Vol. No. e-ISSN: 3026-1333 WORKSHOP BEDAH BUKU NEGERI 5 MENARA: MENGGALI PESAN MORAL DAN EDUKASI DI SMK TAMAN SISWA 1 JAKARTA PUSAT Try Annisa Lestari1. Sifa Sultanika2. Handini Rahmawati3. Azril4. Aan Nursyam5 1,2,3,4,5 Politeknik Negeri Media Kreatif Informasi Artikel Sejarah Artikel: Diterima 26 Oktober 2025 Revisi 27 Oktober 2025 Disetujui 29 Oktober 2025 Kata Kunci: pendidikan karakter ABSTRAK Kegiatan Workshop Bedah Buku Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini bertujuan untuk menggali pesan moral dan nilai edukatif yang terkandung dalam novel serta meningkatkan literasi baca kritis siswa SMK Taman Siswa 1 Jakarta Pusat. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada pendekatan analisis sastra yang menitikberatkan pada pemaknaan unsur intrinsik seperti tema, tokoh, alur, latar, serta amanat yang relevan dengan pembentukan karakter generasi muda. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi interaktif, pembacaan kutipan teks, serta refleksi nilai secara kolaboratif antara dosen dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi nilai-nilai seperti kerja keras, disiplin, persahabatan, religiusitas, dan semangat meraih cita-cita . an jadda wajad. Workshop ini memperlihatkan bahwa karya sastra populer dapat menjadi media efektif dalam pembelajaran karakter dan penguatan literasi di lingkungan sekolah menengah Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun budaya literasi dan pendidikan karakter berbasis karya E-mail Penulis: Try. lestari@polimedia. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan terhadap pola konsumsi informasi dan budaya membaca generasi muda. Kehadiran media sosial, platform video pendek, serta berbagai bentuk hiburan berbasis visual menyebabkan pergeseran minat literasi dari budaya baca mendalam . eep readin. menuju konsumsi informasi yang serba cepat dan instan. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kemampuan membaca kritis, pemahaman tekstual, serta refleksi nilai yang terkandung dalam karya sastra. DOI: https://doi. org/10. 62667/begawe. Try Annisa Lestari, dkk Padahal, literasi membaca bukan sekadar kemampuan mengenali huruf dan memahami isi bacaan secara literal, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, analitis, reflektif, dan evaluatif. Literasi yang kuat berperan penting dalam membentuk karakter, kecerdasan emosional, serta kemampuan pengambilan keputusan siswa. Dalam konteks pendidikan nasional, penguatan literasi menjadi bagian integral dari kebijakan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang menekankan pentingnya budaya membaca sebagai fondasi pembelajaran sepanjang hayat. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai institusi pendidikan berbasis vokasional memiliki fokus utama pada penguatan kompetensi teknis dan keterampilan kerja. Namun demikian, pengembangan soft skills seperti integritas, disiplin, ketekunan, kemampuan komunikasi, serta daya juang tetap menjadi kebutuhan mendasar dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter. Tantangan yang sering muncul di lingkungan SMK adalah keterbatasan waktu dan strategi pembelajaran yang secara khusus menumbuhkan literasi kritis dan refleksi nilai moral melalui karya sastra. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi awal dengan pihak SMK Taman Siswa 1 Jakarta Pusat, ditemukan beberapa permasalahan utama, antara lain: Rendahnya minat baca siswa terhadap karya sastra, terutama novel yang membutuhkan konsentrasi dan pemahaman mendalam. Kurangnya kemampuan analisis terhadap pesan moral dan nilai edukatif dalam teks sastra. siswa cenderung membaca secara permukaan tanpa menggali makna kontekstual dan reflektif. Belum optimalnya integrasi pendidikan karakter melalui kegiatan literasi, sehingga pembelajaran bahasa dan sastra belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai media internalisasi nilai. Minimnya kegiatan literasi berbasis diskusi dan refleksi kolaboratif, yang dapat mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat serta membangun pemikiran kritis. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan akan pendekatan pembelajaran literasi yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan pengalaman siswa. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan Workshop Bedah Buku, yaitu kegiatan analisis bersama terhadap karya sastra yang bertujuan menggali pesan moral, nilai edukatif, serta relevansinya dengan kehidupan nyata siswa. Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dipilih sebagai objek kajian karena memiliki kandungan nilai karakter yang kuat dan relevan dengan dunia pendidikan. Novel ini mengangkat kisah perjuangan enam tokoh muda dari berbagai latar belakang daerah yang menempuh pendidikan di pesantren dengan semangat man jadda wajada . iapa yang bersungguh-sungguh akan berhasi. Nilai kerja keras, disiplin, religiusitas, solidaritas, toleransi, dan optimisme menjadi pesan sentral yang sejalan dengan penguatan pendidikan BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Try Annisa Lestari, dkk Secara pedagogis, kegiatan bedah buku tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas membaca, tetapi juga sebagai sarana: Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan interpretatif. Melatih kemampuan komunikasi dan argumentasi siswa. Menumbuhkan empati dan kesadaran sosial. Menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui refleksi teks. Dengan demikian, kegiatan Workshop Bedah Buku ini menjadi bentuk intervensi akademik yang strategis dalam menjawab tantangan rendahnya literasi dan kebutuhan penguatan karakter di lingkungan SMK. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dalam bentuk kolaborasi antara Politeknik Negeri Media Kreatif dan SMK Taman Siswa 1 Jakarta Pusat untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sinergi antara pendidikan tinggi dan sekolah menengah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis literasi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif siswa, tetapi juga membentuk generasi muda yang berintegritas, berdaya juang, dan berorientasi pada nilainilai moral. METODE PELAKSANAAN Metode Kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan dosen sebagai fasilitator dan siswa sebagai peserta aktif. Metode yang digunakan meliputi: Penyuluhan literasi sastra mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik novel. Diskusi kelompok terarah (FGD) untuk membedah tema dan pesan moral. Pembacaan kutipan kunci dan analisis makna kontekstual. Refleksi nilai melalui penulisan singkat tentang pesan yang paling berkesan. Profil Mitra Mitra kegiatan adalah SMK Taman Siswa 1 Jakarta Pusat dengan peserta sebanyak 40 siswa kelas XI dan XII serta 2 guru pendamping. Sekolah ini memiliki komitmen terhadap penguatan karakter dan literasi, namun membutuhkan pendampingan akademik dalam pengembangan kegiatan literasi berbasis analisis karya sastra. BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Try Annisa Lestari, dkk Tahapan Pelaksanaan Pra-Kegiatan Dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi workshop, serta penyebaran pre-test sederhana untuk mengukur pemahaman awal siswa terhadap novel. Kegiatan Inti Workshop berlangsung selama satu hari dengan pembagian sesi: Sesi I: Pengenalan latar belakang novel dan penulis. Sesi II: Analisis unsur intrinsik . ema, tokoh, alu. Sesi i: Diskusi pesan moral dan nilai edukatif. Sesi IV: Refleksi dan presentasi hasil diskusi kelompok. Monitoring dan Evaluasi Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan refleksi tertulis siswa untuk melihat peningkatan pemahaman dan respon terhadap kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap makna dan pesan moral dalam novel. Sebelum kegiatan, sebagian besar siswa membaca novel hanya sebagai cerita inspiratif tanpa analisis mendalam. Setelah workshop, siswa mampu mengidentifikasi beberapa nilai utama, antara lain: Nilai kerja keras dan ketekunan melalui semboyan man jadda wajada. Nilai persahabatan dan solidaritas yang tercermin dalam persatuan Sahibul Menara. Nilai religiusitas dan disiplin dalam kehidupan pesantren. Nilai keberagaman dan toleransi karena tokoh berasal dari latar daerah berbeda. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan antusiasme tinggi. Siswa menyampaikan bahwa novel tersebut relevan dengan perjuangan mereka dalam meraih cita-cita di SMK. BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Try Annisa Lestari, dkk Secara pedagogis, pendekatan bedah buku terbukti efektif meningkatkan: Kemampuan berpikir kritis. Keterampilan berbicara dan berargumentasi. Kesadaran terhadap pentingnya pendidikan karakter. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa literasi sastra dapat menjadi sarana strategis dalam memperkuat soft skills siswa SMK, bukan hanya kemampuan akademik. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Workshop Bedah Buku Negeri 5 Menara berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap pesan moral dan nilai edukatif dalam karya sastra. Kegiatan ini menunjukkan bahwa novel populer dapat menjadi media efektif dalam pembelajaran karakter dan penguatan literasi di sekolah menengah kejuruan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah memberikan dampak positif terhadap pengembangan budaya literasi serta pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing. Saran Kegiatan bedah buku perlu dilakukan secara berkala dengan variasi karya sastra. Sekolah dapat mengintegrasikan diskusi sastra dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Try Annisa Lestari, dkk Perguruan tinggi diharapkan terus melakukan pendampingan literasi sebagai bagian dari pengabdian berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada SMK Taman Siswa 1 Jakarta Pusat atas kerja sama yang baik dalam pelaksanaan kegiatan ini, serta kepada Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Media Kreatif yang mendukung terselenggaranya kegiatan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA