Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X PENDIDIKAN RUQYAH SYARAoIYYAH: DAMPAKNYA TERHADAP AKHLAK DAN ETIKA MASYARAKAT Rudi Iskandar Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Indonesia Correspondence Author: rudiiskandar543@gmail. Abstract. Ruqyah ShariAoyyah education is part of the solution for humanity in addressing the weak behavior of individuals in relating to one another. Ruqyah ShariAoyyah, exemplified by Prophet Muhammad (PBUH), serves as a solution to improve human moral and ethical As a result, people are able to respect one another, speak kindly, be honest, and take responsibility in fulfilling trusts. Various holy texts, the sayings of Prophet Muhammad (PBUH), and books written by scholars that reference the ProphetAos treatments indicate that his medicinal practices are natural remedies effective for healing the body and soul, transforming bad behavior into good, and fostering morality and ethics. Ruqyah sharia is not only a treatment solution but also a holistic spiritual therapy that focuses on cleansing the heart and strengthening faith. By removing spiritual barriers and reinforcing the connection with Islamic teachings, ruqyah indirectly becomes an effective solution in transforming a person's morals and ethics from blameworthy to praiseworthy (Akhlaqul Karima. Keywords: Ruqyah. ShariAoyyah. Education. Abstrak. Pendidikan ruqyah syarAoiyyah bagian dari solusi umat manusia dari lemahnya perilaku setiap manusia dalam melakukan hubungan terhadap sesama manusia. Ruqyah SyarAoiyyah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw sebagai solusi untuk memperbaiki perilaku akhlak dan etika manusia. Sehingga manusia mampu bisa menghargai antara satu dengan yang lain, dan berkata baik, jujur dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Dari berbagai literatur kitab suci maupun perkataan nabi Muhammad Saw maupun kitab-kitab karangan ulama yang mereferensikan pengobatan nabi adalah pengobatan yang alamai yang berkhasiat untuk pengobatan jasad ruh maun perilaku buruk menjadi baik dan memiliki akhlak dan etika. Ruqyah syar'iyyah bukan hanya solusi pengobatan, tetapi juga merupakan terapi holistik spiritual yang berfokus pada pembersihan hati dan penguatan iman. Dengan menghilangkan penghalang spiritual dan memperkuat koneksi dengan ajaran Islam, ruqyah secara tidak langsung menjadi solusi yang efektif dalam mengubah akhlak dan etika seseorang dari yang tercela menjadi terpuji (Akhlaqul Karima. Kata Kunci: Ruqyah. SyarAoiyyah. Pendidikan. PENDAHULUAN Ruqyah menurut definisi secara umum . ecara etmolog. meliputi mantera atau jampijampi, baik yang syarAoi maupun yang syirki. Oleh sebab itu, ketika dukun menanamkan pengobatanya dengan ruqyah, bisa dibenarkan karena ruqyah secara Bahasa artinya mantera. Akan tetapi, ketikan masyarakat sudah memahami ruqyah itu sebagai pengobatan dengan alQurAoan dan doa-doa Rasulullah Saw yang bersih dari unsur-unsur syirik dan mengedepankan tawakal kepadanya, maka apa yang dilakukan oleh dukun-dukun itu merupakan tipu daya dan menyesatkan umat karena membuat kekaburan terhadap makna ruqyah syarAoiyyah yang Biasanya dukun yang berani memakai istilah AuruqyahAy adalah dukun ayat-ayat alPendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X QurAoan. Biasanya mereka mengaku bisa melihat atau menangkap jin, membuat pelet, pengasihan, membuka pintu jodoh, melakukan operasi gaib dan sebagainya. Ruqyah syarAoiyyah adalah bagian dari kumpulan ayat-ayat al-QurAoan. IstiAoadzah atau taAoawwudz . ermohonan perlindunga. , serta doa-doa yang bersumber dari nabi