E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga The Influence of Motivation and Learning Behavior on the Islamic Religious Education Students' GPA Aditya Putra Mahardhika1. Chusna Nur Rosyida2. Purnomo3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Salatiga. Jl. Lingkar Salatiga Km. Pulutan. Sidorejo. Kota Salatiga. Jawa Tengah. Indonesia e-mail: chusnanur17@gmail. ABSTRACT The goals of this study are to ascertain . whether there is an effect of learning motivation and learning behavior, partially or simultaneously, on studentsAo GPA. The study's methodology is quantitative and correlational in nature. The population of this study was 117 IRE students from the 2022 batch of Universitas Islam Negeri Salatiga, and a sample of 60 students was selected using a stratified sampling According to the study's findings, there is no correlation between learning motivation and studentsAo GPA . ignificantly 0,. , no correlation between learning behavior and studentsAo GPA . ignificantly 0,. , and no correlation between motivation and learning behavior simultaneously with studentsAo GPA . ignificantly 0,. The variables of motivation and learning behavior can only explain 1. 9% of the studentsAo GPA, while the remaining 98. 1% is influenced by other factors not examined. Therefore, in conclusion, motivation and learning behavior do not significantly influence student achievement index, either partially or simultaneously. Keywords: Learning Motivation. Learning Behavior. Achievement Index ABSTRAK Riset ini bertujuan untuk memahami apakah ada korelasi antara motivasi belajar dan perilaku belajar secara parsial maupun simultan dengan indeks prestasi mahasiswa. Riset ini memakai teknik kuantitatif yang menggunakan jenis korelasional yang diuji dengan uji regresi linear berganda. Riset ini melibatkan 117 mahasiswa PAI Universitas Islam Negeri Salatiga angkatan 2022, dengan 60 sampel yang dipilih melalui teknik sampling bertingkat. Hasil riset membuktikan bahwa ketidak adaan korelasi antara motivasi belajar terhadap indeks prestasi mahasiswa dengan signifikansi 0,719, ketidak adaan korelasi antara perilaku belajar terhadap indeks prestasi siswa dengan signifikansi 0,382, dan ketidak adaan korelasi antara motivasi belajar dan perilaku belajar secara bersamaan dengan indeks prestasi mahasiswa dengan signifikansi 0,579. Variabel motivasi dan perilaku belajar hanya mampu menjelaskan 1,9% pada indeks prestasi mahasiswa, sedangkan 98,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Sehingga pada kesimpulannya, motivasi dan perilaku belajar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks prestasi mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Kata Kunci: Motivasi belajar. Perilaku Belajar. Indeks Prestasi FIRST RECEIVED: 2025-06-11 REVISED: 2025-08-25 ACCEPTED: 2025-09-03 https://doi. org/10. 25299/ajaip. PUBLISHED: 2025-09-13 Corresponding Author: Chusna Nur Rosyida AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 PENDAHULUAN Pada tahun 2022. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi menyatakan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sarjana Indonesia memiliki rata-rata sebesar 3,33. Bidang studi yang memiliki rata-rata IPK tertinggi dengan nilai 3,38 adalah bidang studi Agama dan Pendidikan (Yonatan, 2. Angka tersebut terbilang masih di bawah standar ideal IPK, yaitu di atas 3,50 (Girsang et al. , 2. IPK adalah salah satu parameter penting untuk mengukur hasil belajar mahasiswa (Girsang et al. , 2. Hasil belajar dipengaruhi oleh 70% kemampuan individu dan 30% lingkungan (Sudjana, 2. Hasil belajar dapat diakibatkan oleh komponen dari diri, seperti perilaku belajar dan motivasi (Rahman, 2. Umumnya, capaian hasil belajar yang tinggi berhubungan dengan adanya motivasi dan perilaku belajar yang