Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Intergenerational Cultural Transmission: Strategi Pelestarian Budaya Acheh dalam Komunitas Diaspora Kampung Acheh di Daerah Yan. Kedah Darul Aman. Malaysia Mursyidin1. Teuku Zulkarnaen2. Naidi Faisal3. Nur Hafni4. Ade Ikhsan Kamil5. Mustafa Kamal6. Mulyadi7. Muntasir8 1Jurusan Sosiologi. Universitas Malikussaleh Email : mursyidinza@unimal. 2Jurusan Administrasi Bisnis. Universitas Malikussaleh Email : tzulkarnaen@unimal. 378Jurusan Ilmu Politik. Universitas Malikussaleh Email : naidi@unimal. Email : mulyadi_mm@unimal. Email : muntasir@unimal. 4Jurusan Administrasi Publik. Universitas Malikussaleh Email : nurhafni. ian@unimal. 57Jurusan Antropologi. Universitas Malikussaleh Email : Ade. kamil@unimal. 6Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Universitas Teuku Umar Email : mustafakamal@utu. Submitted: 17-02-2026 Revised: 20-06-2026 Accepted: 30-06-2026 Abstract This community service activity was carried out to preserve Achehnese culture for the younger generation of the diaspora in Kampung Acheh. Yan District. Kedah Darul Aman. Malaysia, through Intergenerational Cultural Transmission. This activity was carried out against the backdrop of concerns about the loss of Achehnese cultural identity among the younger generation, who tend to be influenced by globalization and the process of cultural assimilation. In collaboration with the Institute of Social Sciences at Universiti Putra Malaysia, training and guidance were provided to the local community, involving young people and the older generation, related to cultural preservation in the form of preserving the Achehnese language and documenting culture in the digital field. Cultural preservation groups were formed at the village level and sustainable cultural education modules were developed. This activity is expected to be a solution to the weakening of Achehnese cultural identity among the diaspora and to strengthen its preservation in the future. This activity integrates information technology and optimization processes to accelerate cultural preservation efficiently and effectively. Keywords: Cultural Preservation. Diaspora. Digital Technology. Achehnese Culture. Abstrak Kegiatan pengabdian ini dijalankan untuk pelestarian budaya Acheh bagi generasi muda diaspora di Kampung Acheh. Daerah Yan. Kedah Darul Aman. Malaysia, melalui Intergenerational Cultural Transmission. Kegiatan ini dilakukan atas latar belakang keprihatinan akan hilangnya identitas budaya Acheh di antara generasi muda yang cenderung terpengaruh globalisasi dan proses asimilasi budaya. Dalam kerjasama dengan Institut Pengajian Sains Sosial Universiti Putra Malaysia, pelatihan dan pembinaan terhadap masyarakat setempat yang melibatkan pemuda dan generasi tua, terkait dengan pelestarian budaya berupa pelestarian bahasa Acheh, dokumentasi budaya dalam bidang digital. Pembentukan kelompok pelestari budaya di tingkat desa dan penyusunan modul edukasi budaya yang dapat berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi bagi pelemahan identitas budaya Acheh di kalangan diaspora dan ikut memperkuat pelestariannya di masa Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Kegiatan ini mengintegrasikan teknologi informasi dan proses optimasi untuk mempercepat pelestarian budaya secara efisien dan efektif. Kata Kunci: Pelestarian Budaya. Diaspora. Teknologi Digital. Budaya Acheh. PENDAHULUAN Kehidupan sosial dan budaya memiliki makna hubungan antar masyarakat dengan kebudayaan, dalam berbagai versi pengertian, konsep, dan kategori yang sering dibahas dalam disiplin ilmu sosial dan humaniora, seperti sosiologi, antropologi, ilmu politik dan pemerintahan, filsafat, psikologi, sejarah maupun sastra. Tinjauan kajian akademis, terapan sosial dan budaya kerap dipisahkan, padahal keduanya saling terkait dan sulit