PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. Januari 2026 e-ISSN : 2622-6383 Pengaruh Perceived Value. Social Influence dan Price Sensitivity terhadap Keputusan Pembelian Produk Custom Hampers & Cake dalam Ritel Omnichannel Rahmawati 1*. Ratna Listiana Dewanti 2 rahrahmarah002@gmail. comA*, ratna. listiana@uty. id A* Program Studi Manajemen. Universitas Teknologi Yogyakarta1*,2 Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perceived value, social influence, dan price sensitivity terhadap keputusan pembelian produk custom hampers & cake dalam ritel omnichannel di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden berusia 15Ae64 tahun yang memiliki pengalaman berbelanja hampers & cake secara daring maupun luring. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian. Nilai Adjusted RA sebesar 0,857 menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan 85,7% variasi keputusan pembelian. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam penguatan kajian perilaku konsumen di era omnichannel serta menawarkan implikasi praktis bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif. Kata kunci: Perceived Value. Social Influence. Price Sensitivity. Keputusan Pembelian. Omnichannel Retailing. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama dalam cara mereka berinteraksi dan melakukan pembelian produk. Konsumen kini menuntut pengalaman berbelanja yang praktis, personal, dan terintegrasi antara kanal daring dan luring. Pendekatan omnichannel menjadi strategi yang relevan bagi bisnis ritel modern karena mampu menyatukan berbagai saluran belanja dalam satu pengalaman yang konsisten. Laporan SIRCLO dan Katadata Insight Center . menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 mempercepat adopsi e-commerce, di mana 17,5% konsumen beralih ke belanja online dan 74,5% tetap menerapkan pola belanja hybrid. Dalam konteks budaya Indonesia, meningkatnya tren pemberian hampers sebagai simbol perhatian dan kedekatan emosional memperkuat kebutuhan akan produk personal seperti custom hampers & cake yang dipasarkan melalui ritel omnichannel. Meskipun perceived value, social influence, dan price sensitivity telah banyak diteliti, hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi. Beberapa studi menemukan pengaruh signifikan, sementara yang lain tidak atau menunjukkan efek tidak langsung. Selain itu, riset yang secara khusus membahas produk hampers bernilai simbolik tinggi dalam konteks omnichannel masih terbatas. Celah akademik ini menunjukkan perlunya Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 541 penelitian yang lebih komprehensif. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi perceived value, social influence, dan price sensitivity terhadap keputusan pembelian produk custom hampers & cake dalam ritel omnichannel. Penelitian ini memberikan perspektif baru dengan mengintegrasikan faktor emosional, sosial, dan ekonomis dalam konteks perilaku konsumen modern. Metode Analisis Perceived Value dipahami sebagai evaluasi konsumen terhadap manfaat dibandingkan pengorbanan yang diberikan. Social Influence mengacu pada tekanan sosial dari lingkungan sekitar, sedangkan Price Sensitivity menggambarkan tingkat kepekaan konsumen terhadap perubahan harga. Keputusan Pembelian merupakan tindakan akhir konsumen dalam memilih produk yang paling sesuai. Penelitian ini menggunakan teori TRA (Theory of Reasoned Actio. sebagai landasan hubungan Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei online. Populasi adalah masyarakat DIY yang pernah membeli produk custom hampers & cake melalui ritel omnichannel. Karena populasi tidak diketahui, penentuan sampel menggunakan rumus Lemeshow dengan tingkat kepercayaan 95% menghasilkan minimal 96 responden. Teknik sampling: purposive sampling dengan berdomisili di DIY, usia 15Ae64 tahun, pernah membeli hampers & cake secara omnichannel. Instrumen menggunakan skala Likert 1Ae5, dengan jumlah item: a a a a Perceived Value . Social Influence . Price Sensitivity . Keputusan Pembelian . Penghapusan 17 responden dilakukan berdasarkan inconsistency index dan nilai straightlining ekstrem untuk menjaga kualitas data. Sebanyak 117 tanggapan terkumpul. Setelah dilakukan screening data untuk menghilangkan jawaban tidak konsisten . traight-lining dan nilai anomal. , 100 data dinyatakan valid. