Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Perencanaan Ulang Perkerasan Kaku Menggunakan Metode AASHTO Pada Jalan Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya Ae Jalan Raya Bringkang Gresik Satrio Pinandhito Brilliantoro1. Siswoyo*2 1,2 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Indonesia Email: 1satriopinandhito99@gmail. com, 2siswoyo60@uwks. *Penulis Korespondensi Abstrak Jalan Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya - Jalan Raya Bringkang Gresik merupakan jalan alternatif dari Surabaya ke Gresik. Jalan raya adalah infrastruktur vital yang memfasilitasi mobilitas manusia dan barang. Kendaraan yang melewati jalan ini mencakup berbagai jenis, termasuk kendaraan berat, sehingga pemeliharaan dan perencanaan yang tepat sangat penting. Perencanaan ini mencakup perencanaan peningkatan perkerasan jalan dengan mengadopsi metode AASHTO. Tujuan perencanaan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kondisi infrastruktur jalan raya di Indonesia terutama di ruas Jalan Raya Lidah Kulon Ae Jalan Raya Bringkang. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan perkerasan jalan. Berdasarkan dari perhitungan analisis kapasitas jalan akan direncanakan jalan 2/2 TT lebar jalan 11 meter. Sedangkan perhitungan tebal perkerasan kaku didapatkan tebal 30 cm dengan lapisan base 15 cm. Sementara, untuk sambungan dowel berdiameter 38 mm dengan panjang 450 mm, dan jarak 300 mm. Sambungan memanjang batang pengikat tie bars berdiameter 13 mm dengan panjang 650 mm dengan jarak 600 mm. Tulangan memanjang yo12 - 250 mm, tulangan melintang yo12 - 250 mm. Untuk Perencanaan ulang perkerasan kaku membutuhkan biaya sebesar Rp. 000,00. Kata kunci: AASHTO 1993. Manual Desain Perkerasan 2017. Perkerasan Kaku. PKJI tahun 2014. Rencana Anggaran Biaya Abstract Jalan Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya Ae Jalan Raya Bringkang Gresik serves as an alternative route from Surabaya to Gresik. Highways are vital infrastructure that facilitate the mobility of people and goods. Various types of vehicles, including heavy vehicles, use this road, making proper maintenance and planning crucial. This planning involves improving road pavement using the AASHTO method. The objective of this plan is to provide effective and sustainable solutions to enhance road infrastructure conditions in Indonesia, particularly along Jalan Raya Lidah Kulon Ae Jalan Raya Bringkang. Therefore, pavement improvements are necessary. Based on the road capacity analysis, the planned road configuration will be a 2/2 two-lane undivided road . /2 TT) with a width of 11 meters. For rigid pavement thickness calculations, the pavement will have a thickness of 30 cm with a 15 cm base layer. The dowel joint will have a diameter of 38 mm, a length of 450 mm, and a spacing of 300 mm. The longitudinal tie bars will have a diameter of 13 mm, a length of 650 mm, and a spacing of 600 mm. The longitudinal reinforcement will use yo12 - 250 mm, while the transverse reinforcement will use yo12 - 250 mm. The estimated cost for the rigid pavement reconstruction is Rp. 94,052,465,000. Keywords: AASHTO 1993. Pavement Design Manual 2017. Rigid Pavement. PKJI 2014, cost