E-ISSN : 2797-1910 Vol. No. Juni 2024. Hlm. DOI: 10. 37274/ukazh. Eksplorasi Strategi Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab: Studi Strategi Belajar Rebecca Oxford Aji Rizqi Ramadhan*. Uswah Mujahidah Rasuna Said. Hairuddin Arsyad. Mad Ali Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Indonesia *ajiirizqi@upi. Abstrak Penguasaan kosakata . merupakan komponen penting dalam mempelajari bahasa Arab. Pondok Hajjah Nuriyah Shabran mewajibkan mahasiswanya untuk berbahasa Arab di lingkungan pesantren, sehingga strategi pembelajaran mufradat menjadi hal yang penting untuk Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran mufradat bagi mahasiswa di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dengan menggunakan klasifikasi strategi dari Rebecca L. Oxford. Penelitian ini menggunakan metode campuran . ixed metho. dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 31 mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran semester 2, serta wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah bahasa Arab dan musyrif atau pendamping mahasiswa di Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa adalah strategi kompensasi . ,72%), diikuti oleh strategi afektif . ,86%), kognitif . ,68%), memori . ,07%), dan sosial . ,44%). Sementara itu, strategi metakognitif merupakan strategi yang paling jarang digunakan . ,66%). Mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran cenderung lebih sering menggunakan strategi kompensasi, afektif, kognitif, dan memori dalam mempelajari kosakata baru, sementara strategi sosial dan metakognitif masih kurang populer di kalangan mahasiswa. Kata Kunci: Mufradat. Pembelajaran. Rebecca Oxford. Strategi Abstract Mastery of vocabulary . is an important component in learning Arabic. Pondok Hajjah Nuriyah Shabran requires its students to speak Arabic in the Islamic boarding school environment, so the mufradat learning strategy is an important thing to study. This research aims to explore mufradat learning strategies for students at Pondok Hajjah Nuriyah Shabran using Rebecca Oxford's strategy. This research uses a mixed method with a qualitative and quantitative descriptive approach. Data was collected through questionnaires distributed to 31 students of Pondok Hajjah Nuriyah Shabran semester 2, as well as interviews with lecturers who taught Arabic and musyrif courses or student companions in the dormitory. The results showed that the strategies most frequently used by students were compensatory strategies . 72%), followed by affective strategies . 86%), cognitive . 68%), memory . 07%), and social. 44%). Meanwhile, metacognitive strategies are the least frequently used strategies . 66%). Students at Pondok Hajjah Nuriyah Shabran tend to use compensatory, affective, cognitive and memory strategies more often in learning new vocabulary, while social and metacognitive strategies are still less popular Diserahkan: 18-04-2024 Disetujui: 23-05-2024. Dipublikasikan: 28-06-2024 Eksplorasi Strategi Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab: Studi Strategi Belajar Rebecca Oxford among students. Keywords: Learning: Mufradat. Rebecca Oxford. Strategy PENDAHULUAN Kosakata . merupakan komponen penting dalam mempelajari suatu bahasa, termasuk bahasa arab yang merupakan bahasa kedua setelah bahasa ibu. Mufrodat termasuk salah satu dari 3 unsur bahasa arab, yaitu Aswat . , mufrodat . , dan tarakib . usunan kalima. (Rahmawati and Shofiyani 2. Ketiga unsur tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Tanpa penguasaan mufrodat yang baik, maka seorang yang ingin mempelajari bahasa arab akan merasa sangat kesulitan untuk menguasai Keempat keterampilan bahasa Arab yang meliputi kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis (Taubah 2. Suatu kalimat tidak akan sempurna tanpa tatanan susunan kata yang baik. Diperlukan perbendaharaan kosakata untuk pemilihan kata dalam sebuah kalimat. Pemilihan katakata yang sesuai dalam suatu kalimat juga dapat membantu dalam memahami makna dari pesan yang hendak disampaikan melalui bahasa (Tamsil 2. Penguasaan bahasa dengan seluruh aspeknya