AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara Alfiyanto1. Sri Rochana Widiastutieningrum2. Sarwanto3. Eko Supriyanto4 Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung 2,3,4 Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Email: wajiwafoundation@gmail. com, 2sri. w@gmail. com, 3sarwanto@isi-ska. ABSTRACT The dance work AuKampung yang HilangAy is created in the form of contemporary dance with an ecocultural and participatory approach, taking children in Ciganitri village as the formal and material object. This issue is reiterated, so that becomes a recent elucidation. The choice of contemporary dance patterns with children as the dancers, besides from educational media, also acts as a vessel. It explains how emotion becomes an expression in conveying the latest issues. In actualizing the creation process in the work AuKampung yang Hilang,Ay artistic research, practice-based research, and the Wajiwa Body Literacy training are used to direct the children of Ciganitri to the contemporary realm. The Wajiwa Body Literacy and the contemporary dance work to form a mutually reinforcing network, as connectivity occurs in realizing educational value: intrinsic and extrinsic in elevating the childrenAos body potency. This creative process in creating AuKampung yang HilangAy could act as a new media in education and dance creation creative process based on children and the environment. Keywords: creativity, body literacy, child contemporar, ecology ABSTRAK Karya tari AuKampung yang HilangAy diciptakan dengan pola garap tari kontemporer dengan pendekatan ekokultural dan partisipatori, untuk mengambil objek tentang anak-anak masyarakat Kampung Ciganitri, baik dikaji secara formal maupun material. Persoalan ini ditafsir kembali sehingga menjadi sebuah pengalaman empirik ekspresi kekinian. Pemilihan pola garap tari kontemporer dengan pemilihan sampling penari anak-anak sebagai media edukasi, di samping juga sebagai wadah bagaimana menuangkan emosi menjadi ekspresi untuk menyampaikan isu-isu kekinian. Mewujudkan proses penciptaan karya tari AuKampung yang HilangAy dilakukan sebuah penelitian artistik, practice based research, serta metode pelatihan Literasi Tubuh Wajiwa untuk menggiring anak-anak Kampung Ciganitri ke ranah kreativitas tari kontemporer. Metode penciptaan mengaplikasikan metode Literasi Tubuh Wajiwa dan garap tari kontemporer membentuk sebuah jejaringan yang saling memperkuat, terjadinya konektivitas dalam mewujudkan nilai edukasi baik nilai intrinsik maupun nilai ekstrinsik untuk meningkatkan kecakapan potensi tubuh anak-anak. Hasil penciptaan ini diharapkan menjadi sebuah proses kreatif penciptaan karya tari AuKampung yang HilangAy menjadi sebuah platform metode penciptaan tari kontemporer sebagai media baru dalam inovasi edukasi dan proses kreativitas penciptaan tari yang berbasis ekologi baik anak-anak maupun lingkungan alam sekitar. Kata kunci: kreativitas, literasi tubuh, kontemporer anak, ekologi Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto PENDAHULUAN merupakan salah satu penentu kehidupan Kampung Ciganitri terletak di Keca- anak-anak di masa yang akan datang selain matan Bojongsoang. Kabupaten Bandung, sebagai legal formal juga meningkatkan ilmu Provinsi Jawa Barat yang memiliki dua pengetahuan, daya intelektual, dan daya Lengkong Masyarakat Kampung Ciganitri sampai dan Desa Cipagalo. Kampung Ciganitri saat ini, masih terdapat banyak anak-anak awalnya merupakan daerah agraris . yang putus sekolah walaupun pemerintah yang kemudian berubah menjadi daerah telah membebaskan biaya pendidikan dengan Perubahan yang disertai hegemoni menggratiskan biaya SPP untuk pendidikan Kampung Pada sisi lain juga masih banyaknya Ciganitri menjadi penduduk Aunomor duaAy pernikahan dini oleh anak-anak di bawah di kampungnya sendiri. Perubahan tersebut umur, seperti anak-anak tamatan Sekolah mengakibatkan tanah, sawah, ladang, dan Menengah Pertama atau masih berstatus balong ikan nyaris habis, digantikan oleh sebagai siswa SMP dan SMA. Persoalan yang bangunan-bangunan muncul dari sublimasi ruang dari rural ke Mereka . asyarakat Kampung urban ini sudah tentu bermuara dari masalah Ciganitr. ekonomi dan edukasi. Fitrianatsy menjelaskan pekerjaan sebagai petani dan dampaknya tentang desakan pembangunan infrastruktur terhadap masalah sosial dan ekonomi tidak di desa, bahwa: Desa Persoalan perubahan dari rural lumrah bagi pandangan sebagian orang, tidak Menguatnya ekonomi yang kemudian disandingkan dengan pola ekonomi masyarakat Mereka . aum petan. terpaksa memasuki pola sawah yang semakin sempit dan menurunnya mutu irigasi sehingga menimbulkan kemunduran kualitas produk pertanian. Fenomena ini kemudian menjadi sesuatu yang berlawanan dengan kepentingan petani tradisional yang membutuhkan lahan menjadi persoalan yang serius, dan menjadi pertanian . 7, hlm. ke urban yang terjadi di Kampung Ciganitri merupakan salah satu contoh yang juga banyak terjadi di daerah-daerah lain. Perubahan sudah tentu selalu terjadi dan tidak dapat dihalangi seperti halnya perubahan yang terjadi di Kampung Ciganitri Perubahan tersebut merupakan hal yang hal yang sudah biasa. Di balik itu semua jika ditelisik lebih dalam bahwa perubahan dari rural ke urban menimbulkan banyak persoalan yang jarang menjadi perhatian serius bagi sebagian orang. Ekonomi, sosial, dan pendidikan menjadi permasalahan yang cukup serius dalam perubahan tersebut. Seperti halnya pendidikan, dalam kemajuan zaman yang sangat pesat saat ini pendidikan formal Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Piliang juga menjelaskan bahwa betapa banyak rakyat kecil yang hanya menguasai ruang kecil, memiliki mesin ekonomi berdaya kecil, tidak berdaya dihadapan megakapitalis, dengan megamesin ekonomi . yang mereduksi dan melindas apa saja atas nama percepatan ekonomi . 