estimate PENDAHULUAN Jalan raya adalah jalur-jalur tanah di atas permukaan bumi yang sengaja di buat oleh manusia dengan bentuk, ukuran-ukuran dan konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk menyalurkan lalu lintas manusia, hewan, dan kendaraan yang mengangkut barang-barang dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya dengan cepat dan mudah . Pembebanan kendaraan yang berlebihan, kegagalan Parit Drainase, dan kerusakan jalan akibat curah hujan yang berlebihan semuanya akan menyebabkan kerusakan jalan, sehingga pembangunan jalan dapat melayani arus lalu lintas sesuai dengan jumlah tahun yang direncanakan . Konstruksi jalan raya sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat dan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna. Oleh karena itu, perencanaan yang tepat sangat di perlukan sesuai dengan standar perencanaan yang sesuai di Indonesia. Transportasi darat banyak di gunakan oleh masyarakat dalam melakukan mobilitas keseharian di bandingkan dengan transportasi air dan Halaman - 58 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan ini harus di dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya. Kerusakan jalan merupakan salah satu masalah penting bagi mobilitas antar wilayah sehingga perlu adanya analisis yang mendalam tentang kerusakan-kerusakan jalan tersebut . Hal ini dibuat agar dapat menjadi masukan untuk perencanaan kualitas jalan dimasa yang akan datang. Prasarana jalan yang akibat volume lalu lintas yang tinggi dan berulang-ulang akan menyebabkan terjadi penurunan kualitas jalan . Umumnya jalan yang direncanakan memiliki masa layanan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lalu lintas yang ada yaitu 10 hingga 20 tahun, agar mencapai tingkat pelayanan pada kondisi yang baik maka diperlukan adanya kegiatan perawatan jalan . Jalan Raya Wisma Lidah Kulon Ae Jalan raya Bringkang adalah jalan kabupaten yang merupakan jalan alternatif dari kota Surabaya ke kota. Gresik dengan kelas jalan lokal iB, yang berjarak 12 km dengan bertambahnya waktu pembangunan di kawasan tersebut seperti perumahan, gedung, sekolahan, kantor pastinya akan mengakibatkan terjadinya peningkatan volume kendaraan yang mempengaruhi kapasitas dan mutu pada jalan . , . Selain itu, curah hujan yang tinggi dan buruknya saluran drainase juga sangat mempengaruhi kapasitas jalan tersebut. Buruknya saluran drainase tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran manusia dalam membuang sampah. Hal tersebut dapat mengakibatkan saluran tersumbat dan terjadi banjir sehingga muka air yang terlalu tinggi dapat berpengaruh pada kekuatan subgrade/lapis pondasi karena akan meningkatkan kadar air. Peningkatan kadar air akan melemahkan perkerasan jalan secara keseluruhan, akibatnya jalan menjadi rapuh dan mudah rusak . , . karena perkerasan sebelumnya pada jalan tersebut . diasumsikan tidak mampu menahan beban yang diterima, maka perlu adanya perencanaan peningkatan jalan berupa perkerasan kaku menggunakan metode AASHTO di ruas Jalan Raya Lidah Kulon Ae Jalan Raya Bringkang supaya mendapatkan umur rencana jalan menjadi lebih lama serta mengurangi kemacetan pada lalu lintas pada lokasi tersebut, dengan