[VOL. 14 NO. 02 OKTOBER 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Beasiswa Tahfidz dan Kip-K dengan Metode SMART Pada STMIK Antar Bangsa Nur Fadillah1. Chandra Kirana Az-Zahra2. Hayatun Nufus3. Subhiyanto4 menghadapi tantangan global. Dalam konteks luas, pendidikan dipahami sebagai upaya sistematis untuk mengoptimalkan potensi individu secara menyeluruh. Konsep pendidikan juga mencakup aktivitas terencana yang dirancang untuk mencapai sasaran spesifik, melibatkan berbagai komponen yang terintegrasi membentuk suatu sistem yang memiliki dampak signifikan. Program beasiswa pendidikan mencerminkan dedikasi pemerintah untuk mengapresiasi prestasi akademik mahasiswa perguruan tinggi melalui pemberian dukungan keuangan yang dialokasikan secara individual kepada setiap penerima. Melalui distribusi beasiswa, akses menuju pendidikan yang berkualitas dapat diperluas jangkauannya, sehingga menghasilkan peluang yang lebih merata bagi seluruh strata masyarakat untuk mengejar pendidikan di tingkat universitas. STMIK Antar Bangsa menawarkan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk meraih dukungan pendidikan melalui program bantuan KIPKuliah dan Beasiswa Tahfidz. Semenjak diimplementasikan pada tahun 2019, tingkat partisipasi pendaftar terus menunjukkan peningkatan setiap periode. Walaupun demikian. IntisariAiProses seleksi penerimaan beasiswa KIP-K dan sistem seleksi yang digunakan hingga saat ini masih Tahfidz di STMIK Antar Bangsa masih dilakukan secara menggunakan pendekatan manual, dimulai dari kompilasi manual lewat beberapa langkah, seperti kumpul dokumen, tes dokumen, eksekusi tes berbasis komputer (CAT), hingga komputer (CAT), wawancara, dan evaluasi berkas di rapat pleno. pelaksanaan wawancara. Tim penilai kemudian melakukan Cara ini sering bikin waktu molor dan ada risiko subjektivitas analisis menyeluruh terhadap berkas dan outcome seleksi penilaian, apalagi kalau jumlah pendaftar naik drastis. Penelitian ini mau bikin sistem pendukung keputusan yang pakai melalui sidang pleno. Kondisi ini menyebabkan proses seleksi metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) buat berjalan cukup lambat, terutama saat jumlah pendaftar tingkatkan efektivitas, objektivitas, dan transparansi dalam mengalami lonjakan. Hasil studi yang dilakukan di seleksi beasiswa. Sistemnya dibangun pake framework Laravel Universitas Islam Kuantan Singingi membuktikan bahwa 11 dan database MySQL, sambil integrasi kriteria seleksi kayak penerapan metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam prestasi akademik, kondisi finansial, dan hafalan Al-QurAoan buat sistem pendukung keputusan mampu memberikan efisiensi beasiswa Tahfidz. Pengujian sistem dilakukan dengan metode waktu yang signifikan serta meningkatkan tingkat objektivitas black-box, plus verifikasi dengan bandingkan hasil seleksi dalam proses pemilihan calon penerima beasiswa KIP-K Hasilnya nunjukin bahwa sistem ini bisa hitung dan rangking calon penerima beasiswa lebih cepat dan akurat, setelah data diinput ke dalam sistem. Penelitian lain yang dilakukan di STMIK Indonesia sekaligus kurangi subjektivitas dalam pengambilan keputusan. Padang mengungkapkan bahwa proses pemilihan penerima beasiswa Bidikmisi yang masih menggunakan cara manual Kata KunciAi Beasiswa. Sistem Pendukung Keputusan. KIP-K, kerap menghadapi berbagai hambatan, sehingga diperlukan Tahfidz penerapan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghasilkan pembobotan kriteria yang lebih akurat dan 1,2. Program Studi Sistem Informasi, sistematis dalam proses penetapan kandidat beasiswa. 