Open Access Bunyan al-Ulum. Page 250 Ae 272. Vol. 1 No. DOI : 10. E-ISSN x P-ISSN x https://ejurnal. id/index. php/bunyanal-ulum Interpretation of the Stories in Qur'an for Early Childhood (Study of Qasasu Al-QurAoan Al-Karim Lin-nasy'i by Ahmas Subh. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al-Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. Azzam Fadhil. Akhmad Sulthoni. Arif Firdausi Sekolah Tinggi Ilmu Al Ae QurAoan (STIQ) Isy Karima. Karanganyar. Jawa Tengah. e-mail: fahdazm@gmail. e-mail: akhmadsulthoni@stiqisykarima. e-mail: ariffirdausi@stiqisykarima. Received: 28 Ae 07 Ae 2024 Accepted: 10 Ae 09 Ae 2024 Published: 31 Ae 01 Ae 2025 Abstract The concepts and methods of interpreting Al-QurAoan stories that have existed so far are mostly aimed at and can only be consumed by adults, including students, lecturers and intellectuals, and have never touched on objects from early childhood. Even though the world of adults is clearly different from the world of early childhood, children with their love of playing clearly have a different world. How to present a method of interpreting stories from the Koran that can be consumed by young children is a new idea and breakthrough in the scientific world of interpretation. For this reason. Ahmas Hasan Subhi is present through his tafsir work with an approach to interpreting stories in the Koran for early childhood entitled Qasasu Al-Qur'yn Al-Karim li An-nasy'i. Ahmas Subhi's work, which was born as a response to concerns in the world of children's education, especially in the field of Al-QurAoan interpretation education, is considered a new work, this is proven by the lack of literature that discusses the interpretation of stories in the Al-QurAoan. 'an for children. The problem then is what is the method of interpretation offered by Ahmas Subhi in his work? The results of the research show that the ijmAli method with a dialogical language style and the story or storytelling method in Qasasu Al-Qur'yn Al-Karim li An-nasy' can be used as the best and most relevant method solution for early childhood. Kata Kunci : Al-QurAoan stories. Ahmas Subhi Abstrak Konsep dan Metode penafsiran kisah-kisah Al-QurAoan yang selama ini ada, lebih banyak ditujukan dan hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa baik dari pelajar, mahasiswa, dosen maupun para cendekiawan, dan belum pernah menyentuh pada objek anak usia Padahal dunia orang dewasa jelas berbeda dengan dunia anak usia dini, anak dengan kegemarannya bermain jelas memiliki dunia yang lain. Bagaimana menyajikan sebuah metode penafsiran kisah-kisah Al-QurAoan yang dapat di konsumsi oleh anak usia dini adalah ide dan gebrakan baru dalam bidang dunia keilmuan tafsir. Karena itu, 250 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2024 Some rights reserved Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. Ahmas Hasan Subhi hadir melalui karya tafsirnya dengan pendekatan penafsiran kisahkisah di dalam Al-QurAoan untuk anak usia dini yang berjudul Qasasu Al-QurAoyn AlKarim li An-nasyAoi. Karya Ahmas Subhi yang lahir sebagai respon terhadap kepedulian dunia pendidikan anak, khususnya dalam bidang pendidikan tafsir Al-QurAoan ini dinilai sebagai karya baru, hal ini terbukti dengan masih minimnya literatur- literatur yang membahas tentang penafsiran kisah-kisah di dalam Al-QurAoan untuk anak. Permasalahannya kemudian adalah bagaimana metode penafsiran yang yang ditawarkan oleh Ahmas Subhi dalam karyanya? Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ijmAli dengan gaya bahasa dialogis dan metode cerita atau mendongeng dalam Qasasu AlQurAoyn Al-Karim li An-nasyAo dapat dijadikan solusi metode terbaik dan relevan untuk anak usia dini. Kata Kunci : Kisah-kisah Al-QurAoan. Ahmas Subhi Pendahuluan Al-QurAoan diturunkan sebagai sumber petunjuk dan jalan keluar terbaik atas problem-problem kehidupan manusia, disamping berfungsi sebagai petunjuk . petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariAoah, moral . dan lain-lain, juga berfungsi sebagai pembeda . , (Qs:2:. , sehingga ia menjadi tolak ukur dan penolakan apa yang dinisbahkan kepada Nabi MuhammadAA. Berawal dari kesadaran bahwa Al-QurAoan memuat bermacam petunjuk paling lengkap bagi manusia, yang membenarkan dan mencakup wahyu-wahyu terdahulu (Qs:12:. , (Qs:10:. , (Qs:6:. , kedudukannya menempati posisi sentral dalam studi keislaman, maka lahirlah niatan dikalangan ummat Islam untuk mencoba memahami isi kandungan Al-QurAoan itu sendiri. Usaha untuk memahami Al-QurAoan inilah pada nantinya yang dikenal dengan aktivitas penafsiran . t-tafsi. Penafsiran Al-QurAoan telah dimulai sejak masa turunnya Al-QurAoan itu sendiri yang dipelopori oleh Nabi Muhammad,A Ahal ini dibuktikan dengan adanya pertanyaan-pertanyaan dari para sahabat kepada Nabi MuhammadA Amenyangkut arti dan kandungan ayat-ayat Al-QurAoan yang kurang jelas. Bukti lainnya adalah adanya kritikan Nabi terhadap para sahabat yang menafsirkan Al-QurAoan secara AusembronoAy atau dengan akal semata. Quraish Shihab. Membumikan Al-QurAoan (Bandung: Mizan, 1. , hal. 251 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi AII E EO II AEOO ICN II EIA Bisa disimpulkan Nabi dimasa hayatnya sebagai mubayyin . emberi penjelasa. atau dengan kata lain sebagai mufasir awal. Aktifitas atau dinamika penafsiran Al-QurAoan jika ditelusuri dari sejarahnya sejak diwahyukan kepada NabiA Asampai sekarang tidak pernah Al-QurAoan kemungkinan-kemungkinan arti yang tidak terbatas, selalu terbuka untuk interpretasi