TEMATIK Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juli 2025, pp. 130 Ae 135 e-ISSN: 2775-3360 https://journals. id/index. php/tematik npage 130 Peningkatan Pengetahuan Warga Tlogosari Kulon RT 08 RW VI Terkait Pengelolaan Bank Sampah Amerti Irvin Widowati *1. Surjawati 2. Nirsetyo Wahdi 3 . Edi Nurwahyu Julianto 4 Universitas Semarang amerti@usm. id 1 , surjawati@usm. id 2 , wahdi@usm. id 3 , edi@usm. Informasi Artikel Abstrak Diterima : 01-07-2025 Direview : 08-07-2025 Disetujui : 28-07-2025 Sampah merupakan salah satu masalah yang terjadi dikota-kota besar seperti Kota Semarang. Sampah biasanya bermuara atau berakhir di TPS atau TPA. Banyak yang beranggapan bahwa sampah adalah urusan Pemerintah, padahal jika sampah ini tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan berbagai masalah lanjutan seperti pencemaran udara, air, tanah dan lain sebagainya. Bank sampah merupakan salah satu upaya yang dapat mengatasi hal tersebut. Bank Sampah RT 08 RW 06 Tlogosari Kulon telah beroperasi sejak bulan Desember tahun 2023. Bank Sampah ini terletak di wilayah RT 08 yang terdiri dari 34 KK (Kepala Keluarg. Bank Sampah ini merupakan program kerja kelompok PKK RT 08 yang diketuai oleh Ibu Dewi Yunita Asri. wilayah ini terdapat dua kelompok dasa wisma . yaitu dawis DAHLIA 3 dan dawis DAHLIA 4. Berdasarkan observasi dan wawancara, permasalahan yang dihadapi adalah Kurangnya kesadaran warga untuk mengumpulkan sampah dan Kurangnya pengetahuan warga dan para pengurus PKK dalam mengelola bank sampah. Kata Kunci Bank Sampah. Pengelolaan. RT. RW. Warga. PENDAHULUAN Berdasarkan BPS (BPS, 2. Kelurahan Tlogosari Kulon merupakan bagian dari Kecamatan Pedurungan yang dikenal dengan perumnas Tlogosari. Kawasan ini merupakan perumahan nasional yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Kawasan sekitarnya sehingga kelurahan Tlogosari Kulon termasuk dalam wilayah padat penduduk dan pusat bisnis perdagangan di kota Semarang, dampaknya Tlogosari Kulon akan menghadapi tantangan serius terkait sampah. Timbunan sampah ini terkorelasi dengan jumlah penduduk dengan volume sampah yang dihasilkan (Hanif. Setiaji, & Putri, 2. Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat, ditambah dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan perdagangan, berdampak langsung pada volume sampah yang dihasilkan setiap harinya. Tanpa sistem pengelolaan sampah yang memadai dan partisipasi aktif dari masyarakat, kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, gangguan estetika kawasan, hingga risiko kesehatan bagi warga. Oleh karena itu, upaya pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak bagi Tlogosari Kulon dalam menjaga kualitas hidup dan kelestarian lingkungannya. Kawasan perumahan merupakan salah satu kontributor sampah terbesar selain kawasan industri, pasar, komersiil dan instansi, sebagaimana amanat dari UU no. 18 tahun e-ISSN: 2775-3360 2008 bahwa sampah kawasan merupakan tanggung jawab pengelola kawasan masingmasing (Samudro. Samadikun, & Sholeha. Hal ini dibuktikan melalui pernyataan (Noerchaisna & Marom, 2. sebagian besar sampah yang timbul di Kota Semarang bersumber dari rumah tangga, hal ini secara konsisten berlangsung, sehingga penting untuk melakukan pengelolaan dari hulu. Untuk mengatasi permasalahan sampah, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam menekan angka peningkatan sampah yang bermuara pada tempat pembuangan akhir (TPA) salah satunya adalah program bank sampah (Gunanti. Permana, & Gama, 2. Pemerintah Kota Semarang telah menginstruksikan untuk membentuk bank sampah hingga tingkat RT (Rukun Tetangg. lebih lanjut hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Rencana ini juga didukung dengan adanya bantuan operasional untuk RT dan RW yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 32 Tahun 2025. Menurut (Aswadi & Hendra, 2. Sampah selalu menjadi masalah yang serius, masalah ini timbul karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. lebih lanjut pengelolaan sampah adalah suatu bidang yang berhubungan dengan pengendalian bagaimana sampah dihasilkan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan sampah yang menggunakan suatu cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip pewadahan, pengumpulan. TPS. Bila salah satu kegiatan tersebut terputus atau tidak tertangani dengan baik, maka akan menimbulkan masalah pada lingkungan. Bank sampah merupakan solusi strategis untuk mengatasi permasalahan sampah dari hulu yang efektif. Dengan mendorong masyarakat untuk memilah sampah langsung dari sumbernya yakni rumah tangga dan tempat usaha bank sampah membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Konsep ini menanamkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar sejak awal. Selain menekan dampak lingkungan, pendekatan hulu ini juga memperkuat peran aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, mendukung ekonomi sirkular, serta membangun pola hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kegiatan pada bank sampah pada umumnya dilakukan dengan cara tertata sesuai dengan tujuannya, yaitu sebagai wadah sampah yang telah dipilah-pilah. menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. warga berperan sebagai penyetor sampah dan mendapatkan buku tabungan seperti menabung di bank. pengolahan sampah di Indonesia. menyadarkan masyarakat akan lingkungan. serta merubah paradigma masyarakat mengenai sampah (Setyaningrum & Setyaningrum , 2. Bank Sampah RT 08 RW VI Tlogosari Kulon telah beroperasi sejak bulan Desember tahun 2023. Bank Sampah ini terletak di wilayah RT 08 yang terdiri dari 34 KK (Kepala Keluarg. Bank Sampah ini merupakan program kerja kelompok PKK RT 08 yang diketuai oleh Ibu Dewi Yunita Asri. Di wilayah ini terdapat dua kelompok dasa wisma . yaitu dawis DAHLIA 3 dan dawis DAHLIA 4. Riwayat berdirinya bank sampah di RT 08 ini karena adanya perintah dari Pemerintah Kota Semarang . ersifat mandator. Dalam perjalanan usahanya, tentu tidak mudah bagi para pengurus PKK dan dawis untuk mengelola bank sampah ini. Kurangnya kesadaran atau komitmen dari warga RT 08 untuk mengumpulkan sampah, dan kurangnya pemahaman pengelolaan bank sampah yang baik, merupakan kendala utama yang membuat bank sampah ini kurang bisa berkembang dengan baik. Sampah rumahtangga yang setiap hari pasti relatif banyak, jika bisa dikumpulkan secara rutin di bank samaph ini, dan dapat TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 dipilah-pilah sesuai dengan jenisnya, dan mempunyai akses penjualan yang baik, tentu bisa menghasilkan pendapatan yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan PKK RT sesuai dengan tujuannya. Kegiatan mengumpulkan sampah dibank sampah dilaksanakan pada minggu ke-3 atau minggu ke-4 berdasarkan kesepakatan Bersama. Bank Sampah di RT 08 ini tentu ingin berkembang dan sukses di kemudian hari, namun karena kurangnya pemahaman warga tentang pengelolaan bank sampah, maka bank sampah ini juga belum berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Berdasar analisis situasi tersebut, maka TIM PKM Universitas Semarang bermaksud akan mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Pengelolaan Bank Sampah RT 08 RW VI Tlogosari Kulon. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk dapat memberikan peningkatan kesadaran dan pengetahuan akan pentingnya pengolahan sampah sehingga partisipasi warga pada kegiatan bank sampah juga meningkat. Kegiatan edukasi pada Pk Mini meruapakan salah satu cara yang efiktif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran Masyarakat (Irmayani, et al. , 2. ada era Revolusi Industri 4. 