harapan dapat menaikkan kapasitas jalan didaerah tersebut supaya pertumbuhan di kawasan tersebut menjadi lebih baik. Perencanaan tebal perkerasan jalan sudah banyak diteliti di berbagai wilayah di Indonesia . , . , . Hasil dari perencanaan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perkerasan jalan, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas di wilayah tersebut. Tujuan perencanaan ini adalah untuk melakukan perencanaan ulang perkerasan kaku dengan menggunakan metode AASHTO pada ruas jalan raya antara Wisma Lidah Kulon Surabaya dan Jalan Raya Bringkang Gresik dengan fokus mencapai hasil yang optimal dalam hal kekuatan, ketahanan, dan kelancaran lalu lintas, serta memastikan bahwa infrastruktur jalan raya ini memenuhi standar keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan pengguna jalan. II. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan berupa perencanaan ulang jalan berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Gresik, serta data penunjang lain yang diperoleh melalui pengamatan/survey. Lokasi perencanaan ini adalah Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya Ae Jl. Raya Bringkang Gresik dan tujuan perencanaan ini adalah perencanaan ulang jalan dengan metode AASHTO . Data yang dibutuhkan dalam perencanaan ini yaitu data CBR, data LHR dan data penunjang lain . Metodologi penelitian ini diuraikan melalui skema Gambar 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Data LHR Data lalu lintas diperoleh berdasarkan pengamatan secara langsung di lokasi studi di ruas Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya Ae Jl. Raya Bringkang Gresik. Metode untuk mendapatkan data volume arus lalu-lintas adalah dengan metode pencacahan arus lalu-lintas (Trafic Countin. Pengambilan data ini dilakukan selama 5 hari di lokasi yang sama Pengambilan data LHR dilakukan selama 5 hari berturut Ae turut maka jumlah kendaraan terbanyaklah yang akan dijumlahkan untuk mendapatkan hasil rata-rata. Data hasil survey tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Data CBR Nilai CBR yang dipergunakan adalah dari data sekunder yang di dapat dari Dinas Pekerjaan Umum Gresik. Berikut adalah Tabel 2 yang terdapat angka nilai CBR pada ruas Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya Ae Jl. Raya Bringkang Gresik pada STA STA 0 00 - 1 20. Halaman - 59 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Gambar 1. Diagram alir penelitian Tabel 1. LHR Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Ae Jl. Raya Bringkang 2 arah Jenis Kendaraan Bus Kecil Bus Besar Jumlah Rata2 Truck 2 Sumbu Truck 3 Sumbu Truck Gandeng Truck Trailer Tabel 2. Data CBR Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Ae Jl. Raya Bringkang TITIK Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4 Titik 5 CBR (%) 14,09 14,09 14,09 14,37 12,65 Analisis Data Lalu Lintas Dalam menganalisis data lalu lintas diperlukan hasil perhitungan kapasitas dasar (C. , koefisien penyesuaian akibat lebar lajur lalu lintas (FCi. , koefisien penyesuaian akibat pemisahan lalu lintas (FCp. , dan Penyesuaian karena adanya hambatan samping. untuk memperoleh analisis untuk menentukan kapasitas pada kondisi lapangan. Rangkaian data