Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Ekonomi Leliya Lisga Lungga1. Rastika Erning Bidari2. Endah Sri Wijayanti3 Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret1,2 SMA Negeri 1 Ngemplak3 leliyalisgalungga@student. id1 rastikaerningb@student. id2 endahsmando@gmail. Abstract This study employs the implementation of the independent curriculum on student learning outcomes in economics at SMAN 1 Ngemplak. The main objective of this study is to analyze how the implementation of the independent curriculum is related to the achievement of student learning outcomes/grades in economics. This study applies a qualitative descriptive method and the subjects in this study are economics teachers at SMAN 1 Ngemplak and grade 11 students. Data acquisition in the study was collected using three techniques: observation, interviews, and document analysis. The final results obtained in this study indicate the influence of the implementation of the independent curriculum on improving student learning outcomes. One of the factors that influences this is because the structure of the independent curriculum frees teachers to organize their learning, study hours are more flexible and students have the freedom to take subjects according to their interests and talents. The learning process feels fun because students learn enthusiastically through the application of various learning models and group projects that hone students' creativity. The obstacles faced in implementing the independent curriculum are the lack of adequate facilities and infrastructure in the classroom, such as the unavailability of projectors, which hinders teachers in implementing learning media. The solution that can be done is that teachers can explore alternative learning media and adjust them to the availability of facilities and infrastructure in the classroom. Keywords: Economy. Merdeka Curriculum. Learning Outcomes PENDAHULUAN Hasil belajar merujuk pada perubahan dalam sikap, wawasan dan kemampuan yang dimiliki setiap peserta didik meliputi beberapa aspek antara lain kognitif, afektik serta Perubahan ini dapat terjadi ketika seorang peserta didik sudah ikut serta dalam kegiatan pembelajaran dan terlibat interaksi dengan guru, sumber belajar hingga lingkungan ia belajar (Hildayati. Mayasari, & Nurliani, 2023: . Pencapaian akademik yang telah diraih, seperti melalui hasil ujian dan tugas, keaktifan dalam bertanya dan kemampuan kreatif peserta didik dalam memberikan jawaban merupakan beberapa indikator untuk mengukur keberhasilan dalam mendapatkan capaian belajar (Dakhi, 2020: . Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia telah menimbulkan beberapa permasalahan berkaitan dengan pendidikan, salah satunya adalah permasalahan yang berkaitan hasil belajar. Peserta didik mengalami penurunan hasil belajar ketika pandemi COVID-19 hal ini dikarenakan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau melalui online sehingga terdapat kendala untuk menyerap isi materi yang diberikan. Penurunan prestasi belajar yang diraih menunjukkan adanya ketidaktercapaian tujuan yang telah ditentukan dalam pendidikan. Pendidikan nasional bertujuan mengoptimalkan suatu kompetensi yang Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index dimiliki oleh siswa agar menciptakan insan yang beriman, taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki tingkah laku baik, berpengetahuan, kreatif, sehat, terampil, mandiri, bersifat demokratis serta bertanggung jawab sebagai warga negara (Dakhi, 2020: . Salah satu cara meningkatkan prestasi belajar melalui upaya pemerintah dengan melakukan pengembangan terhadap kurikulum, karena inti dari suatu pendidikan dimana kebijakan pendidikan yang efektif dapat terlihat dari penerapan kurikulum yang telah dirancang dengan baik. Kurikulum memuat serangkaian dalam rencana pembelajaran yang terdiri dari tujuan, isi, bahan ajar hingga langkah-langkah dalam melakukan kegiatan pembelajaran, selain itu juga dijadikan sebagai panduan guru dalam menjalankan pembelajaran supaya tujuan dalam pendidikan nasional tercapai secara maksimal (Rahayu. Rosita. Rahayuningsih. Hernawan, & Prihantini, 2022: 6. Perubahan hingga penyempurnaan terhadap pengembangan kurikulum telah terjadi beberapa kali di. Indonesia kini mengimplementasikan kurikulum baru yang disebut sebagai kurikulum merdeka. Kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan bakat ataupun minat peserta didik sedari kecil yang menekankan materi yang esensial pada pembelajaran, pembentukan watak hingga peningkatan kemampuan peserta didik. Ciri khas tersendiri dari kurikulum merdeka menjadi pembeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu dalam keberjalanannya kurikulum merdeka mengutamakan kegiatan pembelajaran yang berbasis proyek dengan berfokus terhadap pengembangan kemampuan sosial serta kepribadian yang terkandung dalam nilai-nilai pelajar pancasila. Selain itu, memiliki fokus pembelajaran terkait teori yang penting maka dari itu terdapat jam untuk mendalami materi dasar seperti numerasi maupun literasi (Ahyuni & Santoso, 2024: . Melalui penerapan kurikulum merdeka ini, diharapkan dapat memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan penurunan terhadap prestasi belajar yang diperoleh pasca pandemi COVID-19. Dari hasil observasi awal penelitian di SMA Negeri 1 Ngemplak, diketahui bahwa SMA Negeri 1 Ngemplak baru menjalankan kurikulum merdeka mulai tahun ajaran 2022 / 2023. Melihat kurikulum ini baru diterapkan pada SMAN 1 Ngemplak penulis bermaksud untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan kurikulum merdeka mempengaruhi prestasi akademik peserta didik pada studi ekonomi. Kurikulum yang baru diterapkan sekolah menuntut semua pihak sekolah beradaptasi dalam implementasinya dan tentu tidak akan terlepas dari berbagai hambatan. Hal ini perlu untuk dikaji agar dapat mencari solusi terbaik dari permasalahan-permasalahan yang ditemui saat menerapkan kurikulum merdeka di sekolah bersangkutan. Solusi ini tentu bisa didapatkan dari hasil diskusi penulis dengan pihak Ae pihak sekolah. Penelitian yang dilaksanakan oleh Hildayati. Mayasri, & Nurliani . 3: . menunjukan hasil bahwa penerapan kurikulum merdeka di sekolah berpengaruh baik terhadap capaian dalam belajar peserta didik pada kelas X, terjadi kemajuan kualitas belajar peserta didik walaupun penerapan kurikulum merdeka masih terbilang baru. Sedangkan penelitian yang dilakukan Mustajab. Ahman . 3: . menunjukan hasil bahwa diterapkannya kurikulum merdeka memberi dampak yang baik pada hasil belajar peserta didik di SMAN 30 Tangerang kelas X-1. Berdasarkan penelitian terdahulu menunjukan hasil bahwa implementasi kurikulum merdeka berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik, namun Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index hasil ini tidak signifikan. Hal ini dibuktikan dari penelitian Chaniago. Yeni, & Setiawati . menunjukan hasil bahwa implementasi kurkulum merdeka pada capaian/prestasi belajar peserta didik kelas 10 belum begitu terlihat hasilnya, karena penerapan kurikulum merdeka masih baru serta masih dalam proses penyesuaian. Adanya gap hasil penelitian ini mendorong penulis untuk menganalisis kembali penerapan kurikulum merdeka terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi. Mengacu pada pemaparan latar belakang yang telah diuraikan, penulis berkeinginan untuk meneliti secara mendalam mengenai implementasi kurikulum merdeka terkait capaian belajar peserta didik pada pembelajaran ekonomi di SMAN 1 Ngemplak. Melalui riset yang telah dilakukan, diharapkan bisa menambahkan pengetahuan baru serta saran yang bermanfaat bagi SMA Negeri 1 Ngemplak dan instansi lainnya yang mengimplementasikan kurikulum merdeka khususnya pada pelajaran ekonomi. Selain itu, diharapkan juga menjadi bagian dalam peningkatan mutu pendidikan yang efektif di Indonesia, terutama dalam pelajaran ekonomi pada tingkat SMA (Sekolah Menengah Ata. METODE PENELITIAN Studi ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngemplak dengan