Muhammad Saw. Ayat-ayat al-QurAoan dan doa-doa yang bersumber dari nabi bisa menjadi manfaat bagi manusia tatkala dibacakan oleh seorang muslim untuk dirinya sendiri maupun orang lain, baik itu keluarga, tetangga maupun orang non muslim. Sehingga dapat mengobati berbagai macam penyakit baik penyakit fisik, psikis, maupun penyakit ruhiyyah. Pemahaman ruqyah syarAoiyyah inilah yang benar, jangan disalah artikan bahwa ruqyah itu adalah sejenis sihir dan sulap ataupun sebagai perbuatan bidAoah yang mungkar dan tak ada asal usulnya dalam agama. Oleh karna itu banyak saudara kita yang belum memahami tentang asumsi ruqyah syarAoiyyah dengan pemahaman yang tidak benar sehingga banyak yang salah mengartikan bahwa ruqyah itu dengan pemahaman yang sempit dan pada akhrinya mereka mencari kesembuhan kepada tukang sihir, sulap dan para penipu untuk mendapatkan kesembuhan dan pengobatan mereka. Dan hal ini sangat membahayakan akidah seorang muslim. Mereka cenderung menyepelekan upayah penyembuhan terhadap penyakit sehingga mereka tertimoa berbagai macam penyakit dan pengaruh-pengaruh buruk dalam diri dan keluarganya. Penulis menyimpulkan jika ruqyah disebutkan dan disampaikan kemasyarakat, maka dapat dipahami oleh masyarakat yaitu ruqyah syarAoiyyah merupakan bacaan al-QurAoan dan doa-doa almaAotsurat, yang memberikan kesembuhan maupun ketenangan bagi pembacanya, melainkan mereka menjahui manteraAemantera mengandung syirik. Hanya saja mereka tidak dapat membedakan mana ruqyah yang dibolehkan dan mana pula ruqyah yang mengandung unsur syirik . Hal itu disebabkan banyaknya kekaburan . yang dimunculkan oleh sekutusekutu setan yang menyamar sebagai hamba Allah Swt yang sholeh. Hal ini membuktikan bahwa pemahaman agama Islam yang benar dalam masyarakat muslim di Indonesia masih sangat memprihatinkan sehingga mudah diperdaya dan dibodoh-bodohi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tidak hanya menimpa kalangan awam tapi juga kalangan terpelajar bahkan mereka yang bergelar doktor dan professor. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Gestalt kualitatif melalui studi pustaka, dengan seluruh data bersumber dari literatur otoritatif. Penelitian kualitatif itu mengeksplorasi struktur, pola, dan makna yang mendasari pertanyaan penelitian (Saefudin et al. , 2. Fokus kajian diarahkan pada konsep dan tujuan negara dalam Islam sebagaimana tercantum dalam Al-QurAoan dan Hadis, serta penafsiran ulama klasik dan kontemporer. Metode utama adalah tafsir tematik . afsir maudhuAo. , yakni metode penafsiran al-QurAoan dengan menghimpun ayat-ayat bertema sama untuk dianalisis secara menyeluruh sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif (Alhakimi & Imawan, 2. Tahapan penelitian meliputi penentuan tema, pengumpulan ayat yang relevan, pengurutan sesuai konteks turunnya, telaah tafsir klasik dan kontemporer, serta penyusunan pemahaman integral dengan memperhatikan korelasi antar-ayat Al-QurAoan dan Hadis. Analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola makna dan relevansi prinsip kenegaraan. Validitas melalui triangulasi Pendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X teori, yaitu membandingkan berbagai penafsiran dan memastikan hanya sumber terpercaya yang Dengan demikian, hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sesuai kaidah metodologi tafsir tematik. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pendidikan Spiritual dalam Ruqyah SyarAoiyyah. Tujuan pendidikan Islam sudah jelas yaitu membentuk kepribadian seorang muslim yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia. Tugas ini adalah tanggung jawab siapa yang berada di lingkungan dimana manusia itu berada. Untuk itu tujuan dan orientasi pendidikan Islam adalah jelas untuk menjaga equilibrium . antara aspek jasmani dan rohani, dunia dan ukhrawi antara pribadi dan masyarakat, yang mana tujuan ini tidak bertentangan dengan tujuan diciptakan manusia itu sendiri. Menurut Ahmad Thib Raya, beliau mengatakan bahwa ruqyah syarAoiyyah memiliki kaitan dengan pendidikan, bagaimana peran pendidikan dicontoh kepada Rasulullah Saw dengan mengajarkan kepada para sahabat dengan bagaimana meyakini apa yang dibaca . l-QurAoa. maupun doa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw sehingga menghasilkan kesembuhan yang nyata. Pendidikan tauhid menurut Abdullah Nasih Ulwan adalah pendidikan iman. Yang dimaksud pendidikan iman adalah mengikat anak dengan dasar-dasar iman, rukun islam dan dasar-dasar syariAoyyah sejak anak mulai mengerti dan dapat memahami sesuatu. Jadi pendidikan tauhid ini sangat penting untuk ditanamkan ke dalam jiwa setiap orang. Secara spritual bila tauhidnya bagus maka semakin baiklah kepribadian seseorang dan demikian sebaliknya. Setiap kegiatan tidak dapat terlepas dari nilai. Nilai merupakan tolak ukur atau patokan yang dapat menjadi pedoman untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Nilai menurut Rohmat Mulyana adalah rujukan atau ke yakinan dalam menentukan pilihan yang berisi norma, keyakinan, cara, tujuan, sifat. Ruqyah merupakan suatu bentuk kegiatan yang berkaitan erat dengan nilai-nilai karena ada tujuan yang hendak dicapai disamping kegiatan terapi pengobatan. Nilai-nilai ini mutlak dimiliki oleh ryqi dalam melaksanakan kegiatan atau sedang tidak melaksanakan kegiatan, misalnya ketauhidan, kesholehan, kesabaran, keikhlasan dan lain-lain. Nilai-nilai ini memberi pengaruh yang sangat besar untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan akan memberikan dampak negatif bila nilai ini tidak tercermin dalam kepribadian peruqyah. Bahkan nilai-nilai ini dapat menjadi syarat pokok untuk menjadi ryqi (A)ECOA, yang antara lain: Muslim berakidah Ahlus Sunnah Wal JamaAoah . dalam pemahaman dan Meyakini bahwa ayat-ayat Allah Swt sebagai mukjizat abadi dan sebagai obat bagi Mengenal tipu daya setan dalam tubuh manusia. Meninggalkan maksiat dan memperbanyak taat sebagai senjata. Selalu berzikir kepada Allah Swt setiap saat dan Memurnikan niat untuk mencari ridho Allah Swt. Ilmu dan pengalaman yang dimiliki ryqi merupakan modal untuk menjadi konstribusi dan Pendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X inspirasi penguat kegiatan ruqyah. Pengalaman yang dirasakan oleh ryqi tentulah berbeda-beda sesuai dengan waktu yang dilaluinya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi ryqi untuk tetap menjalankan profesi yang tidak semua orang mampu melakoninya. Ruqyah syarAoiyyah merupakan metode pengobatan meng-gunakan ayat-ayat al-QurAoan memiliki fungsi sebagai preventif . maupun kuratif . dan juga edukatif . Menurut Imam Syamsul Haq Al Adhim Abadi, ruqyah adalah perlindungan yakni doAoa yang diucapkan untuk memohon kesembuhan. Menurut penulis ruqyah merupakan bacaan atau doAoa-doAoa perlindungan untuk memperoleh kesembuhan dari penyakit atau tidak sakit yang sumber bacaannya dari ayat-ayat alQuran atau Hadis nabi atau bahasa yang dimengerti maknanya. Ruqyah syarAoiyyah merupakan Auterapi psykologisAy untuk memberikan ketenangan, kenyamanan, kesembuhan penyakit dan menyelesaikan berbagai permasalahan psikis dan non psikis. Oleh sebab itu pembahasan ruqyah yang berkaitan dengan pendidikan spiritual