ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. Jurnal AGRI PEAT. Vol. 26 No. Maret 2026: 41 - 47 PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME (Glycine max (L) Mer. YANG DIBERI VERMIKOMPOS DAN eco-enzyme PADA TANAH GAMBUT (Growth And Yield of Edamame (Glycine max (L) Mer. Supplied with Vermicompost And Eco-Enzyme On Peat Soi. Merti Suriani. Susi Kresnatita. Asi Pebrina Cicilia. Najla Isyqani Khaira. Anjelin Aprilno. , dan Tiolon. Program Studi Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Universitas Palangka Raya, . Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Universitas Palangka Raya, 3 ) Program Studi Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Universitas Palangka Raya Koresponden : merti@faperta. Diterima: 10/03/2026 Disetujui: 31/03/2026 ABSTRACT The opportunity to edamame plants on peat soil in Palangka Raya City is quite large considering the existence of peat soil extensive, namely 132,315. 2 ha. Management of peat soil with appropriate inputs, namely the provision of ameliorants from vermicompost and liquid organic fertilizer, is expected to improve the physical, chemical and biological properties of peat soil. This study is on organic fertilizer vermicompost and eco-enzyme on the growth and yield of edamame. The interaction vermicompost and eco-enzyme on the growth and yield of edamame. The potential for developing edamame plants on peat land and related to growth and yield. The study used a Completely Randomized Design (CRD) Factorial . and was repeated 4 times. Observation parameters for plant growth: plant height . , number of leaves . , leaf width . at the age of 27 HST and 46 HST. Production parameters: pod length . and fresh pod weight . at harvest . ge 76 HST). The analysis of variance of the F test at 5% level showed that of vermicompost and eco-enzyme at different doses had no significant effect on plant height, number and width of pods, pod length, and fresh weight of edamame pods. However, the application of 40 t. ha-1 of vermicompost and 40 ml of eco-enzyme per polybag resulted in a tendency for increased plant growth and edamame yield. The application of vermicompost and eco-enzyme effectively increased all key indicators of soil fertility, such as pH, water content, organic carbon, pBray1, extra potassium, and CEC. Keywords: eco-enzyme, edamame, peat, vermicompost ABSTRAK Peluang pengembangan tanaman edamame pada tanah gambut di Kota Palangka Raya cukup besar mengingat keberadaan tanah gambut cukup luas yaitu 132. 2 hektar. Pengelolaan tanah gambut dengan input yang tepat yaitu pemberian amelioran dari vermikompos dan pupuk organik cair, diharapkan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah gambut. Penelitian ini merupakan lanjutan penelitian tentang pupuk organik vermikompos dan eco-enzyme terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Bertujuan menelaah interaksi pemberiaan vermikompos dan eco-enzyme terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Manfaat penelitian sebagai kajian potensi pengembangan tanaman edamame di lahan gambut dan sumbangan ilmu pengetahuan terkait pertumbuhan dan hasil. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial . dan diulang sebanyak 4 kali. Parameter pengamatan pertumbuhan tanaman: tinggi tanaman . , jumlah daun . , lebar daun . pada umur 27 HST dan 46 HST. Parameter produksi: panjang polong . dan bobot polong segar . pada saat panen . mur 76 HST). Hasil analisis ragam uji F taraf 5%, pemberian vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda, tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah dan lebar tahun, panjang polong dan bobot segar polong edamame. Namun aplikasi vermikompos 40 t. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Edamame AA. Suriani, dkk (V. dan eco-enzyme 40 ml polibag-1 (E. menghasilkan pertumbuhan tanaman dan hasil edamame yang cenderung meningkat. Pemberian vermikompos dan eco-enzyme efektif meningkatkan semua indikator utama kesuburan tanah, seperti: pH, kadar air. C-Organik, p-Bray1. K-dd dan KTK. Kata kunci: eco-enzyme, edamame, gambut, vermikompos PENDAHULUAN Edamame merupakan salah satu jenis kedelai Jepang yang berukuran besar, polong dan biji berwarna hijau, dipanen saat masih segar dan masih muda. Edamame sangat digemari masyarakat, dapat dikonsumsi sebagai camilan sehat dan bergizi (Sisca et al. , 2. Mengingat peluang pasar yang besar baik dalam negeri maupun eksport yang luas, edamame merupakan tanaman potensial yang perlu dikembangkan. Keunggulan dari biji edamame merupakan sumber nabati protein nabati, lebih besar, rasa lebih manis dan tekstur lebih lembut disbanding kacang kedelai. Menurut data BPS . , produksi edamame Indonesia selama lima tahun terakhir 398 ton, hanya memenuhi 29% dari total kebutuhan edamame nasional. Produksi Indonesia mengimbangi tingginya permintaan konsumen terhadap edamame tersebut, baik kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Permintaan ekspor edamame ke Jepang 75. 000 ton tahun1 dan Amerika 7. 000 ton tahun-1 baru terpenuhi 3% (Permana et al. , 2. Perluasan area budidaya mengalami kendala karena keterbatasan lahan produktif, termasuk di kota Palangka Raya. Lahan produktif menyempit karena alih fungsi lahan menjadi pemukiman penduduk, kegiatan pembangunan, kawasan industri dan kegiatan ekonomi masyarakat lainnya. Alternatif yang dapat dilakukan untuk pemenuhan lahan budidaya tanaman tersebut yaitu, pemanfaatan lahan yang kurang produktif dan memiliki tingkat kesuburan yang rendah, seperti tanah berpasir . dan tanah gambut . Peluang edamame pada tanah gambut di kota Palangka Raya cukup besar mengingat keberadaan tanah gambut cukup luas yaitu 132. 2 hektar termasuk gambut saprik (Salampak et al. , 2. Meskipun dari segi luasan, lahan gambut mempunyai potensi besar, tetapi produktivitas lahan sangat rendah. Produktivitas lahan gambut tergantung pengelolaan dan teknologi budidaya yang diterapkan (Sinaga et al. , 2. Salah satu produktivitas tanah gambut dan mengatasi rendahnya ketersediaan unsur hara, yaitu dengan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah dengan penambahan kascing . dan pupuk organik cair eco-enzyme yang mengandung enzim dan mikroorganisme sebagai agen untuk mempercepat proses dekomposisi zat organik dan anorganik penyusun gambut. Vermikompos merupakan pupuk organik hasil dari perombakan bahan-bahan organik bantuan mikroorganisme dan cacing tanah. Penggunaan vermikompos dimaksudkan untuk mengurangi pupuk kimia yang cenderung mahal dan mencegah kerusakan tanah dan lingkungan oleh penggunaan pupuk kimia yang berlebihan pada tanah yang telah tergredasi kerena pengolahan yang intensif. Sebagai hasil proses dekomposisi oleh cacing tanah, vermikompos mengandung zat pengatur tumbuh seperti gibberellin, sitokinin dan auxin, serta unsur hara N. Mg dan Ca, seperti bakteri Azotobacter sp yang merupakan bakteri penambat N nonsimbiotik yang akan membantu memperkaya unsur N yang dibutuhkan tanaman. (Tanzil et al. 2023 dan Masluki et al. , 2. Vermikompos juga mengandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti Fe. Mn. Zn. Bo dan Mo (Syamsiyah et al. , 2. Sedangkan pupuk organik cair ecoenzyme pada tanah gambut memiliki kelebihan, yaitu unsur hara yang dikandung di dalamnya lebih mudah diserap tanaman, tidak merusak tanah dan tanaman, dapat dimanfaatkan sebagai aktivator untuk mendekomposisi bahan organik (Anggriani et al. , 2. Manfaat lain dari penggunaan eco-enzyme dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara, meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tenaman terhadap kekeringan, merangsang ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. Jurnal AGRI PEAT. Vol. 26 No. Maret 2026: 41 - 47 pertumbuhan cabang produksi, meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah, mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah (Angelica et al. , 2. Pengelolaan tanah gambut dengan input yang tepat yaitu pemberian amelioran dari vermikompos dan pupuk organik cair, diharapkan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah gambut melalui aktivitas mikroorganisme dan biomassa yang merupakan komponen utama siklus unsur hara dan produksi pengatur tumbuh Anggriani et al. Pupuk organik cair mengandung unsur hara makro dan mikro yang esensial yang cukup lengkap seperti N. Ca. Mg. Mo. Cu. Fe. Mn dan bahan organik (Nensia et al. , 2. Dengan menciptakan media tanam tanaman edamame yang mendukung lingkungan pertumbuhan tersebut, hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil. dengan ketelitian 0,5 mm. Data hasil pengamatan yang diperoleh dilakukan analisis ragam dengan uji F 5% dan 1%, dan bila hasil uji F menunjukan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa eco-enzyme berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan bobot segar polong/tanaman. Hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 2. Tabel 3. Tabel 4 dan Tabel 5 di bawah ini. Tinggi Tanaman . Tabel 1. Rata-rata tinggi tanaman . edamame yang diberi vermikompos dan eco enzym dengan dosis yang berbeda pada umur 27 dan 46 HST Tinggi tanaman umur (HST) Perlakuan V1E1 30,00 36,70 V1E2 32,30 38,50 V1E3 28,00 39,30 V2E1 29,30 44,30 V2E2 27,00 33,30 V2E3 33,00 38,70 V3E1 39,30 V3E2 25,00 38,70 V3E3 32,30 38,00 BAHAN DAN METODE Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, yang terdiri atas perlakuan vermikompos dan pupuk organik cair eco-enzyme. Faktor I: Vermikompos (V) terdiri dari 3 taraf: V1= 20 t. ha-1 . V2= 40 t. ha-1 . V3= 60 t. ha-1 dan Faktor II: eco-enzyme (E) yang terdiri dari 3 taraf: E1=20 mL. polibag-1 . E2= 40 mL. polibag-1 . dan E3= 60 mL. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Seluruh satuan percobaan diletakkan di dalam rumah plastik UV 14% untuk mengurangi pengaruh ultraviolet sinar matahari. Tanah yang digunakan sebagai media tanam dalam penelitian ini adalah tanah gambut, diambil dari Kelurahan Kereng Bangkirai. Kecamatan Sebangau. Kota Palangka Raya. Sampel tanah yang digunakan sebelum penelitian dan setelah penelitian dianalisis laboratorium diambil pada kedalaman 15 Ae 35 Sifat kimia tanah yang dianalisis adalah N. C-organik, kadar air. KTK dan pH. Media tanam setiap polibag, tanah gambut kering angin 12 kg dan dicampur dengan tanah mineral 4 kg. Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman . , jumlah daun . , lebar daun . pada umur 27, 46 HST dan bobot polong segar . 70 HST . aat pane. Lebar daun diukur dari titik terlebar pada helaian daun secara horizontal menggunakan penggaris Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata uji BNJ 5% Tabel 1 menunjukkan bahwa pemberian vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda, tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman umur 27 HST dan 46 HST. Namun aplikasi vermikompos 60 t. ha-1 dan ecoenzyme 20 ml polibag-1 (V3E. cenderung menghasilkan tinggi tanaman 39,30 cm pada umur 27 HST dan 44,30 cm pada umur 46 HST, walaupun tidak berbeda nyata dengan perlakuan Berdasarkan karakteristik pertumbuhan tinggi edamame antara 30 Ae 100 cm, maka pemberian pupuk organik vermikompos dan pupuk cair eco-enzyme dengan dosis tersebut, efektif mendukung pertumbuhan edamame yang ditanam pada tanah gambut. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Edamame AA. Suriani, dkk Jumlah Daun (Hela. Tabel 2. Rata-rata jumlah daun . tanaman edamame yang diberi vermikompos dan eco enzym dengan dosis yang berbeda pada umur 27 dan 46 HST Jumlah daun tanaman umur (HST) Perlakuan V1E1 21,90ab 55,00 V1E2 26,70a 51,00 V1E3 17,00a 63,30 V2E1 13,70a 58,30 V2E2 17,00a V2E3 19,00a 46,00 V3E1 29,00b 66,00 V3E2 15,70a 58,30 V3E3 15,70a 57,30 Tabel 3. Rata-rata lebar daun . tanaman edamame yang diberi vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda pada umur 27 dan 46 HST Lebar daun . (HST) Perlakuan V1E1 82,13ab 340,57 V1E2 98,13ab 279,50 V1E3 75,83ab 357,77 V2E1 53,50a 325,00 V2E2 62,97a 281,47 V2E3 79,17ab 324,89 V3E1 138,53b 373,77 V3E2 339,07 V3E3 60,97a 288,23 Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata uji BNJ 5% Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata uji BNJ 5% Bobot segar . Polong Saat Panen Tabel 4 menunjukkan bahwa pemberian vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda, tidak berbeda nyata terhadap bobot segar polong edamame. Namun aplikasi vermikompos 40 t. ha-1 dan eco-enzyme 20 polibag-1 (V2E. menghasil bobot segar polong tertinggi saat panen yaitu rata-rata 85,66 g pertanaman. Tabel 2 menunjukkan bahwa pemberian vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda, tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun umur 27 HST dan 46 HST, kecuali pada perlakuan V1E1. Namun aplikasi vermikompos 60 t. ha-1 dan eco-enzyme 20 ml polibag-1 (V3E. cenderung meningkatkan jumlah daun tanaman rata-rata 29 helai pada umur 27 HST dan 66 helai pada umur 46 HST. Pupuk organik vermikompos dan eco-enzyme pada dosis tersebut diduga efektif meningkatkan pembentukan daun baru dan kloroplas, karena vermikompos dan eco-enzyme merupakan pupuk organik yang mampu meningkatkan unsur hara makro seperti nitrogen yang cepat dan tersedia digunakan oleh tanaman, sehingga mampu meningkatkan fotosintesis pada tanaman (Endang et al. , 2. Tabel 4. Rata-rata bobot polong . tanaman edamame yang diberi vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda pada umur 70 HST . aat Bobot Polong . Perlakuan Usia 70 HST V1E1 72,463 V1E2 62,507 V1E3 62,537 V2E1 85,660 V2E2 54,517 V2E3 45,047 V3E1 78,983 V3E2 60,697 V3E3 67,190 Lebar Daun . Tabel 3 menunjukkan bahwa pemberian vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda, tidak berbeda nyata terhadap lebar daun tanaman umur 46 HST. Namun aplikasi vermikompos 60 t. ha-1 dan eco-enzyme 20 polibag-1 (V3E. efektif menghasil lebar daun tertinggi yaitu 373,77 cm pada umur 46 HST yang ditanam pada tanah gambut, walaupun tidak berbeda nyata dengan perlakuan Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata uji BNJ 5% ISSN :1411 Ae 6782 (Ceta. 2620-6935 (Elektroni. Jurnal AGRI PEAT. Vol. 26 No. Maret 2026: 41 - 47 Panjang Polong Segar . Saat Panen Tabel 4 menunjukkan bahwa pemberian vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda, tidak berbeda nyata terhadap panjang polong edamame. Namun aplikasi vermikompos 20 t. ha-1 dan eco-enzyme 60 polibag-1 (V1E. menghasil panjang polong segar tertinggi saat panen yaitu rata-rata 6,25 cm/tanaman. Peningkatan pertumbuhan, bobot segar dan panjang polong edamame yang ditanam pada tanah gambut tersebut, erat kaitannya dengan pemberian eco-enzyme meningkatkan kondisi lingkungan tumbuh menjadi lebih baik, meningkatkan kemampuan menahan air, memperbaiki permeabilitas dan mikroorganisme meningkat. Perbaikan kondisi media tanam yang baik tersebut, memudahkan (Mutammimah et al. , 2. Hal tersebut juga didukung dengan hasil analisis tanah sebelum dan setelah penelitian, seperti pada Tabel 5 dibawah ini. Tabel 6 menunjukkaan bahwa setelah pemberian vermikompos dan eco-enzyme semua indikator utama kesuburan tanah meningkat, seperti pH kadar air. C-Organik, p-Bray 1. K-dd dan KTK meningkat dan menjadi lebih baik. Dengan demikian vermikompos dan ecoenzyme efektif memperbaiki sifat fisik, biologi dan tingkat kesuburan tanah gambut. Kandungan pH media tanam dari 4,81 meningkat menjadi 5,40 - 5,69, pH sesuai dengan syarat tumbuh edamame yang tumbuh pada pH 5,5 - 6,5 (Korniawati et al. , 2. N total meningkat dari 0,85% menjadi 0,93 Ae 1,68% yang mengindikasi kandungan nitrogen dalam tanah, baik dalam bentuk organik maupun anorganik (NH4 dan NO3-) lebih berpotensi menyuplai unsur hara untuk pertumbuhan tanaman dan meningkatkan aktivitas fotosintesis (Nadia et al. , 