menjadi asas bagi setiap pembelajar bahasa untuk memperoleh kecakapan dalam berbahasa. Sejalan dengan itu, memiliki perbendaharaan kosakata yang luas merupakan hal yang sangat penting, sebab dengan banyaknya kosakata yang tersimpan dalam ingatan seseorang, hal tersebut akan memfasilitasi mereka untuk lebih mudah mencapai kemahiran dalam keterampilan berbahasa (Jamiatunnur. Ritonga Mahyudin, and Hanomi 2. Mufradat memainkan peran penting dalam proses pembelajaran bahasa arab. Tak heran jika perbekalan mufradat itu sering menjadi fokus utama dalam pembelajaran bahasa arab. Seseorang yang mempelajari mufradat memiliki cara ataupun karakteristik dalam mempelajarinya, karena jika pembelajar tidak melakukan identifikasi metode pembelajaran, maka siswa tidak dapat mengetahui efektivitas suatu strategi bagi dirinya Oleh karena itu, permasalahan dalam pembelajaran perlu diidentifikasi terlebih dahulu sebelum menetapkan tujuan pembelajaran dan mencari solusi yang tepat (Pisal and Teh 2. Salah satu pondok pesantren yang mewajibkan santrinya untuk berbahasa arab di lingkungan pesantren adalah Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. Pondok tersebut memiliki program persiapan bahasa arab pra-kuliah selama satu tahun untuk menunjang kemampuan bahasa arab sebelum memasuki kuliah formal strata 1 di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. Tentu mahasiswa yang mempelajari bahasa arab di pondok pesantren tersebut kadang mengalami Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Ramadhan. Said. Arsyad. Ali kesulitan dalam mempelajari mufradat bahasa arab, seperti pada umumnya pembelajar lainnya ketika mempelajari asing ini. Proses belajar tidak hanya dengan guru, dan tidak serta merta selalu di dalam ruang Faktor dari diri pembelajar untuk selalu belajar juga bisa mempengaruhi hasil Sama halnya dengan mempelajari mufradat, pembelajar bahasa tidak bisa menunggu guru untuk memberikan kosakata sebagai bekal perbendaharaan untuk dimiliki, harus ada kemauan untuk memiliki strategi dalam mempelajari dan memahami mufradat tersebut. Seseorang yang tidak mandiri dalam belajar maka tidak akan dapat meningkatkan kemampuan belajar secara independen dan kepercayaan diri dalam proses pendidikan akan terhambat. (Nurfadilah and Hakim 2. Pondok Hajjah Nuriyah Shabran memiliki peraturan yang dapat memicu semangat mahasiswa dalam mempelajari bahasa arab, yaitu memberikan hukuman drop out (DO) bagi mahasiswa yang kurang mampu menguasai bahasa arab yang dibuktikan dengan hasil nilai belajar, dan memberikan beasiswa pembelajaran bagi seluruh mahasiswa yang mampu menguasai bahasa arab. Hal ini dapat memunculkan kemandirian dalam mempelajari bahasa arab dan lebih khususnya dalam mempelajari mufradat karena menjadi tiang utama dalam mempelajari bahasa arab. Oxford . mendefinisikan Strategi pembelajaran merupakan upaya atau teknikteknik khusus yang digunakan oleh para pembelajar untuk membantu, mempermudah, mempercepat, membuat lebih menyenangkan, lebih efektif, dan lebih mandiri dalam proses belajar, serta memungkinkan mereka untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam situasi atau konteks baru. Dalam mempelajari bahasa juga diperlukan strategi guna mempermudah proses selama pembelajaran. Strategi pembelajaran bahasa mencakup cara berpikir dan pola perilaku yang digunakan oleh individu untuk membantu diri mereka sendiri dalam memahami, mempelajari, atau menguasai aspek-aspek kebahasaan baru, seperti kosakata, tata bahasa, pelafalan, dan keterampilan berbahasa menyimak, berbicara, membaca, menulis (Kusumawati 2. Strategi untuk memahami dan mempelajari kosakata arab . , harus mendapatkan perhatian serius bagi para pembelajar bahasa. Strategi pembelajaran kosakata adalah metode yang digunakan siswa dalam mempelajari Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Oxford . alam Saragih and Kumara 2. , strategi belajar bahasa dapat dikategorikan menjadi dua jenis strategi utama, yakni strategi langsung . irect strateg. yang melibatkan proses belajar secara langsung terhadap bahasa target, serta strategi tidak langsung . ndirect strateg. yang