Abstrak TRANSFORMASI KOMUNIKASI AuKue Bangkit FafinAy merupakan UMKM yang menjadi unggulan di Kota Serang, namun saat ini menghadapi masalah penurunan omset akibat pandemi PEMASARAN PADA COVID-19. Untuk mengatasi masalah ini. AyKue Bangkit FafinAy perlu meningkatkan komunikasi pemasaran dalam media digital. Pada kegiatan UMKM MELALUI pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan PENDAMPINGAN DALAM keterampilan mitra yaitu AoKue Bangkit FafinAo dalam komunikasi pemasaran di media sosial. Metode untuk implementasi kegiatan pengabdian meliputi MENGELOLA KONTEN dan evaluasi. Program pengabdian melalui pendampingan komunikasi pemasaran telah berhasil dilaksanakan. MEDIA SOSIAL Keberhasilan program terlihat melalui peningkatan pengetahuan mitra Farah Putri Wenang Lusianingrum*. Widya Nur Bhakti Pertiwi. Johan Widikusyanto. Andini Puspitasari. Naharotul Izza Rahmah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa * Corresponding author farahputriwenang@untirta. tentang komunikasi pemasaran di sosial media sebesar 44,44 persen. Selain itu, kemampuan mitra untuk membuat pesan interaktif, informasi, edukasi, dan hiburan untuk komunikasi pemasaran di sosial media Instagram juga Kata Kunci: Sosial Media. Komunikasi Pemasaran. UMKM Abstract "Kue Bangkir Fafin" is a UMKM that has become prominent in Serang City but is currently facing a decline in turnover due to the COVID-19 pandemic. overcome this problem. Kue Bangkir Fafin needs to improve its digital media marketing communications. This dedication activity aims to enhance our partners' knowledge and skills in social media marketing communications. Methods for implementing dedication activities include surveys, preparation, coercion, and evaluation. The dedication program through marketing communications has been successfully implemented. A 44. 44% increase in partners' knowledge of social media marketing communications demonstrated the program's success. In addition, the partners' ability to create interactive messages, information, education, and entertainment for social media Instagram marketing communication has also increased. Keywords: Social Media. Marketing Communications. MSMEs A 2024 Penerbit PKN STAN Press. All rights reserved PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) mempunyai kontribusi besar dan memainkan sebuah peran penting untuk menjaga stabilitas pada percepatan tumbuhnya ekonomi (Fadhilah et , 2023. Pertiwi et al. , 2. Putri et al. menyebutkan bahwa saat ini UMKM di Indonesia ada sekitar 64,19 juta dan telah berkontribusi sebanyak 61,97 persen pada PDB atau dapat dikatakan setara dengan 8. 573, 89 triliun rupiah. Kontribusi UMKM ini dapat dilihat dari keberhasilan untuk menyerap tenaga kerja mencapai 97 persen dan menstimulasi investasi sebanyak 60,4 persen dari keseluruhan total investasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa UMKM di Indonesia mempunyai mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Viska . juga berpendapat apabila pada tahun 2023 UMKM akan kembali menjadi pahlawan ekonomi dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi. Tahun 2023. Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov Bante. juga fokus untuk menggiatkan UMKM dalam upaya menanggulangi ancaman pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat (Yudhi, 2. Pemprov akan melakukan penguatan agar UMKM perekonomian khususnya di Provinsi Banten ketika menghadapi resesi global. Lokasi Provinsi Banten yang dekat dengan ibu kota membuatnya memiliki status sebagai daerah penyanggah. Pemprov Banten harus mampu memperkuat peran dari UMKM agar dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran yang menjadi masalah di ibu kota. Namun, jumlah UMKM di Pemprov Banten saat ini hanya sekitar satu juta saja (Mulyana, 2. Sementara tahun 2023 ini baru 206 unit usaha yang telah berhasil digiatkan dengan keseluruhan total jumlah transaksinya mencapai 12,15 triliun rupiah (Yudhi. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Farah Putri W. L dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 2. Bulan November Tahun 2024 : Halaman 85 Besarnya peran dan kontribusi yang diberikan oleh UMKM Di Kota Serang. Banten UMKM yang mampu bertahan pada kondisi pandemi covid-19 2020 Ae 2021 merupakan UMKM yang meminimalisasi beberapa kelemahan (Pertiwi & Uzliawati, 2. Kemandirian dan keberlanjutan UMKM di Indonesia ini tidak terlepas dari berbagai ancaman atau tantangan yang berasal dari lingkungan bisnis (Nirad et al. , 2. Tantangan yang pertama dihadapi UMKM yaitu mengenai keterbatasan modal (Aufa et al. , 2. UMKM pada level mikro biasanya yang mengalami tantangan ini. Hal ini dikarenakan usaha mikro belum melakukan pencatatan keuangan dengan baik dan terpisah, sehingga tidak memenuhi kriteria ketika akan memunculkan beberapa tren baru. Misalnya tren pemasaran menggunakan media digital dan pembayaran non tunai. UMKM saat ini terus didorong untuk mengadopsi digitalisasi teknologi dalam aktivitas bisnisnya. Melalui digitalisasi teknologi ini UMKM dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omsetnya. Tantangan ketiga yang dihadapi oleh UMKM yaitu perubahan selera dan perilaku belanja masyarakat (Kunhadi, 2. Pandemi Covid-19 juga salah satu faktor yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat seperti perilaku belanja (Ari et , 2. Awalnya masyarakat terbiasa dengan perilaku belanja secara offline dengan datang langsung ke toko atau pusat perbelanjaan. Namun, pembatasan aktivitas keluar rumah dalam rangka Covid-19 masyarakat menjadi beralih pada aktivitas belanja secara online. Kegiatan belanja dapat dilakukan dirumah dengan memesannya melalui aplikasi ecommerce, sosial media, ataupun aplikasi khusus yang dimiliki toko. Kemudahan yang ditawarkan melalui belanja secara online membuat masyarakat terbiasa dan saat ini mayoritas memutuskan meninggalkan kebiasaan belanja offline dan beralih online walaupun sudah tidak pandemi lagi. Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi pada pertumbuhan bisnis UMKM terkait dengan UMKM kekurangan sumber daya manusia dan pelatihan yang diperlukan untuk mengelola pemasaran digital seperti penggunaan media sosial, situs web, atau platform e-commerce (Fadhilah et al. , 2. Keterampilan ini membuat usaha kecil dan (UMKM) dengan perusahaan yang lebih besar yang sudah terintegrasi dengan teknologi canggih. Meskipun teknologi digital menjadi lebih murah, banyak UMKM masih merasa bahwa investasi dalam teknologi pemasaran digital seperti pembuatan website, iklan online, atau perangkat lunak CRM memerlukan biaya yang tinggi (Hidayah et al. , 2. Ini terutama berlaku bagi UMKM yang memiliki modal yang . Banyak UMKM menghadapi masalah dalam membuat strategi pemasaran digital yang efektif, bukan hanya tentang penggunaan alat UMKM masih belum memahami cara menggunakan media sosial. SEO, iklan berbayar, dan konten marketing secara efektif untuk menjangkau pasar. Akibatnya. UMKM seringkali tidak memanfaatkan potensi besar media digital untuk pemasaran. keterbatasan infrastruktur yang mendukung perubahan teknologi di beberapa tempat, terutama