PETROGAS Volume 1. Nomor 1. Maret 2019 ISSN - 2656-5080 Pemanfaatan Kondensat untuk Menghasilkan Motor Gasolin (MOGAS) RON 88 dengan Metode Blending Yuniarti1. Subagjo Wakimin1. Rudiyanto1 STT Migas Balikpapan. Jl. Soekarno-Hatta KM. KarangJoang. Balikpapan. Kalimantan Timur E-mail : yuniaryunie@yahoo. com1, subagio_sst@yahoo. com2 rudiesco10@gmail. Abstract Condensate is a liquid hydrocarbon obtained from gas wells or oil wells mixed with gas. The octane number reaches between 65. 0 and 75. Blending method is used to produce 88 octane numbers. Mixing of components is done by mixing condensate with HOMC. To qualify the specifications of the blending results, the product will be analyzed for density. RON. ASTM and RVP distillation. The results of blending components obtain an octane number of 88. Temperature 70CC for 10% distillation volume, 100,3CC for 50% distillation volume, and 144,3CC for 90% distillation volume. Keywords: Octan number. Blending, condensate, distillation Abstrak Kondensat merupakan hidrokarbon cair yang didapatkan dari sumur gas atau sumur minyak bercampur gas. Angka oktan kondesat berkisar antara 65,0 sampai dengan 75,0. Metode Blending digunakan untuk menghasilkan angka oktan 88. Blending komponen dilakukan dengan mencampur kondensat dengan HOMC. Untuk memenuhi spesifikasi hasil blending, maka produk dianalisa density. RON, destilasi ASTM dan RVP. Hasil blending komponen didapatkan angka oktan 88,0. Temperatur 70CC untuk destilasi 10% . Temperatur 100,3CC untuk destilasi 50% Vol, dan temperaturnya 144. 3CC untuk destilasi 90% vol. Kata kunci: Angka oktan. Blending, kondensat. Destilasi Artikel diterima 25 Februari 2019. Online 21 Maret 2019. PETROGAS Volume 1. Nomor 1. Maret 2019 ISSN - 2656-5080 PENDAHULUAN Peran minyak bumi sebagai sumber energy terutama sebagai bahan bakar masih sulit Minyak bumi merupakan campuran sangat kompleks dari senyawa Ae senyawa hidrokarbon . Ae 98%) dan unsure lain dalam jumlah kecil seperti Belerang (S). Nitrogen (N). Oksigen (O). Vanadium (V). Nikel (N. Besi (F. Tembaga (C. , air, dan garam Ae garam Senyawa Ae senyawa lain ini umumnya menurunkan kualitas produk minyak bumi yang diinginkan (Suryo Purwono, 2. Konsumsi hasil pengolahan minyak bumi paling besar adalah untuk bahan bakar Selama ini bahan bakar yang banyak dikenal oleh masyarakat pada umumnya adalah premium, pertalite, pertamax yang biasa mereka sebut dengan kata bensin saja. Bahan bakar tersebut diatas dibedakan berdasarkan nilai angka oktannya. Angka oktan berperan penuh pada keperkasaan suatu mesin kendaraan. Semakin tinggi angka oktan, akan semakin menaikkan performa dari suatu mesin yang bekerja karena efisiensi pembakarannya semakin tinggi. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka banyak cara dilakukan untuk dapat menaikkan nilai oktan suatu bahan bakar, diantaranya adalah denga cara blending. Salah satu produk turunan dari minyak bumi adalah kondensat. Kondensat merupakan hidrokarbon cair yang didapatkan dari sumur gas atau sumur minyak bercampur gas. Dalam kondisi temperature dan tekanan sekitar, kondensat ini bentuknya mirip dengan bensin dan mudah terbakar. Gas yang baru keluar dari sumur lapangan itu biasanya masih basah karena bercampur cairan hidrokarbon. Cairan kondensat dipisahkan dari gas melalui alat bernama separator atau scrubber. Angka oktan kondesat berkisar antara 65,0 sampai dengan 75,0. Kondensat dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar bensin yang bernilai oktan lebih tinggi dari nilai oktan sebelumnya dengan cara diblending dengan senyawa lain. Penelitian ini dilakukan karena nilai oktan dari kondensat masih terlalu rendah sedangkan kondensat ini bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar bensin yang memiliki angka oktan 88. 