Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 PENGARUH PENGGUNAAN ABU SERABUT KELAPA SUBSTITUSI SEBAGIAN SEMEN DENGAN PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON Diana Puspitasari 1, Zainuddin2, Bella Lutfiani Al Zakina3 1,2,3 Universitas Bojonegoro, Jl. Lettu Suyitno no.2 Bojonegoro dianapuspita841@gmail.com ABSTRAK Limbah sering dimanfaatkan menjadi suatu bahan yang dapat difungsikan untuk keperluan tertentu seperti bidang rekayasa bahan bangunan. Salah satu limbah yang belum begitu banyak diteliti sebagai bahan campuran pembuatan beton yaitu Abu Serabut Kelapa (ASK). Pada penelitian ini abu serabut kelapa sebagai substitusi sebagian semen dalam campuran beton. Untuk mengatasi kesulitan pengerjaan beton tersebut digunakan bahan tambah cairan superplasticizer. Superplasticizer digunakan untuk pengurang kadar air (water reducer) dan mempercepat waktu ikat (accelerator). Penambahan superplasticizer sebesar 1% dari berat semen dengan pengurangan air sebesar 10%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian semen dengan abu serabut kelapa dan penambahan superplasticizer terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton. Persentase pengganti semen dengan abu serabut kelapa sebanyak 0%, 1%, 2,5%, dan 4%. Mutu beton yang direncanakan 25 MPa dan lamanya waktu perendaman 28 hari. Dari pengujian kuat tekan dan kuat lentur beton diperoleh kesimpulan bahwa penambahan abu serabut kelapa dan superplasticizer dalam campuran beton dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur beton. Nilai optimum uji kuat tekan beton umur 28 hari berada pada variasi 4 % sebesar 26,37 MPa yang mengalami kenaikan sebesar 62,91% dari beton normal. Nilai optimum uji kuat lentur beton umur 28 hari berada pada variasi 2,5% sebesar 11,67 kg/cm³ yang mengalami kenaikan sebesar 8,74% dari beton normal. Kata Kunci: Abu Serabut Kelapa, Superplasticizer, Kuat Tekan Beton, Kuat Lentur Beton. ABSTRACT Waste is often used as a material that can be used for certain purposes such as building materials engineering One of the wastes that has not been studied as a mix for concrete production is coconut fiber ash (CFA). In this research, coconut fiber ash was used as a partial substitute for cement in the concrete mix. To overcome the difficulty of working with concrete, superplasticizer liquid additives were used. Superplasticizer is used to reduce water content (water reducer) and accelerate bonding time (accelerator). The addition of superplasticizer is 1% by weight of cement with a water reduction of 10%. The purpose of this study was to determine the effect of cement replacement with coconut fiber ash and superplasticizer addition on the compressive strength and flexural strength of concrete. The percentage of cement replacement with coconut fiber ash was 0%, 1%, 2.5%, and 4%. The planned concrete quality was 25 MPa and the soaking time was 28 days. From the tests of compressive strength and flexural strength of concrete, it was concluded that the addition of coconut fiber ash and superplasticizer in the concrete mix can increase the compressive strength and flexural strength of concrete. The optimum value of the 28-day-old concrete compressive strength test was at a 4% variation of 26.37 MPa which increased by 62.91% from normal concrete. The optimum value of the 28-day-old concrete flexural strength test was at a 2.5% variation of 11.67 kg/cm³ which increased by 8.74% from normal concrete. Keywords: Coconut Fiber Ash, Superplasticizer, Compressive Strength Of Concrete, Flexural Strength Of Concrete. 63 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 1. PENDAHULUAN Beton adalah salah satu bahan struktur yang memiliki kuat tekan tinggi, tahan terhadap cuaca, tahan terhadap kebakaran, keausan, dan harganya relatif murah. Beton dibuat dengan bahan campuran agregat halus, agregat kasar, air, semen, dan bahan tambah lainnya. Harga bahan – bahan penyusun beton seperti semen, agregat halus, maupun agregat kasar mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kajian dari naiknya harga bahan– bahan tersebut memunculkan inisiatif untuk mencari dan mempergunakan pengganti bahan penyusun beton yang lebih efisien dan ekonomis tanpa mengurangi ketentuan – ketentuan yang disyaratkan. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan Abu Serabut Kelapa. Bing Santosa, (2019), telah melakukan penelitian yang berjudul Pemanfaatan Abu Serabut Kelapa (ASK) Sebagai Pengganti Sebagian Semen dengan Bahan Tambah Sikamen-Ln Untuk Meningkatkan Kuat Tekan Beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dengan penambahan Abu Serabut Kelapa (ASK) sebagai pengganti sebagian semen sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%, sedangkan Sikament-LN sebesar 1% dari berat semen dengan pengurangan air sebesar 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton maksimum yaitu sebesar 38,128 MPa atau meningkat sebesar 5,663 MPa (17,443 %) yang dicapai pada pemakaian Abu Serabut Kelapa (ASK) sebesar 2,5% sebagai pengganti sebagian semen dibandingkan dengan beton normal sebesar 27,18 Mpa. Nur Azizah, dkk (2019) telah melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Penambahan Abu Serabut Kelapa Terhadap Kuat Tekan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton jika ditambahkan abu serabut kelapa, dan untuk mengetahui penambahan abu serabut kelapa dapat menaikan kuat tekan beton atau sebaliknya. Penambahan abu serabut kelapa sebanyak 0%, 0,25%, 0,5%, dan 0,75%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh campuran abu serabut kelapa untuk beton K-100 mempengaruhi kuat tekan. Beton normal K-100 kuat tekan yang diperoleh 16,305 MPa, campuran abu serabut kelapa 0,25% mencapai 23,895 MPa, persentase 0,5% mencapai 23,656 MPa, persentase 0,75% mencapai 23,688 MPa. Nora Usrina, dkk (2018), telah melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Subtitusi Abu Serabut Kelapa (ASK) Dalam Campuran Beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian semen dengan abu serabut kelapa (ASK) terhadap waktu ikat semen, nilai slump, mutu kuat tekan beton dan kuat tarik belah beton. Komposisi penggantian semen dengan abu serabut kelapa sebanyak 0%, 1,5%, 3%, 4,5%, 6%, 7,5%, 9%, 10,5%, 12%, 13,5% dan 15% dari volume beton. Mutu beton yang direncanakan 20 MPa dan lamanya waktu perendaman 28 hari. Dari pengujian kuat tekan beton pada sampel dengan berbagai variasi abu serabut kelapa diperoleh kesimpulan bahwa material abu serabut kelapa hanya efektif digunakan pada variasi subtitusi 1,5% ASK dan 3% ASK yaitu dengan nilai kuat tekan sebesar 23,32 MPa dan 22,50 MPa. Banyak limbah serabut kelapa yang tidak dimanfaatkan di daerah Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro. Kelurahan Banjarejo tidak ada perkebunan kelapa, tetapi ada salah satu warga yang menjadi supplier kelapa. Tumpukan serabut kelapa yang tidak 64 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 dimanfaatkan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Ide dasar pada pemanfaatan limbah serabut kelapa adalah sebagai bahan tambah dalam pembuatan beton. Pengolahan serabut kelapa ini sangat mudah, cukup dibakar dengan suhu tertentu hingga menjadi abu, kemudian disaring hingga mendapatkan abu yang benar – benar halus. Abu serabut kelapa digunakan sebagai material pengganti sebagian semen sebesar 0%, 1%, 2,5%, dan 4% dalam pengujian kuat tekan beton pada f’c 25 MPa. Untuk mengatasi kesulitan pengerjaan beton tersebut digunakan cairan Superplasticizer. Superplasticizer yaitu jenis bahan kimia tambahan untuk pengurang kadar air (water reducer) dan mempercepat waktu ikat (accelerator). Penambahan Superplasticizer sebesar 1% dari berat semen dengan pengurangan air sebesar 10%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat beton alternatif untuk akses jalan pertanian dengan memanfaatkan Abu Serabut Kelapa (ASK) dan Superplasticizer sebagai bahan tambah kimia untuk mendapatkan nilai optimum dari penambahan tersebut ditinjau terhadap kuat tekan beton f’c 25 MPa dan uji kuat lentur beton pada umur beton 28 hari. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini melakukan pengujian beton selama 28 hari dengan menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro yang mengacu pada SNI-03-2834-2000 dengan benda uji silinder 15 cm x 30 cm yang berjumlah 6 benda uji, dan benda uji balok 60 cm x 15 cm x 15 cm yang berjumlah 3 benda uji tiap penambahan abu serabut kelapa 0%, 1%, 2,5%, 4% dari pengurangan berat semen. Bahan dan material yang digunakan dalam pembuatan campuran adukan beton adalah agregat halus, agregat kasar, semen Portland Tipe I, air, bahan tambah Abu Serabut Kelapa (ASK), dan superplasticizer. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Kadar Lumpur Persentase kadar lumpur yang baik pada agregat halus dan agregat kasar dalam campuran beton yaitu kurang dari 5%. Jika terdapat lumpur, ada kecenderungan meningkatkan penggunaan air dalam campuran beton. Hal ini mengakibatkan kekuatan dan ketahanan beton dapat menurun. Karena pengaruh buruk tersebut, maka jumlah lumpur dalam agregat dibatasi atau tidak diijinkan dalam jumlah banyak (Satriani, 2019). Dari pengujian yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro didapatkan persentase kadar lumpur agregat halus sebesar 3,64 % dan kadar lumpur agregat kasar sebesar 2,76 %, sehingga agregat tersebut diperbolehkan untuk digunakan dalam pembuatan beton. Hasil Pengujian Kadar Organik Menurut SNI 03-2816-1992, tujuan pengujian kadar organik sebagai acuan dan pegangan dalam pasir alam yang akan digunakan sebagai bahan campuran mortar atau beton. 65 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Pengujian kadar organik dilakukan dengan cara memasukkan agregat halus kedalam tabung gelas ukur sampai mencapai garis skala 130 ml, kemudian ditambahkan cairan NaOH sampai volume mencapai 200 ml. Tutup tabung gelas ukur dan kocok sebanyak 25 kali kemudian di diamkan selama 24 jam. Setelah didiamkan selama 24 jam didapatkan kadar organik agregat halus berada pada kolom warna kuning tua (standar nomor 3). Kadar organik yang boleh digunakan adalah diantara nomor 1 – nomor 3. Jika lebih dari nomor 3, agregat halus tidak bisa digunakan dalam campuran pembuatan beton. Gambar 1. Hasil Pengujian Kadar Organik Agregat Halus Hasil Pengujian Analisis Ayakan Agregat Halus Menurut SNI 03-1968-1990, Analisis saringan agregat adalah penentuan persentase berat butiran agregat yang lolos dari satu set saringan kemudian angka-angka persentase digambarkan pada grafik pembagian butir. Komulatif Lolos % Gradasi No. 2 Pasir Sedang 150 100 50 0 3/8'' 4 8 16 30 50 100 Ukuran Ayakan Batas Bawah Batas Atas AVERAGE Grafik 1. Hasil Analisis Ayakan Agregat Halus berada di Zona 2 Sumber: Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) 66 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Hasil Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus Menurut SNI 1970-2008, berat jenis adalah perbandingan antara berat dari satuan volume dari suatu material terhadap berat air dengan volume yang sama pada temperature yang ditentukan. Berdasarkan pengujian yang telah dilaksanakan, agregat halus yang dipakai memiliki berat jenis (bulk) sebesar 2,61 dan memiliki nilai penyerapan (absorption) sebesar 0,74 %. Tabel 1. Hasil Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus Pengujian Penyerapan Air Agregat Halus A B C Satuan Berat benda uji kering permukaan jenuh (SSD) 500 Berat benda uji kering - oven, Bk 498 500 500 Gram 497 494 