menggunakan pendekatan Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang dilakukan dengan metode deskriptif dengan cara menggali arti dari data yang ditemui dilapangan selama kegiatan penelitian dilakukan. Penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis dan memahami suatu fenomena atau permasalahan tertentu dengan menyatukan berbagai jenis informasi, lalu diolah diolah untuk menemukan solusi terhadap permasalahan yang muncul. Studi ini bermaksud untuk menganalisis dampak dari penerapan kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Ngemplak terhadap capaian pembelajaran peserta didik pada pelajaran Studi ini dilakukan melalui tiga metode pengumpulan data, yaitu metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Metode wawancara adalah teknik pengambilan data melalui cara peneliti mengajukan beberapa pertanyaan dan akan dijawab oleh Teknik wawancara digunakan untuk mengambil data dari sudut pandang guru mengenai penerapan kurikulum merdeka. Metode observasi adalah teknik pengambilan data dengan cara melihat dan mendengar langsung objek studi. Tujuan penggunaan teknik observasi adalah untuk mengumpulkan data penerapan kurikulum merdeka di kelas secara Metode studi dokumentasi adalah metode pengambilan data dengan cara mengkaji secara langsung dokumen - dokumen yang berkaitan dengan objek penelitian. Teknik studi dokumen ini digunakan untuk melihat hasil nilai sumatif peserta didik. Subjek studi ini diperoleh melalui metode purposive sampling dan juga snowball sampling. Subjek studi yang berperan sebagai Key informan dari studi ini adalah pengajar mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Negeri 1 Ngemplak yang dianggap paling memahami mengenai implementasi kurikulum merdeka di dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, jika data yang telah dikumpulkan dari key informan dianggap belum dapat memenuhi kebutuhan data dalam penelitian ini, peneliti akan meminta saran kepada key informan untuk menunjuk orang lain sebagai informan baru. Peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak merupakan informan baru yang ditunjukan oleh pengajar mata pelajaran ekonomi. Key informan ini dipilih karena terlibat secara langsung sebagai peserta dalam kegiatan pembelajaran didalam ruang kelas Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index yang telah menerapkan kurikulum merdeka. Proses pengambilan sampel dengan cara ini dikenal dengan metode snowball sampling. Snowball sampling merupakan metode pemilihan sampel yang dimulai dari jumlah kecil dan berkembang menjadi lebih besar (Suriani. Risnita. Jailani,2023: . Hasil data yang telah ditemukan akan dianalisis dengan metode interaktif. Tahapan dalam metode interaktif meliputi pengumpulan data di lapangan, reduksi data yang sudah ditemukan, pengolahan data, dan pengambilan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Nilai Sumatif Tengah Semester Ekonomi Peserta Didik Kelas XIF-10 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali Berdasarkan hasil nilai sumatif mata pelajaran ekonomi kelas XIF-10 SMA Negeri 1 Ngemplak diperoleh hasil bahwa dari 35 peserta didik yang mengikuti assessment sumatif tengah semester, sebanyak 20% peserta didik yang memperoleh nilai sempurna sebesar 100, serta perolehan nilai terendah yaitu 70. Tidak ada peserta didik yang memperoleh skor di bawah KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajara. Nilai KKTP yang ditetapkan SMA Negeri 1 Ngemplak adalah sebesar 70. Hasil skor ini menunjukan bahwa penerapan kurikulum merdeka yang optimal di SMA Negeri 1 Ngemplak pada pelajaran ekonomi menghasilkan pengaruh yang baik kepada capaian pembelajaran peserta didik, karena hasil belajar yang didapatkan dapat dikatakan sudah baik melalui ketuntasan skor yang didapatkan peserta didik. Guru dan seluruh jajaran sekolah mengusahakan upaya yang maksimal dalam penerapan kurikulum merdeka di sekolah untuk memperbaiki capaian pembelajaran peserta Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali Struktur