EFEKTIFITAS APLIKASI PESTISIDA NABATI TERHADAP HAMA WALANG SANGIT ( Leptotocorisa oratorius ) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativ. DI KELOMPOK TANI AuMANDIRIAy DESA CIPEUYEUM KECAMATAN HAUR WANGI KABUPATEN CIANJUR Oleh: Ir. Ramli. MP* dan Nina Sumartina. SP ** RINGKASAN Penggunaan pestisida nabati punya nilai ekonomis dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ) dimana penngendaliannya diarahkan kepada sistem pengendalian hama terpadu ( PHT ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis pestisida nabati yang sering diaplikasikan terhadap hama sasaran, untuk mengetahui selisih biaya faktor produksi juga untuk mengetahui efektifitas aplikasi pestisida nabati terhadap hama walang sangit ( Leptotocorisa oraterius ) pada tanaman padi ( Oryza sativa ). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pestisida nabati yang paling banyak diaplikasikan ada dua jenis yaitu pestisida cabe merah ( Capsicum annum ) dan pestisida daun suren ( Toona sureni ). Untuk selisih biaya faktor produksi antara selisih bahan baku, biaya tenaga kerja dan overhead pabrik ternyata aplikasi pestisida nabati masih mempunyai keunggulan dari pada aplikasi pestisida kimia yaitu sebesar Rp. 00,- atau 49. 0385% dari total biaya aplikasi pestisida kimia yaitu sebesar Rp. 00,-. Untuk keefefektifan aplikasi pestisida nabati dapat terbuktikan dengan cara membandingkan Output Anggaran seharusnya ( OA ) dengan Output Sesungguhnya ( OS ) dimana ( OA ) > ( OS ) dan dengan adanya selisih biaya faktor produksi yang mencapai 49. 0385% atau mendekati 50%. Kata kunci : Pestisida Nabati. Biaya ABSTRACT The usage of vegetable pesticide has economical value in controling Plant Vermin Organism ( PVO ) where its control is directed to cohesive control of pest system. The aims of the research are to know the kinds of vegetable pesticide which is usually applied towards the target pest, to know the difference cost of production factor also to know vegetable effectiveness application which applied towards walang sangit ( Leptotocorisa oraterius ) pest in paddy plant ( Oryza sativa ). The research method which used is qualitative descriptive method. The research result shows that the kind of vegetable pesticide which is most applied devided into two kinds those are pesticide from red pepper ( Capsicum annum ) and suren leaves pesticide ( Toona sureni ). For the difference of production factor cost between basic difference, labour cost difference and factory overhead cost difference actually the vegetable pesticide still has more superiority than the chemical pesticide application that is Rp. 00,- or 49. 0385% from the total chemical pesticide application cost that is Rp. 00,-. For the effectiveness of vegetable pesticide application can be proved by comparing Budget Output with Actual Output where ( BO ) > ( AO ) and by production factor difference cost which is up to 49. 0385% or almost 50%. Kata words : Biopesticide. Cost *Dosen Fakultas Pertanian UNSUR ** Alumni Fakultas Pertanian UNSUR Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 PENDAHULUAN Dalam produksi pertanian tidak terlepas dari yang namanya produksi salah satunya adalah penggunaan pestisida dalam upaya Pengendalian Hama Terpadu ( PHT ) namun dalam penggunaanya sangat tidak bijaksana terbuktikan dengan banyaknya korban, baik binatang, ternak, manusia dan lingkungan karena akibat dari residu bahan kimia yang semakin menakutkan manusia ( Anonimous, 1993 ), sehingga hal tersebut mendorong seseorang atau suatu organisasi meminimalkan biaya faktor produksi dengan mulai menciptakan berbagai tanaman/MOL, kompos, pestisida hayati dan nabati yang bersumber dari bahan