di daerah terpencil. Infrastruktur teknologi seperti internet yang cepat dan stabil masih sangat terbatas. Karena pemasaran melalui media digital sangat bergantung pada konektivitas internet yang baik, hal ini menjadi kendala besar bagi UMKM yang ingin melakukan transformasi . kurangnya kepercayaan diri dalam penggunaan media digital karena sebagian besar pelaku UMKM, terutama yang lebih tua, tidak percaya diri dalam teknologi digital. Pelaku UMKM ini mungkin tidak nyaman dengan perubahan teknologi yang cepat, sehingga mereka tidak berusaha untuk menyesuaikan diri dengan media digital, yang merupakan bagian dari strategi komunikasi pemasaran. Hal ini sering menyebabkan proses transformasi teknologi informasi bisnis menjadi lebih lama. Tantangan keempat yaitu mengenai teknologi (Awaliyah et al. , 2. Perubahan teknologi menjadi peluang dan tantangan bagi para pelaku UMKM. Teknologi menjembatani kesenjangan para pelaku UMKM. Perkembangan AuKue Bangkit FafinAy berlokasi di Banten khususnya berada di Kota Serang merupakan salah satu UMKM yang menghadapi berbagai tantangan dari lingkungan bisnis. Pertama, penurunan omset karena mewabahnya Covid_19. Kedua, jangkauan pasar dari produk ini masih terbatas pada wilayah Tantangan yang kedua yaitu tidak terprediksi adanya Covid-19 di daratan Indonesia (Kornitasari et al. , 2. Kondisi ini menjadikan pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan pembatasan aktivitas sosial yang tentunya berakibat pada aktivitas ekonomi Masyarakat. Adanya pandemi Covid-19 meningkatkan jumlah pengangguran dan tentunya menurunkan daya beli masyarakat (Sarif. Kondisi ini membuat omset UMKM di Indonesia turun sampai lebih dari lima puluh persen bahkan ada yang sampai tutup usahanya. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Farah Putri W. L dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 2. Bulan November Tahun 2024 : Halaman 86 regional Kota Serang saja. Ketiga. UMKM AuKue Bangkit FafinAy tidak memiliki toko fisik karena memaksimalkan penjualan melalui sistem konsinyasi. Keempat, tantangan utamanya yaitu digitalisasi teknologi ialah ancaman yang harus segera ditangani dan bahkan harus diubah menjadi sebuah peluang untuk peningkatan bisnis. UMKM AuKue Bangkit FafinAy saat ini telah mengadopsi media digital untuk aktivitas pemasarannya. Namun, pemanfaatan media digital ini belum dilakukan secara optimal. Padahal pemerintah mendorong secara massive UMKM untuk melakukan digitalisasi untuk pemasaran secara online. Jadi, tujuan dari kegiatan PKM yakni dapat mendongkrak peningkatan pengetahuan serta keterampilan pelaku usaha AuKue Bangkit FafinAy dalam bidang komunikasi untuk pemasaran melalui sosial media. Kemampuan suatu UMKM untuk mengadopsi suatu kegiatan bisnis pemasaran online dipercaya dapat mampu mendorong peningkatan kinerja usahanya (Tolstoy et al. , 2. Beberapa penelitian telah menguatkan pendapat ini karena pemasaran secara online khususnya menggunakan sosial media pengambilan keputusan pada pembelian produk UMKM (Pertiwi, 2023. Othysalonika et al. , 2022. Karim et al. , 2022. Haryani & Fauzar, 2021. Mudjiarto & Rika. Khairani et al. , 2. Pertiwi et al. , . menyebutkan apabila keberhasilan pemasaran online tidak terlepas dari efektivitas komunikasi pemasaran yang dijalankan oleh pelaku UMKM. Tahap pertama yang dilakukan dalam aktivitas PKM yaitu survei. Survei ini akan dilakukan oleh para anggota tim dengan mengunjungi secara langsung UMKM AuKue Bangkit FafinAy. Dalam survei ini tim berusaha mencari informasi sebanyak mungkin mengenai UMKM AuKue Bangkit FafinAy. Hal-hal yang direncanakan akan dilakukan dalam survei yaitu pertama, melakukan wawancara dengan pelaku Kedua, permasalahan yang menghambat berkambangnya usaha. Ketiga melakukan pemetaan permasalahan-permasalahan prioritas yang harus segera diselesaikan agar usaha AuKue Bangkit FafinAy semakin Permasalahan prioritas dari AuKue Bangkit FafinAy adalah kurangnya pengetahuan dan keahlian dalam komunikasi pemasaran media sosial. Ini mencakup beberapa hal berikut. Pemahaman tentang platform media sosial mana yang paling cocok untuk komunikasi pemasaran produk. Kemampuan untuk membuat konten yang menarik dan relevan bagi target pasar. Manajemen iklan berbayar atau kampanye promosi di media sosial. Kemampuan untuk mengelola "Kue Bangkit Fafin" di media sosial. Misalnya, siapa yang saat ini mengelola platform media sosial? Seberapa sering Anda mengunggah konten? Apakah ada pendekatan yang konsisten untuk promosi? Permasalahan prioritas yang ditemui oleh UMKM dalam implementasi dan adopsi pemasaran online yaitu berkaitan dengan komunikasi pemasaran. Tantangan ini juga dialami oleh UMKM AuKue Bangkit FafinAy memberikan manfaat besar terhadap kemajuan Keterbatasan keterampilan pelaku usaha AuKue Bangkit FafinAy dalam melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial adalah tantangan yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Penyelesaian tantangan ini harus melibatkan multi pihak untuk berkolaborasi seperti pemerintah dan perguruan Tim pengabdian masyarakat (PkM) ini selanjutnya merespon tantangan atau kendala prioritas yang sedang dialami oleh pelaku usaha AuKue Bangkit FafinAy komunikasi untuk pemasaran melalui media sosial. Jadi, metode pendampingan ini dipercaya lebih efektif untuk daripada sosialisasi atau pelatihan (Widjaja et al. , 2. Kegiatan PkM dengan sosialisasi dan pelatihan lebih fokus pada peningkatan pengetahuan melalui pemberian materi atau edukasi. Sementara, kegiatan PKM dengan metode pendampingan tidak hanya fokus pada pengetahuan tetapi juga peningkatan keterampilan dari pesertanya melalui kegiatan praktik yang didampingi secara langsung dan METODE Fokus sasaran dalam kegiatan PKM yaitu UMKM AuKue Bangkit FafinAy. Lokasi dari UMKM ini berada di Jalan Ki Ajurum Komplek PU Pengairan Jalan Sempu Klp. Endep Nomor 17. Kelurahan Cipare di Kecamatan Serang. Kota Serang. Banten dengan kode pos 42117. Tahapan kedua dalam aktivitas PKM ini yaitu Proses persiapan yang dilakukan oleh tim meliputi beberapa hal. Pertama, persiapan penentuan tujuan dari pelaksanaan PKM. Kedua, pendampingan PKM. Ketiga, persiapan materi untuk edukasi mengenai komunikasi pemasaran melalui sosial media khususnya Instagram. Keempat, persiapan alat beserta bahan-bahan yang dibutuhkan dalam upaya mendukung kelancaran proses pelaksanaan pendampingan. Tahap ketiga dalam proses PKM ini yaitu pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan ini akan dibagi menjadi dua kegiatan utama. Pertama yaitu pelaksanaan edukasi bagi pelaku usaha mengenai komunikasi untuk pemasaran di sosial A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Farah Putri W. L dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 2. Bulan November Tahun 2024 : Halaman 87 Hal ini dilaksanakan untuk mencapai tujuan PKM pengetahuan pelaku usaha mengenai komunikasi untuk pemasaran di sosial media. Kedua yaitu komunikasi pemasaran melalui sosial media. Aktivitas ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dari pelaku usaha dalam melaksanakan komunikasi pemasaran melalui sosial media. Tahap