lebih berfokus pada pengelolaan proses belajar itu sendiri. Oxford . mengklasifikasikan strategi pembelajaran menjadi enam kategori, yaitu Austrategi memori, strategi kognitif, strategi kompensasi, strategi metakognitif, strategi afektif, dan strategi sosialAy. Keenam kategori tersebut dikelompokkan menjadi Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Eksplorasi Strategi Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab: Studi Strategi Belajar Rebecca Oxford dua tipe utama. Tipe pertama adalah strategi langsung yaitu mencakup strategi memori, strategi kognitif, dan strategi kompensasi, yang berhubungan langsung dengan proses belajar bahasa itu sendiri. Tipe kedua adalah strategi tidak langsung yang meliputi strategi afektif, strategi metakognitif, dan strategi sosial, yang lebih terkait dengan pengelolaan serta aspek psikologis dan sosial dalam proses belajar bahasa. Penelitian tentang strategi pembelajaran kosakata bahasa arab masih sangat hangat, dan sudah banyak dikaji, di antaranya oleh Mahyudin . yang mengkaji tentang Strategi Pembelajaran Elaborasi untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata di Madrasah Tsanawiyah. Dalam penelitian tersebut menyebutkan adanya pengaruh yang signifikan dalam proses belajar mengajar dengan strategi elaborasi yaitu strategi pengulangan kata. Dalam penelitian Astuti . menjelaskan tentang adanya pengaruh dalam menggunakan media pembelajaran kosakata dengan kartu flash yang mana dengan metode tersebut dapat membantu perkembangan kognitif. Dalam penelitian Rachman . menyebutkan bahwa media pembelajaran dan metode pengajaran kreatif memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Strategi pengajaran yang inovatif, seperti penggunaan berbagai metode dan media, dapat membantu siswa belajar kosakata bahasa Arab secara efektif. Dari penelitian sebelumnya ada kesamaan akan kajian untuk strategi pembelajaran mufradat, berangkat dari penelitian terdahulu pada penelitian ini akan fokus pada klasifikasi strategi pembelajaran kosakata untuk mengeksplorasi strategi mahasiswa dalam mempelajari mufradat di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dengan menggunakan metode yang digagas oleh Rebecca L Oxford. Dengan strategi pembelajaran enam kategori yang disebutkan oleh Oxford. Penelitian ini berupaya mengungkap strategi yang cocok digunakan oleh mahasiswa pondok Hajjah Nuriyah Shabran sehingga dapat menjadi tolak ukur bagi generasi setelahnya secara spesifik tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran mufradat bagi mahasiswa di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif . ixed method. , yaitu menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggabungkan wawancara dengan hasil angket dalam proses pengumpulan data penelitian (Waruwu Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menganalisis strategi belajar kosakata bahasa Arab yang diterapkan oleh para mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran yang bersumber dari hasil wawancara. Metode kualitatif mencakup aktivitas pengumpulan data dan analisis Selanjutnya, metode deskriptif kuantitatif berupa statistik deskriptif sederhana Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Ramadhan. Said. Arsyad. Ali digunakan untuk menyajikan data frekuensi jenis-jenis strategi belajar kosakata bahasa Arab yang dimanfaatkan oleh mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran yang didapat dari hasil kuesioner. Dalam penelitian ini, sumber data yang dipilih adalah mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran semester 2 yang berjumlah 31 orang. Alasan pemilihan sumber data tersebut adalah karena mahasiswa semester 2 telah memperoleh pembelajaran bahasa Arab selama satu tahun pada masa persiapan sebelum memasuki perkuliahan di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran yang terintegrasi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Oleh karena itu, mereka dianggap memiliki penguasaan kosakata bahasa Arab yang lebih banyak dan telah mengembangkan strategi belajar bahasa. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan berbentuk kuesioner atau angket. Angket tersebut memuat enam jenis strategi belajar bahasa sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Oxford . Setiap strategi belajar bahasa memiliki beberapa pernyataan yang dipilih dari Strategy Inventory for Language Learning (SILL) yang dikembangkan oleh Oxford. Instrumen kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala Likert yang terdiri dari 4 pilihan jawaban, yaitu selalu, sering, kadang-kadang, dan jarang sekali. Penyusunan kuesioner tersebut mengacu pada teori pembelajaran bahasa yang diajukan oleh Oxford, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan siswa dalam menerapkan berbagai jenis strategi belajar bahasa secara spesifik. Terdapat 30 butir pernyataan dan Setiap strategi memiliki jumlah butir pernyataan yang sama, yaitu 5 pernyataan untuk setiap jenis strategi. Kuesioner dalam penelitian ini didistribusikan kepada mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran semester 2 yang berjumlah 31 orang dengan memanfaatkan platform Google Formulir. Para subjek penelitian diminta untuk memberikan tanggapan mereka terhadap seluruh pernyataan yang tersedia pada kuesioner tersebut. Data penelitian lainnya berasal dari hasil wawancara dosen pengajar bahasa arab dan musyrif atau pendamping mahasiswa di asrama. Adapun wawancara dengan dosen pengajar lebih fokus pada pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan 3 strategi belajar bahasa langsung direct strategy, yaitu strategi memori, kompensasi, dan kognitif. Sedangkan wawancara dengan musyrif atau pendamping di asrama berfokus pada pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan strategi tidak langsung, yaitu strategi afektif, strategi metakognitif, dan strategi sosial, yang lebih terkait dengan pengelolaan serta aspek psikologis dan sosial. Kemudian data dikumpulkan dan menjadi data pendukung dari hasil kuesioner yang dilakukan oleh Mahasiswa. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Eksplorasi Strategi Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab: Studi Strategi Belajar Rebecca Oxford Menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Kuesioner tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi strategi belajar yang digunakan oleh mahasiswa dalam mempelajari kosakata . bahasa Arab. Menganalisis data hasil wawancara yang dilakukan dengan dosen pengampu mata kuliah bahasa Arab. Wawancara ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tambahan dan perspektif dari pengajar terkait strategi belajar yang diterapkan mahasiswa saat mempelajari kosakata bahasa Arab. Mendeskripsikan hasil data kuesioner dengan menyajikan persentase penggunaan masing-masing strategi belajar yang tercantum di dalam kuesioner dan menganalisis hasil wawancara dengan dosen mata kuliah dan musyrif atau pendamping di asrama. Sajian data persentase ini memberikan gambaran tentang strategi belajar yang paling banyak diadopsi serta yang paling jarang dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam proses mempelajari kosakata atau mufrodat bahasa Arab. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan kuesioner yang telah diberikan kepada mahasiswa Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, data berhasil dikumpulkan dan kemudian diolah menjadi grafik. Grafik ini menunjukkan penggunaan berbagai strategi mufradat bahasa Arab oleh Berikut grafik hasil kuesioner 6 strategi pembelajaran mufradat: Strategi sosial Strategi afektif 04% 5. Selalu Sering Kadang-Kadang Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Jarang Sekali Selalu Sering Kadang-Kadang Jarang Sekali Ramadhan. Said. Arsyad. Ali Strategi metakognitif Strategi memori kadang-kadang Selalu Kadang-Kadang Jarang Sekali Strategi kognitif Strategi konpenasasi Sering Selalu Sering Kadang-Kadang Selalu Jarang Sekali Sering Kadang-Kadang Jarang Sekali Dari gambar di atas, jika direpresentasikan dalam bentuk tabel, akan menghasilkan data sebagai berikut: Tabel 1. Data Analisis persentase jawaban kuesioner No. Jenis Strategi Memori Kognitif Kompensasi Metakognitif Afektif Sosial Selalu Sering Kadang Kadang Jarang Sekali 12,29% 11,60% 13,56% 9,70% 