ini akan digunakan untuk menentukan nilai tingkat kejenuhan (DS) pada kondisi jalan pada saat ini. Halaman - 60 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Menentukan Kapasitas Dasar (C. Kapasitas dasar jalan bisa ditentukan dengan mengetahui dan meneliti jenis jalur datar pada daerah ini menggunakan 2/2 TT untuk perencanaan diperoleh Kapasitas Dasar (C. yaitu 3100 smp/jam. Menentukan Faktor Penyesuaian Kapasitas Akibat Lebar Jalur Lalu Lintas (FCl. Dari tabel faktor penyesuaian akibat lebar jalur lalu lintas untuk tipe jalan 2/2TT dengan lebar efektif pada tabel sebesar 7 m, maka didapatkan nilai FCLJ = 1. Menentukan Faktor Penyesuaian Kapasitas Akibat Pemisah Arah (FCp. Data lalu lintas yang diperoleh menunjukkan bahwa ruas Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya Jl. Raya Bringkang Gresik berada di STA 0 00 - 1 20. untuk faktor penyesuaian keterpisahan terarah 50% - 50% dan untuk nilai FCPA = 1,00. Menentukan Faktor Penyesuaian Kapasitas Akibat Hambatan Samping (FCh. Berdasarkan data jalan dan hasil survei lapangan, dapat ditentukan bahwa ruas Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya Ae Jl. Raya Bringkang Gresik pada STA STA 0 00 - 1 20. Terdapat pemukiman dan pertokoan, sehingga kelas hambatan samping pada lokasi pembangunan tergolong rendah (R). Berdasarkan tabel koefisien penyesuaian akibat hambatan samping(FCHS) untuk jalan 2 lajur dua arah . /2 TT) dengan tingkat hambatan samping sangat rendah dengan lebar bahu 2 m, berarti nilai FCHS = 1,00. Menentukan NiIai Kapasitas (C) C = Co x FCLJ x FCPA x FCHS Data : Nilai Co = 3100 Sesuai nilai FCLJ = 1,00 Sesuai nilai FCPA = 1,00 Sesuai nilai FCHS = 1,00 C = 3100 smp/jam x 1,00 x 1,00 x 1,00 = 3100 smp/jam . Menentukan Derajat kejenuhan (DS) DS = Q/S . Q = LHR x k x emp Data: LHR = sesuai dengan data primer lalu lintas 2023 = LHRtahun 2019 Oe LHRtahun 2018 C100% = 112497 Oe 71668 C100% = 5, 7% LHRtahun 2018 = 0,11 . aktor lalu lintas jam sibuk = ekuivalen mobil penumpang (Tabel . Tabel 3. Panduan penentuan nilai emp Tipe Alinemen Datar Bukit Gunung Arus Total (Kend/Ja. > 1900 > 1600 < 1350 KBM EMP SM Lebar Jalur LaluLintas . <6 m 6 -8m > 8m (Sumber: PKJI, 2. Derajat Kejenuhan pada tahun 2023 = 17855 x 0,11 x 0,5 = 7226 x 0,11 x 1,3 Bus Kecil = 5 x 0,11 x 1,3 Bus Besar = 5 x 0. 11 x 1,5 Truck 2 Sumbu = 158 x 0,11 x 2,5 Truck 3 Sumbu = 99 x 0,11 x 2,5 982,02 1033,31 0,715 0,825 43,45 27,225 smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam Halaman - 61 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Truck Gandeng Trailer Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 1 x 0,11 x 2,5 = 0,275 22 x 0,11 x 2,5 = 6,05 Q = 2093,87 DS tahun 2023 = Q/C = 2093,87 / 3100 = 0,675 Derajat Kejenuhan pada tahun 2043 = 17855 x . AA x 0,11 x 0,5 = 1954,02 = 7226 x . AA x 0,11 x 1,3 = 2198,35 Bus Kecil = 5 x . AA x 0,11 x 1,3 = 1,42 Bus Besar = 5 x . AA x 0. 11 x 1,5 = 1,64 Truck 2 Sumbu = 158 x . AA x 0,11 x 2,5 = 86,45 Truck 3 Sumbu = 99 x . AA x 0,11 x 2,5 = 54,17 Truck Gandeng = 1 x . AA x 0,11 x 2,5 = 0,54 Trailer = 22 x . AA x 0,11 x 2,5 = 12,03 Q = 4308,62 DS tahun 2043 = Q/C = 4308,62 / 3100 = 1,38 Derajat Kejenuhan pada Tahun 2063 = 17855 x . CA x 0,11 x 0,5 = 3888,09 = 7226 x . CA x 0,11 x 1,3 = 1573,52 Bus Kecil = 5 x . CA x 0,11 x 1,3 = 2,83 Bus Besar = 5 x . CA x 0. 