Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2020 E-ISSN: 2722-3612 http://jurnal. id/index. php/jbic PERAN PROGRAM KEUNGGULAN KEAGAMAAN SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA Dzaki Fadhilah MAN Insan Cendekia Jambi, tunasjayakasturi15@gmail. Rapidah MAN Insan Cendekia Jambi rapidahabubakararsyad7401@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja saat ini. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi untuk menyelesaikan masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran program keunggulan keagamaan sebagai pendidikan karakter dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja saat ini terjadi karena kurangnya pendidikan karakter anak saat masih kecil sehingga saat remaja tertanam nilai karakter yang kurang baik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi. Data berasal dari hasil observasi dan wawancara mengenai peran program keunggulan keagamaan sebagai pendidikan karakter dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Sumber data berasal dari informan penelitian yang menjadi narasumber penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran program keunggulan keagamaan sebagai pendidikan karakter dapat mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Peran tersebut tersebut termasuk ke dalam program keasramaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi, sehingga terbentuk remaja yang agamis, berakhlak, bekarakter, intelektual, dan anti Hal ini membuat remaja . iswa-siswi MAN Insan Cendekia Jamb. terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Saran dalam penelitian ini pertama, program keunggulan keagamaan dapat menjadi salah satu pilihan sekolah untuk memberikan pendidikan karakter kepada siswa-siswinya sebagai salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan yang kedua diharapkan kementrian agama republik Indonesia . dapat menerapkan program keunggulan keagamaan di sekolah umum yang ada di setiap provinsi khususnya daerah. Kata Kunci: Program Keunggulan Keagamaan. Pendidikan Karakter. Penyalahgunaan Narkoba Dan Remaja Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2019 THE ROLE OF RELIGIOUS EXCELLENCE PROGRAMS AS CHARACTER EDUCATION IN OVERCOMING DRUG ABUSES IN ADOLESCENTS ABSTRACT This research is motivated by drug abuse among adolescents today. Therefore, a solution is needed to resolve this problem. This study aims to: describe the role of religious excellence programs as character education in overcoming drug abuse among Drug abuse among adolescents currently occurs because of the lack of character education of children when he was a child so when they are teenagers they value characters that are not good. This type of research used in this study is qualitative research. The focus of this research is the students of MAN Insan Cendekia Jambi. The data comes from observations and interviews about the role of religious excellence programs as character education in overcoming drug abuse among adolescents. Sources of data come from research informants who become research sources. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of this study indicate that the role of religious excellence programs as character education can overcome drug abuse among adolescents. The role is included in the program of intimacy. The activity was carried out by students of MAN Insan Cendekia Jambi, so that religious, moral, character, intellectual, and anti-drug adolescents were formed. This makes teenagers . tudents of MAN Insan Scholar Jamb. avoid drug abuse. Suggestions in this study, namely first, religious excellence program can be one of the choices of schools to provide character education to their students as one of the efforts to prevent drug abuse among adolescents and secondly it is expected that the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia . can implement excellence programs religion in public schools in each province, especially regions. Keywords: Religious Excellence Program. Character Education. Drug Abuse and Adolescents PENDAHULUAN Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan berbahay. memang menjadi permasalahan yang konkret bagi Indonesia. Diketahui bahwa penyalahgunaan narkotika dari tahun ke tahun prevalensinya terus meningkat. Badan Narkotika Nasional (BNN), selaku instansi yang berwenang dalam hal ini menyebutkan bahwa jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 4,1 juta jiwa atau sama dengan 2,1% dari total warga negara Indonesia (BNN, 2. Pada tahun 2014 tercatat sejumlah 4. 