16,14% 5,14% 36,78% 38,08% 45,16% 30,96% 38,72% 41,30% 35,48% 38,06% 34,18% 45,80% 32,26% 44,52% 15,45% 12,26% 7,10% 13,54% 12,88% 9,04% Sumber: Hasil kuesioner Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran cenderung memilih berbagai strategi dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab. Analisis menunjukkan bahwa strategi yang dikategorikan sering digunakan adalah sebagai berikut: strategi Memori dengan persentase 36,78%, sementara 38,08% yaitu strategi Kognitif. Lebih lanjut, strategi Afektif dan Sosial masing-masing adalah 38,72% dan 41,30% siswa. Sementara itu, strategi Kompensasi dan Metakognitif masing-masing adalah 45,16% dan 30,96%. Ini menunjukkan preferensi yang beragam terhadap strategi pembelajaran yang digunakan oleh mahasiswa dalam menguasai mufradat bahasa Arab. Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Eksplorasi Strategi Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab: Studi Strategi Belajar Rebecca Oxford Tabel 2. Rasio Strategi belajar mufradat Strategi Memori Kognitif Kompensasi Metakognitif Afektif Sosial Rasio 49,07 49,68 58,72 40,66 54,86 46,44 Sumber: Hasil kuesioner Untuk mendapatkan rasio frekuensi penggunaan strategi dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab mahasiswa Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, dilakukan penjumlahan pada persentase kecenderungan sering dan selalu, yang kemudian dijabarkan pada tabel di atas. Analisis dari kuesioner yang terdapat pada Tabel menjelaskan tingkatan penggunaan strategi oleh siswa, dari yang paling dominan hingga yang paling sedikit digunakan. Dari hasil tersebut, strategi kompensasi teridentifikasi sebagai strategi yang paling banyak digunakan dengan persentase sebesar 58,72% diikuti oleh strategi Afektif dengan persentase 54,86%. Strategi Kognitif menempati posisi ketiga dengan persentase 49,68%, sementara strategi Memori dan Sosial berturutturut menempati posisi keempat dan kelima dengan persentase 49,07% dan 46,44%. Strategi Metakognitif tercatat sebagai strategi yang paling jarang digunakan dengan persentase hanya 40,66%. Pembahasan Strategi Kompensasi menjadi strategi yang paling dominan dalam pembelajaran kosakata bahasa arab. Strategi kompensasi mencakup pemanfaatan konteks untuk menebak makna dalam kegiatan mendengarkan dan membaca, menggunakan sinonim, deskripsi, dan isyarat non-verbal guna mempertahankan kelancaran komunikasi dan pemahaman (Mulyani 2. Berdasarkan Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase mahasiswa yang menggunakan strategi ini berada pada posisi teratas dibandingkan dengan strategi lainnya yaitu sebanyak 58,72%. Mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran sadar akan pentingnya menerapkan strategi pembelajaran ini karena pada dasarnya mereka telah mencapai tingkat keterampilan dan pemahaman bahasa yang lebih tinggi, yang memungkinkan mereka untuk menggunakan strategi ini secara efektif. Strategi kompensasi melibatkan penggunaan teknik untuk mengatasi kesulitan dalam berkomunikasi atau memahami bahasa ketika pengetahuan bahasa mereka tidak Mahasiswa sering berada dalam situasi yang membutuhkan mereka untuk berkomunikasi dengan lebih kompleks atau memahami materi yang lebih sulit, sehingga Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Ramadhan. Said. Arsyad. Ali strategi ini menjadi sangat relevan. Hasil yang telah dianalisis dari kuesioner yang ada, menunjukkan bahwa mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran sering melakukan inisiatif untuk mengambil langkah proaktif dalam menyelesaikan tantangan dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab dengan melibatkan beberapa cara. Salah satunya adalah berinisiatif untuk mencari konteks tambahan jika ada kesulitan memahami mufradat yang diajarkan. Langkah ini dapat membantu dalam memperjelas makna dan penggunaan kata-kata secara lebih Selain itu, mencari sinonim dari mufradat yang dipelajari dapat membuka pemahaman yang lebih luas tentang konsep yang terkandung dalam kata-kata tersebut. Terakhir, mengambil inisiatif untuk mencari tahu makna dari mufradat yang dianggap sulit secara