Dalam kehidupan masyarakat fenomena sosial dan budaya saling melekat satu sama lain, hal ini juga diikuti dengan aktivitas atau kebiasaan ditinjau lebih jauh dalam sebuah peristiwa untuk membedakan gejala menentukan kalsifikasi sosial atau Oleh karena itu sistem sosial dan budaya lebih padu jika disandingkan dalam lingkup sosial dan budaya (Kistanto. Nurdien. Daerah Yan merupakan salah keunikan tersendiri di Negeri Kedah. Wilayah ini dikarakterisasi oleh keindahan alamnya, yang mencakup Banjaran Gunung Jerai yang membentang hingga ke kawasan pesisir seperti Tanjung Jaga dan Selat Melaka. Berdasarkan catatan sejarah, nama "Yan" diyakini berasal dari kata "Sendayan", yaitu sejenis tumbuhan yang dahulu banyak ditemukan di wilayah ini. Di beberapa bagian daerah ini terdapat komunitas masyarakat keturunan Aceh, yang menetap di sebuah kawasan yang dikenal sebagai "Kampung Acheh", terletak sekitar dua kilometer dari pusat Bandar Yan. Migrasi besar- besaran masyarakat Aceh ke wilayah ini beberapa faktor historis, termasuk sebagai upaya melarikan diri dari Belanda. Meskipun Kampung Acheh saat ini telah mengalami penurunan, jejak sejarah dan identitas keacehan masih tetap terpelihara dan tertanam kuat Posisi geografis Yan yang strategis turut memperkuat fungsinya sebagai tempat persinggahan penting dalam sejarah perniagaan dan migrasi lintas wilayah (Hasan & UUM. Kebudayaan pedoman hidup yang mencakup pengetahuan, nilai, kepercayaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Menurut James Coleman, budaya mencerminkan cara hidup masyarakat di suatu wilayah, termasuk cara berpikir, nilai, dan simbol yang mereka anut. Dalam konteks Aceh, kebudayaan sangat erat menyatu dengan ajaran Islam, masyarakat yang tak terpisahkan Sebagaimana falsafah hidup Aceh menyebutkan bahwa hukum dan adat bersatu layaknya zat dan sifat, menjadikan Islam sebagai sumber Proses pembudayaan Islam ini telah berlangsung lama, tercermin dalam masyarakat Acheh, mulai dari sosial, ekonomi, hingga hukum. Karena pelestarian adat Aceh tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai Islam. Keteguhan Acheh dalam menjaga sistem budaya yang berakar pada agama menjadikan daerah ini dikenal sebagai "Serambi Mekkah" dan wilayah yang diberi keistimewaan dalam menjalankan SyariAoat Islam, mencerminkan kekayaan budaya dalam bingkai keanekaragaman Indonesia (Ismail, 2. Globalisasi dinamika sosial budaya masyarakat terpinggirkannya seni tradisional Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. sebagai bagian dari identitas lokal. Hasil bahwa integrasi dalam pendidikan, penggunaan platform digital, dan mampu meningkatkan apresiasi identitas budaya lokal. Upaya keberlanjutan budaya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman (Lestariwati, 2. Meningkatnya Indonesia melanjutkan studi ke luar negeri membentuk komunitas diaspora yang berfungsi sebagai representasi identitas nasional dalam interaksi lintas budaya di negara tujuan. Kajian ini memanfaatkan teori dimensi budaya Hofstede serta konsep komunikasi lintas budaya Martin dan Nakayama untuk menganalisis proses penyesuaian diri dan konstruksi identitas Penelitian pendekatan kualitatif fenomenologi terhadap dua mahasiswa Indonesia di Australia, kemudian dianalisis menggunakan paradigma dialektis yang menggabungkan pendekatan fungsional dan interpretif. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik kebangsaan sekaligus beradaptasi dengan budaya Australia pada aspek seperti jarak kekuasaan, individualisme, dan penghindaran ketidakpastian, yang pada akhirnya membentuk refleksi kritis terhadap budaya asal maupun budaya tuan Proses ini menunjukkan bahwa identitas budaya tidak hanya terjaga tetapi juga berkembang menjadi modal pengetahuan yang kontribusi pembangunan bangsa setelah kembali ke Indonesia (Fernando, et al, 2. Menurut (Noviana, budaya merupakan entitas yang hidup, terus berkembang, dan mencerminkan kebiasaan serta nilainilai yang dipegang masyarakat dalam tatanan sosialnya. Penelitian budaya harus responsif terhadap perubahan, serta memperhatikan konteks lokal yang unik di tiap Dalam masyarakat Aceh, budaya terwujud dalam berbagai bentuk seperti bahasa daerah, kesenian, musik, karakter kolektif masyarakatnya. Salah satu tradisi khas adalah . enepung prosesi sakral yang dilakukan pada pernikahan, keberangkatan haji, hingga peristiwa luar biasa yang Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. dipercaya mengandung nilai-nilai agama dan makna simbolis untuk mendatangkan ketenangan dan Budaya Aceh yang berpadu erat dengan ajaran Islam juga dipengaruhi oleh sejarah panjang interaksi dengan budaya Hindu akibat hubungan dagang dengan India di masa lalu. Kearifan lokal seperti peusijuek bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bagian dari sistem nilai yang mengakar kuat dalam masyarakat. Meski kini meragukan tradisi tersebut karena dianggap tidak Islami, pandangan tersebut lemah karena tidak disertai dalil yang kuat, dan justru menunjukkan gejala krisis identitas budaya yang makin nyata di tengah arus globalisasi. Tradisi Maulid Nabi Muhammad S. W atau Maulod Nabi merupakan warisan budaya masyarakat Aceh, dirayakan tiga berturut-turut kalender Islam: Rabiul Awal . aulod awa. Rabiul Akhir . aulod teungo. , dan Jumadil Awal . aulod akh. Perayaan ini pembacaan Barzanji, seni tradisional seperti tari Saman, serta dakwah malam hari. Hidangan khas Idang Meulapeh kebersamaan, sementara santunan kepada yatim dan fakir miskin mencerminkan semangat sosial. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Tradisi ini memperkuat keimanan, ukhuwah Islamiyah, dan nilai-nilai sarana pelestarian budaya lokal yang bernuansa dakwah (Nurdin. Keterkaitan antara sistem sosial dan kebudayaan di daerah Yan masyarakat Aceh menunjukkan bahwa budaya memiliki peran sebagai pembentuk nilai sosial Tradisi peringatan Maulid Nabi berfungsi memperkuat solidaritas masyarakat serta memperlihatkan integrasi antara nilai agama dan adat dalam kehidupan sehari-hari. Dinamika sosial yang dipengaruhi globalisasi dan perubahan cara pandang generasi muda mulai memberikan dampak terhadap keberlanjutan praktik budaya tersebut. Situasi ini menunjukkan perlunya penguatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai budaya lokal yang berlandaskan religiusitas. Kegiatan pengabdian menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan identitas budaya agar tetap hidup dalam praktik sosial masyarakat. METODE PELAKSANAAN 1 Tahapan Persiapan Pada kegiatan pertama diawali dengan Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. komunikasi awal dengan tokoh masyarakat, perangkat Kampung, serta perwakilan generasi muda dan tua di Kampung Acheh. Selanjutnya dilakukan survei lapangan untuk mengumpulkan data awal terkait sosial-budaya, generasi muda terhadap budaya Aceh, serta potensi lokal yang dapat Kemudian pengabdian kemuadian merancang pelatihan, serta menjalin koordinasi terkait di Malaysia dan Aceh. Setelahnya, pendukung seperti dokumentasi budaya, serta peralatan digital yang akan digunakan dalam proses transmisi budaya antar generasi. Tahap penyiapan logistik serta perizinan formal untuk kelancaran program. 