baru, tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal, 5 sehingga muncul beragam metode penafsiran yang telah ditawarkan oleh para mufasir klasik, pertengahan, maupun pada masa modern, apabila ditelusuri sejarah perkembangannya akan ditemukan secara garis besarnya empat metode penafsiran, yakni ijmAli . , tahlili, muqarrin, dan yang terkini metode maudhuAoi . Salah satu hasil karya mufasir berdasarkan perkembangan metode tafsir yang ada yaitu muncul penafsiran khusus membahas kisah-kisah dalam AlQurAoan. Kandungan Al-QurAoan tentang sejarah atau kisah-kisah disebut dengan istilah kisah Al-QurAoan. Ayat-ayat yang berbicara tentang kisah jauh lebih banyak dibandingkan dengan ayat-ayat yang berbicara tentang hukum. Hal ini memberikan isyarat bahwa Al-QurAoan sangat perhatian terhadap masalah kisah, yang memang didalamnya banyak mengandung pelajaran . Oleh karena itu kisah dalam Al-QurAoan memiliki makna tersendiri bila dibandingkan isi kandungan yang lain, maka perlu kiranya kita sebagai umat Islam untuk mengetahui isi kisah-kisah yang ada dalam Al-QurAoan sehingga kita As-Syuyuthi. Al-JamiAo al-Shagir. Ahadis al-Basyir an-Nadzir, vol. i (Indonesia: Maktabah Dar IhyaAo al-Kutub al-Arabiyya. , hal. Subhi al-Shaleh. Mabahis fi Ulum Al-QurAoan (Beirut: Dar al-Ilmi Al-QurAoan alMalayin, 1. , hal. Amin al-Khulli. Manahij Tajdid fi al-Nahw wa al-Balaghah wa al-Tafsir wa al-Adab (Kairo: Dar al-MaAorifah, 1. , hal. Quraish Shihab. Membumikan Al-QurAoan, hal. Abd al-Hayy al-Farmawi. Al-Bidayah fi Tafsir MaudhuAoi. Dirasah Manhajiah MaudhuAoiah. Terj. Suryan al-Jamrah. Metode Tafsir Maudui: Suatu Pengantar, (Jakarta: LsiK, 1. , hal. BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. dapat mengambil pelajaran. Al-QurAoan selain memuat ajaran akidah . , syariAoah . ukum isla. , akhlaq, janji dan ancaman, filsafat, isyarat-isyarat, juga berisi kisah-kisah, terutama kisah seputar para Nabi dan umat mereka sebelum Nabi MuhammadA Aserta umat lainnya yang hancur karena keangkuhan mereka. Dari sekian banyak karya tafsir tentang kisah Al-QurAoan yang ada, ratarata hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dari pelajar, mahasiswa, dosen maupun para cendekiawan, dan belum banyak menyentuh pada objek anak usia Padahal dunia orang dewasa jelas berbeda dengan dunia anak usia dini. Suka bermain, bersenda gurau dan keceriaan itulah dunia anak usia dini yang berbanding terbalik dengan dunia orang dewasa. Asumsi penulis, kurangnya literatur mengenai penafsiran kisah Al-QurAoan untuk usia dini tersebut, menjadikan Ahmas Hasan Subhi mencoba memunculkan sebuah karya tafsir melalui pendekatan penafsiran kisah-kisah didalam Al-QurAoan yang dapat dikonsumsi oleh anak usia dini dengan karya tulis berjudul Qasasu AlQurAoyn Al-Karim li An-nasyAoi. Dalam kitab ini terkumpul kisah-kisah terbaik AlQurAoan lewat perantara lisan Nabi MuhammadA Adijelaskan dengan penjelasan sederhana dan metode yang mudah dipahami untuk usia dini. Ahmas Subhi berharap karya tulisnya bermanfaat untuk anak usia dini khususnya anak-anak generasi umat islam agar mereka paham dan bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Karya Ahmas Subhi lahir sebagai respon terhadap kepedulian agar sebuah karya tafsir bisa dikonsumsi juga untuk anak usia dini bukan hanya orang dewasa saja, hal ini terbukti dengan masih minimnya literatur-literatur yang membahas tentang tafsir Al-QurAoan untuk anak. Permasalahannya kemudian adalah bagaimana metode penafsiran yang diaplikasikan oleh Ahmas subhi dalam karyanya sehingga bisa dikonsumsi dan mudah dipahami oleh anak usia dini?. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka penulis mencoba mengangkat jurnal Harun Nasution. Islam Rasional (Bandung: Mizan, 1. , hal. Ahmas Hasan Subhi. Qasasu Al-QurAoan Al-Karim li An-nasyAoi (Kairo: Dar al-Hadits, 2. , hal. 253 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi ini dengan tema AuPenafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoyn Untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoyn Al-Karim li An-nasyAoi Karya Ahmas Subh. Ay. Kajian Pustaka Berdasarkan tinjauan penulis terhadap beberapa penelitian dengan tema penafsiran kisah-kisah Al-QurAoan untuk anak usia dini dan pembahasan terkait dengan tema tersebut, penulis menemukan beberapa penelitian sesuai dengan apa yang penulis bahas, yaitu sebagai berikut. Skripsi dengan judul AuMetode Tafsir Al-QurAoan untuk Anak-Anak Karya Afif Muhammad dan Relevansinya dengan Metode Pendidikan Agama IslamAy Karya Alvi Syukriyah, mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta . Skripsi ini mencoba menelaah metode tafsir yang terdapat dalam buku Tafsir Al-QurAoan Untuk Anakanak karya Afif Muhammad bertujuan untuk mencari relevansinya dengan metode PAI. Skripsi dengan judul AuPenafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan (Telaah Terhadap Pemikiran Muhammad Ahmad Khalafullah Dalam al Fann al-Qasasiy fi Al-QurAoan al-Kari. Ay Karya Muhammad Khotib, mahasiswa jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta . Skripsi ini mengkaji bagaimana pandangan Khalafullah tentang kisah dalam AlQurAoan yang terdapat dalam buku al Fann al-Qasasiy fi Al-QurAoan al-karim. Singkatnya Khalafullah memandang bahwa kisah dalam Al-QurAoan bukanlah seperti sebuah kisah atau cerita pada umumnya, melainkan didalamnya lebih dimaksudkan sebagai sebuah media yang digunakan Al-QurAoan untuk menyampaikan petunjuk dan hidayah kepada umat manusia. Jurnal dengan judul AuKisah-Kisah Dalam Al-QurAoan dan Relevansinya Dalam Pendidiakan Anak Usia SD/MIAy Karya Nurul Hidayati Rofiah. Pd. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Alvi Syukriyah. AuMetode Tafsir Al-QurAoan untuk Anak-Anak Karya Afif Muhammad dan Relevansinya dengan Metode Pendidikan Agama IslamAy (UIN Sunan Kalijaga, 2. Muhammad Khotib. AuPenafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan (Telaah Terhadap Pemikiran Muhammad Ahmad Khalafullah Dalam al-Fann al-Qasasiy fi Al-QurAoan al-Kari. Ay (UIN Syarif Hidayatullah, 2. BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta . Jurnal ini mengkaji tentang kisah-kisah dalam Al-QurAoan bertujuan untuk mencari relevansinya terhadap Pendidikan anak usia dini11 . Jurnal dengan judul AuMengkaji Kisah dalam Al-QurAoan untuk Membangun Karakter Anak Usia DiniAy Karya Fildzah Imami mahasiswa Pascasarjana jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta . Jurnal ini mengkaji bagaimana kisah-kisah dalam Al-QurAoan sebagai sarana untuk membangun karakter anak usia dini. Dari keempat penellitian diatas. Penulis belum menemukan penelitian yang berfokus ke konsep dan metode penafsiran kisah-kisah dalam Al-QurAoan untuk anak usia dini, terlebih yang menjadikan karya Ahmas Subhi Qasasu AlQurAoan al-Karim li an-NasyAoi sebagai sumber primer dalam penelitian. Maka dari itu peniliti tertarik menjadikan kitab Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi sebagai objek penelitian, terutama tentang bagaimana konsep dan kajian metodenya, guna memberikan sumbangan positif untuk agama islam khusunya bidang Tafsir Al-QurAoan untuk anak usia dini. Metode Penelitian Penelitian ini dilihat dari jenisnya termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan . ibrary researc. ,13 yakni suatu penelitian menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. 14 Sedangkan bila dilihat dari sifatnya, penelitian ini termasuk bersifat deskriptif-analaitik, yakni dengan berusaha memaparkan datadata tentang suatu hal atau masalah dengan Analisa dan interpretasi yang tepat. Jenis penelitian ini kemudian digolongkan kedalam sumber data yang terbagi menjadi dua, yakni data primer dan data skunder. Data primer yang menjadi Nurul Hidayati Rofiah. AuKisah-kisah Dalam Al-QurAoan Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Anak Usia SD/MI,Ay Universitas Ahmad Dahlan Repository . Fildzah Imami Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. AuMengkaji Kisah dalam Al-QurAoan Membangun Karakter Anak Usia Dini,Ay http://ejournal. id/tarbiyah/conference/index. php/aciece/aciece3 Vol. 3, . Winarno Surakhmad. Penelitian Ilmiah (Bandung: Tarsito, 1. , hal. Sutrisno Hadi. Metodologi Research (Yogyakarta: Andi Offset, 1. , hal. Sutrisno Hadi. Penelitian Ilmiah, hal. 255 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi sumber penelitian adalah kitab sesuai dengan tema, yaitu Qasasu Al-QurAoan alKarim li an-NasyAoi karya Ahmas Hasan Subhi (Kairo: Dar al-Hadits, 2. dan buku terjemahnya dengan judul AuPada Zaman Dahulu Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk anakAy (Sukoharjo: Pustaka Arafah, 2. Sedangkan sumber skundernya yaitu karya-karya atau buku-buku lain yang relevan serta menunjang penelitian yang dikerjakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan 16 Pendekatan tekstual digunakan untuk memahami metode tafsir Ahmas Hasan Subhi melalui karya kitabnya dan karya-karya lain yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. Adapun teknik pengumpukan data yang digunakan adalah teknik penelusuran naskah. 17 Yakni naskah yang berkaitan dan relevan dengan penelitian penulis. Dalam menganalisis data-data, penulis menggunakan metode deskriptif Secara deskriptif yaitu menuturkan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan fakta keadaan, variabel dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. 18 Di sini, penulis akan menggambarkan dan mengurai pemahaman Ahmas Subhi yang tertuang dalam Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi terhadap ayat-ayat kisah dalam Al-QurAoan disajikan untuk anak usia dini. Analitis sebagai upaya eksplorasi dan klarifikasi mengenai fenomena pemahaman, pemaknaan, interpretasi Al-QurAoan, dan mengukuhkan pengetahuan tentang berbagai eksperimen tersebut. Analisis isi . ontent analysi. dilakukan untuk menganalisis pemahaman Ahmas Subhi seputar ayat-ayat kisah dalam AlQurAoan untuk anak usia dini. Sesuai pengertian metodologis, analisis isi dalam pembahasan ini dipergunakan untuk menganalisis metode yang terkandung dalam kitab Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi karya Ahmas Hasan Subhi. Setelah itu, dilakukan pembahasan mengenai relevansinya kitab ini menjadi salah satu Vredenbregt. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat (Jakarta: Gramedia, 1. Zamakhsyari Dhafir. Kumpulan Istilah Terpilih Untuk Peneliltian Agama dan Keagamaan (Jakarta: Balitbang Agama Depag RI, 1. , hal. Subana dan Sudrajat. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah (Bandung: Pustaka Setia, 2. , hal. BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. metode penafsiran kisah-kisah Al-QurAoan yang sesuai atau cocok untuk anak usia dini, disamping penyebutan kelebihan dan kekurangannya. Hasil dan Pembahasan Pengertian Kisah Kisah berasal dari kata . aA )ECal-Qashshu yang berarti mengikuti jejak atau mencari. 19 Dikatakan . a acaa a aNA e a a au )CAQashashtu atsarahuAy artinya. Ausaya mengikuti atau mencari jejaknyaAy. Kata al-Qashash itu merupakan kata dasar . Allah TaAoala berfirman, a AEa aC aE aI AaO Ca a a aN I a U aacE eaOEaO cEaEA a AuSungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Ay (QS. Yusuf . : . Al-Qishah berupa perintah, kabar, urusan, dan keadaan. Kisah-kisah Al-QurAoan adalah kabar-kabar mengenai keadaan umatumat terdahulu dan kenabian yang telah lalu, dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Al-QurAoan mencakup kejadian-kejadian terdahulu, sejarah umatumat, menyebut negeri-negeri dan pemukiman, menelusuri jejak-jejak setiap kaum, serta menceritakan mereka dengan gambaran yang berbicara mengenai keadaan mereka. Dari pengertian yang lain didefinisikan oleh Mustofa Muhammad Sulaiman, secara istilah kisah adalah suatu kepercayaan atas kebenaran sebuah sejarah yang jauh dari kebohongan atau khayalan. 21 Pengertian ini berbeda dengan istilah kisah dalam bahasa Indonesia. Disebutkan dalam kamus bahasa Indonesia misalnya. Kisah adalah Auwacana yang bersifat cerita baik berdasarkan pengamatan maupun berdasarkan rekaanAy. 22 Pengertian MannaAo Khalil Al-Qaththan. Pengantar Studi Ilmu Al-QurAoan (Jakarta: Darus Sunnah Press, 2. , hal. MannaAo Khalil Al-Qaththan. Pengantar Studi Ilmu Al-QurAoan, hal. Mustofa Muhammad Sulaiman. Al-Qashas fi Al-QurAoan al-Karim, cet. 1 (Qahirah: MathbaAoah Amanah, 1. , hal. Tim Penyusun. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga (Jakarta: Balai Pustaka, 2. , hal. 257 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi kedua ini seakan tidak membedakan kisah dengan dongeng. Jadi Qashashu Al-QurAoan adalah berita tentang keadaan umat-umat yang telah berlalu, nubuwat terdahulu dan berbagai peristiwa yang telah terjadi. Sedangkan menurut istilah, artinya menceritakan berita tentang kejadian-kejadian yang mempunyai beberapa tahapan, di mana sebagiannya mengikuti yang lain. Anak Usia Dini Menurut baharuddin mustofa dalam Susanto . anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia antara satu sampai dengan lima Pengertian ini didasarkan pada batasan psikologi perkembangan yang meliputi bayi . nfancy atau babyhoo. berusia nol sampai satu tahun, usia dini . arly childhoo. berusia satu sampai lima tahun, masa kanak anak akhir . ate childhoo. berusia enam sampai dua belas tahun. National association for education young children (NAEYC) menyatakan bahwa anak usia dini atau early childhood merupakan anak yang berada pada usia nol sampai delapan Pada masa tersebut merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek dalam rentang hidup manusia. Suryana . 4:1. menjelaskan beberapa ahli pendidikan anak usia dini mengategorikan anak usia dini sebagai berikut: . kelompok bayi . berada pada usia 0- 1 tahun, . kelompok awal berjalan . berada pada rentang usia 1-3 tahun, . kelompok pra-sekolah . berada pada rentang usia 3-4 tahun, . kelompok usia sekolah . elas awal SD) berada pada rentang usia 5-6 tahun, . kelompok usia sekolah . elas lanjut SD) berada pada rentang usia 7-8 tahun. Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 angka 14 menyakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pedidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan Muhammad bin Shalih Al-AoUtsaimin. Ushul At-Tafsir, dikutip dalam Abu Muhammad Harits. Majalah AsySyariAoah edisi 40 BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Penyelenggaraan PAUD jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK)/ Raudhatul Athfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat, yang menggunakan program untuk anak usia 4 - 6 tahun. Dalam sumber yang lain sesuai dengan penyebutan kitab karya Ahmas Subhi di kata terkahir judul kitabnya, yaitu kata Nasyi diartikan sebagai remaja yang belum baligh,24 jadi bisa disimpulkan maksud anak usia dini dalam kitab Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi yaitu sesuai dengan kata nasyi yang artinya remaja atau pemuda yang belum mencapai usia baligh. Ahmas Hasan Subhi dan Buku Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-Nasy'i Dalam penelitian ini, penulis belum menemukan sumber rujukan dari literatur atau catatan biografi lengkap Tentang Dr. Ahmas Hasan Subhi. Sedikit penulis sampaikan dari rujukan yang mampu penulis temukan bahwa Doktor Ahmas Hasan Subhi adalah seorang penulis berkebangsaan arab tepatnya di daerah Mesir yang telah menulis beberapa buku atau kitab populer tentang topik Islam. karya-karya tulisan beliau sudah tercetak banyak dan telah tersebar luas sampai di Negara Indonesia. Beberapa karya tulisnya pun sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Berikut beberapa karya tulis yang diterbitkan Ahmas Hasan Subhi. Muslimun wa al-Masihiyun that alHisar al-Yahud . : buku ini diterbitkan oleh al- Sharikah al-Misriyah alAlamiyah lil-Nashr-lunjman. Raja bi-khuffay Hunayn wa qisas ukhra . : buku ini diterbitkan oleh Sharikah al-Misriyah al-Alamiyah lil-Nashrlunjman. as-Siratun Nabawiyyah li An-nasyAo . : buku ini diterbitkan oleh Dar al-Hadits lil-Nashr. al-Muslimun wa al-Farq li An-nasyAo . buku ini diterbitkan oleh Dar al-Hadits lil-Nashr. Dan yang terakhir . Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi . : buku diterbitkan oleh Dar alHadits lil-Nashr ini yang menjadi rujukan primer penelitian penulis. Abidatul Chasanah. AuANAK USIA DINI DALAM PANDANGAN AL-QURAN. ALHADIST SERTA PENDAPAT ULAMA,AyJurnal MAFHUM Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. : 5 259 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi Kitab Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi termasuk dalam kategori karya tafsir melalui pendekatan fokus isinya tentang penafsiran kisahkisah dalam Al-QurAoan yang ringan dibaca dan mudah dipahami, khususnya untuk anak usia dini. Berjumlah 1 jilid kitab dengan 328 halaman. Susunan penulisan kitab ini diawali dengan muqoddimah . kemudian langsung bagian isi kitab yaitu kisah-kisah pilihan dalam Al-QurAoan yang berjumlah 36 kisah, setelah itu marojiAoul kitab . eferensi atau sumber rujukan kitab yang diambi. dan pencantuman beberapa kitab lain diterbitkan oleh Ahmas Subhi, serta yang terakhir muhtawayat al-kitab . aftar isi buk. Secara keseluruhan susunan penulisan kitab ini seperti kitab-kitab arab pada Telah tertulis juga buku terjemahnya dalam bahasa Indonesia sejumlah 6 jilid setiap jilidnya rata-rata ada 60-70 halaman, dengan judul AuPada Zaman Dahulu Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk anakAy (Sukoharjo: Pustaka Arafah. Walaupun isi kitab terjemahnya tidak sedetail kitab aslinya, kelebihan dari terjemahnya yaitu isinya lebih simpel, ringkas dan mudah dipahami oleh anak-anak Indonesia, ada tambahan tercantum kolom tugas, pertanyaan dan permainan teka-teki yang perlu jawaban, serta tambahan gambar visualisasi untuk menambah minat anak agar lebih semangat, senang dan termotivasi membaca kisah-kisah dalam Al-QurAoan. Tidak ditemukan data atau sumber valid menjelaskan latar belakang penulisan kitab Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi, namun bila dibaca dan dicermati dalam muqoddimah-nya maka terdapat dua alasan yang melatarbelakangi mengapa karya ini disusun. Dua alasan tersebut sebagai Pertama, mengutip pendapat dari Sayyid Quthb yang mengatakan bahwa salah satu kemuAojizatan Al-QurAoan adalah dapat dipahami oleh semua orang dengan tingkatan pikirannya masing-masing. Oleh karena itu, menurut Ahmas Subhi dengan penjelasan yang disederhanakan dan metode yang mudah serta ringan seharusnya anak usia dini juga dapat memahami seuai BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. dengan tingkat pikirannya. 25 Kedua, karena literatur-literatur tentang penafsiran kisah-kisah dalam Al-QurAoan untuk anak usia dini umumnya masih minim pada masa penulisan karya tulis beliau. Dua alasan tersebutlah yang melatarbelakangi mengapa karya kitab ini disusun. Adapun maksud disusunnya karya ini adalah untuk mengajak anak usia dini mempelajari isi Al-QurAoan melalui kisah-kisah terbaik yang tercantum didalamnya, dengan harapan akan lahir generasi-generasi muslim yang QurAoani. Pembahasan Isi Kitab Isi dalam kitab Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi terdapat 36 kisah-kisah pilihan terbaik dalam Al-QurAoan yang dipilih Ahmas Subhi untuk disajikan dalam kitabnya. Berurutan dari permulaan juz 1 Ae 30 diambil beberapa kisah sesuai dengan tema pilihan Ahmas Subhi, dinukil dari ayat yang mengandung kisah kemudian dijelaskan sesuai dengan metode yang beliau terapkan, namun dari juz 1-30 itu tidak semua juz atau surat atau ayat yang mengandung unsur kisah disampaikan dalam kitabnya, diantara 36 kisahnya yaitu: Khalifatul fil ardh (Khalifah Allah di Muka Bumi. Al-yahud wal baqarah (Yahudi dan Sap. Allaha Aoaduwwul lilkafirin (Allah Musuh Orang-Orang Kafi. Fitnatul Malaikah (Ujian Dua Malaika. AdDuAoaal Mustajab (Doa yang Mustaja. Al-qardhul hasan (Pinjaman yang Bai. Taabutul Aoahd (Tabut Perjanjia. Al-khalil Aoalaihissalam wan namrud (Al-Khalil Aoalaihissalam dan Namru. Al-qaryatul khowiyah (Negeri yang dihancurka. Rahmatallah bil muAominin (Rahmat Allah Kepada Kaum Mukmi. MuAojizatul qalam (Mukjizat Pen. MuAojizaatul masiih Aoalaihissalam (Mukjizat Nabi Isa Aoalaihissala. Fitnatul yahud (Fitnah Orang-Orang Yahud. Al-Harts wal anAoaam (Ladang dan Hewan Terna. Al-magdhubi Aoalaihim (Orang-Orang yang Ahmas Hasan Subhi. Qasasu Al-QurAoan Al-Karim li An-nasyAoi, hal. Ahmas Hasan Subhi. Pada Zaman Dahulu Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk anak. Jilid I. Cet ke-2 (Sukoharjo: Pustaka Arofah, 2. , hal. Vi. 261 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi Dimurkai Alla. Maaidatus samaa' (Hidangan dari Langi. Qaryatul Qirdah (Kampung Ker. DuAoaausy Syar (Doa Keburuka. Al-asyhurul hurum (Bulan-bulan Hara. Saraqaatul khoir (Pencurian Kebaika. Al-israAo (Isra dan Mikra. Al-fityatul muAominuun (Pemuda yang Berima. Al-kufr wal iman (Kafir dan Ima. Musa wal Khodhir Aoalaihimassalam (Nabi Musa dan Nabi Khidir Aoalaihimassala. Dzulqarnain (Zulkarnai. Al-malikah Balqis wa Sulaiman Aoalaihissalam (Nabi Sulaiman Aoalaihissalam dan Ratu Balqi. Kunuz qarun (Harta Karu. Luqman wal hikmah (Kisah Luqma. Aljin was sihr (Jin dan Sihi. Sailul Aoarimi (Banjir Bandan. Fitnatu Sulaiman Aoalaihissalam (Ujian Nabi Sulaiman Aoalaihissala. TubbaAo wa qoumih (Kaum TubbaA. Ahlul Jannah wa ahlun nar (Penghuni Surga dan Nerak. Inkaruz zakah (Pengingkar Zaka. Al-maAoarij (Tempattempat Nai. Dzu nawas wal ukhdud (AoAshabul Ukhdu. Salah satu cuplikan kisah yang penulis angkat untuk ditelaah dari kitab ini yaitu kisah Nabi Adam Aoalaihissalam dengan judul (Khalifatu fil ard. Kisah Nabi Adam dalam kitab Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi terletak dipermulaan awal kitab, karena surat pertama dalam Al-QurAoan yang menerangkan kisah Nabi Adam berada di Juz 1 awal yaitu surat Al-baqarah sesuai dengan susunan penulisan kisah yang dipilih Ahmas Subhi yaitu berurutan dari Juz 1 -30. Kisah diawali dengan skenario seorang kakek sedang duduk membaca Al-QurAoan di ruangannya. Ketika cucu-cucunya masuk menemuinya, beliau menghentikan bacaan QurAoannya dan menyambut cucu-cucunya yang datang. Duduklah cucu-cucu mengelilingi kakek dengan memegang mushaf AlQurAoan didekap di dadanya masing-masing sebagai tanda