J-CS Journal of Community Service KONSELING PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN PEMERIKSAAN MEDIS DI DESA KAUFMAN KABUPATEN MOJOKERTO COUNSELING OF CORONARY HEART DISEASE AND MEDICAL EXAMINATION IN KAUMAN VILAGE. MOJOKERTO DISTRICT Bella Fevi Aristia. Khurin In Wahyuni. Melawati Olevianingrum. Desi Phingkarsa. Winda Rohmawati. Virdaus SuAoudiyah. Rossa jelita Sekarsari. Ananda Kurniatul J. Yulia Rosida. Putra Syarifudin A. Guntur Pranowo STIKES Rumah Sakit Anwar Medika Email: bellafeviaristia@gmail. Telp: 081227384738 ABSTRAK Penyakit Jantung Koroner (PJK) termasuk jenis penyakit tidak menular yang memiliki angka kejadian tinggi di dunia yaitu 17 juta kasus dengan jumlah angka kematian sebanyak 8,7 juta pada Jumlah yang semakin meningkat juga terjadi di Indonesia, setidaknya ada sekitar 064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung. PJK adalah penyakit yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di jantung akibat penumpukan plak. Pada kenyataannya masih banyak warga yang belum mengetahui pentingnya menjaga hidup sehat untuk mencegah jantung koroner, sehingga melalui program penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan ini dapat memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penyakit jantung koroner. Kegiatan ini dilakukan dengan observasi, analisis masalah, persiapan materi, dan kegiatan inti penyuluhan. Media penyuluhan menggunakan power point dan leaflet yang dibagikan pada 29 warga desa Kauman yang hadir. Tingkat pengetahuan masyarakat diukur menggunakan kuesioner pengetahuan penyakit jantung koroner. Berdasarkan hasil edukasi dapat disimpulkan bahwa nilai rerata (A SD) pretest didapatkan skor sebesar 6,586 A 3,145 sedangkan nilai rerata (A SD) posttest didapatkan skor sebesar 9,379 A 1,115. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon signed ranks test didapatkan nilai signifikansi sebesar p=0,000 . <0,. Artinya terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dengan skor posttest lebih besar dari pretest. Kata Kunci : Pengetahuan, jantung koroner, edukasi, penyuluhan, leaflet ABSTRACT Coronary Heart Disease (CHD) is a type of non-communicable disease that has a high incidence in the world, namely 17 million cases with a total death rate of 8. 7 million in 2015. An increasing number also occurs in Indonesia, at least there are around 2,784,064 Individuals in Indonesia suffer from heart disease. CHD is a disease caused by narrowing of blood vessels in the heart due to plaque buildup. In fact, there are still many residents who do not know the importance of maintaining a healthy life to prevent coronary heart disease, so that through this health education and examination program, they can provide education to increase public knowledge regarding coronary heart disease. This activity is carried out by observation, problem analysis, material preparation, and counseling core activities. The extension media used power points and leaflets which were distributed to 29 Kauman villagers who were present. The level of community knowledge was measured using a coronary heart disease knowledge questionnaire. Based on the results of education, it can be concluded that the mean (A SD) score of the pretest was 6. 145 while the mean (A SD) of the posttest was 9. 379 A 1. The results of the analysis using the Wilcoxon signed ranks test obtained a significance value of p = 0. <0. This means that there is a significant difference before and after education with the posttest score greater than the Keywords: Knowledge, coronary heart disease, education, counseling, leaflet Page | 1 Vol. 1 No. 1 Ae September 2021 J-CS Journal of Community Service utama dalam menangani pasien dengan kadar PENDAHULUAN Penyakit jantung koroner atau yang lemak darah tinggi (PERKENI, 2. biasa disingkat PJK termasuk jenis penyakit Pola makan yang tidak baik ditambah tidak menular yang memiliki angka kejadian tinggi di dunia yaitu 17 juta kasus dengan jumlah angka kematian sebanyak 8,7 juta Density Lipoprotei. LDL merupakan jenis pada tahun 2015 (WHO, 2. Berdasarkan kolesterol yang bersifat buruk dan merugikan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018, di Indonesia angka kejadian penyakit dinding pembuluh darah (Dewi, 2. Berdasarkan data dan juga pengamatan yang meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, telah dilakukan melalui wawancarai bidan 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2. Desa Kauman, banyak penduduk desa yang individu di Indonesia menderita penyakit Penyakit jantung koroner adalah kesehatan dengan pola hidup yang sehat. Data penyakit yang disebabkan oleh penyempitan dari bidan Desa Kauman ada sebanyak 50% pembuluh darah di jantung. Penyempitan penderita Hipertensi. Hal ini disebabkan pembuluh darah tersebut diakibatkan oleh banyaknya warga yang memiliki pola makan penumpukan lemak yang terjadi di area yang salah . uka mengonsumsi makanan pembuluh darah arteri koroner sekitar jantung asi. , makan berlemak, jarang berolahraga yang disebut dengan istilah aterosklerosis dan kebiasaan merokok. Melihat dari data (Themistocleousus. Stefanis & Douda, 2. Bidan Desa Kauman tersebut, maka kami