ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 sistem pakar diagnosa penyakit pada anak berbasis web menggunakan metode depth-first search Aslam Fatkhudin 1. Risqiyanto 1. Robihaini 1 Jurusan Manajemen Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Jl. Raya Pahlawan No. Gejlig Ae Kajen Kab. Pekalongan Telp. /Fax: . 385313 e-mail: fatkhudin@gmail. com1, ovieluo88@gmail. Abstract This pediatric disease diagnosis expert system is an expert system designed to be able to assist parents in diagnosing tropical diseases, especially in children with a dynamic knowledge base. This knowledge is obtained from various sources, including from experts or specialist doctors as well as books related to children's tropical diseases. The knowledge base is arranged in such a way into a database with several tables to facilitate system performance in drawing conclusions. Drawing conclusions in this expert system uses the forward chaining inference model and the depth-first search method. This expert system displays a selection of symptoms that can be selected by the user, where each symptom choice will lead the user to the next symptom choice to get the final result. In the final result, the child's expert system displays the type of disease suffered and its remedies. Keywords: Cooperative. Website Application. Application Design Abstraksi Sistem pakar diagnosa penyakit anak ini merupakan suatu sistem pakar yang dirancang untuk dapat membantu orang tua dalam mendiagnosa penyakit tropis khususnya pada anak dengan basis pengetahuan yang Pengetahuan ini didapat dari berbagai sumber, diantaranya dari pakar atau dokter ahli serta buku yang berhubungan dengan penyakit tropis anak. Basis pengetahuan disusun sedemikian rupa ke dalam database dengan beberapa tabel untuk mempermudah kinerja sistem dalam penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dalam sistem pakar ini menggunakan model inferensi forward chaining dan metode depth-first search. Sistem pakar ini menampilkan pilihan gejala yang dapat dipilih oleh user, dimana setiap pilihan gejala akan membawa user kepada pilihan gejala selanjutnya sampai mendapatkan hasil akhir. Pada hasil akhir sistem pakar anak menampilkan jenis penyakit yang diderita dan penanggulangannya. Kata Kunci : Koperasi. Aplikasi Website. Rancang Bangun Aplikasi. Pendahuluan 1 Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang berharga bagi manusia, karena siapa saja dapat mengalami gangguan kesehatan. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan pengobatan dan atau perawatan. (UU No. 23 Tahun Setiap orang tua pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk dalam hal Menjaga kesehatan anak akan menjadi perhatian khusus orang tua, terlebih saat pergantian berkembangnya berbagai penyakit. Anak sangat rentan terhadap kuman penyakit dan kurangnya kepekaan terhadap gejala suatu penyakit merupakan ketakutan tersendiri bagi orang tua. Sayangnya masih banyak orang tua yang kurang memiliki pengetahuan dasar tentang kesehatan, sehingga tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi masalah kesehatan pada anak mereka. Oleh karena orang tua merupakan orang awam yang kurang memahami kesehatan, apabila terjadi gangguan kesehatan terhadap anak, tanpa memperdulikan apakah gangguan tersebut masih dalam tingkat rendah atau kronis, maka mereka lebih mempercayakannya kepada pakar atau dokter ahli yang sudah mengetahui lebih banyak tentang kesehatan,. Namun dengan kemudahan adanya para pakar atau dokter ahli, terkadang terdapat pula kelemahannya seperti jam kerja . terbatas dan banyaknya pasien sehingga harus menunggu Dalam hal ini, orang tua selaku pemakai jasa lebih membutuhkan seorang pakar yang bisa memudahkan dalam mendiagnosa penyakit lebih dini agar dapat melakukan pencegahan lebih awal yang sekiranya membutuhkan waktu jika berkonsultasi dengan dokter ahli. Karena hal tersebut, maka dibutuhkan suatu alat bantu yang dapat mendiagnosa penyakit anak berupa suatu sistem pakar. Sistem Pakar (Expert Syste. merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana mengadopsi cara seseorang pakar berfikir dan bernalar dalam menyelesaikan suatu masalah, dan membuat suatu keputusan maupun ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 mengambil kesimpulan dari sejumlah fakta yang Dasar dari sistem pakar adalah bagaimana memindahkan pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pakar ke dalam komputer, dan bagaimana membuat keputusan atau mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan itu. Sistem pakar akan terasa lebih efektif dan efisien apabila pengguna dapat mengakses sistem tersebut dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi kapanpun dan di manapun. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menghubungkan sistem pakar dengan internet menggunakan media World Wide Web . , yaitu suatu sistem terdistribusi berbasis hypertext yang merupakan metode untuk informasi berdasarkan pada kekuatan pemrosesan Melihat betapa pentingnya sistem pakar sebagai program aplikasi yang ditujukan untuk penyedia nasehat dan sarana bantu memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu, khususnya dalam mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam mendiganosa penyakit pada anak untuk mendapatkan solusi penanganan terbaik, maka penulis mencoba meneliti dan menuangkan dalam bentuk penelitian dengan judul AuSISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PADA ANAK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE DEPTH-FIRST SEARCHAy. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan tersebut dapat diidentifikasikan sebagai berikut : Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kesehatan anak sehingga tidak mampu dalam mendiagnosa secara dini gejala penyakit pada anak. Terbatasnya jam kerja atau praktek para pakar atau dokter ahli sehingga memerlukan pemecahan bagaimana merancang suatu sistem yang dapat mewakili pakar dalam mendiagnosa penyakit bagi anak-anak. Rumusan Masalah Berdasarkan dari latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimana merancang sistem pakar yang dapat mewakili pakar dalam mendiagnosa penyakit bagi anak-anak? Bagaimana mengimplementasikan sistem pakar diagnosa penyakit anak dalam bentuk program berbasis website? Seberapa akurat sistem pakar yang dibuat dalam mendiagnosa penyakit pada anak?. Batasan Masalah Batasan masalah dalam pembuatan sistem informasi Lazismu Kabupaten Pekalongan adalah sebagai berikut : Data-data penunjang penyakit yang digunakan hanya pada anak . sia kurang dari 13 tahun saj. Interaksi antara sistem dan user menggunakan pertanyaan berupa daftar gejala yang sudah tampak berdasarkan kondisi dan perilaku anak, dimana user akan diminta untuk memilih gejala pada setiap daftar gejala berdasarkan kondisi anak tersebut. Jenis penyakit yang didiagnosa hanya penyakit yang disebabkan oleh infeksi dan yang umum terjadi pada anak di daerah tropis, seperti Indonesia. Tujuan Dan Manfaat Penelitian Tujuan Menambah wawasan orang tua mengenai kesehatan anak dan memudahkan orang tua dalam mengenali gejala-gejala penyakit anak secara dini. Membuat sebuah sistem pakar penyakit anak yang dapat mewakili seorang pakar dan membantu orang tua dalam mendiagnosa gejala penyakit pada anak. Manfaat Manfaat bagi masyarakat Membantu masyarakat pada umumnya, terutama para orang tua dan lembaga kesehatan untuk mengetahui lebih dini gejala penyakit pada anak dan bagaimana cara Manfaat bagi akademik Akademik dapat memantau kemampuan daya serap mahasiswa dalam menerima materi perkuliahan sehingga akademik juga dapat koreksi diri tentang perkuliahan baik menyangkut pengajaran ataupun kemampuan keilmuannya. Manfaat bagi mahasiswa Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dan daya pikirnya untuk menghadapi era teknologi informasi yang semakin meningkat, sehingga mahasiswa akan selalu berfikir cerdas dan Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori 1 Tinjauan Pustaka Penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti adalah sebagai berikut: Afifuddin . meneliti tentang Rancang Bangun Sistem Pakar untuk mendiagnosa penyakit Epilepsi . berbasis web. Tujuan dari penelitian ini yaitu mempermudah dan mempercepat para dokter dalam proses diagnosa serta pemberian solusi sehingga upaya-upaya preventif dan promotif akan dapat lebih dimaksimalkan. Serta memberikan informasi tentang epilepsi terhadap para penderita dan orang tua dengan cepat dan mudah. Hasil penelitian ini menyatakan penggunaan metode forward chaining dengan proses penelusuran menggunakan depth-first-search cocok untuk pembuatan aplikasi sistem pakar untuk pemasalahan diagnosa penyakit epilepsi . Sistem ini sudah dapat dinyatakan sangat akurat dan layak dalam melakukan diagnosa jenis-jenis epilepsi, walaupun terdapat beberapa kesalahan dalam penentuan besarnya dosis obat yang digunakan berdasarkan jenis epilepsinya. Maka dari itu, aplikasi sistem pakar ini sangat bermanfaat bagi dokter dalam melakukan diagnosa epilepsi dengan hasil yang sangat akurat. Serta bagi penderita dan orang tua. ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 sistem ini dapat membantu mendapatkan informasi epilepsi tanpa batas ruang dan waktu. Titis Astutik . dalam penelitiannya yang berjudul Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Alopesia pada Manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat pasien dan dokter dalam proses diagnosa serta pemberian solusi yang lebih cepat dan mudah. Dengan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode forward chaining merupakan cara yang efisien untuk mengetahui hasil diagnosa akhir serta pengobatan alopesia didasarkan pada gejala dan stadium. Dari kajian pustaka ini akan dibuat sebuah Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Anak untuk mempermudah orang tua dalam mendiagnosa penyakit anak-anaknya. Pada aplikasi yang berbasis web ini akan digunakan metode Inferensi Forward Chaining dengan Model Penelusuran menggunakan metode Depth-First Search sebagai metode penelusuran solusinya. Diharapkan dengan menggunakan metode ini maka pendiagnosaan penyakit menggunakan aplikasi sistem pakar ini dapat berjalan dengan efektif. Perancangan Analisis Penyakit Untuk mendiagnosa suatu penyakit perlu diketahui terlebih dahulu gejala-gejala yang ditimbulkan. Meskipun hanya dari gejala klinis . ejala-gejala yang terlihat langsung maupun yang dirasakan oleh penderit. , dokter dapat mengambil suatu kesimpulan berupa penyakit yang diderita. Tetapi ada kalanya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui pemeriksaan laboratorium untuk penyakit Berdasarkan penelitian pada Rumah Sakit Umum Kajen dan hasil wawancara dengan dr. Sutikno Warsito. Sp. A, terdapat beberapa penyakit tropis yang sekarang ini sering terjadi pada anak di Indonesia, yaitu: Tuberkulosis Paru Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit tropis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosisyang ditularkan melalui udara saat seorang pasien TBC batuk dan percikan ludah yang mengandung bakteri tersebut terhirup oleh orang lain saat bernapas. Tuberkulosis pada anak memang berbeda dengan TB pada orang dewasa. TB pada anak menginfeksi primer di parenkim paru yang tidak menyebabkan refleks batuk, sehingga jarang ditemukan gejala khas TB seperti batuk berdahak. Pada parenkim paru ini juga kuman cenderung lebih sedikit, maka TB tidak menular antara sesama anak. TB sangat mudah menular dari orangtua ke anak, tapi TB tidak menular dari anak ke anak. Difteri (Infeksi Aku. Difteri adalah penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae. Difteri ialah penyakit yang mengerikan di mana masa lalu telah menyebabkan ribuan kematian, dan masih mewabah di daerah-daerah dunia yang belum Orang yang selamat dari penyakit ini menderita kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anakanak yang berumur satu sampai sepuluh tahun sangat peka terhadap penyakit ini. Kuman difteri disebarkan oleh menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita. Manusia merupakan satusatunya sumber infeksi difteri bagi manusia lainnya. Pertusis (Batuk Reja. Penyakit batuk rejan atau batuk 100 hari atau juga dikenali sebagai Pertusis atau dalam bahasa Inggris Whooping Cough adalah satu penyakit menular. Penyakit ini biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 1 tahun. Sembilan puluh persen kasus ini terjadi di negara berkembang, penyakit ini biasanya diakibatkan oleh Bacterium Bordetella, namun tidak jarang diakibatkan oleh B. Parapertussis. Bakteri menginfeksi lapisan tenggorokan, trakea dan saluran udara sehingga pembentukan lendir semakin Pada awalnya lendir encer, tetapi kemudian menjadi kental dan lengket. Infeksi ini sangat mudah menular karena dapat ditularkan lewat udara. Masa inkubasi 6 Ae 20 hari. Batuk rejan bila tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan pada saluran pernafasan, dapat menimbulkan radang paru atau biasa disebut bronchitis. Bronkitis dapat menyebabkan kematian pada anak usia dibawah tiga Komplikasi lainnya berupa hernia, kejang dan Diare Diare . tau dalam bahasa kasar disebut mencere. adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Rotavirus. Anak yang mengalami penyakit ini akan mengalami tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap Demam Tifoid Demam tifoid atau typhoid adalah penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi. Penyakit ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang tertular oleh kuman yang berasal dari penderita atau pembawa kuman, biasanya telah tercemar oleh tinja. ISPA ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. ISPA merupakan infeksi yang berawal dari saluran pernapasan hidung, tenggorokan, laring, trakea, bronchi dan alveoli. Maka pengertian ISPA dapat dikatakan sebagai penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung . aluran ata. hingga alveoli . aluran bawa. termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 telinga tengah dan pleura. Penyakit ini dapat ditularkan melalui udara pernapasan yang mengandung kuman yang dihirup orang sehat lewat saluran pernapasan. ISPA yang tidak ditangani secara lanjut apalagi dianggap sepele dapat berkembang menjadi pneumonia . hususnya menyerang anak kecil dan balita apabila terdapat zat gizi yang kurang dan ditambah dengan keadaan lingkungan yang tidak bersi. Demam Berdarah Dengue (DBD) Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap. Campak Penyakit Campak adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis . eradangan selaput ikat mata atau konjungtiv. dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anakanak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini. Malaria Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah. Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian. Cacingan Kecacingan, atau cacingan dalam istilah sehari-hari, adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab kecacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular. Meningitis (Radang Selaput Ota. Meningitis adalah radang selaput pelindung sistem saraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan Meningitis adalah penyakit serius karena letaknya dekat otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian. Kebanyakan kasus meningitis disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur, atau pasilan yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Varisela (Cacar Ai. Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena cacar air. Sering kita bisa memperkirakan seseorang sudah terkena cacar air dari adanya bekas luka di wajah, berupa bopeng. Cacar air bersifat musiman. Disebut musiman karena sifatnya yang sangat mudah menular. Bila ada 1 penderita cacar air, sangat besar akan diikuti oleh penderita-penderita lainnya. Bila di satu keluarga ada yang terkena, maka akan disusul episodeepisode anggota keluarga lainnya. Perancangan Basis Pengetahuan (Knowledge Bas. Dalam pembangunan sistem berbasis pengetahuan, pengetahuan yang telah diekstrak dipresentasikan ke dalam bentuk yang dapat di proses oleh komputer. Representasi pengetahuan merupakan kombinasi sistem berdasarkan dua elemen, yaitu struktur data dan penafsiran prosedur yang digunakan sebagai pengetahuan untuk menyimpan struktur data. Basis pengetahuan merupakan inti program dari sistem pakar dimana basis pengetahuan ini merupakan representasi pengetahuan (Knowledge Representatio. dari seorang pakar. Perancangan Tabel Pengetahuan Berikut akan diberikan beberapa daftar jenis penyakit dan gejala dalam tabel. Tabel 3. 1 Tabel Penyakit Kode Penyakit Nama Penyakit P001 Tuberkulosis Paru P002 Difteri P003 Pertusis P004 Diare P005 Demam Tifoid P006 ISPA P007 DBD P008 Campak P009 Malaria P010 Cacingan P011 Meningitis P012 Varisela Tabel 3. 2 Tabel Gejala Kode Gejala Gejala G001 Demam G002 Anoreksia / tidak nafsu makan G003 Berat badan menurun G004 Gangguan gizi G005 Lemah dan lesu ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 G006 Sesak nafas G007 Batuk G008 Nyeri di dada G009 Diare berulang G010 Sakit tenggorokan G011 Sulit menelan G012 Keluar lendir dari mulut dan hidung G013 Keluar kelenjar getah bening di leher G014 Membran besar terbentuk di belakang G015 Flu dan beringus G016 Batuk berdahak hingga muntah G017 Mata merah dan berair G018 Perut mulas G019 Muntah-muntah G020 Dehidrasi G021 Buang air terus-menerus G022 Keluar lendir dan darah dalam kotoran G023 Tubuh menggigil G024 Sakit kepala G025 Sakit perut G026 Nyeri otot G027 Denyut jantung melamah G028 Konstipasi / sembelit G029 Pegal-pegal G030 Suara serak G031 Nafas tidak teratur G032 Tidak bisa minum G033 Kejang-kejang G034 Kesadaran menurun