dasar alam yang ada dilingkungan salah satu organisasi tersebut Kelompok Tani Au MandiriAy berdiri semenjak Tanggal 15 Januari tahun 2007 menciptakan berbagai jenis produk organik salah satunya adalah pestisida nabati, mereka menciptakan pestisida nabati terutama untuk memberantas organisme pengganggu tanaman yang ( Leptotocorisa oratorius ) yang daya dibandingkan dengan hama yang lainya. Pestisida nabati merupakan kearifan lokal di Indonesia yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ), guna mendukung terciptanya sistem pertanian organik. Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan atau bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang atau buah Kardinan ( 2008 ). Pestisida nabati bahan bakunya mudah didapat, mudah dibuat juga murah. Jenis pestisida ini bersifat mudah terurai dan bersifat Ay pukul dan lari Ay ( hit and ru. , yaitu apabila diaplikasikan akan membunuh hama pada waktu itu dan setelah hamanya terbunuh akan cepat menghilang di alam. Dengan demikian tanaman akan terbebas dari residu pestisida dan aman untuk dikonsumsi. Penggunaan pestisida nabati dimaksudkan bukan untuk meninggalkan dan mengganggap penggunaan pestisida sintetis, hanya merupakan suatu cara alternatif dengan tujuan agar pengguna tidak tergantung kepada pestisida Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui jenis pestisida nabati yang biasa diaplikasikan terhadap hama walang sangit (Leptotorisa oratorius ). Mengetahui seberapa besar (%) selisih biaya produksi aplikasi pestisida nabati dengan aplikasi pestisida kimia. Mengetahui efektifitas pestisida nabati terhadap hama walang sangit ( Leptotorisa oratorius ) pada tanaman padi ( Oryza sativa ). METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan mulai bulan Agustus Tahun 2012 sampai bulan Pebruari Tahun 2013 bertempat di Kelompok Tani AuMandiriAy beralamat di Kp. Mareleng Rt. 01 Rw. Desa Cipeuyeum Kecamatan Haur Wangi Kabupaten Cianjur. Berdasarkan data, responden diperoleh dari seluruh anggota kelompok tani yang berjumlah 25 orang. Efektivitas aplikasi pestisida nabati terhadap hama walang sangit (Leptotocorisa oratoriu. pada tanaman padi (Oryza Sativ. di kelompok tani AuMandiriAy Desa Cipeyeum Kec. Haurwangi Cianjur Kerangka pemikiran yang disusun berdasarkan keadaan di Kelompok Tani AuMandiriAy seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Adanya serangan hama walang sangit ( Leptotocorisa oratorius ) terhadap budidaya tanaman padi ( Oryzaiva sativa ) Pada umumnya pemakaian pestisida sintetik oleh petani masih tinggi Penggunaan pestisida sintetik tidak efektif dan efisien dalam menekan serangan hama walang sangit ( Leptotocorisa oratorius ) Pemakaian pestisida nabati dianggap efektif dan efisien dalam menanggulangi serangan hama walang sangit ( Leptotocorisa oratorius ) Menciptakan berbagai jenis pestisida nabati, secara mandiri, di mulai dari pemanfaatan bagian tanaman ( akar, dahan, batang, daun, biji dan buah, ) Data Aplikasi berbagai jenis pestisida nabati oleh semua anggota kelompok Tani AuMandiri Ay terhadap hama tanaman padi Penelitian Efektifitas Aplikasi pestisida Nabati Terhadap Hama Walang Sangit ( Leptotocorisa oraterius ) pada Tanaman Padi Di Kelompok TaniAyMandiriAy Desa Cipeuyeum Kecamatan Haur Wangi Kabupaten Cianjur Analisis Statistik deskriftif Hasil Penelitian Gambar 1. Bagan Kerangka Pemikiran Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Tabel 1. Kisi-kisi instrumen penelitian Variabel Konsep Indikator-indikator Skala Jenis jenis bahan baku Ketersediaan Alat produksi SDM Interval Biaya bahan baku Selisih Biaya Produksi Antara Aplikasi Pestisida Kimia & Pestisid Nabati Biaya tenaga Kerja Biaya overhead