Jurnal TRANSFORMATIKA Vol. No. Januari 2026, pp. 155 - 163 P-ISSN: 1693-3656. E-ISSN: 2460-6731 https://journals. id/index. php/transformatika/ npage 155 Pengaruh Desain Modular Terhadap Stabilitas Suhu dan Reduksi Kebisingan pada Incu Analyzer Fajri Prasojo1*. Andi Kurniawan Nugroho2. Sri Heranurweni3 123Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Semarang Jl. Soekarno Hatta. Tlogosari Kulon. Kec. Pedurungan. Kota. Semarang. Jawa Tengah, email: ddefajri9@gmail. ARTICLE INFO ABSTRACT History of the article : Received 30 Juni 2025 Received in revised form 2 Januari 2026 Accepted 13 Januari 2026 Available online 14 Januari 2026 Incu analyzer is a tool used to measure temperature, airflow noise and humidity. The way the tool works during calibration is placed on a mattress. The temperature sensor used is an LM35 sensor that produces a linear voltage value with temperature. The output voltage is proportional to the temperature in degrees Celsius. The noise level sensor uses a sound sensor microphone module, which is an electronic module that functions to detect sound and convert it into an electrical signal. This Sound Mic Microphone Sensor Detection Module for Arduino has a sound detection range of A 30 cm to 1 meter. When testing the 35AC setting, the error percentage was 7%, the 36AC setting obtained a 3% error percentage and the 37AC setting obtained a 3% error percentage. The noise level sensor test data was carried out 9 times at 5 minute And the average error value was 1. B), and the overall error value was 0. B). Keywords: incu analyzer. baby incubator. sensor suhu. tingkat kebisingan. Nilai error * Correspondece: Telepon: E-mail: ddefajri9@gmail. INTRODUCTION Pada umum, bayi yang lahir normal biasanya memiliki usia kehamilan minimal 37 minggu atau lebih dari 9 bulan, dengan berat sekitar 3 kg. Namun, ada juga ibu yang melahirkan sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Bayi yang lahir dalam kondisi ini disebut bayi prematur, yakni bayi yang lahir pada usia kehamilan antara 34 hingga 36 minggu. Bayi prematur, terutama yang lahir di bawah 32 hingga 34 minggu, umumnya memiliki ciri fisik khas seperti kulit yang lebih tipis dan terlihatnya pembuluh darah di bawah kulit. Bayi prematur yang lahir dengan berat badan di bawah 2000gram memerlukan suhu inkubator sekitar 32AC. Sementara itu, untuk bayi dengan berat kurang dari 2500 gram, suhu inkubator yang dibutuhkan adalah sekitar 30AC. Penurunan suhu dalam inkubator dilakukan secara bertahap, yaitu sebesar 1AC setiap 10 hingga 14 hari, hingga bayi dapat beradaptasi secara perlahan dengan lingkungan di luar rahim . TRANSFORMATIKA. Vol. No. Januari 2026, pp. 155 - 163 Baby incubator merupakan alat medis khusus bagi bayi yang baru lahir, berfungsi untuk menjaga suhu tubuh bayi agar tetap stabil dan hangat. Suhu dalam inkubator dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing bayi. Perangkat ini umumnya tersedia di ruang perawatan intensif neonatal atau NICU (Neonatal Intensive Care Uni. Inkubator kesehatan adalah salah satu alat penting dalam merawat bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu, sehingga membutuhkan suhu tubuh yang stabil karena belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim. Inkubator berperan dalam menjaga agar suhu tubuh bayi tetap stabil . Dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan kesehatan, inkubator bayi telah mengalami beberapa peningkatan fungsi seperti penambahan system sensor kondisi lingkungan seperti pendeteksi kebisingan, ke semua hal ini untuk memastikan tidak adanya gangguan terhadap bayi yang sedang di rawat didalamnya . Untuk menjaga suhu agar tetap stabil, dan supaya suhu pada tubuh bayi dapat terjaga dalam batas normal, batas normal pada suhu bayi sekitar 36,5EE - 37,5EE. Selain itu baby incubator