0 penggunaan teknologi, komunikasi, dan informasi semakin maju dan terus berkembang. Istilah yang diperkenalkan pertama kali pada acara Hannover Fair 2011 di Jerman ini diberikan untuk merangkum berbagai bentuk perubahan yang terjadi di dalamnya seperti, kecerdasan buatan . rtificial intelligenc. , perdagangan digital . -commerc. , data raksasa (Big Dat. , teknologi finansial, hingga sampai pada penggunaan robot. Kemudian pada era inilah proses digitalisasi terjadi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) digitalisasi adalah proses pemberian atau pemakaian sistem Proses ini terus mengalami kemajuan yang terbilang cukup pesat. Dengan kemajuan yang pesat ini digitalisasi sangat membantu masyarakat dengan memberikan kemudahan juga menciptakan banyak perubahan dikarenakan pada era ini kita harus bisa membuat berbagai macam inovasi yang berlandaskan teknologi yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari (Agus Aryanto. Warta Ekonomi. id, 2. Tujuan dari adanya digitalisasi adalah untuk membantu masyarakat terutama parauahawan termasuk juga UMKM dalam memudahkan segala aktivitas dan pekerjaan mereka sehari-hari. Tujuan ini memberikan manfaat yang cukup efektif dalam mengoptimalkan banyak hal hingga kita tidak perlu memakan banyak waktu serta usaha untuk mencapai target dari pekerjaan kita. Seperti misalnya saat kita ingin pergi ke suatu tempat yang terkadang belum diketahui rute pastinya, maka dengan adanya digitalisasi ini hadirlah sebuah inovasi dari para pelaku usaha dengan menciptakan berbagai macam aplikasi pencari rute atau aplikasi untuk kita bisa mengakses angkutan umum secara online, (Muhammad Idris di Kompas. com, 2. Dalam hal ini UMKM menjadi suatu hal yang menarik bagi kalangan masyarakat dan memang dengan UMKM dapat menjadi suatu pendorong ekonomi yang memiliki peran yang luar biasa. Dengan adanya platform digital UMKM dapat berjalan dengan pesat. Mengapa demikian, karena dengan menggunakan platform digital maka segala bentuk produk akan dengan cepat terpublikasi dan tersebar dalam pasar yang lebih luas. Digitalisasi UMKM merupakan suatu upaya untuk mendigitalkan pemasaran produkproduk UMKM oleh pelaku UMKM. Secara mudahnya, di zaman dengan teknologi yang TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 semakin canggih telah memudahkan para pelaku usaha dalam memasarkan dan menjual produk produknya secara daring. Sebagian pelaku usaha juga sudah tidak memerlukan lagi lapak dagangan, karena perubahan cara penjualan melalui media sosial dan e-commerce sebagai ruang baru. Para pelaku usaha harus melakukan berbagai upaya untuk bisa memasarkan produk atau jasa mereka ke konsumen agar dapat terus bertahan dengan menggunakan teknologi digital Oleh karena itu para pelaku bisnis harus mulai mengoptimalkan pemasaran secara online dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumennya. Di saat masa pandemi terjadi perubahan pola konsumsi barang dan jasa masyarakat dari offline ke online. Pelaku UMKM pasti kesulitan dalam mencapai target-target yang harus dicapai saat perekonomian terganggu. Perubahan pola tersebut, seyogyanya diikuti pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat survive, serta bisa berkembang sehingga mampu menghadapi kondisi new normal. Dalam situasi krisis ekonomi seperti ini, sektor UMKM sangat perlu perhatian khusus dari pemerintah karena merupakan penyumbang terbesar terhadap PDB dan dapat menjadi andalan dalam penyerapan tenaga kerja ((Elsa Catriana Kompas. com, 2. Melihat permasalah tersebut, para pelaku UMKM harus menyikapinya dengan cepat dan tepat untuk mengubah strategi penjualan. Dengan adanya perubahan strategi penjualan maka diharapkan tidak terjadi drop omset penjualan yang signifikan saat diberlakukannya social distancing. Demikian disampaikan oleh Tri yang juga menjabat sebagai Chairman Komunitas Indonesia Brand Network (IBN). Senin . /4/2. METODE Lokasi dan Peserta Kegiatan PkM dilaksanakan di Teras kopi 15 yang berlokasi di RT 08 RW VI Tlogosari Kulon Semarang pada tanggal 29 Juni 2025. Kegiatan ini melibatkan TIM PkM Universitas Semarang yang terdiri dari 4 Pengabdi, sebagai mitra PkM yaitu dua kelompok dasa wisma . yaitu dawis DAHLIA 3 dan dawis DAHLIA 4 dan 2 orang mahasiswa. kegiatan ini juga melibatkan Ketua RT 08 RT VI Tlogosari Kulon sebagai fasilitator kegiatan PkM ini. Tahap Persiapan Tahap ini meliputi tahap observasi tentang mitra pengabdian meliputi warga RT 08 RW VI tlogosari Kulon. penyusunan materi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). penentuan jadwal pelaksanaan PkM. dam penyiapan administrasi pelaksanaan PkM. Kegiatan persiapan ini diperlukan untuk kelancaran program PkM. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanan dilakukan oleh Tim PkM dengan bantuan ketua RT 08 RW VI Tlogosari Kulon sebagai fasilitator dengan mengundang dua kelompok dasa wisma . yaitu dawis DAHLIA 3 dan dawis DAHLIA 4 RT 08 RW VI Tlogosari Kulon. Berikut susunan pelaksanaan PkM yaitu : . Pembukaan dan doa. sambutan Ketua RT dan Ketua Tim PkM. Penyampaian Riwayat pendirian bank sampah oleh ketua TP PKK. Pemaparan materi oleh Tim. Diskusi dan tanya jawab. Kesimpulan, penutup dan foto Bersama. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan untuk mengetahui Tingkat keberhasilan suatu kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PkM telah dilaksanakan dengan diawali pembukaan dan doa Bersama. Selanjutnya adalah sambutan dari ketua RT dan Ketua Tim PkM. Sebelum pemaparan materi. Mitra yaitu Ibu Dewi Yunita Asri selaku Ketua PKK RT 08 RW 06 Tlogosari Kulon menyampaikan mengenai riwayat berdirinya bank sampah dan proses bisnisnya. Berdirinya bank sampah merupakan kegiatan mandatory karena adanya perintah dari Pemerintah Kota Semarang. Sampah dikumpulkan setiap bulan sekali oleh setiap Kartu Keluarga atau KK yang terdaftar di RT 08 RW 06 Tlogosari Kulon pada minggu ke 3 atau ke 4. Yang selanjutnya dipilah dan dijual kepada rongsok keliling. Setiap KK wajib menyetorkan sampah, jika tidak menyetorkan sampah maka akan dikenakan denda. Adapun omzet yang yang diterima yaitu Rp 60. 000,-. Acara selanjutnya adalah pemaparan dari Tim PkM tentang pengelolaan sampah bagi Bank Sampah yang diikuti dengan diskusi oleh peserta. Diskusi dengan para peserta PkM berjalan secara aktif dan komunikatif. Salah satu persatu peserta menceritakan berbagai hal terkait dengan kegiatan pemilahan sampah yang dilakukan dirumah. Disisi lain pengurus bank sampah juga menceritakan komitmen yang kurang optimal dari warga terlihat dari masih adanya warga yang memilih untuk membayar denda dari pada membuang sampah dan di tolaknya penjualan minyak jelantah karena kurang dari batas minimal . Melalui diskusi sehingga kegiatan PkM ini sangat membantu dalam mengatasi masalah yang telah dihadapi. Pelaksanaan Kegiatan PkM diakhiri dengan penutup oleh tim PkM dan penyampaian kesimpulan dari pelaksanaan kemudian diikuti dengan foto Bersama. Dengan terselenggaranya kegiatan PkM ini secara tidak langsung juga memiliki kontribusi dalam meningkatkan wawasan Mitra sehingga Mitra PkM dapat semakin maju dan sukses Gambar 1. Foto Kegiatan PkM TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Juli 2025 e-ISSN: 2775-3360 KESIMPULAN Secara umum pelaksanaan kegiatan PkM ini berjalan dengan lancar. Kegiatan ini tentang pendampingan dua kelompok dasa wisma . yaitu dawis DAHLIA 3 dan dawis DAHLIA 4 sebagai relawan bank sampah RT 08 RW 06 Tlogosari Kulon selaku mitra PkM yang menghadapi masalah terkait kurangnya kesadaran warga untuk berpartisipasi serta kurangnya pengetahuan warga dan para pengurus PKK dalam mengelola bank sampah. Kegiatan ini terdiri dari pemaparan materi yang terdiri atas penjelasan dari Tim PkM dan pengalaman dari narasumber bank sampah lainnya. Kegiatan ini sangat bermanfafat bagi Mitra selain itu peserta juga sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam diskusi sehingga kegiatan PkM ini sangat membantu dalam mengatasi masalah yang telah dihadapi. Kegiatan PkM ini secara tidak langsung juga memiliki kontribusi dalam meningkatkan wawasan Mitra. UCAPAN TERIMA KASIH