keempat atau terakhir yaitu tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi ini, tim PKM akan mengevaluasi apakah kegiatan pendampingan ini telah mampu mencapai dua tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan ini. Tim telah menetapkan beberapa kriteria dan indikator guna mengukur tingkat keberhasilan program PKM. Guna mengukur peningkatan pengetahuan pelaku usaha mengenai komunikasi pemasaran melalui sosial media dinilai dengan membandingkan pencapaian nilai pretest dan nilai posttest. Sementara dalam rangka mengukur tingkat keberhasilan dari keterampilan pelaku usaha dalam mempraktikkan komunikasi pemasaran melalui sosial media dilakukan melalui observasi dari hasil konten-konten pemasaran yang berhasil dibuat untuk diunggah dalam fitur-fitur sosial PEMBAHASAN Komitmen dari tim PKM untuk mendorong dan memfasilitasi UMKM khususnya AuKue Bangkit FafinAy dalam melakukan digitalisasi teknologi yang diadopsi dalam aktivitas pemasaran diwujudkan dalam sebuah kegiatan pendampingan. Berikut ini penjelasan dan pemaparan mengenai hasil dari tahapan-tahapan program PKM yang telah dilaksanakan oleh tim. memanfaatkan sosial media seperti WhatsApp, facebook, dan Instagram namun belum optimal. Gambar 1. Survei pertama di kue bangkit fafin Tim PKM kemudian melakukan pemetaan masalah dan tantangan bisnis yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan oleh AuKue Bangkit FafinAy. Hasil pemetaan ini kemudian akan didiskusikan dengan mitra untuk memperoleh keputusan masalah prioritas yang harus segera diselesaikan melalui kerjasama dengan program PKM ini. Hal ini dilakukan dengan melakukan survei kedua yang dilaksanakan pada minggu keempat bulan Agustus 2022. Survei Survei telah dilakukan oleh tim pada minggu ketiga dan keempat pada bulan Agustus 2022. Survei ini dikerjakan oleh perwakilan beberapa anggota tim PKM dengan mengunjungi dan bertemu secara langsung dengan pelaku usaha AuKue Bangkit FafinAy. yang dilakukan anggota tim pada minggu ketiga bulan Agustus 2023. Gambar 1 memperlihatkan bahwa tim telah berkunjung untuk melakukan survei pertama ke AuKue Bangkit FafinAy. Survei yang dilakukan oleh tim pada minggu ketiga bulan Agustus 2022 ini fokus untuk wawancara dengan pelaku usaha mengenai bisnisnya beserta tantangan-tantangan bisnis yang Tantangan yang dihadapi diantaranya yaitu keterbatasan akses modal dan digitalisasi pemasaran produk yang belum optimal. Selain wawancara, tim juga melihat secara langsung proses produksi dan pelaksanaan pemasaran yang telah dilakukan oleh mitra. Saat ini pemasaran yang Gambar 2. Survei kedua di kue bangkit fafin Gambar 2 memperlihatkan aktivitas anggota tim ketika melakukan survei yang kedua di AuKue Bangkit FafinAy. Dalam kegiatan ini tim bersama dengan mitra mendiskusikan dan mengambil keputusan yang disepakati bersama bahwa prioritas masalah yang harus segera diatasi melalui kegiatan PKM yaitu keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dari pelaku usaha dalam aktivitas komunikasi pemasaran melalui sosial media khususnya Instagram. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Farah Putri W. L dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 2. Bulan November Tahun 2024 : Halaman 88 Persiapan Setelah selesai tahap survei, tim PKM kemudian berkonsentrasi untuk melakukan persiapan agar pelaksanaan kegiatan PKM melalui pendampingan dapat berjalan secara lancar. Persiapan ini dilakukan pada minggu pertama dan kedua September 2022. Persiapan pertama yang dilakukan yaitu penentuan tujuan dari kegiatan PKM. Berdasarkan masalah dan kegiatan diskusi bersama mitra disepakati bahwa tujuan utama dari kegiatan pendampingan ini yaitu melakukan peningkatan pengetahuan serta keterampilan pelaku usaha AoKue Bangkit FafinAo fokus pada komunikasi untuk pemasaran di sosial media. Selanjutnya, persiapan kedua yang dilakukan oleh tim yaitu pembuatan timeline kegiatan pendampingan PKM. Kegiatan ini dijadwalkan akan dilaksanakan mulai dari minggu ketiga September sampai Desember 2022. Pembuatan jadwal pelaksanaan kegiatan ini juga berdasarkan hasil diskusi antara tim PKM dan mitra. Berikut ini Gambar 3 proses persiapan anggota tim untuk pelaksanaan PKM. dengan Desember 2023. Pelaksanaan program PKM ini dibagi menjadi dua kegiatan utama. Pertama yakni pelaksanaan edukasi bagi pelaku usaha mengenai komunikasi pemasaran melalui sosial Edukasi ini dilakukan untuk mencapai tujuan pelaksanaan PKM yaitu meningkatkan pengetahuan pelaku usaha mengenai komunikasi pemasaran melalui sosial media. Ada beberapa materi yang disampaikan pada saat melakukan edukasi komunikasi pemasaran. Materi edukasi pertama, konsep dasar dari melakukan komunikasi pemasaran yang meliputi definisi, tujuan, dan manfaat komunikasi pemasaran. Materi edukasi kedua mengenai bauran komunikasi Bauran komunikasi pemasaran ini seringkali disebut promotion mix meliputi beberapa hubungan masyarakat, promosi penjualan, dan pemasaran interaktif. Materi edukasi ketiga yaitu tahapan atau alur dalam perencanaan komunikasi pemasaran melalui sosial media Instagram. Materi edukasi keempat yaitu strategi-strategi komunikasi pemasaran untuk sosial media Instagram. Berikut ini Gambar 4 proses edukasi pelaku usaha AuKue Bangkit FafinAy Gambar 4. Pelaksanaan edukasi komunikasi Gambar 3. Proses persiapan anggota tim PKM Lebih lanjut, persiapan yang ketiga, perlu dilakukan oleh tim yaitu persiapan materi untuk edukasi mengenai komunikasi pemasaran melalui sosial media khususnya Instagram. Materi edukasi ini berisi mengenai konsep dasar, bauran, perencanaan, dan strategi komunikasi pemasaran melalui sosial media Instagram. Terakhir atau persiapan keempat fokus pada mengidentifikasi alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran proses pelaksanaan pendampingan. Pelaksanaan Pelaksanaan program PKM ini telah terlaksana selama minggu ketiga bulan September sampai Gambar 5. Pelaksanaan pendampingan komunikasi A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Farah Putri W. L dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 2. Bulan November Tahun 2024 : Halaman 89 Pelaksanaan program PKM yang kedua yaitu komunikasi pemasaran melalui sosial media. Pendampingan ini mempunyai tujuan agar terjadi peningkatan keterampilan dari pelaku usaha dalam melaksanakan komunikasi pemasaran melalui sosial Pendampingan ini dilakukan untuk dapat memastikan bahwa pelaku usaha AuKue Bangkit FafinAy dapat membuat pesan pemasaran atau konten pemasaran untuk diunggah di akun Instagram. Berikut ini merupakan Gambar 5 pelaksanaan pendampingan tim untuk pelaku usaha dalam melakukan praktik pembuatan pesan untuk melakukan komunikasi pemasaran. Selain itu, tim PKM juga mendampingi pelaku usaha dalam praktik pembuatan konten pesan pemasaran yang interaktif. Konsep pesan pemasaran yang interaktif dipilih yaitu dengan tanya Fafin atau kegiatan tanya jawab dengan audiens. Konten pesan yang interaktif diperlihatkan pada Gambar 9. Tim PKM ini mendampingi pelaku usaha dalam praktik pembuatan konten yang memuat pesan informasi, edukasi, hiburan atau interaktif. Berikut ini Gambar 6 hasil