e-ISSN 3089-6622 Jurnal Masyarakat Vol 2 . December 2025, page 63-69 Received 10 November. Revised 26 November. Accepted 28 November 2025 Pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi stunting melalui ketersediaan air bersih Maria Srihartatiningsih1*. Milka2 Akademi Keperawatan Bethesda Serukam. Kalimantan Barat. Indonesia Korespondensi: ningsihsrihartati@yahoo. ABSTRAK Latar belakang: Pemberdayaan masyarakat melalui ketersediaan air bersih merupakan upaya dalam peningkatan gizi seimbang untuk meningkatkan perilaku atau gaya hidup yang berorientasi mencegah dan menanggulangi stunting. Permasalahan air bersih yang belum bisa diatasi menjadi permasalahan mitra, dimana sangat erat kaitannya dengan isu stunting pada Anak merupakan kelompok usia yang kritis, karena pada usia tersebut seorang anak rentan terhadap masalah kesehatan yang beresiko menyebabkan diare dan proses infeksi Tujuan: memberdayakan Masyarakat dengan perilaku yang sehat supaya bisa meningkatkan derajat kesehatan dalam keluarga dan masyarakat melalui konsumsi air bersih yang layak dikonsumsi. Metode: Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Kampung Bukit Blok C &D Desa Tumiang terbagi dalam dua bidang yaitu bidang sosial dan bidang Kegiatan bidang sosial memberikan dan membuat penampungan air bersih. Kegiatan bidang pendidikan dengan edukasi berupa penyuluhan pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan melalui air bersih yang dikonsumsi sehari-hari. Hasil: meningkatnya kesadaran masyarakat dan kesejahteraan ekonomi di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang. Kesimpulan: Aparat desa dan masyarakat dapat memaksimalkan koordinasi sehingga program dapat sesuai dengan kebutuhan KATA KUNCI: Air bersih. Pemberdayaan. Stunting ABSTRACT Background: Empowering communities through access to clean water is an effort to improve balanced nutrition in order to promote behaviors and lifestyles that prevent and combat The problem of clean water, which has not yet been resolved, is a problem for partners, as it is closely related to the issue of stunting in children. Children are a critical age group because at that age they are vulnerable to health problems that can cause diarrhea and other infections. Objective: To empower communities with healthy behaviors so that they can improve the health status of their families and communities through the consumption of clean water that is fit for consumption. Method: The implementation of the community empowerment program in Kampung Bukit Blok C & D. Tumiang Village, is divided into two areas, namely social and education. Social activities involved providing and constructing clean water reservoirs. Educational activities provide education in the form of counseling on the prevention and control of health problems through the consumption of clean water on a daily Results: increased community awareness and economic welfare in Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03. Pasrah Hamlet. Tumiang Village. Conclusion: Village officials and the community can maximize coordination so that the program can be tailored to the needs of the KEYWORDS: Clean Water. Empowerment. Stunting Copyright A 2025 Journal This work is licensed under a Creative Commons Attribution Share Alike 4. 0 International License PENDAHULUAN Masalah kesehatan yang dihadapi anak-anak terkait dengan pilihan gaya hidup sehat (PHBS) yang tidak ditangani dengan baik, yang mengakibatkan masalah e-ISSN 3089-6622 Jurnal Masyarakat Vol 2 . December 2025, page 63-69 Received 10 November. Revised 26 November. Accepted 28 November 2025 kesehatan seperti cacingan, diare, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Menurut data dari Kementerian Kesehatan, dari 1. 000 orang, terdapat 300 orang yang mengalami diare setiap tahunnya, dan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya terdapat 100. 000 anak di Indonesia yang menderita diare. (Kementerian Kesehatan RI, 2. Perilaku bersih dan sehat merupakan esensi dan hak asasi manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Hal ini sejalan dengan yang tercantum dalam Konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948, di antaranya menyatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi setiap individu tanpa memandang ras, agama, politik, atau status ekonomi (Maryunani. Salah satu tujuan pengembangan kesehatan di Indonesia adalah mendorong dan mendukung masyarakat untuk mengadopsi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah praktik yang harus diikuti untuk mencapai hasil kesehatan optimal bagi setiap individu. Kondisi sehat tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi kita harus mencegahnya agar dapat hidup sehat dan menciptakan lingkungan yang sehat (MDGs,2. Identifikasi permasalahan mitra adalah masih ada masyarakat tidak memiliki sumber air yang sehat, tetapi mengkonsumsi air dari sumur bekas galian tambang emas dan apabila musim panas beresiko untuk kering. Hal ini akan berdampak bagi kesehatan anak-anak dan beresiko anak akan mengalami penyakit saluran pencernaan yang selanjutnya akan berdampak pada gangguan tumbuh kembang anak yaitu stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari civitas akademika dan lembaga, atau unit penelitian dan analisis. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang, dikenal sebagai salah satu wujud dari Tri Dharma Pendidikan yang diterapkan dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. Hal ini berarti bahwa materi yang diberikan kepada mahasiswa dalam proses pembelajaran dapat diterapkan dan dikembangkan dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. Namun, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan metode pandang, pola pikir, dan sikap, serta perilaku masyarakat dalam menangani masalah kesehatan, kesadaran, dan pengembangan generasi yang memprioritaskan kesehatan usia dini. Pemberdayaan masyarakat ini sangat penting dan harus dilaksanakan guna melindungi masyarakat dari keterbelakangan. Memilih lokasi di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang, merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan masyarakat dengan pendekatan interdisipliner dan lintas sektor. Situasi masyarakat masih menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah ketidakmampuan kesadaran masyarakat dalam mendukung pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Keterbatasan ekonomi juga menjadi tantangan bagi masyarakat untuk menjadi lebih matang. Gizi buruk, gangguan perilaku, penyakit infeksi, penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit, dan penyakit saluran pernapasan merupakan masalah kesehatan yang sering muncul pada anak-anak usia dini. Dalam wawancara dengan masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap 35 anak dari usia lahir hingga usia sekolah, terdapat dua anak yang mengalami stunting. Berdasarkan latar belakang di atas, populasi yang diidentifikasi memiliki berbagai keunggulan dan potensi yang dapat dikembangkan ketika kegiatan yang disebutkan di atas Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dan Meskipun jumlah penduduk di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang tidak banyak, diharapkan mereka dapat memberikan solusi yang saling menguntungkan bagi masyarakat. Tujuan Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mengatasi Stunting Melalui Ketersediaan Air Bersih Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang. e-ISSN 3089-6622 Jurnal Masyarakat Vol 2 . December 2025, page 63-69 Received 10 November. Revised 26 November. Accepted 28 November 2025 METODE Pemberdayaan masyarakat di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang dilaksanakan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan dapat bekerja sama dalam kegiatan pemberdayaan dan pembangunan masyarakat sebagai wadah penerapan teknologi dan mekanisme kerja yang sesuai dengan persyaratan saat ini. Dua metode yang digunakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Bethesda Serukam adalah Bakti Sosial (Bakso. dan Pengajaran/Penyuluhan Kesehatan. Metode berikut digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM): Analisis Potensi Lokal dan Sosialisasi Program Analisis potensi lokal dan sosialisasi program dilakukan dengan cara melakukan opbservasi langsung di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang dengan beberapa tahapan mengunjungi kepala desa, sosialisasi program kepada perangkat desa dan masyarakat serta penetuan jadwal pelaksanaan program. Pemilihan Mitra Pemilihan mitra dilakukan dengan mmemperhatian keahlian mitra dibidang pengairan air bersih, sehingga hasil dapat dialkukan dengan efektif dan efisien. Adapun partisipasi mitra dalam pelaksanaan program ini bersama masyarakat di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW: 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang, dengan 11 kepala keluaga adalah terlibat langsung terkait diskusi kegiatan PkM yang terdiri dari kepala desa, kepala dusun. RT/RW dosen 2 orang. KK dan Ibu Rumah Tangga sesuai target yang sudah disepakati bersama. Pembentukan Tim Kerja Pembentukan tim kerja dilakukan setelah usulan program kerja disetujui oleh Kepala Desa Tumiang. Perwakilan masyarakat, kemudian masing-masing Kepala Keluarga (KK) diminta mengirimkan perwakilan keluarganya untuk dijadikan tim Pelatihan Masyarakat Tim akan memberikan pengajaran berupa penyuluhan PHBS dan pencegahan stunting agar warga sadar untuk melakukan perilaku yang mendukung pencegahan stunting adalah salah satunya PHBS secara praktis seperti mencuci tangan dengan air dan sabun, mengkonsumsi makanan dan air minum yang sehat, tidak membuang sampah dan buang air besar sembarangan tempat, lingkungan bersih dan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi gizi seimbang keluarga Pendampingan Kegiatan Melakukan edukasi tentang praktik air minum yang layak untuk dikonsumsi, penyimpanan air bersih tertutup, pembagian susu dan telur kepada anak-anak usia 1-12 tahun dan bersama warga membuat penampungan air bersih sederhana dengan biaya yang daapt dijangkau oleh masyarakat setempat. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor ekonomi dan pendidikan yang masih belum memadai mempengaruhi kualitas masyarakat dalam melaksanakan kegiatan, sehingga memerlukan pendampingan dalam setiap program yang dilaksanakan. Tingkat responsivitas masyarakat terhadap pendidikan di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang, menjadi indikator kualitas. Angka putus sekolah akhirnya mempengaruhi pernikahan dini, yang masih cukup tinggi. Sebagian besar memiliki riwayat pendidikan terakhir SD dan SMP, serta beberapa yang belum menyelesaikan pendidikan, sehingga penting untuk hidup sehat dan bahagia. e-ISSN 3089-6622 Jurnal Masyarakat Vol 2 . December 2025, page 63-69 Received 10 November. Revised 26 November. Accepted 28 November 2025 Gambar 1 Kondisi masyarakat dengan perilaku hidup bersih Pada Gambar 1 merupakan Kondisi masyarakat dengan perilaku hidup bersih masih kurang