diantaranya. Nilai-Nilai Pendidikan Spiritual (Isla. Pendidikan Islam mengandung nilai-nilai cahaya kehidupan manusia, sehingga melibatkan kemampuan dan kehidupan mewujudkan yang terbaik menjadikan manusia memiliki cinta, ikhlas, dan ihsan yang semua itu bermuara pada Ilahi. Dalam pendidikan Islam mengandung nilai-nilai spiritual yang mendukung dalam pelaksanaan pendidikan bahkan menjadi suatu rangkaian atau sistem di dalamnya. Nilai tersebut menjadi dasar pengembangan jiwa anak sehingga bisa memberi out-put bagi pendidikan yang sesuai dengan harapan masyarakat luas. Pokok-pokok pendidikan yang harus ditanamkan pada anak didik yaitu, keimanan, kesehatan, ibadah, hubungan sosial. Iman adalah kepercayaan yang terhujam ke dalam hati dengan penuh keyakinan, tak ada perasaan syak . agu-rag. serta mempengaruhi orientasi kehidupan, sikap dan aktivitas keseharian. Al Ghazali mengatakan iman adalah megucapkan dengan lidah, mengakui benarnya dengan hati dan mengamalkan dengan anggota badan. Pendidikan keimanan termasuk aspek pendidikan yang patut mendapat perhatian yang pertama dan utama dari orang tua. Memberikan pendidikan ini pada anak merupakan sebuah keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. Pasalnya iman merupakan pilar yang mendasari keislaman seseorang. Pembentukan iman harus diberikan pada anak sejak kecil, sejalan dengan pertumbuhan kepribadiannya. Nilai-nilai keimanan harus mulai diperkenalkan pada anak dengan cara: Memperkenalkan nama Allah Swt. Dan Rasul-Nya. Memberikan gambaran tentang siapa pencipta alam raya ini melalui kisah-kisah teladan. Memperkenalkan ke-Maha-Agungan Allah Swt. Rasulullah Saw adalah orang yang menjadi suri tauladan (Uswatun Hasana. bagi umatnya, baik sebagai pemimpin maupun orang tua. Beliau mengajarkan pada umatnya bagaimana menanamkan nilai-nilai keimanan pada anak-anaknya. Ada lima pola dasar pembinaan iman . yang harus diberikan pada anak, yaitu membacakan n kalimat tauhid pada anak, menanamkan kecintaan kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, mengajarkan al-QurAoan dan menanamkan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan. Orang tua memiliki tanggung jawab mengajarkan al-QurAoan pada anak-anaknya sejak kecil. Pengajaran al-QurAoan mempunyai Pendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X pengaruh yang besar dalam menanamkan iman . yang kuat bagi anak. Pada saat pelajaran Al-QurAoan berlangsung secara bertahap mereka mulai dikenalkan pada satu keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan mereka dan al-QurAoan adalah firman-firman-Nya yang diturunkan pada Nabi Muhammad Saw. Nilai Pendidikan Ruqyah SyarAoiyyah dalam Perubahan Akhlak dan Etika Unsur yang terpenting dalam ruqyah syarAoiyyah adalah nilai-nilai yang dimiliki oleh ryqi dan pasien ruqyah yaitu sifat-sifat yang dapat menjadi syarat dan gambaran keberhasilan kegiatan ruqyah yaitu dibarengi dengan keyakinan dan berbaik sangka pada Allah Swt, sebab diantara syarat agar obat bermanfaat bagi seseorang yang sakit adalah sikap yang menerima obat dan meyakini manfaat kesembuhan bagi dirinya. Adapun nilai-nilai pendidikan spiritual yang dominan dalam ruqyah syarAoiyyah di antaranya adalah sebagai berikut: Nilai Keimanan Pribadi yang beriman selalu yakin dengan seyakin-yakinnya akan adanya Allah dan dengan segala ciptaannya. Iman adalah sesuatu diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diwujudkan dalam perbuatan. Secara bahasa AuimanAy berarti pembenaran hati, kemantaban hati atau percaya, sedangkan secara syariAoat AuimanAy berarti mengetahui Allah dan sifatsifatnya disertai dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua yang dilarang-Nya. Sedangkan pengertian iman menurut Hadis Rasulullah Saw adalah sebagai berikut: Dari Ibnu Hajar Radhiyallahu AoAnhu beliau berkata: Rasulullah Saw telah bersabda: Iman adalah Pengetahuan hati, pengucapan lisan dan pengamalan dengan anggota badan. (H. Ibnu Majah dan At-Tabran. Muhammad Abduh mengatakan Iman ialah keyakinan kepada Allah, kepada Rasulnya dan pada hari ahir tanpa terikat oleh sesuatu apapun, kecuali harus menghormati apa-apa yang telah disampaikan dengan perantaraan lisan para rasul Tuhan. Dengan melihat definisi dia atas dapat dikatakan bahwa iman itu paling tidak harus ada pembenaran dan keyakinan adanya Tuhan dengan segala keEsaanNya dan segala sifat kesempurnaan serta pembenaran dan keyakinan terhadap Muhammad Saw dan risalah Nilai Tauhid Tauhid bagi ryqi dan myrqi adalah masalah pokok sebab menyangkut dengan keimanan dan keyakinan seseorang yaitu menjadikan Allah Swt sebagai sumber dari segala-galanya. Tauhid secara bahasa merupakan mashdar dari kata wahada. Jika dikatakan wahada artinya menjadikan sesuatu itu satu. Allah Swt menegaskan di dalam surah Al-Ikhlas/112: 1-4 dibab IV halaman 306. Penulis memahami surah Al Ikhlas bahwa bertauhid adalah mengesakan Allah, tidak melakukan kesyirikan, sebab syirik termasuk dalam kelompok dosa besar yang tidak Dan Allah akan memberikan ampunan dosa-dosa kecuali syirik dan orang yang syirik telah berada dalam kesesatan yang sangat jauh. Maupun dalam setiap pelaksanaan ruqyah baik individu maupun massal, masalah tauhid ini yang disampaikan oleh ryqi diawal ruqyah, baru setelah itu kepada inti ruqyah. Kepada pasien atau peserta disampaikan Pendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X pentingnya tauhid untuk memperoleh keselamatan hidup di dunia dan akhirat dan terkhusus untuk mempermudah proses kesembuhan suatu penyakit. Nilai Akhlak dalam Ruqyah SyarAoiyyah Akhlaq merupakan bentuk jamak dari kata khuluq. Secara garis besarnya, akhlak terbagi menjadi dua bagian, yaitu akhlak terhadap khaliq (Yang Menciptaka. dan akhlak terhadap makhluk . ang diciptaka. Dari dua bagian ini, akhlak mengandung semua nilai yang diperlukan oleh manusia untuk keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Menurut Muhammad Abduh, dalam kitabnya Risalah Tauhid, akhlak terdiri dari akhlak terhadap Allah Swt, akhlak terhadap sesama manusia, akhlak terhadap hewan, akhlak terhadap makhluk tumbuh-tumbuhan dan akhlak terhadap makhluk lainnya. Nilai Ibadah dalam Ruqyah SyarAoiyyah Ibadah dalam Islam adalah segala aktifitas yang disandar dan diniatkan ikhlas karena Allah yang semata-mata mencari ridhonya. Tujuan diciptakannya manusia adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah Swt. Semua usaha dan kerja yang diniatkan kepada Allah adalah ibadah. Segala sesuatu agar bernilai ibadah dalam pelaksanaannya ibadah tidak dapat terlepas dari sifat yang dimiliki oleh seseorang antara lain ikhlas, ikhtiar, istiqomah dan Dalam kegiatan ruqyah nilai ibadah memiliki peranan penting bagi peruqyah. Kualitas keberhasilan ruqyah sangat ditentukan dengan ibadah peruqyah disamping nilai akhlak dan tauhid. Nilai Ikhlas Para ulama berbeda redaksi dalam menggambarkanya. Ada yang berpendapat, ikhlas adalah memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ada pula yang berpendapat, ikhlas adalah mengesakan Allah dalam beribadah kepadaNya. Ada pula yang berpendapat, ikhlas adalah pembersihan dari pamrih kepada makhluk. Ikhlas menurut Nawawi berpendapat bahwa Ikhlas adalah membersihkan seluruh panca indranya secara