DAWUH DaAowah & Communication Islamic Jurnal Pemikiran Dakwah M Natsir Edi Sumanto Dosen IAIN Bengkulu edisumanto3@gmail. Abstract Among the da'wah actors in Indonesia, one of them is M. Natsir. He was a man who was persistent in breaking through the da'wah of Islam through bureaucratic obstacles and also through remote areas by sending preachers to these The reality of the propagation of Islam in these areas is difficult to deny. In fact, in remote areas that were visited by the Indonesian Islamic Da'wah Council, there was a splash of Islamic grace and subsequently built various kinds of Islamic education and da'wah facilities. Natsir emphasized and hoped that the mission of the missionary was to continue the duties of the apostles and prophetsTheda'is as the invitees must place the object of the da'wah as guests must be respected. The consequence is that the preachers are asked to present language, a good attitude with full politeness to their guests. So with the awareness of course there are weaknesses and strengths that exist, giving rise to comfort as well as the joys and sorrows of the task that must be carried out, by the muballigh do not stop to train yourself, in order to obtain greater inner strength so as to arrive at a higher spiritual state and fitrah, thus bringing that glorious preaching, more fearful of Allah. Natsir's thoughts on the preaching of Islam contain the meaning of Islamic da'wah in lafdziyah or literal terms. That is, the preaching of Islam is not only by knowing the delivery of Islamic teachings, as "inviting" to the target of preaching in the position of receiving news about Islamic teachings. So, the da'is who are in charge of inviting and calling out to preach as guests who need to be respected. In this case, the da'i must be able to display a good attitude, especially in words and deeds, such as being full of politeness to the targets of preaching, which needs to be respected. Keywords: M Natsir. Da'wah. Thought Abstrak Diantara pelaku dakwah di Indonesia salah satunya, yaitu M. Natsir. Dia adalah seorang yang gigihdalam menerobos dakwah Islam melalui halangan birokrasi dan juga melalui daerah-daerah yang terpencil dengan mengirimkan para dai ke wilayah-wilayah tersebut. Perjalanan dakwah Islam pada daerah-daerah tersebut sulit dibantah kenyataannya. Bahkan, pelosok-pelosok yang didatangi dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ada siraman rahhmat Islam dan selanjutnya membangun berbagai macam fasilitas pendidikan dan dakwah Islamiyah. Natsir menegaskandanberharap bahwa tugas muballigh yaitu melanjutkan tugasnya para rasul dan nabi Para daAoi selaku pengundang harus menempatkan objek dakwah sebagai tamu harus dhormati. Konsekuensinya adalah para daAoi diminta menyuguhkan bahasa, sikap yang baik dengan penuh kesopanan kepada para tamunyaMaka dengan kesadaran tentunya ada kelemahankelemahan dan kekuatan yang ada menimbulkan kenyamanan juga terhadap suka duka tugas yang harus diemban, oleh muballigh janganlah berhenti untuk melatih diri, demi mendapatkan kekuatan batin yang lebih besar supaya sampai pada maqom ruhani yang lebih tinggi dan fitrah, sehingga membawa dakwah yang muliah tersebut, lebih takarub pada Allah. Pemikiran M. Natsir tentang dakwah Islam mengandung arti dakwah Islam secara lafdziyah atau harfiah. Maksudnya, dakwah Islam itu tidak saja dengan mengetahui penyampaian ajaran Islam, sebagai AumengundangAy terhadap sasaran dakwah dalam posisi menerima berita tentang ajaran keislaman. Sehingga, para daAoi yang bertugas pengajak dan penyeru menempatkan sasaran dakwah selaku tamu yang perlu dihormati. Dalam hal ini, para daAoi haruslah dapat menampilkan sikap yang baik terutama dalam ucapan dan perbuatan, seperti bersikap penuh kesopanan kepada para sasaran dakwah, yang perlu dihormati. Kata Kunci: M Natsir. Dakwah. Pemikiran 2 | Dawuh : Vol. No. Maret 2021 PENDAHULUAN Islam merupakan agama risalah dan dakwah. RasulullahSAW, diutus pada semuamanusia seperti termuatdalam firman-Nya, yaitu surat As-SabaAo ayat 28: CoAAEAOAAEEACE CA EECACAoa AACaoEa CAEIACa AAuCsCEEOCUAAea AAoCaCsEaCAA EECACAoAEa AoACEAACA CAEaA AACAAoEAACoECcAA aCa ENEUEcEO Artinya: Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Ayat di atas jelas mengandung unsur dakwah dimana Nabi Muhammad menyampaikan, menyeru, memberi Dakwah merupakan tugas mulia yang diberikan kepada setiap muslim. Sebagaimana termuat dalam Al-QurAan dan as-Sunah RasulullahSAW tentang kewajiban dakwah menyerukan maupun mengajak, dan menyampaikan agama Islam pada masyarakat. Dakwah merupakan tugastiap-tiap muslim baik dia laki-laki ataupun perempuan yang sesuai pada bakatnya masing-masing. Karena sebab itu,melaksanaan kegiatan dakwahIslam akan lebih berhasil jika disertai,dibarengi keahlian, keterampilan, dansusunan kerja yang sistematis, dan mengetahui susunan masyarakat selaku objeknya. Sehingga bisa dipahami bahwa dakwah Islam merupakan setiap upaya positif, baik yang bebentuk lisan, tulisan, perbuatan baik itu,bertujuan meningkatkan penghasilan hidup manusia ataupun nilainya sesuai dengan keinginan hidupnya dan mengacu kepada konsep kehidupan yang ditetapkan Tuhan atasnya. Selain itu dakwah juga merupakan kegiatan mendorong pikiran ataupun tindakan manusia dalam rangka mengembangkan fungsi ajaranya meliputi tugas menyampaikan agama Islam pada manusia itu sendiri, sedangkan fungsi kerahmatan yaitusuatu usaha menjadikan Islam selaku pemberian/rahmat terhadap alam semesta. Pada pembahasan ini, penulis membahas yang berhubungan tentang pemikiran dakwah M Natsir. METODE PENELITIAN Jurnal ini termasuk penelitian pustaka . ibrary researc. , yaitu merupakan penelitian yang memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya. Diantaraciri-ciri dari penelitian yang bersifatpustaka yakni peneliti langsung bertemuatauberhadapandengan teks . dan bukan pengetahuan langsung dari lapangan atau sanksi-mata berupa kejadian, orang atau benda-benda lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi M Natsir Tempat lahir Natsir mempunyai nama lengkap M Natsir Datuk Sinaro Panjang, lahir pada tanggal 17 Juli 1908 di suatutempat yaitu kampung Jambatan Baukia. Alahan Panjang. Kabupaten Solok wilayah Provinsi Sumatera Barat. Dia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya bernama Idris Sutan Saripado, seorang pegawai pemerintah belanda selaku juru tulis kontrolir. Sedangkan Ibunya bernama Khadijah terkenal patuh terhadapaturan-aturan agama yangdipeluknya. Pada tahun 1934, ia memperisteri Puti Nur Nahar . ahir di Bukittinggi, pada tanggal 28 Mei 1905, dan wafat di Jakarta pada 22 Juli 1. , awal bertemunya dengan pak Natsir adalah salah seorang guru Taman Kanak-Kanak bersubsidi AuArjunaAy Bandung dan aktifis JIB. Perkawinannya itu, mendapatan 6 orang anak, yaitu Siti Mukhlisah . Abu Hanifah . Asma Faridah . Hasnah Faizah . Aisyatul Asriyah . , dan Ahmad Fauzi . M Natsir wafat pada tanggal 7 Februari 1993 di Jakarta dan dimakamkan di TPU Karet. Tanah Abang. Sewaktu meninggalnya beliau banyak yang memberikan turut berduka cita tidak hanya dari simpatisannya didalam negeri tapi juga dari luar negeri. termasukdari negara sahabat seperti Edi Sumanto : Pemikiran Dakwah M Natsir | 3 mantan Perdana Menteri Jepang. Takeo Fukuda yang mengirim surat duka kepada kerabat almarhum dan bangsa Indonesia. Berkat jasanya kepada rakyat Indonesia, dizaman era reformasi yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1998. Indonesia yang pada masa itu dipimpin oleh Presiden BJ Habibie memberikan penghargaan kepada almarhum Bintang Repulik Indonesia. Selanjutnya, pada tanggal 10 November 2008 pemerintah Indonesia kembali memberikan gelar Pahlawan Nasional kepadanya. Karier Politik Jiwa politik M Natsir sudah dimulai sewaku sekolah di MULO setingkat SMP Padang beliau mulai aktif dalam organisasi. Di tahun 1928 Satu tahun bergabung pada Persis. Mohammad Natsir selanjutnya masuk dengan JIB (Jong Islamieten Bon. cabang Bandung yang didirikan oleh Agus Salim. Semasa di JIB, dia banyak bergaul pada tokoh-tokoh nasional seperti Mohammad Hatta. Prawoto Mangunsasmito. Sjafruddin Prawiranegara. Jusuf Wibisono. Tjokroaminoto dan Mohammad Roem. Pada Tahun 1928 Mohammad Natsir terpilih menjadi ketua cabang JIB Bandung. Perjuangannya Auberpolitik lewat dakwahAy melalui Dewan DaAowah Islamiyah Indonesia dilakukan sesudah zaman pemerintahan Soeharto (Orde Bar. sampai akhir hayatnya. Disamping seorang birokrat. Natsir juga melakukan aktivitasIslami dengan masuk pada partai/organisasi Majelis Syura Muslimin Indonesia (MASYUMI), dan mendirikan lembaga Islam yaitu. Lembaga Pendidikan Islam (Pendi. , dan yayasan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Dan dalam riwayat hidupnya menyatakan bahwa M. Natsir juga memiliki hubungan secara organisatoris dengan Persatuan Islam (Persi. di Bandung. Penjelasan karier politik M Natsir dari pemaparan diatas, memperlihatkan bahwa beliau sudah dari bangku sekolah tampak bakatnya dibidang politik dengan mengikuti organisasi sedangkan puncaknya setelah tamat dari menimbah ilmu atau dibangku sekolah. Pergerakan karier politiknya semakin berkembang dan mencapai puncaknya dengan pernah menjadi perdana menteri. Pengertian dakwah Secara etimologi, kata dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu yadAou-daAowah yang mempunyai banyak arti. Kata dakwah bisa diartikan bisa diartikan sebagai permohonanibadah, nasab dan ajakan atau seruan. Sedangkan secara terminologi, dakwah diartikan sebagai seruan dan ajakan kepada manusia menuju kebaikan, petunjuk, serta amar maAruf . erintah yang bai. dan nahi munkar . encegah kemungkara. untuk mendapatkan kebahagiaan dunia maupun akhirat. Dakwah dalam pengertian amar maAoruf nahi munkar adalah syarat mutlak bagi kesempurnaan dan keselamatan hidup masyarakat. Ini merupakan kewajiban fitrah manusia sebagai makhluk sosial . akhluk ijtimaAo. Pengertian kata dakwah menurut Islam ialah mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar, sesuai dengan perintah Tuhan, untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka dunia dan akhirat. Dari pengertian tersebut, bisa memberikan suatu maksudbahwa pada hakikatnya dakwah merupakan ajakan atau seruan supaya manusia bisa menerima ajaran dan mengamalkan perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang buruk, sehingga mereka mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat. Dakwah tidak saja melalui ucapan lidah saja tapi juga dilakukan dengan perbuatan yang mulia. Sedangkan M Natsir memulai pembahasan pada buku fiqhud dakwah dengan mengutif empat ayat al-qurAoan, yaitu: Al-fushilat, ayat 33 Al-fushilat, ayat 34 Al-fushilat, ayat 35 Al-fushilat, ayat 36 4 | Dawuh : Vol. No. Maret 2021 M Natsir dalam menulis, ayat-ayat di atas, suatu awal dalam pembuka yang