baik (Riyono, 2. Motivasi belajar berperan penting untuk menentukan jalannya pembelajaran, meningkatkan semangat belajar, serta memengaruhi pencapaian hasil belajar mahasiswa (Dimyati & Mudjiono. Motivasi belajar adalah elemen penting yang memengaruhi hasil akademik (Saksana, 2. Faktor-faktor berikut dapat digunakan untuk mengukur motivasi intrinsik siswa: . kehendak untuk menjalankan kegiatan belajar, . kehendak untuk berprestasi, . keinginan untuk mencapai impian, . keyakinan pada pedoman, dan . keinginan untuk menuntaskan tugas dengan independen (Islamiyah, 2. Selain motivasi belajar yang baik, perilaku belajar juga mempengaruhi faktor penentu capaian prestasi mahasiswa (Rahardian et al. , 2. Perilaku belajar yang positif akan meningkatkan nilai akademis (Daulay, 2. Perilaku belajar mahasiswa dapat diukur melalui: . kebiasaan belajar di rumah atau di kos, . intensitas dalam membaca buku, . cara mempersiapkan dan menghadapi ujian, . frekuensi kunjungan ke perpustakaan, serta . keterlibatan aktif dalam mengikuti perkuliahan (Manurung, 2. Hasil penelitian oleh (Daulay, 2. mengungkapkan bahwa motivasi belajar mahasiswa berkontribusi sebesar 59,2% dalam kemandirian belajar mahasiswa baru. (Islamiyah, 2. dalam penelitiannya menyatakan jika prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi secara positif dan berarti oleh motivasi belajar dengan koefisien di angka 0,188 atau 18,8%. Sementara hasil penelitian oleh (Jumarniati & Anas, 2. menggambarkan apabila aktivitas belajar dan motivasi secara bersamasama berdampak sebesar 93,4% pada hasil belajar mahasiswa. Dalam penelitian (Joko et al. , 2. menyatakan bahwa motivasi belajar memiliki dampak pada hasil belajar dengan nilai signifikansi di angka 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 8,252 > t tabel 1,979. Dalam riset yang dilakukan oleh (Rahardian et al. , 2. disebutkan bahwa perilaku belajar mempunyai nilai yang signifikansi di angka 0,007 < 0,05 sehingga disimpulkan adanya pengaruh positif terhadap pemahaman mahasiswa. Dalam studinya, (Madhuri, 2. menemukan bahwa perilaku belajar memengaruhi IPK secara signifikan. Nilai t hitungnya adalah 2,084 lebih besar dari 1,651841, dan taraf signifikansinya di angka 0,038 lebih rendah dari 0,05, atau 5%. Studi serupa pernah dilaksanakan oleh (Manurung, 2. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa: . motivasi memiliki dampak positif dan juga signifikan pada prestasi akademik, dengan koefisien di angka 0,452 dan t-statistik di angka 4,777, yang memiliki arti melebihi nilai kritis 1,96 pada taraf signifikansi 0,05, . motivasi belajar memberikan akibat yang Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 positif dan nilai yang signifikan pada perilaku, ditunjukkan oleh koefisien di angka 0,758 dan tstatistik di angka 17,542, dan . secara signifikan perilaku belajar berkontribusi positif pada prestasi akademik dan nilai koefisien di angka 0,606 dan t-statistik sebesar 11,331. Penelitian ini akan mengisi celah dari penelitian-penelitian sebelumnya dengan meneliti dampak motivasi dan perilaku belajar secara bersama-sama pada indeks prestasi mahasiswa. Riset mengenai IPK ini penting dilakukan karena IPK adalah salah satu hal yang mempengaruhi waktu dalam menyelesaikan pendidikan. Selain itu. IPK juga menjadi persyaratan awal untuk melamar pekerjaan, mendapatkan beasiswa, dan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi (Atti et , 2. Oleh karena itu, riset ini penting dilakukan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar dan perilaku belajar terhadap indeks prestasi mahasiswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, riset ini berupaya untuk memecahkan permasalahan rendahnya IPK mahasiswa dengan cara menguji seperti apa pengaruh antara variable motivasi dan perilaku belajar