Gram Berat piknometer diisi air, B 672,42 667,54 669,35 Gram Berat piknometer + benda uji (SSD) + air, Bt 981,09 978,47 979,21 Gram Kadar Air 0,74 % Sumber: Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) Tabel 2. Hasil Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus Perhitungan Pengujiam Penyerapan Air Agregat Halus A B C Berat Jenis (Bulk) 2,60 2,63 2,61 Bk ( B + 500 − Bt ) Berat jenis kering permukaan jenuh Berat jenis semu (apparent) 500 ( B + 500 − Bt ) Bk ( B + Bk − Bt ) Penyerapan 500 −Bk Bk Satuan 2,60 Rata Rata 2,61 2,64 2,63 2,63 - 2,63 2,67 2,68 2,66 - 0,40 0,60 1,21 0,74 % - x 100 % Sumber: Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) 67 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Hasil Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Kasar Tabel 3. Hasil Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar Pengujian Penyerapan Air Agregat Kasar Berat benda uji kering open, Bk Berat benda uji kering permukaan jenuh, Berat benda uji didalam air, Bj Ba A B C Satuan 2000 2000 2000 Gram 2020 2021 2024 Gram 1222 1224 1228 Gram 1,08 % Kadar Air Sumber: Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) Hasil Pengujian Analisis Ayakan Agregat Kasar UKURAN MAKS 40 MM Komulatif Lolos % 120 100 80 60 40 20 0 3'' 1.5'' 3/4'' 3/8'' no.4 Ukuran Ayakan batas bawah batas atas AVERAGE Grafik 2. Hasil Analisis Ayakan Agregat Kasar Ukuran Max 40 mm Sumber: Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) Berdasarkan pengujian yang telah dilaksanakan, agregat kasar yang dipakai memiliki berat jenis (bulk) sebesar 2,51 dan memiliki nilai penyerapan (absorption) sebesar 1,08 %. 68 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Tabel 4. Hasil Perhitungan Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar Perhitungan Pengujiam Penyerapan Air Agregat Kasar A B C Berat Jenis (Bulk) 2,51 2,51 2,53 Bk ( Bj − Ba ) Berat jenis kering permukaan jenuh Berat jenis semu (apparent) Bj ( Bj − Ba ) Bk ( Bk − Ba ) Penyerapan Bj −Bk Bk Satuan 2,51 Rata Rata 2,51 2,54 2,54 2,54 - 2,57 2,58 2,59 2,58 - 1 1,05 1,2 1,08 % - x 100 % Sumber: Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) Hasil Pengujian Berat Isi Gembur dan Padat Agregat Halus Dari hasil pengujian yang dilakukan, berat isi gembur pada agregat halus sebesar 1,47 gr/dm³ sedangkan berat isi padat pada agregat halus 1,61 gr/dm³. Hasil pengujian berat isi agregat halus dijelaskan dalam tabel berikut : Tabel 5. Hasil Perngujian Berat Isi Lepas / Gembur Agregat Halus I Ⅱ 5307 5296 LEPAS / GEMBUR A. Berat tempat + benda uji ( kg ) B. Berat tempat ( kg ) 987 987 C. Berat benda uji ( kg ) 4320 4309 D. Isi tempat ( dm³ ) 2932 2932 E. Berat isi benda uji ( kg/dm³ ) 1,47 1,47 F. Berat isi benda uji rata - rata ( kg/dm³ ) 1,47 Sumber : Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) Tabel 6. Hasil Pengujian Berat Isi Padat Agregat Halus PADAT A. Berat tempat + benda uji ( kg ) I Ⅱ 5678 5727 B. Berat tempat ( kg ) 987 987 C. Berat benda uji ( kg ) 4691 4740 D. Isi tempat ( dm³ ) 2932 2932 69 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 E. Berat isi benda uji F. Berat isi benda uji rata - rata ( kg/dm³ ) 1,60 ( kg/dm³ ) 1,62 1,61 Sumber : Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) Hasil Pengujian Berat Isi Gembur dan Padat Agregat Kasar Dari hasil pengujian yang dilakukan, berat isi gembur pada agregat kasar sebesar 1,38 gr/dm³ sedangkan berat isi padat pada agregat kasar 1,56 gr/dm³. Hasil pengujian berat isi agregat kasar dijelaskan dalam tabel berikut : Tabel 7. Hasil Perngujian Berat Isi Lepas / Gembur Agregat Kasar LEPAS / GEMBUR A. Berat tempat + benda uji ( kg ) I Ⅱ 5035 5026 B. Berat tempat ( kg ) 990 990 C. Berat benda uji ( kg ) 4045 4036 D. Isi tempat ( dm³ ) 2929 2929 E. Berat isi benda uji ( kg/dm³ ) 1,38 1,38 F. Berat isi benda uji rata - rata ( kg/dm³ ) 1,38 Sumber : Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) Tabel 8. Hasil Perngujian Berat Isi Padat Agregat Kasar PADAT A. Berat tempat + benda uji ( kg ) I Ⅱ 5554 5548 B. Berat tempat ( kg ) 990 990 C. Berat benda uji ( kg ) 4564 4558 D. Isi tempat ( dm³ ) 2929 2929 E. Berat isi benda uji ( kg/dm³ ) 1,56 1,56 F. Berat isi benda uji rata - rata ( kg/dm³ ) 1,56 Sumber : Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) Hasil Perhitungan Mix design Pada perencanaan beton (Mix Design) menggunakan acuan SNI 03-2834-2000 didapatkan campuran adukan beton sebagai berikut : a. Perkiraan untuk 6x Silinder : Semen = 11,60 Kg Air = 6,04 Kg/Lt Pasir = 18,61 Kg Batu Pecah = 41,36 Kg b. Perkiraan untuk 3x Balok : Semen = 14,77 Kg Air = 7,69 Kg/Lt Pasir = 23,69 Kg Batu Pecah = 52,66 Kg 70 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Hasil Uji Kuat Tekan Beton Tabel 9. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton (Silinder) Persentase Campuran 0% 0 % denganSP 1% 2,5 % 4% Umur No. Benda Uji Berat (Kg) Kuat TekanFc' (Mpa) 28 Hari 28 Hari 1 2 12,223 12,277 11,489 8,587 28 Hari 3 12,235 10,462 28 Hari 4 12,452 8,581 28 Hari 1 12,459 9,630 28 Hari 2 12,020 9,832 28 Hari 3 11,952 7,072 28 Hari 4 12,026 10,814 28 Hari 1 12,224 11,615 28 Hari 2 12,080 12,017 28 Hari 3 11,991 11,203 28 Hari 1 12,213 11,351 28 Hari 2 12,333 11,785 28 Hari 3 12,292 13,773 28 Hari 4 12,174 11,059 28 Hari 1 12,104 26,233 28 Hari 2 12,146 25,955 28 Hari 3 12,079 27,120 28 Hari 4 11,968 26,171 Rata - Rata (Mpa) 9,78 9,34 11,61 11,99 26,37 Sumber : Hasil Pengujian di Laboratorium Fakultas Sainstek Unigoro (2023) 30 Kuat Tekan (MPa) 25 20 15 10 5 0 0% 0 % dengan SP 1% 2,50% 4% Presentase Penambahan Grafik 3. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Dari hasil pengujian kuat tekan beton di atas dapat diketahui bahwa penambahan Abu Serabut Kelapa dan Superplasticizer dapat meningkatkan kuat tekan beton karena Superplasticizer dapat meningkatkan mutu beton akibat pengurangan pemakaian air 71 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 sehingga faktor air semen lebih rendah. Variasi penambahan 0% (beton normal) memiliki kuat tekan rata – rata 9,78 MPa, variasi 0% (dengan penambahanSuperplasticizer) memiliki kuat tekan rata – rata 9,34 MPa, variasi penambahan 1% memiliki kuat tekan rata – rata 11,61 MPa, variasi penambahan 2,5% memiliki kuat tekan rata – rata 11,99 MPa, variasi penambahan 4% memiliki kuat tekan rata – rata 26,37 MPa. Nilai optimum kuat tekan beton umur 28 hari berada pada variasi 4 % sebesar 26,37 MPa yang mengalami kenaikan sebesar 62,91% dari beton nermal. Dari hasil kuat tekan tersebut, variasi 0%, 1%, dan 2,5% tidak memenuhi kekuatan rencana, karena memiliki kuat tekan dibawah 25 MPa. Hal ini disebabkan karena kurang cermatnya peneliti pada proses pembuatan mix design beton dan proses pembuatan campuran beton yang menyebabkan material tidak tercampur merata, serta kurang memperhatikan setting time saat pembuatan campuran beton menyebabkan permukaan beton yang tidak merata saat keluar dari cetakan sehingga menyebabkan nilai kuat tekanbeton tidak sesuai yang direncanakan. Hasil Uji Kuat Lentur Beton Tabel 10. Hasil Pengujian Kuat Lentur Beton (Balok) Beban Jarak Beban Berat Bacaan Maksi Bentang Lebar Maksi Persentase Benda Mano mum Peletaka Benda mum ( Campuran Uji meter (Kg) n (cm) Uji (cm) 1 div = (Kg) (div) 0,5 Kn) (P) (L) (b) 31,199 14 7,00 713,80 45 15 31,075 15,5 7,75 790,28 45 15 0% 31,284 17,5 8,75 892,25 45 15 31,278 12 6,00 611,83 45 15 31,198 18 9,00 917,74 45 15 1% 30,912 18 9,00 917,74 45 15 31,217 17 8,50 866,75 45 15 30,892 17 8,50 866,75 45 15 2.5% 31,105 17,5 8,75 892,25 45 15 31,150 16 8,00 815,77 45 15 31,020 17 8,50 866,75 45 15 4% 31,698 15 7,50 764,78 45 15 Tinggi Benda Uji (cm) Kuat Lentur Fs' (kg/cm³) (h) 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 (PxL) : (bxh²) 9,52 10,54 11,90 8,16 12,24 12,24 11,56 11,56 11,90 10,88 11,56 10,20 Rata Rata 10,65 10,88 11,67 10,88 72 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Kuat Lentur (Kg/cm³) Kuat Lentur Beton Umur 28 Hari 11,80 11,60 11,40 11,20 11,00 10,80 10,60 10,40 10,20 10,00 11,67 10,88 10,88 10,65 0% 1% 2.5% 4% Presentase Penambahan Grafik 4. Hasil Pengujian Kuat Lentur Beton Dari hasil data pengujian kuat lentur di atas dapat diketahui bahwa penambahan Abu Serabut Kelapa dan Superplasticizer dapat meningkatkan kuat lentur beton karena Superplasticizer dapat meningkatkan mutu beton akibat pengurangan pemakaian air sehingga faktor air semen lebih rendah. Variasi penambahan 0% memiliki kuat lentur sebesar 10,65 kg/cm³, variasi penambahan 1% memiliki kuat lentur sebesar 10,88 kg/cm³, variasi penambahan 2,5% memiliki kuat lentur sebesar 11,67 kg/cm³, variasi penambahan 4% memiliki kuat lentur sebesar 10,88 kg/cm³. Nilai optimum uji kuat lentur beton pada umur 28 hari terjadi pada beton variasi 2,5% yaitu sebesar 11,67 kg/cm³ yang mengalami kenaikan sebesar 8,74% dari beton normal. Nilai optimum kuat tekan pada variasi 4% dan nilai optimum kuat lentur pada variasi 2,5%. Nilai tersebut berada di variasi yang berbeda karena pada saat pembuatan benda uji silinder dan balok tidak secara bersamaan sehingga mempengaruhi kuat tekan dan kuat lentur. 4. KESIMPULAN Berdasarkan analisis hasil pengujian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa Penambahan Abu Serabut Kelapa dan Superplasticizer dalam campuran beton dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur beton pada umur 28 hari dan Nilai optimum uji kuat tekan beton umur 28 hari berada pada variasi 4 % sebesar26,37 MPa yang mengalami kenaikan sebesar 62,91% dari beton normal. Nilai optimum uji kuat lentur beton umur 28 hari berada pada variasi 2,5% sebesar 11,67 kg/cm³ yang mengalami kenaikan sebesar 8,74% dari beton normal. 5. SARAN Lebih teliti dalam pengujian propertis, perencanaan campuran beton (mix design), dan penimbangan bahan material saat pembuatan beton. Hal ini sangat berpengaruh terhadap 73 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 hasil nilai kuat tekan dan kuat lentur beton, Lebih teliti dan memperhatikan setting time dalam pembuatan campuran beton agar tidak terjadi kegagalan saat beton dimasukkan dalam cetakan, Pembuatan benda uji silinder dan balok sebaiknya dibuat dalam waktu yang bersamaan untuk tiap variasi dan Tambah sampel untuk peneliti berikutnya. 6. DAFTAR PUSTAKA Azizah, N., & Imam, A. (2019). 276539884. 3(2), 52–56. Badan Standardisasi Nasional. (1990). SNI 03-1974-1990 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Badan Standardisasi Nasional Indonesia. BSN. (2008). SNI 1970-2008 Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Badan Standar Nasional Indonesia, 7–18. BSN. (2011). SNI 4431-2011 : Cara Uji Kuat Lentur Beton Normal dengan Dua Titik Pembebanan. Badan Standar Nasional Indonesia, 16. Education, A., & Advice, S. (2018).(1. 14, 63–65) Nasional, B. S. (1990). Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Sni 03-1968-1990, 1–5. Santosa, B. (2019). Pemanfaatan Abu Serabut Kelapa (ASK) Sebagai Pengganti Sebagian Semen dengan Bahan Tambah Sikament-LN untuk Meningkatkan Kuat Tekan Beton. Jurnal Teknik Sipil, 5(1), 22–39. Satriani. (2019). Pengaruh Kadar Lumpur Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Seminar Nasional Riset Terapan, 4(November), C53–C57. SNI 03-2816-1992. (1992). Metode Pengujian Kadar Zat Organik Agregat Halus. Standardisasi Nasional Indonesia Nasional Indonesia, 4, 2–3 SNI 03-2834-2000. (2000). SNI 03-2834-2000: Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Sni 03-2834-2000, 1–34. 74 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023