sedikitpun tidak ada ulasan dalam memberikan komentar sedikitpun. Menurut Thohir Luth ayat tersebut bukan dikutif untuk memperbanyak lembaran bukunya, melainkan suatu acuan terhadadap dasar konsepsional terhadap permasalahan dakwah Islam yang ditulisnya, dan memberikan komentar yang tidak sama akan tetapi sama maknanya. Metode dakwah Al-qurAoan surat An-Nahl ayat 125,meliputi pemahaman dalam metode dakwah,yaitu alhikmah. engajakan dengan cara bija. , al-mauidzhah. elajaran dan nasehat yang bai. , alhasanah dan mujadalah bi al-lati hiya ahsan(. Sedangkan pola-pola dakwah yang dikonsep Natsir tidak hanya melalui khotbah maupun pidato saja. Macam-macam carayang digunakan, diantranya lewat tulisan. Berbagai literatur menyebutkan, buletin Jumat yang biasa dibagikan saat pelaksanaan salat JumAoat di masjid-masjid adalah ide Natsir saat di DDII. Hal itu dilakukan untuk mendobrak pola dan model dakwah yang Metode dakwah tersebut, merupakan terobosan yang dilakukan oleh M. Natsir dengan melakuan suatu cara penambahan dari metode yang lama, sering dilakukan dalam dakwah seperti penyampaian dakwah dengan lisan . , ditambah dengan metode tulisan berbentuk buletin jumAoat. Tujuan Dakwah M Natsir Mohammad Natsir sewaktu menulis Audakwah dan tujuannyaAy memberikan keterangan dakwah dan tujuannya. Tujuan dakwah yaitu sebagai berikut: pertama, menyeru kepada syariAoah untuk mendapatkan jalan keluar dalam menghadapi masalah yang bersifat pribadi, keluarga maupun masyarakat berbangsa dan bernegara yang sedang dihadapi,kedua, mengajak ataumenyeru kepada fungsi hidup selaku makhuk Allah di atas bumi ini sebab manusia mempunyai fungsi shuhadA. al-NAs selaku pejuang dan pengawas terhadap umat manusia. ketiga, menyeru pada tujuan hidup yang hakikiyaitu menyembah kepada Allah. Sedangkan tujuan dakwah menurut Ali tidak menjadikan banyaknya orang yang jadi anggota, akan tetapi yang lebih penting tertanamnya kesadaran kepada umat Islam terhadap menjalankan ajaran agama bisa membuat manusia dapat menciptakan kedamaian dan ketentraman. Tujuan dawah di atas, menunjukkan bahwa tujuan dakkwah itu, untuk menuntun pemeluknya, agar selalu bertindak sesuai dengan aturan dan mengutamakan ajakan pada mereka untuk menanamkan kesadaran dirinya, agar memahami ajaran agama, supaya hidup dapat bahagia didunia sekarang dan diakhrat kelak. Pemikiran Dakwah M Natsir Usaha yang dipakai perjuangan politik M. Natsir selesai pada tahun 1960, setelah ia dijebloskan ke penjara oleh Soekarno. M Natsir rmemula kembali kegiatannya semenjak OrdeBaru menggantikan Orde Lama, pada tahun 1966. Natsir dikeluarkan oleh penguaasa orba Soeharto. Semenjak waktu itulah M. Natsir mengalihkan kegiatan dari politik kepada kegiatan dakwah. KegiatanAmar MaAoruf Nahi Mungkar Dakwah merupakan suatu perbuatan baik lisan dalam rangka untuk mengajak manusia untuk ikut pada Islam. Dakwah juga bisa dimaknai suatu aktivitas mengajak atau mendorong manusia supaya mematuhi ajaran Islam dengan melaksanakan amar maAoruf nahi mungkar, agar bisamendapatkan kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Bedasarkan pemahaman dakwah tersebut, secara substansial, dakwah bisa dipahami selaku proses penyampaian ajaran Islam pada umat manusia dalam lingkupamar maAoruf nahi mungkar,dan contoh yang hasanah pada aktivitas kehidupan sehari-hari dengan memakai cara-cara yang bisa menyentuh kebutuhan masyarakat supaya bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan Dakwah itu adalah suatu aktivitasyang sudah lama sekaligus menyebabkan adanya komunitas dan masyarakat, juga peradaban manusia menuju pada