kurikulum merdeka mempunyai perbedaan dengan kurikulum 2013 yaitu kurikulum merdeka mempunyai inti kegiatan pembelajaran yang dibagi menjadi dua kegiatan. Dua kegiatan ini adalah pembelajaran utama dan P5 (Bustari & Putri, 2023: . Menurut Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index wawancara yang dilakukan dengan Ibu E, mengungkapkan beberapa perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka: AuPerbedaan yang paling terlihat dari penerapan kurikulum merdeka adalah pembelajaran dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu kegiatan pertama kegiatan belajar mengajar seperti biasa di dalam kelas, lalu kegiatan kedua adalah kegiatan P5. Kegiatan P5 disini dalam satu semester untuk kelas X. XI dilaksanakan 3 kali, namun untuk kelas XII hanya dilaksanakan 2 kali selama satu semester dengan tema yang berbeda - beda. P5 yang baru saja kita lakukan kemarin bertema Bangunlah jiwa ragaAy. Ibu E juga mengungkapkan terdapat tiga tahapan implementasi kurikulum merdeka: AuDi kurikulum merdeka ini, tahapan dalam belajar dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap awal merencanakan proses pembelajaran, lalu setelah dirancang diterapkan didalam kelas, setelah itu akan dilakukan evaluasi pembelajaranAy. Selanjutnya Ibu E memaparkan bagaimana proses perencanaan pembelajaran yang dilakukan di SMA Negeri 1 Ngemplak: AuDidalam perencanaan pembelajaran biasanya guru akan berdiskusi sesama guru ekonomi untuk merencanakan proses pembelajaran. Diskusi ini biasanya disebut musyawarah guru mata pelajaran sekolah (MGMPS). Diskusi ini diikuti oleh guru mata pelajaran ekonomi. Nantinya di dalam diskusi ini kami akan membahas mengenai banyak hal mulai dari capaian pembelajaran yang akan dicapai peserta didik, merancang alur tujuan pembelajaran, asesmen, dan penyusunan modul ajar yang nantinya digunakan guru sebagai pedoman dalam mengajarAy. Ibu E mengungkapkan langkah yang dilalui oleh pengajar mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Ngemplak dalam menyusun modul ajar sebagai berikut: AuBiasanya bapak ibu guru dalam merancang modul ajar diawali dengan terlebih dahulu mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang akan dicapai peserta didik, melaksanakan asesmen diagnostik, menyusun rancangan kegiatan pembelajaran, menyusun asesmen formatif dan sumatif, dan yang terakhir akan dilakukan pemeriksaan kembali rancangan modul ajar yang telah dibuat apakah sudah sesuai dan lengkap atau belumAy. Tahap selanjutnya dalam implementasi kurikulum merdeka adalah pelaksanaan Kegiatan belajar dilaksanakan berdasarkan panduan modul ajar yang sudah dirancang oleh guru. Ibu E mengungkapkan proses pembelajaran ekonomi yang terjadi di kelas XI sebagai berikut: AuPembelajaran ekonomi di kelas XI di SMA Negeri 1 Ngemplak dilaksanakan dengan alokasi waktu 5 jam pembelajaran dalam satu minggu karena di kelas XI siswa sudah mengambil kelas sesuai dengan minat dan bakat mereka. Didalam proses pembelajaran kebanyakan saya mengajar menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hambatan yang sering saya hadapi di kelas adalah tidak tersedianya proyektor di beberapa kelasAy. Hambatan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan belajar ekonomi di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak yaitu tidak tersedianya proyektor di semua kelas, hal ini dapat menjadi penghambat pendidik dalam menerapkan metode maupun media pembelajaran yang berbasis Solusi dalam mengatasi kendala tersebut yaitu guru meminjam proyektor di ruang tata usaha dengan cara mengajukan peminjaman jauh - jauh hari, dan juga mengganti penggunaan metode dan media pembelajaran dengan sistem konvensional. Guru tetap Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi namun hanya pada materi - materi tertentu saja. Tahap terakhir dalam implementasi kurikulum merdeka adalah tahap evaluasi. Ibu E mengungkapkan tahapan evaluasi yang terjadi di SMA Negeri 1 Ngemplak sebagai berikut: AuEvaluasi yang biasanya saya lakukan ada dua yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatifAy. Pelaksanaan penilaian formatif adalah dilaksanakan selama proses pembelajaran. Tujuan dari diadakannya penilaian formatif adalah guna mengukur peningkatan belajar. Bentuk penilaian formatif yang dilakukan guru adalah berupa tugas harian, ulangan kecil, atau observasi kelas untuk mengetahui tingkat pengetahuan materi peserta didik. Sedangkan asesmen sumatif dilaksanakan sekolah setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan oleh peserta didik. Penilaian sumatif ini dilakukan guna mengukur pengetahuan peserta didik secara Pelaksanaan penilaian asesmen sumatif yaitu pada akhir periode pembelajaran. Penilaian sumatif bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar, memberikan nilai akhir, serta menyampaikan informasi terkait capaian belajar yang didapatkan peserta didik secara keseluruhan. Hasil Belajar Peserta Dididik pada Mata Pelajaran Ekonomi Pelajaran ekonomi membekali peserta didik ilmu dan kemampuan untuk menganalisis prinsip ekonomi dalam kegiatan sehari-hari. Melalui implementasi kurikulum merdeka di dalam kegiatan belajar, diharapkan membantu peserta didik dalam belajar ekonomi. Pemahaman materi yang baik akan mendukung tingginya capaian belajar peserta didik. Aspek - aspek yang berdampak pada capaian belajar peserta didik meliputi Aspek yang berasal dari diri Aspek ini bersumber dari diri peserta didik yang memicu kemampuan mereka dalam memahami materi dan hasil belajarnya. Berikut adalah beberapa aspek dari diri peserta didik yang berdampak pada capaian belajar peserta didik Aspek Kesehatan Peserta didik akan mengalami kendala dalam belajar jika tidak dalam posisi tubuh yang Hal ini menyebabkan peserta didik merasa cepat lelah dan kurang bersemangat ketika mengikuti pembelajaran. Menurut temuan dari pengamatan, diperoleh hasil bahwa pendidik sebelum memulai pembelajaran selalu membuka pembelajaran dengan mengecek kondisi kesehatan peserta didik. Pendidik menjamin bahwa peserta didik dalam situasi yang sehat agar dapat menyerap materi yang disampaikan dengan baik. Selain itu, sekolah menyediakan fasilitas ruang UKS yang beroperasi setiap hari, sehingga peserta didik yang merasa kurang sehat dapat beristirahat di UKS tanpa mengganggu jalannya kegiatan pembelajaran di kelas. Aspek ketertarikan dan dorongan Ketertarikan dan dorongan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran adalah berkaitan dengan antusias yang dimiliki peserta didik ketika mengikuti kegiatan belajar. Menurut temuan dari pengamatan, didapatkan hasil pendidik selalu memulai pembelajaran dengan apersepsi yang memikat untuk meningkatkan ketertarikan dan dorongan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar. Pengajar juga memberikan ice breaking di tengah - tengah pembelajaran untuk dapat memaksimalkan ketertarikan peserta didik dalam kegiatan belajar Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Aspek Bakat Bakat adalah potensi keterampilan yang dipunyai setiap peserta didik yang akan memudahkan mereka dalam mempelajari sesuatu. Salah satu perbedaan dalam kurikulum merdeka dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya adalah dihapusnya penjurusan di jenjang SMA, seperti jurusan IPA. IPS, atau Bahasa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu E diketahui bahwa, peserta didik diberikan keleluasaan untuk menentukan pelajaran yang akan dipelajari sesuai dengan kemampuan mereka. AuSiswa ketika naik ke kelas XI diberikan pilihan untuk mau masuk di kelas mana sesuai minat dan bakat mereka, selanjutnya pilihan siswa akan disesuaikan dengan hasil belajar siswa di kelas XAy. Aspek yang berasal dari luar Aspek yang berasal dari luar adalah aspek bersumber dari luar diri peserta didik yang memicu hasil belajar mereka dalam memahami materi pembelajaran. Beberapa aspek dari luar diri peserta didik yang memicu capaian pembelajaran peserta didik adalah kreativitas model ajar yang digunakan pengajar, kenyamanan ruang kelas, dan interaksi dengan teman sejawat. Menurut temuan