JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. IX No. 1 Maret 2022 ISSN: 2252-5483. E-ISSN: 2715-8594 Analisis Rasio Solvabilitas (DAR. DER. TIE) Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada Sektor Keuangan (PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk Periode 2016-2. Selviya Rustiyana. Fenisi Resty. Yesi Gusteti. Universitas Dharmas Indonesia. Dharmasraya. Indonesia Email : silviarustiana118@gmail. Abstract This study aims to find and analyze the effect of debt to asset ratio, debt to equity ratio and times interest earned on the financial performance of PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk and PT BFI Finance Indonesia Tbk. This research was conducted through the official website of the Indonesia Stock Exchange (IDX) at w. The data source used is secondary data in the form of financial statements for the 2016-2020 period. The data analysis technique used in this research is quantitative descriptive analysis technique, namely data in the form of numbers which include financial statements in the form of balance sheets and income statements that describe real circumstances or events in the company. The results of the study using the debt to asset ratio, debt to equity ratio and times interest earned shows that the financial condition of PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk and PT BFI Finance Indonesia Tbk during the 20162020 period showed an unfavorable condition. This is evidenced by the company's inability to pay off debts to external parties and the analysis results do not meet the general industry average standards. Keywords: Financial Performance. Solvency Ratio. DAR. DER. TIE PENDAHULUAN Situasi perekonomian di Indonesia saat ini membawa dampak persaingan yang semakin ketat diberbagai bidang industri, tak terkecuali dalam bidang industri pembiayaan yang telah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Salah satunya ialah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk merupakan perusahaan yang menjalankan usahanya pada bidang industri jasa keuangan, khususnya jasa pembiayaan konsumen membuat Adira Finance mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masyarakat yang secara langsung menjadi konsumen perusahaan. Adira Finance telah menjadi perusahaan terkemuka di sektor pembiayaan yang melayani beragam merek dan produk. Sejak tahun 2014. Adira Finance berhasil mendapatkan pemeringkat ida yang merupakan pemeringkat tertinggi yang diberikan oleh lembaga pemeringkat Indonesia yaitu Pefindo. Perusahaan juga berhasil mempertahankan peringkat investmen grade di tahun 2020 yaitu Baa2 oleh MoodyAos dan b oleh Fitch, kedua peringkat internasional tersebut merupakan investmen grade yang sama dengan peringkat negara Indonesia . Sedangkan BFI Finance merupakan salah satu pelopor perusahaan pembiayaan di Indonesia. Perusahaan ini salah satu perusahaan pembiayaan pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya . ekarang BEI) dengan kode saham BFIN. PT BFI Finance Indonesia juga mendapat penghargaan dalam kinerja bisnis dan keuangan. BFI Finance juga meraih berbagai penghargaan dan pengakuan di bidang-bidang lainnya, seperti manajemen sumber daya manusia, tata kelola perusahaan yang baik, komunikasi publik . ublic relation. dan tanggung jawab sosial perusahaan. Lembaga pembiayaan saat ini sedang menghadapi kendala yang berpotensi melemahkan kinerja keuangan tersebut. Seperti penurunan penjualan, perekonomian Indonesia yang lumpuh sementara karena adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar, adanya kebijakan penundaan pembayaran cicilan bagi debitur yang terdampak covid-19 dan rasio hutang yang tinggi. Hal tersebut membuat semakin ketatnya persaingan dunia usaha, apalagi pada saat sedang mewabahnya Selviya Rustiyana. Fenisi Resty. Yesi Gusteti. Ae Analisis Rasio Solvabilitas dan Kinerja Keuangan Perusahaan pada Sektor Keuangan JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. IX No. 1 Maret 2022 ISSN: 2252-5483. E-ISSN: 2715-8594 virus corona (Covid-. berbagai pelaku bisnis mengalami berbagai kendala termasuk perusahaan leasing itu sendiri. Kinerja keuangan dapat dinilai berdasarkan beberapa analisis salah satunya adalah analisis rasio keuangan. Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (Suraya, 2. Melalui analisis rasio keuangan kita bisa melihat secara spesifik dan lebih detail kinerja keuangan perusahaan sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan dan menetapkan kebijakan yang lebih tepat agar prestasi manajemen semakin baik daripada tahun-tahun sebelumnya dan bagi investor dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi di suatu perusahaan. Salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan adalah rasio solvabilitas. Menurut Munawir dalam (Yunanik dkk, 2. rasio solvabilitas merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan dapat dikatakan solvable apabila total asset yang dimiliki suatu perusahaan lebih besar dari total utangnya sehingga perusahaan mampu membayar semua hutang-hutangnya. Beberapa rasio solvabilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu debt to asset ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya. Dengan kata lain, seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva (Kasmir, 2. Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan Debt to equity ratio mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang dengan modal yang dimilikinya. Menurut J. Fred Weston times interest earned merupakan rasio untuk mencari jumlah kali perolehan bunga. Rasio ini diartikan oleh James C Van Home juga sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar biaya bunga (Kasmir, 2. Dari masing-masing rasio memiliki tujuan, kegunaan maupun arti tertentu. Dengan adanya analisis rasio keuangan diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih rinci mengenai keadaan suatu perusahaan. Pada tahun 2020 ini sangat menantang bagi industri multifinance di Indonesia, karena dampak pandemi covid-19 yang signifikan membuat berbagai sektor usaha terganggu. Hampir semua pemain bisnis mengalami kendala yang sama terutama di kuartal II dan di kuartal i mulai recovery tapi masih jauh dibawah kondisi normal (Santia, 2. Dampak dari covid-19 ini juga menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan yang terjadi di seluruh kalangan masyarakat mulai dari kalangan bawah hingga atas. Penurunan yang paling rentan terjadi pada masyarakat yang berpendapatan rendah. Kondisi tersebut tidak terlepas dari terjadinya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar. Dengan melemahnya ekonomi masyarakat mempengaruhi sulitnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pembayaran kredit. Selama pandemi virus corona (Covid-. yang sedang mewabah di Indonesia turut mendorong Otoritas Jasa Keuangan untuk memberikan kelonggaran cicilan bagi debitur yang Saat pandemi perusahaan leasing pun harus rela melakukan restrukturisasi besarbesaran terhadap nasabahnya yang terkena dampak langsung Covid-19 mulai dari penundaan pembayaran cicilan, perpanjangan tenor pinjaman dan partial payment atau pembayaran sebagian (Andebar, 2. Restrukturisasi pembiayaan kepada debitur menyebabkan penurunan pendapatan perusahaan pembiayaan. Meskipun begitu perusahaan pembiayaan tetap harus melakukan pembayaran cicilan kepada perbankan atas hutangnya. Peristiwa pandemi Covid-19 membuat perusahaan mengalami tekanan solvabilitas karena dampak dari restrukturisasi kredit. Yang dikhawatirkan oleh beberapa perusahaan pada kondisi pandemi ini yaitu terjadinya default besarbesaran . Hal tersebut menyebabkan ketidakpastian kondisi perekonomian di masa mendatang sehingga hampir setiap situasi bisnis perusahaan mengalami masalah keuangan. Dari hasil pengamatan peneliti dan masalah yang ada sehingga pada penelitian ini rasio solvabilitas diproksikan dengan menggunakan debt to asset ratio, debt to equity ratio dan times interest earned. Alasan menggunakan rasio DAR karena sebagai salah satu rasio keuangan yang Selviya Rustiyana. Fenisi Resty. Yesi Gusteti. Ae Analisis Rasio Solvabilitas dan Kinerja Keuangan Perusahaan pada Sektor Keuangan JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. IX No. 1 Maret 2022 ISSN: 2252-5483. E-ISSN: 2715-8594 dapat menjadi tolak ukur kinerja keuangan yang mana DAR dalam penelitian ini dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh hutangnya dengan aktiva yang dimiliki oleh Jika semakin tinggi nilai dari DAR maka menunjukkan semakin besar total hutang yang digunakan dalam menghasilkan keuntungan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar perusahaan bergantung pada pihak luar yang dapat menyebabkan tingginya resiko yang akan dialami oleh perusahaan. Hal tersebut juga berdampak terhadap kinerja keuangan perusahaan sehingga perusahaan akan berada dalam keadaan yang kurang sehat. Alasan menggunakan rasio DER karena sebagai salah satu rasio keuangan yang dapat menjadi tolak ukur kinerja keuangan yang mana mengukur tingkat penggunaan ekuitas. DER berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan karena DER yang tinggi menandakan bahwa kebutuhan ekuitas sebagian besar dipenuhi dari hutang. Alasan menggunakan TIE karena rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar bunga yang timbul akibat hutang yang dimiliki perusahaan pada pihak luar. Jika semakin besar rasio ini berarti kemampuan perusahaan untuk membayar bunga semakin baik. Berdasarkan uraian pada latar belakang yang dikemukakan di atas sehingga peneliti tertarik untuk membahas mengenai: AuAnalisis Rasio Solvabilitas (DAR. DER. TIE) terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada Sektor Keuangan (PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk Periode 2016-2. Ay. TINJAUAN PUSTAKA Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu (Kasmir, 2. Menurut Sugiyono dalam (Oktariansyah, 2. , laporan keuangan pada perusahaan merupakan hasil akhir dari kegiatan akuntansi . iklus akuntans. yang mencerminkan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Oleh karena itu laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat ukur berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan perusahaan. Merujuk pada beberapa definisi laporan keuangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan keadaan atau kondisi keuangan suatu perusahaan yang telah dilakukan dalam suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan, catatan dan laporan lain yang menjadi sebuah informasi yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Analisis Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan suatu alat analisis perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada laporan pos keuangan . eraca, laporan/laba rugi dan laporan arus ka. Menurut Munawir dalam (Erica, 2. rasio keuangan . inancial rati. merupakan suatu gambaran dari hubungan atau perimbangan . athematical relationshi. antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standard dalam rasio keuangan. Jenis-Jenis Rasio Solvabilitas Debt to Asset Ratio (DAR) Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang dengan sejumlah aktiva yang dimiliki. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva (Kasmir, 2. Rumus yang digunakan yaitu: yayceycayc ycycu yaycycyceyc ycIycaycycnycu = ycNycuycycayco ycOycycaycuyci y 100% ycNycuycycayco yaycoycycnycyca Selviya Rustiyana. Fenisi Resty. Yesi Gusteti. Ae Analisis Rasio Solvabilitas dan Kinerja Keuangan Perusahaan pada Sektor Keuangan JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. IX No. 1 Maret 2022 ISSN: 2252-5483. E-ISSN: 2715-8594 Debt to Equity Ratio (DER) Merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Menurut Raharjaputra dalam (Lubis, 2. debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur jumlah hutang atau dana dari luar perusahaan terhadap modal perusahaan . hareholder equit. Debt to equity ratio yang tinggi mempunyai dampak yang buruk terhadap kinerja perusahaan karena tingkat hutang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar, yang berarti mengurangi keuntungan. (Kasmir, 2. menyatakan bahwa standar rata-rata industri untuk debt to equity ratio adalah 90%, bila diatas rata-rata perusahaan dianggap kurang baik. Rumus yang digunakan yaitu: yayceycayc ycycu yaycycycnycyc ycIycaycycnycu = ycNycuycycayco ycOycycaycuyci y 100% ycNycuycycayco yaycoycycnycycayc Times Interest Earned (TIE) Menurut J. Fred Weston times interest earned merupakan rasio untuk mencari jumlah kali perolehan bunga. Rasio ini diartikan oleh James C Van Horne juga sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar biaya bunga (Kasmir, 2. Sedangkan menurut Hasibuan dkk dalam (Lubis, 2. rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban bunga yang timbul akibat utang sepanjang jangka waktu pinjaman. Semakin besar rasio ini berarti kemampuan perusahaan untuk membayar bunga