Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 ISSN : 2338-798X https://ejournal. id/index. php/jurnal-pendidikan-jasmani EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN PJOK DI SMPN 1 MADURAN Yuhanda Adam Al Amin*. Vega Candra Dinata Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya *yuhanda. 18158@mhs. Abstrak Kurikulum Merdeka inovasi dalam dunia pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi, minat, dan kompetensi murid secara maksimal. Kurikulum ini membolehkan keleluasaan terhadap pendidik dan yang dididik untuk mengadaptasikan proses belajar mengajar dengan kebutuhan dan ciri khas masingmasing, guna mewujudkan pengalaman belajar yang lebih nyaman, menyenangkan, dan bermakna. Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Maduranpenelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi tiga pengajar PJOK, seorang wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kepala sekolah, serta 73 siswa. Data diambil dari wawancara lansung, lalu data ditelaah secara deskriptif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa SMPN 1 Maduran telah melaksanakan Kurikulum Merdeka melalui skema Mandiri Belajar. Mandiri Berbagi, dan Mandiri Berubah. Modul ajar diperbaharui secara berkala sesuai dengan ketentuan terbaru, sementara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diintegrasikan dalam pembelajaran PJOK untuk menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, toleransi, gotong royong, serta meningkatkan motivasi belajar Meskipun demikian, keterbatasan sarana, prasarana, dan kesiapan sumber daya manusia masih menjadi tantangan dalam penerapan kurikulum ini secara optimal. Kata kunci : kurikulum merdeka. PJOK. Abstract The Independent Curriculum is structured to enhance the development of students' abilities, interests, and It offers flexibility for both teachers and learners to design learning approaches tailored to their individual skills, fostering a learning environment that is both enjoyable and effective in achieving desired outcomes. This research seeks to examine how the Independent Curriculum is implemented at SMPN 1 Maduran. A descriptive qualitative method was employed, involving three PJOK teachers, the vice principal responsible for curriculum development, the principal, and 73 students as participants. Data collection was conducted through interviews, and the findings were synthesized through thematic analysis. Results show that SMPN 1 Maduran has adopted the Independent Curriculum through the schemes of independent learning, independent sharing, and independent transformation. The instructional modules are consistently revised to align with the latest educational guidelines, and the Pancasila Student Profile Project is incorporated into PJOK lessons to instill the values of faith, devotion, tolerance, cooperation, and motivation for learning. Despite these efforts, limited school preparedness continues to pose a challenge to the full execution of the curriculum. Keywords: independent curriculum. PJOK. https://ejournal. id/index. php/jurnal-pendidikan-jasmani/issue/archive Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025. Halaman 9-15 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan faktor fundamental dalam proses pembangunan nasional. Mutu pendidikan di suatu negara menjadi tolok ukur utama dalam menentukan kualitas populasi. Manusia yang berkualitas tentunya beraasal dari manusia yang berpendidika. Kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh peran strategis pendidikan dalam meningkatkan kecerdasan karenanya, setiap elemen dalam sistem pendidikan harus dioptimalkan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dinaikkan skala lokal, nasional, maupun skala dunia. Salah satuusaha penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan melakukan reformasi sistem Perkembangan kurikulum dilaksanakan bertahap, menyesuaikan dengan kemajuan ilmupengetahuan, teknologi, informasi, serta tuntutan zaman (Julaeha et al. adanya COVID-19 pada akhir Desember 2019 menjadi titik balik yang menyebabkan perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama di Indonesia. Krisis dalam proses pembelajaran yang terjadi bersamaan dengan situasi darurat wabah COVID-19 menasihkan dampak signifikan terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Dalam konteks ini, pendidikan perlu beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kebijakan yang diambil akibat pandemi, agar tujuan pendidikan dapat tetap tercapai. Salah satu inisiatif dalam