di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang. Gambar 2 Kegiatan Pengajaran dan Pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Adapun Gambar 2 merupakan kegiatan Pengajaran dan Pelatihan bersama dengan masyarakat berupa: Memberikan materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada Tim Mitra Menyampaikan materi edukasi tentang praktik kesehatan gizi kepada Tim Mitra. Memberikan demonstrasi langsung dan kesempatan untuk tanya jawab atau diskusi bersama nara sumber yang disediakan oleh tim pengabdian kepada Masyarakat. Gambar 3 Kegiatan sosial berkoordinasi dalam pelaksanaan pembuatan fasilitas air bersih e-ISSN 3089-6622 Jurnal Masyarakat Vol 2 . December 2025, page 63-69 Received 10 November. Revised 26 November. Accepted 28 November 2025 Pada Gambar 3 Kegiatan sosial berkoordinasi dalam pelaksanaan pembuatan fasilitas air bersih, dimana keterlibatan masyarakat memberikan kontribusi yang santa penting dalam kelanjutan pemeliharaan fasilitas yang dikerjakan. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan, dan terdapat beberapa faktor pendorong atau Di antara faktor-faktor tersebut adalah: . Mendapatkan umpan balik positif dan dukungan dari masyarakat di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang. Mendapat bantuan dari Bank BPD dan Dewan daerah dengan memberikan bantuan dana di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang, . Masyarakat juga antusias berpartisipasi serta memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dengan keterampilan berkebun dan bertani, sehingga sangat memungkinkan untuk medukung keterbatasan yang ada baik ekonomi maupun pendidikan. Selain faktor pendukung, dalam kegiatan ini juga didapatkan faktor penghambat, anta lain: Tingginya tradisi atau kebiasaan kelompok sosial yang dianggap penting, yang membuat sulit untuk berpartisipasi dalam program tersebut karena keterbatasan waktu yang terkait dengan pekerjaan sehari-hari. Tujuan Tim adalah untuk mengadakan percakapan lain dengan komunitas guna mencari waktu luang sehingga semua anggota keluarga dan kepala keluarga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat, antara lain: membangun kerja sama dengan tokoh masyarakat (Ketua RT) dalam melakukan sosialisasim Tim mencari tahu waktu koosng, sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat dihadiri oleh semua kepala dan anggota keluarga. Tim diskusi dan sosialisasi setiap melakukan kegiatan melalui obrolan selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan meningkatnya kesadaran masyarakat dan kesejahteraan ekonomi di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang, dimana masyarakat sadar bahwa kebutuhan air bersih melalui partisipasi aktif berbagai pihak, berdampak kepada masyarakat untuk hidup mandiri dalam mengatasi masalah sumber air bersihnya, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Pendekatan dalam kegiatan ini tidak hanya memperhatikan peningkatan kualitas air, tetapi juga pada upaya pencegahan stunting yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di banyak wilayah Indonesia (Laili & Andriani, 2019. Rahayuwati et al. , 2. Kualitas air yang buruk dapat meningkatkan risiko stunting pada anak-anak, mengingat pentingnya air bersih untuk menjaga kesehatan pencernaan dan sistem imun. Dengan pengolahan air yang lebih baik, diharapkan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak dapat dikurangi, yang pada akhirnya mendukung upaya penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Kegiatan pengabdian ini juga berdampak dalam kemandisian masyarakat untuk melaksanaakn pengelolaan air bersih secara mandiri melalui iuran per KK dan ditunjuk koordinaotr untuk pemeliharaan pipa dan pengawasan air apabila ada kemacetan. Pengelolaan yang dialkukan ini juga tidak hanya terkait dengan pemeliharaan fasilitas pengolahan air, tetapi juga dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat secara Sebagaimana dijelaskan oleh Chambers . , keberhasilan pemberdayaan masyarakat sangat ditentukan oleh sejauh mana masyarakat dapat mengelola dan merawat hasil dari program pengabdian tersebut, sehingga menjadi salah satu program yang dapat mencegah terjadinya stunting di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang. KESIMPULAN Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, didapatkan meningkatnya kesadaran masyarakat dan kesejahteraan ekonomi yaitu dengan ketersediaan air bersih, kebutuhan pengadaan air lebih mudah dan dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat di Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang. Aparat desa dan masyarakat dapat memaksimalkan koordinasi sehingga program dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. e-ISSN 3089-6622 Jurnal Masyarakat Vol 2 . December 2025, page 63-69 Received 10 November. Revised 26 November. Accepted 28 November 2025 Pernyataan Konflik Kepentingan Tidak ada konflik kepentingan Sumber Pendanaan Kegiatan ini bersumber dari pembiayaan dana internal Institusi Akademi Keperawatan Bethesda Serukam Ucapan Terima Kasih Kegiatan PkM ini dilaksanakan dengan bantuan banyak pihak. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Akademi Keperawatan Bethesda Serukam atas dukungan finansial dan fasilitas yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Tumiang, tokoh masyarakat Dusun Pasrah, dan seluruh warga Kampung Bukit Blok C & D. RT/RW 04/03 Dusun Pasrah. Desa Tumiang, yang telah aktif berpartisipasi dan memberikan dukungan selama proses berlangsung REFERENSI