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 1Ae5 dengan 15 item pernyataan. Analisis data meliputi: - uji validitas, - uji reliabilitas, -uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisita. , - regresi linear berganda. Uji asumsi regresi yang dilakukan: normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 542 ycs ! ycy . Oe yc. ycu= ycc! ycu= 1,96! . Oe 0,. 0,1! ycu= . ,8. 0,1! ycu = 96,04 = 96 Jadi, pada perhitungan diatas jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96,04, menjadi 96 orang. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka sampel minimal yang harus diambil adalah 96 responden. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kueisoner secara daring, dimana data kuesioner merupakan data yang dikumpulkan secara mandiri oleh individu maupun kelompok yang secara langsung. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rentang umur 15-64 tahun yang pernah melakukan pembelian produk custom hampers & cake dalam ritel omnichanel baik secara luring maupun daring. Berdasarkan hasil kuisioner, sebanyak 117 tanggapan berhasil dikumpulkan dengan karakteristik dari responden tertera pada Tabel 1. Table 1. Karakteristik Responden Variabel Karakteristik Niat Pembelian Jenis Kelamin Usia Pendidikan Domisili Indikator Tidak Laki-laki Perempuan 15-24 tahun 25-34 tahun 35-44 tahun 44-54 tahun 55-64 tahun SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/SMK/Sederajat Diploma (D1/D2/D3/D. Sarjana (S. Magister (S. Doktor (S. Kota Yogyakarta Kabupaten Sleman Kabupaten Bantul Kabupaten Kulon Progo Kabupaten Gunungkidul Pelajar/Mahasiswa Pegawai Negeri Sipil (PNS) Karyawan Swasta Wiraswasta/Entrepreneur Freelancer Karakteristik Pekerjaan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 543 Pendapatan Bulanan Ibu Rumah Tangga Pensiunan Tidak Bekerja < Rp1. Rp1. 000 Ae Rp2. Rp3. 000 Ae Rp4. Rp5. 000 Ae Rp7. Rp8. 000 Ae Rp10. > Rp11. Saya Tidak Ingin Menyebutkan Sumber: Olahan Data Primer, 2025 Berdasarkan Tabel 1. Responden didominasi oleh usia produktif dan berpendidikan tinggi. Sebagian besar berdomisili di wilayah perkotaan seperti Kota Yogyakarta dan Sleman. Namun, dalam proses penyaringan data, ditemukan 17 tanggapan yang memiliki skor sangat rendah dan tidak konsisten pada indikator utama yang diukur. Oleh karena itu, data tersebut dinyatakan tidak layak untuk dianalisis lebih lanjut dan telah dieliminasi guna menjaga validitas hasil penelitian. Hal ini sejalan dengan pendapat (Ghozali, 2. , yang menyatakan bahwa data yang tidak memenuhi kelayakan analisis sebaiknya dikeluarkan agar tidak memengaruhi akurasi hasil. Dengan demikian, data yang diolah dalam penelitian ini berjumlah 100 sebanyak 17 tanggapan dengan skor yang sangat rendah dan tidak konsisten pada indikator utama dianulir dari pengolahan data. Oleh karena itu, jumlah data yang diolah secara statistik dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Berdasarkan distribusi gender, 51% responden adalah laki-laki dan 49% adalah perempuan, menunjukkan adanya perbandingan yang cukup seimbang antara kedua kelompok gender. Dari segi usia, responden sebagian besar berada dalam kategori 25Ae 34 tahun . %), diikuti oleh 35Ae44 tahun . %), dan 15Ae24 tahun . %). Hanya 10% yang berusia 45Ae54 tahun, sementara 4% berusia 55 tahun ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kelompok usia produktif. Terkait tingkat pendidikan, mayoritas memiliki gelar sarjana (S. %), diikuti oleh lulusan diploma (D1AeD. %) dan lulusan sekolah menengah atas (SMA/SMK) . %). Sebagian kecil memiliki gelar magister (S. %) atau doktor (S. %). Hal ini menunjukkan tingkat pendidikan yang relatif tinggi di kalangan peserta. Sebagian besar responden tinggal di Kabupaten Sleman . %), diikuti oleh Kota Yogyakarta . %). Kabupaten Bantul . %). Kulon Progo . %), dan Gunungkidul . %), menunjukkan bahwa sebagian besar terkonsentrasi di daerah perkotaan Yogyakarta. Berdasarkan pekerjaan, mahasiswa merupakan kelompok terbesar . %), diikuti oleh karyawan swasta . %), pengusaha . %), pekerja lepas . %), pegawai negeri sipil (PNS) . %), dan ibu rumah tangga . %). Sebagian kecil responden menganggur . %) atau pensiunan . %). Terkait pendapatan, 18% memperoleh kurang dari Rp1. 