2 Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat sesuai dengan yang telah direncanakan. Sedangkan tim dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan bertindak sebagai Dalam mencapai tujuan pengabdian kepada masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik masyarakat tentang pelestarian adat dan budaya Acheh di Kampung Acheh. Daerah Yan, beberapa tahapan berikut ini : Pelaksanaan kegiatan inti melalui workshop dan pelatihan budaya Acheh. Dilanjutkan dengan pembuatan budaya dan produksi konten video, foto, dan tulisan yang dapat diakses secara daring. Penyampaian Kampung Acheh. Daerah Yan. Dilakukan melalui penyuluhan aparatur kampung setempat untuk memberikan informasi terkait pelaksanaan program oleh 3 Monitoring Evaluasi Kegiatan Tahapan akhir dari pelaksanaan pengabdian ini adalah melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan. Proses ini dilakukan setelah seluruh . odul, video, pertunjukan, dan pelatiha. , kebermanfaatan bagi komunitas, serta dampak terhadap Evaluasi dilengkapi dengan refleksi bersama mitra komunitas untuk menyusun Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. rekomendasi keberlanjutan program pelestarian budaya secara mandiri. Kegiatan keseluruhan melibatkan mahasiswa, lingkungan dan media berita. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan difokuskan pada pelestarian budaya Acheh di komunitas diaspora Kampung Acheh di Daerah Yan. Kedah Darul Aman. Malaysia. Program ini mencakup pelatihan mengenai bahasa yang menjadi bagian dari identitas budaya Acheh. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dalam hal pentingnya pelestarian budaya Acheh di kalangan generasi muda. Penyuluhan yang dilaksanakan menghasilkan kesadaran yang lebih tinggi di kalangan masyarakat mentransmisikan budaya Acheh kepada generasi muda melalui pendekatan digital dan tradisional. Peserta pelatihan menunjukkan kemajuan dalam menguasai keterampilan budaya Acheh, terutama dalam hal seni tradisional dan penggunaan media digital untuk melestarikan Program dampak yang signifikan terhadap masyarakat Acheh di diaspora. Hasil Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik digital, seperti media sosial, telah meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam proses pelestarian Oleh karena itu, komunitas diaspora Kampung Acheh di Daerah Yan kini lebih aktif dalam Acheh melalui platform digital. Namun, tantangan besar dalam mengatasi kesenjangan generasi. Meskipun generasi tua telah berusaha keras untuk melestarikan budaya mereka. Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. keterlibatan generasi muda masih Program ini berhasil menjembatani kesenjangan tersebut, namun perlu ada pendekatan yang lebih intensif untuk memastikan kesinambungan pelestarian budaya di masa depan. Kegiatan pengabdian ini juga memetakan peserta diaspora Acheh yang mengikuti pelatihan menurut klasifikasi umur dan jumlah peserta, detail dari kelompok tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Jumlah Peserta Pelatihan dengan Klasifikasi Umur Umur (Tahu. Jumlah Perserta Persentase < 20 Jumlah Dari data dari pelatihan yang berusia antara 50-65 tahun . %) kelompok usia ini memiliki peran mentransmisikan budaya Acheh kepada generasi muda. Namun, strategi pelestarian budaya ini juga harus memperhatikan keterlibatan generasi yang lebih muda, agar budaya Aceh tidak hanya dipahami sebagai warisan yang terpisah, tetapi sebagai bagian dari identitas kehidupan kontemporer mereka. Pelestarian budaya Acheh dalam komunitas diaspora di Daerah Yan. Kedah Darul Aman. Malaysia mengingat posisi mereka yang jauh dari tanah air dan terpapar dengan budaya dominan setempat. Oleh karena itu, strategi pelestarian budaya Acheh sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan dan warisan budaya tersebut dalam konteks generasi muda yang semakin terpapar oleh pengaruh budaya luar. Salah diterapkan dalam pelatihan ini adalah penguatan pemahaman budaya Aceh melalui transmisi antar generasi. Pelatihan ini tidak Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik komunitas diaspora yang lebih tua, melibatkan generasi muda agar melestarikan nilai-nilai budaya Acheh. Dalam hal ini, salah satu pemanfaatan media digital untuk menyebarluaskan nilai-nilai budaya Aceh ke kalangan yang lebih luas, khususnya di kalangan generasi Keberhasilan pelestarian budaya ini akan sangat informasi tentang