pabrik Interval Proses produksi Perbandingan Waktu Daya tahan produk Rotasi aplikasi Interval Aplikasi pestisida kimia Perbandingan Dosis/Ha Aplikasi pestisid nabati Interval Terhadap pengguna Ukuran keamana produk menurut Terhadap lingkungan Terhadap tanaman Interval Terhadap hasil pangan Sumber: Sumartina, ( 2013 ), tidak dipublikasikan Analisis data menggunakan metode Analisis Deskriftif dengan bantuan program Software Microsoft Excel Efektivitas aplikasi pestisida nabati terhadap hama walang sangit (Leptotocorisa oratoriu. pada tanaman padi (Oryza Sativ. di kelompok tani AuMandiriAy Desa Cipeyeum Kec. Haurwangi Cianjur HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Responden Karakteristik Responden Berdasarkan Umur (A) 3, 12% 5, 20% 1 Usia 32-40 2 Usia 41-50 3 Usia 51-60 3, 12% 9, 36% 4 Usia 61-70 5 Usia 71-80 5, 20% Karakteristik Responden Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan (B) SD. SLTP. SLTA. PT, 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Luas Lahan Garapan (C) Antara Antara Antara 500 - 0. 710 - 0. 90 - 1. Antara 5A Antara - 0. Gambar: (A) Karakteristik responden berdasarkan umur, . Karakteristik responden berdasarkan latar belakang pendidikan, (C) Karakteristik responden berdasarkan luas lahan garapan Hasil olah data membuktikan bahwa aplikasi pestisida nabati sangat efektif diterapkan terhadap hama Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 walang sangit ditunjukan dengan hasil survei rsponden seperti terlihat pada gambar grafik dibawah ini. Data Kuesioner Responden Tentang Jenis Pestisida Nabati Yang Sering Diproduksi (A ) Jenis Pestisida Nabati Selalu Tidak Selalu Jumlah ( Orang ) Persentase Produksi Suren Cabe Jengkol Patrawali Sambiloto Srikaya Serai Mindi Mimba Bawang Putih Sirsak Sirih Hasil pada tabel diatas menunjukan bahwa bahan baku pestisida yang berasal dari tanaman cabe dan suren yang menduduki jumlah terbanyak dan selalu mereka produksi dan selalu diaplikasikan terhadap hama walang sangit pada tanaman padi, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Jenis- jenis pestisida nabati yang sering diproduksi dan diaplikasikan (B) 0 0 0 Dan untuk selisih faktor produksi meliputi selisih biaya bahan baku, selisih biaya tenaga kerja langsung dan selisih biaya overhead 80 96 92 80 96 pabrik, dengan menggunakan Model Satu Selisih ( The One - Way Model ). Mulyadi . , maka didapatkan hasil seperti dibawah ini. Efektivitas aplikasi pestisida nabati terhadap hama walang sangit (Leptotocorisa oratoriu. pada tanaman padi (Oryza Sativ. di kelompok tani AuMandiriAy Desa Cipeyeum Kec. Haurwangi Cianjur Aplikasi Pestisida Kimia (C) APLIKASI PESTISIDA KIMIA SATUAN BIAYA VOLUME (RP) (RP) Curakron 1 Liter Gandasil 1 Liter Regent 1 Liter 4 Orang KOMPONEN Pestisida Tenaga Kerja Penyemprotan 2 HOK Jumlah Total Aplikasi Pestisida Nabati (D) APLIKASI PESTISIDA NABATI KOMPONEN VOLUME SATUAN BIAYA (RP) (RP) Pestisida Nabati Suren 10 Liter Cabe 10 Liter 8 Orang Tenaga Kerja Penyemprotan 4 HOK Jumlah Total Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Biaya Overhead Pabrik (E) KOMPONEN Bahan Baku Suren Cabe Tenaga Kerja Penumbukan 1 HOK Menghasilkan Jumlah Total 1 2-3 BIAYA OVERHEAD PABRIK SATUAN VOLUME (RP) BIAYA (RP) 1 Karung A Kg 00,15. 00,15. 2 Orang 1000 Liter 00,5. 00,500. Tabel diatas menunjukan bahwa biaya aplikasi pestisida Kimia sebesar Rp. 00,-, aplikasi pestisida nabati sebesar Rp. 00,- dan biaya overhead pabrik sebesar Rp. 00,yang menghasilkan input produksi sebesar Rp. 00,- dan jikalau keuntungan input produksi dibebankan untuk menutupi seluruh biaya produksi aplikasi pestisida nabati ternyata masih ada sisa keuntungan sebesar Rp. 00,-. Untuk lebih jelasnya hasil hitungan tersebut dapat dilihat seperti St = HSt iA Hs 00, = iA 340. ( 34. 