Penyakit ini sering ditemukan di memutuskan untuk melakukan penyuluhan LDL (Low Indonesia. Ada dua faktor resiko terjadinya koroner dengan tema AuSayangi jantungmu PJK yaitu faktor resiko yang dapat diubah kenali dia sejak diniAy. dan faktor resiko yang tidak dapat diubah. Faktor resiko yang dapat diubah yaitu terkait dengan perubahan pola hidup sehat seperti PELAKSANAAN DAN METODE Berdasarkan merokok, dyslipidemia, hipertensi, obesitas, permasalahan yang terjadi pada mitra maka sedangkan faktor resiko yang tidak dapat diubah meliputi keturunan, usia, dan jenis pendekatan dan kerja sama dari perangkat kelamin (P2PTM Kemenkes RI, 2. desa dan masyarakat dimana tim pengusul Faktor resiko yang memiliki potensi paling penyuluhan bertindak sebagai tim edukasi besar adalah hipertensi dan dyslipidemia. dan pendampingan sedangkan warga desa Pengaturan pola makan merupakan pilar sebagai tim peserta. Dalam kegiatan ini Page | 2 Vol. 1 No. 1 Ae September 2021 J-CS Journal of Community Service tahapan-tahapan HASIL DAN PEMBAHASAN Penyuluhan koroner yang dilakukan di desa Kauman . Tahap Persiapan Tahapan ini dilakukan dengan membuat Kabupaten Mojokerto dihadiri oleh 29 warga. Penyuluhan bertempat di balai desa Kauman. Pada kesempatan tersebut dilakukan penilaian tingkat pengetahuan masyarakat terhadap persiapan materi, pembuatan kuisioner Hasil mempersiapkan perijinan pada perangkat penilaian pengetahuan masyarakat terhadap jantung coroner dapat dilihat pada tabel 1. pengurusan administrasi, survey lokasi undangan, gladi bersih. diketahui terdapat perbedaan yang signifikan . Tahap Pelaksanaan Tahap media power point dan menyebarkan brosure terkait penyakit jantung koroner. Berdasarkan analisis menggunakan SPSS kesehatan gratis. Tahap Evaluasi Tahapan ini merupakan tahapan terakhir untuk meninjau pelaksanaan penyuluhan dengan mengacu pada indikator target luaran yaitu hasil pemaparan edukasi yang telah dijelaskan yang kemudian dibuat laporan sebagai dokumentasi dan penyuluhan mengenai edukasi penyakit jantung koroner di Desa Kauman. nilai pengetahuan sebelum dan sesudah signifikansi p=0,000 . <0,. Kegiatan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung koroner, serta melakukan pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah, cek koleseterol, dan gula darah secara gratis sebagai upaya deteksi dini terhadap faktor resiko yang berhubungan Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat desa Kauman Mojokerto. Pada kegiatan ini peneliti ingin melalui penyuluhan secara langsung dalam forum diskusi besar dan pemberian leafet. Page | 3 Vol. 1 No. 1 Ae September 2021 J-CS Journal of Community Service Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 29 warga dan bertempat di Balai Pertemuan Warga. Hasil yang diperoleh dari kuesioner selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS. Penyakit jantung koroner menjadi salah Nilai rerata (A SD) pretest didapatkan skor satu penyakit tidak menular yang masih sebesar 6,586 A 3,145 sedangkan nilai rerata (A SD) post test didapatkan skor sebesar 9,379 A 1,115. Hasil analisis menggunakan meningkatkan resiko akan terjadinya penyakit Wilcoxon signed ranks test didapatkan nilai jantung koroner. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, peneliti memberikan edukasi Artinya terdapat perbedaan yang bermakna berupa definisi terkait penyakit jantung dari skor pretest dan post test dengan skor post test lebih besar dari pre test. Perubahan terjadinya penyakit jantung koroner, gejala yang signifikan tersebut ditunjukkan dengan saat serangan, dan upaya preventif yang dapat adanya peningkatkan rerata skor pre test dan Untuk mengukur pengetahuan post test 2,793 A 3,331 sehingga dapat masyarakat peneliti menggunakan instrumen berupa kuesioner yang dibagikan sebelum melalui penyuluhan dan pembagian leaflet dan sesudah penyuluhan, sehingga dapat dengan tema Sayangi Jantungmu Cintai Dia Sejak Pola sebelum dan Dini p=0,000 sesudah diberikan edukasi penyakit jantung Kauman. Mojokerto. <0,. Edukasi merupakan proses interaktif yang mendorong terjadinya pembelajaran, dan PENUTUP pembelajaran merupakan upaya penambahan Kesimpulan pengetahuan baru, sikap, dan keterampilan Berdasarkan melalui penguatan praktik dan pengalaman masyarakat, terjadi peningkatan nilai rata-rata Edukasi tentang penyakit jantung koroner, peserta mencapai tingkat kesehatan yang optimal. menjadi lebih paham tentang hal-hal yang Edukasi menjadi komponen penting dalam berkaitan dengan jantung koroner, serta menyediakan perawatan yang aman, yang mengetahui pola hidup yang sehat untuk berpusat pada pasien. Pasien lebih banyak tahu tentang kesehatannya dan ingin terlibat mempunyai tujuan untuk membantu individu Adanya aktif dalam pemeliharaan kesehatan mereka. Page | 4 Vol. 1 No. 1 Ae September 2021 J-CS Journal of Community Service Saran Peserta yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat merubah pola hidupnya menularkan ilmu yang diperoleh ini kepada masing-masing masyarakat sekitar tempat tinggal, sehingga Untuk saran kedepan pengolahan tanaman herbal yang dapat dijadikan sebagai produk untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. DAFTAR PUSTAKA