000 per bulan, sementara 36% melaporkan pendapatan antara Rp1. 000AeRp2. Sekitar 17% berpenghasilan Rp3. 000AeRp4. 999, 12% berpenghasilan Rp5. 000AeRp7. dan 3% berpenghasilan antara Rp8. 000AeRp10. Hanya 2% yang melaporkan penghasilan di atas Rp11. 000 per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat penghasilan rendah hingga menengah. Table 2. Hasil Uji Validitas Variabel Perceived Value Social Influence Price Indikator X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X3. R hitung R tabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 544 Sensitivity Keputusan Pembelian X3. X3. X3. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Olahan Data Primer, 2025 Berdasarkan Tabel 2. Seluruh item memiliki nilai r hitung > 0,195 dan CronbachAos Alpha > 0,7, sehingga dinyatakan valid dan reliabel. Begitupun juga dengan Social Influence. Price Sensitivity dan Keputusan Pembelian. Dengan demikian, seluruh indikator dinyatakan valid dan layak digunakan dalam analisis lanjutan. Table 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach Alpha Keterangan Perceived Value (X. > 0. Reliabel Social Influence (X. > 0. Reliabel Price Sensitivity (X. > 0. Reliabel Keputusan Pembelian > 0. Reliabel Sumber: Hasil olah data, 2025 Berdasarkan Tabel 3. seluruh variabel dalam penelitian ini memiliki nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,7, yang menunjukkan bahwa instrumen kuesioner memiliki tingkat konsistensi internal yang tinggi. Nilai tertinggi terdapat pada variabel Perceived value 966, diikuti oleh Keputusan Pembelian sebesar 0. Price sensitivity sebesar 938, dan Social Influence sebesar 0. Dengan demikian, seluruh instrumen dinyatakan reliabel dan layak digunakan dalam analisis lanjutan. Table 4. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Sig Keputusan Pembelian - 0. Perceived Value (X. Social Influence (X. Price Sensitivity (X. Sumber: Hasil olah data, 2025 Berdasarkan Tabel 4. Perceived Value (XCA) memiliki koefisien sebesar 0. menunjukkan bahwa perceived value memberikan kontribusi yang relatif lebih rendah dibandingkan variabel lainnya. Meskipun demikian, nilai signifikansi sebesar 0. mengindikasikan bahwa perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Artinya semakin tinggi persepsi konsumen terhadap nilai emosional, kualitas, reputasi merek hampers maka semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian. Social Influence (XCC) memiliki koefisien sebesar 0. 237 menunjukkan bahwa pengaruh sosial memiliki kontribusi yang cukup kuat dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai signifikansi sebesar 0. 000 mengindikasikan bahwa pengaruh sosial berperan positif dan signifikan dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Artinya pengaruh dari orang-orang di sekitar, seperti teman, keluarga, atau tokoh publik, dapat mendorong konsumen untuk memilih dan membeli hampers yang dianggap sesuai dengan ekpetasi sosial. Price Sensitivity (XCE) memiliki koefisien sebesar 0. 767, merupakan yang tertinggi di antara ketiga variabel, menandakan bahwa price sensitivity memiliki pengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa price sensitivity berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Artinya, semakin sensitif konsumen terhadap harga yang ditawarkan dalam arti merasa harga sebanding dengan manfaat, maka semakin tinggi kecenderungan mereka Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 545 untuk melakukan pembelian hampers. Hasil regresi menunjukkan bahwa: . Perceived Value berpengaruh positif signifikan . < 0,. , . Social Influence berpengaruh positif signifikan . < 0,. , . Price Sensitivity menjadi variabel paling dominan . oefisien tertinggi, p < 0,. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai F-hitung 191,575 dan Adjusted RA sebesar 0,857. Table 5. Hasil Uji F F Hitung Sig. F Tabel Sumber: Hasil olah data, 2025 Berdasarkan Tabel 5. dapat dilihat bahwa nilai signifikansinya 0. 