11 x 1,5 = 3,26 Truck 2 Sumbu = 158 x . CA x 0,11 x 2,5 = 172,02 Truck 3 Sumbu = 99 x . CA x 0,11 x 2,5 = 107,79 Truck Gandeng = 1 x . CA x 0,11 x 2,5 = 1,08 Trailer = 22 x . CA x 0,11 x 2,5 = 23,95 Q = 5772,54 DS tahun 2063 = Q/C = 5772,54 / 3100 = 1,86 smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam smp/jam Dari hasil perhitungan diatas diketahui bahwa rute tersebut menggunakan 2/2 TT dari niIai derajat kejenuhan (DS) tahun 2023 sampai dengan 2063 . dengan nilai > 0,85, sehingga dapat disimpulkan bahwa jalan Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya - Jl. Raya Bringkang pada STA 0 00 1 20 tidak memenuhi kapasitas jalan dan diperkirakan tidak mampu menampung arus lalu lintas hingga akhir umur rencana, oleh karena itu diperlukan perencanaan untuk pelebaran jalan. Analisis Rencana Pelebaran Jalan Untuk mendapatkan kapasitas jalan sesuai umur rencana dan Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Ae Jl. Raya Bringkang pada STA 0 00 Ae 1 20. dianggap tidak layak untuk menampung arus lalu lintas maka digunakan jalan diperlukan rencana pelebaran jalan 11 meter 2/2 TT dengan spesifikasinya sebagai berikut: Kapasitas dasar jalan dapat ditentukan dengan mengetahui dan melihat tipe alinyemen Datar pada daerah ini menggunakan 2/2 TT dengan kapasitas dasar (CO) datar = 3100 smp/jam. Tipe jalan 2/2 TT dengan lebar efektif sebesar 5,50 meter / lajur (FCIJ) = 1,34 Faktor Penyesuaian Kapasitas Akibat Pemisah Arah (FCPA) 50 % - 50 % = 1,00 Faktor Penyesuaian Kapasitas Akibat Hambatan Samping Sangat rendah (FCHS) rendah = 0,94 Menentukan Nilai Kapasitas (C) C = Co x FCIJ x FCPA x FCHS Data: Sesuai nilai Co = 3100 smp/jam Sesuai nilai FCIJ = 1,34 Sesuai nilai FCPA = 1,00 Sesuai nilai FCHS = 0,94 C = 3100 smp/jam x 1,34 x 1,00 x 0,94 = 3904. 76 smp/jam Dari data di atas dapat kita ketahui derajat kejenuhan (DS) pada kondisi jalan setelah perencanaan pelebaran jalan dengan Tabel 4. DS tahun 2023 = Q/C = 2093,87 / 3904,76 = 0,53 Halaman - 62 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Tabel 4. Perhitungan Derajat Kejenuhan Tahun 2023 Setelah Perbaikan Jalan No. Jenis Kendaraan Bus Kecil Bus Besar Truk 2 Sumbu Truk 3 Sumbu Truk Gandeng Trailer LHR 2 Arah Jumlah 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 0,11 Emp Q . mp/ja. 982,02 1033,31 0,715 0,825 43,45 27,225 0,275 6,05 2093,87 Dari hasil perhitungan Tabel 5 diketahui bahwa nilai derajat kejenuhan (DS) dari tahun 2023 Ae 2037 berada pada nilai < 0,85 dan tahun 2037 Ae 2063 berada nilai >0,85, maka disimpulkan bahwa jalan Jl. Raya Wisma Lidah Kulon Surabaya Ae Jl. Raya Bringkang Gresik pada STA 0 00 - 1 20 memenuhi kapasitas jalan dan dianggap layak untuk menampung arus lalu lintas hingga 14 Tahun. Tabel 5. Perhitungan Derajat Kejenuhan Tahun 2024-2038 Setelah Perbaikan Jalan Jenis Kendaraan Bus Kecil Bus Besar Truk 2 Sumbu Truk 3 Sumbu Truk Gandeng Trailer EuQ 26816,06 0,553 29706,17 0,599 32599,29 0,645 0,691 Tahun 38382,51 0,737 0,783 44165,74 0,829 0,852 Analisis Data CBR Analisa data CBR dibutuhkan untuk mengetahui besarnya daya