7, hlm. Persoalan-persoalan masyarakat Kam- AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara pung Ciganiri ini menggerakkan empati untuk Ciganitri sehingga pelibatan anak-anak dalam berbuat hal yang bermanfaat. Merangkul proses kreatif ini dirasa lebih tepat. Anak- mereka dalam sebuah wadah kreativitas seni anak masih punya waktu dan harapan untuk di Rumah Kreatif Wajiwa, terutama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang anak-anak. Rumah Kreatif Wajiwa sebagai lebih tinggi dalam rangka mengembangkan payung, wadah aktivitas dan kreativitas seni mindset untuk menatap masa depan, serta yang terletak di Kampung Ciganitri. Kegiatan mempersiapkan generasi untuk dapat masuk yang dilakukan merupakan sebuah proses ke dalam sebuah perubahan yang terjadi di kreatif seni berkelanjutan dengan beberapa kampungnya sendiri. Proses kreatif yang program pendamping lainnya. Semua proses dilakukan ini di samping untuk terciptanya yang dilakukan diharapkan menjadi sesuatu sebuah karya seni juga manggali potensi yang bermanfaat baik dalam aktivitas dan anak-anak Ciganitri yang meliputi potensi kreativitas tari maupun edukasi. Kegiatan raga, rasa, pikir, dan imajinasi dengan yang dilakukan tervokus pada anak-anak, menggunakan metode Literasi Tubuh Wajiwa. karena anak-anak sebagai cikal generasi baru Proses kreatif penciptaan karya tari Kampung Kampung Ciganitri yang merupakan penerus yang Hilang ini mencoba untuk memberikan cita-cita keluarga, masyarakat, dan bahkan edukasi tentang persoalan kehidupan yang Suyanto menjelaskan bahwa: dihadapi anak-anak masyarakat asli Kampung Anak-anak sebagai investasi sosial, berbeda dengan pembangunan fisik dan angka pertumbuhan ekonomi yang hasilnya kasat mata dan dapat dirasakan dengan segera. Pemenuhan hak dan pemberdayaan anak-anak umumnya adalah bentuk dari kegiatan investasi sosial yang hasilnya baru akan kelihatan beberapa tahun kemudian . 9, hlm. Ciganitri, untuk menuangkan bagaimana emosi menjadi ekspresi yang kemudian dapat doapresiasi bersama. Jean Duvignaud menjelaskan bahwa karya seni menciptakan kembali tatanan yang menyatukan fragmenfragmen kehidupan manusia yang terpisah dibelakang kita . 9, hlm. Di sisi lain dipertegas oleh Sutiyono menyebutkan bahwa Proses aktivitas dan kreativitas yang pelatihan ataupun pendidikan seni tidak dilakukan di Rumah Kreatif Wajiwa bersama hanya membahas tentang artistik, lebih jauh anak-anak Kampung Ciganitri ini sudah lagi bahwa pelatihan ataupun pendidikan seni dimulai semenjak tahun 2013 sampai sekarang. memiliki potensi besar dalam mengolah ilmu Pemilihan anak-anak Kampung Ciganitri pengetahuan sekaligus nilai-nilai kehidupan sebagai penari utama dalam proses kreatif manusia secara langsung . 2, hlm. ini merupakan hal yang menarik di samping Memperkuat dan memperdalam konsep untuk mengangkat tentang persoalan rural untuk penciptaan ini dilakukan sebuah ke urban juga banyak tantangan yang dilalui penelitian artistik, practice based research, dan diselesaikan dengan bertahap serta ada harapan yang akan dituju. dari proses kreatif penciptaan karya tari dan Setelah mengamati persoalan Kampung Tahapan-tahapan yang dilakukan Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto berupa seeing, observing, sensing, felling, imaging, transforming dengan uji coba teori melalui laboratorium praktek tari kontemporer. yang berbasis budaya. Memperkuat dan mempertajam konsep untuk penciptaan karya tari Kampung yang Karya tari ini diciptakan dalam pola Hilang dilakukan sebuah penelitian artistik, garap tari kontemporer dengan pendekatan practice based research, mengakumulasikan ekokultural dan partisipatori, mengambil objek pengetahuan dari proses kreatif penciptaan persoalan anak-anak masyarakat Kampung karya tari dan penelitian. Tahapan-tahapan Ciganitri, baik objek formal maupun objek yang dilakukan berupa seeing . , observing . , sensing . , sehingga menjadi ekspresi kekinian. Pola felling . , imaging . , garap tari kontemporer yang dipilih dalam Transforming penggarapan karya tari ini di samping sebagai uji coba teori melalui laboratorium praktik. media edukasi juga sebagai wadah bagaimana Carole Gray dalam Murwanti menjelaskan emosi menjadi ekspresi dalam menyampaikan tentang prinsip dasar dan definisi practice-led isu-isu kekinian. Widaryanto menjelaskan research, yaitu: Persoalan tentang seni kontemporer, bahwa Aukonteks kekinian lebih menekankan bukan pada bentuk, tapi lebih pada aktualisasi dan aksentuasi isu yang dirasakan signifikansinya pada kehidupan. Aspek substansi terasa menjadi lebih penting dari pada aspek membentuk yang bersifat formalistik . Diharapkan Proses kreatif ini dapat . Pertama, riset yang diiniasi dalam praktik, di mana pertanyaan, masalah, tantangan diidentifikasi dan dibentuk dari kebutuhan praktik dan praktisi. kedua, bahwa strategi riset disampaikan melalui praktik, dengan menggunakan dominasi metodologi dan metodemetode spesifik yang dikenal bagi kita para praktisi . 7, hlm. Tahapan sebagai media baru yang siap menghadapi bertujuan untuk mencari, menemukan, dan perubahan konsep estetik di setiap zaman. mewujudkan, baik objek material maupun objek formal. Diharapkan tahapan-tahapan ini dapat menemukan materi-materi yang METODE Proses valid dan kuat untuk mejadi bahan garap dan rancang bangun penciptaan karya seni ini. Secara implisit Bambang Sunarto menjelaskan menggunakan pendekatan ekokultural dan partisipatori, serta pemberdayaan masyarakat Kampung Ciganitri. Diharapkan proses kreatif ini dapat menjadi penciptaan karya seni kontemporer yang melibatkan anak-anak masyarakat kampung Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Objek material dalam penciptaan seni adalah realitas yang menjadi sasaran, pusat perhatian, dan arah intensitas dan niat dari kekuatan jiwa. Obyek ini mencakup baik yang kongkret maupun yang abstrak, yang material maupun yang immaterial, baik yang berupa AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara konsep,teori, metode, teknik, maupun imaji-imaji tentang sesuatuA. Objek formal dalam penciptaan seni adalah pengetahuan seniman pencipta yang berupa . sesuatu yang terbayang dalam pikiran, . prinsip dan prosedur berkenaan dengan terbentuknya suatu konstruk artistik, dan . kerangka yang menegaskan terjadinya fenomena artistik . 3, hlm. Proses kreatif karya seni ini didukung sinilah kemudian diharapkan kontribusi pengenalan tari tidak semata menggiring sang anak bisa menari, namun lebih jauh lagi bisa membantu pengembangan dirinya untuk kehidupan dimasa yang akan datang . 