terhadap indeks prestasi mahasiswa. Variabel motivasi dan perilaku belajar dipilih karena keduanya telah terbukti berhubungan dengan prestasi akademik dalam penelitian-penelitian Riset ini menguji apakah motivasi dan perilaku belajar berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap indeks prestasi mahasiswa. Untuk itu rumusan masalah dalam studi ini, terdiri dari: . adakah korelasi antara motivasi belajar pada indeks prestasi mahasiswa? . adakah hubungan antara perilaku belajar pada indeks prestasi mahasiswa? . adakah korelasi antara motivasi dan perilaku belajar pada indeks prestasi mahasiswa? Berdasarkan pada pernyataan masalah yang telah disebutkan, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi: . korelasi motivasi belajar pada indeks prestasi mahasiswa, . korelasi perilaku belajar pada indeks prestasi mahasiswa, dan . hubungan motivasi dan perilaku belajar pada indeks prestasi mahasiswa. Seterusnya untuk hipotesis penelitian ini terdiri dari Ha yaitu ada pengaruh antara motivasi dan perilaku belajar terhadap indeks prestasi mahasiswa dan Ho yaitu tidak ada pengaruh antara motivasi dan perilaku belajar terhadap indeks prestasi mahasiswa. METODE PENELITIAN Studi ini menerapkan metode kuantitatif, yang memiliki dua variabel utama, yakni variabel independen dan variabel dependen (Darmawan et al. , 2. Motivasi Belajar (X. dan Perilaku Belajar (X. adalah variabel bebas dari riset ini, dan Indeks Prestasi (Y) adalah variabel terikat. Populasi yang diteliti dalam riset ini adalah mahasiswa PAI angkatan 2022 Universitas Islam Negeri Salatiga. Cara yang digunakan untuk mengambil sampel dilakukan dengan metode sampling bertingkat atau stratified sampling, yang merupakan teknik mengambil secara acak sampel dari setiap kelompok di mana populasi tersebut mempunyai sususan bertingkat atau beberapa kelompok . (Deriyanto & Qorib, 2. Teknik ini dipilih karena dianggap mampu mewakili setiap strata populasi. Jumlah mahasiswa PAI angkatan 2022 ada 117 mahasiswa, yang terbagi menjadi 3 kelas, yakni kelas A. B, dan C, lalu 20 mahasiswa dipilih dari masing-masing kelas, sehingga total 60 mahasiswa dijadikan sampel. Untuk mengumpulkan data, para responden diberikan instrumen penelitian yang berupa kuesioner Google Form. Kuesioner terdiri dari tiga puluh pernyataan, masing-masing lima belas pernyataan tentang motivasi belajar dan perilaku belajar mahasiswa, dan terdapat petunjuk cara menjawabnya. Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Data yang didapatkan dalam riset ini kemudian dianalisa dengan bantuan perangkat lunak pengolahan data IBM SPSS Statistics 22. Dasar pengambilan keputusan ditetapkan pada tingkat 05 atau 5%. Riset ini dianalisis dengan metode statistik analisis regresi linier berganda karena tepat untuk menguji penelitian yang mempunyai 2 variabel, yaitu variabel dependen dan variabel independen. Fase yang dilakukan dalam mengolah data ada 4 tahap: Pertama, pengecekan yaitu untuk mempermudah pembuatan kode dan pengolahan informasi dengan memanfaatkan statistik dari penelitian data (Paramita et al. , 2. Kedua, pengkodean yaitu digunakan sebagai tanda dan untuk membuat jawaban kuesioner menjadi lebih sederhana (Hadiwitanto, 2. Ketiga, penskoran yaitu pernyataan diklasifikasikan menggunakan skala Likert. ini terutama mencakup jawaban Sangat Tidak Setuju (STS). Tidak Setuju (TS). Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS), dan semuanya bakal ditransform ke dalam bentuk angka (Utami & Putra. Keempat, penabulasian data yaitu menyusun informasi dalam bentuk tabel untuk memudahkan pembaca memahami topik penelitian (Susanto et al. , 2. Sesudah mengumpulkan data, tahap berikutnya yaitu menganalisisnya menggunakan IBM SPSS Statistics 22 dan melibatkan beberapa tahapan: Pertama. Uji Validitas yaitu dilaksanakan demi memastikan bahwa kuisioner yang dipakai dalam riset ini adalah sah/valid. Ada beberapa cara yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan validitas survei. Salah satu caranya adalah dengan membandingkan nilai r tabel dari tabel signifikansi 5% dengan nilai r hitung. Jika nilai r hitung melebihi r tabel, maka pernyataan kuisioner tersebut dianggap sah/valid (Agustianti et al. , 2. Kedua. Uji Realibitas yaitu dilakukan dengan memakai program SPSS dan pengujian statistik AuCronbach AlphaAy. Jika nilai alpha melebihi nilai r tabel, maka kuisioner tersebut dianggap konsisten . (Djollong, 2. Ketiga. Uji Asumsi Klasik yaitu untuk menentukan apakah persamaan garis regresi yang dihasilkan linier, dapat digunakan atau tidak, dan apakah penelitian dapat diprediksi. Uji ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu pengujian asumsi normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas (Balaka, 2. Keempat. Uji Regresi Linear Berganda yaitu dilaksanakan untuk menentukan apakah ada dampak dari dua atau lebih variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Hasil dari pengujian ini adalah uji parsial, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi (Wajdi et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan pengumpulan data, data kemudian ditabulasi dan diberikan skor pada setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam kuesioner penelitian. Setelah itu baru dilakukan analisis data sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam metode penelitian. Berikut hasil analisis data tentang pengaruh motivasi dan perilaku belajar terhadap Indeks prestasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Pada pengujian validitas, studi ini menerapkan metode korelasi Pearson Product Moment melalui penggunaan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 22. Dasar pengambilan keputusan ditetapkan pada taraf signifikansi alpha = 0,05 atau 5%. Jika r hitung melebihi r tabel atau nilai signifikansi kurang dari 0,05. maka pernyataan dapat dikatakan valid/sah. Sedangkan jika r hitung Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 kurang dari r tabel atau nilai signifikansi melebihi 0,05. maka pernyataan dapat dikatakan tidak sah/valid. Responden dalam uji ini sebanyak 30 responden sehingga r tabelnya adalah 0,374. Rumus untuk menghitung r tabel adalah df = N-2 s dengan demikian df = 30-2 = 28, maka r tabel 28 dan nilai signifikansi 0,05 adalah 0,374. Uji validitas variabel X1 (Motivasi Belaja. Instrumen pernyataan dari variabel X1 Motivasi Belajar ada 15 item. Semua pernyataan dapat dikatakan sah sebab nilai r hitung melebihi dari nilai r tabel . dan nilai signifikansi di bawah ambang batas 0,05. Tabel 1. Uji Validitas X1 Motivasi Belajar Uji Validitas Variabel X2 (Perilaku Belaja. Instrumen pernyataan dari variabel Perilaku Belajar ada 15 item. Semua pernyataan dapat dikatakan sah sebab nilai r hitung melebihi nilai r tabel . dan nilai signifikansi di bawah 0,05. Tabel 2. Uji Validitas X2 Perilaku Belajar Uji Reliabilitas Penelitian ini menerapkan pendekatan CronbachAos Alpha demi menilai konsistensi. Apabila sebuah variabel menunjukkan nilai CronbachAos Alpha melebihi 0,60 maka bisa ditarik kesimpulan bahwa variabel yang digunakan dinyatakan konsisten atau ajeg dalam melakukan pengukuran (Rosita et al. , 2. Tabel 3. Rentang Nilai CronbachAos Alpha Berikut hasil dari uji reliabilitas instrumen penelitian dengan memanfaatkan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 22. Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Gambar 1. Uji Reliabilitas X1 Berdasarkan hasil dari pengujian reliabilitas, instrumen pernyataan variabel X1 (Motivasi Belaja. memiliki nilai CronbachAos Alpha diangka 0,917. Angka ini ada pada rentang 0,801 - 1,00 yang menunjukkan bahwa taraf reliabilitas pernyataan sangat reliabel. Gambar 2. Uji Reliabilitas X2 Berdasarkan hasil dari pengujian reliabilitas, instrumen pernyataan variabel X2 (Perilaku Belaja. mempunyai nilai CronbachAos Alpha di angka 0,887. Angka ini ada pada rentang 0,801 1,00 yang menunjukkan bahwa taraf reliabilitas pernyataan sangat reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tes ini dilaksanakan dengan memeriksa nilai signifikansi dari hasil dari uji KolmogorovSmirnov. Data dianggap normal distribusinya apabila nilai signifikansi melebihi nilai ambang batas 0,05. Namun, apabila nilai signifikansi kurang dari nilai ambang batas 0,05 tersebut, maka data penelitian dikatakan tidak berdistribusi secara normal (Girsang et al. , 2. Secara teoritis jika data tidak berdistrubusi normal, maka uji yang lainnya tidak dapat dilakukan. Berikut data hasil uji normalitas yang telah dilakukan. Gambar 3. Uji Normalitas Berdasarkan pengujian normalitas Kolmogorov-Smirnov di atas, angka signifikansinya melebihi 0,05, yaitu 0,093 yang menunjukkan data penelitian berdistribusi normal. Untuk itu salah satu uji prasyarat telah terpenuhi. Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Uji Multikolinearitas Jika nilai tolerance melebihi 0,1 dan VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas pada data yang dianalisis. Namun, jika nilai tolerance tidak mencapai 0,1 dan VIF melebihi 10, maka bisa dikatakan bahwa ada multikolinearitas (Ghozali, 2. Gambar 4. Uji Multikolinearitas Berdasarkan uji multikolinearitas, didapatkan bahwa variabel X1 (Motivasi Belaja. tidak terjadi multikolinearitas karena nilai tolerance 0,353 > 0,1 dan VIF 2,833 < 10. Variabel X2 (Perilaku Belaja. juga tidak ada terjadi multikolinearitas sebab nilai tolerance 0,353 > 0,1 dan VIF 2,833 < 10. Uji Heteroskedastisitas Data menunjukkan heteroskedastisitas saat nilai signifikansi kurang dari 0,05, dan ketidak ada an heteroskedastisitas saat nilai signifikansi lebih dar 0,05 (Girsang et al. , 2. Gambar 5. Uji Heteroskedastisitas Dilihat dari uji di atas, variabel X1 (Motivasi Belaja. tidak ada heteroskedastisitas dikarenakan nilai signifikansi 0,266 > 0,05. Variabel X2 (Perilaku Belaja. pun tidak ada heteroskedastisitas dikarenakan nilai signifikansi 0,270 > 0,05. Uji Regresi Linear Berganda Riset ini memanfaatkan analisis regresi berganda yang bermaksud untuk menentukan apakah terdapat pengaruh dua variabel bebas . otivasi dan perilaku belaja. pada variabel terikat . ndeks prestas. mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Salatiga (Prasmono & Ahdika, 2. Adapun responden dalam uji ini berjumlah 60 responden yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Islam Negeri Salatiga. Adapun rumusan hipotesis dalam studi ini yaitu dengan mangadopsi taraf kepercayaan 95%, = 0,05 sebagai berikut: Ada dampak X1 (Motivasi Belaja. terhadap Y (Indeks Prestasi Mahasisw. Ada dampak X2 (Perilaku Belaja. terhadap Y (Indeks Prestasi Mahasisw. Ada dampak X1 (Motivasi Belaja. dan X2 (Perilaku Belaja. pada Y (Indeks Prestasi Mahasisw. Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Dari rumusan hipotesis di atas, maka selanjutnya data dilakukan uji parsial dan uji hipotesis sebagai berikut: Uji Parsial Analisis ini dilaksanakan guna mencari tahu apakah variabel bebas (X) secara individu memberikan dampak yang relevan terhadap variabel terikat (Y) atau tidak. Keputusan diambil dengan dasar sebagai berikut: Jika nilai signifikansi di bawah 0,05 atau t hitung melebihi t tabel, maka variabel X berpengaruh pada variabel Y Apabila nilai signifikansi melebihi 0,05 atau t hitung di bawah t tabel, maka variabel X tak berpengaruh pada variabel Y Gambar 6. Uji Parsial Dilihat dari hasil uji di atas, dibuktikan bahwa nilai signifikansi X1 (Motivasi Belaja. 