mandiri memperkuat pemahaman dan penguasaan terhadap materi Menurut hasil wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah bahasa arab bahwa dosen sering menjelaskan arti mufradat baru atau yang tidak dikenal dengan mencoba mengganti dengan ungkapan lain yang lebih umum bahkan kadang menggunakan isyarat Dalam praktek pembelajaran antara dosen dan mahasiswa bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa arab. Strategi ini paling efektif untuk memahamkan mahasiswa ketika mendapati kosakata yang tergolong sulit dan jarang dipahami. Sebagai contoh dalam mengajarkan kata AONA, mahasiswa lebih familiar dengan kata A OIIAyang berarti tidur, maka penjelasan kata A ONAbisa menggunakan antonim kata A OIIAdengan tambahan huruf nafi A EAyang berarti tidak dan tambahan imbuhan keterangan waktu A AO EEOEAyang berarti di waktu malam. Mahasiswa pun memahami dengan mudah arti kata A ONAdengan memaknai kata tersebut dengan A E OII AO EEOEAyang berarti tidak tidur di waktu malam atau bisa diartikan dengan begadang Selanjutnya yaitu strategi afektif yang berada pada posisi kedua dengan persentase sebanyak 54,86%. Strategi afektif merujuk pada pendekatan dalam pembelajaran yang melibatkan emosi, sikap, motivasi, dan nilai-nilai siswa. Strategi ini menekankan pentingnya mengendalikan faktor emosional untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif (Rohayati 2. Dalam hal pembelajaran mufradat, strategi afektif membantu mahasiswa mengatasi kecemasan, meningkatkan motivasi, dan membangun sikap positif terhadap bahasa yang dipelajari. Dalam konteks pembelajaran bahasa khususnya pada tingkatan yang lebih tinggi di perguruan tinggi, mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran sudah mampu mengelola emosi dengan baik dibanding siswa. Kemampuan ini memungkinkan mereka untuk lebih efektif dalam menghadapi tantangan dan tekanan yang mungkin timbul selama proses pembelajaran. Mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, dengan kematangan emosional yang lebih tinggi, dapat mengendalikan kecemasan, meningkatkan motivasi belajar, dan Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Eksplorasi Strategi Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab: Studi Strategi Belajar Rebecca Oxford membangun sikap positif terhadap materi yang dipelajari. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kinerja akademik dan keberhasilan dalam pembelajaran bahasa asing. Berdasarkan analisis kuesioner yang telah disebarkan, mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran sering untuk mengelola emosi dengan baik. Hal ini terlihat dari kecenderungan mereka memilih pilihan sering untuk tetap tenang ketika menghadapi kesulitan dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab. Kemudian sering untuk mencari dukungan dari teman ketika merasa kesulitan dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab dan selalu mencoba mengubah sikap atau suasana hati ke hal yang lebih positif ketika menghadapi kesulitan dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab. Berdasarkan hasil wawancara dengan musyrif atau pembimbing di asrama, mahasiswa lebih cenderung mudah dikontrol dibanding siswa pada umumnya karena faktor kedewasaan yang dimiliki oleh mahasiswa. Faktor lainnya adalah seluruh mahasiswa merupakan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh dalam proses perkuliahan di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan beasiswa tersebut akan dicabut apabila nilai mahasiswa di bawah standar nilai yang ditetapkan pihak pondok, sehingga hal ini menimbulkan rasa kekeluargaan di antara mahasiswa dan menjadi penyemangat satu dengan yang lainnya. Ukhuwah atau kekompakan yang terjadi diantara mahasiswa dapat menimbulkan rasa tenang karena memegang prinsip-prinsip kerja sama antar Kemudian strategi kognitif berada pada urutan ketiga dari strategi yang paling banyak Pada hasil angket yang telah di sebar, persentase strategi kognitif yang digunakan dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab adalah 49,68%. strategi kognitif merupakan suatu jenis perilaku yang membantu pembelajar menguasai