0 dengan mencampur (Blendin. dgn HOMC/larutan oktan boster, yang harus memenuhi spesifikasi bahan bakar bensin dari Dirjen migas Nomor : 3674 K/24/DJM/2006 Tanggal : 17 Maret 2006. Dengan dinaiikannya angka oktan dari kondesat ini, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi kondensat yang selama Artikel diterima 25 Februari 2019. Online 21 Maret 2019. PETROGAS Volume 1. Nomor 1. Maret 2019 ISSN - 2656-5080 ini dianggap sebagai limbah B3 dengan menjadikannya bahan bakar mogas dengan menambahkan/mencampur dengan HOMC. Minyak bumi adalah cairan mudah terbakar berwarna coklat sampai hitam yang terbentuk secara alamiah. Minyak bumi terdiri dari campuran senyawa Ae senyawa hidrokarbon antara 50 sampai 98 %. Senyawa lain dalam minyak bumi : belerang, nitrogen, oksigen dan logam vanadium, nikel, besi, dan tembaga. Baik senyawa hidrokarbon maupun senyawa bukan hidrokarbon akan mempengaruhi cara pengolahan dalam kilang minyak. Setiap minyak mentah yang siap diolah di kilang minyak memiliki tipe yang berbeda Aebeda. Salah satu klasifikasi minyak bumi yang banyak di pakai adalah klasifikasi berdasarkan API Gravity. Adapun API Gravity berhubungan dengan specific gravity minyak pada suhu 600F. Tabel 2. 1 di bawah ini menjelaskan tentang klasifikasi Minyak Bumi berdasarkan API Gravity (Bardi Murachman. Tabel 2. 1 Klasifikasi Minyak Bumi Berdasarkan API Gravity Jenis Minyak Mentah API Gravity SG 60/60 Ringan > 39,0 < 0,830 Ringan Sedang 39,0 Ae 35,0 0,830 Ae 0,850 Berat Sedang 35,0 Ae 32,1 0, 850 Ae 0,865 Berat 32,1 Ae 24,8 0,865 Ae 0,905 Sangat Berat < 24,8 > 0,905 Source : Bardi Murachman, 2013 Kondensat merupakan hidrokarbon cair yang didapatkan dari sumur gas atau sumur minyak bercampur gas. Dalam kondisi temperature dan tekanan sekitar, kondensat ini bentuknya mirip dengan bensin dan mudah terbakar. Gas yang baru keluar dari sumur lapangan itu biasanya masih basah karena bercampur cairan hidrokarbon. Cairan kondensat dipisahkan dari gas melalui alat bernama separator atau scrubber. Menurut Moh Fuad Rofiqi . Gas kondensat adalah campuran berdensitas rendah dari suatu cairan hidrokarbon yang berupa komponen gas dalam gas alam mentah yang dihasilkan dari berbagai lapangan gas alam. Gas kondensat terbentuk apabila suhu mengalami penurunan hingga dibawah dew poin gas alam tersebut. Secara umum, gas kondensat memiliki berat jenis berkisar 0,5 Ae 0,8 dan berisi Hidrogen Sulfida (H2S), mercaptan (RSH). Karbon dioksida (CO. Alkana rantai lurus mulai dari C2 - C12, cycloheksana dan Naphtan serta senyawa-senyawa aromatic . enzene, tpluene, xylene, dan ethylbenzen. Artikel diterima 25 Februari 2019. Online 21 Maret 2019. PETROGAS Volume 1. Nomor 1. Maret 2019 ISSN - 2656-5080 Cairan kondensat dipisahkan dari gas melalui alat bernama separator atau scrubber. Angka oktan kondesat berkisar antara 65,0 sampai dengan 75,0. Gas alam didinginkan hingga dibawah dew point. Hidrokarbon dialirkan menuju separator bertekanan tinggi untuk memisahkan air, gas alam dan kondensat. Kemudian kondensat dialirkan menuju separator bertekanan rendah dan didapatkan air, gas alam dan kondensat. Hasil gas alam kemudian disatukan dan dialirkan ke unit pengolahan gas dan kondensat dialirkan menuju unit pengolahan . Kelebihan kondensat ini adalah : Harganya murah, dapat digunakan sebagai pengganti bensin, lebih murah dari bensin, lebih ramah terhadap mesin sehingga pergantian oli sedikit. Bersih karena lebih ramah lingkungan dibandingkan sumber bahan bakar tradisional serta bensin dan solar, karena memproduksi