G035 Nyeri perut, kepala dan belakang mata G036 Pegal pada otot dan sendi G037 Muncul bintik kemerahan di kulit G038 Gelisah G039 Syok G040 Panas badan G041 Batuk kering G042 Muncul bintik putih pada mulut dalam G043 Muncul ruam kemerahan pada kulit G044 Keringat dingin G045 Pucat G046 Sakit pada tulang dan sendi G047 Pantat gatal G048 Keluar cacing dari anus G049 Rewel G050 Mata sensitif terhadap cahaya G051 Kaku di leher G052 Ada benjolan di kepala G053 Tidak mau menyusu dan makan G054 Muncul bercak merah G055 Muncul ruam berair Perancangan Tabel Keputusan Diagnosa Dari data penyakit dan gejala yang ada, dapat dipersingkat informasinya menjadi tabel keputusan yang isinya adalah relasi atau hubungan antara penyakit dengan gejalanya yang tertera pada tabel Tabel 3. 3 Tabel Keputusan Penyakit Gejala P001 P002 P003 P006 P007 P008 P011 P012 G001 X G002 X G003 P004 P009 P005 P010 G004 G005 G006 G007 G008 G009 G010 G011 G012 G013 G014 G015 G016 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 ISSN : 2477-3042 G017 G018 G038 G039 G019 G040 G020 G041 G021 G042 G022 G043 G023 G044 G024 G045 G025 G026 G046 G047 G027 G048 G028 G049 G029 G050 G030 G051 G031 G052 G032 G053 G033 G054 G034 G055 G035 G036 G037 Perancangan Pohon Keputusan Identifikasi Penyakit Anak Diagram pohon keputusan merupakan suatu rancangan yang digunakan untuk membangun sebuah sistem pakar, di dalam diagram pohon keputusan tersebut akan dicari solusi hasil akhir dari setiap pemeriksaan. Diagram pohon keputusan akan ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 mempermudah untuk menyusun basis pengetahuan dan aturan serta menentukan faktor kepastian dari setiap pelaksanaan identifikasi gejala pada penyakit Proses penemuan solusi ini dilakukan dengan metode forward chaining dimana penemuan solusi tersebut dimotori oleh data masukan keluhan pasien kesimpulan dan penelusuran yang digunakan yaitu dengan metode penelusuran buta (Blind Searc. dengan metode depth first. Penelusuran dilakukan pada semua node anak sebelum dilakukan penelusuran ke node-node yang selevel. Penelusuran dimulai dari node akar ke level yang lebih tinggi. AND G019 : Muntah-muntah AND G020 : Dehidrasi AND G021 : Buang air terus-menerus AND G022 : Keluar lendir dan darah dalam kotoran THEN P004 : Diare Gambar 3. 1 Pohon Keputusan Metode Penelusuran Depth First Search Pembentukan Aturan (Rul. Suatu Aturan (Rul. dibuat berdasarkan diagram pohon keputusan yang telah dibuat sebelumnya. Dengan rule dapat dengan mudah mengetahui hasil akhir nanti berdasarkan rule-rule yang ada. 1 Aturan 1 atau Rule 1 IF G001 : Demam AND G002 : Anoreksia / tidak nafsu makan AND G003 : Berat badan menurun AND G004 : Gangguan gizi AND G005 : Lemah dan lesu AND G006 : Sesak nafas AND G007 : Batuk AND G008 : Nyeri di dada AND G009 : Diare berulang THEN P001 : Tuberkulosis Paru 6 Aturan 6 atau Rule 6 IF G001 : Demam AND G006 : Sesak nafas AND G007 : Batuk AND G010 : Sakit tenggorokan AND G015 : Flu dan beringus AND G024 : Sakit kepala AND G029 : Pegal-pegal AND G030 : Suara serak AND G031 : Nafas tidak teratur AND G032 : Tidak bisa minum AND G033 : Kejang-kejang AND G034 : Kesadaran menurun THEN P006 : ISPA 2 Aturan 2 atau Rule 2 IF G001 : Demam AND G006 : Sesak nafas AND G010 : Sakit tenggorokan AND G011 : Sulit menelan AND G012 : Keluar lendir dari mulut dan hidung AND G013 : Keluar kelenjar getah bening di leher AND G014 : Membran besar terbentuk di belakang THEN P002 : Difteri 3 Aturan 3 atau Rule 3 IF G001 : Demam AND G002 : Anoreksia / tidak nafsu makan AND G005 : Lemah dan lesu AND G006 : Sesak nafas AND G007 : Batuk AND G015 : Flu dan beringus AND G016 : Batuk berdahak hingga muntah AND G017 : Mata merah dan berair THEN P003 : Pertusis 4 Aturan 4 atau Rule 4 IF G001 : Demam IF G002 : Anoreksia / tidak nafsu makan AND G005 : Lemah dan lesu AND G018 : Perut mulas 5 Aturan 5 atau Rule 5 IF G001 : Demam AND G002 : Anoreksia / tidak nafsu makan AND G023 : Tubuh menggigil AND G024 : Sakit kepala AND G025 : Sakit perut AND G026 : Nyeri otot AND G027 : Denyut jantung melamah AND G028 : Konstipasi / sembelit THEN P005 : Demam Tifoid 7 Aturan 7 atau Rule 7 IF G001 : Demam AND G005 : Lemah dan lesu AND G033 : Kejang-kejang AND G034 : Kesadaran menurun AND G035 : Nyeri perut, kepala dan belakang mata AND G036 : Pegal pada otot dan sendi AND G037 : Muncul bintik kemerahan di kulit AND G038 : Gelisah AND G039 : Syok THEN