pendampingan pembuatan konten sosial media Instagram yang memuat pesan Gambar 7. Pesan edukasi Gambar 6. Pesan informasi Pelaksanaan pendampingan tidak hanya fokus untuk praktik pembuatan pesan dengan muatan informasi tetapi juga pesan yang berisi edukasi. Gambar 7 menunjukkan konten komunikasi pemasaran dengan pesan edukasi yang diunggah di Instagram mitra. Praktik selanjutnya yaitu pembuatan konten yang berisi pesan menghibur dapat dilihat hasilnya pada Gambar 8. Gambar 8 menunjukkan konten yang memuat pesan hiburan yang berhasil dibuat oleh mitra. Konten hiburan yang dipilih dengan menerapkan konsep membagikan pelaman atau review dari pelanggan yang terkenal ketika menikmati produk dari AuKue Bangkit FafinAy dengan tujuan menghibur. Cerita pengalaman menyenangkan dari pelanggan akan menghibur dan menciptakan perasaan positif. Gambar 8. Pesan hiburan Gambar 9. Pesan interaktif A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Farah Putri W. L dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 2. Bulan November Tahun 2024 : Halaman 90 Evaluasi Evaluasi adalah tahap untuk mengukur apakah tujuan yang ditetapkan dalam program PKM dapat tercapai atau tidak. Program PKM ini mempunyai pengetahuan dan keterampilan. Evaluasi pertama dilakukan untuk mengukur apakah pengetahuan dari pelaku usaha mengenai komunikasi pemasaran melalui sosial media ini meningkat atau tidak. Hal ini dilakukan dengan sistem melakukan perbandingan bagi nilai pretest dan posttest. Pretest dan posttest berisikan pertanyaan yang berkaitan dengan komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram. Berikut ini hasil pretest dengan peserta dari beberapa pelaku usaha tertuang di Tabel 1. Tabel 1. Hasil pretest Indikator Nomor Soal Definisi komunikasi pemasaran Tujuan Komunikasi pemasaran Manfaat komunikasi pemasaran Elemen bauran komunikasi Jenis-jenis pesan dalam komunikasi pemasaran Tahapan perencanaan komunikasi pemasaran Faktor-faktor perencanaan komunikasi pemasaran Strategi-strategi komunikasi Media sosial untuk komunikasi Jenis-jenis konten komunikasi Total Nilai Nilai Evaluasi kedua untuk melihat keterampilan dari mitra dalam membuat pesan untuk melakukan komunikasi pemasaran melalui sosial media Instagram. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung atau observasi pada saat praktik dan hasil praktik yang telah dihasilkan. Berikut ini Tabel 4 hasil evaluasi keterampilan mitra dalam pembuatan pesan untuk komunikasi pemasaran melalui sosial media. Tabel 3. Evaluasi keterampilan Selanjutnya pada akhir kegiatan pendampingan, mitra diberikan posttest. Berikut ini Tabel 2 menunjukkan hasil posttest. Tabel 2. Hasil pretest Indikator Definisi komunikasi pemasaran Tujuan Komunikasi pemasaran Manfaat komunikasi pemasaran Elemen bauran komunikasi Jenis-jenis pesan dalam komunikasi pemasaran Tahapan perencanaan komunikasi pemasaran Faktor-faktor perencanaan komunikasi pemasaran Strategi-strategi komunikasi Media sosial untuk komunikasi Jenis-jenis konten komunikasi Total Nilai Hasil pretest yang dapat dilihat dalam Tabel 1 menunjukkan nilai yang diperoleh mitra yaitu 50. Sementara hasil posttest yang dapat dilihat di Tabel 2 menunjukkan nilai mitra yaitu 90. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai posttest lebih besar dari nilai pretest sehingga dapat dikatakan bahwa program PKM melalui pendampingan Peningkatan pengetahuan ini sebesar 44,44%. Nomor Soal Nilai Indikator Mampu membuat pesan informasi untuk konten komunikasi pemasaran yang diposting di sosial media Mampu membuat pesan edukasi untuk konten komunikasi pemasaran yang diposting di sosial media Mampu membuat pesan hiburan untuk konten komunikasi pemasaran yang diposting di sosial media Mampu membuat pesan interaktif untuk konten komunikasi pemasaran yang diposting di sosial media Keterangan Terlaksana dan pada Gambar Terlaksana dan pada Gambar Terlaksana dan pada Gambar Terlaksana dan pada Gambar Berdasarkan pada Tabel 3 dapat dipahami bahwa setelah dilakukan pendampingan oleh tim PKM, mitra jadi memiliki keterampilan untuk membuat pesan guna melakukan komunikasi pemasaran melalui sosial media Instagram. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan kedua berhasil dicapai yaitu peningkatan keterampilan melakukan komunikasi pemasaran melalui sosial media. Pelaksanaan program secara keseluruhan telah berhasil namun masih perlu perbaikan untuk pelaksanaan selanjutnya. Pertama, keterbatasan Hal mengakibatkan waktu pelaksanaan sering dilakukan tidak sesuai jadwal dan durasi yang ditentukan. Kedua, keberlanjutan program setelah kegiatan pendampingan hanya dilakukan dengan menjalin monitoring dan komunikasi secara berkala melalui WhatsApp. Sehingga dikhawatirkan keberlanjutan program tidak akan berjalan dengan optimal. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Farah Putri W. L dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 2. Bulan November Tahun 2024 : Halaman 91 Evaluasi mengenai beberapa hal yang masih menjadi tantangan mitra dalam melakukan komunikasi pemasaran juga dilakukan oleh tim. Pertama, pemasaran organic atau yang tidak berbayar sehingga jangkauan pasarnya terbatas. Kedua, keterbatasan anggaran untuk melakukan promosi Ketiga, mengalami kesulitan untuk menentukan target konsumen potensial dan memperkiraan tren pasar. Hal-hal ini yang menjadikan UMKM AuKue Bangkit FafinAy masih membutuhkan pelatihan dan pendampingan kembali pada program selanjutnya. KESIMPULAN Pelaksanaan program PKM yang telah dilaksanakan oleh tim berhasil berjalan lancar. Keberhasilan dapat dilihat dari adanya peningkatan pada pengetahuan pelaku usaha tentang komunikasi untuk pemasaran di sosial media sebesar 44,44%. Selanjutnya, keterampilan juga selaras meningkat terbukti dengan pelaku usaha dapat menyusun pesan dengan muatan isi mengandung interaksi, hiburan, informasi, dan edukasi dalam komunikasi untuk pemasaran di sosial media Instagram. Program PKM ini masih memiliki keterbatasan. Pertama, keterbatasan sumber daya waktu yang dimiliki oleh anggota tim yang ditugaskan untuk melakukan pendampingan. Sebaiknya, untuk periodenya harus lebih dari satu orang serta dapat melibatkan mahasiswa lebih banyak lagi. Kedua, program untuk mengelola keberlanjutan program hanya dengan menjalin komunikasi dan monitoring melalui WhatsApp sehingga rentan untuk tidak dapat bertahan lama. Selanjutnya, perlu dibentuk suatu komunitas yang dapat digunakan sebagai wadah untuk melakukan edukasi dan praktik. Selain itu, juga dapat dibuat suatu modul dan video pembelajaran yang dapat digunakan oleh mitra belajar secara mandiri sehingga ketika kegiatan pendampingan telah selesai manfaat program masih dapat dirasakan. Ketiga, fokus kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh tim hanya pada pemasaran organic, sehingga pada kesempatan selanjutnya dapat fokus melakukan komunikasi pemasaran khususnya promosi di sosial media dengan cara berbayar untuk lebih memperluas menjangkau target. UCAPAN TERIMA KASIH Seluruh tim berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terutama kepada UMKM AuKue Bangkit FafinAy. PUSTAKA