000 < 0. 05 dengan nilai f hitung 191. 575 > f tabel 2. 70 yang menunjukan bahwa variabel perceived value, social influence dan price sensitivity secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel dependen, sehingga model regresi layak digunakan untuk analisis lebih lanjut. Pembahasan Berdasarkan hasil perhitungan uji regresi linear berganda diketahui variabel perceived value memiliki nilai unstandardized coefficients B sebesar 0. 132, t hitung 3. r tabel 1. 985 dan nilai signifikansinya sebesar 0. 001 < 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa perceived value berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan Hasil ini menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga perceived value menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong konsumen melakukan pembelian produk custom hampers & cake di ritel omnichannel. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dawam dan Shihab, 2. yang menunjukkan bahwa perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk elektronik. Konsumen cenderung mempertimbangkan manfaat yang dirasakan, kualitas dan kesesuaian harga sebelum melakukan pembelian. Dukungan terhadap hasil ini juga ditemukan dalam studi oleh Dilla, . yang mengungkapkan bahwa Perceived Value dan harga berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian rumah bersubsidi. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap nilai yang ditawarkan produk tetap relevan dalam konteks pembelian yang lebih kompleks. Selanjutnya, penelitian oleh (Rojah et al. , 2. turut memperkuat temuan ini. Mereka menyatakan bahwa perceived value berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian layanan digital, khususnya pada aplikasi spotify. Ini menunjukkan bahwa persepsi nilai tetap menjadi pertimbangan utama dalam berbagai jenis produk dan layanan. Namun demikian, tidak semua penelitian menunjukkan hasil serupa, studi oleh Mranani dan Lastianti, . , menemukan bahwa perceived value tidak memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian sepeda pushbike di Surabaya. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh karakteristik produk, segmentasi pasar, atau preferensi konsumen yang berbeda. Selain itu, terdapat penelitian yang tidak sepenuhnya mendukung temuan ini. Studi oleh Samudra et al. , . menyebutkan bahwa Perceived Value tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap keputusan pembelian, melainkan berperan sebagai variabel mediasi melalui minat beli. Artinya. Perceived Value meningkatkan minat beli terlebih dahulu, yang kemudian mempengaruhi keputusan pembelian produk body cream secara tidak langsung. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda diketahui variabel social influence memiliki nilai unstandardized cofficients B sebesar 0. 237, t hitung 4. 050 > t tabel 1. 985 dan nilai signifikan sebesar 0. 000 < 0. 05 yang artinya variabel social influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk custom hampers & cake di Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 546 ritel omnichannel. Hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H2 diterima. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusuma dan Hermawan, . yang menyatakan bahwa social influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian online food delivery service. Dalam penelitian tersebut, pengaruh dari orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, dan media sosial terbukti mampu membentuk preferensi konsumen terhadap layanan digital. Dukungan terhadap hasil ini juga ditemukan dalam studi oleh Kusuma et al. , . yang menyatakan bahwa social influence memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di platform ecommerce. Konsumen cenderung mengikuti rekomendasi dari orang-orang di sekitarnya, termasuk ulasan pengguna lain, influencer, dan komunitas digital, dalam menentukan produk yang akan dibeli. Lebih lanjut, penelitian oleh Fatimah dan Puspawati, . juga memperkuat temuan ini, mereka menyatakan bahwa social influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian khususnya dalam konteks produk fashion dan Faktor sosial