7, hlm. Metode Literasi Tubuh, sebuah metode dari konsep Taksonomi Bloom yang biasa dipakai dalam kurikulum sekolah formal, oleh 20 orang penari anak-anak kampung Ciganitri usia enam sampai dua belas tahun dan pengetahua. , ranah afektif . , ranah delapan orang pemain senior termasuk ibu- psikomotorik . erak tubu. Literasi Tubuh ibu . asyarakat Ciganitr. Mempersiapkan Wajiwa dilakukan dengan pendekatan seni anak-anak untuk proses kreatif penciptaan untuk menggali potensi raga, rasa, pikir, ini diperlukan sebuah metode pelatihan. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa mereka pendamping untuk peningkatan percaya . nak-ana. telah dipersiapkan dalam proses diri, pengetahuan, dan intelektual mereka berkalanjutan dengan metode Literasi Tubuh . nak-ana. , seperti mendongeng ataupun dan beberapa program pendamping di Rumah bercerita. English Day. Jelajah Kampung. Kreatif Wajiwa. Proses kreatif yang terus aktualisasi diri, serta apresiasi. Dua nilai yang menerus dapat melahirkan metode dan hasil ingin dicapai atau dihasilkan dari literasi karya yang lebih bermakna langsung pada tubuh ini yaitu nilai estetika ataupun artistik publik (Supartono, 2016, hlm. Terciptanya . enciptaan sen. dan nilai edukasi . aterial metode ini di samping sebagai edukasi atau dan immateria. Widaryanto dan Rustiyanti pendidikan non formal untuk membangun menjelaskan bahwa saling keterkaitan ini perlu kepekaan tubuh, jiwa kreatif, dan percaya kemudian dibangun sebuah tradisi kreatif diri dalam kehidupan keseharian juga untuk yang mampu mengungkap seni menjadi mempersiapkan mereka . nak-ana. sebagai kekuatan baru dalam sensibilitas formulasi penari yang punya kepekaan terhadap ruang, experience knowledge yang memiliki kekuatan gerak, rasa, pikir, dan memiliki daya imajinasi ungkap multidimensional, melampaui bentuk yang tinggi. Widaryanto menjelaskan tentang ungkap tubuh yang menjadi medianya . 3, tari dan pengembangan diri anak, bahwa: Tahapan-tahapan pembelajaran dan pengenalan AuduniaAy di luar kesadaran akan tubuhnya sendiri, anak-anak akan memiliki evolusi pengembangan kematangan diri yang kuat, serta pengembaraan imanjinasi yang sehat. Proses . alar, nilai-nilai penting untuk diangkat sebagai muatan utama dalam pembelajaran seni. Triana menjelaskan bahwa pembelajaran praktik tari Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto Gambar 1. Alur kerja Literasi Tubuh Wajiwa (Sumber: Alfiyanto, 2. memiliki karakteristik yang berbeda dengan penari anak-anak kampung Ciganitri yang pembelajaran lainnya, untuk itu diperlukan notabene bukan penari untuk terlibat dalam tenaga pengajar yang memiliki kemampuan proses kreatif ini, karena dapat menggali menari dengan baik, kompetensi pedagogik potensi tubuh, kepekaan ataupun kecerdasan raga/gerak, rasa, pikir, dan imajinasi anak- berbagai metode . 6: . Pendidikan seni anak sebagai penari, sesuai dengan tingkat berbicara langsung mengenai transfer of usia mereka. Penari tidak hanya harus bisa knowlege dan transfer of value yang diharapkan menari dengan ekspresif, tetapi juga harus berdampak langsung pada peserta didik pintar dan cerdas (Suprianto, 2018, hlm. (Sutiyono, 2012, hlm. Masunah juga Seorang penari yang baik, selalu menari menyebutkan bahwa kegiatan tari apabila kita dengan menggunakan peasaan dan pikiran analisis, maka ranah pendidikan yang meliputi aspek psikomotor, kognitif, dan afektif akan unsur-unsur waktu, ruang dan tenaga secara dicapai dengan baik, sehingga guru ataupun bersih dan jelas (Murgianto, 1993, hlm. pelatih dapat menambah dengan nilai-nilai Proses pendidikan ataupun pelatihan religius, estetis, historis, sosial, dan budaya bagaimana perkembangan ragam berpikir . 3, hlm. digunakan dalam mencari, memilah, dan Metode Literasi Tubuh penting dilakukan untuk mempersiapkan Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 pembelajaranAy (Kuswana, 2012, hlm. AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara Gambar 2. Skema metode penciptaan karya tari Kampung yang Hilang (Sumber: Alfiyanto, 2. Sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional masalah menjadi sebuah pertimbangan dalam yang dituangkan dalam Undang-undang menetapkan, apa yang akan digunakan supaya Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem masing-masing unsur saling berkaitan, saling Pendidikan Nasional. Pasal 3. Aubahwa tujuan mengisi, dan saling menguatkan satu sama pendidikan nasional adalah mengembangkan Penggabungan teks yang berbeda potensi peserta didik agar menjadi manusia ataupun kontras dalam penciptaan karya yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan seni ini seperti persoalan rural dan urban Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, diharapkan dapat menjadi sesuatu yang menarik dan memunculkan kebaruan. Benny menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Penciptaan formal maupun objek material. Semua data yang terkumpul dianalisis dan dilakukan penetapan bahan atau material yang akan digunakan dalam proses penciptaan. Banyak bahan yang digunakan pada proses kreatif tari ini sehingga perencanaan dan pemilihan yang cermat sangatlah dibutuhkan agar menjadi intertekstualitas, setiap bentuk yang hadir Yohanes menjelaskan bahwa: Menggubah dan memperbaharui daya tumbuh internal dari sebuah tradisi etnik dapat dilakukan setidaknya lewat strategi bisosiasi. Bisosiasi adalah cara mengawinkan dua atau lebih sudut pandang, atau basis nilai, yang satu sama lain bersifat kontras. Hasil persilangan dialogis antara basis Nilai yang kontras itu akan memunculkan satu persepsi kritis yang baru. Dalam wilayah persepsi kritis yang baru itulah akan turut tergugah jalan ekspresi dan kontemplasi artistik yang baru pula . 