lahir dan batin dari budi pekerti yang tercela. Beramal adalah salah satu pembuktian makhluk kepada Allah Swt, bahwa mereka adalah seorang hamba yang patuh kepada Sang Pencipta yang sudah memberikan amanat dan rahmat yang luar biasa. Dimana amal yang dilakukan ditujukan sebagai suatu pembuktian ketaatan mereka kepada Allah Swt. Sehingga harus dilakukan dengan hati yang bersih dan murni. Jadi apa yang kita amalkan dan apa yang kita lakukan benar-benar hanya karena Allah Swt dan bebas dari kemunafikan yaitu riya atau syirikSedangkan menurut Al Junaid AuIkhlas ialah, membersihkan amal dari setiap AyYang lain berkata:AuSeorang yang ikhlas ialah, seorang yang tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya di hadapan Allah Swt, dan tidak suka seandainya manusia sampai memperhatikan amalnya, meskipun hanya seberat biji sawiAy. Berdasarkan pendapat diatas jadi ikhlas ialah sesuatu meng-hendaki keridhaan Allah Swt dalam suatu amal, membersihkannya dari segala individu maupun duniawi. tidak ada yang melatarbelakangi suatu amal, kecuali karena Allah Swt dan demi hari akhirat. Keikhlasan dalam ruqyah muthlak ditanamkan ke dalam diri setiap ryqi dan juga pasien ruqyah. Melalui ayat ini Allah Swt mengingatkan kembali kepada setiap orang agar kembali kepada agama yang lurus . in al-qayima. Agama yang lurus ini bercirikan tiga hal, yaitu adanya Pendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X ketundukan dan kepatuhan hanya kepada Allah Swt, mendirikan shalat dan menunaikan Ada dua kata kunci dalam ayat ini untuk mencapai ketundukan dan kepatuhan secara murni kepada Allah Swt, yaitu kata mukhlisin dan hunafaAo. Nilai Ikhtiar Kata ikhtiar berasal dari bahasa Arab . khtara-yakhtaru ikhtiyaara. yang berarti memilih. Dalam kamus lengkap bahasa Indonesia Ikhtiar diartikan daya, usaha, memberikan suatu pertimbangan karena pada hakikatnya orang yang berusaha berarti memilih. Dalam ilmu mantiq manusia dikosepkan sebagai hewan yang berfikir dalam filsafat Islam dikatakan sebagai usaha yang dipunyai jiwa disebut dengan akal. Adapun menurut istilah, berusaha dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk meraih suatu harapan dan keinginan yang dicita-citakan. Ikhtiyar juga juga dapat diartikan sebagai usaha sungguhsungguh yang dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di Ruqyah syarAoiyyah merupakan bagian dari ikhtiar mencari kebahagiaan, ketenangan, ketentraman, kenyamanan dan kesembuhan melaui ayat-ayat dan doa-doa. Ikhtiar hendaknya diusahakan dan tidak berpangku tangan menerima keputusan dan keadaan. Didalam Surat Ar RaAod/13: 11 dijelaskan oleh Allah Swt. ca acEEa aaE OaaOa a aI aCa O sI a ac O OaaOa aOe aI aaIAa a aN e eI aO auae a aA ca Aau acIA AacEEa aCa O sI a eO U Aa aaE aI aac Ea oNau aO aI Ea aNI aII aOIaaN aII aO sEA Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Quraish Shihab mengatakan didalam kitabnya Tafsir Al-Misbah bahwa ayat ini bebicara tentang perubahan apapun, yakni baik dari niAomat atau sesuatu yang positif menuju ke niqmat/nurka Ilahi atau sesuatu yang negatif maupun sebalikna dari negatif ke positif. Penggunaan kata AuqaumAy juga menunjukkan bahwa hukum ke masyarakatan ini tidak hanya berlaku bagi kaum muslimin atau satu suku, ras dan agama tertentu, akan tetapi ia berlaku umum yang bersifat sunatullah yang berkaitan dengan kehidupan duniawi. Penulis memahami bahwa Allah Swt tidak akan merubah keadaan hidup seseorang selama seseorang tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka, hal ini termasuk juga dalam hal mencari kesembuhan dari suatu penyakit dan permasala-han