Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha PENGARUH KOMUNIKASI. BUDAYA ORGANISASI. DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN Ni Luh Gede Putu Purnawati 1. Ida Ayu Nyoman Yuliastuti 2. Pande Ketut ribek3 . Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jalan KambojaNo. 11A Denpasar 80223 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jalan KambojaNo. 11A Denpasar 80223 Email: purnawati0505@gmail. Abstrak Suatu perusahaan akan dapat berjalan dengan baik jika terciptakanya suatu hubungan yang harmonis dari segi komunikasi yang baik dan dikukung oleh budaya dan lingkungan yang Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui pengaruh komunikasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja di Mizu Villa. Populasi dalam yang digunakan penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja pada Mizu Villa. KutaBali. Dengan demikian jumlah populasi, yaitu sebanyak 30 orang. Dimana teknik penentuan sampel yang digunakan merupakan metode sampel jenuh, yaitu metode penentuan sampel menggunakan seluruh populasi yang dijadikan sampel didalam penelitian, sehingga jumlah responden yang digunakan adalah sebanyak 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi, budaya organisasi dan lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, berarti semakin baiknya komunikasi yang terjadi, semakin kuat budaya organisasi yang terbentuk dan semakin baik pula kondisi lingkungan kerja di Mizu Villa, maka akan semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan oleh para karyawan Kata kunci: komunikasi, budaya organisasi, lingkungan kerja fisik, kepuasan kerja Abstract A company will be able to run well if it creates a harmonious relationship in terms of good communication and is supported by a culture and a comfortable environment. This study aims to determine the effect of communication, organizational culture, and work environment on job satisfaction at Mizu Villa. The population used in this study were all employees who work at Mizu Villa. Kuta-Bali. Thus the total population is 30 people. Where the sampling technique used is a saturated sample method, namely the method of determining the sample using the entire population sampled in the study, so that the number of respondents used is 30 The data analysis technique used in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that communication, organizational culture and physical work environment have a positive and significant effect on job satisfaction, meaning that the better communication occurs, the stronger the organizational culture is formed and the better the working conditions at Mizu Villa, the higher job satisfaction felt by employees Keywords: communication, organizational culture, physical work environment, job satisfaction Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha PENDAHULUAN Perusahaan tujuan yang pasti, tujuan jangka pendek Untuk realisasikan tujuan tersebut, perusahaan memanfaatkan beberapa faktor produksi yang dimilikinya, antara lain sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, dan keahlian Suatu perusahaan selalu berhadapan dengan manusia yang merupakan sumber daya yang dinamis dan menciptakan suatu inovasi baru. Sumber daya manusia merupakan suatu aset yang dianggap paling berharga yang dimiliki oleh suatu organisasi, karena manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang dapat menggerakkan sumber daya lainnya. Menurut (Tjutju, 2. , sumber daya manusia merupakan aset organisasi yang fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja (Kriyantono, kepuasan kerja pada pegawai yang berada dalam organisasi tersebut. Kepuasan kerja merupakan respon yang berbeda dari setiap pegawai, kepuasan menjadi respon Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Organisasi Kepuasan kinerja pegawai dalam suatu organisasi kualitas yang relatif abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggotaAeanggotanya, tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilaiAenilai suatu karakteristik tertentu dari lingkungan. Kepuasan kerja berpengaruh terhadap kombinasi berbagai faktor, diantaranya dikerjakan, gaji yang diterima, sikap atasan, dan perilaku rekan kerja. Hal ini diyakini banyak organisasi sebagai faktor utama kepuasan kerja, karena ada sebagian pegawai yang merasa bahwa kepuasan dari sebuah pekerjaan diperoleh ketika mereka Komunikasi merupakan poin yang paling penting dan sebagai penunjang dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Dengan adanya komunikasi yang baik pendapat antara satu dengan lainnya, baik Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha melalui verbal atau non verbal. Semakin ini dirasa bermanfaat bagi pertumbuhan lainnya maka akan semakin cepat pula baik komunikasi yang dijalin satu dengan terjalinnya suatu hubungan kerja. Budaya kepuasan kerja karyawan dalam suatu Budaya organisasi merupakan filosofi dasar organisasi yang memuat keyakinan, normaAenorma, dan nilaiAenilai bersama yang menjadi suatu karakter yang dapat mencerminkan cara melaksanakan sesuatu dalam organisasi (Wibowo, 2. Budaya organisasi dibentuk oleh para organisasi yang diterapkan, hak karyawan yang diberikan kepada tiap orang dan juga merupakan jenis struktur organisasi dari organisasi yang bersangkutan. Dengan demikian budaya organisasi menjadikan suatu pedoman yang mampu menopang mencapai tujuan organisasi. Selain mempengaruhi kepuasan kerja karyawan ialah lingkungan kerja fisik. Karena lingkungan kerja yang mendukung akan perusahaan, serta akan menumbuhkan semangat dan gairah kerja karyawan. Hal Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek hidup suatu perusahaan dan akan dapat Apabila suatu lingkungan yang kurang baik seperti suara bising, suhu udara sebagainya dapat menurunkan kondisi Indikasi penurunan kondisi fisik dapat gangguan kesehatan atau sakit, akibat kerja bahkan kecelakaan kerja (Robbins. Mizu Villa adalah salah satu villa yang terletak di Kuta dengan lokasi yang strategis tepatnya di Jalan Pantai Berawa. Tibubeng. Kuta Utara. Badung. Bali. Villa tersebut mulai beroprasi pada tahun 2010 dengan menyedikan fasilitas lengkap dan memadai seperti terdapatnya kolam renang pribadi dan juga dapur pribadi. Secara teoritis kepuasan kerja karyawan tercermin Adapun karyawan pada Mizu Villa dapat dilihat pada Tabel 1, sebagai berikut: Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Tabel 1 Tingkat Absenai Karyawan Mizu Villa 2019 Jlh. Pegawai Bulan Hari Kerja Total Hari Kerja Efektif Efektif/Bulan Jan. Feb. Mar. Apr. Mei Juni Juli Agt Sept. Okt. Nov. Des. Sumber: Mizu Villa . D=BxC Berdasarkan Tabel 1 dapat dijelaskan pada Mizu Villa pada tahun 2019 masih Indikasi bahwa jumlah persentase tingkat absensi dianggap kurang baik karena memiliki nilai persentase lebih dari 3 persen. Tingkat kehadiran karyawan perbulan (Riduwan dan Sunarto, 2. adalah berkisar 2 sampai 3 persen, sedangkan menunjukkan rendahnya disiplin kerja Hal tersebut mengindikasikan bahwa tingkat disiplin kerja karyawan masih perlu ditingkatkan, karena dengan banyaknya karyawan yang tidak hadir operasional perusahaan terlaksana dengan Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Total Persentase Tingkat absensi (%) H=F/D. 2,08 1,25 1,92 2,69 3,46 4,16 2,91 terselesaikan tepat pada waktunya. karyawan Mizu Villa di Kuta yang masih kurang optimal dalam bekerja juga dapat dilihat dari beberapa karyawan yang masih menggunakan jam kerja untuk istrahat, contohnya saat jam kerja masih ada karyawan yang terlihat mengobrol dan bermain dengan gawainya. Selain itu masih ada juga beberapa karyawan yang suka datang terlambat dan pulang kerja lebih awal, yang membuktikan bahwa kepuasan kerja karyawan pada Mizu Villa di Kuta masih perlu ditingkatkan. Dari data tersebut dipaparkan pada Tabel 2 sebagai berikut: Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Tabel 2 Data Kerja Terlambat dan Pulang Kerja Lebih Awal Pada Mizu Villa Tahun 2019 Bulan Banyak Kejadian Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Novemer Desember Datang Terlambat Pada Tabel 2 dapat disimak bahwa karyawan yang datang kerja terlambat dan pulang kerja lebih awal dikatakan cukup banyak, apabila fenomena ini dibiarkan terus-menerus maka nantinya dapat menimbulkan meningkatnya kejadian yang sama dan akan memberi dampak negatif bagi karyawan. Kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh pihak manajemen supaya tidak terjadi berkelanjutan. Permasalahan budaya organisasi yang terjadi pada Mizu Villa di Kuta antara lain dalam hak kedisiplinan waktu yang masih kurang baik pelaksanannya. Contohnya masih ada karyawan yang terlambat datang untuk bekerja. Padahal setiap bulan pemilik dari Mizu Villa melakukan karyawannya, meskipun sudah cukup sering melakukan pertemuan rutin dengan harapan karyawan terbuka terhadap segala hal atau permasalahan yang dialami pada saat bekerja sehingga kepuasan kerja pada karyawan dapat terwujud, tapi masih ada beberapa keluhan dari karyawan terkait dengan komunikasi seperti tidak adanya Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Pulang Lebih Awal bertegur sapa sehingga kurangnya komunikasi antar karyawan satu dengan Selain komunikasi yang merupakan suatu cara dalam meningkatkan kepuasan , budaya organisasi juga penting bagi perusahaan itu sendiri. Supaya karyawan merasa terbiasa dengan suatu aturan yang menjadi pokok keyakinan perusahaan dengan tujuan atau manfaat untuk mengatasi segala masalah yang timbul di perusahaan tersebut. Lingkungan kerja pada Mizu Villa Kuta menjadi pusat perhatian untuk dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Dengan demikian, yang perlu menjadi perhatian di lingkungan kerja Mizu Villa di Kuta adalah ruangan, penerangan, kendala dalam ruangan, keadaan sirkulasi udara . Terdapat beberapa keluhan dari karyawan terhadap lingkungan kerja fisik seperti penerangan yang kurang dan ruangan loker yang sempit sehingga menyulitkan karyawan pada saat menaruh barang pribadinya, sempitnya ruangan dapur karyawan, sehingga membuat Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha karyawan bingung mencari tempat untuk beristirahat makan ataupun untuk bersantai dengan nyaman. Adanya suatu permasalahan yang ditemui berkaitan dengan komunikasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja dalam suatu usaha meningkatkan kepuasan kerja karyawan maka bertujuan dari penelitian komunikasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada Mizu Villa di Kuta LANDASAN TEORI Resource Based View (RBV) Teori Resource Based View (RBV) dipelopori pertama kali oleh Wernerfelt . Teori RBV ini memandang bahwa sumber daya dan kemampuan perusahaan merupakan pokok atau dasar dari METODE Metode Penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian kuantitatif. Menurut (Umar, 2. penelitian kuantitatif dilaksanakan dengan mendefinisikan dan mengukur data kuantitatif, dan statistik objektif melalui suatu perhitungan ilmiah yang berasal dari sampel atas sejumlah menentukan frekuensi dan persentase respon mereka. Penelitian ini dilakukan di Villa Mizu yang berlokasi di Jl. Pantai Berawa Tibubeneng. Kuta Utara. Badung. Bali. Indonesia. Alasan memilih lokasi ini, karena terdapat indikasi rendahnya kepuasan kerja karyawan yang terlihat dari tingginya tingkat absensi karyawan perbulan dan juga banyak suatu kejadian karyawan yang kedatangannya terlambat Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Kabupaten Badung. Berdasarkan telaah dan kajian penelitian terdahulu, dapat simpulkan H1: berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. H2: budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. H3: lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. kemampuan daya saing serta kinerja Asumsi dari teori RBV yaitu mengenai bagaimana suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain, dengan mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan kemampuan perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif dan pulang lebih awal dari waktu yang ditentukan oleh perusahaan. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh karyawan yang bekerja pada Villa Mizu di Kuta. Dengan jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling Menurut (Sugiyono, 2. , sampling jenuh ialah metode penentuan sampel apabila semua anggota populasi ingin digunakan sebagai sampel, hal tersebut sering dilaksanakan apabila jumlah populasi relatif kecil. Penelitian ini menerapkan metode analisis data, seperti analisis regresi linier Analisis regresi linier berganda mempunyai makna untuk mengetahui besarnya pengaruh komunikasi, budaya organisasi dan lingkungan kerja fisik Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha terhadap kepuasan kerja karyawan pada Mizu Villa di Kuta. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden diantaranya jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan karakteristik dari 30 orang responden dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini: Hasil data tersebut diperoleh dari hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada seluruh responden penelitian sejumlah 30 orang karyawan di Mizu Villa Bali. Tabel 3. Karakteristik Responden No. Karakteristik Umur Pendidikan Lama Kerja Jenis Kelamin Sumber: Mizu Villa . Klasifikasi Laki-Laki Perempuan SMA Diploma Sarjana 1-2 tahun 2-4 tahun >4 tahun Tabel 3 menjelaskan bahwa banyak pegawai laki-laki dibandingkan perempuan yang bekerja di Mizu Villa. Diprediksi dari segi usia, mencerminkan bahwa pegawai yang bekerja di Mizu Villa mayoritas yang berusia 31-40 tahun. Data tersebut juga menjelakan bahwa karyawan di Hotel Mizu Villa paling dominan ialah lulusan sarjana yang dianggap sudah mampu memenuhi standar sebagai karyawan hotel yang memiliki kompetensi Tabel 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Komunikasi (X. Budaya Organisasi (X. Lingkungan Kerja (X. Kepuasan Kerja (Y) Sumber: data diolah . Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek Jlh. Responden Penggolongan pada responden berdasarkan masa kerja mencerminkan bahwa sebagian besar karyawan di Mizu Villa memiliki masa kerja 2 sampai 4 tahun yang mencerminkan bahwa karyawan Mizu Villa mempunyai sebuah komitmen organisasi yang tinggi, karena mampu memiliki masa kerja selama lebih dari 4 Hasil rekapitulasi uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini disajikan dalam Tabel 4 sebagai berikut: CronbachAos Alpha 0,823 0,782 0,833 0,791 Keterangan Valid/Rel. Valid/Rel. Valid/Rel. Valid/Rel. Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Hasil uji instrumen penelitian ialah uji validitas dan uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel lingkungan kerja, dan kepuasan kerja ini memiliki suatu nilai koefisien korelasi dengan skor total seluruh item pernyataan lebih besar dari 0,30 dan memiliki koefisien CronbachAos Alpha lebih dari Tabel 5. Uji Asumsi Klasik 0,60. Dengan demikian menunjukkan bahwa butir-butir pernyataan dalam instrumen penelitian tersebut valid dan reliabel, sehingga layak digunakan sebagai instrumen dalam penelitian. Mengenai heteroskedastisitas yang telah dirangkum dalam Tabel 5 sebagai berikut: Uji Normalitas Var. Uji Multikolinerairas Tol. VIF Kolmogorov0,914 Smirnov Z Asymp Sig . ,324 Sumber: data diolah . 0,625 0,613 1,528 0,748 0,735 1,475 0,437 Seluruh uji asumsi klasik dalam Tabel 5 sudah terpenuhi, maka selanjutnya menjelaskan hasil analisis regresi linier Dengan perhitungan koefisien Tabel 6. Analisis Regresi Unstd. Std. Coef. Coef. Model Beta Std. Error Beta 2,142 1,624 0,246 0,134 0,245 0,488 0,121 0,478 0,370 0,134 0,259 R Square Adjusted R Square Signifikansi Uji F Sumber: data diolah . Berdasarkan hasil dari kesimpulan analisis regresi linier berganda seperti yang disajikan pada Tabel 6, dapat dilihat besarnya pengaruh variabel bebas terhadap Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek 1,352 Uji Heteroskedastisi 0,774 regresi linier berganda dilaksanakan dengan analisis regresi melalui software SPSS versi 18. , maka diperoleh hasil yang ditunjukan pada Tabel 6. Sig 1,466 2,845 