3 ,4 Program Studi Teknik Informatika. STMIK Antar samping itu, studi yang dilaksanakan di Universitas Bangsa. Kawasan Bisnis CBD Ciledug. Jl. HOS Muhammadiyah Lamongan Cokroaminoto No. Karang Tengah. Kec. Ciledug, implementasi metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT) Kota Tangerang. Banten, 15157 . elp:021-50986099. sebagai komponen sistem pendukung keputusan mampu nurfadillah31082@gmail. com, meningkatkan kecepatan prosedur pemilihan penerima PENDAHULUAN candrakiranaazzahraa@gmail. com, nfshaya4@gmail. com, beasiswa LAZISMU sekaligus mengurangi subjektivitas yang bian@gmail. Hal Pendidikan tinggi memiliki fungsi krusial dalam mengindikasikan perlunya implementasi solusi teknologi mencetak individu-individu yang berkualitas dan siap AbstractAiThe selection process for KIP-Kuliah and Tahfidz scholarships at STMIK Antar Bangsa is still conducted manually through several stages, such as document collection, computerbased tests (CAT), interviews, and file evaluation through plenary This process often causes delays and carries the risk of subjective assessments, especially when the number of applicants increases significantly. This research aims to design a decision support system implementing the Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) method to enhance effectiveness, objectivity, and transparency in scholarship selection. The system is built using the Laravel 11 framework and MySQL database, integrating selection criteria such as academic achievement, financial condition, and aspects of Al-QurAoan memorization for the Tahfidz System testing is performed using the black-box method, accompanied by verification by comparing the results with manual selection. The research results show that this system can perform calculations and ranking of scholarship candidates more quickly and accurately, while successfully reducing subjectivity in decision-making. ISSN 2089-8711 | Sistem Pendukung KeputusanA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. 14 NO. 02 OKTOBER 2. informasi yang dapat memperkuat prosedur pengambilan keputusan agar lebih efektif, valid, dan terhindar dari Penelitian ini mengusulkan solusi melalui pengembangan sistem pendukung keputusan dengan pendekatan Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART), yang mampu membantu proses penilaian kelayakan penerima beasiswa berdasarkan sejumlah kriteria terukur dan relevan. II. METODE PENELITIAN Konsep dasar dari metode SMART adalah bahwa setiap alternatif terdiri dari berbagai nilai dan bahwa setiap nilai memiliki bobot yang menunjukkan seberapa penting nilainya dibandingkan dengan kriteria lainnya. Salah satu metode pengambilan keputusan multi kriteria yang diusulkan oleh Edward pada tahun 1997 adalah Teknik Penilaian Multi Attribute Simple (SMART). cout: nilai kriteria ke-i. Tentukan nilai akhir masing-masing dengan kalikan nilai normalisasi kriteria data standar dengan nilai normalisasi bobot kriteria, yang bisa dihitung lewat Ket: : nilai total untuk alternatif ke-i. wj: nilai bobot kriteria ke-j yang sudah uj. : nilai utility kriteria ke-j untuk