kebebasan belajar adalah Program Sekolah Penggerak. Program ang didesain untuk mendukung sekolah mencitakan generasi pelajar yang mempunyai karakter sesuai dengan nilai nilai pancasila (Setyawan & Masduki, 2. Kurikulum merdeka tertuju pada kebebasan dan pemikiran kreatif. (Widyastuti, 2. mengungkapkan bahwa: Salah satu karakter kurikulum prototipe adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Dalam kurikulum prototipe sekolah memberi proyek-proyek ang dibebaskan kepada siswa, oleh karena itu mata pelajaran PJOK sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter siswa kreatif. (Widyastuti, 2. mengungkapkan bahwa: Salah satu karakter kurikulum prototipe adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Dalam kurikulum prototipe sekolah memberi proyek-proyek ang dibebaskan kepada siswa, oleh karena itu mata pelajaran PJOK sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter siswa. Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berperan dalam pembentukan karakter peserta Menurut Permendiknas . , salah satu tujuannya adalah untuk menananmkan dasar moral melalui nilai-nilai yang terdapat didalamnya. Selain itu, juga untuk mengembangkan sikap seperti sportivitas, kejujuran, disiplin, bertanggungjawab, gtong royong, optimis dan semangat demokratis. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kristiyandaru . , yang menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran PJOK adalah untuk membentuk karakter yang kuat, kepribadian yang kokoh, mampu bernalar, sikap sportif, serta keterampilan bergerak, pemahaman konsep, dan pengisian waktu senggang dengan aktivitas jasmani. Berdasarkan hal tersebut, keberhasilan dalam pembelajaran PJOK di sekolah harus mendapat perhatian khusus, karena hal ini akan sangat memengaruhi terciptanya peserta didik yang memiliki karakter yang baik. Dampak dari pembelajaran PJOK ini juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran di kelas sering kali berlangsung secara monoton, yang berdampak pada penurunan kemampuan murid dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan guru dalam berinovasi dan berkreasi saat menyampaikan materi, serta ketidaksiapan dalam merancang kegiatan pembelajaran, khususnya dalam menyusun perangkat ajar berupa Modul Ajar. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada setiap satuan pendidikan, termasuk SMP Negeri 1 Maduran, untuk menyusun Modul Ajar sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Untuk efektivitas dan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, dibutuhkan komitmen yang kuat serta pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaannya di sekolah-sekolah. Saat ini, belum seluruh jenjang pendidikan menerapkan Kurikulum Merdeka secara implementasinya masih terbatas pada sebagian sekolah saja. Oleh karena itu, evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan, termasuk aspek-aspek pelaksanaannya, tetap diperlukan. Penelitian ini mempunyai tujuan agar mengkaji sejauh mana Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) diterapkan di Fokus utama penelitian adalah mengeksplorasi sejauh mana kesiapan guru, khususnya guru PJOK. KMB, menganalisis persepsi mereka serta dampaknya terhadap proses pembelajaran (Sri Wicahyani et al. , 2. Berdasarkan latar belakan tersebut, penting untuk melakukan pembenahan terhadap penerapan kurikulum merdeka pada mata pelajaran PJOK di SMPN 1 Maduran. Evaluasi berfungsi sebagai alat untuk menentukan langkah Ae langkah pengembangan ang diperlukan serta memberikan dasar untuk memahami ISSN : 2338-798X Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran PJOK Di SMPN 1 Maduran efek yang muncul (Anas, 2. Evaluasi perlu dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya pengembangan suatu program. Dalam konteks kurikulum, evaluasi harus dilakukan secara konsisten selama proses penerapannya, mengingat kurikulum melakukan pembenahan terhadap penerapan kurikulum merdeka pada mata pelajaran PJOK di SMPN 1 Maduran. Evaluasi berfungsi sebagai alat untuk menentukan langkah Ae langkah pengembangan ang diperlukan serta memberikan dasar untuk memahami efek yang muncul (Anas, 2. Evaluasi perlu dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya pengembangan suatu program. Dalam konteks kurikulum, evaluasi harus dilakukan secara konsisten selama proses penerapannya, mengingat kurikulum merupakan suatu entitas yang bersifat dinamis dan senantiasa mengalami perkembangan seiring dengan perubahan zaman. Tayler dalam karya Adnan . menyatakan bahwa penilaian kurikulum idealnya dilakukan setidaknya dua kali, yakni pada tahap awal pembesaran dan setelah program tersebut dijalankan. Hal ini bertujuan untuk menilai sejauh mana efektivitas program dalam rentang waktu tertentu. Lebih lanjut, selama proses pengembangan, evaluasi juga perlu dilakukan secara berkesinambungan. Berdasarkan pemikiran tersebut, penulis melakukan penelitian yang berjudul AuEvaluasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Maduran pada Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Ay Melalui diharapkan agar pihak sekolah dapat memahami hasil evaluasi dari implementasi Kurikulum Merdeka dalam mata pelajaran PJOK. Oleh karena itu, evaluasi ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan keputusan untuk mendukung yang sedang diterapkan. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui teknik bertanya secara langsung. Menurut Maksum . , penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang bertujuan untuk menggali makna secara mendalam terhadap suatu fenomena, dengan peneliti memiliki peran penting dalam analisis data. Di sisi lain, penelitian deskriptif bermaksud memberikan gambaran yang sistematis dan rinci terkait suatu gejala, peristiwa, atau situasi yang tengah berlangsung pada saat studi Penggunaan metode wawancara dalam pengumpulan data dipilih agar peneliti dapat memperoleh informasi langsung dari para informan. sehingga, pendekatan kualitatif deskriptif dinilai tepat untuk penelitian ini karena fokus utamanya adalah memberikan uraian menyeluruh terkait permasalahan yang diangkat. Penelitian ini merujuk pada berbagai data ang digunakan dalam penelitian, yang melibatkan data utama, yang dikumpulkan oleh peneliti dari sumber aslinya, dimana jenis data ini dianggap paling vital (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan data utama hasil wawancara kepada subjek penelitian sesuai dengan informasi yang ingin didapatkan. Informasi tentang: . kesiapan sekolah dalam pembelajaran. modul ajar . Projek Profil Pancasila didapatkan dari wawancara kepada dua pengajar PJOK dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMPN 1 Maduran. Untuk informasi projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan wawancara kepada 73 SMPN 1 Maduran. Proses pengolahan data dilakukan untuk mempererat temuan dalam penelitian. Sugiyono . , ada tiga tahap dalam proses pengolahan, yaitu reduksi data, penyajia, dan penambilan kesimpulan. Saat melakukan penelitian kualitatif, sebaiknya memasikan info yang dikumpulkan secara benar. Oleh karena itu, penulis menggunakan triangulasi sebagai pendekatan untuk menguji kevalidan data. Triangulasii sumber, triangulasi metodologii, dan triangulasi waktu adalah contoh pendekatan triangulasi yang digunakan untuk memvalidasi keandalan data dalam konteks penelitian Pengolahan data dengan aplikasi NVivo 12. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian disajikan ke dalam empat bagian yaitu: . kesiapan sekolah dalam pembelajaran. buku dan . projek penguatan profil pelajar Pancasila. Data disajikan dalam bentuk informasi relevan dengan target penelitian sehingga penyajian data berupa informasi hasil reduksi data. Selanjutnya hierarchy chart ditampilkan untuk menunjukkan urutan informasi penting yang dihimpun. Kesiapan sekolah dalam pembelajaran ang menerapkan pembelajaran berdasarkan kurikulum Merdeka didapatkan hasil wawancara dari 3 narasumber yang menyatakan bahwa: AuSekolah harus siap dalam melaksanakan Kesiapan tersebut berkaitan dengan pemahaman kurikulum yang digunakan, implementasi kurikulum, strategi pelaksanaan kurikulum, kendala yang terjadi, solusi atas kendala yang dihadapi, hasil belajar siswa sesuai dengan kurikulum yang diterapkan, dan kesiapan sarana dan prasarana. Ay . awancara dari MF. MZ. MZA, dan AP Kamis dan Jumat, 30 dan 31 Januari 2. Hal tersebut divisualisasikan sebagai https://ejournal. id/index. php/jurnal-pendidikan-jasmani/issue/archive Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025. Halaman 9-15 Gambar 1. Hierarchy Chart Kesiapan Sekolah dalam Pembelajaran Dalam diagram Hierarchy proses kesiapan sekolah dalam pembelajaran. Hasil analisis dengan NVivo 12 dan visualisasi melalui Hierarchy chart menunjukkan tingkat kesiapan sekolah dalam konteks pembelajaran, dengan tingkat kesiapan yang paling besar adalah strategi guru dalam penggunaan kurikulum merdeka, yang kedua sarana dan prasarana yang memadai, kemudian pengetahuan kurikulum merdeka, kemudian implementasi kurikulum merdeka dan kemudian kendala guru