hingga 95% karbon monoksida. Aman, apabila bocor gas kondensat akan menguap dan tidak membentuk genangan. Kekurangan : Tangki penyimpanan gas kondensat memiliki spesifikasi khusus Tempat pengisian gas kondensat yang masih terbatas Dibutuhkan sedikit penyesuaian atau modifikasi terhadap mesin. HOMC merupakan produk naphta . omponen minyak bum. yang memiliki struktur kimia bercabang dan siklis berangka oktan tinggi . aya bakar lebih sempurna dan instan cepa. , nilai oktam diatas 92, bahkan ada yang 95, sampai 98 lebih. Kebanyakan merupakan hasil olah lanjut naphtha jadi berangka oktan tinggi atau hasil perengkahan minyak berat menjadi HOMC. HOMC berupa cairan jernih tidak larut dalam pelarut organic hidrokarbon. HOMC merupakan bahan yang mudah terbakar, dan memiliki RON yang lebih tinggi dari naphta namun lebih rendah dari reformate yaitu sekitar 92. Menurut Haryono dan Marliani . , blending adalah suatu proses pencampuran untuk mendapatkan produk atau umpan yang memenuhi persyaratan atau spesifikasi yang diperlukan. Untuk blending di Indonesia baru ada B5 atau yang biasa kita kenal dengan biosolar. Sampai saat ini formulasi terbaik yang dapat diterapkan dengan kondisi mesin yang sudah ada sebagai mesin transportasi yang digunakan adalah melakukan blending dengan formulasi blending mencapai 20%. Untuk meningkatkan fleksibilitas jenis produk dan profit, umumnya suatu kilang akan melakukan blending produk dari produk dasar yang telah diperoleh untuk menghasilkan suatu produk lain yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Sebagai contoh untuk mendapatkan produk bensin berjenis premium yang memiliki angka oktan 88 maka perlu dilakukan blending terhadap produk straight run naptha yang dihasilkan oleh proses kilang dengan komponen utama bensin berangka oktan tinggi (HOMC Ae High Octane Mogas Componen. (Chabibulloh,B. Etc. ,2. Artikel diterima 25 Februari 2019. Online 21 Maret 2019. PETROGAS Volume 1. Nomor 1. Maret 2019 ISSN - 2656-5080 METODA PENELITIAN Bahan yang digunakan dalam memproduksi MOGAS RON 88 adalah limbah dari industri pengolahan minyak dan gas bumi yaitu kondensat. Bahan Baku yang kedua adalah HOMC HOMC yang merupakan bahan yang mudah terbakar. HOMC memiliki RON (Research Oktan Numbe. yang lebih tinggi dari Naphta namun lebih rendah dari Reformate yaitu sekitar 92, hal ini dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya keadaan off-spec. Off-spec adalah kondisi produk yang tidak diizinkan untuk digunakan. Beberapa istilah dari suatu produk yang sering digunakan antara lain adalah SG dan distilasi, dan kedua spesifikasi tersebut harus sesuai dengan parameter spesifikasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Perbandingan perhitungan bahan dasar diawali dengan pertimbangan bahan dasar ekonomi melalui persamaan pencampuran ON. ycCycA = . aAycu. A dan B mewakili nilai bahan dasar,dimana A untuk kondensat dan B untuk HOMC serta nilai A B = 100. Langkah selanjutnya adalah mengukur setiap SG ASTM D- 1298 dari bahan dasar, meskipun pada dasarnya sudah diketahui dari spesifikasi MOGAS telah dikeluarkan oleh direktur jenderal Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia. Setelah SG diketahui, maka dilakukan pengujian distilasi ASTM D86 untuk masing-masing bahan baku. Pengukuran selanjutnya dilakukan dengan rasio pencampuran SG yang sudah diatur, kemudian dilakukan pengujian pencampuran distilasi MOGAS. Pemeriksaan pertama gravitasi spesifik. ASTM D1298 untuk mendapatkan Specific Gravity (SG) dan pengamatan suhu (T). Yang kedua adalah pemeriksaan Distilasi ASTM D86 untuk menentukan komponen yang ada dalam sampel. Dalam blending kondensat untuk pembuatan bahan bakar mogas angka oktan 88,0, digunakan beberapa pencampuran komponen-komponennya. Di antara beberapa pencampuran yang di pakai untuk mogas 88. 