alternatif kei. Nilai akhir yang keluar diurutkan dari yang tertinggi ke terendah, lalu pilih alternatif terbaik. Tabel 1. Alternatif Kode Alternatif Keterangan Rizki Maulana Rizki Putri Fadhil Nurahman Syifa Nurjanah Desain Penelitian . Tentukan terlebih dahulu kriteria-kriteria yang akan dipakai buat menyelesaikan masalah dalam proses pengambilan keputusan. Beri bobot pada tiap kriteria dengan angka dari 1 sampai 100, sesuai tingkat kepentingannya yang B. Penentuan Bobot Kriteria paling utama. Berikut kriteria yang digunakan dalam membuat sistem . Hitung bobot yang sudah dinormalisasi dengan cara pendukun keputusan penerimaan beasiswa Tahfidz dan bagi nilai bobot masing-masing kriteria dengan total KIP-K pada STMIK Antar Bangsa: semua bobot. K1: Seleksi Berkas . Tentukan nilai untuk setiap kriteria pada tiap pilihan. K2: Tes CAT di mana nilai ini bisa angka atau deskripsi. Kalau K3: Wawancara nilainya berupa deskripsi, ubah jadi angka dengan K4: Penghasilan Keluarga bikin parameter nilai kriteria. K5: Jumlah Tanggungan . Tentukan nilai utility dengan mengubah nilai kriteria K6: Survey Rumah untuk setiap kriteria jadi data standar. Nilai utility ini tergantung jenis kriterianya. Tabel 2. Kriteria KIP-K . Kriteria biaya biasanya berkaitan dengan pengeluaran. Kode Kriteria Bobot Kriteria Tipe di mana kriterianya "semakin rendah makin bagus". Seleksi Berkas 0,10 Benefit Kriteria yang punya sifat "semakin tinggi makin Tes CAT 0,10 Benefit bagus" biasanya berhubungan dengan keuntungan. Wawancara 0,10 Benefit . Penentuan nilai utility bisa dihitung pakai rumus. Penghasilan Keluarga 0,35 Cost Jumlah Tanggungan 0,25 Benefit Keterangan Rumah 0,10 Cost Ket: : nilai utility kriteria ke-i untuk alternatif cmax: nilai kriteria maksimal cmin: nilai kriteria minimal 87 ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung Keputusan A K1: Hafalan Al-QurAoan K2: Tes CAT K3: Wawancara K4: Sertifikat/Keterangan Tahfidz [VOL. 14 NO. 02 OKTOBER 2. dalam proses seleksi kandidat penerima program Berikut tabel 4 untuk nilai subkriteria tes CAT: Tabel 3. Kriteria Tahfidz Kode Kriteria Hafalan Al-Qur'an Tes CAT Wawancara Sertifikat/Keterangan Tahfidz Bobot Kriteria 0,40 0,10 0,15 Benefit Benefit Benefit 0,35 Benefit Tipe Tabel Penelitian Beasiswa KIP-K . Nilai Bobot Kriteria Tabel 6. Sub Kriteria Tes CAT Kode Nama Kriteria Tes CAT Tabel 4. Bobot Kriteria Nilai Tertulis <30 31 - 60 61 - 80 81 - 100 Keterangan Kurang Cukup Baik Sangat Baik Nilai Seleksi Berkas dalam seleksi beasiswa mengacu pada kecukupan dokumentasi yang diajukan calon penerima. Kandidat dapat dikategorikan sebagai lengkap ketika dapat melampirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) serta tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sebaliknya, jika kandidat tidak menyertakan dokumentasi yang telah ditetapkan, maka dikategorikan sebagai dokumentasi yang tidak lengkap. Mekanisme persyaratan dokumentasi ini sejalan dengan penelitian yang menjelaskan bahwa peserta seleksi beasiswa Kartu Indonesia Pintar perlu menyediakan file pendukung berupa KIP. Surat Keterangan Tidak Mampu, dan wajib memiliki data dalam DTKS guna memfasilitasi proses verifikasi kredibilitas dan kelayakan sebagai penerima program bantuan pendidikan. Berikut tabel untuk nilai kriteria seleksi berkas: Sub Kriteria Bobot Sub Kriteria 81 - 100 61 - 80 41 - 