Vol,. No, . 20 p-ISSN: dan e-ISSN: ProgramStudiPendidikaG uruMadrasahIbtidaiyah IAINAmbon PENGEMBANGAN MEDIA POP Ae UP BOOK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA KELAS IV MIN 2 AMBON Nurmin. Ridwan Latuapo. Nursalam 1 PGMI IAIN AMBON Email: nurminismail@gmail. 2PGMI IAIN AMBON Email: ridhwanlatuapo77@gmail. 3PGMI IAIN AMBON Email: nur. salam@iainambon. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana reaksi siswa terhadap media buku pop-up pada pembelajaran ini dibandingkan dengan evolusi pop-up dalam Penelitian ini dirancang menggunakan model 4-D untuk penelitian dan pengembangan (R&D). Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MIN 2 Ambon. Lembar validasi dan angket merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Validasi dan kuesioner digunakan dalam strategi pengumpulan Rumus persentase digunakan untuk menguji jawaban siswa dan validasi data. Rata-rata skor yang diperoleh dari kedua validator media pop up book sebesar 81,5% dengan kriteria sangat baik, dan proporsi hasil validasi yang diperoleh dari validator I sebesar 73,21% dan dari validator II sebesar 90,00%. Kata Kunci: media, pengembangan, buku pop-up. Materi Puisi. Abstract The purpose of this study was to find out how students' reactions to pop-up book media in this lesson compared to the evolution of pop-up books in poetry. This study was designed using a 4-D model for research and development (R&D). Participants in this study were students of class IV MIN 2 Ambon. Validation sheets and questionnaires are tools used to collect data. Validation and questionnaires are used in the data collection The percentage formula is used to test student answers and data validation. The average score obtained from the two pop up book media validators was 81. 5% with very good criteria, and the proportion of validation results obtained from validator I was 21% and from validator II was 90. Keywords: media, development, pop-up books. Poetry Material. PENDAHULUAN Sekolah dasar ialah sekolah tempat seseorang mencari informasi sebelum melanjutkan ke pelajaran berikutnya. Siswa harus belajar memecahkan masalah sehari-hari sebagai bagian dari mata pelajaran wajib kelas utama. Mengenai pemanfaatan lingkungan belajar untuk melatih proses berfikir siswa, lingkungan belajar adalah bagian pada pendukung proses belajar, memudahkan penyampaian oleh guru dengan bantuan lingkungan belajar. Kehadiran media pendidikan tidak hanya memudahkan pekerjaan guru, tetapi juga membantu untuk memikirkan masalah tertentu. Dengan demikian, terlihat bahwa disini guru harus memiliki kesempatan untuk menggunakan sarana komunikasi untuk melatih kualitas pembelajaran siswa mentransfer pelajaran yang tersedia secara bertahap mengubah model pembelajaran menjadi menyenangkan dan Kertas pada halamannya diubah oleh pengarangnya untuk keasliannya. Dijelaskan Trihartini bahwa mereka lebih tertarik pada rasa ingin tahu. Semisal buku bergambar yang dapat muncul di jendela dengan membangun aktivitas yang berbeda,bermain. Media yang paling banyak terutama untuk anak ialah buku memberikan ruang bagi anak berfikir, berefleksi,berefleksi. Di bandingkan dengan televisi, hal ini di karenakan ketersediaan buku pop up di jika harga buku memang begitu. Oleh karena itu, buku pop Ae up kurang popuker di kalangan masyarakat. METODE Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan menggunakan metode yang disebut Au Research and DevelopmentAy untuk mengembangkan produk baru dan mengevaluasi keefektifannya. Media pengembangan yang di gunakan mengacu pada model 4 - D ( Define, design, develop, and dissaminate ) Penelitian Subjek dan Objek Siswa kelas IV dijadikan sebagai subjek penelitian. Media pop-up book topik bahasa Indonesia di MIN 2 Ambon menjadi tujuan penelitian. Instrumen Penelitian Instrumen untuk mengumpulkan data terdiri atas. lembar validasi untuk ahli media,. lembar validasi untuk ahli materi,. angket respon siswa. Metode pengumpulan data Validasi Kapasitas alat penelitian dalam mengungkapkan data sesuai dengan permasalahan yang ingin diungkapkan disebut validasi atau derajat presisi. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan kepada validator media pop-up book yang ingin divalidasi dan lembar validasinya. Survei Respon Siswa Angket diberikan langsung kepada siswa setelah dilakukannya uji coba media pop Ae up book. Skala yang mengukur sikap ini dalam penelitian yaitu skala likert Teknik Analisi Data Setelah data di peroleh, selanjutnya proses menganalisis data tersebut. Data yang di analisis dalam penelitian ini adalah hasil validasi dari dosen ahli dan guru bidang studi, serta respon siswa terhadap media pop Ae up book. Validasi Angket Menggunakan kertas asturo tebal . dan double tape, buat halaman buku pop-up. Gambar 2. 2 : Pembuatan halaman pop-up book Pembuatan isi buku pop-up dari kertas Manila dan Asturo. Konten buku pop-up dan halaman buku pop-up akan digabungkan setelah produksi selesai Gambar 2. 3: Menggunakan kertas oranye untuk membuat buku pop-up Gambar 2. 4 Membuat buku pop-up menggunakan kertas Sebelum Setelah revisi Cover pop-up book sebaiknya diganti Sampul buku pop-up harus dengan warna cover lebih berwarna lebih cerah. terang dengan tujuan agar dapat menarik perhatian siswa sebelum membaca isi popup book. Isi buku pop-up yang disajikan, agar dapat Merubah isi buku pop-up diperbaiki menjadi rapi ,dan tidak mudah menjadi lebih rapi, tidak kusut kusut, tidak mudah robek. PEMBAHASAN Salah satu solusi dari sejumlah permasalahan minat dan keinginan belajar siswa adalah dengan menggunakan media dalam pendidikan puisi. Penggunaan sumber belajar yang tepat akan membantu siswa lebih fokus pada materi yang dibahas di kelas, meningkatkan minat dan motivasi terhadap materi pelajaran, serta meningkatkan proses belajar yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi siswa. Penelitian pengembangan ini menciptakan produk berupa media pembelajaran popup book, menilai kelayakannya, dan mengkaji reaksi siswa terhadap media pop-up book yang dibuat. Diawali dari tahap pengumpulan potensi dan permasalahan serta informasi dari MIN 2 Ambon, kemudian melakukan analisis terhadap potensi dan kesulitan tersebut, proses perancangan pembuatan produk buku pop-up ini melalui beberapa Setelah itu lanjut ke langkah desain produk dimana Anda memilih media dan konten yang akan dibuat. Pop-up Book dengan muatan puisi dipilih sebagai media yang akan dibuat. Validasi desain merupakan prosedur evaluasi desain suatu produk yang dilakukan tanpa menggunakan uji lapangan dan hanya didasarkan pada analisis rasional. Dua validator yang lolos. Sri Ramdhani Pulu dan Wa Mirna. Pd, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia UIN Ambon, melakukan prosedur validasi penelitian ini. Dengan didampingi pakar tersebut. Pd. Dosen Pendidikan Anak UIN Ambon, diharapkan bisa menyumbangkan ide atau saran untuk menyempurnakan suatu produk, yakni buku pop-up. Cacat dalam desain produk akan ditemukan melalui pembicaraan dengan spesialis validator, dan cacat ini kemudian akan diusahakan untuk dikurangi dengan mengubah desain. Setelah selesai validasi dan modifikasi produk, produk dilakukan uji lapangan terbatas pada 5 siswa MIN 2 Ambon yang telah mempelajari isi puisi. Untuk mendapatkan data yang benar, kuesioner uji coba diberikan kepada responden. Topik uji coba media pembelajaran ini dipilih berdasarkan rekomendasi dosen pembimbing. Respons kuesioner siswa memberikan beberapa data uji coba lapangan yang terbatas. Setelah pemaparan media pembelajaran pop up book, dilakukan penyebaran angket. Angket uji coba media digunakan untuk menilai seberapa baik siswa memahami buku pop-up terkait puisi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian tersebut relevan dengan penelitian terdahulu yaitu penelitian Diyah Rahmawati yang mana hasil uji kelayakan media pop up book berdasarkan evaluasi ahli materi dan ahli media diperoleh skor rata-rata sebesar 04,00 yang termasuk dalam kategori AubaikAy. kategori Au Ay, uji coba kelompok kecil memperoleh skor rata-rata 3,80 yang termasuk dalam kategori AubaikAy, dan uji coba kelompok lapangan memperoleh skor rata-rata 3,90 yang termasuk dalam kategori AubaikAy. Simpulan Menilik hasil telaah dan penggalian informasi sehubungan dengan kemajuan media pembelajaran kitab suci materi syair, para ilmuwan dapat bermalar bahwa: Model Pengembangan empat tahap, empat dimensi yaitu tahap define, design, develop, dan disseminate. Digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up book. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa mengalami kebosanan selama proses pembelajaran. Pengembangan produk dilakukan dengan cara menganalisis masalah,. kemudian divalidasi kepada validator, didapatkan hasil validasi sebesar 81,5% dengan kategori layak diujicobakan. DAFTAR PUSTAKA