dalam pembelajaran. Sekolah telah jelas menyiapkan perencanaan pembelajaran yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. Perubahan terjadi dari nama perencanaan dari RPP menjadi Modul ajar. Terkait dengan kesiapan sekolah dalam menyusun modul ajar, berikut hasil wawancara yang dilakukan. AuModul pembelajaran merupakan instrumen pengajaran yang lebih memahami karakteristik siswa. Modul ajar menggantikan RPP yang ada pada kurikulum Proses pembelajaran PJOK menggunakan modul ajar menyesuaikan dari yang sebelumnya menggunakan RPP ke modul ajar. Ay . awancara dari MF. MZ. MZA, dan AP Kamis dan Jumat, 30 dan 31 Januari Hal tersebut divisualisasikan sebagai berikut: lebih simpel dan lebih mengenal kompetensi siswa, yang kedua perbedaan modul ajar dengan kurikulum sebelumnya yaitu guru lebih leluasa untuk memberikan materi dengan kemampuan siswa, kemudian kesulitan dalam modul ajar. Berdasarkan hasil interaksi dengan siswa dalam sesi wawancara baik putra maupun putri kelas Vi di SMPN 1 Maduran berkaitan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai prinsip dalam bagian kurikulum merdeka jawaban dari mereka beragam mengenai pertanyaan sekilas proyek profil Pancasila yang dilaksanakan. Didapatkan hasil wawancara dari empat pertanyaan kepada perwakilan kelas VII dan Vi sebagai berikut. Autahu tentang profil pelajar Pancasila seperti bertakwa dan beriman kepada Tuhan YME, toleransi, gotong royong, dan guru memotivasi siswa agar semakin semangat dalam belajarAy . awancara dari VRP. RGI. LACH. MA. VLAR AFW. SAR. MBPI. APSG tanggal 30 Januari 2. AuSelama pembelajaran tidak mengetahui profil Pancasila, sebelum pelajaran pasti berdoa dahulu. Toleransi dengan menghargai dan saling tolong menolong. Gotong royong untuk tugas cepat selesai. Motivasinya untuk lebih mengerti dan lebih semangat dalam pembelajaran. Ay . awancara dari CR. NMKA. BSR. JIG. HAF. AA. FKP. MANZ. BSA. NFYS. MSG, tanggal 30 Januari Hal tersebut divisualisasikan sebagai berikut : Gambar 3. Hierarch Chart Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Gambar 2. Hierarch Chart Modul Ajar Dalam diagram Dalam diagram Hierarchy proses kesiapan sekolah dalam pembelajaran. Hasil evaluasi dengan NVivo 12 dan visualisasi melalui Hierarchy chart menggambarkan pemahaman modul ajar yang Dalam diagram Hierarchy proses kesiapan sekolah dalam kegiatan belajar mengajar, evaluasi menggunakan NVivo 12, dan visualisasi melalui Hierarchy chart memberikan gambaran sikap toleransi satu sama lain dengan tidak membeda-bedakan teman, menerapkan berdoa sebelum Saat pembelajaran berlangsung, guru memberikan motivasi belajar kepada siswa agar mengerti dan memahami dalam pembelajaran, gotong royong agar tugas yang diberikan cepat selesai, sebagian siswa mengetahui apa itu profil pelajar Pancasila dan sebagian tidak mengetahui proyek penguatan profil pelajar Pancasila. ISSN : 2338-798X Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran PJOK Di SMPN 1 Maduran Berdasarkan temuan penelitian, strategi guru dalam penggunaan kurikulum merdeka mata pelajaran PJOK di SMPN 1 Maduran melakukan perencanaan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan himbauan dari Kemendikbud. Menurut Wijaya et al . dalam penggunaan kurikulum di sekolah dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik dan dapat melihat kompetensi peserta didik yang harus dicapai dalam pembelajaran. Sehingga strategi guru PJOK sangat berpengaruh terhadap pembelajaran supaya peserta didik lebih termotivasi dan meminati materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Sarana dan prasarana menurut Saputro et al . mendefinisikan bahwa sarana dan prasarana sangat dalam memperoleh tujuan pada saat proses pembelajaran yang bersifat Dalam proses pembelajaran digunakan sebagai perantara untuk meningkatkan efektivitas dan efisien dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan. Oleh karena itu, sarana dan prasarana sebagai penunjang dalam kesiapan sekolah agar mencapai tujuan pada Dari temuan penelitian dapat diungkapkan bahwa pengetahuan kurikulum merdeka adalah perangkat pembelajaran dengan berbagai macam variasi guru dapat memilih dan leluasa dalam menentukan proses pembelajaran yang cocok dengan peserta didik. Kurikulum merdeka adalah perencanaan sistematis kegiatan pembelajaran yang mengoptimalkan atau mengembangkan bakat dan minat serta menguatkan kompetensi peserta didik. Guru juga dapat memilih dari berbagai perangkat pembelajaran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar peserta