60 21 - 40 0 - 20 Tabel 7. Sub Kriteria Tes Wawancara Kode Nama Kriteria Tes Wawancara Sub Kriteria Keterangan Bobot Sub Kriteria 81 - 100 61 - 80 41 - 60 21 - 40 0 - 20 Penghasilan Keluarga Penghasilan Keluarga merupakan subkriteria yang dilihat dari akumulasi penghasilan anggota keluarga. Berikut untuk nilai subkriteria Penghasilan Keluarga: Bobot Sub Kriteria Tabel 8. Sub Kriteria Penghasilan Keluarga Sub Kriteria Bobot Sub Kriteria Rp. 000 - Rp. >Rp. Terdata di DTKS Dilengkapi KIP/SKTM Tidak lengkap . Computer Assited Test (CAT) Seleksi Berkas Keterangan Tahap wawancara menjadi aspek kriteria penilaian yang dievaluasi berdasarkan capaian hasil interaksi anatara kandidat beasiswa dengan tim penyeleksi dari institusi perguruan tinggi. Berikut tabel nilai subkriteria Tes Wawancara: Tabel 5. Sub Kriteria Seleksi Berkas Nama Kriteria Sub Kriteria Tes Wawancara Seleksi Berkas Kode JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Menentukan subkriteria Tes CAT (Computer Assited Tes. merupakan tes berbasis koputer yang digunakan Kode Nama Kriteria Penghasilan Keluarga ISSN 2089-8711 | Sistem Pendukung KeputusanA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. 14 NO. 02 OKTOBER 2. dan minimal hafalan yang harus dimiliki yaitu 3 juz. Berikut rabel nilai subkriteria Hafalan Al-QurAoan: Tanggungan Orang Tua Tabel 12. Sub Kriteria Hafalan Al-Qur'an Tanggungan Orang Tua merupakan subkriteria yang dinilai berdasarkan kuantitas anggota keluarga yang menjadi tanggungan orang tua dalam rumah tangga. Berikut untuk nilai subkriteria Tanggungan Orang Tua: Kode Kode Nama Kriteria Tanggungan Orang Tua Bobot sub . Survey Rumah Survey Rumah ini jadi subkriteria yang dinilai berdasarkan kondisi rumah dan status kepemilikan tempat tinggal calon penerima beasiswa. Berikut ini nilai-nilai untuk subkriteria Survey: Nama Kriteria Tes CAT Tabel 10. Sub Kriteria Survey Rumah Sub Kriteria Bobot Sub Kriteria Kelas atas Kelas bawah 3 - 5 Juz < 3 Juz . Computer Assited Test (CAT) Subkriteria Tes CAT, atau Computer Assisted Test, itu tes yang dilakukan lewat komputer buat memilih calon penerima beasiswa. Berikut ini tabel nilai-nilai subkriteria tes CAT: Kode K6 Survey Rumah Kelas menengah > 6 Juz Tabel 13. Sub Kriteria Tes CAT Lebih dari Kode Nama Kriteria Sub Kriteria Bobot Sub Kriteria K1 Hafalan Al Qur'an Tabel 9. Sub Kriteria Tanggungan Orang Tua Sub Kriteria Nama Kriteria Sub Kriteria Keterangan Bobot Sub Kriteria 81 - 100 61 - 80 41 - 60 21 - 40 0 - 20 Tes Wawancara Tes Wawancara adalah subkriteria yang dilihat dari hasil wawancara antara calon penerima beasiswa dan tim penyeleksi dari kampus. Berikut tabel nilai untuk subkriteria Tes Wawancara: Tabel 14. Sub Kriteria Tes Wawancara Tabel Penelitian Beasiswa Tahfidz . Nilai Bobot Kriteria Kode Nama Kriteria Tabel 11. Bobot Kriteria Nilai Tertulis <30 31 - 60 61 - 80 81 - 100 Keterangan Kurang Cukup Baik Sangat Baik Nilai . Hafalan Al-QurAoan Hafalan Al-QurAoan adalah kriteria yang dilihat seberapa banyak calon penerima beasiswa tahfidz miliki 89 ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung Keputusan A Tes Wawancara Sub Kriteria Keterangan Bobot Sub Kriteria 81 - 100 61 - 80 41 - 60 21 - 40 0 - 20 Sertifikat/ Keterangan Tahfidz Sertifikat/Keterangan Tahfidz adalah kriteria yang dilihat dari apakah calon penerima beasiswa tahfidz JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. 