semakin baik dan peluang untuk mendapatkan tambahan pinjaman juga semakin tinggi. Rumus yang digunakan yaitu: ycNycnycoyceyc yaycuycyceycyceycyc yaycaycycuyceycc = yayaAyaycN yaAycnycaycyca yaAycycuyciyca . Kinerja Keuangan Kinerja keuangan perusahaan merupakan tingkat keberhasilan yang akan dicapai oleh suatu perusahaan pada saat tertentu dengan menggunakan perhitungan berdasarkan tolak ukur analisis rasio yang didasarkan pada laporan keuangan. Menurut Fahmi dalam (Mariana, 2. kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Sama halnya dengan membuat suatu laporan keuangan yang telah memenuhi standar dan ketentuan dalam SAK (Standar Akuntansi Keuanga. atau GAAP (General Acepted Accounting Principl. METODE PENELITIAN Penelitian ini akan dilaksanakan di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk, tetapi tidak secara langsung datang ke perusahaan melainkan pengambilan data yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui website resmi yang dimiliki oleh BEI yaitu Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Penelitian dengan data kuantitatif merupakan penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan. Sehingga penelitian ini banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data serta penampilan dari hasilnya untuk menjelaskan kondisi objek pada periode penelitian (Sugiyono, 2. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dan telah mengalami pengolahan sebelumnya oleh pihak perusahaan maupun pihak lainnya (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik dokumentasi merupakan metode pengambilan data dengan cara mencari, mengumpulkan, mempelajari, mengklasifikasikan dan menggunakan data yang sudah ada mengenai hal-hal atau variabel yang masih berkaitan dengan perusahaan. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberikan peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam (Juliansyah, 2. Sedangkan studi kepustakaan Selviya Rustiyana. Fenisi Resty. Yesi Gusteti. Ae Analisis Rasio Solvabilitas dan Kinerja Keuangan Perusahaan pada Sektor Keuangan JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. IX No. 1 Maret 2022 ISSN: 2252-5483. E-ISSN: 2715-8594 merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan (Suryabrata, 2. Studi kepustakaan dapat digunakan untuk mengambil literatur dari penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini untuk menambah informasi. Data yang diperoleh baik secara kuantitatif maupun kualitatif dari objek penelitian, maka penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka yang meliputi laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk tahun 2016 sampai 2020 yang menggambarkan keadaan atau peristiwa pada perusahaan secara Dari beberapa rasio keuangan, penelitian memilih menggunakan analisis rasio solvabilitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil rekapitulasi hasil perhitungan debt to asset ratio, debt to equity ratio dan times interest earned pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk dapat di tunjukkan pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Debt to Asset Ratio. Debt to Equity Ratio dan Times Interest Earned Tahun PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Debt to Debt to Times Interest Asset Ratio Equity Ratio Earned 89 Kali 18 Kali 43 Kali 46 Kali 83 Kali PT BFI Finance Indonesia Tbk Debt to Debt to Equity Times Interest Asset Ratio Ratio Earned 29 Kali 66 Kali 78 Kali 08 Kali 00 Kali Sumber: Data diolah Peneliti . Debt to Asset Ratio Hasil perhitungan laporan keuangan pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk tahun 2016-2020 untuk hasil analisis debt to asset ratio perusahaan berada dalam keadaan kurang baik karena hasil DAR berada diatas standar rata-rata industri. Standar rata-rata industri untuk debt to asset ratio adalah 35% (Kasmir, 2. Dan perusahaan dapat dikatakan tidak solvable karena jumlah total aktiva yang disajikan dalam laporan keuangan perusahaan tidak dapat menutupi hutang-hutang perusahaan. Untuk meningkatkan tingkat debt to asset ratio maka perusahaan sebaiknya dapat lebih meningkatkan total aktiva agar dapat menutupi hutang-hutang perusahaan. Upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan total aktiva dapat dilakukan dengan lebih meningkatkan jumlah penjualannya. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Munarka, 2. menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT Adira Multi Finance Tbk berdasarkan debt to asset ratio pada tahun 2009 sebesar 39%, tahun 2010 sebesar 50%, tahun 2011 sebesar 74% dan tahun 2012 sebesar 80%. Dapat dilihat bahwa pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 nilai debt to asset ratio PT Adira Multi Finance Tbk mengalami kenaikan. Sehingga kinerja keuangan perusahaan berada dalam keadaan kurang sehat. Hal ini disebabkan karena total hutang pada tahun 2009 sampai tahun 2012 mengalami kenaikan. Kondisi PT Adira Multi Finance Tbk masih belum berjalan secara efisien karena perusahaan belum mampu menggunakan total aktivanya secara efektif untuk memenuhi kewajibannya. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Amin, 2. menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT Adira Multi Finance Tbk berdasarkan debt to asset ratio dari tahun 2009-2011 rasio tersebut terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 sebesar 38,74%, tahun 2010 sebesar 50,07% dan tahun 2011 sebesar 73,82%. Sehingga debt Selviya Rustiyana. Fenisi Resty. Yesi Gusteti. Ae Analisis Rasio Solvabilitas dan Kinerja Keuangan Perusahaan pada Sektor Keuangan JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. IX No. 1 Maret 2022 ISSN: 2252-5483. E-ISSN: 2715-8594 to asset ratio hasilnya kurang baik, karena semakin tinggi debt ratio ini menunjukkan perusahaan semakin beresiko. Semakin beresiko, kreditor meminta imbalan semakin tinggi. Debt to Equity Ratio Hasil perhitungan laporan keuangan pada pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk tahun 2016-2020 untuk hasil analisis debt to equity ratio maka kondisi perusahaan dikatakan kurang baik, karena dalam laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan terlihat bahwa modal yang dimiliki perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan total hutang yang dimiliki perusahaan. Perusahaan tersebut tidak solvable karena modal yang dimiliki tidak mampu menutupi hutang-hutang perusahaan kepada pihak luar dan tidak memenuhi standar umum rata-rata industri sebesar 90%. Dan perbandingan modal dengan utang tidak seimbang. Perusahaan akan menghadapi resiko yang lebih besar dan untuk menurunkan resiko tersebut sebaiknya lebih meningkatkan modal sendiri yang dimiliki agar perusahaan dapat menjamin hutang perusahaan serta mendapatkan kepercayaan dari pihak kreditur. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Munarka, 2. menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT Adira Multi Finance Tbk berdasarkan debt to equity ratio pada tahun 2009 sebesar 63%, tahun 2010 sebesar 100%, tahun 2011 sebesar 282% dan tahun 2012 sebesar 406%. Dapat dilihat bahwa pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 nilai debt to equity ratio PT Adira Multi Finance Tbk mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena total hutang pada tahun 2009 sampai tahun 2012 mengalami kenaikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kondisi PT Adira Multi Finance Tbk berada dalam keadaan kurang sehat dan masih belum berjalan secara efisien. Artinya perusahaan belum mampu menggunakan total ekuitasnya secara efektif untuk memenuhi kewajibannya. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Amin, 2. menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT Adira Multi Finance Tbk berdasarkan debt to equity ratio dari tahun 2009-2011 ternyata rasio tersebut mengalami peningkatan yang sangat tinggi sehingga perusahaan berada dalam keadaan kurang baik. Terlihat bahwa debt to equity ratio pada tahun 2009 sebesar 37,93%, tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 100,27% dan tahun 2011 mengalami peningkatan lagi sebesar 282%. Dan sebaiknya besarnya hutang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi. Untuk pendekatan konservatif besarnya hutang maksimal sama dengan modal sendiri, artinya debt to equity ratio maksimal 100%. Times Interest Earned Hasil perhitungan laporan keuangan pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk tahun 2016-2020 untuk analisis times interest earned perusahaan dikatakan berada dalam keadaan yang kurang baik. Meskipun hasil analisis TIE cenderung mengalami fluktuasi tetapi masih jauh dari standar rata-rata industri sebesar 10 kali. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Amin, 2. menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan PT Adira Multi Finance Tbk berdasarkan times interest earned dari tahun 2009-2011 ternyata rasio tersebut hasilnya berfluktuasi atau perubahannya bergelombang kadang naik dan kadang turun. Pada tahun 2009 sebesar 12. 41 kali, tahun 2010 sebesar 13. 31 kali dan tahun 2011 sebesar 2. 96 kali. Sehingga times interest earned hasilnya kurang baik karena mengalami penurunan hampir sebesar 80% yang artinya perusahaan memerlukan perhatian dari pihak manajemen. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Fatimah, 2. mengungkapkan bahwa kinerja keuangan PT Pelabuhan Indonesia I (Perser. Medan berdasarkan times interest earned pada tahun 2013-2017 menunjukkan bahwa perusahaan dalam keadaan kurang baik, kecuali di tahun 2015-2016 kinerja keuangan perusahaan dapat dikatakan dalam keadaan yang cukup baik. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Aulia, 2. mengungkapkan bahwa kinerja keuangan Bank MNC Internasional Tbk. Bank Jtrust Indonesia Tbk dan Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk berdasarkan times interest earned pada tahun 2011-2015 cenderung mengalami fluktuasi sehingga kinerja keuangan dalam keadaan kurang baik. Selviya Rustiyana. Fenisi Resty. Yesi Gusteti. Ae Analisis Rasio Solvabilitas dan Kinerja Keuangan Perusahaan pada Sektor Keuangan JBMA : Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. IX No. 1 Maret 2022 ISSN: 2252-5483. E-ISSN: 2715-8594 PENUTUP Berdasarkan analisis rasio solvabilitas pada perusahaan sektor keuangan yang diukur dengan menggunakan Debt to Assets Ratio (DAR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Times Interest Earned (TIE) maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Hasil analisis kinerja keuangan pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk tahun 2016-2020 dengan menggunakan penilaian debt to assets ratio, debt to equity ratio dan times interest earned menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan berada dalam keadaan yang kurang baik. Hal ini dibuktikannya perusahaan tidak mampu melunasi hutang-hutang pada pihak luar dan hasil analisis tidak memenuhi standar umum rata-rata industri. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk berhasil mendapatkan pemeringkat ida yang merupakan pemeringkat tertinggi yang diberikan oleh lembaga pemeringkat Indonesia yaitu Pefindo. Perusahaan juga berhasil mempertahankan peringkat investmen grade di tahun 2020 yaitu Baa2 oleh MoodyAos dan b oleh Fitch, tetapi berdasarkan kesimpulan analisis debt to asset ratio, debt to equity ratio dan times interest earned perusahaan berada dalam keadaan kurang baik karena perusahaan dianggap memiliki kemampuan yang meragukan dalam memenuhi kewajibannya. PT BFI Finance Indonesia selain mendapat penghargaan dalam kinerja bisnis dan keuangan. BFI Finance juga meraih berbagai penghargaan dan pengakuan di bidang-bidang lainnya, seperti manajemen sumber daya manusia, tata kelola perusahaan yang baik, komunikasi publik . ublic relation. dan tanggung jawab sosial perusahaan. Tetapi berdasarkan kesimpulan analisis debt to asset ratio, debt to equity ratio dan times interest earned perusahaan berada dalam keadaan kurang baik karena perusahaan dianggap memiliki kemampuan yang meragukan dalam memenuhi kewajibannya. Berdasarkan kesimpulan pada penelitian diatas, maka saran yang diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut: PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dan PT BFI Finance Indonesia Tbk hendaknya terus memperhatikan kenaikan jumlah aktiva lancar yang dimiliki sebelum menambah jumlah Dengan menambah jumlah hutang tanpa memperhitungkan jumlah aktiva lancar yang ada, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel independen selain variabel yang digunakan dalam penelitian ini agar hasil penelitian dapat lebih baik lagi. Selain itu juga sebaiknya menggunakan subjek atau sampel penelitian yang lebih luas yaitu dengan cara menambah jumlah sampel perusahaan yang bergerak di sektor lain dan memperluas penelitian ini dengan cara memperpanjang tahun pengamatan agar memperlihatkan hasil yang lebih baik dan lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA