Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2024 This Journal is available in Telkom University online Journals Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Journal homepage: https://journals. id/IJDPR IJDPR ANALISIS CULTURAL UNTRANSTABILITY TERHADAP PEMAHAMAN HUBUNGAN BUDAYA DAN BAHASA DI TIKTOK @bangjoeofficial ANALYSIS OF CULTURAL UNTRANSTABILITY ON UNDERSTANDING THE RELATIONSHIP OF CULTURE AND LANGUAGE ON TIKTOK @bangjoeofficial Naila Yumna Lesmana Putri1. Derin Helmalia2. Hanna Wisudawaty3 1, 2, 3 Universitas Telkom yumnalesmana@student. derinhelmalia@student. hannahwd@telkomuniversity. Diterima 20 September 2023. Direvisi 24 Januari 2024 Disetujui 26 Januari 2024 ABSTRAK Pertukaran informasi yang cepat melalui berkembangnya internet membuka jendela baru untuk melihat fenomena-fenomena sosial yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat. Salah satu fenomena tersebut adalah cultural untranstability atau ketidakterjemahan budaya yang dapat dilihat melalui konten video unggahan @bangjoeofficial pada media TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa cultural untranstability dalam konten video TikTok yang dipublikasikan oleh akun @bangjoeofficial dan dampaknya terhadap pemahaman hubungan antara budaya dan bahasa. Konten video TikTok saat ini merupakan salah satu bentuk media sosial yang popular yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan budaya dan Fenomena cultural untranstability merujuk pada ketidakstabilan atau konflik dalam budaya yang muncul melalui bahasa, sikap, atau interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten untuk menyelidiki konten video @bangjoeofficial yang mencakup berbagai bahasa, budaya, dan pesan budaya dalam berbagai konteks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten video TikTok dapat memengaruhi pemahaman hubungan antara budaya dan bahasa dalam masyarakat. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam dampak konten media sosial terhadap budaya dan bahasa serta bagaimana penggunaan bahasa dan simbol budaya dalam media sosial dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap identitas budaya. Kesadaran budaya dan pendidikan tentang keragaman budaya juga penting dalam mengatasi tantangan yang mungkin muncul akibat perbedaan budaya dalam media sosial. Kata Kunci: bahasa, cultural untranstability, media sosial Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2024 ABSTRACT The rapid exchange of information through the development of the internet, opens a new window to see social phenomena that often occur in the community. One of these phenomena is Cultural Untransstability which can be seen through video content uploaded by @bangjoeofficial on TikTok. This study aims to analyze Cultural Untranstability events in TikTok video content published by @bangjoeofficial accounts and their impact on understanding the relationship between culture and language. TikTok video content is currently one of the popular forms of social media, which is often used to convey cultural and linguistic The phenomenon of Cultural Untranstability refers to instability or conflict in culture that may arise through language, attitudes, or social interaction. This study used content analysis methods to investigate @bangjoeofficial video content covering different languages, cultures, and cultural messages in various contexts. The study concluded that TikTok video content can affect the understanding of the relationship between culture and language in However, more research is needed to understand more deeply the impact of social media content on culture and language and how the use of language and cultural symbols in social media can influence people's views of cultural identity. Cultural awareness and education about cultural diversity are also important in addressing challenges that may arise due to cultural differences in social media. Keywords: cultural untranstability, linguistic, social media PENDAHULUAN Keberadaan media sosial mendorong kemampuan masyarakat untuk berbagi informasi secara cepat dan efektif, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Hal ini berkaitan dengan Alfin Toffler yang menyatakan bahwa terdapat tiga gelombang revolusi peradaban manusia: . Revolusi pertanian yang terjadi pada rentang 500 SM hingga 1500 M. Revolusi industri terjadi pada rentang 1500 M hingga 1970 M. Revolusi informasi terjadi pada rentang 1970 M hingga 2000 M . asa kin. Penggunaan internet yang meningkat secara masif di Amerika Serikat sejak tahun 1980-an memicu revolusi informasi tersebut sebagai sebuah Dalam era post-modern, mucul berbagai macam wadah untuk melakukan berbagai macam aktivitas, seperti pasar online . nline sho. yang memungkinkan masyarakat untuk berbelanja secara daring, serta media sosial sebagai acuan utama dalam tulisan ini yang memberi akses kepada masyarakat untuk terhubung dengan satu sama lain. Eksistensi aplikasi seperti Facebook sejak tahun 2004. Youtube . Twitter . Instagram . sebagai platform yang kerap digunakan, memberikan aliran baru terhadap proses pertukaran informasi. Gambar 1. Sejarah Perkembangan Media Sosial Sumber: https://w. future-marketing. uk/the-history-of-social-media/ Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2024 Media sosial dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian besar, yaitu: . Social Networks (Facebook, myspace, hi5. Linked In, bebo, dl. Discuss . oogle talk, yahoo! M, skype, phorum, dl. Share . outube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dl. Publish . Wikipedia, blog, wikia, digg, dl. Social game . oongregate, doof, pogo, cafy. com, dl. MMO . artrider, warcraft, neopets, conan, dl. Virtual worlds . abbo, imvu, starday, dl. Livecast . ! Live, blog tv, justin tv, dl. Livestream . ocializr, froendsfreed, socialthings!, dl. Micro blog . witter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dl. Masing-masing dari kelompok tersebut memberikan layanan tersendiri yang menghapus batasan-batasan masyarakat untuk bersosialisasi. Masyarakat mampu berbagi sedikit banyaknya informasi yang dimiliki baik dalam bentuk video, tulisan, atau gambar untuk diketahui oleh siapapun dari seluruh penjuru dunia. Pertukaran informasi yang cepat tersebut memunculkan berbagai macam pembaharuan serta perkembangan dalam kehidupan sosial masyarakat. Sebagai contoh, munculnya fenomena meme sebagai budaya dalam internet khususnya pada platform microblogging, yang dibuat melalui kombinasi kata-kata dan gambar atau video untuk dijadikan lelucon lucu. Berkembang pula budaya fandom, sebagaimana media sosial memberikan lingkungan bagi para penggemar atas seseorang/sesuatu untuk berkumpul dan berinteraksi dengan satu sama lain secara lebih Gambar 2. Konten Video @bangjoeofficial Sumber: https://vt. TikTok. com/ZSLYuAeN9/ Dalam konten video tersebut @bangjoeofficial menirukan sebuah percakapan sebagai AuKetika terlalu lama di Indonesia:Ay A: AuHey Joe, me and the wife and kids are gonna take a trip to Hawaii next month. Ay B: AuTerus, gue harus bilang waw gitu?Ay B: AuOh, sorry. I spent a little bit too much time in the salon in Indonesia. What I was meant to say This trip sounds awesome, you and your family are gonna have a great time. Ay (Kapital. Times New Roman, 12. Bold, 1 spasi, rata kiri, 1 kolo. Pendahuluan berisi latar belakang. Tidak A: AuDidnAot they have literature any support for people like you. Ay perlu menggunakan subtitle dalam format pendahuluan. (Times New Roman 12 AuSupport group? Support group for reguler/normal, 1 spasi, rataB:kiri/kanan, baris pertama 1 what?Ay A: AuPeople who lived in Indonesia for too long. Ay METODE PENELITIAN (Kapital. Times New Roman, 12. Bold, 1 spasi, rata kiri, 1 B: AuCuis, mari. Ay Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2024 Metode termasuk di dalamnya variabel, model, atau kerangka penelitian. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten video Tiktok akun @bangjoeofficial terhadap pemahaman antara hubungan budaya dan bahasa melalui pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengategorikan, dan menganalisis informasi yang terdapat dalam berbagai bentuk konten, seperti teks, gambar, audio, atau video. Tujuan utama dari metode analisis konten adalah untuk memahami dan menginterprestasikan isi konten dengan cara yang sistematik dan objektif. Metode ini digunakan dalam berbagai bidang, termasuk ilmu sosial, jurnalisme dan ilmu komunikasi. Selain itu, penulis mengumpulkan informasi serta teori referensi yang relevan dengan fenomena yang muncul dalam video dari Bang Joe. Penulis mengumpulkan pembahasan mengenai bahasa, budaya, beserta hubungan subordinatif yang dimiliki keduanya, juga bagaimana fenomena cultural untranstability menjadi indikasi atas hubungan tersebut. Penulis melakukan analisis dengan tujuan untuk menemukan keterkaitan antara peristiwa dalam konten video @bangjoeofficial yang merupakan fenomena cultural untranstability dengan peranan bahasa dalam budaya, begitu juga sebaliknya. Penulis memilih akun @bangjoeofficial karena pemilik dari akun tersebut merupakan individu dengan pengalaman tinggal di lingkungan dengan kultur yang berbeda. Bang Joe merupakan warga negara Amerika Serikat yang sudah tinggal di Indonesia selama 12 tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian pada konten @bangjoeofficial menirukan sebuah peristiwa percakapan, di mana Joe mengucapkan istilah yang tidak bisa diterjemahkan secara linguistik maupun budaya kepada warga negara asing yang lain. AuTerus, gue harus bilang waw gitu?Ay serta AuCius, mari,Ay merupakan istilah yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Peristiwa tersebut menarik untuk dibahas, berkaitan dengan hubungan yang erat antara budaya dan bahasa. Sebagaimana peristiwa tersebut juga sebenarnya seringkali terjadi pada individu yang melakukan mobilitas dari satu kultur kepada kultur yang lainnya. Peristiwa tersebut merupakan contoh dari ketidaktejemahan. Ketidakterjemahan merupakan suatu keadaan di mana suatu kata, istilah, atau ekspresi BSU tidak memiliki padanan dalam BSA. Kata, istilah, atau ekspresi demikian juga disebut sebagai lakuna atau lexical gap . Ketakterjemahan atau dalam bahasa Inggris intranslatability merupakan keadaan saat suatu kata atau istilah dalam BSU tidak memiliki padanan kata yang sama dalam BSA. Kata atau istilah yang tidak mampu diterjemahkan demikian juga disebut dengan lakuna atau lexical gap . Unranslatability adalah topik klasik namun luas dan tidak jelas. Catford menulis bahwa kemampuan menerjemahkan tampak "secara intuitif, menjadi sebuah kecenderungan daripada dikotomi yang jelas", dan "teks dan item SL lebih atau kurang dapat diterjemahkan daripada benar-benar dapat diterjemahkan atau tidak dapat Ada beberapa kemungkinan alasan mengapa translatability dapat dijelaskan. Selain berbagai perbedaan antarbahasa, mungkin ada kebutuhan khusus atau tujuan teks misalnya Nord untuk penerjemahan, kesulitan dalam menetapkan penilaian kualitas yang diobjektifikasi, perbedaan dalam kompetensi tekstual penerjemah, pemahaman penerima dan pengetahuan bersama . isalnya Bell 1991:35-43. Neubert dan Shreve 1992:53-65. Hatim 1997:1-12. Campbell 1998:1-. dan seterusnya. Untuk menghadapi topik tersebut. Catford (Ibid. membedakan ketidakterterjemahan linguistik dan budaya: AuDalam ketakterterjemahan linguistik, ciri-ciri yang relevan secara fungsional mencakup beberapa ciri formal dari bahasa teks Bsu. fitur, teks, atau item, . tidak dapat diterjemahkanAy. Untuk ketidakterterjemahan budaya (Ibid. , "Apa yang tampaknya menjadi masalah yang sangat berbeda muncul, namun, ketika fitur situasional, yang secara fungsional relevan untuk teks SL, sama sekali tidak Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2024 ada dalam budaya di mana TL menjadi bagiannyaAy. Setelah mengomentari bahwa ketidakterterjemahan budaya biasanya kurang 'absolut' daripada ketidakterterjemahan linguistik, dia (Ibid. menulis "Dalam banyak kasus, setidaknya, apa yang membuat item 'tidak dapat diterjemahkan secara budaya' menjadi 'tidak dapat diterjemahkan' adalah fakta bahwa penggunaan dalam Bsa teks dari perkiraan padanan terjemahan menghasilkan kolokasi yang tidak biasa dalam TL". Berdasarkan argumen ini, dia (Ibid. ) menyimpulkan "Berbicara tentang 'ketidakterterjemahan budaya' mungkin hanyalah cara lain untuk berbicara tentang kolokasi yang tidak dapat diterjemahkan: ketidakmungkinan menemukan kolokasi yang setara dalam TL", dan "Ini akan menjadi jenis linguistik yang tidak dapat diterjemahkan". Bang Joe merupakan seorang TikToker komedi perbandingan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Bang Joe sendiri merupakan warga negara Amerika Serikat yang kini menetap di Indonesia. Bang Joe kerap membagikan konten perbandingan bahasa dan juga budaya di Amerika dan Indonesia. Konten Bang Joe kerap mendapat banyak viewers salah satunya mengenai konten ayam geprek (Chicken Smackdow. dalam konten tersebut ia melakukan perbandingan dengan memberikan ayam geprek level 10 kepada temannya yang berasal dari Amerika ia menyuguhkan ayam geprek tersebut ke temannya dengan tingkat kepedasan level 10, masyarakat Indonesia tentu merasa biasa saja dengan kepedasan level 10 beda dengan orang Amerika yang tidak terbiasa dengan makanan pedas. konten tersebut tembus 28. 0 M viewers. Dalam mempelajari lingkup bahasa, pembawaan bahasan mengenai komunikasi merupakan hal yang esensial. Dimulai dengan keterkaitan yang dimiliki oleh budaya dan Selayaknya komunikasi, budaya juga merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Fakta ini mengikat kedua hal tersebut dalam sebuah hubungan. Keterkaitan yang mungkin dapat dilihat secara jelas adalah, bahwa untuk dua pihak dapat menciptakan sebuah hubungan yang baik, budaya memiliki peranan yang penting. Ketika dua pihak berinteraksi, budaya mempengaruhi bagaimana interaksi tersebut terbentuk, sebagaimana budaya mempengaruhi bagaimana seorang individu berekspresi dan dimengerti. Budaya menunjukan kehidupan manusia yang berbeda-beda. Cara kelompok dalam sebuah lingkup berpikir, merasa, dan berperilaku, memberi nilai yang berbeda pada kelompok lain: baik, buruk, atau bahkan sulit dimengerti. Maka, cara untuk menghilangkan tembok berupa prasangka antarbudaya, diperlukannya peranan komunikasi beserta pemahaman mengenai hubungan antara kedua hal tersebut. Namun, budaya serta komunikasi memiliki hubungan yang lebih mendasar. Budaya/culture . alam kontek. merupakan sebuah kata yang diambil dari bahasa Latin, colere . uilding, taking care of, planting or cultivating/membangun, merawat, menanam atau Secara definisi. Gavreliuc . 1, . menetapkan bahwa culture memiliki arti. Ausomething that is created by human's intervention or derives from human activity: culture is thus cultivated. Ay . esuatu yang diciptakan oleh campur tangan manusia atau berasal dari aktivitas manusia: budaya maka dibudidayaka. Dapat disimpulkan bahwa tercapainya nilainilai budaya merupakan hal yang mustahil tanpa adanya campurtangan manusia. Akan tetapi, peranan yang manusia miliki dalam perkembangan budaya bukanlah eksistensi manusia secara fisik, melainkan interaksi yang dilakukan manusia dalam menyebarkan dan menanamkan pesan-pesan tertentu pada satu sama lain . alam konteks ini berarti komunikas. , sebagaimana budaya meliputi pokok-pokok budi pikiran yang terkandung pada manusia. Hal ini dapat digambarkan oleh pernyataan yang dikemukakan oleh Ferreol . 5, . ,Auculture is a complex one, which includes knowledge, faith, art, morality, law, culture, and all the other skills and habits acquired by man as a member of society," . ebudayaan adalah sesuatu yang kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moralitas, hukum, budaya, dan semua keterampilan dan kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyaraka. Maka dapat dinyatakan bahwa budaya, kebudayaan, beserta nilai88 Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2024 nilai budaya lahir berkat adanya proses-proses komunikasi yang dilakukan manusia. Selain itu, komunikasi juga berkembang seiring dengan berkembangnya interaksi antar-budaya. AuThe cultural flow is not an unequivocal fact, which attests to the creative capacity of the masses to select, assimilate and shape the cultural phenomenon, giving it new valences and ] Only through the wide penetration of culture into the mass man becomes, in turn, a cultural agent, an active and conscious factor in the creation of his own history. Ay (Bondrea 2006, . Peristiwa dalam video @bangjoeofficial yang dapat menunjukkan hubungan tersebut adalah bagaimana Bang Joe mampu memahami ekspresi-ekspresi yang secara umum digunakan oleh masyarakat Indonesia, melalui interaksi yang dilakukan terhadap masyarakat Indonesia secara terus menerus. Dalam konteks yang dijabarkan pada awal video. AuKetika terlalu lama di Indonesia:Ay, menjelaskan bahwa Bang Joe berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga budaya yang melekat pada masyarakat Indonesia mampu diserap oleh Bang Joe yang sebelumnya tinggal di Amerika. Hal tersebut juga dijelaskan oleh percakapan yang ada dalam video, sebagaimana terdengar kalimat berikut. AuOh, sorry. I spent a little bit too much time in the salon in Indonesia. Ay Gambar 3. Percakapan Dalam Video @bangjoeofficial di TikTok Sumber: https://vt. TikTok. com/ZSLYuAeN9 Komunikasi dan Bahasa Dilihat secara definisi, hubungan antara komunikasi dan bahasa sudah dapat terlihat dengan jelas. Menurut 1Noermanzah . AuBahasa adalah suatu pesan yang biasanya disampaikan dalam bentuk ekspresi sebagai alat komunikasi dalam berbagai kegiatan tertentu. Ay Menurut 2Edward Sapir . AuLanguage is a purely human and noninstinctive method of communicating ideas, emotions, and desires by means of a system of voluntarily produced Ay . ahasa adalah metode yang murni manusiawi dan non naluriah untuk mengkomunikasikan ide, emosi, dan keinginan melalui sistem simbol yang diproduksi secara Maka, bahasa berperan sebagai salah satu alat yang digunakan manusia dalam Dengan itu bahasa memberikan pengaruh yang dominan dalam berjalannya komunikasi dan bagaimana hasil dari komunikasi tersebut. Namun selain itu, bahasa juga memiliki nilai-nilainya tersendiri. Kata, frase, kalimat, masing masing muncul akan variasi yang berbeda yang mampu memberikan makna yang Hal ini berkaitan dengan peranan perspektif yang ada dalam berkomunikasi dan Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2024 berbahasa, bagaimana sebuah bahasa digunakan secara semantik dan pragmatik, bahasa mengembangkan kemampuan, serta kebiasaan manusia dalam memaknai. Faktor tersebut yang memunculkan fenomena ketidakterjemahan secara linguistik, dimana berbagai macam ekspresi yang dikomunikasikan dalam bahasa tertentu, sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain dengan syntax yang berbeda. Namun tidak hanya syntax, keberagaman kata dengan definisi yang unik atau nada, dan dialek juga merupakan faktor atas terjadinya fenomena ketidakterjemahan secara Karena, terdapat berbagai macam dimensi yang mampu memengaruhi pembentukan AuBahasa berperan sentral dalam membangun hampir seluruh informasi dan komunikasi. Dalam berkomunikasi setiap bangsa memiliki budaya dan karakter berbeda-beda yang berpengaruh terhadap kegiatan berbahasa sehari-hari. Ay (Bustomi, 2. Penjelasan tersebut digambarkan pada seluruh proses percakapan yang terjadi dalam video @bangjoeofficial, bagaimana karakter dalam video berkomunikasi menggunakan bahasa. Komponen kata, frasa, kalimat, juga intonasi dalam menyampaikan pesan, sehingga memberikan sebuah pemahaman kepada orang lain. Keberadaan aktivitas bercakap menunjukan hubungan yang dimiliki oleh bahasa dan komunikasi. Namun, bagian yang mencolok pada percakapan di video yang berkaitan dengan hubungan tersebut adalah, bagaimana lawan bicara Bang Joe tidak dapat memahami Bang Joe ketika Bang Joe berbicra dalam bahasa yang berbeda. Bagian tersebut menunjukan bagaimana dalam membentuk komunikasi yang efektif, diperlukannya peran bahasa yang mampu dimengerti oleh semua Peserta komunikasi. B: AuTerus, gue harus bilang waw gitu?Ay C: AuWhat was that?!Ay Berkaitan dengan proses budaya dan komunikasi, dan bagaimana kedua aspek tersebut saling melengkapi dan saling mengembangkan, bahasa merupakan salah satu dari buah AuLanguage is born out of a culture. The language develops as a way to express the Ay Ae . com: 2. Bahasa merupakan representasi dari sebuah budaya sebagaimana bahasa, lahir dari eksistensi budaya. Dengan itu, sulit untuk mengabaikan korelasi yang ada diantara keduanya. Sebagaimana bahasa merupakan sebuah representasi budaya, ketika seorang individu ingin mempelajari suatu budaya, langkah pertama ialah memulai dengan bahasa. AuA learnerAos understanding of the language and culture relationship is Culture and language are inextricably linked. You canAot understand a culture without first learning a language. Ay Ae . org: 2. Budaya memengaruhi bahasa dalam segala bentuk, bagaimana bahasa tersebut digunakan atau diartikan. Hal tersebut dikarenakan bahasa digunakan dalam kebiasaan, dan budaya merupakan gambaran atas kebiasaan suatu masyarakat. Berkaitan dengan pembahasan sebelumnya mengenai hubungan budaya dan komunikasi, dalam suatu budaya bahasa bukanlah sesuatu yang diciptakan begitu saja. Bahasa ialah budaya, bahasa tumbuh untuk mengakomodasi perkembangan budaya yang direpresentasikannya. Ketika suatu peristiwa terjadi dalam suatu budaya, bahasa digunakan sebagai alat ekspresi terhadap peristiwa tersebut, baik dalam menyebarkan atau sebagai reaksi. Bagi seorang individu yang tidak berada dalam budaya tersebut, sulit untuk menerima makna yang seutuhnya. Namun bagi para native, ekspresi tersebut dapat beresonansi. Hal ini merupakan alasan kenapa dalam berkomunikasi antar-budaya, diperlukan pula pemahaman atas budayanya, tidak hanya bahasa. Gambaran atas penjelasan tersebut yang dapat dilihat melalui video pada akun @bangjoeofficial adalah kalimat. AuTerus, gue harus bilang waw gitu?Ay Kalimat tersebut merupakan ekspresi yang berkembang dalam bahasa Indonesia, yang hanya bisa dimengerti apabila seorang individu tidak hanya mempelajari bahasa Indonesia, namun juga merasakan lingkup budaya yang ada di Indonesia. Fenomena tersebut disebut sebagai ketidakterjemahan Ketidakterjemahan yang terjadi secara budaya, lebih sulit untuk diakomodasi Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2024 dibandingkan dengan ketidakterjemahan secara linguistik. Karena: 1. Bahasa merupakan hasil dari budaya dan juga penggunanya, sebagaimana masyarakat dalam budaya tersebut menggunakan bahasa. Dalam menerjemahkan ketidakterjemahan budaya, diperlukan proses mengubah budaya dalam bentuk linguistik. Kalimat. AuTerus, gue harus bilang wow gitu?Ay dapat diterjemahkan secara bahasa AuAh, so should I say wow or something?Ay Kalimat tersebut merupakan ekspresi sarkas yang bersifat universal, sehingga mudah untuk diterjemahkan secara linguistik. Namun, ketika diterjemahkan langsung seperti itu kepada masyarakat asing, masyarakat asing tidak akan memaknai kalimat tersebut sama dengan orang Indonesia, sebagaimana terdapat peranan budaya yang esensial dalam memaknai kalimat tersebut. Kalimat. AuTerus gue harus bilang waw gitu?Ay merupakan kalimat yang dipopulerkan melalui sinetrom di saluran TV Indonesia RCTI, dengan judul AuYang Masih di Bawah UmurAy oleh tokoh antagonis Cherry (Natasha Wilon. Sejak saat itu, ekspresi AuTerus gue harus bilang wow gitu?Ay kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai suatu bentuk candaan. Namun, ketika masyarakat asing mendengar terjemahan langsung atas kalimat tersebut, kalimat tersebut akan memberikan kesan kasar dan tidak sopan. Bang Joe, mampu memahami kalimat tersebut karena Bang Joe kemungkinan telah mendengar ekspresi tersebut cukup sering digunakan dalam konteks tidak serius atau bercanda. SIMPULAN Budaya, memililiki hubungan yang bersifat saling melengkapi dengan bahasa dan Budaya dan komunikasi saling melengkapi dan mengembangkan, begitu juga hubungan antara budaya bahasa dan bahasa komunikasi. Ketiganya tidak mampu dipisahkan karena memiliki korelasi yang kuat. Hal ini dapat dilihat melalui fenomena ketidakterjemahan baik secara linguistik ataupun budaya dalam video yang diunggah oleh @bangjoeofficial pada aplikasi TikTok. Keberadaan media sosial seperti TikTok memberikan kemudahan dalam menunjukan keberadaan atas fenomena sosial tersebut. Kesimpulan dari analisis peristiwa cultural untranstability dalam konten video TikTok akun @bangjoeofficial terhadap pemahaman hubungan budaya dan bahasa adalah sebagai berikut: Pengaruh media sosial pada budaya dan bahasa, hasil analisis penulis menunjukkan bahwa konten video Tiktok dari akun @bangjoeofficial memiliki potensi pengaruh yang signifikan pada budaya dan bahasa. Video tersebut mencerminkan tren tertentu, norma sosial, dan nilai-nilai budaya yang mungkin mempengaruhi pemahaman serta persepsi penonton terhadap budaya dan bahasa. Pemahaman tentang cultural unstranstability memiliki beberapa elemen dalam konten yang mencerminkan fenomena cultural unstranstability, yaitu ketidakstabilan atau konflik dalam budaya yang mungkin muncul melalui Bahasa, sikap serta interaksi sosial. Konten video TikTok dari akun @bangjoeofficial memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman hubungan antara budaya dan bahasa dalam masyarakat. Analisis ini membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut tentang pengaruh media sosial terhadap budaya dan bahasa serta bagaimana pemahaman ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran budaya dan toleransi dalam masyarakat. DAFTAR PUSTAKA