5,245 3,163 0,167 1,101 0,000 0,002 0,156 40,114 0,008 variabel terikat yang ditunjukkan oleh nilai determinasi total (Adjusted R Squar. adalah sebesar 0,401 yang memiliki makna bahwa sebesar 40,1% variasi kepuasan Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha kerja pegawai Mizu Villa dipengaruhi oleh variasi komunikasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja, sedangkan sisanya sebesar 59,9% djelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model. Hasil uji F (F-tes. pada Tabel 7 mencerminkan bahwa nilai signifikansi P value 0,000 yang lebih kecil dari = 0,05, ini artinya model yang terapkan pada penelitian ini adalah layak. Hasil tersebut memberikan arti bahwa seluruh variabel independen bisa memprediksi atau memberikan suatu gambaran fenomena kepuasan kerja Mizu Villa. Hal ini berarti model tersebut dapat digunakan sebagai analisis selanjutnya atau dengan maksud lain model ini yaitu mampu digunakan sebagai proyeksi karena hasil goodness of fitnya baik dengan nilai signifikansi P value 0,000. Hal tersebut mecerminkan bahwa informasi memberikan pengaruh secara simultan dari variabel komunikasi, budaya organisasi, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Hasil dari analisis diperoleh pengaruh komunikasi terhadap kepuasan kerja terlihat pada Tabel 7 dengan nilai signifikansi sebesar 0,008 dan koefisien beta sebesar 0,246 yang artinya komunikasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai Mizu Villa. Semakin baik komunikasi yang dilakukan di Mizu Villa maka akan semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai. Demikian juga semakin tidak bagus komunikasi yang dilakukan pada Mizu Villa, maka kepuasan kerja karyawan semakin Bagian yang paling penting dalam kehidupan kerja untuk mendapatkan kepuasan adalah menjalin komunikasi yang baik, artinya komunikasi yang tidak baik bisa memberikan dampak yang luas Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek terhadap kehidupan organisasi, seperti terjadinya konflik antar pegawai, dan sebaliknya komunikasi yang baik dapat meningkatkan saling pengertian, kerja sama dan peningkatan kepuasan kerja. Mengingat dengan adanya sumber daya manusia yang banyak dan memiliki diperlukan suatu keterbukaan dalam organisasi sehingga mampu mencapai Komunikasi memiliki hubungan yang positif terhadap kepuasan kerja komunikasi yang dilakukan maka semakin meningkatlah kepuasan yang dirasakan oleh seseorang (Mustika, 2. Penelitian ini mendukung hasil temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Shakil . Epure et al. Diatmika . Siregar . Riadi . Wirawan dan Sudharma . Supriambodo . Riyadi dkk. serta Harahap dan Mahadewi . yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai artinya semakin baik komunikasi yang dilakukan maka kepuasan kerja pegawai semakin Hasil dari analisis pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pada Tabel 7 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai koefisien beta 0,488, berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai Mizu Villa. Semakin kuat budaya organisasi pada Mizu Villa maka kepuasan kerja karyawan akan semakin meningkat. Begitu pula sebaliknya, semakin lemahnya budaya organisasi yang ada di Mizu Villa maka semakin rendah kepuasan kerja karyawan pada Mizu Villa. Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha Pada Budaya organisasi terkandung nilai, sikap, keyakinan, dan norma-norma organisasi yang berpengaruh terhadap efektivitas organisasi dan kepuasan kerja Dengan demikian nilai-nilai dan norma-norma yang terkandung dalam akan berpengaruh pada kepuasan kerjanya (Refi, 2. Penelitian ini sesuai dengan hasil temuan penelitian Abadiyah dan Purwanto . yang menunjukkan budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Apabila perusahaan memiliki budaya organisasi yang baik, maka pegawai akan lebih disiplin dan mampu menyelesaikan tugas secara efektif dan efesien yang akan menimbulkan kepuasan kerja. Penelitian ini juga didukung oleh hasil temuan penelitian Lestari