14 NO. 02 OKTOBER 2. memiliki sertifkat/keterangan tahfidz resmi sebelumnya. Berikut tabel nilai subkriteria Sertifikat/Keterangan Tahfidz: MAX MIN Tabel 15. Sub Kriteria Sertifikat/Keterangan Tahfidz Kode Nama Kriteria Sertifikat/Keterangan Tahfidz Sub Kriteria Memiliki Sertifikat /Keterangan Tahfidz Tidak Memiliki Sertifikat/Keterangan Tahfidz Tabel 17. Matriks Utility KIP-K Bobot Sub Kriteria Kode 0,333 0,333 Tabel 18. Matriks Nilai Akhir KIP-K Kode Nilai Akhir 0,65 0,667 0,483 0,667 0,483 . Perhitungan Tahfidz Gbr. 1 Alur Penelitian Tabel 19. Matriks Normalisasi Perhitungan Penelitian dengan Metode SMART . Perhitungan KIP-Kuliah Tabel 16. Matriks Normalisasi KIP-K KODE (K. (K. (K. (K. Kode MAX MIN ISSN 2089-8711 | Sistem Pendukung KeputusanA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. 14 NO. 02 OKTOBER 2. Pengujian Sistem Tabel 20. Matriks Utility Tahfidz KODE (K. (K. (K. (K. 0,67 0,33 0,33 0,00 0,67 Tabel 21. Matriks Nilai Akhir Tahfidz Tahap evaluasi sistem dijalankan dengan menerapkan teknik black-box testing untuk memastikan bahwa seluruh komponen sistem berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Selain itu, dilakukan juga validasi hasil melalui perbandingan rekomendasi yang dihasilkan sistem dengan hasil sekesi manual yang dilakukan tim kampus sebagai pembanding untuk mengukur akurasi dan efektivitas sistem. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Implementasi Sistem Sistem pendukung keputusan ini dikembangkan menggunakan framework Laravel 11 dengan database MySQL. Sistem dirancang dengan dua jenis pengguna, yaitu super admin dan admin, yang memiliki hak akses berbeda. Super admin memiliki otoritas untuk mengelola data calon penerima, data kriteria dan sub kriteria, melakukan perhitungan SMART, serta dapat mengakses hasil peringkat setelah dilakukannya perhitungan SMART. Admin berperan untuk menginput nilai data calon penerima. Hasil implementasi yang diperoleh antara lain: KODE (K. (K. (K. (K. NILAI AKHIR 0,967 0,67 0,383 0,33 0,700 0,33 0,67 0,617 Form Input Calon Penerima 0,67 0,850 Form ini digunakan untuk menginput data seperti nomor pendaftaran, nama. NISN, dan jenis beasiswa. Data tersimpan dalam database untuk kemudia diolah pada taham perhitungan. Variabel Penelitian Penelitian ini dilakukan di lingkungan STMIK Antar Bangsa dengan fokus utama pada proses seleksi beasiswa KIP-K dan Tahfidz. Variabel yang diamati adalah proses manual yang berjalan saat ini dan bagaimana sistem dapat diintervensi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi. Populasi dan Sampel/Sumber Data/Informan Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui dua metode utama: Data Primer Berasal dari wawancara dengan tim penyeleksi beasiswa, serta pengamatan langsung terhadap mekanisme seleksi yang berlangsung di lokasi. Teknik wawancara dilakukan secara mendalam kepada informan terpilih untuk menggali informasi yang tidak dapat diperoleh hanya melalui observasi. Data Sekunder Meliputi dokumen dan arsip penerimaan beasiswa tahun-tahun sebelumnya, serta kriteria seleksi resmi yang dikeluarkan oleh pihak kampus dan pemerintah. Studi dokumen berfungsi sebagai pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif sehingga meningkatkan kredibilitas data. 91 ISSN 2098-8711 | Sistem Pendukung Keputusan A Gbr. 