32 HEME : Health and Medical Journal pISSN : 2685 Ae 2772 eISSN : 2685 Ae 404x Available Online at :https://jurnal. id/index. php/heme/issue/view/80 Gambaran Pasien Tumor Payudara Jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang Tahun 2023 Miranda Ashari Bahri1. Azis Beru Gani2*. Muhammad Wirawan Harahap3. Dahlia4. Berry Erida Hasbi2 Program Studi Pendidikan Dokter. Fakultas Kedokteran. Universitas Muslim Indonesia. Makassar Departemen Ilmu Bedah. Fakultas Kedokteran. Universitas Muslim Indonesia - RSP Ibnu Sina YW-UMI. Makassar Departemen Anestesiologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Muslim Indonesia - RSP Ibnu Sina YW-UMI. Makassar Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas. Fakultas Kedokteran. Universitas Muslim Indonesia - RSP Ibnu Sina YW-UMI. Makassar Email: azizberu. gani@umi. Abstrak Latar Belakang: Tumor payudara jinak merupakan masalah kesehatan signifikan di seluruh dunia, dengan peningkatan kasus di Indonesia. Tumor payudara jinak, meskipun tidak bersifat kanker, tetap memerlukan perhatian karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran pasien tumor payudara jinak, termasuk usia, pekerjaan, indeks massa tubuh (IMT), dan lokasi tumor. Metode: Metode penelitian deskriptif dengan desain observasional dilakukan pada pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu selama periode Agustus hingga Oktober Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Dari 24 pasien, sebagian besar pasien berusia 17-25 tahun . %), berstatus pelajar . %), dengan indeks massa tubuh (IMT) obesitas tingkat 1 . %), serta lokasi tumor lebih banyak di payudara kiri . %). Kesimpulan: Tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang paling banyak terjadi pada wanita muda usia produktif, berstatus pelajar, memiliki IMT berlebih, dan lebih sering terjadi di payudara kiri. Kata Kunci: Tumor Payudara Jinak. Fibroadenoma Mammae. Usia. Abstract Background: Breast tumors is a significant health problem worldwide, with cases increasing in Indonesia. Benign breast tumors, although not cancerous, still require attention because they can affect the patient's quality of life. This study aims to describe the characteristics of patients with benign breast tumors at Massenrempulu Enrekang Hospital. Objective: This study aims to obtain information about the patient's description of benign breast tumors, including age, occupation, body mass index (BMI), and tumor location. Methods: A descriptive research method with an observational design was conducted on patients with benign breast tumors at Massenrempulu Hospital during the period of August to October 2024. Data were collected from medical records and analyzed using SPSS. Results: Of the 24 patients, the majority of patients were aged 17-25 years . %), with student status . %), a body mass index (BMI) classified as obesity grade 1 . %), and tumors predominantly located in the left breast . %). Conclusion: Benign breast tumors at RSUD Email : heme@unbrah. Heme. Vol Vi No 1 January 2026 Massenrempulu Enrekang were most commonly found in young women of productive age, with student status, elevated body mass index (BMI), and more frequently occurring in the left breast. Keywords: Benign Breast Tumors. Fibroadenoma Mammae. Age. Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 1 January 2026 PENDAHULUAN Tumor payudara jinak merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling signifikan di seluruh dunia, terutama di kalangan wanita. Di Indonesia, kasus tumor payudara terus meningkat setiap tahunnya, menjadikannya sebagai jenis tumor yang paling umum di kalangan wanita. 1 Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa terdapat 2,3 juta wanita yang didiagnosis dengan tumor, dengan jumlah kematian mencapai 685. Fenomena ini menunjukkan bahwa tumor payudara jinak tidak hanya menimbulkan risiko kesehatan fisik, tetapi juga memiliki dampak psikologis dan sosial yang sangat besar pada pasien serta keluarganya. 4Ae6 Dalam konteks ini, tumor payudara jinak, meskipun tidak bersifat kanker, tetap memerlukan perhatian serius karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien dan berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Tumor payudara dibedakan menjadi dua kategori utama: jinak dan ganas. Tumor jinak sering kali tidak menunjukkan gejala yang mengancam jiwa dan umumnya dapat diobati Namun, karakteristik dan pengelolaan tumor jinak mengingat potensinya untuk berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Penelitian yang dilakukan di Nigeria Timur melaporkan bahwa dari 1. 