dari pengamatan, didapatkan hasil bahwa pendidik menerapkan berbagai model pembelajaran. Contoh beberapa model ajar yang digunakan oleh pendidik adalah permainan teka-teki silang, make a matchi, dan project-based learning. Proses pembelajaran juga tidak selalu berada di dalam kelas, namun juga peserta didik diajak untuk belajar diluar kelas di ruang baca terbuka dan di kantin untuk dapat melihat praktek kegiatan ekonomi yang terjadi di kantin. Selama proses pembelajaran guru juga aktif memberikan tugas secara berkelompok untuk mendorong peserta didik berbagi pandangan dan berdiskusi dengan teman - teman mereka dan mengajarkan peserta didik untuk bekerja dalam satu tim. Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Menurut Menurut temuan dari wawancara dan pengamatan di lapangan, dapat disimpulkan bahwa SMA Negeri 1 Ngemplak telah menerapkan kurikulum merdeka secara Kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung melalui tiga langkah utama, yaitu perancangan, pelaksanaan, dan penilaian dalam proses pengajaran. Di Dalam penerapan kurikulum merdeka, pengajar diberikan kebebasan untuk merancang proses pembelajaran, sehingga memudahkan pengajar dalam menerapkan berbagai metode dan media ajar yang Beragam metode dan media ajar yang inovatif ini mampu mengubah kegiatan belajar yang sebelumnya membuat jenuh menjadi aktivitas belajar yang lebih menarik bagi peserta Ini mempengaruhi peserta didik menjadi lebih bersemangat terhadap materi yang diajarkan oleh pengajar. Di dalam kurikulum merdeka peserta didik diberikan kebebasan dalam menentukan pelajaran berdasarkan kesukaan mereka. Pemilihan mata pelajaran sesuai minat menyebabkan pembelajaran menjadi lebih relevan dengan selera peserta didik dan peserta didik mempunyai antusias tinggi dalam kegiatan belajar. Kebebasan dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh kurikulum merdeka ini terbukti berkontribusi pada pencapaian capaian belajar peserta didik. Hasil ini terwujud pada nilai sumatif, di mana dari 35 peserta didik, 6 diantaranya berhasil meraih nilai sempurna . , dan tidak terdapat peserta didik yang mendapatkan skor dibawah KTP yang ditetapkan sekolah. Data ini menunjukan bahwa implementasi kurikulum Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 01 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index merdeka yang optimal memiliki dampak positif terhadap capaian belajar peserta didik di SMA Negeri 1 Ngemplak pada mata pelajaran ekonomi. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan kurikulum merdeka terhadap capaian belajar yang didapatkan peserta didik dalam pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Ngemplak. Adanya studi ini diinginkan bisa menambah wawasan serta menjadi rekomendasi yang bermanfaat bagi SMA Negeri 1 Ngemplak maupun sekolah lainnya yang menggunakan kurikulum merdeka. Pencarian data dari studi ini dilakukan melalui metode wawancara, observasi, dan studi dokumen. Melalui data yang dikumpulkan ditemukan hasil bahwa penerapan kurikulum merdeka secara optimal di sekolah memberikan dampak yang baik terhadap capaian belajar yang diperoleh peserta didik. Hasil ini dibuktikan dengan nilai tes sumatif yang diikuti 35 peserta didik tidak yang memperoleh nilai dibawah KKTP, dan terdapat 6 peserta didik yang memperoleh nilai sempurna sebesar 100. Data ini menunjukan bahwa penerapan kurikulum merdeka di sekolah memberikan dampak yang baik bagi capaian belajar peserta didik. Capain pembelajaran yang diperoleh peserta didik mengalami peningkatan dikarenakan peserta didik merasa antusias selama mengikuti kegiatan Antusias ini muncul karena pengajar diberikan keleluasaan untuk merencanakan sendiri kegiatan pembelajaran sehingga pengajar dapat menggunakan beragam jenis model dan media ajar. Kekurangan dalam studi ini adalah menggunakan data nilai satu kelas sehingga menyebabkan penelitian ini belum memberikan gambaran secara utuh tentang dampak dari penggunaan kurikulum merdeka di sekolah terhadap capaian belajar peserta DAFTAR PUSTAKA