228 jiwa melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba (BNN, 2. Pada tahun 2015 angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia justru semakin meningkat dengan 4,098,029 penyalahguna narkoba (BNN, 2. Pada tahun 2018 data dari UNODC (United Nation Office on Drugs and Crim. diperkirakan bahwa antara 167 juta sampai 315 juta atau 3,6% sampai Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2020 E-ISSN: 2722-3612 http://jurnal. id/index. php/jbic dengan 6,9% penduduk dunia usia 15-64 tahun menggunakan narkotika minimal sekali dalam setahun. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan (Djuharis Rasul, 2. Dampak dari penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengancam kelangsungan hidup dan masa depan penyalahgunanya saja, namun juga masa depan bangsa dan negara, tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan. Sampai saat ini tingkat peredaran narkoba sudah merambah pada berbagai level, tidak hanya pada daerah perkotaan saja melainkan sudah menyentuh komunitas pedesaan (Djuharis Rasul, 2. Hal ini tentu saja sangat berbahaya mengingat narkoba mengakibatkan kerusakan bagi pengguna baik secara fisik maupun Terutama bagi generasi muda Indonesia. Perilaku sebagian remaja yang secara nyata telah mengabaikan nilai-nilai kaidah dan norma serta hukum yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda (Djuharis Rasul, 2. Penyalahgunaan narkoba termasuk ke dalam salah satu bentuk kenakalan remaja khusus. Setiap orang yang menyalahgunakan zat-zat terlarang pasti memiliki alasan masing-masing sehingga orang-orang tersebut dapat terjebak masuk ke dalam perangkap Beberapa faktor penyebab seseorang, khususnya remaja, menjadi pecandu atau pengguna zat terlarang yaitu : ingin terlihat bergaya, solidaritas kelompok/komunitas/geng, menghilangkan rasa sakit, coba-coba atau ingin tahu, ikut-ikutan, menyelesaikan dan melupakan masalah/beban stres, menonjolkan sisi pemberontakan atau merasa hebat, menghilangkan penat dan bosan, mencari tantangan atau kegiatan beresiko, dan yang terakhir merasa dewasa (Djuharis Rasul, 2. Berdasarkan data BNN jumlah pelajar sebagai tersangka narkoba menurut jenis pekerjaan dalam kurun waktu 2008 Ae 2012 adalah sebanyak 3. 120 orang . etari poernamasasi, 2. Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena mengingat dampak negatif yang diakibatkan narkoba tidak hanya terhadap penggunanya namun juga bagi masa depan Indonesia. Untuk itu diperlukan langkah konkret dalam pemberantasan narkotika di Indonesia. Ada tiga tingkat intervensi yang dapat dilakukan dalam menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba, yaitu Primer. Sekunder, dan Tertier. Pada tingkat Primer adalah sebelum penyalahgunaan terjadi, atau disebut sebagai fungsi preventif. Biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll (Djuharis Rasul. Dalam tingkat ini juga dapat dilakukan dengan cara menerapkan program keunggulan keagamaan. Dengan menerapkan program keunggulan keagamaan akan menjauhkan remaja dari dampak negatif penyalahgunaan narkoba. Cara yang dapat ditempuh agar remaja sekarang tidak menyalahgunakan narkoba yaitu dengan cara menerapkan program keunggulan keagamaan di setiap Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2019 Program keunggulan keagamaan adalah sebuah program yang biasanya di terapkan di boarding school dan jarang sekali sekolah umum menerapkan program keunggulan keagamaan, tetapi bukan berarti sekolah umum tidak bisa menerapkan program keunggulan keagamaan. Keunggulan keagamaan biasanya lebih identik dengan kegiatan-kegiatan agama. Kegiatan keagamaan adalah segala kegiatan aktifitas agama Islam untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran/latihan bagi peranannya di masa yang akan Kegiatan keagamaan ini biasanya dapat membuat siswa-siswinya lebih mengerti lagi dengan agama, sehingga mereka mengerti apa yang diperbolehkan dan yang dilarang dalam agama. Jika mereka telah mengetahui apa saja yang diperbolehkan dan dilarang dalam agama mereka tidak akan pernah ingin menyalahgunakan narkoba karena narkoba tidak diperbolehkan dalam agama. Dengan adanya keunggulan keagamaan ini siswa jadi bisa membedakan yang benar dan salah karena siswa telah menerima pendidikan karakter dari program keunggulan keagamaan ini. Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi/kelompok yang unik baik sebagai warga Negara (Aceplutvi. Menurut dokumen Desain Induk Pendidikan Karakter terbitan Kementrian Pendidikan Nasional. Pendidikan Karakter didefinisikan sebagai pendidikan nilai, pendidikan Budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan yang baik, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pendidikan karakter, kalangan remaja bisa berpikir lebih dahulu sebelum mengambil tindakan karena para remaja itu sudah dibentuk pendidikan karakternya melalui program keunggulan keagamaan. Berdarkan dari 2 penelitian yang terkait dengan penelitian peneliti yaitu penelitian Kristiani. Hendrik dengan judul AuPendayagunaan Non Penal dalam Menanggulangi Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan PelajarAy (Study Di SMA Negeri Ponorogo. Malang: Digilip Perpustakaan Fakultas Ilmu Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan UIN Negeri Malang, 2009. Menghasilkan simpulan bahwa penggunaan sarana non penal yaitu dengan memberdayakan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang dirasakan lebih dapat mencegah penggunaan narkotika di kalangan pelajar karena sebagian besar waktu pelajar dihabiskan di sekolah. Berdasarkan hasil dari penelitian upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika adalah dengan membuat tata tertib sekolah dengan sanksi yang tegas, memaksimalkan tugas guru pembimbing atau BK (Bimbingan Konselin. , melakukan razia-razia secara intensif, bekerja sama dengan instansi lain untuk melakukan penyuluhan, menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan, memasukkan materi tentang narkotika ke dalam kurikulum sekolah. Sedangkan penelitian kedua dari Dra. Tumini Sipayung MA dengan judul upaya pencegahan narkoba dengan pendekatan kerohanian bagi siswa/siswi sma di kec. medan tuntunga. Politeknik Unggul LP3M Medan. Menghasilkan simpulan bahwa pendekatan kerohanian dalam Upaya pencegahan narkoba dilakukan dengan metode memberikan penyuluhan, sosialisasi serta tanya jawab tentang bahaya narkoba di kelas, memberikan buku pegangan tentang narkoba dan hal27 Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2020 E-ISSN: 2722-3612 http://jurnal. id/index. php/jbic hal rohani, serta memberikan gelang komitmen anti narkoba. Berdasarkan hasil penelitian tadi, metode ini digunakan untuk memberantas Peredaran narkoba yang sangat meluas dan darurat bahkan dikatakan kejahatan luar biasa . xtra ordinary crim. menjadi ancaman bangsa, sekolah, keluarga, bahkan gereja. Peran Boarding School (MAN Insan Cendekia Jamb. Pencegahan Penyalahgunaan Program Keagamaan Tahfidz QurAoan Tahfidz Hadist Shalat Berjamaah Shalat Tahajud Shalat dhuha Puasa Sunah Kajian Fikih Kultum Pembinaan Rohani Pembinaan Kitab Kuning Pembinaan Imam Shalat Pembinaan Khatib JumAoat Remaja yang Agamis. Berakhlak. Berkarakter dan Anti Narkoba Gambar 1. Konsep Penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam pendekatan kualitatif. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui, memahami, mendeskripsikan dan mengungkapkan secara mendalam mengenai peran program keunggulan keagamaan sebagai pendidikan karakter dalam mengatasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Lokasi penelitian karya ilmiah ini bertempat di MAN Insan Cendekia Jambi yang terletak di Jalan Lintas Jambi-Muara Bulian KM 21 Kelurahan Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Alasan pemilihan lokasi ini adalah peneliti merupakan siswi di MAN Insan Cendekia Jambi, sehingga mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian. Selain itu, masalah penelitian terkait dengan boarding school juga menjadi salah satu faktor pemilihan lokasi penelitian. Hal ini dikarenakan MAN Insan Cendekia Jambi merupakan salah satu sekolah berbasis boarding school unggulan di Jambi yang memiliki program Keunggulan keagamaan. Waktu penelitian yang dilakukan peneliti dimulai dari 9 september 2019 s. 10 oktober 2019. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan untuk meneliti secara mendalam mengenai peran program keunggulan keagamaan sebagai pendidikan karakter dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2019 Penelitianni difokuskan pada siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi dan beberapa informan yang dapat dijadikan sebagai narasumber dalam wawancara penelitian ini. Data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang didapat langsung dari informan. Adapun data primer dalam penelitian ini adalah hasil observasi dan wawancara mendalam mengenai peran program keunggulan keagamaan sebagai pendidikan karakter dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan Data tersebut hanya dapat didukung dari sumber data langsung yaitu para informan yang memenuhi kriteria sebagai seorang informan sehingga dapat menjadi narasumber dalam penelitian ini. Sedangkan, data sekunder merupakan data yang dikumpulkan dari tangan kedua atau dari sumber lain yang telah tersedia sebelum penelitian dilakukan (Ulber Silalah. , 2. Data sekunder tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber yaitu studi kepustakaan baik buku-buku, jurnal, majalah ilmiah, dan dokumen resmi. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, di antaranya yaitu: observasi, wawancara mendalam . ndepth intervie. , serta dokumentasi. Observasi atau pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala- gejala yang diselidiki (Narbuko dan Abu Achmadi, 2. Adapun hal-hal yang diobservasi dalam penelitian ini adalah: kegiatan keagamaan siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara mendalam . n depth intervie. Tujuan wawancara mendalam adalah untuk menemukan atau mendapatkan informasi mengenai permasalahan secara lebih terbuka dan mendalam, dimana pihak yang diwawancara diminta pendapat dan ide-idenya . ugiyono,2. Pihak yang diwawancarai dalam penelitian ini disebut Informan dimintai pendapat dan ide-idenya terkait dengan peran program keunggulan keagamaan sebagai pendidikan karakter dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Dalam melakukan wawancara ini, peneliti menggunakan alat bantu seperti buku catatan, camera, dan voice recorder on mobile phone. Hal ini berfungsi untuk lebih memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian sehingga informasi yang didapatkan tidak mengalami kesalahan, tetap asli dan akurat. Peneliti mewawancarai wakil kepala madrasah bidang keasramaan dan beberapa siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi. Adapun informan dalam penelitian ini wakil Kepala bidang keasramaan, pembina asrama dan Anggota OSIM bidang pengembangan iman dan taqwa MAN Insan Cendekia Jambi. Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian . ugiyono,2. Dalam penelitian ini data dokumentasi berupa buku-buku, foto kegiatan, laporan kegiatan, tata tertib, dan video kegiatan yang berkaitan dengan penelitian ini. Menurut Miles dan Heburman, analisis data terbagi menjadi tiga dan saling berkaitan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi . ugiyono, 2. Menurut Miles dan Heburman, mereduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan hal-hal yang penting, serta mencari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi dapat meberikan gambaran yang lebih jelas, yang akan Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2020 E-ISSN: 2722-3612 http://jurnal. id/index. php/jbic memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data yang selnjutnya (Miles. B & Huberman. M, 1. Kegiatan mereduksi data berlangsung terusmenerus, terutama selama penelitian kualitatif berlangsung atau dalam tahapan pengumpulan data. Sebagai bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mangarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data semedikian rupa hingga kesimpulan akhirnya dapat diambil dan diverifikasi. Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengamblan tindakan. Melalui data yang disajikan, peneliti dapat dengan mudah melihat dan memahami yang sedang terjadi dan yang harus dilakukan kedepannya, menganalisis atau mengambil tindakan berdasarkan pemahaman yang didapat dari penyajian data tersebut (Miles. B & Huberman. M,1. Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan/verifikasi. Kesimpulan awal masih bersifat sementara, dapat berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, telah didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel (Miles dan Heburman,1. HASIL DAN PEMBAHASAN Program keunggulan keagamaan adalah sebuah program yang biasanya terdapat di boarding school. Program unggulan keagamaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah program unggulan keagamaan di MAN Insan Cendekia Jambi. Program unggulan keagamaan yang ada di MAN Insan Cendekia jambi ini seperti Tahfidz QurAoan. Tafsir Hadist. Shalat Berjamaah. Shalat Tahajud. Shalat dhuha. Puasa Sunah. Kajian Fikih. Kultum. Muhadharah. Muhadhasah. Pembinaan Rohani. Pembinaan Kitab Kuning. Pembinaan Imam Shalat dan Pembinaan Kitab JumAoat. Dengan adanya program unggulan keagamaan di MAN Insan Cendekia Jambi, tidak ada siswa-siswinya yang mengkonsumsi narkoba. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar menerapkan unggulan keagamaan di setiap sekolah agar kalangan remaja sekarang tidak mengkonsumsi bahkan menyalahgunakan narkoba. Dalam penelitian ini jumlah partisipan sebanyak 9 orang yang terdiri dari 1 orang wakil kepala sekolah bidang keasramaan MAN Insan Cendekia Jambi, yaitu Namirah. Pd (NM)J 1 Orang Pembina asrama MAN Insan Cendekia Jambi, yaitu yaitu . Al Akcbar Mastur (AA),dan 6 Orang anggota OSIM MAN Insan Cendekia Jambi, yaitu . Alif Rahman (AR), . Rayhandra Faiq (RF ), . Afdhal Ilmi (AL) . Rifky sigwan (RS), . Sri Wahyuni Oktafia (SW) DAN . Hala Salsabila (HS). Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2019 Gambar 2. Proses Berlangsungnya Wawancara Sumber: Data Penelitian Di dalam program keunggulan keagamaan yang dilaksanakan di MAN Insan Cendekia Jambi terdapat beberapa kegiatan seperti tahfidz qurAoan, tafsir hadist, shalat berjemaah, shalat tahajud, shalat dhuha, puasa sunnah, kajian fikih, kultum, pembinaan rohani, pembinaan kitab kuning, pembinaan imam dan pembinaan khatib jumAoat. Sesuai dengan hasil wawancara dengan NM, yang menyebutkan kegiatan kegiatan yang ada didalam program unggulan AuKeunggulan keagamaan meliputi shalat berjamaAoah, tahfidz, kajian kitab kuning, tausiyah, peringatan hari besar islam, tahsin, fahmil, syarhil al-qurAoan dan baAoda sunnah lainya. Ay Pernyataan yang dinyatakan oleh NM dinyatakan kembali oleh AR: AuKeunggulan keagamaan yang berasal dari OSIM pengembangan iman dan taqwa yang sejatinya adalah pembacaan haskar, muratal qurAoan, kuliah tujuh menit setiap senin dan rabu, pembinaan rohani, kajian fikih. Ay Kegiatan-kegiatan yang telah djabarkan oleh informan NM dan AR tersebut rutin dilaksanakan siswa siswi MAN Insan Cendekia Jambi, hal ini sesuai dengan pernyataan HS: AuDisini siswa-siswi lebih mendalam melakukan program keunggulan itu sedangkan di sekolah lain itu hanya sekedar saja dan tidak sistematis berbeda dengan IC yang pelaksanaannya dilakukan dengan sistematis. Program unggulan ini selalu runtut dilaksanakan. Ay Hal ini diperkuat dengan catatan lapangan peneliti yang melihat siswa-siswi mengikuti kegiatan keunggulan keaagamaan dengan khusyuk. Gambar 3. Kegiatan Keagaman di MAN Insan Cendekia Jambi Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2020 E-ISSN: 2722-3612 http://jurnal. id/index. php/jbic Sumber: Data Penelitian Rutinnya kegiatan tersebut dilakukan guna meningkatkan karakter siswa agar tidak menyalahgunakan narkoba, sesuai dengan tujuannya yang dikemukakan oleh SW: AuTujuan program keagamaan di MAN Insan Cendekia Jambi sendiri jelas memiliki tujuan untuk meningkatkan karakter siswa, terutama dalam Ay Dengan tujuan yang telah dikemukakan tadi dapat diketahui bahwa tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan karakter siswa terutama dalam keimanannya agar siswa dapat mengatasi penyalahgunaan di kalangan remaja saat ini. Berbagai cara dilakukan guna mengurangi besarnya angka penyalahgunaan narkoba. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui Program unggulan keagamaan sebagai media penenanam nilai-nilai karakter pada siswa. Sesuai dengan hasil wawancara dengan NM, bahwa: AuSangat bisa. Jadi dengan keunggulan keagamaan ini diharapkan sangat bisa untuk membentuk karakter sehingga anak itu jauh dari narkoba pertama kita diisi dengan membiasakan anak salat lima waktu artinya mendekatkan diri kepada Allah seorang anak yang biasa mendekatkan diri kepada Allah maka dia tidak akan melanggar aturan Allah maupun aturan yang ada di sekitarnya apabila seorang anak itu sudah terbiasa puasa sunnah maka ia terbiasa untuk melawan hawa nafsunya kemudian seorang anak boarding yang tinggal di asrama Maka dia tidak akan terbebas dari pergaulan dunia luar kemudian anak IC juga diatur penggunaan laptop mereka juga apa namanya Intens atau hubungan keluarnya juga lebih lebih sedikit. Ay Jika siswa telah terbiasa untuk mendekatkan diri kepada Allah maka telah terbentuk sikap ubudiyah dan spritualitas kita seperti yang dikemukakan oleh AA: AuOh, jelas. Karena apabila telah terbentuk ubudiyahnya dan spritualitas anak Maka, untuk mendekati saja mereka takut apalagi mencoba karena sudah ditempa dan didik sebaik mungkin agar spritualitasnya lebih dekat dengan Allah terutama dalam ubudiyahnya. AySW mempertegas kembali penyataan sebelumnya dengan mengatakan: AuNilai yang tertanam dari kegiatan program keunggulan keagamaan tadi yang jelas yang pertama adalah penanaman sikap spiritual. Siswa-siswi IC mempunyai sikap spiritual yang kuat yang tingkat keagamaan kuat sehingga mereka paham, jika narkoba itu tidak baik dalam islam. Karena narkoba itu bisa memabukkan kita. Secara tidak langsung narkoba itu haram hukumnya. Ay Pernyataan berikut ini berkaitan dengan pernyataan NM tentang hawa nafsu yang diperkuat kembali oleh pernyataan RF: AuNilai karakternya sendiri adalah kita dapat bisa menahan hawa nafsu sama dengan hawa nafsu dan kita menemukan rasa jujur terhadap sesuatu Ay Jika siswa bisa menahan hawa nafsu siswa itu bisa membentengi dirinya sendiri dari hawa nafsu tersebut sehingga siswa lebih banyak melakukan yang baik dan lebih susah dalam melakukan hal yang buruk seperti penyalahan Vol. 1 No. 1 Juni Tahun 2019 penggunaan narkoba. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan melalui program keunggulan keagamaan sebagai pembenteng siswa dari dampak penyalahgunaan narkoba sangat banyak salah satunya adalah kejujuran, rasa bertanggung jawab, kedisiplinan, rasa percaya diri. Sesuai dengan pernyataan NM, bahwa: AuKarakter realigius, jujur, bertanggung jawab, percaya diri seorang anak biasanya sebuah tindakan yang dilarang dalam Alquran. Ay SW mempertegas kembali pernyataan sebelumnya dengan mengatakan: AuSiswa-siswi IC mempunyai sikap spiritual yang kuat yang tingkat keagamaan kuat sehingga mereka paham, jika narkoba itu tidak baik dalam islam karena narkoba itu bisa memabukkan kita. Secara tidak langsung narkoba itu haram Jadi karakter yang selalu tertanam itu adalah sikap spiritual paham terhadap agamaAy Dengan adanya sikap spritualitas yang telah dikemukakan narkoba dapat dihindari karena sikap spritualitas itu sama dengan nilai realigius, jika telah memahaminya maka dapat membedakan yang baik dan yang buruk sehingga dapat diketahui bahwa narkoba itu haram hukumnya. Sesuai dengan yang telah disampaikan oleh pernyataan SW. SIMPULAN Peran program keunggulan keagamaan sebagai pendidikan karakter dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dapat disimpulkan bahwa program keunggulan keagamaan berperan penting sebagai pendidikan karakter dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Peran tersebut temaktub melalui program keunggulan keagamaan yang meliputi tahfidz quran, tafsir hadits, shalat berjamaah, shalat tahajud, shalat dhuha, puasa sunnah, pembinaan kitab kuning, pembinaan imam shalat, pembinaan khatib jum`at dan tausiyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi, sehingga terbentuk remaja yang agamis, berakhlak, bekarakter, intelektual, dan anti narkoba. Hal ini membuat remaja . iswa-siswi MAN Insan Cendekia Jamb. terhindar dari penyalahgunaan narkoba. DAFTAR PUSTAKA