seperti tren kelompok, opini teman sebaya, dan eksistensi sosial menjadi pertimbangan penting dalam proses pembelian. Di sisi lain, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan hasil berbeda. Salah satunya adalah studi oleh (Ahmada et , 2. yang menyatakan bahwa penelitian mengenai influencer marketing di aplikasi tiktok, ditemukan bahwa pengaruh social melalui influencer tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini disebabkan oleh adanya variabel lain yang lebih dominan seperti harga dan kualitas produk. Penelitian lain yang tidak mendukung temuan ini adalah studi oleh (Wiyadi, 2. yang menyatakan bahwa penggunaan media sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, terutama dalam konteks EWOM . lectronic word of mout. Konsumen dalam studi tersebut lebih mengandalkan pengalaman pribadi dan informasi produk yang objektif daripada opini sosial yang bersifat subjektif. Berdasarkan hasil perhitungan uji regresi linear berganda diketahui bahwa variabel price sensitivity memiliki nilai unstandardized coefficients B sebesar 0. 767, t hitung 14. t tabel 1. 985 dan nilai signifikan sebesar 0. 000 < 0. 05 yang berarti bahwa price sensitivity berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk custom hampers & cake dalam ritel omnichannel. Sehingga dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Setiawan dan Kusumawardani, . yang menunjukkan bahwa price sensitivity berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk ramah lingkungan. Konsumen cenderung mempertimbangkan kesimbangan antara harga dan manfaat yang diperoleh, terutama dalam kategori produk yang memiliki alternatif serupa di pasar. Dukungan terhadap hasil ini juga diperoleh dari studi oleh Widodo dan Devica, . , yang meneliti pengaruh Price Sensitivity terhadap keputusan pembelian produk fashion. Penelitian tersebut menyatakan bahwa konsumen dengan tingkat sensitivitas harga tinggi lebih selektif dalam memilih produk, dan cenderung melakukan pembelian ketika merasa harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitas dan desain produk. Di sisi lain, terdapat penelitian yang menunjukkan hasil berbeda. Studi oleh Bernando dan Ray, . yang menyatakan bahwa price sensitivity tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hubungan antara sikap kontrol perilaku dan niat pembelian kendaraan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam konteks produk dengan nilai investasi tinggi, seperti kendaraan listrik, konsumen lebih dipengaruhi oleh faktor non-ekonomis seperti teknologi, keberlanjutan dan citra merek. Penelitian lain yang tidak mendukung temuan ini adalah studi oleh Nugraha dan Maliki, . yang menunjukkan bahwa price sensitivity hanya berperan sebagai variabel moderasi antara periklanan dan minat pembelian, tetapi tidak berpengaruh pada kualitas produk dan perceived risk. Artinya, sensitivitas harga tidak selalu menjadi utama dalam keputusan pembelian, terutama ketika konsumen lebih fokus pada aspek fungsional dan risiko yang dirasakan. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 547 Berdasarkan hasil uji kelayakan model diperoleh F hitung sebesar 191. 575 > F tabel 70 dan signifikansi 0. 000 < 0. Artinya, bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk custom hampers & cake dalam ritel Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara persepsi nilai yang dirasakan, pengaruh sosial dari lingkungan sekitar, serta sensitivitas terhadap harga mampu membentuk keputusan pembelian secara kolektif. Ketiga variabel tersebut saling melengkapi dalam mempengaruhi perilaku konsumen, di mana konsumen tidak hanya mempertimbangkan manfaat produk dan harga, tetapi juga dipengaruhi oleh opini dan rekomendasi dari orang-orang di sekitarnya. Hasil ini sejalan dengan penelitian Annisa dan Juwita, . , yang menyatakan bahwa perceived value, social influence, dan price sensitivity secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk digital. Penelitian tersebut menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam memahami perilaku konsumen, terutama dalam konteks pembelian produk yang bersifat personal dan berbasis Selain itu, studi oleh Lin et