dukung tanah dasar karena mutu dan daya bahan suatu konstruksi perkerasan tidak lepas dari sifat tanah dasar. Pengolahan data CBR dapat dilakukan secara grafik untuk mendapatkan satu nilai yang mewakili sepanjang segmen penelitian. Sesuai plot grafik pada Gambar 2, diperoleh nilai CBR 90% sebesar 14%. Perhitungan daya dukung tanah (DDT)= 4,3 log CBR 1,7 = 4,3 log 13,15 1,7 = 6,51. Gambar 2. CBR Desain Tanah Dasar Perencanaan Desain Perkerasan Menggunakan AASHTO 1993 Dalam perencanaan desain perkerasan Jl. Kebraon Ae Jl. Bangkingan Kota Surabaya pada STA 0 00 - 1 20. digunakan perkerasan kaku (Rigid Pavemen. dengan menggunakan metode AASHTO 1993. Adapun beberapa ketentuan dalam perencanaan perkerasan kaku adalah sebagai berikut. Perkembangan lalu lintas per tahun kota = 5,7 % (Surabay. Lebar jalan sekarang =7m . Lebar jalan direncanakan = 11 m Lebar bahu efektif = 50 cm Tipe jalan sekarang = Jalan 2 jalur 2 arah tak terbagi . /2 TT) Halaman - 63 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan . Tipe jalan rencana . Umur rencana . Fungsi jalan Tipe medan Nilai CBR Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 = Jalan 2 jalur 2 arah tak terbagi . /2 TT) = 40 tahun = Kolektor = Datar = 14 % Faktor Distribusi Lajur Faktor distribusi arah DD bervariasi antara 0,3 Ae 0,7 . tau 30 - 70%). Umumnya yang di ambil 0,5. Untuk Faktor distribusi lajur (DL), mengacu pada Tabel (AASHTO 1. Dengan 2 lajur per arah didapatkan Nilai Distribusi lajur (DL) yaitu 100%. Menghitung nilai ESAL (Equivalent Single Axle Loa. Beban sumbu standard kumulatif atau Equivalent Single Axle Load (ESAL) merupakan jumlah kumulatif beban sumbu lalu lintas desain pada lajur desain selama umur rencana. Dimana : W18 = Traffic design pada lajur lalu-lintas. Equivalent Single Axle Load. LHRj = Jumlah lalu-lintas harian rata-rata 2 arah untuk jenis kendaraan j. DFj = Damage factor untuk jenis kendaraan j. DA = Faktor distribusi arah. = Faktor distribusi lajur. = Lalu-lintas pada tahun pertama jalan dibuka. = Lalu-lintas pada akhir umur rencana. Sebagai contoh, dilakukan perhitungan ESAL untuk jenis kendaraan Bus 1. 1 dengan berat 9 ton. Perhitungan dilakukan untuk roda depan yang berupa gandar tunggal (STRT) dan roda belakang berupa gandar ganda (STRG). Rangkuman hasil perhitungan ESAL untuk berbagai tipe kendaraan disajikan pada Tabel 6. VDFroda Oe depan ( STRT ) = C4 = C 4 = 0,1031 5, 4 5, 4 5,94 VDFroda Oebelakang ( STRG ) = C4 = C 4 = 0, 2808 8,16 8,16 Total Oe VDF = roda Oe depan roda Oe belakang = 0,1031 0, 2808 = 0,3839 Tabel 6. Perhitungan ESAL LHR Jenis Kendaraan Mobil Bus Truk 2 Sumbu Truk 3 Sumbu Truk Gandeng Trailer Berat Kendaraan . Total ESAL VDF W18 (ESAL) a x b x c x d 365 0,5735 0,3839 6,4021 5,2422 4,123 15,918 700,6175 192783,2363 97583,553 752,4475 52290,63 997212,2843 ) Oe 1 = 84314575, 24 i ) Oe 1 = 997212, 28 C . W =W C Penentuan Tebal Plat Dengan Perhitungan ESAL di atas maka dapat disimpulkan ketebalan perkerasan rigid pavement adalah 30 cm sesuai Tabel 7. Lapisan pondasi dasar minimum yang direkomendasikan oleh AASHTO 1993 adalah 6 inci, atau setara dengan 15,24 cm dibulatkan menjadi 15 cm. Halaman - 64 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan No. Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 Tabel 7. Acuan penentuan tebal plat beton sesuai nilai ESAL Trafic Design (ESAL) Tebal Plat Beton . 29 cm 30 cm 30 cm Perkerasan Beton Bersambung Dengan Tulangan Data perencanaan sebagai antara lain. Tebal pelat beton= 300 mm. koefisien gesekan . = 1,8. dan baja yang digunakan (BJ . , fy = 240 MPa. Desain tulangan memanjang dan melintang dibuat sama yaitu diameter yo12 Ae 250 mm (As = 452 mm. Rincian perhitungannya sebagai berikut. As = 11, 76 C F C L C H 11, 76 C1,8 C15 C 300 = 396,9mm2 / m AS min sesuai SNI yaitu 0,14% = 0,14% x 300 x 1000 = 420 mm2/m (As min > As Perl. Dowel yaitu batang baja tulangan polos yang digunakan sebagai penyambung / pengikat pada sambungan pelat beton perkerasan jalan. Jadi ukuran dowel yang digunakan untuk perkerasan yaitu diameter yo38 dengan panjang 450 mm dan jarak 300 m. Tie-bar dipasang pada sambungan memanjang agar mengikat pelat sehingga tidak bergerak ke arah horizontal. Jarak maksimum tie-bar berdiameter A inchi dan Iy inchi. Penulangan tie-bar dengan tebal perkerasan 12 inchi menggunakan baja tulangan ulir A inchi, maka diameter tulangan yang digunakan 13 mm dengan panjang tulangan 650 mm dan jarak 600 mm. Rencana Anggaran Biaya Perhitungan volume pekerjaan dan rencana anggaran biaya dapat dilihat pada Tabel 8. Total estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan konstruksi perkerasan kaku pada lokasi penelitian adalah sebesar Rp. 000,00. Tabel 8. Rencana Anggaran Biaya i URAIAN PEKERJAAN VOLUME SAT Pekerjaan Persiapan Direksi Keet Mobilisasi Peralatan Pengukuran Lapangan Pembersihan dan Pembongkaran Pekerjaan Tanah Penggalian Tanah Dengan Alat Berat & pengangkutan keluar proyek Pekerjaan Lapis Perkerasan Pekerjaan Beton K-350 Pekerjaan Base Pekerjaan Tulangan Pekerjaan Pembesian Tulangan Memanjang Pekerjaan Pembesian Tulangan Melintang Pekerjaan Pembesian Dowel Pekerjaan Pembesian Tiebars Pekerjaan Bekisting Pekerjaan Pelengkap Jalan Marka Jalan Jumlah Ppn 10% Total Biaya Dibulatkan Harga Per KM dari STA 0,00-12. HARGA SATUAN JUMLAH HARGA 500,00 500,00 000,00 000,00 000,00 500,00 000,00 000,00 492,00 000,00 Rp 1. 953,00 Rp 430. 825,00 Rp 50. 800,00 Rp 8. 000,00 645,00 645,00 645,00 645,00 761,00 Rp 10. 447,50 Rp 5. 975,00 Rp 5. 760,00 Rp 1. 242,50 Rp 2. 942,00 221,00 600,00 Rp 85. 267,00 Rp 8. 026,70 Rp 94. 293,70 Rp 94. 000,00 Rp 7. 416,67 IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa hasil analisis derajat kejenuhan jalan, diperkirakan lebar jalan eksisting tidak mampu menampung arus lalu lintas hingga akhir umur rencana sehingga diperlukan perencanaan untuk pelebaran Pada tahap perencanaan, diperoleh tebal perkerasan kaku menggunakan metode AASHTO 1993 yaitu 30 cm dengan lapisan base 15 cm. Dari perhitungan RAB Perencanaan rigid pavement Jl. Raya Wisma Lidah kulon Surabaya Ae Jl. Raya Bringkang Gresik STA 0 00 - 12 00 dengan lebar 11 meter dan sepanjang Halaman - 65 Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya E-ISSN: 3090-1154 12000 meter . memerlukan biaya untuk pembangunan sebesar Rp 94. 000,00 (Sembilan puluh empat milyar lima puluh dua juta empat ratus enam puluh lima ribu rupia. REFERENSI