juga perlu di perhatikan tingkat kebisisngannya pada ruang incubator, batas untuk tingkat kebisingan didalam sekitar < 45dB maka dari itu untuk mengetahui perlu alat pengkalibrasian yang berupa incubator analyzer . Incubator analyzer merupakan alat yang digunakan pada baby incubator, incubator analyzer ini juga digunakan untuk mengkalibrasi suhu, kebisingan, serta aliran udara dalam ruang baby Cara kerja alat ini pada saat pengkalibrasian alat ini di letak pada tengah matras yang ada di dalam baby incubator. Incu analyzer dapat mendeteksi kondisi suhu dibeberapa titik pada ruang dan suhu matras bayi dalam baby incubator. Incu analyzer ini juga dapat mendeteksi tingkat kebisingan suara di dalam ruang baby inkubator. Penelitian . membahas tentang Sensor suhu DS18B20 merupakan sensor suhu dengan akurasi tinggi dan nilai error kecil, selain itu juga bersifat anti air . Sensor DS18B20 juga dapat dikombinasikan menggunakan platform Arduino yang terjangkau lebih relatif rendah. Akan tetapi rentan kesalahan pada nilai error sedikit lebih bssar dari pada sensor LM35 yang mempunyai nilai akurasi error 3EE-2EE. RESEARCH METHODS Metode Penelitian ini menggunakan langkah-langkah yang digambarkan pada diagram alir air terjun pada Gambar 1. Gambar 1. Metode Diagram Alir Air terjun Pengaruh Desain Modular Terhadap Stabilitas Suhu Dan Reduksi Pada Incu Analyzer (Fajri Prasoj. Analisa kebutuhan tentang mekanisme pengukuran dan pengujian suhu dan tingkat kebisingan pada inkubator bayi. Menganalisa masalah apa saja yang muncul pada pengukuran suhu dan tingkat kebisingan pada inkubator bayi. Analisa masalah pada pengukuran suhu dan tingkat kebisingan ini mencari nilai error pada hasil pengukuran, dan koreksi error pada hasil Pada tingkat kebisingan menganalisa masalah pada nilai error hasil pengukuran, yang memerlukan alat pembanding yaitu sound level meter / decibel Perancangan sistem meliputi perancangan blok diagram sistem, perancangan rangkaian perangkat keras dengan penambahan sensor suhu dan tingkat kebisingan. Sensor suhu yang digunakan pada penelitian ini yaitu Sensor LM35 dan pada tingkat kebisingan menggunakan sensor Sound Mic Microphone Sensor Detection Module for Arduino, yang ada pada Gambar 2. Gambar 2 Blok Diagram Sistem Sistem mempunyai 2 jenis sensor yang digunakan dalam parameter pengujian suhu dan Catu daya . ,4V) berfungsi untuk menghidupkan incu analyzer, sebelum menuju ke modul yang lain on kan saklar terlebih dahulu, setelah saklar dalam posisi on, maka tegangan dari catu daya akan diturunkan menggunakan step down menjadi 5V untuk menyuplai ESP32, kemudian ESP32 akan menampilkan hasil pembacaan sensor suhu Lm35 dan Sound Mic Microphone Sensor Detection Module for Arduino ke dalam LCD. Implementasi sistem meliputi pembuatan perangkat keras dan perangkat lunak berdasarkan hasil rancangan. Serta instalasi perangkat yang dibuat ke incu analyzer . uhu dan tingkat kebisinga. Langkah- Langkah pada pengimpletasian ini sebagai berikut. Pembuatan perangkat keras (Hardwar. meliputi, sensor suhu yaitu sensor LM35 yang berfungsi untuk mengukur suhu pada incubator sensor ini juga menghasilkan tegangan proposional dengan suhu dengan satuan derajat celcius. Selanjutnya yaitu sensor tingkat kebisingan menggunakan Sound Mic Microphone Sensor Detection Module for Arduino sensor ini dapat medeteksi suara yang ada di dalam incubator, dan menangkap suara yang diubah menjadi sinyal listrik. Mikrokontroler yang berfungsi sebagai pengolah dari sensor yang dapat mengkonversi sinyal analog ke digital serta mengirim data ke dalam system monitoring. Berikutnya LCD yang berfungsi sebagai alat untuk menampilkan data suhu dan kebisingan secara DOI : 10. 