didik (Pratiwi et al. , 2. Di SMPN 2 Sidoarjo guru mengimplementasikan kurikulum berbagi, karena guru bisa menyampaikan metode pengajaran yang cocok untuk peserta didik yang berkaitan dengan kurikulum Dengan mandiri belajar berbagi, guru dapat memberikan keleluasaan mengajar dalam penerapan kurikulum merdeka. Berdasarkan hasil wawancara di SMPN 2 Sidoarjo, peneliti menemukan beberapa dari guru tentang pemahaman modul ajar yang lebih simpel dan lebih mengenal kompetensi siswa, yang kedua perbedaan modul ajar dengan kurikulum sebelumnya yaitu guru lebih leluasa untuk memberikan materi dengan kemampuan siswa dibanding kurikulum sebelumnya. Menurut Maulida . modul ajar merupakan instrumen pembelajaran yang disusun sesuai dengan kurikulum yang diterapkan, memiliki tujuan untuk ditentukan serta berperan utama untuk membantu atau Guru menganggap bahwa pemahaman terhadap modul ajar membuat proses pengajaran menjadi lebih sederhana dengan awalan dan penjelasan inti, kemudian pada penjelasan inti ada bentuk asesmen saat proses pembelajaran. Hal ini dapat diartikan bahwa penerapan modul ajar lebih simpel dan efisien dalam proses pembelajaran. Dari temuan penelitian, adapun perbedaan modul ajar dengan kurikulum sebelumnya. Modul ajar ini guru mempunyai keleluasaan untuk memberikan materi dengan kemampuan peserta didik serta mampu kreatif dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa para siswa mengaku tahu dan sebagian lainnya tidak tahu tentang projek penguatan profil pelajar Pancasila. Namun mereka yang mengaku tidak mengetahui, telah mampu menyebutkan beberapa aspek profil pelajar Pancasila. Menurut Irawati et al . bahwa dalam Profil Pelajar Pancasila dijelaskan bahwa membangun karakter dan kompetensi menjadi hal yang perlu dilakukan oleh setiap peserta didik, ada enam elemen Profil Pelajar Pancasila yaitu. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak . berkebinekaan global. bergotong-royong. bernalar kritis. Berdasarkan hasil wawancara bahwa penerapan sikap toleransi satu sama lain dengan contoh tidak membeda-bedakan teman, menerapkan berdoa pada sesuai dengan keyakinan masing-masing siswa sebelum proses pembelajaran dimulai, setelah itu memberikan motivasi kepada siswa terkait pentingnya materi yang akan diajarkan yang berguna dalam kehidupan di masyarakat. mengerti dan memahami pada saat pembelajaran berlangsung, gotong royong agar tugas yang diberikan cepat selesai. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa mengetahui apa itu profil pelajar Pancasila dan sebagian tidak mengetahui profil pelajar Pancasila. PENUTUP Simpulan Implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Maduran berjalan dengan baik, dengan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berbasis karakter. Modul ajar yang digunakan lebih praktis, dan Projek Profil Pancasila telah diterapkan dalam pembelajaran PJOK. Namun, perbedaan kemampuan siswa menjadi tantangan bagi guru dalam menyusun modul ajar yang merata. Selain itu, sarana dan prasarana sekolah dinilai cukup memadai untuk menunjang pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Adnan. Evaluasi kuriikulum sebagai kerangka acuan pengembanganpendidikan Al-Idaroh: Jurnal Studi Manajemen https://ejournal. id/index. php/jurnal-pendidikan-jasmani/issue/archive Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025. Halaman 9-15 Pendidikan Islam, 1. , 108Ae129. Afirda. Diana. , & Puspita. Merdeka Belajar Dan Pendidikan Kritis Paulo Friere DalamPembelajaran Pendidikan Agama Islam. Falasifat : Jurnal Studi Keislaman, 12. , 45Ae61. Https://Doii. Org/10. 36835/Falasifa. V12i02. Alaswati. Rahayu. , & Rustiana. Evaluasipelaksanaan pembelajarankurikulum 2013 pjok. Journal of Physical Education and Sports, 5. , 111Ae119. Ananda. , & Hudaidah. Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia dari Masa ke Masa. Sindang: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, 3. , 102Ae108. Anas. Evaluasi Kurikulum MIS TI AlMushthafawiyah. EDURILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Dan Keagamaan, 5. Arikunto. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Suatu Badanstandar,Kurikulum,Danasesmenpendidikankemen trian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Aziz. , & Wicaksana. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka pada mata pelajaran pjok di sekolah dasar banjardowo 1 kabupaten jombang. Bima Loka: Journal of Physical Education, 4. , 97Ae106. https://doi. org/10. 26740/bimaloka. Elis Ratna Wulan. , & Rusdiana. Evaluasi Pustaka