Jurnal Ilmiah IKIP Mataram https://ojs. id/index. php/jiim Septembert 2022. Vol. No. p-ISSN: 2355-6358 e-ISSN: 2774-938X Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash 8 Pada Materi Usaha dan Energi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Kelas X Nurlaila Sulistiawati. Baiq Azmi Sukroyanti. SyifaAoul Gummah. Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Sains. Teknik, dan Terapan. Universitas Pendidikan Mandalika. Jl. Pemuda No. Mataram. NTB. *Corresponding Author e-mail:bqazmi@ikipmataram. Diterima: Agustus 2022. Direvisi: September 2022. Dipublikasi: September 2022 Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk . mengembangkan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 pada materi usaha dan energi, . mengetahui kelayakan penggunaan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 dari penilaian dosen ahli media, . mengetahui perbedaan hasil belajar siswa sesudah menggunakan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 pada materi usaha dan energi. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode research & development dengan model desain pengembangan melalui 6 tahap yaitu . menganalisa potensi masalah, . observasi dan pengamatan, . desain dan development, . uji coba produk, . revisi, dan . Pengembangan ini menghasilkan produk media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 pada mata pelajaran fisika materi usaha dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dihasilkan memiliki tingkat kelayakan penggunaan yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai validator berada pada kategori sangat baik menurut skala 4. Adapun hasil validasi dan uji coba yang dilakukan adalah sebagai berikut: . validasi ahli media 3,71 dari skala 4, . validasi ahli materi 3,66 dari skala 4, . validasi guru mata pelajaran 3,92 dari skala 4, dan . hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari hasil pre-test dan post-test dengan nilai rata-rata N-Gain 0,59 dengan peningkatan kategori sedang. Kata kunci: Media Pembelajaran. Pengembangan. Macromedia Flash 8 Abstract This development research aims to . develop learning media based on macromedia flash 8 on business and energy materials, . determine the feasibility of using learning media based on macromedia flash 8 from the assessment of media expert lecturers, . find out differences in student learning outcomes after using media macromedia flash 8-based learning on business and energy materials. This development research uses research & development methods with a development design model through 6 stages, namely . analyzing potential problems, . observation and observation, . design and development, . product testing, . revision, and . This development resulted in learning media products based on macromedia flash 8 in the physics subject matter of work and energy. The results of the study indicate that the resulting learning media has a high level of feasibility of use. This is evidenced by the results of the validator value being in the very good category according to scale 4. The results of the validation and testing carried out are as follows: . media expert validation 3. 71 out of 4 scale, . material expert validation 3. 66 from a scale of 4, . the validation of subject teachers is 3. 92 from a scale of 4, and . student learning outcomes have increased from the results of the pre-test and post-test with an average N-Gain value of 0. 59 with an increase in the category currently. Keywords: Learning Media. Development. Macromedia Flash 8. Sitasi: Sulistiawati. Sukroyanti. Gummah. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash 8 Pada Materi Usaha dan Energi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Kelas X: Jurnal Ilmiah IKIP Mataram. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan sekaligus penghalang bagi siswa untuk tetap mempertahankan hasil belajar yang dicapai sebelum transisi zaman. Akibatnya, games dan media sosial lebih menarik daripada menambah wawasan tentang pembelajaran disekolah. Disaat yang bersamaan, dalam suatu lembaga pendidikan, keberhasilan proses belajarmengajar dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik (Komang, 2. Hasil belajar tersebut merupakan prestasi belajar, peserta didik yang dapat diukur dari nilai siswa setelah mengerjakan soal yang diberikan oleh guru pada saat evaluasi dilaksanakan (Mundilarto, 2. Hasil belajar siswa mempunyai peranan penting dalam pembelajaran yang mana hasil belajar tersebut dapat ditandai dengan suatu perubahan yang terjadi dalam diri siswa baik kognitif . , afektif . maupun psikomotorik . , (Novita, 2. Hasil belajar siswa tentunya tidak terlepas dari bagaimana jalannya proses belajar mengajar didalam kelas (Hamalik,2. Interaksi yang terjadi selama proses belajar dipengaruhi oleh lingkungannya seperti murid, guru, petugas perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran . uku, modul, majalah, peta, alat penampil rekaman video atau audio, dl. dan berbagai sumber belajar dan fasilitas . royektor, overhead, radio, televisi, komputer, perpustakaan, dan lain-lai. , (Rohani, 1. Kehadiran alat/media mempunyai arti yang cukup penting (Wayann, 2. Karena dalam kegiatan tersebut, ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara (Syabrina. Sulistyowati, 2. Para pendidik dituntut agar mampu menggunakan media penunjang kegiatan belajar mengajar yang disediakan oleh sekolah (Dimas, 2. , dan tidak menutup kemungkinan bahwa media tersebut sesuai dengan perkembangan zaman. Karena tuntutan zaman menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan (Aswan, 2. Dalam hal inimedia pembelajaran berbasis macromedia flash 8 adalah salah satu media yang diperlukan sebagai perantara belajar yang sangat layak digunakan saat proses belajar mengajar. Macromedia Flash menghasilkan file yang berukuran kecil, mampu menghasilkan file bertipe . FLA yang bersifat fleksibel, karena dapat dikonversi menjadi file bertipe swf, html, jpg, png, exe, mov (Ariesto, 2. Permasalahan yang timbul adalah kurang bervariasinya cara guru dalam menyampaikan materi saat proses belajar yang mengakibatkan kurangnya hasil belajar siswa karena pelaksanaan pembelajaran yang monoton. Guru yang tidak menguasi teknologi, kurang kreatif dalam mengajar, kurang menguasi materi, malas mengembangkan media pembelajaran, berakibat guru kesulitan dalam mengambangkan media, (Sholeh, 2. Permasalahan ini muncul pula pada pembelajaran fisika materi usaha dan energi di sekolah menengahatass. Hasil observasi yang didapat, materi ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari namun sulit dimengerti siswa saat membahas tentang usaha dan energi saat proses belajar mengajar. Hal tersebut terjadi karena kurangnya media pendukung saat menyampaikan bahan ajar pada materi tersebut. Disisi lain, guru juga kurang memanfaatkan Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 teknologi yang tersedia disekolah seperti LCD, laboratorium komputer saat proses belajar mengajar yang menyebabkan hasil belajar siswa menurun. Sehingga dengan media pembelajaran yang efektif dan menarik, akan menjadikan siswa dapat memahami materi yang disampaikan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Tri, 2. METODE Jenis penelitian dalam penelitian pengembangan ini adalah Research and Development, dengan menggunakan prosedur dari metode Borg and Gall yang telah dimodifikasi menjadi 6 tahap oleh Sugiyono dalam Msyukur . , penelitian ini di batasi dengan 6 langkah dari tahap 1 sampai tahap 6. Berikut adalah bagan alur penelitian Research and Development. Gambar 1. Tahapan Research And Development Data yang diambil dari pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 ini adalah data kuantitatif berupa point penilaian yang diberikan oleh validator ahli media dan ahli materi sesuai dengan penilaian yang diberikan. Pada tahap validasi ahli, diperoleh data berupa kritik, saran, dan komentar dari para ahli terhadap media pembelajaran berbasis macromedia flash 8. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada pengembangan ini berupa lembar validasi soal pre-test dan soal post-test. Tujuan penggunaan instrumen ini adalah untuk memperoleh data penelitian demi kesempurnaan dan kelayakan produk hasil pengembangan. Selain itu, juga menggunakan test uji peningkatan untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dari pre-test ke post-test yang dikuantitatifkan menggunakan Normalized Gain (N-Gai. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan semua pendapat, saran dan tanggapan validator yang didapat dari lembar kritik dan saran. Data dari lembar validasi merupakan data kualitatif yang dikuantitatifkan menggunakan skala simpangan baku ideal yang berkriteria empat tingkat kemudian dianalisis melalui perhitungan persentase skor item pada setiap jawaban dari setiap pertanyaan dalam lembar HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Reasearch and Tahapan pengembangan dalam penelitian ini menggunakan Reasearch and Development yang telah dimodifikasi menjadi 6 tahapan, berikut tahapantahapanya: Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Tahap Pertama. Analisis Permasalahan Tahap ini adalah tahap awal dalam memulai penelitian. Dalam tahapan analisis permasalahan ini terdapat tahap studi pendahuluan, menentukan objek bahasan dan penentuan solusi permasalahan (Rizal,2. Studi Pendahuluan dilakukan bertujuan untuk mengetahui perilaku, minat belajar dan karakteristik siswa, serta menganalisis kesulitan belajar siswa dan menganalisis kebutuhan media ajar mata pelajaran fisika kelas X IPA beserta hasil belajarnya di dalam lingkungan target memperoleh sample, memperoleh target populasi di tempat tujuan penelitian. Studi pendahuluan juga dilakukan untuk mengetahui metode yang tepat dalam penelitian yang akan dijadikan rujukan, kemudian merancang alur penelitian dan mendeskripsikan penelitianpenelitian yang pernah dilakukan sebelumnya sebagai bahan rujukan yang Menentukan objek bahasan digunakan untuk penetapan objek elaborasi yang diyakini sebagai sumber permasalahan yang dihadapi di lingkungan sekolah dalam proses pembelajaran. Sedangkan penentuan solusi permasalahan dilakukan untuk memfokuskan luaran hasil dalam penelitian yang diharapkan mampu menjadi jawaban dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran. Seluruh tahapan tersebut dilakukan di sekolah menengah atas (SMA). Hasil dari tiga tahapan tersebut ditemukan masalah yaitu, kurangnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika, sehingga solusi yang digunakan dalam permasalahan tersebut yaitu, pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 pada materi usaha dan energi. Tahap Kedua. Observasi Tahap observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengamati permasalahan yang ada di sekolah. Dalam observasi yang telah dilakukan, terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan yaitu . terdapat beberapa fasilitas pendukung media pembelajaran (LCD) tetapi tidak difungsikan, . guru tidak pernah menggunakan media pembelajaran selain buku dan papan tulis, . siswa lebih terpaku pada buku paket yang disediakan sekolah, . siswa kurang berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dari permasalahan itulah peneliti mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 yang dpat digunakan oleh siswa dan guru. Media pembelajaran macromedia flash 8 ini sejalan dengan ketersediaan fasilitas yang dimiliki oleh siswa yaitu leptop. Karena dalam penggunaan media pembelajaran ini, siswa akan dilibatkan untuk belajar menggunakan leptop dengan berbagai menu dan simulasi menarik yang disediakan dalam media pembelajaran yang dikembangkan. Kurang dimanfaatkannya fasilitas yang ada disekolah dapat difungsikan kembali dengan penggunaan media pembelajaran Tahap Ketiga. Desain and Development Tahap desain dan development dilakukan bersamaan dalam software macromedia flash 8 di PC atau komputer. Software macromedia flash 8 ini merupakan produk unggulan pembuat animasi gambar vector yang Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 dikembangkan oleh Adobe (Rudi,2. Pada tahap ini dibuat flowchart dan storyboard sebagai acuan dalam pengembangan media pembelajaran tematik (Wandah, 2. Flowchart dan storyboard digunakan sebagai petunjuk bagan alir agar pembuatan produk media pembelajaran tematik lebih terarah. Gambar 2. Flowchart media pembelajaran Seluruh desain dalam pembuatan media pembelajaran ini mengacu pada tampilan di macromedia flash 8. Untuk dapat menghasilkan produk yang baik dibutuhkan ketelitian dalam proses integrasi menu, tombol, animasi maupun tampilan-tampilan lain dalam media ini. Dalam proses desain dan development ini dilakukan dengan menyesuaikan ukuran backround dengan ukuran stage yang telah disediakan oleh aplikasi macromedia flash 8. Berikut gambar desain akhir produk pengembangan : Gambar 2. Scene Intro Media Pembelajaran Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Pada scene intro, terdapat loading yang akan langsung menampilkan scene menu tanpa mengklik apapun. Gambar 3. Scene Menu Media Pembelajaran Pada Scene ini, menyajikan beberapa tombol seperti tombol ilustrasi video, petunjuk, tujuan pembelajaran. KI dan