8, hlm. benar-benar dapat menjadi kekuatan simbol. Memperkuat konsep karya seni ini menyampaikan narasi sesuai dengan konsep dibutuhkan keyakinan untuk melangkah dan gagasan karya yang telah ditentukan. keproses selanjutnya, sehingga diperlukan Bentuk, jenis, ukuran, karakter dan persoalan/ Pencarian- Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto dilakukan secara terpola untuk mewujudkan mempunyai kedalaman konsep. Kekuatan bentuk dan isi, memiliki daya tarik yang dapat dinikmati, diapresiasi, dan bermanfaat bagi banyak orang. Di antara langkah-langkah tersebut adalah: . Observasi . engumpulan dat. , . Laboratorium . engolah dat. , . Demonstrasi . ksplorasi dan pelatiha. , . Simulasi . ji cob. , . Aplikasi . Evaluasi . endekatan mimetik, pendekatan ekspresif, pendekatan struktural, pendekatan Revisi . Finishing . , dan . Penyajian . Metode penciptaan ini menjadi sebuah alat atau instrumen untuk merealisasikan emosi dan pikiran untuk terciptanya karya tari Kampung yang Hilang, di dalamnya terdapat langkah-langkah proses artistik dan non artistik yang terpola dengan tujuan agar proses kreatif berjalan lebih efisien. Gambar 3. Skema permasalahan Anak Ciganitri (Sumber: Alfiyanto, 2. balong ikan, serta rumah tempat tinggal dan bahkan nilai-nilai kehidupan yang sudah Perubahan wajah ini juga semakin mempertegas perbedaan antara masyarakat Kampung Ciganitri ekonomi dan sosial. Kampung yang hilang. HASIL DAN PEMBAHASAN AuKampung yang HilangAy Mencari Cara dan Daya Karya tari ini diberi judul Kampung yang Hilang. Kampung yang hilang dalam karya tari ini tidak diartikan secara harafiah, akan tetapi dimaknai secara artifisial, yaitu berubah wajah, perubahan kondisi dan situasi kampung atau desa menjadi kota . ural ke urba. yang berakibat pada hilangnya lahan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat Ciganitri seperti sawah, kebun. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 transformasi dari rural ke urban yang juga sangat berdampak pada mental, karakter, pengetahuan, dan daya saing anak-anak Kampung Ciganitri. Kampung yang Hilang pada proses kreatif penciptaan karya tari ini menjadi sebuah energi baru bagi anak-anak Kampung Ciganitri, semangat untuk tidak tenggelam dalam kuatnya arus perubahan Anak Ciganitri yang selalu berusaha agar tidak terbawa arus yang belum jelas akhirnya. Kampung yang Hilang melahirkan energi baru. AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara anak Ciganitri mencari cara untuk menjadi anak-anak. Diharapkan proses penciptaan daya agar menjadi sesuatu yang berguna, karya seni ini dapat menghidupkan kembali solidaritas organik dan menjadi sebuah menjadi biang dan agen perubahan. Anak semangat baru bagi masyarakat Kampung kampung yang tidak kampungan, berpikir Ciganitri yang dimulai dari anak-anak . ke depan agar di masa yang akan datang dapat untuk mengubah kehidupannya yang Metode Literasi Tubuh Wajiwa dan Proses lebih baik. Karya tari Kampung yang Hilang Penciptaan Tari Kontemporer merupakan sebuah usaha untuk memberi Gagasan metode Literasi Tubuh berawal semangat baru melalui media seni di Kampung dari ketertarikan penulis pada persoalan Ciganitri. anak-anak Kampung Ciganitri yang kodisi kepedulian terhadap kenyataan yang terjadi kampungnya berubah dari rural ke urban. di sekitar ataupun kepedulian kepada rakyat Metode ini meliputi ranah raga, rasa, pikir, kecil merupakan wujud lain kebudayaan nilai dan imajinasi melalui pendekatan seni. Seperti estetik untuk memahami dunia . 6, hlm. yang dikutip dari Jurnal Panggung: Sochari Dipertegas lagi oleh Hartoko menjelaskan Pada awalnya literasi yang dipahami merupakan kemampuan seseorang dalam menerima, memahami, dan Dalam perkembangannya, pemahaman literasi menjadi lebih luas, tidak hanya sekedar dalam membaca dan menulis saja, tetapi dalam pemahaman baru dari literasi tubuh virtual menunjukkan paradigma baru dalam upaya memaknai literasi, seni pertunjukan, dan pembelajarannya. Banyak pemahaman literasi yang muncul karena perkembangan sains, konsep, ideologi, bahkan teknologi modern yang mengakibatkan muncul pemahaman berbagai jenis literasi, seperti literasi media, literasi komputer, literasi sains, literasi budaya, litarasi tubuh, literasi akal, literasi rasa, literasi bahasa, literasi sekolah, dan sebagainya (Rustiyanti, 2020, hlm. tentang peran kesenian dalam membentuk masa depan, bahwa: Melalui kesenian dapat menjadi salah satu media pembelajaran, karena kesenian bukanlah untuk dinikmati dalam waktu senggang atau mengasikkan segelintir orang yang mempunyai perasaan atau intuisi tertentu. Kesenian dan pendidikan ke arah kreativitas artistik harus memainkan peranan dalam membentuk masa depan . 4, hlm. Gagasan karya tari ini merupakan ekspresi personal penulis sebagai pengkarya. Persoalan rural ke urban di Kampung Ciganitri, ibaratkan banjir yang akan menyapu bersih setiap yang menghalangi, dan ombak mengombang-ambingkan setiap yang berada di atasnya, sehingga tidak jelas ke mana arah dan tujuannya. Melalui proses penciptaan karya tari ini mencoba untuk menggiring narasi Kampung yang Hilang kepada sebuah semangat dan daya dalam arus perubahan di Kampung Ciganitri yang dimulai dari Penggunaan kata literasi dalam metode ini jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia memliki tiga makna, pertama secara sederhana adalah kemampuan membaca Kedua. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto pengetahuan atau keterampilan dalam bidang Anak kampung yang tidak kampungan, atau aktivitas tertentu. Ketiga, kemampuan berfikir kedepan agar di masa yang akan individu dalam mengolah informasi dan datang dapat untuk merubah kehidupan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Hal ini juga diperkuat dengan buku panduan Gerakan Proses kreatif karya seni ini yang Literasi Nasioal yang mejelaskan bahwa Auada diawali dengan metode Literasi Tubuh tujuan enam jenis literasi. literasi baca tulis, literasi utamanya bukan hanya menjadikan anak numerasi, literasi sains, literasi finansial, sebagai penari, koreografer ataupun seniman literasi digital, literasi budaya dan kewargaanAy tari akan tetapi juga mencoba untuk menggali (Atmazaki, 2017, hlm. Atmazaki juga potensi-potensi yang ada pada tubuh anak menjelaskan tentang literasi budaya, bahwa melalui media seni agar kepekaan dan Auliterasi budaya adalah pengetahuan dan kecerdasan yang tersimpan pada tubuhnya kecakapan dalam memahami dan bersikap tergali dan terasah yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Juju Masunah dan Tati identitas bangsaAy . 7, hlm. Berdasarkan Narawati juga menjelaskan bahwa Autujuan makna literasi tersebut jelas bahwa literasi pendidikan seni untuk anak atau disekolah Indonesia keterampilan dalam bidang tertentu, sehingga sebagai seniman, melainkan diharapkan siswa kata literasi dalam metode Literasi Tubuh mendapat pengalaman seni, baik praktik Wajiwa yang penulis buat dirasa cukup maupun apresiasi. Dengan demikian bahwa relefan, karena Literasi Tubuh bergerak di arah pendidikan seni sebenarnya lebih pada perubahan sikap siswa Au . 