hidup. Salah satu tugas seorang hamba adalah mencari karunia Allah Swt sebanyak-banyaknya dimana saja berada setelah kita selesai melakukan ibadah shalat. Tujuannya agar kita tidak hidup ini penuh Ikhtiar dalam islam sangat dianjurkan dan tidak dilarang, akan tetapi ikhtiar sangat dilarang apabila ikhtiar melalui jalan yang dilarang oleh Allah Swt termasuk dalam mencari jalan keluar untuk mendapat kesembuhan dari penyakit. Misalnya mencari kesembuhan penyakit pergi kedukun atau menyelesaikan permasalahan datang kepara normal alias orang pintar atau tukang ramal. Ikhtiar dalam ruqyah dimaksud adalah ikhtiar mencari kesembuhan dan menuntas semua permasalahan melalui usaha dan doa yang diridhoi Allah Swt. Peruqyah dan yang diruqyah Pendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X sama-sama berusaha dan memohon doa agar selalu berada di jalan Allah Swt. Usaha dan doa itu terus-menerus dilakukan sampai membuah hasil atau tidak membuah hasil itu adalah taqdir Allah. Jadi peruqyah dan yang myrqi sama-sama berikhtiar mencari kesembuhan sesuai yang diridhoi Allah Swt. Nilai Tawakkal Imam al-Ghazyliy mendefinisikan bahwa tawakkal adalah menyandarkan diri kepada Allah tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tentram. Hamka mengartikan bahwa tawakkal adalah menyerahkan segala urusan atau perkara ikhtiar dan usaha kepada Allah Swt karena kita lemah dan tak berdaya. Adapun menurut ajaran Islam, tawakkal itu adalah menyerahkan diri kepada Allah Swt setelah berusaha keras dan berikhtiar serta bekerja sesuai dengan kemampuan dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw. Jadi tawakkal bukan berarti tinggal diam, tanpa kerja dan usaha, bukan menyerahkan semata-mata kepada keadaan dan nasib dengan tegak berpangku tangan, menanti apa-apa yang akan terjadi. Dalam ruqyah syarAoiyyah sifat tawakkal sangat perlu tertanam dalam diri peruqyah dan yang di ruqyah. Sifat tawakkal peruqyah adalah menumbuhkan keyakinan dan kepasrahan hanya kepada Allah sebagai pemiliki kesembuhan dan tempat mengembalikan semua persoalan. Tawakal sudah cukup untuk menghindari keburukan, orang yang hanya bertawakal kepada Allah maka ia telah berpegang pada tali yang sangat kokoh, telah bersandar pada dzat maha kuat dan perkasa, maka semakin tinggi rasa tawakal manusia kepada tuhannya maka ini adalah benteng diri yang sangat kokoh. Segala sesuatu perlu bersandar kepadaNya sematamata dan tidak bertawakal kepada selainNya. Sebagai ryqi dan yang myrqi senantiasa memiliki sifat tawakkal yang ketergantungan hati secara jujur kepada Allah Swt guna meraih kemaslahatan-kemaslahatan atau menolak bencana-bencana menyerah-kan segala urusan kepada-Nya, dan merealisasikan keimanan bahwa tiada yang dapat memberi mudharat dan memberi manfaat, melainkan Allah Swt. Tawakkal kepada Allah merupakan bagian dari kesadaran akidah dan akhlakul karimah seorang muslim. Peruqyah dan yang diruqyah sadar bahwa kegiatan ruqyah hanya menjalankan skenario Allah Swt. Menurut penulis kepasrahan diri dan menyerahkan semua urusan kepada Allah adalah muthlak yang berarti bahwa peruqyah tidak memiliki kemampuan dan kekuatan tanpa bantuan dan pertolongan Allah Swt. Artinya peruqyah tidak mengandalkan dirinya. tetapi semua adalah dalam genggaman Allah Swt. Nilai Istiqomah Dalam kamus lengkap bahasa Indonesia Istiqomah diartikan teguh pendirianMenurut Ibnu Rajab Al Hambali dimaksud istiqomah adalah menempuh jalan . yang lurus . dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan . epada Allah Sw. lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya. Istiqamah ialah mereka