0 dari komponen-komponennya adalah : specific gravity, destilasi, octan number . RVP (Baird,C. Artikel diterima 25 Februari 2019. Online 21 Maret 2019. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tinjauan kualitas kondensat dan kualitas produk HOMC dari kilang RU V Balikpapan. Produk HOMC dari kilang RU V Balikpapan memiliki angka oktan tinggi tetapi tidak memenuhi spesifikasi sebagai bensin angka oktan 88. Dengan mencampur . HOMC dgn kondensat pada volume optimum akan menghasilkan memiliki angka oktan 88. Mencari oktan number dilakukan dengan cara perhitungan simulasi matematis menggunakan persamaan 1 sehingga didapatkan hasilnya dalah sebagai berikut : (V1 x ON. (V2 x ON. V1 V2 . % x . % x . 17% 83% . 156%) . % RON % Volume Premium ON1 = RON Premium % Volume Pertamax ON2 = RON Pertamax Dari hasil perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa angka oktan blending kondensat dan HOMC didapatkan nilai sebesar 87,92. Hasil analisa destilasi ASTM D86 dari komponen kondensat. HOMC dan hasil blending dapat dilihat pada table 1 sebagai berikut. Tabel 1. Data Analisa Destilasi ASTM D86 Temperatur (EE) % Volume Blending Kondensat HOMC IBP 10% vol Rec. 20% vol Rec. 30% vol Rec. 40% vol Rec. Artikel diterima 25 Februari 2019. Online 21 Maret 2019. PETROGAS Volume 1. Nomor 1. Maret 2019 ISSN - 2656-5080 50% vol Rec. 60% vol Rec. 70% vol Rec. 80% vol Rec. 90% vol Rec. FBP Dari table 1 dapat dilihat temperatur dari hasil blending kondensat dan HOMC berada di antara dua komponen penyusun blending. Hasil analisa destilasi masing Ae masing komponen dapat dilhat pada grafik 1 untuk kondensat, grafik 2 untuk HOMC, dan grafik 3 untuk hasil DESTILASI KONDENSAT Temperature (C) Kondens IBP FBP % Volume Recovery Gambar 1. Grafik Destilasi Kondensat Artikel diterima 25 Februari 2019. Online 21 Maret 2019. PETROGAS Volume 1. Nomor 1. Maret 2019 ISSN - 2656-5080 DESTILASI HOMC Temperature (C) HOMC IBP FBP % Volume Recovery Gambar 2. Grafik Destilasi HOMC DESTILASI BLENDING Temperature (C) Blending IBP FBP % Volume Recovery Gambar 3. Grafik Destilasi Blending Destilasi TBP dilakukan dalam kolom yang dilengkapi dengan pendingin. Sampel yang terupakan akan melewati pendingin dan membentuk fraksi kondensat yang kemudian dinamakan volume recovery dan diukur volumenya menggunakan gelas ukur. Hasil penyulingan kondensat disajikan pada grafik 1, grafik 2 untuk komponen HOMC dan grafik 3 untuk hasil blending dua komponen diatas. Artikel diterima 25 Februari 2019. Online 21 Maret 2019. Dari ketiga grafik diatas, dapat dikatakan bahwa semakin besar volume yang terkondensasi maka temperaturnya semakin tinggi. Destilasi ASTM D86 yang digunakan mempunyai volume maksimal 125 ml dan temperature produk yang diiukur bisa sampai dengan suhu 371 EE KESIMPULAN Parameter uji untuk kondensat. HOMC dan bensin meliputi uji RON (Research Oktan Numbe. Uji RVP (Reid Vapour Pressur. , uji Density dan uji distilasi dengan critical parameter pada 10% Vol, 50% Volume dan 90% Volume. Rasio Volume Blending kondensat dan HOMC untuk mendapatkan bensin oktan 88 adalah 17% untuk kondensat dan 83% untuk HOMC. Setelah dilakukan blending tersebut. RON yang didapat adalah 88,0. detilasi 10% vol temperaturnya 70CC, destilasi 50% Vol tempraturnya 100,3CC dan destilasi 90% vol 3CC. Dari hasil analisa, dapat dilihat bahwa semua parameter bensin oktan 88 memenuhi spesifikasi untuk dijadikan bensin oktan 88 sesuai standar sebagaimana yang dipersyaratkan didalam kementerian ESDM. UCAPAN TERIMA KASIH