3, hlm. keterampilan, yaitu meliputi literasi raga/ Metode Literasi Tubuh dirasa sangat fisik, literasi rasa, literasi pikir, dan literasi Juju Masunah dan Tati Narawati teruama yang terlibat dalam proses kreatif menyebutkan Auapabila kita analisis kegiatan karya tari kontemporer ini. Keterlibatan tari, maka ranah pendidikan yang meliputi anak-anak Kampung Ciganitri sebagai penari aspek psikomotor, kognitif, dan afektif akan utama dalam proses kreatif karya tari ini tidak dicapai dengan baik, sehingga guru ataupun hanya untuk tujuan artistik . arya sen. saja pelatih dapat menambah dengan nilai-nilai akan tetapi juga sebuah keinginan menjadikan religius, estetis, historis, sosial, dan budayaAy . 3, hlm. Metode TaTuPa merupakan kepanjangan dari anak-anak Seperti Anak-anak Ciganitri sebagai masyarakat kata Tabuh Tubuh Padusi. Istilah dalam kata yang kampungnya telah berubah menjadi AotabuhAo dan AotubuhAo saling berkelindan dalam kota tersebut diharapkan tidak menjadi anak- pemahaman secara tekstual dan kontekstual. anak yang AugagalAy dalam kehidupan, akan Kata AotabuhAo yang dimaknai sebagai waktu tetapi anak yang nantinya dapat menjadi biang dan bunyi dalam ruang dan waktu dalam atau agent of change untuk kehidupan lebih peristiwa yang sama, sedangkan kata AotubuhAo Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara Disinilah kontribusi pengenalan tari tidak semata menggiring sang anak bisa menari, namun lebih jauh lagi bisa membantu pengembangan dirinya untuk kehidupan dimasa yang akan datang . 7, hlm. Gambar 4. Foto latihan Metode Literasi Tubuh Wajiwa rasa dan imajinasi di Rumah Kreatif Wajiwa (Sumber: Alfiyanto, 2. Pembelajaran mempunyai cara yang unik, berbeda dengan pembelajaran lainnya sehingga dibutuhkan memiliki kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik menjadi hal yang penting agar pemilihan metode dalam mengajar atau melatih sesuai dan tepat sasaran, termasuk Gambar 5. Foto latihan Metode Literasi Tubuh Wajiwa. Literasi raga (Sumber: Alfiyanto, 2. sistem evaluasi. Proses penciptaan karya tari ini juga salah satu usaha untuk membangun kembali ekosistem aktivitas dan kreativitas melalui media seni tari yang selama ini sudah terlupakan oleh masyarakat setempat akibat disibukan oleh persoalan ekonomi atau kehidupan dalam kondisi kampungnya yang berubah dari rural ke urban tersebut. Gambar 6. Foto Metode Literasi Tubuh Wajiwa. Engglish day. Literasi pikir dan bahasa di Rumah Kreatif Wajiwa (Sumber: Alfiyanto, 2. Proses penciptaan ini merupakan proses panjang yang melibatkan anak-anak usia enam tahun sampai 14 tahun sebagai pemain sebagai media pokok dalam menghasilkan atau penari utama. Pemilihan penari anak- irama bunyi yang divisualisasikan dalam anak sebagai pendukung utama karya seni berbagai eksplorasi penjelajahan gerak tubuh ini menjadi sebuah tantangan dalam proses dalam tubuh penari itu sendiri (Rustiyanti, penciptaan seperti mencari dan menemukan 2019, hlm. Dipertegas oleh Widaryanto hal baru, diantaranya pematangan metode menjelaskan bahwa: pelatihan, konsep dan metode garap untuk memperhatikan tahapan-tahapan pengenalan AuduniaAy diluar kesadaran akan tubuhnya sendiri, anak-anak akan memiliki evolusi pengembangan kematangan diri yang kuat, serta pengembaraan imanjinasi yang sehat. menghasilkan koreografi kelompok anakanak dengan pola garap tari kontemporer. Pemilihan bentuk garap seni kontemporer ini karena terbuka luasnya kemungkinankemungkinan dalam mencari dan menemukan Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto Gambar 7. Foto eksplorasi ruang, proses penciptaan tari kontemporer (Sumber: Alfiyanto, 2. Gambar 8. Foto eksplorasi gerak, proses penciptaan tari kontemporer di Rumah Kreatif Wajiwa. (Sumber: Alfiyanto, 2. hal-hal yang baru dan kekinian, sehingga hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin untuk diwujudkan. Proses kreativitas seni dalam perkembangannya saat ini tidak lagi dihambat oleh batasan-batasan ruang dan waktu. Widaryanto menjelaskan bahwa: Sesuatu yang tak mungkin bisa menjadi mungkin, bahkan melebihi bentuk signifikan yang dimiliki oleh keseniannya sendiri. Secara ekstrem bentuk menjadi semakin luluh dan tak menjadi hambatan dalam pengungkapan isi, yang seringkali memiliki sublimitas ruang, yang justru melebihi representasi bentuknya sendiri . 7: . Kata kontemporer itu sendiri dalam Inggris AucontemporaryAy. Apabila istilah ini dikaitkan dengan kesenian adalah hasil karya manusia yang merupakan ungkapan ekspresi rasa dan jiwa yang paling dalam divisualisasikan dan diaktualisasikan pada wujud yang indah serta memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang khas dengan mengacu pada zaman kekinian (Soedarso: 2006:. Sal Murgianto dalam Eko Suprianto menjelaskaan bahwa tari kontemporer mengedepankan realitas kehidupan pada masa kini dimana Gambar 9. Foto eksplorasi gerak, proses penciptaan tari kontemporer di Rumah Kreatif Wajiwa. (Sumber: Alfiyanto, 2. menjelaskan bahwa seni tari kontemporer secara umum cendrung digunakan untuk menanggapi masalah aktual yang terjadi dilingkungan masyarakat, baik lokal maupun global . 8, hlm. Seni Kontemporer, apapun bentuknya, adalah hasil kreativitas masa kini dan yang bebas dari adanya ikatanikatan ruang, waktu, dan norma-norma lama lainnya (Dibya, 1993, hlm. Widaryanto juga menegaskan bahwa: seni kontemporer, konteks kekinian lebih menekankan bukan pada bentuk, tapi lebih pada aktualisasi dan aksentuasi isu yang dirasakan signifikansinya pada Aspek substansi terasa menjadi lebih penting daripada aspek membentuk yang bersifat formalistik . 5, hlm. narasi atau cerita tidak selalu diunggulkan . 