Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING DALAM PENENTUAN PESERTA PELATIHAN TERBAIK (STUDI KASUS: LPK Prima Buana Indonesia Cabang Purwakart. Sri Wahyunin 1. Fariz Rizal Mubarok2 Universitas Panca Sakti Bekasi 1,2 Jalan Raya Hankam No 54 Jati Rahayu Pondok Melati Bekasi 17414 E-mail : sriyuni82. sw@gmail. com1, farizrizal29@gmail. ABSTRAK Dalam upaya memenuhi permintaan Sumber Daya Manusia (SDM) dari perusahaan. LPK Prima Buana Indonesia berusaha mempersiapkannya dengan melaksanakan program pelatihan. Pelatihan yang dilakukan tentunya berdasarkan ketentuan dan standar perusahaan. Akan tetapi tidak pastinya jumlah permintaan dan jumlah peserta pelatihan yang ada, perlu dilakukan pemilihan peserta pelatihan berdasarkan jumlah permintaan perusahaan. Biasanya proses pemilihan hanya berdasarkan dari peserta pelatihan yang terlebih dahulu mendaftar. Tetapi hal tersebut tidak menjamin peserta pelatihan telah memenuhi standar perusahaan dan pemilihan cenderung dilakukan secara subjektif, karena tidak adanya komponen penilaian sebagai tolak ukur hasil pelatihan. Sehingga sering terjadinya kostumer klaim. Solusi dari permasalahan tersebut maka dibuatlah sistem penilaian untuk menentukan peserta pelatihan terbaik dengan menggunakan metode Profile Matching. Penggunaan metode ini karena dapat memilih alternatif terbaik berdasarakan kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil dari pengujian dan pengolahan data, penggunaan metode Profile Matching terbukti cukup efektif dan memberikan hasil yang akurat. Sistem penilaian yang dibuat dapat mempermudah proses pengambilan keputusan dalam menentukan peserta pelatihan terbaik. Disamping itu penilaian dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Sehingga peserta pelatihan yang dipilih benar-benar sudah sesuai dengan ketentuan dan standar perusahaan. Kata Kunci : Sistem Penunjang Keputusan. Pelatihan. Profile Matching. ABSTRACTS In an effort to meet the demand for Human Resources (HR) from the company. LPK Prima Buana Indonesia is trying to prepare it by implementing a training program. The training carried out is of course based on company regulations and standards. However, it is uncertain the number of requests and the number of training participants, it is necessary to select training participants based on the number of requests by the company. Usually the selection process is based only on the trainees who register first. However, this does not guarantee that the training participants have met company standards and the selection tends to be done subjectively, because there is no assessment component as a benchmark for training results. So that often the occurrence of customer claims. The solution to these problems is an assessment system is made to determine the best training participants using the Profile Matching method. This method is used because it can choose the best alternative based on predetermined criteria. Based on the results of testing and data processing, the use of the Profile Matching method has proven to be quite effective and provides accurate results. The assessment system created is expected to facilitate the decision-making process in determining the best training participants. Besides, the assessment can be done quickly and accurately. So that the selected training participants are in accordance with the company's provisions and standards Key word: Decission Supprt System. Training. Profile Matching 205 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. PENDAHULUAN Perkembangan perusahaan tidak lepas dari peranan sumber daya manusianya. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas tidak menutup kemungkinan akan berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan. Dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten, biasanya calon pekerja terlebih dahulu diberikan pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan ditempati nantinya. Pelatihan tersebut dapat dilakukan secara intern di perusahaan yang memang memiliki unit pelatihan sendiri, atau bekerjasama dengan Lembaga pelatihan di luar perusahaan jika memang perusahaan tersebut tidak memiliki unit pelatihan. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Prima Buana Indonesia adalah unit pelatihan kerja swasta yang telah berdiri sejak tahun 2009. Sampai saat ini terdapat beberapa perusahaan yang telah bekerjasama dan mempercayai LPK Prima Buana Indonesia sebagai unit pelatihannya. Proses pelatihan yang dilakukan tentunya berdasarkan ketentuan dari setiap perusahaan, karena setiap perusahaan memiliki ketentuan dan standar yang berbeda. Hal tersebut bukan merupakan sebuah masalah. Sebagai Lembaga yang bergerak di bidang jasa tentunya harus selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Akan tetapi, tidak pastinya jumlah permintaan dari perusahaan dengan jumlah peserta pelatihan yang ada, maka perlu dilakukan pemilihan peserta pelatihan sesuai dengan jumlah Pemilihan dilakukan saat ini hanya berdasarkan dari peserta yang terlebih dahulu mendaftar, tetapi hal tersebut tidak menjamin peserta yang dipilih sudah sesuai dengan standar perusahaan. Sehingga kadang terjadi kostumer klaim yang bisa saja berdampak pada keberlangsungan Dalam AuPemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Profile Matching Pada PT. Surindo Murni AgungAy berdasarkan kepribadian, sikap kerja dan tanggung jawab, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian lain yang terkait seperti yang dilakukan Entin Sutinah tentang AuSistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode Profile Matching Dalam Menentukan Salesman P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 TerbaikAy berdasarkan kecerdasan target kerja dan sikap kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode Profile Matching. Metode Profile Matching merupakan metode penelitian yang dapat digunakan dalam sistem pendukung keputusan, karena mampu menyeleksi alternatif terbaik berdasarkan kriteria- kriteria yang Referensi Pustaka 1 Definisi Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia dapat didefinisikan sebagai semua manusia yang terlibat di dalam organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi tersebut. 1 Metode Pengembangan Sistem Menurut Jeffrey L. Whitten . kebanyakan organisasi memiliki proses pengembangan sistem . ystem development proces. resmi yang terdiri dari satu set standar proses atau langkah-langkah yang mereka harapkan akan diikuti oleh semua Proses pengembangan sistem di kebanyakan organisasi mengikuti pendekatan pemecahan masalah . roblem solvin. Pendekatan tersebut biasanya terdiri dari beberapa langkah pemecahan masalah yang umum, yaitu: Mengidentifikasi masalah. Manganalisis dan memahami masalah. Mengidentifikasi persyaratan dan solusi yang Mengidentifikasi solusi alternatif dan memilih tindakan yang terbaik. Mendesain solusi yang dipilih. Mengimplementasikan solusi yang dipilih. Mengevaluasi hasilnya. (Jika masalah tidak terpecahkan, kembalilah ke langkah 1 atau 2 Langkah-langkah pemecahan masalah tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari tahapantahapan proses pengembangan sistem dalam strategi waterfall seperti yang dikemukakan oleh Jeffery L. Whitten . bahwa pengembangan sistem terbagi menjadi empat tahapan metode yaitu Permulaan sistem . ystem initiatio. Analisis sistem . ystem analysi. Desain sistem 206 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. ystem desig. , dan Implementasi . ystem implementatio. 2 Definisi Sistem Penunjang Keputusan (SPK) Sistem pendukung keputusan diperkenalkan oleh Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton. Keduanya adalah professor dari MIT menulis artikel dalam jurnal yang berjudul Auframework for Management Information System". Mereka mengembangkan kerangka pemikiran tentang pemanfaatan aplikasi komputer pada proses pengambilan keputusan bagi level manajemen. Berdasarkan kerangka ini dapat didefinisikan bahwa sistem pendukung keputusan ini berkaitan erat dengan sistem informasi atau model analisis yang dirancang untuk membantu para pengambil keputusan dan para mendapatkan informasi yang akurat. (Rahman, ,dkk, 2. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual . iasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimu. , saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Sistem pendukung keputusan memberikan dukungan kepada seorang manajer atau kepada sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi terstruktur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu, informasi tersebut dapat diberikan dalam bentuk laporan berkala, laporan khusus maupun model Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi. Sistem pendukung keputusan ini merupakan pengembangan dari sistem informasi manajemen dalam pengambilan keputusan yang difokuskan pada dukungan Keberadaan pendukung keputusan ini bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana pendukung bagi mereka. Sistem ini merepresentasikan permasalahan manajemen yang dihadapi sehari-hari ke dalam bentuk kuantitatif, misalnya dalam bentuk model P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Pada awalnya, sistem pendukung keputusan dibangun untuk mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan. Berbagai kebutuhan dalam pengembangan sistem pendukung keputusan adalah : Data, informasi, basis data dan analisa modelmodel keputusan. Data dan informasi yang akurat merupakan kebutuhan mendasar untuk mengambil keputusan, untuk hal ini, tahapan pengumpulan data dan informasi, pemrosesan data dan informasi lalu menggunakannya sebagai keputusan merupakan tahapan yang penting. Antar muka sistem Antar muka sistem haruslah mudah digunakan. Sistem pendukung keputusan harus dibangun dengan sederhana, memiliki daya tahan terhadap gangguan, mudah dikontrol, lengkap dan mudah digunakan agar sistem dapat benar-benar membantu manajer dalam mengambil keputusan. Hal ini sangat penting sekali karena kesalahan dalam pengambilan keputusan akan sangat besar Dibangun untuk membantu pengambil Penting untuk diingat bahwa sistem ini dibangun bukan untuk mengantikan posisi manusia sebagai pengambil keputusan. Sistem ini hanya membantu pengambil keputusan dengan menyediakan informasi yang lengkap dan akurat. Sistem ini dapat memberikan beberapa alternative solusi. Sistem pendukung keputusan diharapkan dapat memberikan berbagai alternative solusi. Penerapan suatu model diharpakan dapat memberikan perangkingan alternative dari yang terbaik sampai yang terburuk. Sistem ini menyediakan akses informasi dari berbagai sumber data dan berbagai Format informasi bisa dalam bentuk rekapitulasi, laporan perperiode waktu tertentu, grafik, histogram, ogive dan sebagainya. 207 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. 1 Tujuan implementasi SPK Tujuan keputusan antara lain: Sistem pendukung komputer dapat memungkinkan mengambil keputusn dengan waktu yang cepat karena dengan dukungan sistem yang dapat memproses data secara cepat dengan jumlah Sistem pendukung keputusan ditujukan untuk keputusan,bukan untuk manggantikan tugas seorang pengambil keputusan. Se hingga dengan data dan informasi yang akurat diharapkan dapat membantu membuat keputusan yang berkualitas. Mampu menghasilkan keputusan yang efektif . esuai tujua. dan efisien. Meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi adanya kesalahan pada suatu sistem sehingga dapat dilakukan antisipasi . 