cita-cita ideal dakwah, yakni terrbentuknya khairu ummah. Edi Sumanto : Pemikiran Dakwah M Natsir | 5 Oleh karena itulah, menurut M. Natsir, dakwah harus dapat berjalan dengan rasa cinta dan Berdasarkan hal demikian. Natsir menyebutkan dakwah mempunyai tujuan yang begitu mulia seperti: Mengajak manusiaterhadap syariat untuk mencari penyelesaian masalah-masalah dalam hidup, baik pada individu keluarga, sosial berbangsa maupun berbegara, . Menyerumanusia kepada fungsi hidup selaku makhluk Allah di muka bumi yang terhampar luas ini, dihuni berbagai macam dan jenis manusia, beragam perinsip, dan keyakinan, yaitu, fungsi sebagai syuhada alannas, menjadi sponsorserta pengawas bagi seluruh manusia dan, . Memgajakmanusia terhadap tujuan hidup yang abadi hakiki, yaitu menyembah Allah. Dengan demikian dakwah mencakup prnsip-prinsip dalam pelaksanaannya seperti: Dakwah haruslah bersih dari sifat rasa benci ataupun permusuhan, . Ucapan para pelaku dakwah hendaklah berdasarkan pada akhlaqul karimah, . Menghindarii hal-hal yang suka menuduh serta menjauhi saling mengkafirkan, begitu juga kesan membuka aib sesama, . Membuatsituasi bersahabat ataupun keakraban dengan para sasaran dakwah agar mereka memiliki, dan ikut merasa bertanggung jawab untuk menyampaikan isi-isi dakwah tersebut kepada sahabat-sahabat yang lain sebagai kelanjutan dari berita dakwah yang diterimanya. Supaya dapat dilaksanakan sehingga terwujudnya cita-cita ideal tersebut, dakwah harus dilaksanakan menggunakan metode yang baik, disalurkan dengan media yang tepat, dan menggunakan metode yang sesuai. Hal ini mengandunng pemahama yaitu bahwa dakwah ditampilkan dengan sesuai perkembangan hal-hal yang sesuaipada masalah yang ada, dan kontekstual. Mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Supaya sampai dan dapat meraih cita-cita ideal dakwah, selain metode yang tepat, sangat perlu adanya suatu lembaga yang menggerakkan pelaksanaan dakwah tersebut. Sebab itulah. Natsir mendirikan suatu lembaga dakawah yang diberi nama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Natsir termasuk suksesdidalam melaksanakan dakwah Islam dengan mendirikan DDII atau dewan dakwah Islam. Oleh karena itu, tepatlah jika Natsir yang sebelumnya berjuang melalui jalur politik dalam memperjuangkan Islam gagal, yang sekarang melalui lembaga dakwah dalam memperjuangkan Islam. Sepertinya jalur organisasi bagi Natsir adalah perjuangan yang dianggap alat strategis untuk mengajak umat berbuat kebaikan dan mencegah merekaaga rtidakmelakukan perberbuatan yang buruk. Islam dengan jalan dakwah Islam bagi M. Natsir itu bersatu pada tiga hal yaitu: pertama, memperbaiki hubungan manusia dengan penciptanya, kedua, memperbaiki jalinan manusia dengan manusia, ketiga, membuat keseimbangan antara kedua-duanya sejalan dan berjalan. Islam merupakan agama dakwah. Islam tidaklah membuatpermusuhan, juga bukan penindas, namun unsur-unsurnya adalah fitrah. Islam mengaku hak dan wujud jasa, nafsu, akal dan rasa, dengan fungsinya masing-masing. Islam menyeru panca indera, menyentuh akal dan kalbu, menyambung jangkauan untuk hal-hal yang tidak terjangkau oleh mereka sendiri, sehingga manusia tidak lagi meraba sana-sinidan terus salah meraba mencari Tuhannya, sebagaimana yang hal tesebut terdapat pada cerita lelucon sedih mengenai nasib lima orang buta yang meraba-raba dengan tangan untuk memngetahui bagaimana gerangan bentuk gajah. Pemikiran M Natsir Tentang Dakwah Islam Dalam pemikiran dakwah M. Natsir dakwah Islam adalah seruan yang berisi ajakan yang baik menjauhi perbuatan yangkeji atau buruk. Menurutnya seruan