Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 3, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA BAPPEDA KOTA PADANG 1,2, Yuliarman Mahmuddin1. Nofritar2 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Kinerja pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapped. Kota Padang selama 4 tahun belum mencapai target dari beberapa indikator sasaran kinerja yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan. Teknik pengambilan sampel adalah sampel jenuh diperoleh sebanyak 53 sampel. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa . Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Motivasi Kerja. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja. Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Budaya Organisasi tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Received: nov 15, 2025 Revised: Des 10, 2025 Accepted: Des 15, 2025 Published: Des, 19, 2025 Kata kunci: Gaya Kepemimpinan. Budaya Organisasi. Motivasi Kerja. Kinerja Pegawai Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Yuliarman Mahmuddin Universitas Pendidikan Indonesia, bandung, indonesia Email: yuliarman_mahmuddin@upiyptk. PENDAHULUAN . PT) Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang perangkat daerah Pasal 46 ayat 5 menyatakan bahwa salah satu unsur penunjang urusan pemerintahan adalah perencanaan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapped. Kota Padang merupakan unit organisasi yang melaksanakan tanggungjawab kepala daerah dalam perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomor 18 Tahun 2016. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah kota Padang adalah suatu lembaga pemerintah yang membantu Walikota Padang dalam melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang perencanaan daerah dan bidang penelitian dan pengembangan, sehingga dibutuhkan sumber daya Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index A ISSN: 2828-3031 manusia yang berkualitas dari berbagai macam keahlian dan ilmu pengetahuan yang berbeda untuk menyusun rencana strategis kebijakan perkotaan di lembaga ini. ttps://bappeda. Menurut (Simamora & Sambas, 2. bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu. kompensasi, lingkungan kerja, budaya organisasi, kepemimpinan, dan motivasi kerja, disiplin kerja, kepuasan kerja, komunikasi, komitmen organisasi dan faktor-faktor lainnya. Kesuksesan sebuah perusahaan ditentukan oleh karakteristik dari pemimpin perusahaannya. Menurut (Purnama et al. , 2. , kepemimpinan adalah seseorang yang memiliki kemampuan untu k mengarahkan orang lain dalam hal pekerjaan ataupun organisasi agar dapat bekerja dalam satu kelompok dengan tujuan mencapai suatu target yang telah ditentukan. Untuk membentuk karyawan yang baik, gaya kepemimpinan perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan. Dalam hal ini perlu dilakukan pemilahan penerapan metode gaya kepemimpinan yang tepat. Gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi dapat menentukan keberhasilan dari perusahaan atau organisasi tersebut. (Khairizah et al. , 2. mengungkapkan bahwa seorang pemimpin dalam organisasi dibutuhkan untuk membawa organisasi kepada tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin biasanya menerapkan gaya kepemimpinan tertentu untuk mempengaruhi kinerja bawahannya. Gaya kepemimpinan adalah perilaku dan strategi, sebagai hasil kombinasi dari falsafah, ketrampilan, sifat, sikap, yang sering diterapkan seorang pemimpin ketika ia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya (Tampubolon, 2. Menurut penelitian dari (Junaidi & Susanti, 2. menunjukkan bahwa gaya kemimpinan memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai. Maka dari itu diperlukannya peran seorang pemimpin untuk memotivasi pegawainya agar mampu meningkatkan motivasi kerja pegawai sebagai langkah kinerja pegawai. Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam memberikan pengarahan kepada karyawan apalagi pada saat-saat sekarang ini di mana semua serba terbuka, maka kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang bisa memberdayakan karyawannya (Nurul Qomariah, 2. Kepemimpinan yang bisa menumbuhkan motivasi kerja karyawan adalah kepemimpinan yang bisa menumbuhkan rasa percaya diri para karyawan dalam menjalankan tugasnya masing-masing (Azhad et al, 2. Selain gaya kepemimpinan yang baik, budaya organisasi berperan penting dalam membentuk perilaku karyawan agar terbentuk adanya kefektifan dan kefesienan karyawan dalam menjalankan (Munawirsyah, 2. mendefinisikan budaya organisasi . rganizational cultur. sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Selain itu, (Bukhori, 2. memberikan pemahaman bahwa budaya organisasi adalah filosofi dasar organisasi yang memuat keyakinan, norma-norma, dan nilai-nilai bersama yang menjadi karakteristik inti tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dalam organisasi. Sehingga, dengan adanya keyakinan inti bersama yang dijadikan pedoman bersama diharapkan mampu mengarahkan anggota organisasi untuk bertindak lebih efektif dalam pencapain tujuan Budaya organisasi dapat dijadikan identitas pembeda dari satu organisasi dengan organisasi lainnya sesuai dengan ciri khas yang dimilikinya. Budaya organisasi adalah nilai dasar organisasi berupa keyakinan, norma-norma dan cara belajar orang-orang di dalam organisasi yang merupakan perekat dan ciri khas organisasi yang bisa membedakan dengan organisasi lainnya (Tsaqifah et al. , 2. Motivasi kerja menurut (Ramadhany, 2. adalah kemampuan dalam mengatur dan mengarahkan pegawai agar mampu bekerja dengan baik dan benar sehingga dapat mencapai tujuan dari suatu organisasi dan perusahaan. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh motivasi, diantaranya yakni penelitian (Rego. Supartha, 2. mengungkapkan bahwa motivasi kerja juga akan mampu mempengaruhi dan meningkatkan kinerja Artinya dengan memiliki motivasi kerja yang tinggi akan mampu memberikan hasil kerja yang maksimal. Dalam melakukan suatu pekerjaan setiap karyawan membutuhkan motivasi yang ada pada dirinya agar timbul suatu semangat atau kegairahan dalam bekerja. Motivasi berasal dari kata latin, yakni movere, yang berarti dorongan atau menggerakkan. Berdasarkan siaran pers nomor: 017/RILIS/BKN/VII/2022 tangal 22 Juli 2022 disebutkan bahwa setiap PNS berkewajiban melaksanakan kinerja sesuai target kinerja yang telah ditetapkan. JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Atas kinerja yang dilakukan PNS, akan dilakukan penilaian yang bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS yang didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karier. Pembinaan kinerja dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi dengan memperhatikan target, capaian, hasil dan manfaat yang dicapai, serta perilaku PNS. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 disebutkan Pejabat Pimpinan Tinggi. Pejabat Administrasi dan Pejabat Fungsional yang tidak memenuhi target kinerja dapat dikenakan sanksi administrasi sampai dengan pemberhentian . ttps://w. id/). Berdasarkan data Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapped. Kota Padang, kinerja Bappeda Kota Padang mengalami naik turun untuk beberapa indikator kinerja sasaran yang dapat dilihat dari jumlah capaian kinerja dalam 4 tahun terakhir dari tahun 2019 hingga tahun 2022. METODE Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh karyawan pada Bappeda Kota Padang yang berjumlah 53 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang adalah teknik sampling jenuh dengan sehingga seluruh karyawan Bappeda Kota Padang yang berjumlah 53 orang sebagai sampel. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan program Partial Least Square (PLS). Partial Least Square (PLS) merupakan pendekatan berbasis komponen untuk pengujian model persamaan struktural atau biasa disebut SEM (Harahap & Pd, 2. Tahapan analisis data SEM dengan Pengukuran Model (Outer Mode. untuk menguji validitas konstruks dan reabilitas instrumen. Dimensi dianggap valid jika memiliki nilai outer loading lebih besar dari 0,50 dan nilai t-statistik lebih besar dari nilai 2,009. Uji reabilitas dapat dilihat dari nilai CronbachAos alpha dan nilai Composite reliability. CronbachAos alpha mengukur atas bawah nilai reabilitas suatu konstruk sedangkan Composite reliability mengukur nilai sesungguhnya reabilitas suatu kontruks. Rule of thumb nilai alpha atau composite reliability harus lebih besar