al. , . juga mendukung temuan ini, di mana ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu meningkatkan intensi pembelian konsumen terhadap produk berbasis teknologi dan gaya hidup. Penelitian ini menyoroti bahwa strategi pemasaran yang menggabungkan nilai produk, pengaruh sosial, dan penyesuaian harga akan lebih efektif dalam menarik minat beli konsumen. Temuan penelitian memperkuat teori bahwa keputusan pembelian tidak hanya dipengaruhi aspek fungsional produk, tetapi juga faktor sosial dan persepsi nilai. Price Sensitivity menjadi faktor dominan karena konsumen mudah membandingkan harga hampers antarplatform, sementara Social Influence relevan dengan budaya memberi hampers sebagai simbol perhatian. Perceived Value berpengaruh positif karena konsumen menilai kualitas estetika, personalisasi, dan nilai emosional dari hampers. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh perceived value, social influence, dan price sensitivity terhadap keputusan pembelian produk custom hampers & cake dalam ritel omnichannel, maka diperoleh kesimpulan Penelitian menyimpulkan bahwa perceived value, social influence, dan price sensitivity berpengaruh positif signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan Price Sensitivity merupakan variabel yang paling dominan. Artinya, pengaruh dari lingkungan sosial seperti keluarga, teman, komunitas, dan media sosial mampu membentuk sikap dan keputusan konsumen dalam keputusan pembelian. Price sensitivity berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Produk Custom Hampers & Cake dalam ritel Omnichannel. Konsumen yang sensitif terhadap harga cenderung mempertimbangkan nilai ekonomis produk sebelum melakukan pembelian. Semakin sesuai harga dengan ekspetasi dan manfaat yang dirasakan, maka semakin berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Kemudian, kombinasi antara perceived value, social influence, dan price sensitivity secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi keputusan pembelian konsumen terhadap produk custom hampers & cake dalam ritel omnichannel. Pelaku usaha disarankan meningkatkan kualitas desain dan personalisasi hampers untuk memperkuat perceived value, memanfaatkan konten UGC dan influencer untuk meningkatkan social influence, serta menerapkan strategi harga kompetitif seperti bundling dan tier pricing. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel seperti brand trust atau customer experience. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan variabel tambahan yang relevan, seperti brand trust, perceived quality, atau customer experience, guna memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap faktor-faktor yang Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 548 memengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam konteks ritel omnichannel. Pada penelitian ini ditemukan beberapa keterbatasan seperti fokus penelitian terbatas pada produk custom hampers & cake dalam ritel omnichannel, sehingga tidak mencakup produk lain yang mungkin memiliki karakteristik pembelian berbeda. Penelitian ini menggunakan kuesioner online sebagai instrumen penelitian, sehingga memungkinkan terjadinya bias. Hal ini terjadi ketika responden tidak mengisi kuesioner dengan benar. Ucapan Terimakasih Proses penyusunan laporan ini merupakan sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi dengan tantangan, pembelajaran, dan pengembangan diri. Banyak pihak yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun spiritual, sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan ini dengan baik. Dengan penuh rasa hormat dan tulus, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Bisnis dan Humaniora. Universitas Teknologi Yogyakarta. Ketua Program Studi Manajemen. Program Sarjana Fakultas Bisnis dan Humaniora Universitas Teknologi Yogyakarta. Ibu Ratna Listiana Dewanti. , selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi sepanjang proses penyusunan laporan ini. Terima kasih atas kesabaran dan dedikasi yang luar biasa. Kedua orang tua tercinta. Bapak Kasim dan Ibu Tasinem, yang selalu menjadi pilar kekuatan dengan doa, dukungan, dan kasih sayang yang tak Referensi