Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2. E-ISSN 2810-0840 Analisis Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Pada Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar Ansetio Inna1. I Wayan Suarjana2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia *Penulis korespondensi: 21111501043@undhirabali. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terhadap kinerja keuangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdaftar di Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar. Dalam konteks ini, standar akuntansi keuangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dikumpulkan melalui survei dan wawancara, serta dokumentasi dan analisis data menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Standar akuntansi keuangan berpengaruh dalam kinerja keuangan UMKM di Dinas Koperasi kota Denpasar. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan pemahaman dan implementasi Standar Akutansi Keuangan sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM Kota Denpasar. Kata Kunci: Standar_Akuntansi. Kinerja_Keuangan. UMKM. Dinas_Koperasi. Denpasar Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil Menengah usaha yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Negara Indonesia, baik dari sisi lapangan kerja yang tercipta maupun dari sisi jumlah usahanya (Rudjito, 2. Dalam Undang-Undang No 20 tahun 2008 telah disebutkan sebagai peraturan untuk UMKM dengan tujuan agar UMKM memiliki payung hukum agar dapat mengembangkan usahanya. Kriteria keberhasilan UMKM didasarkan pada jumlah banyaknya karyawan, tingkat lamanya bekerja, dan lamanya usaha berdiri serta peningkatan omset penjualanan (Matahui, 2. UMKM juga menjadi penggerak utama dalam Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2. E-ISSN 2810-0840 menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejateraan masyarakat. Namun meskipun kontribusi UMKM sangat besar, sektor UMKM masih dihadapkan dengan berbagai tantangan,banyak UMKM yang menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan transparansi laporan keuangan. Oleh karena itu salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan keuangan UMKM adalah dengan penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), yang diharapkan dapat memberikan landasan yang lebih baik dalam penyusunan laporan keuangan yang lebih akurat dan transparan. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar adalah lembaga pemerintah yang memberdayakan koperasi serta Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar. Bali. Sebagai salah satu bagian dari pemerintah daerah. Dinas Koperasi dan UMKM berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan memberikan pelayanan, fasilitas, serta pelatihan kepada para pelaku usaha kecil dan menengah. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar memiliki peran strategis dalam memfasilitasi dan mendorong penerapan standar akuntansi yang relevan bagi UMKM di wilayah tersebut. Namun, meskipun terdapat berbagai kebijakan yang mendukung penerapan standar akuntansi di sektor UMKM, implementasinya seringkali terkendala oleh kurangnya pemahaman dan keterbatasan sumber daya pada UMKM itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis sejauh mana penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mempengaruhi kinerja keuangan UMKM di Kota Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penerapan Standar Akuntansi Keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Denpasar dengan melibatkan Dinas Koperasi UMKM sebagai pihak yang berperan aktif dalam pelatihan dan pendampingan kepada UMKM. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2. E-ISSN 2810-0840 Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui survei dan wawancara dengan pihak-pihak terkait di Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar. Hasil dan Pembahasan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan pedoman yang mengatur bagaimana transaksi keuangan dicatat, diukur, dan disajikan dalam laporan Permenkop No 2 Tahun 2024 adalah peraturan menteri koperasi dan UMKM yang disusun sebagai pedoman bagi koperasi dalam menyusun laporan keuangan dan menetapkan kebijakan akuntansi koperasi berdasarkan SAK yang berlaku di Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) di ganti dengan Standar Akuntansi Keuangan Privat (SAK EP yang di berlakukan per januari 2025. SAK ETAP sudah tidak sesuai dengan kebutuhan laporan keuangan koperasi saat ini kareana SAK ETAP tidak mengakomodir laporan konsolidasi bagi koperasi yang memilki beberapa unit usaha dan pemisahan laporan pendapatan bagi anggota dan non anggota. Penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada UMKM di Kota Denpasar terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan para UMKM. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa UMKM yang menerapkan Standar Akuntansi Keuangan keuangan yang lebih terstruktur dan transparan. sehingga memudahkan para pelaku UMKM dalam pengambilan keputusan dan pengendalian arus kas. Laporan keuangan yang sesuai dengan SAK juga membantu UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan lebih mudah dari lembaga keuangan dan Selain itu, penerapan SAK berkontribusi pada peningkatan laba karena pengelolaan biaya dan pendapatan yang lebih efisien. Namun, beberapa Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2. E-ISSN 2810-0840 tantangan masih dihadapi, seperti kurangnya pemahaman tentang akuntansi dan implementasi SAK. Oleh karena itu, peran Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar dalam memberikan pelatihan dan pendampingan sangat penting untuk memastikan bahwa penerapan SAK dapat berlangsung dengan efektif dan mendukung keberlanjutan serta peningkatan kinerja keuangan UMKM. Hasil Penerapan Standar Akuntansi Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM Meningkatkan Pengelolaan Keuangan,berdasarkan hasil survei. UMKM yang menerapkan SAK cenderung lebih terstruktur dalam melakukan pengelolaan Pelaku UMKM dapat dengan tepat melihat sumber daya yang dimiliki dan bagaimana pengelolaannya. Hal ini memungkinkan UMKM untuk lebih efisien dalam mengontrol biaya dan pendapatan. Pengaruh Positif terhadap Laba. Penerapan standar akuntansi yang baik membantu UMKM dalam melakukan pencatatan yang tepat, sehingga laporan laba rugi menjadi lebih akurat. Dengan informasi yang lebih akurat, pemilik usaha dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam UMKM memanfaatkan standar akuntansi ini menunjukkan adanya peningkatan laba bersih dalam beberapa periode yang diobservasi. Meningkatkan Akses terhadap Pembiayaan. UMKM yang menggunakan laporan keuangan sesuai dengan SAK akan lebih mudah diakses oleh lembaga keuangan atau investor karena laporan yang lebih jelas sehingga dapat dipercaya untuk meningkatkan peluang UMKM mendapatkan pinjaman atau investasi. Pengaruh terhadap Pengendalian Arus Kas. Dengan menggunakan SAK. UMKM lebih mudah dalam memonitor arus kas. Pencatatan arus kas yang Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2. E-ISSN 2810-0840 terstruktur akan membuat pengelolaan kas yang lebih baik dan mencegah kesulitan keuangan di masa mendatang. Hal ini juga meningkatkan kemampuan UMKM untuk mengatasi tantangan likuiditas dan memperbaiki pengelolaan cash flow. Penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Denpasar. Peningkatan Transparansi Akuntabilitas. Penerapan SAK membantu UMKM dalam meningkatkan transparansi laporan keuangan mereka. Hal ini penting untuk Dalam jangka panjang, ini dapat memperbaiki citra UMKM di mata pihak eksternal, seperti investor, kreditor, dan bahkan pelanggan. Peningkatan Kualitas Pengambilan Keputusan. Laporan keuangan yang sesuai dengan standar memungkinkan pemilik UMKM untuk memiliki informasi yang akurat dan relevan, yang sangat penting dalam pengambilan keputusan. Misalnya, dengan laporan laba rugi yang jelas, pengusaha dapat memutuskan apakah perlu mengurangi biaya operasional atau meningkatkan penjualan untuk meningkatkan laba. Penguatan Kemampuan Manajerial. Dengan adanya sistem akuntansi yang terstruktur, pemilik UMKM lebih mudah dalam memonitor dan mengevaluasi kinerja keuangan mereka. Hal ini berujung pada pengambilan keputusan yang lebih rasional dan perencanaan keuangan yang lebih matang. Tantangan dalam Implementasi. Meskipun penerapan SAK memberikan UMKM Salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman mengenai akuntansi dan kesulitan dalam mengikuti perubahan standar akuntansi yang berlaku. Selain itu, beberapa UMKM juga mengalami kesulitan dalam hal Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2. E-ISSN 2810-0840 sumber daya manusia dan teknologi yang memadai untuk mendukung penerapan SAK. Peran Dinas Koperasi dan UMKM. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar berperan penting dalam memberikan pelatihan dan sosialisasi tentang pentingnya penerapan SAK. Dukungan dari dinas ini sangat krusial untuk membantu UMKM mengatasi kendala yang ada, serta memberikan bantuan teknis dalam hal penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada UMKM di Kota Denpasar, dapat disimpulkan bahwa penerapan SAK berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Penerapan standar akuntansi yang sesuai membantu UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang lebih terstruktur, transparan, dan akurat, yang pada memudahkan pengambilan keputusan bisnis serta pengelolaan arus kas. Selain itu, laporan keuangan yang baik juga meningkatkan peluang UMKM untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan atau investor. Namun, penerapan SAK ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya pemahaman tentang akuntansi, keterbatasan sumber daya manusia, serta tantangan dalam penggunaan teknologi yang memadai untuk mendukung implementasi SAK. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar kepada pelaku UMKM agar dapat lebih memahami dan mengimplementasikan SAK dengan baik, sehingga meningkatkan kinerja keuangan dan mendukung keberlanjutan usaha. Penerapan pelatihan ini penting dilakukan oleh Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar untuk memastikan bahwa semua elemen yang terlibat Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2. E-ISSN 2810-0840 pengelolaan keuangan UMKM, termasuk akuntan dan pemilik usaha, memiliki pemahaman yang cukup dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku sehingga penerapan SAK berjalan efektif, dan dapat mendukung keberlanjutan dan peningkatan kinerja keuangan UMKM di Kota Denpasar. Ucapan Terima Kasih