2 Tahapan Pengambilan keputusan Untuk menghasilkan keputusan yang baik ada beberapa tahapan proses yang harus dilalui dalam pengambilan keputusan. Menurut Julius Hermawan . , proses pengambilan keputusan melalui beberapa tahap Tahap Penelusuran. Tahap ini pengambil keputusan mempelajari kenyataan yang terjadi, sehingga kita mengidentifikasi masalah yang terjadi biasanya dilakukan analisis dari sistem ke subsistem pembentuknya sehingga didapatkan keluaran berupa dokumen pernyataan masalah. Tahap Desain Dalam tahap ini pengambil keputusan menemukan, mengembangkan dan menganalisis semua pemecahan yang mungkin yaitu melalui pembuatan model yang bisa mewakili kondisi nyata masalah. Dari tahapan ini didapatkan keluaran berupa dokumen alternatif solusi. Tahap Choice P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Dalam tahap ini pengambil keputusan memilih salah satu alternatif pemecahan yang dibuat pada tahap desain yang dipandang sebagai aksi yang paling tepat untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Dari tahap ini didapatkan dokumen solusi dan rencana implementasinya. Tahap Implementasi Pengambil keputusan menjalankan rangkaian aksi pemecahan yang dipilih di tahap choice. Implementasi yang sukses ditandai dengan terjawabnya masalah yang dihadapi, sementara kegagalan ditandai masih adanya masalah yang sedang dicoba untuk diatasi. Dari tahap ini didapatkan laporan pelaksanaan solusi dan hasilnya . 3 Definisi Basis Data Basis data . dalam dunia komputer, terutama oleh pemrogram . sudah tidak asing lagi karena seringkali disinggung dan Namun memudahkan memahami apa yang dimaksud dengan basis data, ada baiknya dibahas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan basis data. Basis data merupakan gabungan file data yang dibentuk dengan hubungan/relasi yang logis dan dapat diungkapkan dengan catatan serta bersifat Adapun basis data adalah: AuTempat berkumpulnya data yang saling . rganisasi/perusahaa. bertujuan agar dapat pemanggilan atau pemanfaatan kembali data Ay Arti lain dari sistem basis data adalah : AuSuatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data secara lengkap pada sebuah organisasi /perusahaan, sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan. Ay . MySQL dan XAMPP MySQL MySQL adalah sebuah implementasi dari 208 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public Licens. Setiap menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada SQL (Structured Query Languag. SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. XAMPP XAMPP adalah sebuah software web server apache yang didalamnya sudah tersedia database server MySQL dan dapat mendukung pemrograman PHP. XAMPP merupakan software yang mudah digunakan, gratis dan mendukung instalasi di Linux dan Windows. Keuntungan lainnya adalah cuma menginstal satu kali sudah tersedia Apache Web Server. MySQL Database Server. PHP Support (PHP 4 dan PHP . dan beberapa module lainnya . P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Factor sedangkan yang tidak masuk kriteria Core Factor merupakan bagian dari kriteria Secondary Factor. Untuk Core Factor memiliki bobot 60% sedangkan Secondary Factor memiliki bobot 40%. Adapun tahapan-tahapan dalam menggunakan metode Profil Matching sebagai berikut: Pemetaan Gap Profil Gap merupakan perbedaan/selisih nilai masingmasing aspek dengan nilai target. Berikut ini rumus pemetaan Gap profil Gap = Profil Peserta Ae Nilai Target Kehandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasinya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun programprogram aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data. MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata nontransaksional. Pada modus operasi nontransaksional. MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor Pembototan 6 Definisi Profile Matching Profile Matching membandingkan antara kompetensi individu ke dalam kompetensi jabatan sehingga dapat diketahui perbedaan kompetensinya . isebut juga ga. Semakin kecil gap yang dihasilkan maka bobot nilainya semakin besar berarti memiliki peluang lebih besar untuk karyawan menempati posisi tersebut. Profile Matching merupakan suatu proses yang sangat penting dalam manajemen SDM di mana terlebih dahulu ditentukan kompetensi . yang diperlukan oleh suatu jabatan. Kompetensi kemampuan tersebut haruslah dapat dipenuhi oleh pemegang atau calon yang akan dinilai kinerjanya . Dalam menentukan peserta pelatihan terbaik dengan menggunakan metode Profile Matching diperlukan kriteria, kategori dan bobot untuk melakukan perhitungan. Pada penelitian ini terdapat dua kriteria, yaitu pengetahuan dan Masing-masing kriteria dibagi menjadi dua kategori, kriteria yang paling dipriotitaskan masuk kedalam kategori Core Setelah melakukan perhitungan gap pada masingmasing peserta pelatihan, selanjutnya setiap profil peserta pelatihan diberi bobot nilai berdasarkan patokan pada tabel berikut Tabel 2. 