26623/transformatika. TRANSFORMATIKA. Vol. No. Januari 2026, pp. 155 - 163 real time. Pembuatan perangkat lunak (Softwar. yang meliputi pemrograman mikrokontroler yang mengatur cara kerja sensor, utuk pembacaan data, pengolahan data, dan pengiriman data. Pengujian ini langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai standar deviasi dari hasil keluaran suhu. Perhitungan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-rata. Setelah nilai error diperoleh, maka tingkat akurasi dari keluaran suhu tersebut dapat ditentukan. Pengambilan data yang digunakan berasal dari hasil pengujian suhu pada perangkat Baby Incubator menggunakan incu analyzer. Pada perhitungan suhu dan tingkat kebisingan ini mengunakan rumus sebagai berikut: Perhitungan rumus suhu dan tingkat kebisingan ini menggunakan metode linier sederhana: Pengukuran rata-rata . I pada persamaan . adalah hasil bagi penjumlahanseluruh data(Ocyu. oleh banyaknya data pengukuran . dan Nilai data . yUyeO). xi Rata rata . cuI ) = . Nilai koreksi adalah nilai selisih hasil standar . lat standar/penguj. dengan hasil Unit Under Test (UUT/ Alat Pengembanga. Alat standar adalah Inkubator Bayi dan Alat Pengembangan yang dibuat peneliti. Berdasarkan hal tersebut maka rumus koreksi ditunjukan pada persamaan . Nilai koreksi = . lat standar Oe alat prototyp. Persentase error (% erro. adalah nilai absolut dari persentase koreksi dari nilai alat pengembangan terhadap nilai Alat Standar. Berdasarkan hal tersebut rumus persentase error adalah sebagai berikut: Error % = . cAycnycoycaycn ycyycycuycycuycycnycyyceOeycuycnycoycaycn ycycycaycuyccycayc ycAycnycoycaycn ycycycaycuyccycayc Analisis sistem yaitu menganalisis data hasil pengujian perbandingan beberapa variasi suhu pada inkubator bayi. Variasi suhu yang digunakan dalam pengujian meliputi 35AC, 36AC, dan 37AC. Saat proses pengujian pada matras dengan menggunakan alat standart alat berupa incu analyzer semakin besar suhu yang diatur maka semakin besar juga panas yang diterima oleh matras . Setiap variasi suhu diuji sebanyak tiga kali pengulangan pada setiap setting suhu dan setiap sela waktu 5 menit. Penelitian pengujian ini dilakukan di rumah sakit daerah K. Wongsonegoro Kota Semarang. Incu analyzer yang dibuat menggunakan sensor suhu LM35 pada T1 sampai T-5, dan sensor tingkat kebisingan mengunakan Sound Mic Microphone Sensor Detection Module for Arduino T1 sampai dengan T4 dapat dilepas dan ketika pengambilan data posisinya diletakkan pada ujung matras Baby Incubator. Sedangkan padaT5, sensornya terletak pada badan incu analyzer sehingga bersifat tetap . idak dapatdipindahka. Sensor suhu LM35 merupakan salah satu sensor suhu yang berfungsi mengubah besaran fisis menjadi tegangan. Tegangan keluaran sensor dapat direpresentasikan menjadi nilai suhu. Karakteristik dari tegangan keluaran sensor LM35 yaitu tegangan keluaran yang dihasilkan sensor yaitu linier terhadap suhu di lingkungan sensor. Perbandingan tegangan keluaran terhadap suhu yaitu 10mV/oC . Yang artinya setiap kelipatan pada 10mV maka suhu akan naik 1 oC. Sensor LM35 dapat juga mengukur tegangan dari -55oC sampai dengan 150oC. sensor LM35 ini juga memiliki range pengukuran yang tinggi hingga 100EE. Sensor tingkat kebisingan Sound Mic Microphone Sensor Detection Module for Arduino yaitu modul elektronik yang berfungsi untuk mendeteksi suara dan mengubah menjadi sinyal listrik . Sound Mic Microphone Sensor Detection Module for Arduino ini mempunya range pendeteksi suara A30 cm hingga 1 meter. Pengaruh Desain Modular Terhadap Stabilitas Suhu Dan Reduksi Pada Incu Analyzer (Fajri Prasoj. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat incu analyzer berbasis Arduino yang telah dirancang sebelumnya. Variasi suhu yang digunakan dalam pengujian meliputi 35AC, 36AC, dan 37AC. Setiap variasi suhu diuji sebanyak tiga kali pengulangan. Pemilihan rentang suhu ini didasarkan pada suhu tubuh normal bayi baru lahir, yaitu antara 35,5AC hingga 36,5AC. Selama proses pengujian, alat incu analyzer diletakkan pada jarak 70 cm dari sumber panas pada perangkat baby Incubator. Pada perangkat incu analyzer, dipilih mode pengoperasian "Baby Incubator", kemudian suhu diatur pertama kali pada 35AC melalui panel pengaturan pada baby Incubator. Setelah suhu tercapai dan terbaca sebesar 35AC, dilakukan penundaan waktu selama 5 menit guna memastikan kestabilan suhu yang dihasilkan. Langkah yang sama diulang untuk suhu pengaturan 35AC, 36AC, dan 37AC. Dapat dilihat pada Gambar 3 peletakan sensor pada matras baby incubator. Gambar 3. Peletakan Sensor Pada Matras Baby Incubator RESULTS Data yang dihasilkan dari penelitian ini adalah membandingkan suhu yang dihasilkan baby Incubator dengan incu analyzer. Sebelum menghitung nilai error, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai standar deviasi dari hasil keluaran suhu. Perhitungan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-rata. Setelah nilai error diperoleh, maka tingkat akurasi dari keluaran suhu tersebut dapat ditentukan. Pengambilan data yang digunakan berasal dari hasil pengujian suhu pada perangkat baby Incubator menggunakan incu analyzer yang ada pada Tabel 1. Pada tabel ini data yang di ambil pada settingan 35AC, 36AC, dan 37AC. Hasil pengeluaran pada incu analyzer memiliki akurasi tinggi sehingga tidak melebihi batas A5% dari nilai toleransi. Penelitian ini juga diamati dalam data output suhu T1-T5, yang menggunakan sensor LM 35 untuk pengaturan suhu dari 35AC,36 AC,37 EE Oleh karena itu dapat dilihat bahwa sensor LM35 memiliki nilai akurasi yang lebih tinggi dari pada sensor suhu pada umumnya. Setelah melakukan pengambilan data pengujian pada suhu baby incubator menggunakan incu analyzer. Hasil dari pengujian ini dibandingkan dengan alat thermohigro, karena untuk mengetahui nilai keakuratan pada incu analyzer dan membandingkannya dengan thermohigro, agar dapat mencari pengukuran nilai rata rata, presentase nilai error dan koreksi nilai error pada incu analyzer dapat dilakukan menggunakan persamaan 1, 2, dan 3. Tabel 1. Tabel Hasil Monitoring Suhu Pada Baby Incubator Setting suhu (AC) 35AC Jumlah Rata Rata 36AC Jumlah Rata Rata 37AC Jumlah Rata Rata SUHU1 SUHU2 SUHU3 SUHU4 SUHU5 32,35 32,75 32,70 32,60 32,62 32,74 32,62 32,66 32,45 32,63 32,64 32,57 32,37 32,74 32,73 32,61 32,62 33,04 33,00 32,89 34,76 34,57 34,74 34,67 35,05 34,95 34,81 34,84 34,56 35,12 34,74 34,69 34,75 34,84 35,07 34,82 34,69 34,78 34,69 35,08 35,62 35,66 35,72 35,71 35,86 35,78 35,78 35,78 35,80 35,90 35,82 35,81 35,75 35,75 35,90 35,74 33,68 33,68 33,65 33,98 RATARATA PERSENT PEMBAN SELISIH KOREKSI ASE EROR DING PENGUJI (EE) ALAT (EE) AN (EE) 32,48 32,78 32,74 32,67 34,76 34,86 34,82 34,81 35,71 35,81 35,81 35,78 DOI : https://doi. org/ 10. 26623/transformatika. 2,52 2,22 2,26 2,33 1,24 1,14 1,18 1,19 1,29 1,19 1,19 1,76 7,19 6,34 6,46 6,67 3,45 3,18 3,28 3,30 3,48 3,22 3,23 4,99 32,46 32,73 32,68 32,62 34,68 34,72 34,75 34,72 35,65 35,70 35,76 33,67 0,02 0,05 0,06 0,04 0,08 0,14 0,07 0,09 0,06 0,11 0,05 0,07 TRANSFORMATIKA. Vol. No. Januari 2026, pp. 155 - 163 Gambar 4. Grafik percobaan Pada Setting Suhu 35 Pada Gambar 4 grafik percobaan suhu dengan setingan 35EE, pada T1 diperoleh nilai rata rata 32,60EE. Pada T2 diperoleh nilai rata rata 32,66EE, pada T3 diperoleh nilai rata rata 32,57EE, pada T4 diperoleh nilai rata rata 32,61, dan pada T5 diperoleh nilai rata rat 32,89EE dengan nilai presentase eror sebesar 6,67%. Presentase eror ini cukup besar disebabkan oleh pengaruh suhu ruangan yang cukup dingin yaitu 20EE. Hal ini yang menyebabkan nilai eror yang cukup besar. Gambar 5. Percobaan Pada Setting Suhu 36 Pada Gambar 5, grafik percobaan suhu dengan setingan 36EE, pada T1 diperoleh nilai rata rata 34,82EE. Pada