Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11 No. 2 Tahun 2022 UJI TOTAL FLAVONOID DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN JERUJU (Acanthus ilicifolius. L) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Dewi Fitriani Puspitasari*1. Siti Munisih2 STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang. Indonesia e-mail: *1fitrianidewi2019@gmail. Article Info Abstrak Article history: Submission Februari 2022 Accepted April 2022 Publish Mei 2022 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, konsentrasi efektif dan pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak metanol daun Jeruju (Acanthus ilicifoliu. terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar. ifusi Kirby dan Bauer yang dimodifikas. dengan cara sumuran. Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa dengan metode One way anova. Data Anova menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 8%, 10%, 20%, 30% telah memberikan aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri uji, yakni 15,74 mm. 20,50 mm. 21,11 mm dan 21,66 mm. Peningkatan konsentrasi ekstrak daun jeruju diameter zona hambat pertumbuhan Peingkatan diameter zona hambat menunjukkan perbedaan signifikan p<0,05 disetiap konsentrasi. Kata kunci : Jeruju, streptococcus mutans, total flavonoid Ucapan terima kasih: Abstract This study aims to determine the antibacterial activity, effective concentration and the effect of increasing the concentration of methanol extract of Jeruju leaves (Acanthus ilicifoliu. on the growth inhibition of Streptococcus Mutans bacteria. Extraction was carried out by maceration using methanol as a solvent. Testing of antibacterial activity using agar diffusion method . odified Kirby and Bauer diffusio. by means of wells. The results of the antibacterial activity were analyzed using the One way ANOVA method. Anova data showed that extract concentrations of 8%, 10%, 20%, 30% had given activity inhibiting the growth of the test bacteria, namely 15. 74 mm. 50 mm. 11mm and 21. The increase in the concentration of jeruju leaf extract showed the larger the diameter of the inhibition zone for bacterial growth. The increase in the diameter of the inhibition zone showed a significant difference in p<0. 05 at each Keyword : Jeruju, streptococcus mutans, total flavonoids DOI : http://dx. org/10. 30591/pjif. A2020Politeknik Harapan Bersama Tegal Alamat korespondensi: Prodi Di Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal Gedung A Lt. Kampus 1 Jl. Mataram No. 09 Kota Tegal. Kodepos 52122 Telp. E-mail: parapemikir_poltek@yahoo. Dewi Fitriani Puspitasari*1. Siti Munisih2 . Vol 11 ( 2 ) 2022. Halaman 31-39 p-ISSN: 2089-5313 e-ISSN: 2549-5062 Dewi Fitriani Puspitasari*1. Siti Munisih2 . Vol 11 ( 2 ) 2022. Halaman 31-39 A. Pendahuluan Jeruju merupakan tanaman famili Acanthaceae yang banyak ditemukan pada daerah lahan basah di muara sungai, sebagai vegetasi mangrove. Daun jeruju (Acanthus ilicifolius L. ) diketahui mengandung senyawa polifenol, alkaloid, flavonoid, dan tanin. Daun Jaruju (Acanthus ilicifolius L. ) adalah tanaman yang memiliki antiinfalamasi, analgesik, anti viral, antikangker dan antioksidan. Aktivitas antibakteri pada daun jeruju pernah diteliti yakni pada koloni bakteri gram negatif seperti Shigella sp. Vibrio harveyi. Salmonella thyphi. Daun Jeruju juga menunjukkan aktivitas antifungi pada Candida albicans. Aspergillus fumigatus. Aspergillus niger. Pityrosporum ovale. Pada bakteri gram positif ditemukan aktivitas penghambatan untuk Propionibacterium acne. Pada semua penelitian terhadap daun jeruju, belum ditemukan potensi daun jeruju terhadap Streptococcus mutans, yang merupkan bakteri gram positif penyebab karies Streptococcus mutans merupakan bakteri karbohidrat, dan mensintesis polisakarida ekstraselular yang bersifat lengket. Streptococcus mutans tumbuh dalam suasana asam dan dapat menempel pada permukaan gigi, sehingga