6154 % ) Dimana : = Total Selisih HSt = Harga Standar Seharusnya = Harga Sesungguhnya Apabila para anggota kelompok tani Au Mandiri Au memproduksi pestisida nabati sendiri, maka akan mendapatkan keuntungan seperti tercantum dibawah OP= . BTK) iA IP 00-. , 60. Dimana: = Keuntungan b = Biaya Bahan Baku BTK = Biaya Tenaga Kerja = Output Produksi Apabila Keuntungan dari biaya overhead pabrik dibebankan untuk menutupi biaya produksi dengan menggunakan aplikasi pestisida nabati, tercantum dibawah ini. KOP=JKP iA BAPN iA 340. 423 % ) Dmana: KOP : Keuntungan Overhead Pabrik JKP : Jumlah Keuntungan Produksi BAPN : Biaya Aplikasi Pestisida Nabati Persentase diambil apabila dibandingkan dengan biaya aplikasi pestisida kimia. Sehingga apabila persentae disatukan keuntungaanya mencapai 49. hampir mencapai 50%, untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar grafik dibawah Efektivitas aplikasi pestisida nabati terhadap hama walang sangit (Leptotocorisa oratoriu. pada tanaman padi (Oryza Sativ. di kelompok tani AuMandiriAy Desa Cipeyeum Kec. Haurwangi Cianjur Persentasi Selisih biaya produksi antara aplikasi pestisida nabati dan aplikasi pestisida kimia (F) Selisih Biaya Produksi ( % ) Aplikasi Pestisida Kimia Rp. 00, 100% Aplikasi Pestisida Nabati Rp. 00, 49% Pembanding Efektifitas ( G ) Pembanding Jumlah Nominal ( RP Output Anggaran Seharusnya ( OA ) Output Anggaran Sesungguhnya ( OS ) Status OA > OS Gambar: (A) Data Kuesioner Responden Tentang Jenis Pestisida Nabati Yang Sering Diproduksi (B) Jenis- jenis pestisida nabati yang sering diproduksi dan diaplikasikan (C) Tabel Aplikasi Pestisida Kimia (D) Tabel Aplikasi Pestisida Nabati (E) Tabel Biaya Overhead Pabrik (F) Persentasi Selisih biaya produksi antara aplikasi pestisida nabati dan aplikasi pestisida kimia (G) Tabel Pembanding Efektifitas. KESIMPULAN Jenis pestisida nabati yang biasa diproduksi oleh para kelompok tani AumandiriAy untuk walang sangit Leptotocorisa oratorios ) pada budidaya tanaman padi ( Oryza sativa ) ada 2 Jenis yang menurut mereka sangat efektif untuk membasmi hama Pestisida dari daun suren ( Toona sureni ) dan Pestisida dari cabe merah ( Capsicum Annum ) Setelah dianalisis antara biaya produksi aplikasi pestisida nabati dengan aplikasi pestisida kimia maka didapatkan hasil selisih Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 sebesar Rp. 00,- atau 0385% hampir mencapai 50% keuntungan dari pada menggunakan aplikasi berbasis pestisida kimia. Pestisida nabati yang diaplikasikan oleh seluruh anggota kelompok tani AuMandiriAy di Desa Cipeuyeum Kecamatan Haur Wangi Kabupaten Cianjur ternyata dapat terbukti dan bisa diandalkan, karena terlihat jelas bahwa: OA (Output Anggara. Ae (Output Sesungguhny. membuktikan bahwa OA (Output Anggara. masih lebih besar (Output Sesungguhny. Keefektifannya terbukti selain untuk mengendalikan hama walang sangit ( Leptotorisa oratorius ) pada budidaya tanaman padi ( Oryza sativa ) ternyata efektif juga dari berbagai segi diantaranya, ketersediaan bahan baku yang melimpah, biaya produksi murah, memerlukan tenaga ahli yang khusus, karena untuk membuatnya cukup dengan sumber daya manusia yang ada, aman bagi pengguna, manusia, ternak peliharaan aman bagi lingkungan sekitar, efektif pada dosis rendah karena cepat terurai ( biodegradable ) dialam, sehingga tidak mencemari pestisida sintetis dan bisa menghemat biaya produksi, diperkuat juga dengan adanya pengalaman dan pernyataan para anggota kelompok tani AuMandiriAy bahwa pemakaian pestisida nabati bisa menekan ongkos produksi sampai meningkatkan hasil panen. DAFTAR PUSTAKA