050 sampel jaringan payudara yang diperiksa, sebanyak 722 sampel . ,8%) merupakan tumor jinak. Penelitian serupa di Thailand menemukan 846 kasus tumor payudara jinak dari 2. jaringan biopsi . ,9%) pada wanita berusia di bawah 40 tahun. Di Indonesia, hasil pemeriksaan payudara klinis menunjukkan peningkatan prevalensi tumor payudara setiap tahun, dengan angka kejadian yang meningkat dari 1,8 per 100. 000 perempuan usia 30-50 tahun pada tahun 2015 menjadi 21,3 per 100. 000 pada tahun 2017. Meskipun terdapat penelitian yang relevan. Email : heme@unbrah. masih terdapat gap dalam pemahaman karakteristik pasien tumor payudara jinak di wilayah tertentu, seperti di RSUD Massenrempulu Enrekang. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk menyediakan data yang komprehensif mengenai kondisi pasien tumor payudara jinak, termasuk faktor-faktor risiko, karakteristik demografis, serta metode perawatan yang digunakan. Penelitian ini dilakukan di RSUD Massenrempulu Enrekang, yang merupakan rumah sakit rujukan tingkat kabupaten di Sulawesi Selatan. Rumah sakit ini melayani populasi dari berbagai kecamatan dengan jumlah kunjungan pasien yang cukup tinggi setiap tahunnya, termasuk pasien dengan keluhan benjolan payudara. Hingga saat ini, belum menggambarkan karakteristik pasien dengan tumor payudara jinak di wilayah Enrekang, sehingga penelitian ini penting untuk memberikan gambaran awal terhadap profil pasien di RSUD Massenrempulu Enrekang. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mendukung deteksi dini dan pelayanan kesehatan yang lebih tepat sasaran di tingkat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu, beberapa aspek seperti usia, pekerjaan, indeks massa tubuh (IMT), dan lokasi tumor, dan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam implementasi programprogram kesehatan masyarakat yang mendukung deteksi dini dan penanganan komprehensif tumor payudara. Penelitian mendatang dapat mengkaji lebih dalam tentang efisiensi berbagai pendekatan pengobatan yang diterapkan, serta sejauh mana mereka dapat melibatkan pasien dalam proses pengobatan dan perawatan. Dengan Heme. Vol Vi No 1 January 2026 demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih baik dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. memberikan manfaat bagi semua pihak yang i. HASIL DAN PEMBAHASAN II. BAHAN DAN METODE Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain observasional,10,11 yang bertujuan untuk memberikan gambaran objektif mengenai keadaan pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu. Kabupaten Enrekang. Sulawesi Selatan, selama periode Agustus hingga Oktober Penelitian ini melibatkan variabel payudara dan variabel dependen yang mencakup penderita tumor payudara. Definisi operasional variabel meliputi usia pasien, pekerjaan, indeks massa tubuh (IMT), dan lokasi tumor, yang diukur melalui rekam medis. Populasi penelitian adalah seluruh data rekam medis pasien yang menderita tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu pada tahun 2023, dengan kriteria inklusi mencakup pasien yang pernah berobat atau dirawat dan telah didiagnosis oleh dokter, sedangkan kriteria eksklusi adalah pasien dengan rekam medis yang tidak lengkap. Sampel diambil menggunakan metode total sampling, sehingga seluruh pasien yang memenuhi kriteria akan dimasukkan dalam penelitian. Data yang diperoleh akan dikumpulkan dari rekam medis dan melalui proses pengelolaan yang meliputi cleaning, editing, coding, dan entry data ke dalam program excel untuk analisis. Analisis data yang digunakan adalah analisis penelitian dan menggambarkan setiap variabel yang diteliti. Selain itu, penelitian ini juga memperhatikan aspek etika, dengan menyertakan surat izin penelitian dengan nomor 241/A. 1/KEP-UMI/V/2025 yang dikeluarkan oleh Komite Etik Penelitian pada 2 Mei 2025, hal ini memberikan informed consent kepada responden, menjaga kerahasiaan identitas pasien, dan GAMBARAN PASIEN TUMOR PAYUDARA JINAK BERDASARKAN USIA TABEL 1. HASIL GAMBARAN PASIEN TUMOR PAYUDARA JINAK BERDASARKAN USIA Usia (Tahu. Jumlah (Oran. Persentase (%) >66 Total Berdasarkan Tabel 1 tentang Gambaran Pasien Tumor Payudara Jinak Berdasarkan Usia menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang terdiagnosis tumor payudara jinak berada pada rentang usia 17-25 tahun, dengan jumlah 8 orang . %), diikuti oleh kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 5 orang . %). Kelompok usia 12-16 tahun juga menunjukkan angka yang signifikan dengan 3 orang . %). Sementara itu, kelompok usia 36-45 tahun dan 46-55 tahun masing-masing mencatatkan 3 orang . %) dan 2 orang . %). Kelompok usia 56-65 tahun juga memiliki 2 orang . %), sedangkan kelompok usia di atas 66 tahun hanya terdapat 1 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa tumor payudara jinak lebih umum terjadi pada wanita muda, khususnya di usia remaja dan dewasa muda. Gambaran pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang menunjukkan bahwa mayoritas pasien terdiagnosis adalah wanita muda, khususnya dalam kelompok usia 17-25 tahun yang mencapai 33%. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa tumor payudara jinak lebih umum terjadi pada populasi perempuan muda. Penelitian menunjukkan bahwa kelainan Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 1 January 2026 payudara jinak sering terjadi pada individu yang lebih muda dan dapat berpotensi menyebabkan kekhawatiran tentang risiko perkembangan kanker invasif di masa depan jika tidak dikelola dengan baik. 12 Penelitian ini juga menekankan pentingnya pemantauan dan penilaian yang dilakukan terhadap individu dengan kelainan payudara jinak guna mencegah perkembangan menjadi neoplasma yang lebih serius. Selain itu, menunjukkan angka yang signifikan, dengan 21% dari total pasien, menandakan bahwa meskipun tumor ini jinak, tetap terdapat risiko untuk mengalami kecemasan terkait kesehatan payudara. Penelitian menunjukkan bahwa tumor jinak seperti papilloma intraduktal biasanya terjadi pada wanita menggambarkan bahwa diagnosis dini dan berbagai jenis tumor sangat penting untuk penanganan yang tepat. Hasil penelitian ini mencatat bahwa kelompok usia di bawah 35 tahun memiliki mengindikasikan bahwa mayoritas wanita muda mungkin kurang paham akan masalah kesehatan payudara mereka, sehingga edukasi tentang kesehatan payudara perlu Penelitian menyoroti perlunya skrining dan pemantauan yang tepat tidak hanya pada pasien dengan tumor payudara jinak, tetapi juga pada individu yang memiliki tumor jinak, untuk mengurangi potensi risiko pengembangan kanker di kemudian hari. 15 Di luar itu, perilaku mengabaikan gejala yang bisa terjadi di kalangan remaja dan wanita muda terkait isu payudara perlu dicermati. Penelitian menunjukkan bahwa pelibatan latar belakang imunologis dari pasien tumor penanganan yang lebih baik dan pengenalan lebih awal terhadap kondisinya. Email : heme@unbrah. GAMBARAN PASIEN TUMOR PAYUDARA BERDASARKAN PEKERJAAN TABEL 2. HASIL GAMBARAN PASIEN TUMOR PAYUDARA JINAK BERDASARKAN PEKERJAAN Pekerjaan Jumlah (Oran. Persentase (%) Pelajar IRT Karyawan Total Berdasarkan Tabel 2 tentang Gambaran Pasien Tumor Payudara Berdasarkan Pekerjaan mengindikasikan bahwa sebagian besar pasien adalah pelajar, dengan jumlah 12 orang . %), yang menunjukkan bahwa tumor payudara jinak banyak dijumpai pada populasi yang masih dalam tahap Selanjutnya, 7 orang . %) merupakan ibu rumah tangga (IRT), dan 5 orang . %) bekerja sebagai karyawan. Data ini mencerminkan bahwa tumor payudara jinak tidak hanya menyerang wanita yang aktif dalam dunia kerja, tetapi juga banyak ditemukan pada pelajar dan ibu rumah tangga, yang mungkin berkaitan dengan faktor risiko yang berbeda di masing-masing Hasil penelitian mengenai gambaran pasien RSUD Massenrempulu Enrekang tahun 2023 menunjukkan bahwa populasi yang paling banyak terpengaruh adalah pelajar, diikuti oleh ibu rumah tangga dan karyawan. Dari 24 pasien yang diteliti, 12 orang atau 50% merupakan pelajar, 7 orang atau 29% adalah ibu rumah tangga, dan 5 orang atau 21% bekerja sebagai karyawan. Temuan ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa tumor payudara jinak tidak hanya terjadi pada wanita berusia dewasa atau aktif, tetapi juga banyak ditemukan di kalangan pelajar yang sedang berada di tahap pendidikan. Penelitian terdahulu mencatat bahwa karakteristik sosio-ekonomi dan lingkungan pengembangan penyakit seperti tumor payudara jinak dan ganas. Sebagai contoh, satu studi menyoroti hubungan antara posisi Heme. Vol Vi No 1 January 2026 socio-ekonomi sepanjang siklus hidup dan risiko tumor payudara jinak, di mana wanita dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung memiliki kepadatan jaringan payudara yang lebih tinggi. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa faktor risiko lingkungan seperti paparan cahaya pada malam hari dapat berdampak pada perkembangan tumor payudara jinak. Temuan ini menambah bukti bahwa selain faktor genetik dan gaya hidup, faktor lingkungan juga dapat berkontribusi pada insidensi tumor payudara, termasuk tumor Implikasi dari studi ini juga menunjukkan kemungkinan adanya faktor mikrobiota tubuh yang berperan dalam perkembangan tumor payudara jinak. Kajian terbaru mengungkapkan bahwa profil mikroba di dalam tumor jinak dan ganas memiliki kesamaan, yang menunjukkan bahwa interaksi mikrobiota mungkin perkembangan tumor payudara. Penelitian menegaskan bahwa wanita dengan penyakit payudara jinak memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan tumor payudara jinak di kemudian hari, khususnya jenis proliferatif dengan atipia. GAMBARAN TUMOR PAYUDARA JINAK BERDASARKAN STATUS GIZI TABEL 3. HASIL GAMBARAN PASIEN TUMOR PAYUDARA JINAK BERDASARKAN STATUS GIZI Jumlah Persentase Status Gizi (Oran. (%) Berat Badan Kurang Normal Berat Badan Berlebih Obesitas Tingkat 1 Obesitas Tingkat 1 Total Berdasarkan Tabel 3 tentang Gambaran Tumor Payudara Jinak Berdasarkan Status Gizi menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami obesitas tingkat 1, dengan jumlah 11 orang . %), diikuti oleh 7 orang . %) yang mengalami obesitas tingkat 2. Hanya 3 orang . %) yang memiliki berat badan berlebih, dan 2 orang . %) berada dalam kategori normal. Sementara itu, 1 orang . %) tercatat mengalami berat badan Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan yang signifikan antara status gizi dan kejadian tumor payudara jinak, di mana obesitas tampaknya menjadi faktor risiko yang dominan dalam populasi pasien yang diteliti. Gambaran pasien dengan tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang menunjukkan pola status gizi yang mencolok, khususnya tingginya prevalensi obesitas di kalangan pasien. Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa 46% dari pasien mengalami obesitas tingkat 1, dan 29% berada dalam kategori obesitas tingkat Hanya sedikit pasien yang memiliki berat badan normal atau kurang, dengan masingmasing 8% dan 4%. Temuan ini mempertegas adanya korelasi signifikan antara status gizi dan kejadian tumor payudara jinak, di mana obesitas telah diidentifikasi sebagai faktor risiko utama dalam populasi tersebut. Obesitas telah dikaitkan dengan perubahan hormonal dan inflamasi yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan tumor payudara jinak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa status gizi yang buruk, termasuk obesitas, dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi pasien tumor payudara jinak. Pola makan yang buruk dan nutrisi yang tidak memadai berpotensi memengaruhi prognosis dan kelangsungan hidup pasien tumor payudara 21 Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk mendapatkan intervensi gizi berbasis bukti yang dapat membantu mereka dalam mengelola berat badan dan, pada akhirnya, prognosis penyakit mereka. Penelitian menunjukkan bahwa kadar albumin serum yang rendah dapat berkorelasi dengan hasil yang buruk pada pasien tumor payudara jinak. 23 Selain itu, perubahan pada komposisi ASI pada ibu dengan kelebihan berat badan dapat mempengaruhi hasil kesehatan ibu dan Health and Medical Journal HEME. Vol Vi No 1 January 2026 24 Oleh karena itu, pengawasan berkelanjutan atas status gizi pasien tumor payudara jinak, terutama bagi mereka yang mengalami obesitas, tidak dapat diabaikan. Implementasi sistematis dari dukungan nutrisi dapat berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien serta menurunkan risiko penyakit terkait tumor payudara GAMBARAN KEJADIAN TUMOR PAYUDARA BERDASARKAN LOKASI TUMOR TABEL 4. HASIL GAMBARAN PASIEN TUMOR PAYUDARA JINAK BERDASARKAN LOKASI TUMOR Lokasi Tumor Jumlah (Oran. Persentase (%) Dextra Sinistra Total Berdasarkan Tabel 4 tentang Gambaran Kejadian Tumor Payudara Berdasarkan Lokasi Tumor mayoritas tumor payudara jinak terletak di sisi sinistra . , dengan jumlah 17 orang . %), sedangkan 7 orang . %) memiliki tumor di sisi dextra . Data ini memberikan wawasan mengenai distribusi lokasi tumor, yang dapat menjadi pertimbangan penting dalam diagnosis dan penanganan lebih lanjut. Temuan ini juga dapat membantu dalam memahami pola kejadian tumor payudara jinak berdasarkan lokasi, yang mungkin berkaitan dengan faktor-faktor biologis atau lingkungan yang mempengaruhi perkembangan tumor. Gambaran kejadian tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang menunjukkan bahwa mayoritas tumor terletak di sisi kiri . dengan jumlah 17 orang . %), sementara 7 orang . %) memiliki tumor di sisi kanan . Penemuan ini sangat penting untuk memahami pola distribusi lokasi tumor yang dapat berimplikasi pada diagnosis dan manajemen selanjutnya. Distribusi tumor yang lebih banyak di sisi kiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik biologis maupun lingkungan, dan hubungan Email : heme@unbrah. ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi alasan di balik fenomena Pola distribusi vaskular yang berbeda dapat terkait dengan sifat tumor, di mana tumor dengan pertumbuhan besar cenderung memiliki vaskularitas perifer, sementara tumor kecil menunjukkan vaskularitas sentral. 25 Hal ini menandakan bahwa tidak hanya ukuran tumor, tetapi juga lokasi dan distribusinya dalam jaringan bisa memberikan wawasan tentang jenis tumor Selain itu, nilai serum biomarker seperti CA 15-3 dapat memberikan informasi penting mengenai status tumor, baik jinak maupun ganas. Penelitian menunjukkan bahwa kadar serum CA 15-3 lebih tinggi pada pasien tumor payudara jinak dibandingkan dengan pasien yang memiliki tumor jinak, yang mendukung pentingnya pengujian biomarker dalam klasifikasi Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa ukuran tumor memiliki dampak signifikan dalam klasifikasi menggunakan sistem BIRADS, sehingga dengan memperhatikan ukuran dan lokasi tumor, kita dapat lebih efektif dalam mendeteksi tumor payudara. Hal ini dapat diterjemahkan ke dalam penggunaan teknik pencitraan yang lebih baik dan pengelompokan pasien berdasarkan mengidentifikasi jaringan tumor yang berbeda dan pertumbuhannya. 26 Selain itu, intraductal papilloma sering kali merupakan jenis tumor jinak yang dapat muncul di berbagai kelompok usia tetapi cenderung banyak ditemukan pada wanita berusia antara 30 hingga 77 tahun. IV. IMPLIKASI PENELITIAN Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai karakteristik pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan program kesehatan masyarakat yang lebih efektif. Dengan memahami faktor-faktor risiko Heme. Vol Vi No 1 January 2026 seperti usia, pekerjaan, status gizi, dan lokasi tumor, pihak rumah sakit dan pemangku kebijakan dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan deteksi dini dan penanganan tumor payudara Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan bagi pasien, terutama di kalangan wanita muda dan pelajar, untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan payudara dan mendorong pemeriksaan rutin. KETERBATASAN PENELITIAN Keterbatasan penelitian ini mencakup ukuran sampel yang relatif kecil dan hanya mencakup pasien dari satu rumah sakit, sehingga hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mewakili populasi yang lebih luas. Selain itu, data yang diperoleh bergantung pada rekam medis yang mungkin tidak selalu mempengaruhi validitas temuan. Penelitian ini juga tidak mempertimbangkan faktorfaktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian tumor payudara jinak, seperti riwayat keluarga, pola makan, dan faktor lingkungan yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih komprehensif dan melibatkan lebih banyak lokasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh. VI. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang lebih umum terjadi pada wanita muda, khususnya di kelompok usia 17-25 tahun, dengan prevalensi obesitas yang tinggi di antara pasien. Temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan kesehatan payudara dan intervensi gizi yang tepat untuk mengurangi risiko perkembangan tumor yang lebih serius. Selain itu, distribusi lokasi tumor yang lebih banyak di sisi kiri menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tumor payudara Dari hasil penelitian ini, disarankan agar pihak RSUD Massenrempulu Enrekang dan instansi kesehatan terkait meningkatkan program edukasi kesehatan yang berfokus pada deteksi dini dan pemahaman tentang tumor payudara jinak, terutama di kalangan wanita muda dan pelajar. Selain itu, penting untuk mengembangkan program intervensi gizi yang berbasis bukti untuk membantu pasien mengelola berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor risiko yang lebih luas dan untuk mengembangkan strategi skrining yang lebih efektif dalam mendeteksi tumor payudara jinak di populasi yang lebih besar. VII. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh peneliti yang terlibat dalam penelitian ini, khususnya kepada Fakultas Kedokteran. Universitas Muslim Indonesia. DAFTAR PUSTAKA