kosa kata melalui kehidupan sehari-hari. Mahasiswa cenderung menggunakan strategi kognitif karena melibatkan proses belajar yang progresif, yang mencakup perhatian, logika berpikir, dan Strategi ini mendukung perkembangan kemampuan berpikir yang merupakan aspek penting dalam pendidikan tinggi. Strategi ini mencakup kegiatan yang memicu timbulnya pengetahuan dan penggunaan daya pikir mahasiswa, seperti membetulkan kesalahan sendiri, menggunakan gerakan isyarat, melatih mengucapkan kata, menulis dalam buku catatan, membaca dari papan tulis, pengorganisasian bahasa baru, dan merangkum makna (Wahyudin. Pustika, and Simamora 2. Dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab. Mahasiswa sering kali menggunakan strategi kognitif dengan cara yang kreatif. Mereka mempraktikkan ucapan dan intonasi kosakata secara berulangulang, membuat ringkasan tentang kosakata yang dipelajari, dan menerjemahkan kosakata untuk memahami maknanya. Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Ramadhan. Said. Arsyad. Ali Dalam kajian pada mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, mayoritas mahasiswa cenderung aktif dalam mengambil inisiatif untuk mengaitkan mufradat baru dalam bahasa Arab dengan kata-kata dalam bahasa lain yang sudah mereka pahami. Selain itu, mereka membuat daftar mufradat yang dianggap sulit dan berupaya untuk Mereka juga berupaya menggunakan mufradat yang sulit tersebut dalam berbagai konteks atau situasi untuk meningkatkan pemahaman mereka. Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen mata kuliah bahasa arab, salah satu metode pengajaran yang sering digunakan adalah dengan membuat contoh kalimat dari kosa kata baru. Kemudian memberikan tugas berupa membuat Al-jumlah Al-mufidah atau membuat satu kalimat yang sempurna dari kosakata baru. Strategi ini dapat memunculkan pembiasaan penggunaan kata sehingga kata yang digunakan sesuai Pada urutan keempat, strategi memori dipilih dengan jumlah persentase sebanyak 49,07%. Strategi memori menurut Oxford . alam Al-Faris and Jasim 2. merupakan teknik yang digunakan dalam proses mengingat serta mengakses kembali data atau informasi yang telah baru diperoleh. Teknik ini bergantung pada pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya oleh peserta didik serta kapasitas memori mereka. Dengan mengandalkan pada apa yang telah diketahui dan pengalaman yang telah dilalui, peserta didik mampu memperkuat kemampuan mereka dalam mengingat informasi baru. Hal ini menunjukkan bahwa memori tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah ada dalam pikiran pembelajar, memungkinkan mereka untuk membangun koneksi baru berdasarkan informasi tersebut. Dengan demikian, strategi ini tidak hanya berfokus pada pengingatan semata, namun juga pada proses integrasi informasi baru dengan pengetahuan yang telah ada sebelumnya, memfasilitasi pembelajaran yang lebih mendalam dan berkesinambungan. Namun pada pembelajaran mufradat pada mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, memilih sering menggunakan strategi ini akan tetapi di bawah dari Hal tersebut dapat dilihat ketika mereka memilih sering membuat daftar mufradat Bahasa Arab yang baru dipelajari dan mengulang-ulangnya secara berulang-ulang. Kemudian membuat kalimat dari mufradat Bahasa Arab yang sulit diingat dan menggunakan teknik pengelompokan atau kategorisasi untuk mengatur dan mengingat mufradat Bahasa Arab berdasarkan tingkat kesulitannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen mata kuliah bahasa arab, mahasiswa cenderung menghafal mufradat baru ketika berada di luar kelas. Mahasiswa sering membawa buku catatan mufradat kemudian menghafal secara berulang-ulang. Dosen juga sering memberikan arahan untuk memberi tanda pada mufradat yang dikategorikan Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Eksplorasi Strategi Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab: Studi Strategi Belajar Rebecca Oxford sebagai mufradat yang sulit dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selanjutnya pada urutan kelima, strategi sosial dipilih oleh mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran dengan persentase sebanyak 46,44%. Strategi sosial menurut pendekatan menekankan pentingnya interaksi antar individu dalam pembelajaran yang efektif. Dalam pendekatan ini, peserta didik berpartisipasi dalam pertukaran ide, memberikan umpan balik, dan bersama-sama membangun pengetahuan melalui interaksi sosial (Sihotang. Afriazi, and Imranuddin 2. Pendekatan ini juga mendorong pembelajaran yang inklusif dan berorientasi pada siswa, di mana pengalaman serta sudut pandang individu diakui dan dipertimbangkan secara aktif. Strategi ini dipilih pada urutan kelima dan terlihat bahwa mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran Sebagian kecil atau di bawah 50% yang memilih untuk sering untuk berdiskusi dengan teman belajar terkait pembelajaran mufradat Bahasa Arab. Kemudian mahasiswa kurang mengikuti kegiatan sosial yang dapat mengembangkan pembelajaran mufradat Bahasa Arab. Terakhir bahwa mahasiswa kurang mencoba menggunakan Bahasa Arab dalam interaksi sosial sehari-hari di luar kelas atau lingkungan belajar. Berdasarkan hasil analisis wawancara dengan pendamping mahasiswa di asrama bahwa beberapa mahasiswa terkadang saling bertanya satu sama lain, akan tetapi sedikit mahasiswa yang melakukan hal tersebut karena rata-rata mahasiswa lebih aktif belajar mandiri dan sesekali menanyakan ke teman belajar jika ada kosakata yang kiranya kurang dimengerti oleh mahasiswa tersebut. Ditambah dengan adanya musyrif yang selalu bersedia untuk membantu mahasiswa ketika ada kesulitan dalam memahami Peranan dosen dan musyrif memiliki sinergi dalam pembelajaran bahasa arab pada umumnya. Dosen memberikan materi di kelas dan musyrif menjadi pendamping mahasiswa ketika belajar di asrama. Strategi terakhir yang paling sedikit dipilih oleh mahasiswa dengan persentase 40,66% adalah strategi metakognitif. Strategi Metakognitif adalah strategi yang dapat membantu peserta didik dalam mengatur, merencanakan, dan mengevaluasi pembelajaran mereka, memungkinkan mereka untuk menetapkan tujuan pembelajaran dan melakukan evaluasi diri (Abdul Fikri and Irwandi 2. Berdasarkan hasil kuesioner beberapa mahasiswa menggunakan strategi metakognitif, sementara yang lain tidak atau jarang menggunakannya. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa pondok pesantren Hajjah Nuriyah Shabran jarang untuk melakukan rencana dalam pembelajaran, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran mufradat Bahasa Arab. Ukazh. Vol. No. 2 Juni, 2024 Ramadhan. Said. Arsyad. Ali Sesuai hasil wawancara dengan musyrif mahasiswa di asrama bahwa mahasiswa lebih rajin belajar ketika mendekati ujian tengah semester maupun ujian akhir semester. Metode metakognitif jarang digunakan mahasiswa disebabkan kebiasaan mereka menggunakan bahasa arab setiap hari dan merupakan kewajiban di asrama untuk selalu memakai bahasa arab. Mengatur dan mengevaluasi pembelajaran mufradat sangat jarang digunakan oleh mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. IV. KESIMPULAN Berdasarkan kajian di atas dapat menggambarkan realita bahwa mahasiswa Pondok Hajjah Nuriyah Shabran cenderung lebih sering menggunakan strategi kompensasi, afektif, kognitif, dan memori dalam mempelajari kosakata baru, sementara strategi sosial dan metakognitif masih kurang populer di kalangan mahasiswa. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil rasio frekuensi penggunaan strategi dalam pembelajaran mufradat bahasa Arab mahasiswa Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, yaitu, strategi kompensasi dengan persentase sebesar 58,72% diikuti oleh strategi Afektif dengan persentase 54,86%, kemudian Strategi Kognitif dengan persentase 49,68%, sementara strategi Memori dengan persentase 49,07% dan Sosial 46,44% sedangkan strategi Metakognitif tercatat sebagai strategi yang paling jarang digunakan dengan persentase hanya 40,66%. Dari penelitian ini diharapkan dapat membantu dosen mata kuliah bahasa arab dan musyrif asrama di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran untuk mengembangkan model dan strategi pembelajaran mufradat dan pembelajaran bahasa arab pada umumnya. DAFTAR PUSTAKA