tersebut tidak hanya dengan lisan saja, tetapi juga menggunakan bahasa, tindakan maupun kepribadian mulia,mulai secara nyata. Thohir Lith menyebutkan bahwa hal tersebut adalah merupakan pemikiran ideal yang secara konseptual tidak jauh pada pemahaman dakwah Islam yang sudah dimengerti dantelah dipahamioleh masyarakat secara luas. Sampaidewasa ini maupun akan datang, masyarakat tetap me- 6 | Dawuh : Vol. No. Maret 2021 mahami bahwa dakwah Islam tetap merupakan suatuajakan mengajak pada kebaikan dan menjauhi perbuatan yang jelek yang diwujudkan dengan lisan, perbuatan, dan perilaku yang muliah dalam secara nyata. Thohir Luth melihat bahwa ide M. Natsir tersebut, hanya selaku elaborasi term dakwah Islam secara termonologi. Menurut pendapat Thohir Luth isi dakwah Islam ituada pada pengertian arti dakwah Islam secara lafdziyah atau harfiah. Maksudnya, dakwah Islam itu tidak dipahami selaku penyampaian ajaran Islam, tetapi diartikan sebagai AumengundangAy sasaran dakwah untuk menerima informasi tentang ajaran keislaman. Dengan demikian, para daAoi selaku pengajak harus bisa menempatkan sasaran dakwah selaku tamu harus dihormati. Konsekuensinya adalah para daAoiharuslah dapat menampilkan dalam berbahasa, maupun bersikap dengan baik penuh kesopanan kepada para sasaran dakwahnya, atau dengan pengertian yang lain bahwa objek dakwah perlu mendapat penghormatan. Sebab semua perkataan, ataupun perilaku para daAoi yang merusak maupun merendahkkan diri dan martabat para objek dakwah, selaku sasaran dakwah yangperlu dijauhi. Seihngga dengan demikian, menjadi suatu penghargaan atas kehormatan para objek dakwah yang diajak. Pemahaman seperti inilah yang penting disebar luaskan untuk menghapus penyampaian dakwah yang sering memojokkan, mengkafirkan sasaran dakwah. Di sini, ucapan yang baik ataupun perilaku yang mulia dari para daAoi terhadap sasaran dakwah itu menjadi urgen, maksudnya dalam mencapai tujuan dakwah yang diinginkan. Keistimewaan M Natsir yang tidak ada pada figur lain, kelebihannya yaitu dalam memberikan pesan dakwahnya, adalah pada menyampaikan pesan dakwah Islam pada orng-orang yang menduduki kedudukan penting selaku pejabat negara. Adapun bentuk dakwah yang disampaikan itu, terkesan formal dan kebanyakan bermuatan politis itu, tidak mengurangi arti masyarakat terhadap jasanya sebagai negarawan sejati dan mujtahid dakwah yang ternama. KESIMPULAN Pemikiran M. Natsir tentang dakwah Islam mengandung arti dakwah Islam secara lafdziyah atau harfiah. Maksudnya, dakwah Islam itu tidak saja dengan mengetahui penyampaian ajaran Islam, sebagai AumengundangAy terhadap sasaran dakwah dalam posisi menerima berita tentang ajaran keislaman. Sehingga, para daAoi yang bertugas pengajak dan penyeru menempatkan sasaran dakwah selaku tamu yang perlu dihormati. Dalam hal ini, para daAoi haruslah dapat menampilkan sikap yang baik terutama dalam ucapan dan perbuatan terutama bersikap penuh kesopanan kepada para sasaran dakwah, yang perlu dihormati. Kelebihan lainnya M. Natsir mempunyai figur yang istimewa dibandingkan dengan figur lainnya, yaitudalam menyampaikan pesan dakwah Islam tidak takutkepada orang-orang yang sedang menduduki jabatan penting selaku pejabat negara, meskipun bentuk dakwah yang disampaikan itu, terkesan formal dan kebanyakan bermuatan politis, tidak mengurangi sikap masyarakat terhadap jasanya sebagai negarawan sejati dan mujtahid dakwah yang ternama. Sebab dakwah itu adalah untuk menggajak umat pada amar maAruf . erintah yang bai. dan nahi munkar . encegah kemungkara. untuk mendapatkan kebahagiaan dunia maupun akhirat. DAFTAR PUSTAKA