P007 : DBD 8 Aturan 8 atau Rule 8 IF G001 : Demam AND G010 : Sakit tenggorokan AND G015 : Flu dan beringus AND G017 : Mata merah dan berair AND G026 : Nyeri otot AND G040 : Panas badan AND G041 : Batuk kering AND G042 : Muncul bintik putih pada mulut dalam AND G043 : Muncul ruam kemerahan pada kulit THEN P008 : Campak 9 Aturan 9 atau Rule 9 IF G001 : Demam AND G002 : Anoreksia / tidak nafsu makan AND G005 : Lemah dan lesu AND G033 : Kejang-kejang AND G034 : Kesadaran menurun AND G044 : Keringat dingin SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 ISSN : 2477-3042 AND G045 : Pucat AND G046 : Sakit pada tulang dan sendi THEN P009 : Malaria 10 Aturan 10 atau Rule 10 IF G002 : Anoreksia / tidak nafsu makan AND G003 : Berat badan menurun AND G005 : Lemah dan lesu AND G025 : Sakit perut AND G047 : Pantat gatal AND G048 : Keluar cacing dari anus THEN P010 : Cacingan 11 Aturan 11 atau Rule 11 IF G001 : Demam AND G005 : Lemah dan lesu AND G024 : Sakit kepala AND G034 : Kesadaran menurun AND G049 : Rewel AND G050 : Mata sensitif terhadap cahaya AND G051 : Kaku di leher AND G052 : Ada benjolan di kepala AND G053 : Tidak mau menyusu dan makan THEN P011 : Meningitis 12 Aturan 12 atau Rule 12 IF G001 : Demam AND G005 : Lemah dan lesu AND G024 : Sakit kepala AND G054 : Muncul bercak merah AND G055 : Muncul ruam berair THEN P012 : Verisela Diagram konteks diatas menerangkan bahwa arus data secara umum yang melibatkan dua buah entitas. User merupakan pengguna dari aplikasi sistem pakar untuk mengidentifikasi penyakit melalui gejala yang tampak. Pada entitas user terdapat tujuh aliran data, dimana empat aliran data menuju ke sistem, yaitu input data pasien, input identifikasi gejala, input buku tamu serta input polling, dan tiga aliran data yang menuju entitas user yaitu laporan hasil diagnosa, info buku tamu serta info polling. Admin merupakan seseorang yang mengelola situs, dikarenakan pemahaman yang lebih luas mengenai program yang dipakai. Pada entitas admin terdapat sepuluh aliran data, dimana empat aliran data menuju ke sistem, yaitu input data penyakit, input data gejala, input data relasi dan input admin pakar. Serta enam aliran dari sistem, yaitu data penyakit, data gejala, data relasi, laporan data admin, laporan data pasien dan laporan hasil 2 Diagram Alir Data (DAD) Diagram alir data yang telah dibuat akan dilakukan penjabaran ke dalam pandangan yang lebih detail. Diagram alir data yang lebih detail dari diagram alir data konteks disebut diagram alir data analisis. Penjabaran DAD dapat dilihat pada gambar berikut simpan data pasien us er Analisis Sistem 1 Diagram Konteks Diagram konteks merupakan aliran yang menggambarkan hubungan antara sistem dengan Selain itu diagram konteks merupakan diagram yang paling awal yang terdiri dari suatu proses data dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem secara garis besarnya. Aliran dalam diagram konteks memodelkan masukan ke sistem dan keluaran dari sistem. input data pasien Pendaftaran Diag nos a data penyakit simpan data penyakit simpan data g ejala g ejala data g ejala lap diag nosa data diagnosa hasil diag nosa data g ejala data pasien data penyakit Administrasi input relas i input g ejala input penyakit data diagnosa simpan data relas i data relasi input pasien input identifikasi g ejala input buku tamu us er data relasi lap penyakit lap g ejala lap relas i lap pasien lap diag nosa input polling admin pakar Gambar 3. 3 Diagram Alir Data Level 0 Sistem Pakar Penyakit Anak laporan hasil diag nosa info buku tamu info polling Sis tem Pakar Penyakit Anak input penyakit input g ejala input relas i input admin pakar input pilih g ejala info data g ejala Pertanyaan lap hasil diag nosa simpan data diag nosa data penyakit laporan hasil diag nosa laporan data pasien data admin pakar data relasi data g ejala data penyakit Identifikasi data pilih gejala data g ejala hasil diag nosa data pilih gejala admin pakar Gambar 3. 2 Diagran Konteks Sistem Pakar Penyakit Anak p enyakit g ejala Gambar 3. 4 Diagram Alir Data Level 1 Proses 2 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 ISSN : 2477-3042 data pas ien s impan data penyakit input data penyakit lap data pas ien pas ien lap data diagnosa pas ien data penyakit lap data penyakit input data gejala edit admin input gejala input data s impan data admin data relasi data gejala has il diagnosa edit data admin admin pakar s impan data gejala data diagnosa lap data admin lap data gejala input relas i admin pakar data admin s impan data relas i data relasi Gambar 3. 