dari 0,7 meskipun 0,5 masih dapat diterima. Sedangkan Model Struktural (Inner Mode. dievaluasi dengan menggunakan R2. Nilai R2 juga digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel independent terhadap variabel dependen (Trenggonowati & Kulsum, 2. Semakin tinggi R2 berarti semakin baik model prediksi dari model penelitian yang diajukan. Untuk pengujian signifikansi hipotesis penelitian, dilakukan melalui penilaian nilai koefisien path atau inner model yang ditunjukkan oleh nilai TStatistik atau T hitung dibandingkan dengan nilai T Tabel sebesar 2,009 pada kesalahan menolak data sebesar alpha 5% HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Penelitian Model riset ini akan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dan dibantu dengan software Smart PLS 4. PLS merupakan salah satu metode alternatif Structural Equation Modeling (SEM) yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada hubungan diantara variabel yang sangat kompleks tetapi ukuran sampel data kecil . -100 sampe. dan memiliki asumsi non parametrik, artinya bahwa data tidak mengacu pada salah satu distibusi tertentu (Yamin & Kurniawan, 2. Convergent Validity dilakukan dengan melihat item reliability . ndikator validita. yang ditunjukkan oleh nilai loading factor. Nilai loading factor lebih besar 0,7 dikatakan Namun menurut (Cheah et al. , 2. untuk pemeriksaan awal dari matriks loading factor adalah kurang lebih 0,3 dipertimbangkan telah memenuhi level minimal, dan untuk loading factor kurang lebih 0,4 dianggap lebih baik, dan untuk loading factor lebih besar 0,5 secara umum dianggap Dalam riset ini batas loading factor yang digunakan sebesar 0,5. Hasil Pengujian Outer Model Berdasarkan hasil pengujian outer model dengan menggunakan Smart PLS, diperoleh nilai korelasi antara item pertanyaan-pertanyaan variabel penelitian sebagai berikut: ISSN: 2828-3031 Gambar Outer Loadings Sebelum Eliminasi Hasil Uji Average Variance Extracted (AVE) Kriteria validity suatu konstruk atau variabel juga dapat dinilai melalui nilai Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing konstruk atau variabel. Konstruk dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika nilainya berada diatas 0,50. Variabel AVE Kinerja Pegawai (Y) Motivasi Kerja (Z) Gaya Kepemimpinan (X. Budaya Organisasi (X. Tabel 1 Nilai Average Variance Extracted (AVE) Berdasarkan Tabel 1 dapat disimpulkan bahwa semua konstruk atau variabel di atas memenuhi kriteria validitas yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,50 sebagaimana kriteria yang direkomendasikan. Hasil Uji Reliabilitas atau Reability konstruk Penilaian ini dengan melihat nilai composite reliability dan nilai crombach alpha. Nilai suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai crombach alpha > 0,70. Hasil uji reliabilitas disajikan pada Tabel 2: Tabel 2 Nilai Reliabilitas Cronbachs Composite Rule Konstruk (Variabe. Keterangan Alpha Reliability Thumb Kinerja Pegawai (Y) Reliabel Motivasi Kerja (Z) Reliabel Gaya Kepemimpinan (X. Reliabel Budaya Organiasi (X. Reliabel Berdasarkan output Smart PLS pada Tabel 2 di atas, telah ditemukan nilai composite reliability dan nilai crombach alpha masing-masing konstruk atau variabel besar dari 0,70. Dengan demikian juga dapat disimpulkan bahwa tingkat kehadalan data telah baik atau reliabel. Pengujian Inner Model (Model Struktura. Pengujian hipotesis pada penelitian ini, dapat dinilai dari besarnya nilai t-statistik atau thitung dibandingkan dengan t-tabel 2,009 pada alpha 5%. Jika t-statistik/t-hitung < t-tabel 2,009 pada alpha 5%, maka Ho ditolak dan Jika t-statistik/t-hitung > t-tabel 2,009 pada alpha 5%, maka Ha JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Hasil Uji Analisis Variant (R. atau R Square Analisis Variant (R. atau Uji Determinasi yaitu untuk mengetahui besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen tersebut, nilai dari koefisien determinasi dapat ditunjukkan pada Tabel 3 : Tabel 3. Evaluasi Nilai R Square R Square Adjusted R Square Motivasi Kerja (Z) Kinerja Pegawai (Y) Pada Tabel 3, terlihat nilai Adjusted R Square konstruk motivasi kerja sebesar 0,455 atau sebesar 45,5%, yang mengambarkan besarnya pengaruh yang diterimanya oleh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi. Sementara nilai Adjusted R Square untuk konstruk Kinerja Pegawai sebesar 0,525 atau sebesar 52,5% menunjukkan besarnya pengaruh yang diberikan oleh Gaya Kepemimpinan. Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja dalam menjelaskan atau mempengaruhi Kinerja Pegawai. Semakin tinggi nilai Adjusted R Square maka semakin besar kemampuan konstruk eksogen tersebut dalam menjelaskan variabel endogen sehingga semakin baik persamaan struktural yang terbentuk. PEMBAHASAN Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja Terdapat pengaruh yang tidak signifikan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pada Karyawan Bappeda Kota Padang. Dimana nilai p-value lebih besar dari alpha . ,426 > 0,. maka dapat diperoleh H0 diterima H1 ditolak. Gaya kepemimpinan yang tepat dan baik sebetulnya memiliki pengaruh yang besar dalam memotivasi seseorang dalam bekerja. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Terdapat pengaruh positif yang signifikan budaya organisasi terhadap motivasi kerja pada karyawan di Bappeda Kota Padang. Dimana nilai p-value lebih kecil dari alpha . ,000 < 0,. maka dapat diperoleh H0 ditolak H2 diterima. Budaya organisasi yang tepat akan meningkatkan motivasi kerja karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Terdapat pengaruh yang tidak signifikan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di Bappeda Kota Padang. Dimana nilai p-value lebih besar dari alpha . ,524 > 0,. maka dapat diperoleh H0 diterima H3 ditolak. Gaya kepemimpinan yang tepat seharusnya mempengaruhi kinerja dari karyawan tersebut. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja karyawan Terdapat pengaruh positif yang tidak signifikan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan Bappeda Kota Padang. Dimana nilai p-value lebih besar dari alpha . ,294 > 0,. maka dapat diperoleh H0 diterima H4 ditolak. Sebetulnya budaya organisasi memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja seseorang. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Terdapat pengaruh positif yang signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Bappeda Kota Padang. Dimana nilai p-value lebih kecil dari alpha . ,001 < 0,. maka dapat diperoleh H0 ditolak H5 diterima. Semakin tinggi motivasi untuk berkerja seharusnya mempengaruhi kinerja karyawan. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja Terdapat pengaruh yang tidak signifikan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja sebagai variabel intervening pada Bappeda Kota Padang. Dimana nilai p-value lebih besar dari alpha . ,416 > 0,. maka dapat diperoleh H0 diterima H6 ditolak. Seharusnya gaya kepemimpinan yang tepat akan meningkatkan kinerja karyawan melalui motivasinya dalam bekerja dikarenakan sudah memiliki pimpinan yang baik. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan melalui motivasi kerja Terdapat pengaruh positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kinerja keryawan melalui motivasi kerja di Bappeda Kota Padang. Dimana nilai p-value lebih kecil dari alpha . ,005 < 0,. A ISSN: 2828-3031 maka dapat diperoleh H0 ditolak H7 diterima. Budaya organisasi akan menentukan kinerja seorang karyawan apabila melalui motivasinya dalam bekerja itu sendiri sudah tinggi. KESIMPULAN Hasil analisis data menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Motivasi Kerja. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja. Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Budaya Organisasi tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Gaya Kepemimpinan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan Instansi hendaknya selalu memperhatikan dan mengevaluasi gaya kepemimpinan yang dibutuhkan karyawan agar dapat memberikan motivasi kerja bagi karyawan sehingga karyawan merasa diperhatikan oleh instansi yang nantinya akan berdampak pada meningkatnya kinerja karyawan. Intansi hendaknya tetap mempertahanan dan meningkatkan budaya organisasi secara konsisten. Penting bagi instansi untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan, seperti penghargaan, lingkungan kerja yang nyaman dan memberikan kesempatan pengembangan karir. REFERENSI