KD, materi, evaluasi, referensi, profil dan exit. Gambar 4. Scene Ilustrasi Video Media Pembelajaran Scene ini terdapat video lustrasi yang menggambarkan sekilas tentang materi yang akan dipelajari oleh siswa Gambar 5. Scene Tujuan Pembelajaran Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Pada Scene ini, penguna akan disajikan tujuan dari pembelajaran pada materi yang disajikan. Gambar 6. Scene Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pada scene ini, ditampilkan KI dan KD dari materi yang disajikan, setiap scene ditambahkan tombol exit yang mengarakan kembali ke scene menu. Gambar 7. Scene Awal Materi Pada scene ini, terdapat dua tombol untuk mengarahkan ke masing-masing scene materi yang ingin dituju. Jika mengklik tombol usaha, makan akan ditampilkan frame dari usahadan jika mengklik tombol energi maka akan ditampilkan frame dari energi Gambar 8. Scene evaluasi Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Pada scene ini pengguna akan disajika aturan saat akan melakukan evaluasi setelah pembeljaran. Pada awal scene terdapat petunjuk mengerjakan soal yang disertai dengan tombol mulai yang otomatis akan ditampilkan frame dari isi Gambar 9. Scene Referensi Scene ini menampilkan seluruh daftar referensi saat penyusuna isi dari media Gambar 10. Scene petunjuk penggunaan media Scene ini adalah scene pertama yang harus dibuka oleh pengguna untuk mengetahui cara menggunakan media pembelajaran. Scene ini menyajik dua petunjuk yaitu petunjuk penggunaan media dan petunjuk belajar. Gambar 11. Scene Profil Penyusun Media Pembelajaran Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Gambar 12. Scene Exit Media Pembelajaran Scene ini adalah scene akhir tampilan media pembelajaran yang menyajika tiga tombol yaitu tombol yes untuk keluar dari media pembelajaran, tombol no untuk tetap di media pembelajaran dan tombol cancel untuk kembali ke menu Tahap keempat, uji coba Pengujian media ini secara berkelompok. Pada saat uji coba perkelompok ini difokuskan untuk mengamati kekurangan dan kelebihan yang ada pada produk, hasil yang didapat saat pelaksanaan uji coba adalah tidak ada kendala saat penggunaan media pembelajaran. Hasil dari uji coba tersebut juga sangat baik dan media dapat dijalankan dengan lancar dan tidak ada kendala. Hasil validasi ahli media juga menyatakan hal yang sama dengan kategori Ausangat baikAy, sehingga dapat disimpulkan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 ini layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran fisika, materi usaha dan energi. Tahap kelima, revisi Tahapan revisi ini meliputi revisi instrument dan produk pengembangan. Revisi pada instrumen bertujuan untuk menyempurnakan instrument yang akan dijadikan sebagai subyek pengambilan data sedangkan revisi pada produk pengembangan bertujuan untuk menyempurnakan produk pengembangan sehingga produk pengembangan bisa digunakan dengan baik. Komentar dan saran dari validator dijadikan sebagai bahan revisi seperti pada instrument yaitu lembar soal pre-test dan post-test yang terdapat beberapa kata atau bahasa yang sulit dipahami sehingga direvisi. Pada media pembelajaran, ahli media menyarankan untuk mengubah backround pada scene menu yang warna dominan agak gelap menjadi background yang warna dominan lebih Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Tahap keenam, penerapan Hasil validasi ahli media pembelajaran mendapatkan nilai 3,71 dari skala 4 berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil validasi ahli materi mendapatkan nilai 3,66 dengan skala 4 sehingga kualifikasinya sangat baik sehingga media pembelajaran berbasis macroedia flash 8 layak digunakan. Tabel 1. Nilai validasi ahli media dan ahli materi Sumber Jumlah Responden Ahli Media Pembelajaran Ahli Materi Nilai Rata-rata 3,71 3,76 Tahapan revisi ini meliputi tahap penyebaran soal pre-test, penggunaan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 dan penyebaran soal posttest. Penyebaran soal pre-test dilakukan sebelum penggunaan media sedangkan soal post-test dilakukan sesudah penggunaan media. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan media (Sudjana, 2. Adapun datanya sebagai berikut Tabel 2. Nilai Pre-test dan post-test Nilai Pre- Nilai PostNo. Nilai Pretest Nilai Posttest Rata-rata 46,36 78,18 No. Tabel diatas menunjukkan nilai pre-test dan post test,data tersebut kemudian dianalisis menggunakan Microsoft exel dengan Normalized Gain. Data analisis untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan media pembelajaran. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Berikut kategori penilaian Normalized Gain. Tabel 3. Kategori Penilaian Normalized Gain Nilai normalize gain -1,00 g 0,00 g = 0,00 0,00 g 0,30 0,30 g 0,70 0,70 g 1,00 Interprestasi Terjadi penurunan Tetap Rendah Sedang Tinggi Analisis data hasil soal pre-test dan post-test sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Analisis Hasil belajar siswa kelas X dari Microsoft Exel Nilai n-gain pren-gain score post-test pre ideal -pre 0,625 0,125 0,75 0,636363636 63,63636364 0,454545455 45,45454545 0,666666667 66,66666667 0,444444444 44,44444444 0,571428571 57,14285714 0,454545455 45,45454545 0,833333333 83,33333333 0,777777778 77,77777778 0,416666667 41,66666667 0,75 0,727272727 72,72727273 0,777777778 77,77777778 0,666666667 66,66666667 0,375 0,266666667 26,66666667 0,785714286 78,57142857 0,666666667 66,66666667 Rata46,3636 78,1818 0,589615309 58,96153089 Dari hasil nilai siswa (Tabel. terdapat pada peningkatan hasil belajar siswa dengan skor gain yang rendah yaitu 0,125 dan 0,26 yang artinya peningkatan terhadap nilai belajar siswa tersebut dalam kategori rendah. Pada skor gain yang tertinggi yaitu pada score 0,72 sampai dengan 0,83 yang artinya terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan kategori tinggi. Adapun skor dengan kategori peningkatan sedang yaitu pada nilai score gain sebanyak 12 Nilai N-Gain pada tabel 8 memiliki rentang 0,125 s. d 0,83, rentang nilai Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 tersebut menandakan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata N-Gain berjumlag 0,59. Nilai N-Gain rata-rata diperoleh dari penjumlahan seluruh nilai N-Gain dibagi jumlah gain sehingga menghasilkan 0,59. Media pembelajaran yang menarik, dikemas dengan tampilan simpel dan praktis serta di dalamnya terdapat warna-warna cerah dengan animasi yang menggugah perhatian akan meningkatkan semangat dalam belajar dan menambah pengetahuan atau keterampilan baru siswa, (Rofiq, 2. Sehingga berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar siswa, (Yudhi, 2. Proses belajar bukan hanya sekedar menghafalkan materi, konsep, atau fakta belaka, tetapi juga usaha menghubungkan hal-hal tersebut untuk menghasilkan suatu pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang diperoleh akan dapat dipahami dengan baik dan selalu diingat siswa (Enung, 2. Nilai rata-rata sebesar 31,82 adalah selisih dari nilai siswa yang didapat sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa karena mereka dapat melihat langsung gerakan, suara, animasi (Ariesto 2. yang terdapat pada media pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mempermudah siswa mengenal dan mengetahui konsep-konsep usaha dan Dengan demikian pada pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 ini ini di dapat nilai N-Gain 0,59. Dengan nilai tersebut dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 pada materi usaha dan energi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan kategori peningkatan sedang. SIMPULAN Dalam pembahasan yang telah diuraikan diatas dapat diperoleh suatu kesimpulan dalam penelitian pengembangan ini, diantaranya Keseluruhan nilai validator instrument penelitian validasi kelayakan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8, dan . soal pre-test dan post-test memiliki skor kategori sangat baik dan layak diterapkan dalam proses pembelajaran dan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada materi usaha dan energi dengan nilai skor gain sebesar 0,59 dengan kategori peningkatan sedang. SARAN Saran terhadap adanya media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 ini adalah implementasi keseluruhan materi fisika dalam satu media masih memungkinkan dibuat dalam pengembangan media pembelajaran berbasis macromedia flash 8 dimasa mendatang, sehingga memungkinkan peneliti mengamati variable yang lebih luas dan Pengembangan media pembelajaran yang serupa dapat dilakukan dengan mudah dan hanya melibatkan software pendukung seperti quicktime player. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini tidak menerima dana khusus dari lembaga pendanaan mana pun di sektor publik, komersial, atau tidak untuk mencari keuntungan. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 DAFTAR PUSTAKA