2 Form Input Calon Penerima . Form Input Nilai Kriteria Setiap calon penerima diberikan nilai sesuai kriteria yang sudah ditentukan. [VOL. 14 NO. 02 OKTOBER 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Analisa Perhitungan Analisa dilakukan untuk membandingkan hasil perhitungan sistem dengan perhitungan manual. Berikut langkah-langkahnya: Normalisasi Nilai Gbr. 5 Form Input Nilai Kriteria . Perhitungan metode SMART Sistem melakukan normalisasi nilai dan menghitung skor akhr setiap calon penerima beasiswa berdasarkan bobot yang sudah distentukan. Nilai tiap kriteria dinormalisasi dengan cara bagi nilai kriteria masing-masing dengan nilai tertinggi dari kriteria yang sama. Nah, sesuai dengan metode SAW, setiap nilai kriteria dinormalisasi dengan membagi nilai alternatif untuk suatu kriteria dengan nilai maksimum pada kriteria tersebut. Perhitungan Bobot Bobot dari masing-masing kriteria dikalikan dengan nilai yang sudah dinormalisasi. Ini sejalan dengan penjelasan Pratiwi . yang bilang bahwa nilai kriteria setiap alternatif akan dinormalisasi dan dijumlahkan dengan bobot relatif kriteria yang sesuai. Perhitungan Skor Akhir Gbr. 3 Tabel Perhitungan Metode SMART . Tabel Hasil dan Peringkat Output akhir ditampilkan dalam bentuk peringkat, di mana sistem menampilkan calon penerima dengan skor tertinggi hingga terendah. Skor akhir didapat dari penjumlahan nilai setiap kriteria yang sudah dikalikan dengan bobotnya. Tambunan . menegaskan bahwa hasil akhir nilai preferensi (VA) diperoleh dari penjumlahan perkalian elemen baris matriks normalisasi (R) dengan bobot (W). Peringkat Setelah skor akhir keluar, sistem ngurutkan dari yang tertinggi ke terendah buat menentukan calon penerima IV. KESIMPULAN Gbr. 4 Tabel Hasil Perhitungan dengan Metode SMART Dari hasil penelitian dan analisis yang sudah dilakukan, bisa disimpulkan bahwa penerapan sistem pendukung keputusan untuk penerimaan beasiswa Tahfidz dan KIP-K dengan metode SMART di STMIK Antar Bangsa ternyata efektif banget dalam mendukung proses seleksi beasiswa yang lebih objektif, transparan, dan Sistem ini berhasil menerapkan metode SMART lewat tahapan normalisasi, pembobotan, serta perhitungan nilai akhir, sehingga menghasilkan peringkat calon penerima beasiswa yang sistematis dan terstruktur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini bisa membedakan prioritas penerima beasiswa berdasarkan kriteria yang relevan. Untuk beasiswa KIP-K, faktor pencapaian akademik dan kondisi ekonomi jadi penentu utama, sedangkan untuk beasiswa Tahfidz, aspek hafalan Al-QurAoan juga berpengaruh signifikan selain kondisi ISSN 2089-8711 | Sistem Pendukung KeputusanA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. 14 NO. 02 OKTOBER 2. Dengan begitu, sistem ini bisa meminimalkan tingkat subjektivitas dalam proses seleksi dan memberikan rekomendasi yang bisa dipertanggungjawabkan Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode SMART dalam seleksi beasiswa memberikan keunggulan dibandingkan pendekatan manual, yaitu menghasilkan keputusan yang lebih responsif, presisi, dan dapat ditelusuri kembali proses perhitungannya. Sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan integrasi ke dalam sistem akademik kampus, serta penyempurnaan antarmuka agar lebih mudah dioperasikan oleh semua pihak yang terlibat dalam proses seleksi. REFERENSI