kecintaan dan etika terbaik untuk kitabullah al-Aoadzim. Dari sepenggal cuplikan awal kisah Nabi Adam diatas bisa kita identifikasi bahwa Ahmas Subhi menggunakan teknik metode bercerita atau BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. mendongeng27 sebagai salah satu metode penyajian kisah Al-QurAoan dalam Penggunaan metode mendongeng dalam kisah Al-QurAoan ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk merebut perhatian dan emosi anak-anak usia dini. Melanjutkan kisahnya, setelah semua cucu berkumpul mengelilingi kakek, kakek berkata ke seluruh cucunya. AuAnak-anakku, in syaa Allah kita akan memulai kegiatan pembacaan beberapa ayat Al-QurAoan, kemudian kakek akan menjelaskan kepada kalian kisah dan pesan moral dalam ayat tersebut. Ketahuilah anak-anakku sesungguhnya Allah subhanahu wa taAoaalaa menurunkan Al-QurAoan kepada Nabi Muhammad ,A Adidalamnya berisi beberapa kisah-kisah terbaik yang sudah terjadi di masa lalu untuk kita belajar dan mengambil Aoibrah, hikmah pelajaran darinya, didalamnya juga banyak permisalan-permisalan, percontohan-percontohan yang juga sudah terjadi dihadapan kita sekarang, mari kita maksimalkan beramal hidup dengan hidayah Al-QurAoanal Aoadzim dan sunnah RosulullahAAyA. Kakek diam sejenak, kemudian berkata lagi kepada cucu-cucunya. Aukita mulai kisah pertama dari surat al-Baqarah in syaa Allah, didalam surat ini ada kisah-kisah terbaik sesuai firman Allah subhanahu wa taAoaalay. Kakek menunjuk cucunya yang tertua, dan berkata kepadanya. AuWahai anakku, bacakan untuk kita surat al-Baqarah ayat 30-34Ay. Dimulai dengan membaca taAoawudz cucu tertua membacakan surat alBaqarah ayat 30-34 dihadapan kakek dan saudara-saudaranya, hingga akhir membaca Shodaqallahul Aoadzim Berkata Kakek ke cucu tertuanya. Auahsanta ya bunay . agus anakk. Smoga Allah selalu menjagamu dan melindungimu. Kakek akan memulai cerita kisah Allah subhanahu wa taAoaalaa menjadikan Nabi Adam Aoalaihissalam Khalifah di bumi. Sampai pada akhir cerita ditutup dengan Shohibul Adib. AuKarakteristik Metode Tafsir Al-QurAoan Untuk anak. Studi Buku Tafsir Al-QurAoan Untuk Anak-Anak Karya Afif Muhammad,Ay https://w. id/index. php/An-Nidzam/article/download/177/151, diakses 26 Juni 2024. 263 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi hikmah atau pelajaran yang bisa diambil dari kisah penciptaan nabi Adam Demikianlah cuplikan kisah Nabi Adam dalam kitab Qasasu AlQurAoan al-Karim li an-NasyAoi, kisah kedua, ketiga dan selanjutnya tidak jauh beda teknik dan metode penulisannya seperti kisah pertama yang disajikan Ahmas Hasan Subhi. Analisa Penyampaian Kisah-kisah Al-QurAoan dalam kitab Qasasu Al- QurAoan al-Karim li an-NasyAoi. Sistematika Pembahasan Jika dalam studi hadis terdapat istilah tabwib, yakni klasifikasi Hadis berdasarkan topik atau babnya. Maka dalam studi tafsir juga terdapat istilah yang hampir mirip maksudnya yakni istilah tematik. Tematik adalah metode yang membahas ayat-ayat Al-QurAoan sesuai dengan tema yang ditetapkan. Ada klasifikasi ayat berdasarkan topik atau babnya, dan ada pula yang mengkaji serta menjadikan tema sebagai satu kesatuan surat. Karya Ahmas Subhi sistematika pembahasan kitabnya termasuk dalam kategori metode penafsiran Tematik, memuat tema hanya tentang kisa-kisah yang dijelaskan dalam setiap surat, contohnya surat al-Baqarah hanya dipilih 1 tema tentang ayat-ayat kisah untuk ditafsirkan, terkumpul 9 kisah pilihan khusus untuk surat al-Baqarah sendiri dan contoh lainnya dalam surat Ali Imran Ahmas Subhi mengambil 3 kisah dalam ayat-ayat yang berbeda tetapi tetap dalam satu surat yang sama, begitu pun surat-surat selanjutnya dipilih ayat-ayat yang hanya menjelaskan tentang tema kisah. Konsep dan Metode Penafsiran Istilah metode dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dalam bahasa Inggris ditulis dengan method, dan dalam bahasa Arab diterjemahkan dengan thariqat dan manhaj, memiliki arti cara yang teratur dan terpikir baikbaik untuk mencapai maksud . alam ilmu pengetahuan dan sebagainy. cara Abd al-Hayy al-Farmawi. Al-Bidayah fi Tafsir MaudhuAoi. Dirasah Manhajiah MaudhuAoiah (Kairo: al-Hadharah al-AoArabiyah, 1. , hal. BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai suatu yang ditentukan. 29 Pengertian metode yang umum itu dapat digunakan pada berbagai objek, baik berhubungan dengan pemikiran maupun panalaran akal, atau menyangkut pekerjaan fisik. Jadi, dapat dikatakan, metode adalah salah satu sarana yang amat penting untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi tidak bisa lepas dari metode Metode tafsir adalah suatu cara yang teratur dan terpikir baik untuk mencapai pemahaman yang benar tentang apa yang dimaksudkan Allah di dalam ayat-ayat Al-QurAoan, tentunya sesuai dengan kemampuan pola pikir Metode ini berisi seperangkat kaidah dan aturan yang harus diindahkan ketika menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan. Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi karya Ahmas Hasan Subhi adalah sebuah karya yang mencoba untuk melakukan pemaknaan yang sedikit lebih mendalam terhadap ayat-ayat kisah dalam Al-QurAoan. Setiap karya tafsir baik berupa tafsir Al-QurAoan untuk orang dewasa maupun anak-anak tentunya memerlukan sebuah metode. Sebab tanpa penggunaan metode, tidak mustahil aktivitas penafsiran akan menjadi keliru. Jika hal ini tetap dipaksakan maka akan menjadi karya tafsir yang dikenal dengan sebutan tafsir bi al-raAoyu almahdah . afsir berdasarkan pemikiran semat. , aktivitas penafsiran semacam ini dilarang oleh Nabi bahkan Ibn Taymiyyah menegaskan bahwa penafsiran semacam itu haram hukumnya. Ahmas Hasan Subhi dalam karya tafsirnya tidak menjelaskan secara tersurat atau eksplisit bagaimana metode yang ia gunakan sebagai sandaran. Namun secara tersirat atau implisit dapat diketahui bahwa metode tafsir yang ia gunakan adalah metode ijmAli . enjelasan secara globa. , metode cerita atau Tim Penyusun. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , hal. Nasruddin Baidan. Metode Penafsiran Al-QurAoan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1. , hal. Ibn Taimiyah. Muqaddimah fi Usul al-Tafsir. Cet. 1 (Kuwait: Dar Al-QurAoan al Karim, 1. , hal. 265 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi mendongeng, metode bahasa dialogis dan metode gambar visual di buku . Metode Ijmali (Penjelasan Globa. Metode ijmAli adalah menjelaskan ayat-ayat Al-QurAoan secara ringkas tapi mencakup, dengan bahasa populer mudah dimengerti dan enak dibaca. Adapun salah satu kelebihan dari metode ini adalah praktis dan mudah 33 Metode ijmAli ini secara implisit digunakan oleh Ahmas Subhi mengingat tingkat pendidikan pembacanya adalah anak-anak, penjelasan atau pemahaman teks tafsir yang sederhana tersebut akan lebih mudah dicerna oleh anak, sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Penerapan bahasa yang sederhana ini sesuai dengan pendapat alGhazali sebagaimana dikutip oleh Imam Murjito, yakni kewajiban utama dari seorang guru adalah mengajarkan kepada anak apa yang gampang dan mudah dipahami, karena masalah-masalah yang rumit atau pelik akan mengakibatkan kekacauan pikiran dan akan mengakibatkan anak lari dari gurunya 35 Metode ini secara implisit diaplikasikan oleh Ahmas Subhi dalam karyanya, salah satu contohnya adalah penafsiran ayat kisah yang sudah penulis telaah diatas awal surat al-Baqarah ayat 30. Dan . ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. AuAku hendak menjadikan Khalifah fi bumi. Ay Mereka berkata. AuApakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memujiMu dan menyucikan nama-Mu?Ay Dia berfirman. AuSungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Ay Ahmas Subhi menafsirkan ayat ini secara ijmali dengan bahasa yang sederhana yakni sebagai berikut: AuKetika Allah akan menciptakan Nabi Adam. Allah mengabarkan hal itu kepada para malaikat. Para malaikat pun bertanya Abd al-Hayy al-Farmawi. Al-Bidayah fi Tafsir MaudhuAoi. Dirasah Manhajiah MaudhuAoiah, hal. Nasruddin Baidan. Metode Penafsiran Al-QurAoan, hal. Shohibul Adib. AuKarakteristik Metode Tafsir Al-QurAoan Untuk anak. Studi Buku Tafsir Al-QurAoan Untuk Anak-Anak Karya Afif Muhammad,Ay https://w. id/index. php/An-Nidzam/article/download/177/151, diakses 28 Juni 2024. Imam Murjito dan Tim. AuMinhaj al-QiroAoaty,Ay hal. BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. kepada Allah. kenapa Adam diciptakan?. Para malaikat yang selalu bertasbih dan bershalawat kepada Allah, merasa khawatir jika Adam dan manusia lainnya akan melakukan kerusakan di muka bumi36 . Metode Cerita atau Mendongeng Metode ini diaplikasikan Ahmas Subhi dalam karya tafsirnya dan salah satu contohnya adalah ketika ia menafsirkan ayat kisah (QS. al-Baqarah: 3. sebelum masuk ke inti penafsiran, berikut hasil telaah penulis dari Kisah diawali dengan skenario seorang kakek sedang duduk membaca Al-QurAoan di ruangannya. Ketika cucu-cucunya masuk menemuinya, beliau menghentikan bacaan QurAoannya dan menyambut cucu-cucunya yang datang. Duduklah cucu-cucu mengelilingi kakek dengan memegang mushaf AlQurAoan didekap di dadanya masing-masing sebagai tanda kecintaan dan etika terbaik untuk kitabullah al-Aoadzim. Dari sepenggal cuplikan awal kisah Nabi Adam diatas bisa kita identifikasi bahwa Ahmas Subhi menggunakan teknik metode bercerita atau mendongeng37 sebagai salah satu metode penyajian kisah Al-QurAoan dalam Metode cerita/kisah ini yang sarat dengan pesan moral tersebut, pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kecerdasan intrapersonal . emampuan untuk mengenali jati diri. Sering disebut sebagai kecerdasan instrospekti. dan interpersonal anak . emampuan membangun hubungan dengan orang lai. Penggunaan metode mendongeng dalam kisah Al-QurAoan ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk merebut perhatian dan emosi anak-anak usia dini. Metode Bahasa Dialog Ahmas Hasan Subhi. Pada Zaman Dahulu Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk anak, hal. Shohibul Adib. AuKarakteristik Metode Tafsir Al-QurAoan Untuk anak. Studi Buku Tafsir Al-QurAoan Untuk Anak-Anak Karya Afif Muhammad,Ay https://w. id/index. php/An-Nidzam/article/download/177/151, diakses 26 Juni 2024. Amalee dan Irfan. Ensiklopedi Bocah Muslim, vol. 1 (Bandung: DAR! Mizan, 2. , 267 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi Metode ini berupaya untuk mempelajari bahan atau menyampaikan bahan tertentu dengan jalan mendialogkannya. Metode ini bisa berbentuk bahasa dialogis dengan pertanyan-pertanyaan dan jawaban sebagai salah satu nilai tambah. Metode ini dimaksudkan untuk merangsang anak sebagai pembaca untuk berpikir dan mengeluarkan pendapatnya sendiri39 Sepanjang penyajian ayat-ayat kisah dalam Al-QurAoan di kitab karyanya. Ahmas Subhi menggunakan metode ini dengan permisalan seorang Kakek berdialog dengan cucu-cucunya. Skenario pertanyaan-pertanyaan dan kemudian jawaban antara kakek dan cucu-cucunya yang disajikan Ahmas Subhi, yang penuh dengan nuansa dialogis menjadikan anak lebih akrab dan merasa diajak ikut serta menyelesaikan masalah-masalah terkait