dapat membentuk plak. Sejumlah tanaman obat yang mengandung flavonoid, dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, antiinflamasi dan antikanker. Sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan uji total flavonoid dari ekstrak metanol daun jeruju dan menguji aktivitas ekstrak metanol daun jeruju terhadap streptococcus mutans. Metode Bahan Daun Jeruju diperoleh dari Grabag. Magelang, metanol teknis, etanol teknis, metanol pro analisis. HCL pro analisis, serbuk Mg pro analisis, reagen Meyer teknis. FeCl3 teknis. AlCl3 pro analisis, kalium asetat pro analisis, baku rutin pro analisis. Alat Alat gelas, magnetic stirer (Stuart CB . , neraca analitik digital . artorius BP 310P), waterbath (Memme. , pH meter (HANNA), spektrofotometer UV Vis. sebanyak 2 kg, dikumpulkan dibersihkan dari pengotor selanjutnya dikeringkan dihaluskan dengan blender dan diayak. Ekstraksi Sampel daun jeruju kering ditimbang sebanyak 942 gram, diekstraksi menggunakan metode Metode ini dilakukan dengan merendam simplisia selama 3x 24 jam menggunakan metanol 3,8 L . erbandingan 1:. selanjutnya diuapkan menggunakan rotary evaporator dengan suhu 40o Celcius. Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Daun Jeruju Skrining dilakukan untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam ekstrak, seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin. Hasil positif alkaloid ditunjukkanwarna jingga dengan perekasi Hasil positif flavonoid dihasilkan warna kuning dengan amyl alkohol. Hasil positif tanin, dihasilkan warna biru kehitaman, menunjukkan adanya tanin galat dan hijau Hasil positif saponin ditunjukkan dengan adanya buih/busa setelah dikocok selama 15 Uji Total Flavonoid . Pembuatan baku rutin 50,0 mg rutin, dilarutkan dalam 50 mL metanol p. Dibuat deret baku 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm. Diambil sebanyak 0,5 mL dari masing-masing deret, ditambahkan 1,5 mL metanol p. a, 0,1 mL AlCl3, 0,1 mL kalium asetat, aquadestilata ad 10,0 mL, diamkan selama10 menit . perating tim. , dibaca absorbansi menggunakan spektrofotometer UV Vis pada lamda 418 nm. Penetapan total flavonoid 50,0 mg ekstrak, larutkan dengan metanol ad 10,0 mL, diambil sebanyak 0,5 mL, tambahkan 1,5 mL metanol p. a, 0,1 mL AlCl3, 0,1 mL kalium asetat, aquadestilata ad 10,0 mL, diamkan selama 10 menit dibaca absorbansi menggunakan spektrofotometer UV Vis pada lamda 418 nm. Uji aktivitas antibakteri dengan metode Pembuatan suspensi bakteri Media NB sebanyak 10 ml disiapkan dalam tabung reaksi Bakteri hasil dari peremajaan yang berumur Preparasi Sampel 1 x 24 jam diambil satu ose dimasukkan. Sampel dibuat dari daun jeruju basah Dewi Fitriani Puspitasari* . Siti Munisih . Vol 11 ( 2 ) 2022. Halaman 31-39 media NB. Kemudian diinkubasi selama 18-24 jam pada suhu 37oC dan diukur serapannya pada panjang gelombang 625 nm, disetarakan dengan larutan A Mc Farland dengan asumsi biakan cairan yang kekeruhannya setara dengan standar A Farland 1 mempunyai populasi 1,0 x 108 CFU/ml. Absorbansi A Mc Farland yaitu 0,08-0,1. Pembuatan larutan kontrol Ciprofloxacin Serbuk ciprofloksasin ditimbang seksama 50,0 mg. Kemudian dilarutkan dan diencerkan dengan DMSO sampai volume 100,0 ml didapatkan konsentrasi 0,05%. Dari larutan 0,05% tersebut dipipet sebanyak 1,0 ml kemudian ditambah DMSO sampai volume 10,0 ml kemudian dipipet sampai homogen . onsentrasi 0,005%). Dari konsentrasi 0,005% dipipet larutan tersebut sebanyak 3,0 ml kemudian ditambah DMSO sampai volume 10,0 ml dan didapatkan konsentrasi 0,0015%, digojok hingga homogen. Media MHA dituangkan ke dalam cawan petri sebanyak 10 ml, biarkan hingga memadat pada suhu ruang kemudian cylinder cup diletakkan diatas media yang telah memadat. Suspensi bakteri dipipet sebanyak 10 AAl dimasukkan ke dalam 20 ml media MHA, kemudian media dituangkan kedalam cawan petri dan dibiarkan memadat. Dibuat larutan konsentrasi 8%, 10%, 20%, dan 300% ekstrak