budaya Acheh dapat dikomunikasikan dengan cara yang menarik dan mudah diakses oleh generasi muda. Penting untuk menciptakan program pelatihan yang menggabungkan pendekatan tradisional dan modern, seperti menggunakan media sosial dan platform digital. Hasil pengabdian ini sejalan dikembangkan Verulitasari dan Cahyono, . bagaimana identitas budaya Batak Toba menghadapi tekanan kuat dari globalisasi yang ditandai oleh modernisasi, masuknya budaya asing, serta mobilitas masyarakat ke berbagai wilayah yang berdampak pada perubahan nilai dan praktik Hasil menunjukkan adanya tantangan Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. melemahnya nilai tradisional, serta terjadinya disintegrasi budaya pada masyarakat diaspora, sementara peluang pelestarian muncul melalui penguatan pendidikan budaya, dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Pelatihan pelestarian budaya Aceh di Daerah Yan. Kedah diberikan guna memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Acheh kepada generasi muda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Acheh, perkembangan zaman. Diharapkan, melalui pelatihan ini, generasi muda melestarikan kebudayaan Acheh, serta memperkuat identitas budaya terpisahkan dari sejarah dan warisan bangsa. Sejalan dengan hasil penelitian Nurhayati, et al . , yang menunjukkan bahwa globalisasi dapat menyebabkan tetapi budaya lokal tetap dapat dipertahankan melalui pendidikan komunitas, dukungan kebijakan publik, serta pemanfaatan teknologi Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kajian ini menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal membutuhkan pendekatan yang Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. teknologi agar identitas budaya tetap bertahan dalam dinamika Gambar 1. Pelatihan pelestarian budaya Kegiatan ini juga menyasar generasi muda yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam pelestarian budaya Aceh. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para peserta diharapkan tidak hanya memahami tetapi juga mengaplikasikan nilainilai budaya Aceh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melibatkan generasi muda, pelestarian budaya Aceh tidak hanya terjaga, tetapi juga dinamika zaman. Gambar 2. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Menurut Rohmiyati, et al masyarakat terhadap kebudayaan lokal terjadi seiring derasnya arus globalisasi dan dominasi budaya asing melalui media digital yang mempengaruhi preferensi generasi muda sehingga identitas budaya semakin tergerus. Kebudayaan dipahami sebagai sistem nilai, norma, dan praktik sosial yang membentuk identitas suatu bangsa serta berfungsi sebagai pembentuk menghadapi perubahan sosial di era Hasil menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap aspek budaya masih belum merata terutama pada elemen busana adat dan kesenian daerah meskipun secara umum tingkat pengetahuan berada pada kategori cukup baik serta kegiatan meningkatkan kesadaran mereka Generasi muda memiliki peran keberlanjutan budaya sehingga diperlukan penguatan edukasi, keterlibatan aktif, dan pemanfaatan media digital untuk memperkuat PENUTUP Kegiatan Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Kampung Acheh di Daerah Yan. Kedah Darul Aman. Malaysia, pentingnya melestarikan budaya dan adat Acheh, serta bagaimana mentransmisikan nilai-nilai budaya tersebut kepada generasi muda. Peserta mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya untuk memperkenalkan dan Acheh, sehingga lebih mudah diakses oleh generasi muda di perantauan. Saran Program pelestarian Acheh dikembangkan dengan memperluas jangkauan pelatihan kepada lebih diaspora, terutama generasi muda, untuk memastikan keberlanjutan pelestarian budaya. UCAPAN TERIMA KASIH Kegiatan pengabdian dengan skema Pengabdian Internasional ini PNBP Universitas Malikussaleh Tahun Anggaran 2025. DAFTAR PUSTAKA