T2 diperoleh nilai rata rata 34,69EE, pada T3 diperoleh nilai rata rata 34,78EE, pada T4 diperoleh nilai rata rata 34,69, dan pada T5 diperoleh nilai rata rat 35,08EE dengan nilai presentase eror sebesar 3,30%. Presentase eror ini cukup besar disebabkan oleh pengaruh suhu ruangan yang cukup dingin yaitu 30EE. Hal ini yang menyebabkan nilai eror yang cukup besar. Grafik 6. Percobaan Pada Setting Suhu 37 Pengaruh Desain Modular Terhadap Stabilitas Suhu Dan Reduksi Pada Incu Analyzer (Fajri Prasoj. Pada Gambar 6, grafik percobaan suhu dengan setingan 37EE, pada T1 diperoleh nilai rata rata 35,74EE. Pada T2 diperoleh nilai rata rata 33,68EE, pada T3 diperoleh nilai rata rata 33,68EE, pada T4 diperoleh nilai rata rata 33,65, dan pada T5 diperoleh nilai rata rat 32,83EE dengan nilai presentase eror sebesar 6,67%. Presentase eror ini cukup besar disebabkan oleh pengaruh suhu ruangan yang cukup dingin yaitu 20EE. Hal ini yang menyebabkan nilai eror yang cukup besar DISCUSSION Selain suhu, sistem incu analyzer juga dilengkapi dengan sensor kebisingan untuk mendeteksi tingkat suara di dalam inkubator. Nilai kebisingan diukur dalam satuan desibel . B). Pengujian alat pengatur kebisingan dengan suara pelan ditujukan untuk mengetahui pembacaan sensor MIC dapat membaca jumlah dB dengan kondisi sedang hening atau senyap. hasil pada alat akan dibandingkan dengan dB meter menggunakan regresi linier untuk mengetahui tingkat akurasi alat, pengujian dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 1. Hasil Percobaan Sensor Tingkat Kebisingan Parameter Waktu Hasil Incu Analyzer . B) Hasil sound level meter. B) Rata-Rata Error pengujian Sound . B) rata rata Gambar 7. Grafik Hasil Percobaan Tingkat Kebisingan DOI : https://doi. org/ 10. 26623/transformatika. TRANSFORMATIKA. Vol. No. Januari 2026, pp. 155 - 163 Pada Gambar 7, menunjukan hasil pengujian pembanding tingkat kebisingan incu analyzer pada sound level meter, pengujian tingkat kebisingan dilakukan sebanyak 3 kali setiap sela waktu 5 menit, pada hasil variabel (Y) menunjukan nilai keseluruhan nilai rata rata pada incu analyzer, nilai variabel (X) menunjukan nilai rata rata pada alat pembanding yaitu (Thermohigr. , dan R2 adalah hasil dari nilai variabel (Y-X). Nilai rata rata error yang dihasilkan yaitu 1,2. Dan hasil rata rata nilai error keseleruhan yaitu R2= 0,902dB. CONCLUSION Berdasarkan data pengujian dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa sensor suhu memiliki akurasi error yang berbeda, untuk data pengujian pada sensor suhu incu analyzer yang di seting pada incubator dengan settingan 35AC,36AC,37EE. Pada saat pengujian setting 35AC di dapatkan hasil presentase error sebesar 7%, setting 36AC didapatkan hasil presentase error sebesar 3% dan setting 37AC hasil presentase error sebesar 3%. Nilai koreksi error yang dihasilkan dari 3 kali percobaan pada setting setiap 35AC,36AC,37EE, setting 35AC menghasilkan nilai koreksi 2,52, 2,22, 2,26, nilai koreksi pada setting 36AC didapakan hasil 1,24, 1,14, dan 1,18 sedangkan nilai koreksi pada setting 37EE mendapat hasil 1,29, 1,19, 1,19. Untuk data Pengujian dari sensor tingkat kebisingan juga mendapatkan nilai akurasi error pada hasil data incu analyzer. Data Pengujian dari incu analyzer memerlukan alat pembanding yaitu dB meter agar dapat menentukan nilai error pada incu analyzer, pengujian sensor tingkat kebisingan dilakukan sebanyak 9 kali pada sela waktu 5 menit. Dan didapatkan rata rata nilai error sebesar 1,2. B), serta nilai error keseluruhan yaitu 0,92 . B). Pengujian suhu dan tingkat kebisingan incu analyzer yang menggunakan sensor LM35 dan sensor Sound Mic Microphone Sensor Detection Module for Arduino memiliki nilai akurasi yang tinggi dan nilai error yang rendah sehingga bagus untuk pengembangan pembuatan alat incu REFERENCES