kental yang dilarutkan dengan DMSO, lalu dipipet sebanyak 50 AAl ditambahkan kedalam sumuran. Ciprofloxacin dan pelarut DMSO dipipet sebanyak 50 AAl dan dituang ke dalam sumuran sebagai kontrol positif dan kontrol Media diinkubasi pada suhu 37AC selama 24 jam. Diameter zona bening yang terbentuk diukur dengan menggunakan jangka sorong. Dilakukan replikasi sebanyak enam kali. Zona bening dihitung sebagai berikut : Luas zona hambat : luas zona bening - luas cakram Hasil dan Pembahasan Sampel Berat Serbuk Berat Rendemen (%) Hasil Skrining Fitokimia Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun jeruju positif mengandung flavonoid, alkaloid, tanin. Hasil Uji Total Flavonoid Tabel 2. Hasil Uji Kadar Flavonoid Ekstrak metanol Daun Jeruju Berat sampel Absorbansi 0,050 0,050 0,050 Rata-rata 0,289 0,305 0,272 Kadar Flavonoid . g/g ekstra. 45,61 49,32 44,34 46,43 Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Jeruju Tabel 3. Hasil uji aktivitas ekstrak metanol daun jeruju terhadap Streptococcus mutans 0,5% KEMJ EMJ EMJ EMJ Replikasi Replikasi Replikasi 19,87 21,35 A . 19,50 14,65 13,57 15,74 20,57 20,85 20,50 21,16 21,10 21,07 21,11 21,37 21,05 22,56 21,66 Hasil Preparasi Simplisia Kering Daun Jeruju Hasil preparasi daun jeruju basah sebanyak 2 kg, diperoleh daun jeruju kering sebanyak 942 Pengeringan daun jeruju ini menggunakan lemari pengering. Hasil ekstraksi daun jeruju menggunakan metanol dengan perbandingan 1: 4, diperoleh berat ekstrak sebanyak 57,1 gram. Rendemen yang diperoleh 6%. Hasil maserasi daun jeruju berupa filtrat berwarna hijau kehitaman. Hasil Ekstraksi Daun Jeruju Tabel 1. Hasil ekstraksi daun jeruju Gambar A Gambar B Gambar 1. Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Jeruju. Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans (A) Konsentrasi Dewi Fitriani Puspitasari*1. Siti Munisih2 . Vol 11 ( 2 ) 2022. Halaman 31-39 8 dan 10% (B) Konsentrasi 20 & 30%. Hasil uji aktivitas antibakteri yang menggunakan metode difusi agar dengan cara sumuran dan hasil pengukuran rata-rata diameter zona hambat Streptococcus mutans. Streptococcus mutans digunakan untuk uji potensi anti bakteri ekstrak metanol daun jeruju, karena bakteri ini paling sering menimbulakan penyakit pada rongga mulut, termasuk golongan bakteri gram negatif. Pada bakteri gram negatif dinding sel nya mengandung peptidoglikan dan juga lipopolisakarida, yang fungsinya melindungi sel. Hasil pengamatan dan pengukuran diameter zona hambat setelah inkubasi, pada konsetrasi 8% berkisar 15,74 mm, pada konsentrasi 10% 20,50%, konsentrasi 20% 21,11 mm, pada konsentrasi 30%, diameter zona hambat 21,66 mm. Hasil uji aktivitas daya hambat ekstrak metanol daun jeruju, dapat dilihat pada gambar 1 dan tabel 3. Diameter zona hambat yang terbentuk pada pemberian ekstrak metanol daun jeruju termasuk kategori kuat pada konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Pada konsentrasi ekstrak metanol daun jeruju 8%, dikategorikan antibakteri sedang . , seperti disampaikan Davis dan Stout . Menurut Davis and Stout . , kriteria kekuatan daya antibakteri sebagai Diameter zona hambat 5 mm atau kurang dikategorikan lemah, zona hambat 5-10 mm dikategorikan sedang, zona hambat 10-20 mm dikategorikan kuat dan zona hambat 20 mm atau lebih dikategorikan sangat kuat ekstrak daun jeruju memiliki aktivitas antimikroba lebih tinggi dibanding akar, buah dan bunganya. Hasil dari pengamatan daya hambat ekstrak metanol daun jeruju terhadap streptococcus mutans diperoleh perbedaan signifikan terhadap daya hambat masing-masing konsentrasi p< 0,05 Simpulan Ekstrak metanol daun jeruju memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Streptococcus Konsentrasi ekstrak 8%, 10, 20, 30% merupakan konsentrasi efektif untuk menghambat bakteri Streptococcus mutans Peningkatan konsentrasi ekstrak metanol daun Jeruju dari 8%,10%, 20% dan 30% menunjukkan semakin besar diameter zona Pustaka