempat untuk memperoleh gambaran mengenai pengetahuan awal mereka tentang tumbuhan obat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman dasar masyarakat terkait potensi tumbuhan obat yang ada di lingkungan mereka. Selain itu, tim pelaksana juga melakukan pendekatan awal untuk menyampaikan tujuan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan harapan dapat terjalin kerjasama yang baik antara tim pelaksana dan warga desa, serta memastikan bahwa program ini dapat dilaksanakan secara efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan meliputi 3 . iga bagia. Pertama. Penyuluhan kepada masyarakat dilakukan untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang cara pemanfaatan tumbuhan obat. Kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengenalan jenis-jenis tumbuhan obat yang ada di sekitar desa, hingga teknik pemilihan obat yang tepat sesuai dengan kebutuhan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diajarkan mengenai cara pengolahan tumbuhan obat agar dapat digunakan secara efektif dan aman, serta bagaimana menentukan dosis yang sesuai untuk mengobati penyakit tertentu. Kedua. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media bantu PowerPoint untuk memudahkan pemahaman masyarakat, di mana gambar-gambar berbagai jenis tumbuhan obat ditampilkan secara jelas. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk melihat dengan lebih mudah dan jelas tumbuhan-tumbuhan yang memiliki potensi sebagai obat, serta mengenali ciri-ciri fisik dari masing-masing tumbuhan tersebut. Setelah itu, masyarakat diminta untuk membandingkan gambar-gambar yang ditampilkan dengan tumbuhan yang tumbuh di halaman rumah mereka, sehingga mereka dapat mengenali dan memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitar mereka sebagai alternatif obat alami. Ketiga. Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai permasalahan terkait pemanfaatan tumbuhan obat untuk mengobati penyakit di masyarakat. Dalam sesi ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber mengenai cara penggunaan tumbuhan obat untuk mengatasi masalah kesehatan yang sering mereka alami. Diskusi juga mencakup perbedaan antara obat tradisional dan obat modern, di mana dijelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis obat, serta bagaimana obat tradisional dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif apabila digunakan dengan tepat. Hasil dan Pembahasan Penyuluhan ini dilaksanakan dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga semua peserta, baik yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan maupun tidak, dapat mendicity dan mangers dengan baik informasi yang disampaikan. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat, menggunakan bahasa yang mudah BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 5 | Issue 1 | Mei 2025 Penguatan Pengetahuan Masyarakat Desa Allang Asaude. Kabupaten Seram Bagian Barat tentang Tumbuhan Berkhasiat Obat dimengerti serta ilustrasi yang jelas agar semua orang, tanpa terkecuali, dapat mengaplikasikan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah kehadiran bukan hanya ibu-ibu, tetapi juga bapak-bapak, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil menarik perhatian seluruh anggota keluarga (Gambar . Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang manfaat tumbuhan obat bukan hanya tugas ibu rumah tangga, melainkan juga penting untuk semua anggota keluarga, termasuk bapak-bapak yang turut serta dalam proses Kehadiran mereka juga menandakan bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui pengobatan alami semakin berkembang di kalangan masyarakat, dan semua pihak memiliki peran dalam melestarikan serta memanfaatkan tumbuhan obat yang ada di sekitar Gambar 1. Penyampaian materi pengenalan tumbuhan berkhasiat obat Pada saat kegiatan pemaparan materi, masyarakat Desa Allang Asaude diperkenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan berkhasiat obat yang dapat ditemukan di sekitar hutan alam desa Pemateri menunjukkan dengan jelas setiap tumbuhan yang ada, memberikan penjelasan mendetail mengenai ciri-ciri, cara pemanfaatan, dan manfaat dari masing-masing tumbuhan Beberapa di antaranya merupakan jenis tumbuhan yang sudah dikenal dan dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat sebagai obat tradisional. Contohnya adalah kumis kucing, yang dikenal untuk membantu mengatasi masalah ginjal dan saluran kemih, serta meniran yang biasa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, cengkeh, yang sering digunakan untuk mengobati sakit gigi atau masalah pernapasan, juga dipaparkan kepada peserta, bersama dengan pulai yang memiliki khasiat untuk meredakan demam dan sereh putih yang sering digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengatasi gangguan pencernaan. Melalui pemaparan ini, masyarakat diberi pengetahuan yang lebih mendalam mengenai tumbuhantumbuhan yang ada di sekitar mereka yang memiliki nilai obat yang tinggi. Selain memaksimalkan pengenalan tumbuhan berkhasiat obat yang berasal dari hutan alam sekitar Desa Allang Asaude, penyuluhan ini juga memperkenalkan berbagai jenis tumbuhan yang umumnya dapat ditemukan di pekarangan rumah dan diketahui memiliki khasiat obat. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada masyarakat mengenai tumbuhan obat yang mudah diakses dan dapat ditanam di lingkungan rumah mereka sendiri. Beberapa jenis tumbuhan tersebut telah dikenal secara luas oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang efektif, seperti pala, kunyit, alang-alang dan daun sirih. Dalam penyuluhan ini, setiap tumbuhan yang disebutkan dijelaskan manfaatnya, cara pemeliharaan, serta cara pengolahan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tabel 1 memuat daftar tumbuhan beserta khasiatnya, sehingga peserta bisa lebih mudah mengetahui dan mengingat tumbuhan mana yang dapat mereka tanam di pekarangan mereka untuk digunakan dalam merawat kesehatan keluarga BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 5 | Issue 1 | Mei 2025 Evelin Tuhumuri, et. Tabel 1. Daftar tumbuhan obat keluarga. Nama Tumbuhan Manfaat Seledri (Apium graveolen. Miana (Coleus artopurpureu. Papaya (Carica papaya,L) Kumis Kucing (Orthosiphon stamineu. Sukun (Artocarpus comuni. Kelor (Moringa oleifer. Jambu biji (Psidium guajav. Salam (Eugenia polyanth. Kayu manis (Cinnamommum burmani. Jeruk nipis (Citrus aurantifoli. Pinang (Areca catech. Belimbing wuluh (Averhoa bilmimb. Mengkudu (Morinda citroefoli. Pala (Myristic. Kunyit (Curcuma domestic. Temulawak (Curcuma xanthorriz. Lengkuas (Languas galanga. Alang-alang (Imperata cylindric. Kangkung (Ipomoea aquati. Mengobati tekanan darah tinggi Mengobati wasir Mengobati demam dan disentri Memperlancar buang air kecil Menurunkan kolestrol dan asam urat Mengatasi panas dalam dan demam Mencegah diare, ginjak, jantung, liver Mencegah kangkerm kolestrol Mengobatu batuk dan sesak napas, nyeri lambung, diare, rematik Obat kumur antiseptik Obat cacing Mengobati batuk dan mengencerkan dahak Amandel, batuk, lever, sariawan Mengatasi kembung, saluran pencernaan. Sakit kepala, obat batuk,hepatitis Asam urat, kolestrol, kadar gula darah, maag Obat panu Memeprlancar air seni Mengobati insomnia Setelah sesi ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dan diskusi, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan jika ada hal-hal yang belum dipahami atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Sesi diskusi ini berlangsung sangat interaktif, di mana peserta sangat antusias dalam mengungkapkan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait penggunaan tumbuhan obat di kehidupan sehari-hari. Hal ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam, serta memberikan ruang bagi pemateri untuk memberikan klarifikasi dan menjawab setiap keraguan yang muncul, sehingga informasi yang disampaikan benar-benar dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh semua Antusiasme masyarakat terhadap keingintahuan mereka mengenai jenis dan manfaat tumbuhan obat sangat tinggi, yang terlihat jelas melalui interaksi aktif selama sesi penyuluhan. Tidak hanya aktif bertanya kepada pemateri, masyarakat juga menunjukkan ketertarikan yang besar dengan langsung mencari dan mengenali tumbuhan obat di sekitar mereka. Mereka ingin mengetahui lebih dalam mengenai khasiat berbagai tumbuhan yang dapat ditemukan di lingkungan mereka sendiri, seperti di hutan sekitar desa atau di pekarangan rumah. Hal ini menggambarkan betapa besar keinginan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka untuk menjaga kesehatan, mengingat banyak dari mereka yang telah lama memanfaatkan tumbuhan obat secara tradisional (Calundu, 2. Sejumlah peserta yang hadir dalam ceramah ini ditunjukkan dalam Gambar 2. Melalui hasil diskusi dengan masyarakat, diketahui bahwa sebagian besar pendapatan di Desa Allang Asaude berasal dari pohon aren (Arenga pinnata Mer. , yang memang memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi. Pohon aren dikenal sebagai tumbuhan serbaguna, di mana hampir seluruh bagian pohon dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satu produk yang dihasilkan dari pohon aren adalah minuman beralkohol tradisional yang disebut sopi, yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat setempat. Selain itu, akar aren juga BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 5 | Issue 1 | Mei 2025 Penguatan Pengetahuan Masyarakat Desa Allang Asaude. Kabupaten Seram Bagian Barat tentang Tumbuhan Berkhasiat Obat digunakan sebagai obat tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam pemanfaatan alam sekitar untuk kesehatan. Batang aren, yang kuat dan tahan lama, digunakan untuk membuat berbagai peralatan rumah tangga dan bahan bangunan, seperti alat masak, kerajinan, dan juga konstruksi rumah (Damayanti et al. , 2. Tak hanya itu, buah aren muda juga dimanfaatkan untuk membuat kolang-kaling, sebuah makanan yang sering dijadikan bahan pelengkap dalam hidangan khas. Air nira yang diambil dari batang pohon aren diolah menjadi gula merah atau cuka yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran (Janah & Adinasa, 2. Pati atau tepung yang diambil dari batang pohon aren juga digunakan dalam pembuatan berbagai jenis makanan tradisional, seperti kue atau makanan ringan lainnya. Dengan demikian, pohon aren memberikan berbagai manfaat yang tidak hanya mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Penggunaan berbagai bagian pohon aren ini mencerminkan betapa pentingnya tumbuhan ini bagi kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Allang Asaude, yang sudah mengolahnya secara turuntemurun dan menjadikannya sebagai sumber daya alam yang berkelanjutan. Gambar 2. Foto bersama dengan peserta kegiatan. Kesimpulan Edukasi dan pelestarian pengetahuan lokal mengenai tanaman obat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Allang Asaude menjaga kesehatan secara alami, mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan, serta melestarikan kearifan lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Pengetahuan tradisional ini tidak hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga menjadi alternatif yang bernilai dalam bidang kesehatan dan pelestarian lingkungan. Sebagai tindak lanjut dari urgensi tersebut, disarankan untuk membentuk kelompok masyarakat peduli tanaman obat yang difasilitasi oleh pemerintah desa serta didampingi oleh tenaga ahli dari dinas terkait maupun kalangan akademisi. Kelompok ini diharapkan mampu mendokumentasikan, membudidayakan, dan mengaplikasikan penggunaan tanaman obat secara berkelanjutan, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi generasi muda. Selain itu, diperlukan pelatihan berkala, pembangunan kebun tanaman obat desa. BAKTI: J. Peng. kpd Mas. | Volume 5 | Issue 1 | Mei 2025 Evelin Tuhumuri, et. serta integrasi pengetahuan ini ke dalam kurikulum pendidikan nonformal agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dan berkembang. Kontribusi Penulis T berperan dalam penyusunan konsep kegiatan, memberikan materi, menyusun laporan kegiatan dan publikasi. M dan C. S bertanggung jawab dalam perancangan metodologi, pelaksanaan kegiatan dan menyusun laporan. P dan A. K berkontribusi dalam mendukung kegiatan, serta komunikasi dengan masyarakat lokal, penyusunan laporan. Ucapan Terima Kasih Terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Desa Allang Asaude dan masyarakat setempat atas dukungan dan partisipasi aktif. Pendanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini bersumber dari pembiayaan mandiri. Pernyataan Konflik Kepentingan Para penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan dalam artikel, dan menyatakan tidak menggunakan teknologi intelegensi buatan . rtificial intelengenc. dalam penulisan artikel ini. Daftar Pustaka