dengan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-QurAoan sesuai dengan gejolak keingintahuan yang dimilikinya. Metode Gambar Visual Ahmas Subhi dalam kitab asli karyanya tidak menggunakan metode gambar visual sebagai media untuk menyampaikan kisah-kisah, tetapi telah diterapkan dalam kitab terjemah bahasa Indonesianya yaitu buku dengan judul AuPada Zaman Dahulu Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk anakAy (Sukoharjo: Pustaka Arafah, 2. Dengan metode ini anak-anak akan lebih mudah mencerna pesan dan merasa lebih AuterlibatAy untuk menggali kandungan ayat Al-QurAoan yang disajikan. Pada akhirnya metode gambar visual sebagaimana yang telah digunakan dalam terjemah kitab karya Ahmas Subhi tersebut, dapat membantu menguatkan kesan anak terhadap materi yang disajikan. Sumber-Sumber Penafsiran . Al-QurAoan Sumber pertama karya Ahmas Subhi adalah Al-QurAoan. menafsirkan Al-QurAoan dengan menggunkan ayat-ayat Al-QurAoan yang lain. Meskipun tidak seluruhnya dan selamanya menggunakan Al-QurAoan sebagai Zuhairini. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam (Surabaya: Usaha Nasional, 1. , hal. BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. sumber penafsiran Ketika melakukan proses penafsiran terhadap ayat kisah dalam Al-QurAoan, tetapi ada salah satu contohnya beliau menafsirkan AlQurAoan dengan menggunakan ayat yang lain yaitu Ketika beliau menafsirkan kata magdhubi Aoalaihim . ereka yang dimurka. (Qs. al-Fatihah . : . , ia mengutip surat lain sebagai sumber penafsiran penjalasan kata magdhubi Aoalaihim, yakni (Qs. al-Maidah . : 20-. Sumber Hadis Ahmas Hasan Subhi dalam tafsirnya Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi juga memakai hadis sebagai sumber penafsiran Namun ia tidak menjelaskan sumber-sumber dari mana hadis itu didapat. Hal ini dilakukan mungkin karena tafsir ini dikonsumsi oleh anak-anak sehingga Ahmas Subhi tidak perlu menyebutkan atsar dari Hadis yang ia pakai dalam menafsirkan Salah satu contoh adalah ketika ia menafsirkan ayat kisah dalam surat alBaqarah, beliau mengutip hadis tentang keutaman membaca surat al-Baqarah denngan bahasa yang mudah. Kisah dalam Al-QurAoan Cerita kisah dalam Al-QurAoan sudah menjadi sumber utama karya Ahmas Subhi. Kisah-kisah dalam Al-QurAoan yang sarat dengan pesan moral tersebut, yang telah disampaikan oleh Ahmas Subhi dalam tafsirnya, menurut penulis dapat bermanfaat terhadap anak, yakni dapat membantu meningkatkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal anak. Pendapat UlamaAo Untuk memperkaya wawasan tafsir Al-QurAoan. Ahmas Subhi menggunakan pendapat para ulama tafsir sebagai sumber penafsiran. Merujuk pada marojiAo . eferensi sumber buk. yang diteliti dari kitab Qasasu AlQurAoan al-Karim li an-NasyAoi. Ahmas Subhi mengambil referensi kitab tafsir Al-QurAoan al-AoAdzim karya Ibnu Katsir sebagai salah satu sumber rujukan karya kitabnya serta menyajikan pendapat-pendapat Ibnu Katsir dalam penafsiran ayat kisah dalam Al-QurAoan. Ahmas Hasan Subhi. Qasasu Al-QurAoan Al-Karim li An-nasyAoi, hal. Ahmas Hasan Subhi. Qasasu Al-QurAoan Al-Karim li An-nasyAoi, hal. 269 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Nama Penulis Afiliasi Kualitas Isinya Tidak dipungkiri setelah penulis menelaah kitab karya Ahmas Hasan Subhi Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi, penulis temukan di dalamnya kisah-kisah terbaik Al-QurAoan yang menarik disajikan dengan penjelasan sederhana dan metode yang mudah dipahami untuk usia dini. Selain itu kualitas dari isi kitabnya juga bermutu dan berbobot karena beliau memilih sumber-sumber rujukan terbaik dalam penulisan karyanya, contohnya tafsir Al-QurAoan al-Adzim karya Ibnu Katsir, kitab Shohih Muslim. Shohih Bukhori. Qasasul Anbiya Karya Ibnu Katsir dan kitab Rahiq al-Makhtum karya AlMubarok Furi. Sehingga tidak ditemukan riwayat dalil yang DhoAoif . atau bahkan yang palsu, semua penjelasan beliau dalam Qasasu Al-QurAoan alKarim li an-NasyAoi berdasarkan riwayat yang shohih dan bisa dipertanggung Kesimpulan Berdasarkan penelitian terhadap konsep dan metode penafsiran kisahkisah Al-QurAoan dalam kitab Qasasu Al-QurAoan al-Karim li an-NasyAoi karya Ahmad Hasan Subhi, dapat disimpulkan bahwa karya ini mengadopsi pendekatan tematik . audhuAo. , dengan fokus pada kisah-kisah yang terdapat dalam setiap surat Al-QurAoan. Meski begitu, analisis lebih mendalam menunjukkan bahwa Subhi menggabungkan metode maudhuAoi dan tahlili, karena ia menyertakan hubungan antar surat, hadis, serta pendapat pribadinya. Pendekatan ini memberikan dimensi yang lebih kaya dalam memahami kisah-kisah Al-QurAoan, terutama dalam konteks penyampaiannya kepada anak usia dini. Secara khusus, karakteristik metode penyampaian kisah dalam perspektif Ahmad Hasan Subhi meliputi penjelasan secara ijmali . lobal namun jela. , metode mendongeng, dan penggunaan bahasa dialogis. Ketiga metode ini relevan dan efektif untuk menarik perhatian anak usia dini. Namun, kelemahan dalam kitab aslinya adalah tidak adanya teknik visualisasi melalui gambar, yang penting sebagai daya tarik tambahan bagi anak-anak. Untungnya, kelemahan ini telah Ahmas Hasan Subhi. Qasasu Al-QurAoan Al-Karim li An-nasyAoi, hal. BUNYAN AL-ULUM. Vol. X No. X 2. Penafsiran Kisah-Kisah Al-QurAoan untuk Usia Dini (Telaah Qasasu Al-QurAoan Al Karim Lin-nasyAoi Karya Ahmas Subh. diatasi dalam versi terjemahan bahasa Indonesia, yang menyertakan teknik gambar visual untuk memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan daya tarik kisah-kisah Al-QurAoan bagi anak-anak. Daftar Pustaka