8, hlm. Hal yang lebih spesifik lagi tentang tari kontemporer. Suprianto Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Penjelasan AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara mereka untuk mengatualisasikan kecerdasan tubuhnya dalam proses kreatif ini. Tanpa mereka sadari bahwa semua proses ini merupakan sebuah edukasi dan literasi seperti yang ingin dicapai proses kreatif ini, yaitu kecerdasan raga, rasa, pikir, dan imajinasi. Proses panjang penciptaan karya tari ini dapat menjadi sebuah pengalaman penting dalam perjalanan hidup mereka, menggiring untuk Gambar 10. Detil roadmap Literasi Tubuh Wajiwa (Sumber: Alfiyanto, 2. mengaktualisasikan tubuh mereka, emosi, ekspresi dan mewujud menjadi apresiasi. Diharapkan peroses kreatif karya seni ini kekinian, aktual, serta isu yang diangkat. Hal dapat menjadi energi baru bagi masyarakat ini sangat relefan dengan gagasan karya tari Kampung Ciganitri yang dimulai dari anak- AuKampung yang HilangAy yang mengankat persoalan rural ke urban di Kampung kehidupan yang lebih baik. Ciganitri. Proses penciptaan karya tari ini Kreativitas karya tari ini diawali dengan menggiring anak-anak ke wilayah proses Literasi Tubuh Wajiwa dan proses penciptaan kreatif tari kontemporer sesuai tingkat usianya tari kontemporer Kampung yang Hilang salah dan menghadirkan Kampung yang Hilang yang satu wadah untuk mempresentasikan hasil mempunyai nilai manfaat, konstruktif, dan Proses berkelanjutan ini diharapkan memiliki daya. Kampung yang Hilang disini adalah anak Kampung Ciganitri yang akan inculcation dimulai sejak masa anak-anak berenang dalam arus deras tersebut untuk sehingga menjadi second sense dan second dapat bertahan dan mencari cara untuk tidak nature, sehingga menjadi kebiasaan. Pelatihan hanyut dan menepi. Aucara mencari daya dan ataupun pendidikan seni memiliki potensi daya mencari caraAy. besar dalam mengolah ilmu pengetahuan Pemilihan pola garap tari kontemporer nilai-nilai secara langsungAy (Sutiyono, 2012, hlm. mewujudkan hal-hal baru yang tidak banyak Selain ikatan atau sekat-sekat yang membatasi proses Proses kreatif tari kontemporer ini sekaligus menjadi media literasi bagi penari anak-anak, bagaimana mereka dapat bergerak bebas, bereksplorasi, improvisasi, ekosistem aktivitas dan kreativitas seni tari dan berimajinasi. Anak-anak tidak di dikte, khususnya di Kampung Ciganitri. Widaryanto tidak mesti selalu mengikuti pelatih dan atau menjelaskan bahwa tari pada hakikatnya serupa pelatih. Banyak ruang AukebebasanAy tidak dapat dipisahkan dari ekosistem yang Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto membentuk komunitas masyarakatnya yang tinggal dan beradaptasi dengan alam yang hidup dan menghidupkannya . 5, hlm. kreativitas seni kepada anak-anak masyarakat Metode pelatihan Literasi Tubuh Wajiwa asli Kampung Ciganitri ini. Campbell dalam dan proses kreatif penciptaan karya tari Literasi Tubuh Wajiwa dan Literasi Tubuh Wajiwa memberi kekuatan pada proses penciptaan karya tari kontemporer ini. Kerja kreatif ini diharapkan dapat menjadi energi baru bagi anak-anak Kampung Ciganitri, dan memantik para kreator seni lainnya tentang anak-anak dan proses kreatif tari kontemporer. Artefak Budaya Mewujudkan Mewujudkan gagasan tentang anak Ciganitri ke dalam karya tari ini merupakan penyatuan teks dari beberapa objek, di antaranya persoalan kampung yang hilang, rural, urban, partisipatori, penari anak-anak, musik, kostum, tata panggung, properti, dan proses pelatihan. Teks-teks ini akan menjalin nilai-nilai baik nilai intrinsik maupun nilai ekstrinsik yang akan menjadi bahan dalam proses penciptaan karya seni ini. Kampung yang Hilang. Tubuh-tubuh perubahan kampungnya dari rural ke urban, tidak terucapkan tapi terungkap dari laku tubuh, karakter, jiwa, dan mental mereka. Menyesuaikan diri, maju untuk berkembang dalam kekinian adalah salah satu cara Kampung yang Hilang menjadi energi untuk Aupulang kemasa depanAy. Melihat persoalan tersebut penting rasanya media edukasi untuk Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Persoalan anak Ciganitri merupakan persoalan kekinian/aktual, perubahan rural Kampung yang Hilang kreativitas mampu menemukan kebaruan dan mampu mengatasi masalah dengan gemilang. Dalam kreativitas inilah pribadi seseorang selalu berpikiran positif untuk menemukan hal yang baru dengan menciptakan proses . dan Kesemuanya ini nantinya akan menemukan konsep atau cita kreatif pada seseorangAy . 7, hlm. penciptaan karya tari kontemporer Kampung Hilang Sunarto menjelaskan bahwa: ini memiliki hubungan timbal balik, yaitu ke urban yang juga banyak terjadi di tempat Persoalan ini sering luput dari amatan orang karena sudah menjadi pemandangan yang biasa. Akan tetapi jika kita lebih mendekati kehidupan mereka sangat banyak persoalan yang dihadapi oleh mereka . nak Cigantr. Melalui proses kreatif seni, anakanak sentuhan-sentuhan estetik. Sujdono dalam Suchari menjelaskan bahwa nilai-nilai estetika haruslah memasyarakat, berpihak kepada rakyat kebanyakan. Dengan demikian nilainilai estetika dalam kesenian akan memiliki kedayaan sosial bagi bangsaAy . 6, hlm. Masyarakat Ciganitri yang awalnya hidup dalam ruang agraris dengan profesi petani, sehingga pekerja sawah ataupun ladang yang mengandalkan kekuatan kaki dan tangan menjadi sebuah arsip tubuh. Berjalan, bekerja di tanah basah dan tanah lumpur menjadi keseharian mereka pada masa itu. Proses kreatif karya tari ini mencoba AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara untuk membuka kembali arsip-arsip tubuh para orang tua anak Ciganitri tersebut yang kemudian diterjamahkan dan ditafsir kedalam bentuk gerak tarian. Arsip-arsip ketubuhan masyarakat agraris tersebut menjadi salah satu kekuatan bentuk dalam karya tari ini. Eksplorasi gerak-gerak kaki dan tangan tersebut dilakukan bersama penari anak-anak Kampung Ciganitri yang dipadu dengan Gambar 11. Foto eksplorasi permainan tradisional anak-anak, proses penciptaan tari kontemporer. (Sumber: Alfiyanto, 2. gerak serta properti permainan tradisional anak Sunda yang disebut kaulinan barudak Mewujudkan kedayaan Kampung yang Hilang dalam karya tari ini penulis sebagai pengkarya menghadirkan beberapa unsur artistik yang dapat memperkuat kehadiran tubuh penari dan suasana yang akan dibentuk, yaitu menghadiran beberapa bebegig . rang- Gambar 12. Foto eksplorasi permainan tradisional anak-anak, proses penciptaan tari kontemporer di Rumah Kreatif Wajiwa. (Sumber: Alfiyanto, 2. orangan sawa. yang menggunakan kostum berbeda-beda. Kostum bebegig ini memperkuat teks rural dan urban, menggunakan kostum petani, pekerja kantor, anak-anak kota, anakanak kampung, buruh, pengusaha, dan lainlain. Selain itu penggarapan gerak dan alat kaulinan barudak lembur menjadi penguat kehadiran tubuh penari anak-anak dalam karya seni ini, mencoba mewadahi emosi anakanak menjadi ekspresi. Menghadirkan materi kaulinan barudak lembur dalam karya seni ini menjadi salah satu media edukasi disamping tujuan artistik. Penggarapan kaulinan barudak lembur merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan kemampuan anakanak, baik raga, pikir, dan imajinasi karena saat bermain atau memainkan permainan tersebut mereka memperoleh dan memproses informasi dan pengalaman yang sedang Gambar 13. Foto eksplorasi permainan tradisional anak-anak, proses penciptaan tari kontemporer di Rumah Kreatif Wajiwa (Sumber: Alfiyanto, 2. Bermain bagi anak-anak merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupannya karena aktivitas anak selalu Melalui aktivitas dan kreativitas bermain dalam proses penciptaan ini mereka mendapatkan berbagai pengalaman dan pengetahuan, diantaranya memikirkan cara membuat mainan, cara memainkan mainan, dan fungsi permainan Hughes menjelaskan bahwa: Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto anak-anak tersebut memiliki nilai dan manfaat yang sangat banyak. Aktivitas kaulinan barudak lembur ini sudah hampir punah, bahkan banyak anak-anak pada saat ini tidak kenal dengan jenis-jenis dan cara memainkannya. Hal Gambar 14. Foto eksplorasi permainan tradisional anak-anak, proses penciptaan tari kontemporer di Rumah Kreatif Wajiwa. (Sumber: Alfiyanto, 2. bermain merupakan hal yang berbeda dengan belajar dan bekerja. Suatu kegiatan yang disebut bermain harus ada lima unsur di dalamnya, mempunyai tujuan dimana kepuasan, memilih dengan bebas dan atas kehendak sendiri tidak ada yang menyuruh dapat menikmati, mengkhayal untuk mengembangkan daya imajinatif, kreativitas, melakukan secara aktif dan sadar . 9, hlm. Kaulinan barudak lembur merupakan salah satu bahan garap karya tari ini dan juga sebagai materi utama dalam metode Literasi Tubuh Wajiwa. Secara tidak langsung kehadiran materi kaulinan barudak lembur pendidikan alami atau natural, mereka untuk dapat bermain harus mencari, mengamati, menemukan, mendiskusikan, menyimpulkan, terampil, interpersonal, kreatif, beradaptasi, menunjukkan prilaku ataupun sikap, serta menyampaikan berbagai keberhasilan. Kaulinan barudak lembur di dalam karya seni Kampung yang Hilang ini juga sebuah usaha untuk mengingatkan kembali kepada anak-anak, orang tua, dan masyarakat lainnya Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 tidak ada lagi ruang yang cukup untuk tempat bermain serta ketersediaan bahan untuk diolah menjadi mainan bagi anakanak kampung, seperti pelepah daun pisang untuk main kukudaan, pelepah daun pinang untuk main prosotan, bambu untuk membuat mobil-mobilan, enggrang atau jejangkungan, dan lain-lain. Sebagai anak kampung sudah tentu akan kesulitan untuk mendapatkan permaainan anak-anak yang berkembang saat ini disebabkan karena faktor ekonomi. Anak-anak tidak mungkin berharap pada orang tuanya karena para orang tua tidak sempat lagi memikirkan tentang aktivitas dan kreativitas anak-anaknya, seperti ruang tempat bermain, menemani serta memfasilitasi alat unuk bermain. Hal ini disebabkan karena aktivitas keseharian mereka yang disibukkan dengan persoalan ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Penting material kaulinan barudak lembur dalam proses penciptaan ini untuk memperkuat objek Kaulinan barudak lembur dalam karya tari ini disamping memperkuat kehadiran anak-anak mengingatkan dan juga mengenalkan kepada anak-anak yang belum tau tentang kaulinan tersebut, serta dampak positifnya terhadap anak-anak. Bishop dan Curtis dalam Iswinarti menjelaskan bahwa permainan tradisional AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara sebagai permainan yang telah diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan permainan tersebut mengandung nilai Aubaik, positif. AubernilaiAy, dan AudiinginkanAy . Permainan tradisional anak-anak umumnya dan khususnya Sunda selalu terdapat gerak, vokal ataupun lagu, dan alat Hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk digarap lebih jauh dengan Gambar 16. Foto Pertunjukan karya tari Kampung yang Hilang di Huma Wajiwa (Sumber: Alfiyanto, 2. tidak menghilangkan esensi dari kaulinan barudak lembur itu sendiri, seperti kukudan, terhadap edukasi. Kasnadi dan Sutejo dalam mobil-mobilan, kakapalan, momonyetan, kukuyaan. Alfi Dwi Cahyani. Puji Lestari. Aris Martiana cingciripit, babangkongan, balok lengkah, cublek- menjelaskan bahwa di dalam permainan cublek suwing, rampak bakiak, dan enggklek. tradisional terkandung nilai-nilai pendidikan Kaulinan Barudak lembur dalam penggarapan karakter yang meliputi . karakter kerja sama, karya seni ini tidak selalu mengalami stilisasi . karakter jujur, . karakter tanggung jawab, bentuk, pada bagian-bagian tertentu juga . karakter kerja keras, . karakter sportif, menghadirkan seperti aslinya akan tetapi dan . karakter toleran . 9, hlm. tetap mempertimbangkan perspektif seni Banyak hal yang menjadi bahan Sublimasi Tubuh Kampung yang Hilang garap dari kaulinan barudak lembur ini, mulai dalam Proses Kreatif Tari Karya dari lagu atau kakawihan barudak yang biasa Kampung dinyanyikan saat permainan itu berlangsung, yang Hilang merupakan ungkapan ekspresi gerakan tubuh, sampai alat yang digunakan. personal penulis bersumber dari persoalan Lagu ataupun vokal yang terdapat pada masyarakat serta budaya Kampung Ciganitri kaulinan tersebut selain menjadi musik iringan juga digarap dalam bentuk acapella yang Kehadiran mereka dalam karya seni ini langsung di nyanyikan oleh para penari anak- sangatlah penting, karena anak-anak adalah anak saat bergerak. sebagai obyek persoalan yang diangkat Permainan tradisional anak-anak atau kaulinan barudak lembur menjadi salah satu anak-anak. dan keterhubungannya dengan keberadaan kampung yang hilang itu sendiri. pilihan bahan garap, disamping sebagai Pengalaman proses panjang penciptaan materi utama dalam Metode Literasi Tubuh. karya Kampung yang Hilang di Kampung Banyak hal yang didapat dalam penggarapan Ciganitri diharapkan dapat membawa seni permainan tradisional anak-anak ini termasuk khususnya tari menjadi energi baru ketubuhan nilai edukasi, karena permainan tradisional dari Kampung Ciganitri. Pengalaman estetis anak pada dasarnya bukan hanya sekedar memiliki kedayaan yang luar biasa dalam bermain, bergembira yang tidak memiliki efek Hartoko Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto Pemilihan tata artistik tersebut merupakan matanya terhadap kenyataan . 4, hlm. sebuah usaha untuk membangun atmosfir pertunjukan sesuai konsep karya. Mencoba bahwa kepekaan seni dapat membuahkan mendekatkan kembali masyarakat terhadap Sedyawati panggung menjadi sesuatu yang penting. Edi nuansa makna. Ia akan melengkapi manusia ataupun pemain dalam karya tari ini, sehingga dalam meraih kebenaran dalam hidupnya terjadi sebuah relasi antara ruang dan tubuh . 1, hlm. Proses sublimasi yang . enari, tempat pertujukan, dan masyaraka. konstruktif ini diharapkan dapat menggiring Pemilihan ruang dan tata artistik untuk anak-anak tersebut menuju ke masa depan sajian karya tari ini memberi keyakinan yang lebih baik. masyarakat terhadap sublimasi yang terjadi Mewadahi tubuh-tubuh agar muncul kepekaan interpersonal terhadap Ciganitri dalam penyajian karya tari ini dibutuhkan ruang atau panggung. Panggung pemikiran-pemikiran dapat masuk dan bersaing dalam ruang dan aktivitas dari sebuah sajian kesenian, urban tersebut. Tatan artistik yang dihadirkan AukonvensionalAy panggung AutemporerAy. Panggung tersebut orangan sawah yang ditempatkan dilokasi dapat terjadi saat peristiwa pertunjukan itu penyajian karya dengan busana yang berbeda- terselenggara diantaranya rumah, halaman, beda, disesuaikan dengan karakter ruang Seperti yang dibangun, yaitu busana busana petani, ruang tempat penyajian yang dipilih untuk kantoran, pekerja proyek, remaja, dan busana karya tari Kampung yang Hilang, yaitu lahan anak-anak. Nilai yang diungkapkan dari pertanian yang diapit rumah-rumah mewah kehadiran bebegig dalam karya seni ini adalah . omplek perumaha. Pemilihan ruang ini simbol kebersaam dalam menjaga nilai-nilai ditujukan untuk memperkuat persoalan yang komunal dalam kehidupan majemuk yang akan disampaikan, yaitu persoalan rural dan sudah terjadi. lain-lain. urban, serta untuk menjalin rasa solidaritas Kehadiran tubuh-tubuh kecil . nak- dan membangun semangat kebersamaan ana. dari Kampung Ciganitri dalam karya yang terputus antara masyarakat kampung tari ini menjadi sebuah kekuatan simbol dengan masyarakat komplek perumahan. tentang persoalan yang diangkat. Kampung Menyatukan dua masyarakat yang AuterbelahAy yang hilang menjadi proses sublimasi tubuh dalam ruang kesenian melalui karya tari anak Ciganitri, memuai, memisahkan dari Kampung yang Hilang. idiom-idiom campuran yang negatif atau Memperkuat kehadiran tubuh penari melemahkan agar mendapatkan idiom murni dalam karya seni ini serta suasana yang akan yang positif. Membentuk tubuh kampung dibangun dan disampaikan tataan artistik menjadi tubuh yang tidak AukampunganAy Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 AuKampung Yang HilangAy: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara dapat larut dan melebur dalam perubahan sekarang tinggal dan hidup di pingiran yang terjadi dikampungnya. Elan vital, untuk komplek-komplek perumahan diantara gang- menjadikan anak-anak sebagai generasi yang gang sempit. punya harapan kedepan walaupun para Keterlibatan anak-anak dalam proses Ibu-ibu . rang tua ana. bekerja mencari nafkah tanpa kenal lelah, menjadi pembantu seharusnya tidak menjadi sesuatu hal yang rumah tangga, buruh bangunan, di komplek- asing, karena proses kreatif tersebut dapat komplek perumahan di lingkungan tempat menjadi media edukasi disamping pencapaian Kampung yang Hilang, energi baru Proses penciptaan karya tari Kampung dari Kampung Ciganitri merupakan sebuah yang Hilang ini merupakan cara mencari harapan dari proses kreatif karya tari ini. daya dan daya mencari cara, sebuah tawaran baru dalam metode pelatihan dan metode penciptaan tari kontemporer yang berbasis anak-anak dengan pendekatan partisipatori SIMPULAN dan ekokultural. Proses kreatif ini menggiring Dilihat secara umum saat ini permainan anak-anak anak-anak menjadi pribadi yang merdeka, pribadi yang memiliki kecerdasan raga, rasa, digantikan oleh permainan modern yang di pikir, dan imajinasi. Menggiring anak-anak ke produksi oleh pabrik, baik yang sistem digital/ ranah proses kreatif tari kontemporer menjadi mekanik maupun yang manual, bahkan salah satu alternatif untuk mewadahi keliaran sampai ke cellular phone. Persoalan ini merubah imajinasi dan daya kreatif, serta tempat banyak hal yang berhubungan dengan dunia menyalurkan emosi dalam bentuk ekspresi anak-anak, banyaknya hal baru mendominasi dan mewujud menjadi aktualisasi diri. dalam kehidupan mereka dan lingkungannya. Metode Literasi Tubuh. Hegemoni, nilai-nilai baru yang terbentuk, kontemporer, dan kaulinan barudak lembur tanpa disadari telah merubah aktivitas, gaya dalam proses kreatif karya tari ini membentuk hidup, sistem sosial, adat, sehingga perubahan sebuah jejaringan yang saling memperkuat, tersebut menjadi norma-norma budaya umum terjadinya konektivitas dalam mewujudkan yang kesannya tanpa terjadinya pemaksaan. nilai edukasi baik nilai intrinsik maupun nilai Kelas ekstrinsik dalam meningkatkan kecakapan terhadap kelas bawah dengan menggunakan potensi tubuh anak-anak sebagai penari Perubahan itu terus melaju tanpa serta bermanfaat bagi kehidupan mereka. hambatan, sehingga anak Ciganitri semakin Menggabungkan teks ataupun objek formal jauh tertinggal dalam situasi kampung mereka dan objek material baik yang kontras ataupun yang berubah menjadi daerah urban. Lahan yang saling berhubungan dalam satu ruang atau tempat hidup layak bagi anak-anak peristiwa ini akan menjadi sebuah gagasan Kampung Ciganitri nyaris habis, seperti ruang dasar untuk bahan proses kreatif dalam tempat bermain, sawah, dan lain-lain. Mereka mewujudkan karya tari ini. Proses kreatif yang Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Alfiyanto berhubungan dengan persoalan rural dan urban, pemberdayaan masyarakat lingkungan, serta anak-anak kampung yang notabene awalnya bukan penari ini diharapkan dapat menjadi energi baru Kampung Ciganitri, memperkaya khasanah dan memberi warna baru dalam dunia tari Indonesia. *** DAFTAR PUSTAKA