7 Relasi Tabel Gambar 3. 5 Diagram Alir Data Level 1 Proses 3 Perancangan Basis Data 1 Entity Relationship Diagram (ERD) ERD digunakan untuk menunjukkan hubungan antara entity dengan database dan objekAeobjek . impunan entita. yang dilibatkan dalam sebuah basis data dan hubungan yang terjadi diantara objekobjek tersebut. ERD yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan beberapa atribut yang mempersentasikan seluruh fakta yang ditinjau dari keadaan yang nyata. Dimana dapat digambarkan secara lebih sistimatis dengan menggunakan ERD. Gambar berikut menunjukkan hubungan-hubungan antara tabel database dengan relationship entitas yang lainnya. nm_gejala kd_gejala id_pasien hasil_diagnosa Implementasi Aplikasi sistem pakar ini dirancang khusus untuk mendiagnosa penyakit tropis pada anak melalui identifikasi gejala-gejala. Di sini dijelaskan tentang alur pembuatan dan kegunaan program yang dibuat beserta tampilan desain. Dalam pembuatan web sistem pakar ini Web Editor Macromedia Dreamweaver 8 dalam perancangan interface dan juga dalam pengkodeannya. Untuk pembuatan tampilan atau interface dalam Dreamweaver memanfaatkan fitur-fitur yang memudahkan dalam membuat sebuah web, yaitu antara lain Layout. Forms. CSS dan lainnya. id_pasien** kd_penyakit** kd_penyakit nm_penyakit Gambar 3. 6 Entity Relationship Diagram (ERD) 2 Perancangan Kamus data Berikut ini adalah penjelasan mengenai struktur basis data dari Entity Relationship Diagram. Adapun tabel - tabel yang digunakan dalam aplikasi ini antara lain : Nama Tabel : penyakit Field Kunci : kd_penyakit Fungsi : Untuk menyimpan data penyakit Kamus Data : penyakit = @kd_penyakit nm_penyakit definisi solusi Gambar 4. 13 Pembuatan Tampilan Web dengan Dreamweaver Sedangkan dalam pengkodean disini juga Dreamweaver Dalam dreamweaver sudah mencakup banyak bahasa pemprograman web yaitu antara lain HTML. PHP. ASP. JavaScript. XML. CSS dan banyak lagi Dengan bahasa pemprograman yang memadai Dreamweaver sangat membantu dalam pembuatan dan pengkodean web dinamis seperti web sistem pakar ini. ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 Dalam halaman ini, apabila pengguna ingin melakukan diagnosa, maka sebelumnya pengguna diwajibkan untuk mendaftarkan diri pada halaman Adapun desain halamannya adalah sebagai Gambar 4. 14 Pengkodean dengan Dreamweaver Berikut ini tampilan-tampilan halaman yang ada dalam program yang dibuat dengan menggunakan Dreamweaver 8 : 1 Halaman Menu Pengguna Dalam halaman menu pengguna akan ditampilkan halaman menu yang dapat diakses oleh pengguna. Adapun halaman menu tersebut adalah sebagai Halaman Menu Utama Ketika aplikasi website dibuka akan tampil halaman Tampilan halaman utama tersebut sebagai Gambar 4. 16 Halaman Pendaftaran Pengguna Halaman Pertanyaan Halaman pertanyaan merupakan halaman inti dari sistem pakar dalam mengidentifikasi penyakit tropis Disini terdapat pertanyaan bagi pengguna yang ingin melakukan proses identifikasi dan diharuskan untuk memilih gejala sesuai dengan gejala yang ada. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 17 Halaman Pertanyaan Konsultasi Diagnosa Halaman Menu Data Penyakit Halaman menu data penyakit dimaksudkan untuk menampilkan data-data penyakit tropis. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 15 Halaman Utama Pengguna Halaman Menu Pendaftaran ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 Gambar 4. 18 Halaman Data Penyakit Halaman Menu Bantuan Dalam menu ini pengunjung akan memperoleh informasi tentang bagaimana menggunakan aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit anak ini. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 20 Halaman Menu Kritik dan Saran Halaman Hasil Diagnosa Halaman hasil diagnosa merupakan halaman yang memberikan informasi hasil dari masukan pengguna yang melakukan proses diagnosa. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 19 Halaman Menu Bantuan Halaman Menu Kritik dan Saran Halaman pada menu kritik dan saran ini merupakan halaman untuk menerima saran dan kritik dari para pengguna dan juga menampilkan pesan. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 Gambar 4. 22 Halaman Login Admin Pakar 2 Halaman Utama Admin Halaman utamaa admin merupakan tampilan pertama setelah melakukan login. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 21 Halaman Hasil Diagnosa Pasien 2 Halaman Menu Admin Pakar Dalam halaman menu program admin . akar penyaki. akan ditampilkan halaman menu yang dapat diakses oleh admin. Adapun halaman menu tersebut adalah sebagai berikut : 1 Halaman Login Admin Halaman login merupakan halaman bagi admin untuk mengisikan username dan password jika ingin mengakses halaman utama admin. Adapun desain halamannya adalah : Gambar 4. 23 Halaman Utama Admin Pakar 3 Halaman Menu Data Penyakit Halaman menu data penyakit ini menampilkan daftar penyakit yang telah di inputkan dan juga di halaman ini bisa untuk edit dan hapus data penyakit yang sudah ada. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 Gambar 4. 26 Halaman Menu Data Relasi Gambar 4. 24 Halaman Menu Data Penyakit 4 Halaman Menu Data Penyakit Halaman menu data gejala ini menampilkan daftar gejala yang telah di inputkan dan juga di halaman ini bisa untuk edit dan hapus data gejala yang sudah ada. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 25 Halaman Menu Data Penyakit 5 Halaman Menu Relasi Halaman menu relasi ini untuk merelasikan atau menghubungkan atara data penyakit dengan data Adapun desain halamannya adalah sebagai ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 6 Halaman Menu Tambah Data Penyakit Halaman masukan penyakit berfungsi untuk memasukan data-data atau fakta basis pengetahuan dalam Sistem Pakar Diagnosa Penyakit. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Halaman laporan pasien ini menampilkan data dari pasien yang telah melakukan pendaftaran untuk menggunakan sistem pakar diagnosa penyakit anak. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 29 Halaman Menu Laporan Data Pasien 9 Halaman Menu Laporan Hasil Diagnosa Halaman laporan pasien ini menampilkan data dari hasil diagnosa yang telah dilakukan pengguna sistem pakar diagnosa penyakit anak. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 27 Halaman Menu Tambah Data Penyakit 7 Halaman Menu Tambah Data Gejala Halaman masukan gejala berfungsi untuk memasukan data-data atau fakta basis pengetahuan dalam Sistem Pakar Diagnosa Penyakit. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 30 Halaman Menu Laporan Hasil Diagnosa Halaman Tambah Admin Halaman ubah admin berfungsi untuk menambah data admin. Adapun desain halamannya adalah sebagai berikut : Gambar 4. 28 Halaman Menu Tambah Data Gejala 8 Halaman Menu Laporan Data Pasien ISSN : 2477-3042 SURYA INFORMATIKA. VOL . No. September 2020 dan menambah opsi pencarian sesuai dengan keinginan pencari kost. Pada website kost online ini, belum ada suatu sistem pembayaran untuk pemesanan kamar kost kepada pemilik kost. Untuk pengembangan selanjutnya diharapkan website Kost Online ini dapat menjadi EBusiness. Perlu dibuat sistem informasi rumah kost berbasis android. Agar lebih mudah dalam penggunaannya, mengingat perangkat android yang sekarang ini sedang populer. DAFTAR PUSTAKA Gambar 4. 31 Halaman Tambah Data Admin Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Pada bab ini akan dijelaskan kesimpulan dari pembuatan Laporan Tugas Akhir yang berisi uraian singkat terhadap implementasi dan saran untuk Berdasarkan hasil pengujian dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : Dengan adanya sistem informasi rumah kost di kota Pekalongan berbasis website, sudah tersedianya sarana untuk memasarkan dan mencari rumah kost di kota Pekalongan. Serta dapat memberikan informasi dan gambaran bagi para pencari kost seperti fasilitas, ktersediaan kamar, informasi biaya sewa, dan lokasi rumah kost di kota Pekalongan. Dan pemesanan kamar kost oleh pencari kost sudah dapat dilakukan secara online. Data-data mengenai rumah kost sudah dapat dikelola secara online oleh pemilik-pemilik kost, sehingga akan lebih mudah dalam melakukan promosi secara online terhadap rumah kost yang Pada Pengujian black box, hasil pengujian dengan skenario ujian yang di usulkan mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang Website Pemesanan Rumah Kost Online di Kota Pekalongan telah memenuhi harapan pengguna dalam menggunakan website tersebut. Ini bisa dilihat dari hasil prosentase yang diperoleh terhadap pertanyaan dengan jawaban baik sebesar 50,00%. Website kost online ini sudah terdapat fasilitas tambahan yaitu live chat antara admin dengan member atau pemilik kost, serta member kost dengan pemilik kost. Saran