dan Hutami . Susetyo dkk. Herawan dkk. Yusuf . Lagonah dkk. , serta Wibowo dan Putra . yang menyatakan bahwa budaya oganisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Semakin baik penerapan budaya organisasi maka kepuasan kerja karyawan semakin Hasil analisis dari pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pada Tabel 7 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 dengan nilai koefisien beta 0,370. Nilai signifikansi 0,002<0,05 mengindikasikan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima. Hasil temuan penelitian ini mempunyai arti bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai Mizu Villa. Semakin nyaman lingkungan kerja dalam organisasi maka semakin meningkat kepuasan kerja pegawai Mizu Villa. Begitu pula sebaliknya, semakin buruk kondisi lingkungan kerja pada Mizu Villa maka semakin berkurangnya kepuasan Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek kerja pegawai. Lingkungan kerja yang baik akan mendukung kondisi kerja Karyawan lingkungan kerja yang baik, selain untuk Dengan rasa puas pada diri karyawan akan mampu meningkatkan kerja karyawan (Pangestu dkk. , 2. Penelitian ini mendukung beberapa hasil temuan penelitian (Wibowo et al,. yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik mempunyai pengaruh signifikan Tingkat signifikansi memiliki makna bahwa lingkungan kerja fisik memiliki peranan yang penting untuk meningkatkan kepuasan kerja. Hasil temuan penelitian ini juga didukung oleh Rumada dan Utama . Riadi . Wirawan dan Sudharma . Aruan dan Fakhri . Haedar dkk. Putri dkk. Yusuf . Husni dkk. dan Sari . yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan pada kepuasan kerja karyawan yang berarti semakin baik lingkungan kerja fisik, maka kepuasan kerja akan semakin meningkat. Lingkungan kerja yang baik dan terjaga akan membuat karyawan merasa tenang dan nyaman sehingga kepuasan kerja akan meningkat. Jurnal Satyagraha Vol. No. Pebruari 2021 Ae Agustus 2021 ISSN : 2620-6358 http://ejournal. id/index. php/satyagraha SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil temuan penelitian maka dapat disimpulkan, yaitu: . komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, yang artinya semakin baik komunikasi yang terjadi di Mizu Villa maka semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan pegawai. budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, artinya bahwa semakin kuat budaya organisasi yang terbentuk di Mizu Villa maka kepuasan kerja karyawan akan semakin meningkat. lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, artinya semakin baik kondisi lingkungan kerja maka akan berpengaruh pada semakin meningkatnya kepuasan kerja pegawai Mizu Villa. Saran Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah . dalam upaya meningkatkan komunikasi menjadi lebih baik, maka Mizu Villa diharapkan memberikan pelatihan dan pendidikan bagi karyawannya mengenai cara berdiskusi yang tepat dalam menemukan solusi pada permasalahan kerja yang dihadapi. Apabila karyawan mampu berdiskusi dengan efektif dalam menemukan solusi permasalahan pekerjaan, maka komunikasi akan semakin . dalam upaya meningkatkan budaya organisasi pegawai, maka Mizu Villa diharapkan membuat sanksi yang lebih . dalam upaya meningkatkan lingkungan kerja menjadi lebih baik, maka pihak manajemen Mizu Villa diharapkan rutin melakukan evaluasi terhadap fasilitas yang disediakan Villa dalam menunjang pekerjaan karyawannya. dalam upaya Ni Luh Gede Putu Purnawati Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Pande Ketut ribek meningkatkan kepuasan kerja pegawai menjadi lebih baik, maka pihak manajemen Mizu Villa diharapkan melakukan evaluasi pada gaji atau upah yang sudah diberikan pada karyawannya apakah sudah sesuai dengan beban kerja yang diterima. Apabila karyawan merasa puas dengan bayaran yang diberikan oleh perusahan karena sudah adil dan sudah sesuai sama beban kerja yang diterima, maka hal tersebut dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. DAFTAR PUSTAKA