1 Pembobotan Selisih Bobot Keterngan Tidak . ompetesnsi Kompetensi kelebihan Kompetensi Kompetensi Kompetensi Kompetensi Kompetensi 3 tingkat 209 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. Perhitungan dan pengelompokan Factor dan Secondary Factor. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Core Kepribadian (X)% : Nilai Presntase yang Setelah mendapatkan nilai bobot, kemudian setiap aspek kriteria dibagi menjadi dua kategori yaitu Core Factor dan Secondary Factor. HASIL DAN PEMBAHASAN Adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan dalam pengumpulan data yang berhubungan dengan penelitian dan pembuatan sistem yang berfungsi untuk mendukung penelitian di antaranya adalah sebagai berikut : Core Factor (Faktor Utam. Core Factor adalah aspek kriteria paling penting atau paling dibutuhkan dalam suatu Perhitungan Core Factor dapat dilihat pada persamaan di bawah NCF=OcNCOcIC Keterangan : NCF : Nilai Rata-rata Core Factor : Jumlah Nilai Core Factor : Jumlah Item Core Factor Secondary Factor (Faktor Pendukun. Secondary Factor adalah aspek kriteria selain yang ada pada Core Factor. Perhitungan Secondary Factor dapat dilihat pada persamaan di bawah ini: NSF=OcNSOcIS Keterangan : NSF : Nilai Rata-rata Secondary Factor NS : Jumlah Nilai Secondary Factor IS : Jumlah Item Secondary Factor Perhitungan Nilai Total Nilai yang didapatkan dari perhitungan Core Factor dan Secondary Factor, kemudian dihitung nilai total dari setiap kriteria. Perhitungan nilai total dapat dilihat dibawah ini : N = (X)%NCF (X)%NSF Keterangan : : Nilai total tiap aspek NCF : Nilai rata-rata Core Factor NSF :Nilai rata-tata Secondary Factor X(%) : Nilai presentase yang diinputkan 1 Metode pengumpulan Data 1 Observasi /Pengamatan Pada tahap ini peneliti meninjau secara langsung dengan mendatangi LPK Prima Buana Indonesia Cabang Purwakarta . Observasi dilakukan pada hari Senin 23 Mei 2022, untuk melihat situasi dan kondisi lingkungan LPK Prima Buana Indonesia serta melakukan pengamatan langsung terhadap subjek atau objek penelitian. 2 Wawancara /Interview Wawancara dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terstruktur, peneliti sudah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal yang diperlukan dalam penelitian. Wawancara dilakukan pada 23 Mei 2022 di LPK Prima Buana Indonesia Cabang Purwakata Wawancara dilakukan bersama Bapak Yusup Amrulloh selaku Kepala Divisi Pelatihan untuk dapat mengetahui kondisi proses seleksi pemilihan peserta pelatihan terbaik, kriteria dalam pemilihan dan tata cara pemilihan. Tujuannya adalah sebagai rekomendasi pengiriman peserta pelatihan ke perusahaan penerima jasa pelatihan tenaga kerja. 2 Kerangka Pemikiran Perhitungan Penentuan Rangking Pada tahap ini hasil dari perhitungan Profile Matching akan memberikan rekomendasi peserta pelatihan terbaik dalam bentuk Adapun perhitungan nilai akhir bisa dilihat pada persamaan di bawah ini : Ranking = (X)%Np (X)Nk Keterangan : Rangking : Hasil Akhir : Nilai Aspek Pengetahuan Nk : Nilai Aspek Dari latar belakang dan rumusan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini: 210 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Nama Ryan Irawan Sulistiyono Ine Syntia Meida Yulinigsih Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni Putri 2 Penentuan Kriteria dan Bobot Dalam menentukan peserta pelatihan terbaik dibutuhkan aspek-aspek tertentu sebagai komponen penilaian, seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah. Tabel 2. Data Kriteria Gambar 1. Kerangka Pemikiran 2 Kerangka penelitian Berdasarkan aturan pemodelan Profile Matching