2. Kandungan C-Organik meningkat dari 24,17% menjadi 38,3 Ae 40,35% yang berasal dari sisasisa tanaman, hewan, dan mikroba yang terdekomposisi. Kandungan C-Organik yang terurai tersebut mampu memperbaiki struktur tanah, aerasi, retensi air, serta menyediakan nutrisi bagi mikroorganisme. Pemberian vermikompos dan eco-enzyme pada media tanam tanah gambut, juga meningkatkan P-Bray dari 372,51 ppm menjadi 772,51 Ae 951 ppm, sehingga tingkat ketersediaan P tanah yang larut dalam air yang dapat diserap tanaman juga meningkat (Bakri et al. , 2. Demikian pula kandungan K-dd (Kalium dapat dipertukarka. atau jumlah unsur hara Kalium (K ) yang terjerap pada koloid tanah dan tersedia untuk diserap akar tanaman juga meningkat, dari 0,02 g menjadi 0,41 Ae 0,54 g. Pemberian dosis vermikompos 40 - 60 t. ha-1 dan eco-enzyme 40 Ae 60 ml/polibag mampu meningkatkan KTK. KTK menunjukkan kemampuan koloid tanah media tanam untuk menyerap, menahan, dan mempertukarkan ion bermuatan positif seperti Mg2 . K , dan Na (Wisang et al. , 2. Semakin tinggi nilai KTK berarti tingkat kesuburan tanah semakin meningkat. Tabel 5. Rata-rata bobot polong . tanaman edamame yang diberi vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda pada umur 70 HST . aat Panjang Polong . Perlakuan Usia 70 HST V1E1 5,45 V1E2 5,42 V1E3 6,25 V2E1 5,89 V2E2 5,23 V2E3 5,47 V3E1 5,74 V3E2 5,55 V3E3 5,67 Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata uji BNJ 5% Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Edamame AA. Suriani, dkk Tabel 6. Data hasil analisis media tanam Kode Sampel H2O N-Total (%) 4,81 0,83 V1E1 V2E2 V3E3 5,48 5,64 5,69 0,93 1,05 1,68 Parameter Uji Kadar air C-Organik P-Bray l (%) (%) Sebelum Penelitian: 24,17 29,39 372,51 Setelah Penelitian: 115,93 773,02 128,88 39,47 823,99 40,35 951,89 KESIMPULAN K-dd . e/100 . KTK . e/100 . 0,02 84,27 0,54 0,41 0,44 71,38 85,26 88,41 Tanah Gambut. Jurnal Online Mahasiswa. Universitas Riau. https://jom. id/index. php/JOMF APERIKA. Bakri. Nabilla Meilasari. Kharisma Putri Utami. Upaya Perbaikan P-Tersedia Tanah Ultisol untuk Mendukung Pertumbuhan Bibit Tanaman Sengon Melalui Aplikasi Vermikompos dan Sp36. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-13 Tahun 2025. Palembang Oktober AuOptimalisasi Lahan Suboptimal untuk Mendukung Swasembada Pangan BerkelanjutanAy. Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI). BPS. Produksi Pertanian Indonesia. https://w. Endang Kantikowati. Karya. Dian Murti Minangsih. Joko Santoso. Radita Mutiawati. Pertumbuhan Dan Hasil Edamame (Glycine Max L. Varietas Ryokko Akibat Perlakuan Pupuk Kandang Ayam Dan Nitrogen. Jurnal Ilmiah Pertanian: Agro Tatanen. : 21-29. Korniawati Septi. Warganda. Rini Susana. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai Edamame Dengan Pemberian Lumpur Merah Dan Pupuk Sp-36 Pada Tanah Podsolik Merah Kuning. Jurnal Agro Khatulistiwa. : 46-57. Masluki. Mutmainnah, dan Erni Firdamayanti. Karakteristik Kimia Biochar Limbah Sagu dan Potensinya sebagai Amelioran Tanah Ultisol. Jurnal Wanatani. : 112-117. Mutammiah Ulfa. Slamet Minardi. Suryono. Ongko Cahyono. Efektivitas Pupuk Organik pada Nitrogen. Fosfor, dan Produksi Kedelai di Tanah Masam. Pemberian vermikompos dan eco-enzyme dengan dosis yang berbeda, tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah dan lebar tahun, dan bobot segar polong edamame. Aplikasi vermikompos 40 t. ha-1 dan eco-1 enzyme 40 mL. polibag (V2E. menghasil pertumbuhan tanaman dan hasil edamame yang cenderung meningkat. Pemberian vermikompos dan eco-enzyme pada tanah gambut efektif meningkatkan semua indikator utama kesuburan tanah, seperti: pH, kadar air. C-Organik. P-Bray 1. K-dd dan KTK. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Dekan Fakultas Pertanian. Kehutanan dan Perikanan Universitas Palangka Raya, yang telah membantu pembiayaan penelitian dosen pemula melalui DIPA Fakultas Tahun 2025. DAFTAR PUSTAKA