0,719 > 0,05 dan nilai signifikansi X2 (Motivasi Belaja. 0,382 > 0,05. Kemudian nilai t hitung X1 -0,361 < t tabel 2,002 dan nilai t hitung X2 0. 881 < t tabel 2,002. Adapun perhitungan t tabel adalah t (/2 . n-k-. = t . ,025 . = 2,002. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilaksanakan untuk menentukan apakah variabel independen (X) memiliki dampak pada variabel dependen (Y) secara simultan. Hasil ujinya didasarkan pada dua asumsi berikut: . bila nilai signifikansi di bawah 0,05 atau F hitung melebihi F tabel, maka variabel X mempengaruhi variabel Y secara bersamaan. bila nilai signifikansi melebihi 0,05 atau F hitung di bawah F tabel, maka variabel X tidak mempengaruhi variabel Y secara bersamaan. Gambar 7. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil uji di atas, dibuktikan bahwa nilai signifikansi 0,579 > 0,05 dan nilai F hitung 0,552 < F tabel 3,15. Perhitungan F tabel adalah F . : n-. = F . = 3,15. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. menilai besarnya dampak variabel bebas pada variabel terikat. Hasil uji menyatakan nilai R Square di angka 0,019 yang memiliki arti motivasi dan perilaku belajar 9% terhadap indeks prestasi mahasiswa, sementara 98. 1% dipengaruhi oleh variabel yang lain. Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Gambar 8. Uji Koefisien Determinasi Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Mahasiswa sangat memerlukan dorongan dalam belajar supaya bisa mencapai hasil belajar yang diinginkan (Diyah & Indriyani, 2. Mahasiswa yang tinggi semangatnya untuk belajar cenderung mendapatkan hasil belajar yang lebih tinggi (Nafeesa & Siregar, 2. Ada dua macam motivasi yang bisa dibedakan, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik (Jumarniati & Anas. Motivasi intrinsik merupakan keinginan yang datang dari diri sendiri, sedangkan motivasi ekstrinsik yakni keinginan yang muncul dari faktor-faktor eksternal, seperti keluarga, lingkungan, dan lain-lain (Diyah & Indriyani, 2. Riset ini dilaksanakan dengan maksud guna memahami dampak motivasi belajar pada nilai akademik mahasiswa. Berdasarkan uji regresi linear berganda terbukti bahwa tidak terdapat dampak yang positif dan penting antara motivasi belajar dan indeks prestasi mahasiswa. Hasil ini bisa terbukti dari hasil uji T koefisien yang mengungkapkan nilai signifikansi motivasi belajar di angka 0,719 lebih tinggi dari 0,05 dan nilai t hitung di angka -0,361 di bawah t tabel 2,002. Penemuan ini konsisten dengan riset yang diadakan oleh (Permata et al. , 2. yang mengindikasikan bahwa Motivasi Belajar (X. tidak memberikan dampak berarti pada Hasil Belajar (Y), dengan nilai uji t di angka 0,213. Selain itu, penelitian (Ompusunggu, 2. juga membuktikan tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar pada prestasi belajar dengan signifikansi sebesar 0,227. Responden dalam penelitian ini sebanyak 90% memiliki indeks prestasi yang tinggi (>3,. dan sebanyak 10% memiliki indeks prestasi sedang . ,75 Ae 3,. Sementara pada indikator motivasi belajar yang dijawab oleh responden, sebanyak 38% mahasiswa tidak memiliki keinginan untuk melakukan kegiatan belajar, 39% mahasiswa tidak memiliki keinginan untuk berprestasi, 19% mahasiswa tidak memiliki keinginan untuk mencapai cita-cita, 18% mahasiswa tidak memiliki keyakinan pada pendirian, dan 24% mahasiswa tidak memiliki keinginan untuk menyelesaikan tugas secara mandiri. Berdasarkan hasil penelitian yang tidak signifikan, peneliti berpendapat bahwa terdapat variabel lain yang memediasi hubungan ini, yaitu regulasi diri dan strategi belajar kognitif. Hal ini sangat relevan dengan studi yang dilakukan oleh (Ariani, 2. menunjukkan bahwa regulasi diri memediasi korelasi antara motivasi akademis mahasiswa dan kinerja akademis mahasiswa. Fenomena ini konsisten dengan studi (Rakes & Dunn, 2. yang menyebutkan bahwa motivasi akademik berhubungan positif dengan strategi belajar dan kinerja akademik. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi akademik mempengaruhi kinerja akademik melalui regulasi diri. Dengan kata lain, kemampuan mengatur diri menghubungkan pengaruh motivasi akademik terhadap kinerja Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Regulasi diri merupakan proses yang penuh dengan usaha yang dapat mendorong prestasi siswa (Ariani, 2. Zimmerman dalam (Ariani, 2. menyatakan individu yang tidak memiliki regulasi diri akan memiliki prestasi akademik yang rendah. Regulasi diri sulit dicapai apabila tidak memiliki motivasi akademis (Zumbrunn et al. , 2. Siswa yang lebih termotivasi secara akademis akan menunjukkan regulasi diri yang lebih tinggi dalam belajar (Pintrich, 2. Variabel lain yang memediasi korelasi motivasi belajar dengan indeks prestasi mahasiswa adalah strategi belajar kognitif. Studi yang dilaksanakan oleh (Hidayatullah & Alsa, 2. menemukan bahwa strategi belajar kognitif berperan sebagai mediator parsial dalam pengaruh motivasi belajar intrinsik pada prestasi belajar. Motivasi belajar intrinsik dapat memprediksi hasil belajar baik secara langsung maupun tidak langsung, di mana dampak yang tidak langsung dapat dihubungkan melalui strategi belajar kognitif. Strategi belajar kognitif sebagai salah satu cara belajar yang bergantung pada pengaturan diri dapat sepenuhnya menghubungkan . omplete mediatio. hubungan antara motivasi unutk belajar dan kinerja akademik siswa (Pintrich & Groot, 1. Siswa dengan motivasi belajar intrinsik yang tinggi tidak selalu meriah hasil belajar yang baik jika mereka tidak menerapkan strategi belajar kognitif dengan efektif. Dengan menerapkan strategi belajar kognitif, siswa yang termotivasi akan semakin terdorong untuk memulai dan mengarahkan kegiatan belajar mereka untuk meraih target belajar yang diinginkan (Hidayatullah & Alsa, 2. Pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Perilaku belajar, yang biasa dikenal sebagai kebiasaan belajar, merupakan suatu cara belajar yang dilaksanakan oleh seseorang secara terus-menerus hingga menjadi refleks atau terjadi tanpa usaha (Madhuri, 2. Perilaku mahasiswa dalam belajar menjadi faktor penentu keberhasilan dalam pembelajaran (SoffatunniAomah & Thomas, 2. Apabila mahasiswa memiliki perilaku positif dalam belajar maka ia akan berhasil dalam akademis, kemandirian belajarnya meningkat, dan akhirnya ia akan berprestasi (Daulay, 2. Dalam studi ini dijumpai bahwa tidak ada dampak yang berarti dan positif antara perilaku belajar pada indeks prestasi mahasiswa. Terbukti dari analisis regresi linear berganda yang telah dilaksanakan, nilai signifikansi perilaku belajar sebesar 0,382 yang lebih tinggi dari 0,05 dan nilai t hitung di angka 0,881 yang lebih rendah dari t tabel 2,002. Penemuan ini konsisten dengan studi Chrisna & Khairani . yang menyebutkan bahwa perilaku belajar tidak memengaruhi prestasi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,543 dikarenakan prestasi akademik ditentukan oleh banyak hal, seperti tugas, ujian . uis, ujian sisipan, dan ujian akhir semeste. dan partisipasi mahasiswa di kelas. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri tidak secara langsung memengaruhi hasil akademik. Responden dalam riset ini sebanyak 90% memiliki indeks prestasi yang tinggi (>3,. dan sebanyak 10% memiliki indeks prestasi sedang . ,75 Ae 3,. Sementara pada indikator perilaku belajar yang dijawab oleh responden, sebanyak 47% mahasiswa tidak memiliki perilaku belajar yang positif di rumah/kos, 47% mahasiswa tidak memiliki perilaku membaca buku yang positif, 44% mahasiswa tidak memiliki perilaku menghadapi ujian, 66% mahasiswa tidak memiliki perilaku mengunjungi perpustakaan, dan 29% mahasiswa tidak memiliki perilaku mengikuti perkuliahan. Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 Hal ini dapat dikatakan bahwa meskipun mahasiswa tidak menunjukkan perilaku belajar yang positif, tetapi indeks prestasi mereka tinggi. Dengan demikian, bisa diambil kesimpulan bahwa perilaku belajar tidak berpengaruh terhadap indeks prestasi mahasiswa. Hal ini membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai akademis mahasiswa. Temuan ini memiliki kesamaan dengan studi yang dilaksanakan oleh Chrisna & Khairani, . yang mengindikasikan bahwa Perilaku Belajar (X. tidak memberikan dampak signifikan pada Prestasi Akademik (Y), dengan nilai uji t sebesar 0,611. Dengan demikian. Perilaku Belajar (X. tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti pada Prestasi Akademik (Y). Jadi hasil riset ini, diduga terdapat variabel lain yang memediasi, yaitu kecerdasan emosional. Studi yang dilaksanakan oleh Devi et al. , . menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memediasi hubungan antara perilaku belajar mahasiswa dan tingkat pemahaman mahasiswa. Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Berdasarkan uji regresi linear berganda, didapatkan hasil uji F ANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,579 melebihi 0,05 dan nilai F hitung 0,552 di bawah F tabel 3,15. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada dampak yang positif dan berarti antara motivasi dan perilaku belajar secara simultan pada indeks prestasi mahasiswa. Penemuan ini tidak konsisten dengan riset yang dilaksanakan oleh (Saputan, 2. yang mengatakan bahwa motivasi dan perilaku belajar berpengaruh pada prestasi akademik mahasiswa dengan variabel independen motivasi dan perilaku belajar berkontribusi sebesar 52% pada prestasi akademik sementara 48% sisanya diakibatkan oleh variabel-variabel yang lain. Sementara dalam riset ini, variabel motivasi dan perilaku belajar hanya mampu menjelaskan 1,9% pada variabel indeks prestasi mahasiswa, sedangkan 98,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak Hasil dari riset ini merupakan suatu penemuan baru dimana motivasi dan perilaku belajar tidak memiliki dampak secara simultan pada indeks prestasi mahasiswa. Kajian ini perlu diperdalam lebih lanjut dengan meneliti variabel-variabel lain yang memungkinkan menjadi pengaruh terhadap variabel indeks prestasi mahasiswa serta menambah jumlah responden. SIMPULAN Hasil dari pengolahan data dan uji statistik yang dilaksanakan menunjukkan beberapa hal yang bisa disimpulkan bahwa tidak ada dampak yang berarti antara motivasi belajar pada indeks prestasi mahasiswa. Fenomena ini ditunjukkan dari nilai signifikansi 0,719 melebihi 0,05 dan nilai t hitung di angka -0,361 di bawah t tabel 2,002. Selain itu, tidak ada dampak yang berarti antara perilaku belajar pada indeks prestasi mahasiswa dengan nilai signifikansi di angka 0,382 yang melampaui 0,05 dan nilai t hitung di angka 0,881 yang lebih rendah dari t tabel 2,002. Terakhir, antara motivasi dan perilaku belajar secara bersamaan pun tidak memberikan dampak yang berarti pada indeks prestasi mahasiswa PAI angkatan 2022 Universitas Islam Negeri Salatiga dengan nilai signifikansi 0,579 di atas 0,05 dan nilai F hitung 0,552 tidak mencapai F tabel 3,15. Penulis merekomendasikan agar dilakukan studi lanjutan yang meneliti variabel-variabel tambahan yang mungkin memiliki dampak terhadap indeks prestasi mahasiswa, untuk mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai elemen-elemen yang memengaruhi hasil akademik. Aditya Putra Mahardhika. Chusna Nur Rosyida. Purnomo: Pengaruh Motivasi dan Perilaku Belajar Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Salatiga Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. Oktober 2025 E-ISSN 2598-2168 P-ISSN 1412-5382 DAFTAR PUSTAKA