yang betul-betul yakin dengan kebenaran Islam, dengan tidak akan menukarnya dengan kepercayaan lain, serta tetap konsisten menjalankan Pendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X ibadah dan menjauhi kemungkaran, maka malaikat akan turun kepadanya dua kali. Seorang peruqyah diharapkan selalu istiqomah dalam amal. Amal yang sedikit lebih berarti bagi ryqi daripada amal yang banyak tapi kadang-kadang. Istiqomah adalah salah satu sifat yang ada pada orang-orang mukmin. Seseorang yang istiqomah memiliki pendirian yang kuat untuk mempertahankan nilai-nilai keislaman yang ada dalam kehidupannya. Bagi peruqyah nilai istiqomah sangat dituntut agar tidak mudah goyah dan terombang-ambing terutama dalam mengambil suatu tindakan ketika kegiatan ruqyah. istiqomah dalam hidup ini merupakan sesuatu yang berat, tapi bukan berarti kita tidak bisa mencapainya manakala kita telah menjadi orang yang istiqomah. Allah Swt memberikan jaminan perlindungan dan kebahagiaan yang hakiki. KESIMPULAN Hasil penelitian pendidikan ruqyah syarAoiyyah mampu sebagai solusi untuk memperbaiki akhlak dan etika masyarakat. yang dapat diperoleh adalah bukan hanya kesembuhan yang di dapat melainkan proses integritas diri yang berubah menjadi lebih baik serta bertambah ketaatan dalam beribadah maupun akhlak yang lebih baik dan religius. Hasil dari terapi ruqyah syarAoiyyah seseorang mampu bangkit untuk berubah dari jalan yang belap menuju jalan yang terang benderang, sehingga terbentuknya integritas diri menjadi pribadi yang soleh dan Berangkat dari sejumlah bangunan teori dalam penelitian ini, meliputi teori resepsi, psikoterapi Gestalt dan Psikospiritual Islam dan Teori Integritas dalam membedah al-QurAoan sebagai terapi kesehatan melalui praktik ruqyah, telah menghasilkan beberapa implikasi teori. Pengobatan terhadap penyakit baik penyakit psikis maupun fisik tidak hanya bisa disembuhkandengan pendekatan medis, tapi juga dapat dilakukan dengan pendekatan psikoterapi qurAoani atau yang dikenal dengan ruqyah. Ruqyah telah menjadi solusi yang bersifat utama bukan dikatakan alternatif lagi, karna hal ini sudah dapat dibuktikan dengan proses terapi ruqyah syarAoiyyah bukan hanya sebagai penyembuhan penyakit melainkan sebagai bentuk perubahan akhlak dan etika seseorang dalam proses perubahan dari hal-hal yang buruk menuju kepada hal yang lebih baik dari penyakit yang diakibatkan oleh krisis kejiwaan. Karena orang yang sedang terkena penyakit baik psikis maupun fisik dan jiwa adalah orang yang secara mengalami krisis secara Pada prinsipnya, orang yang terkena penyakit menurut Gestalt adalah orang yang secara kepribadian mengalami polaritas/dikotomi. Pada saat tu pasien mendapati masalah antara tubuh dan pikiran . ody and min. , antara diri lingkungan . elf-external worl. , antara emosi dan kenyataan . , dan sebagainya. Itu sebenarnya yang sedang menimpa pasien Polaritas antara kesenangan dan kesakitan, antara kesenangan . dan depresi, serta antara cinta dan benci. Pada praktiknya, ruqyah syarAoiyyah tidak hanya mendekati seseorang secara psikis, akan tetapi juga dengan pendekatan psikospiritual melalui pemantapan akidah . dan penggunaan ayat-ayat al-QurAoan. Penggunaan ayat-ayat al-QurAoan sebagai media psikoterapi kesehatan sangatlah efektif. Karena ayat-ayat al-QurAoan memiliki kekuatan spiritual, magis dan mistik yang mempengaruhi kesembuhan penyakit yang menimpa Pendidikan Ruqyah Syariyyah: Dampaknya Terhadap Akhlak dan Etika Masyarakat Jurnal Qathruna Volume 13 Nomor 1 Ae Juni 2026 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X DAFTAR PUSTAKA