kerangaka penelitan dalam pengolahan data dapat dilihat pada gambar dibawah ini Kriteria Aspek Pengetahuan Aspek Kepribadian Keterangan Sub Kriteria Hasil Tes-1 Hasil Tes-2 Hasil Evaluasi Kedisiplinan Keaktifan Ketelitian Tabel 3. Nilai Sub Kriteria 1 : Kurang 2 : Cukup 3 : Baik 4 : Sangat Baik Nilai Kriteria 3 Pemetaan Gap Profile Hasil penilaian yang telah dilakukan kepada peserta pelatihan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Profil Peserta Pelatihan Gambar 2. Kerangka penelitian Nama Peserta Pelatiha 4 Hasil Penelitian 1 Menentukan Alternatif Terdapat alternatif peserta pelatihan seperti pada tabel berikut ini: Ryan Irawan Sulistyono Ine Syntia Meida Yuliningsih Aspe Asp Pengetahua Kepribadi A1 A2 A3 B1 B2 B Tabel 1. Data Alternatif 211 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni Putri P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Adapun hasil pemetaan gap seperti pada table di bawah ini. Tabel 6. Gap Aspek Kepribadian Nama Peserta Pelatihan Ryan Irawan Sulistyono Ine Syntia M Yuliningsih Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni P Nilai Target Ryan Irawan Sulistyono Ine Syntia M Yuliningsih Setelah dilakukan pemetaan Gap pada masingmasing pembobotan berdasarkan patokan nilai yang dapat dilihat di tabel berikut ini Tabel 7. Nilai Bobot Aspek Pengetahuan Aspek Pengetahuan A1 A2 A3 Nama Peserta Pelatihan Ryan Irawan Sulistyono Ine Syntia M Yuliningsih Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni P Nilai Target Ryan Irawan Sulistyono Ine Syntia M Yuliningsih Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni P 4 Pembobotan Tabel 5. Gap Aspek Pengetahuan Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni P Aspek Kepribadian Aspek Pengetahuan Nama Peserta Pelatihan Ryan Irawan Sulistyono Ine Syntia M Yuliningsih Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni P Nilai Bobot Ryan Irawan Sulistyono Ine Syntia M Yuliningsih Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni P 5 Menghitung Core dan Secondary Factor 1 Aspek Pengetahuan Pada aspek pengetahuan sub aspek menjadi Core Factor adalah sub aspek (A. Dengan demikian sub aspek yang tersisa akan menjadi Secondary Factor. Berikut cara pengerjaan . Ryan Irawan . Sulistyono 212 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 tersebut merupakan kelompok Secondary Factor. Berikut pengerjaan perhitungannya . Ryan Irawan . Ine Syntia Meida . Sulistyono . Yuliningsih . Ine Syntia Meida . Fitri Handayani . Yuliningsih . Serly Novanty . Fitri Handayani . Dini Anggraeni Putri . Serly Novanty Tabel 8. Nilai Core Factor dan Secondary Factor Aspek Pengetahuan . Dini Anggraeni Putri Aspek Nama Pengetahuan Peserta A1 A2 A3 Pelatiha Ryan Irawan Sulistyono 3,5 3,5 4 Ine Syntia 4 3,5 4 Yuliningsih 3 3,5 4 Fitri 4 3,5 3 Handayani Serly Novianti Dini Angraeni P NCF NSF 3,75 3,25 3,75 Tabel 9. Nilai Core Factor dan Secondary Factor Aspek Kepribadian 2 Aspek Kepribadian Pada aspek kepribadian, sub aspek (B1 dan B. merupakan Core Factor. Selain sub aspek Aspek Nama Kepribadian Pesert B1 B2 B3 Pelatih Ryan Irawan Sulistyon 4 Ine Syntia Yulinings 4 Fitri 213 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i NCF NSF Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. Serly P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Ine Syntia M 6 Menghitung Nilai Total Yuliningsih Setelah mendapatkan nilai Core Factor dan Secondary Factor pada masing-masing aspek, kemudian dihitung nilai total keseluruhan. Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni Dini 1 Aspek Pengetahuan Pada aspek ini nilai persentase untuk Core Factor sebesar 60% dan untuk Secondary Factor sebesar 40%. Proses perhitungannya dapat dilihat di bawah ini. Ryan Irawan Rank = . % x 3,. % x 3,. = 1,8 1,4 = 3,2 Sulistiyono Rank = . % x . % x 3,. = 2,4 1,4 = 3,8 Ine Syntia Rank = . % x . % x 3,. = 2,4 1,5 = 3,9 Yuliningsih Rank = . % x . % x 3,. = 2,4 1,3 = 3,7 Fitri Handayani Rank = . % x . % x 3,. = 1,8 1,5 = 3,3 Serly Novianty Rank = . % x . % x . = 2,4 1,6 Dini Anggraeni Rank = (. % x . % x . = 2,4 1,6 Tabel 10. Ranking Peserta Pengetahuan Nama Peserta Pelatihan NCF NSF Ryan Irawan Sulistyono 2 Aspek Kepribadian Pada aspek kepribadian nilai persentase untuk Core Factor sebesar 60% dan untuk Secondary Factor sebesar 40%. Perhitungannya dapat dilihat dibawah ini. Ryan Irawan N = . % x . % x . = 2,4 1,2 = 3,6 Sulistyono N = . % x . % x . = 2,4 1,2 = 3,6 Ine Syntia Meida N = . % x . % x . = 2,4 1,6 Yuliningsih N = . % x . % x . = 2,4 1,2 = 3,6 Fitri Handayani N = . % x . % x . = 2,4 0,8 = 3,2 Serly Novianti N = . % x . % x 3,. = 2,4 1,4 = 3,8 Dini Angraeni P N = . % x . % x . = 2,4 0,8 =3,2 Tabel 11. Nilai Akhir Aspek Kepribadian Nama Peserta NCF 214 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i NSF Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Pelatihan Ryan Irawan Sulistyono Ine Syntia M Yuliningsih Fitri Handayani Serly Novianti Dini Angraeni 7 Perankingan Ryan Irawa Sulist Ine Syntia Yulini Fitri Handa Serly Novia Dini Angra 3,36 3,72 3,94 3,66 3,26 3,92 3,68 Dalam perhitungan ini nilai persentase yang diinputkan untuk aspek pengetahuan yaitu sebesar 60% dan aspek kepribadian sebesar 40%. Proses perhitungannya dapat dilihat di bawah ini. 5 Implementasi 1 Tampilan Halaman Login Ryan Irawan Rank = . % x 3,. % x 3,. = 1,92 1,44 = 3,36 Sulistyono Rank = . % x 3,. % x 3,. = 2,28 1,44 = 3,72 Ine Syntia M Rank = . % x 3,. % x . = 3,34 1,6 = 3,94 Yuliningsih Rank = . % x 3,. % x 3,. = 2,22 1,44 = 3,66 Fitri Handayani Rank = . % x 3,. % x 3,. = 1,98 1,28 = 3,26 Serly Novianty Rank = . % x . % x 3,. = 2,4 1,52 = 3,92 Dini Angraeni P Rank = . % x . % x 3,. = 2,4 1,28 = 3,68 Pada saat user/pengguna mengakses aplikasi, maka akan muncul halaman login. Di sini user/pengguna diminta untuk mengisikan username dan password sebagai hak akses penggunaan aplikasi. Di samping itu adanya validasi ini merupakan upaya untuk menjaga kerahasian data agar tidak bisa diakses siapapun kecuali user/penguna yang berwenang. Halaman login dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 3. Halaman Login 2 Tampilan Halaman Dashboard Halaman ini merupakan tampilan awal setelah user/pengguna berhasil melewati sesi login. Pada halaman ini juga semua proses penilaian Halaman dashboard dapat dilihat pada gambar di bawah Tabel 12. Ranking Peserta Pelatihan Nama Pesert Pelati Aspek Pengetahu Aspek Kepri Tota Ran Gambar 4. Halaman Dashboard 215 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 3 Tampilan Halaman Data Peserta 6 Tampilan Halaman Penilaian Pada halaman ini akan ditampilkan data peserta pelatihan seperti pada gambar di bawah Pada halaman ini proses penilaian di lakukan, dengan menginputkan profil setiap peserta pelat Gambar 5 Halaman Data Peserta Gambar 8. Halaman Penilaian 4 Halaman Aspek Penilaian 7 Halaman Perhitungan Halaman ini berfungsi untuk menampilkan aspek-aspek yang akan menjadi komponen dalam Pada halaman ini akan ditampilkan hasil penilaian keseluruhan, sehingga didapatkan rangking peserta pelatihan Gambar 9. Perhitungan Aspek Pengetahuan Gambar 6. Halaman Aspek Penilaian 5 Halaman Kriteria Penilaian Pada halaman ini menampilkan kriteria- kriteria penilaian pada setiap aspek yang telah Gambar 10. Perhitungan Aspek Kepribadian Gambar 7. Halaman Kriteria Penilaian Gambar 11. Hasil Akhir Perankingan 216 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. KESIMPULAN Dari hasil proses penelitian yang dilakukan, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sistem penilaian peserta pelatihan yang dibangun memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian proses penilaian dapat dilakukan secara cepat dan memberikan hasil yang akurat. Adanya komponen penilaian serta bobot yang ditentukan menunjukan bahwa penilaian dilakukan secara objektivitas. Sehingga para peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh nilai terbaik. Dengan demikian penilaian dilakukan secara fair tanpa ada unsur subjektivitas. DAFTAR PUSTAKA