ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Volume 23 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Page 119-129 Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus Oleh: I Putu Karsana Universitas PGRI Mahadewa Indonesia ptana1980@gmail. Proses Review 10-29 Agustus, dinyatakan lolos 2 September Abstract The waste problem is a problem that is now a common problem in todayAos life. There are various types of waste depending on the type of material. There is organic and inorganic waste. There is waste that can decompose quickly in nature, and some that take a long time to decompose by nature. One of the most common types of waste in everyday life is cardboard waste. One of the efforts to deal with cardboard waste is an artistic approach through the creation of recycled artwork. Recycled artwork is the creation of works with the basic ingredients of processing recycled materials. In this study, we will examine the aesthetic value of works of art, especially the ogoh ogoh mask of Dewi KadruAos character which is made with creativity in the form of utilizing cardboard waste as the main material for its formation. The method used in this research is the method of observation and literature study. The observation method used in the search for data is to find out Dewi KadruAos ogoh ogoh mask, the manufacturing process and the aesthetic value contained therein. While the literature study is used to determine the aesthetic theory that will be used to examine the artwork of Dewi KadruAos ogoh-ogoh mask. The theory used to examine the object of this research is objective aesthetics. In objective aesthetics, the study of aesthetic aspects will rely on and focus on the visual aspects of an art, in this case Dewi KadruAos ogoh-ogoh mask. Keywords: Aesthetics. Masks. Ogoh Ogoh. Recyle Art. Abstrak Persoalan sampah merupakan persoalan yang saat ini menjadi masalah bersama dalam kehidupan saat ini. Terdapat berbagai jenis limbah, baik organik maupun anorganik. Ada sampah yang dapat terurai secara cepat dan ada pula yang membutuhkan waktu lama untuk bisa terurai oleh Salah satu sampah organik yang sangat banyak dijumpai dikehidupan sehari hari adalah sampah kardus. Salah satu usaha untuk menanggulangi sampah kardus adalah dengan pendekatan seni melalui penciptaan karya seni daur ulang. Karya seni daur ulang adalah penciptaan karya dengan basis material yang dapat diolah kembali. Penelitian ini akan mengkaji nilai estetika pada karya seni rupa, khususnya topeng ogoh ogoh tokoh berwujud Dewi Kadru yang dibuat dengan sentuhan Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X kreatifitas berupa pemanfaatan limbah kardus sebagai material utama. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode observasi dan studi kepustakaan. Metode observasi digunakan dalam pencarian data untuk mengetahui visual tokoh Dewi Kadru, proses penciptaan topeng ogoh-ogoh dan nilai estetika yang terkandung didalamnya. Studi kepustakaan digunakan untuk menentukan teori estetika yang akan digunakan untuk mengkaji karya seni tersebut. Teori estetika yang digunakan untuk mengkaji objek penelitian ini adalah estetika objektif. Dalam estetika objektif, kajian aspek estetik akan bersandar dan berfokus pada aspek visual sebuah karya seni dalam hal ini topeng ogoh-ogoh Dewi Kadru. Kata kunci: Estetika. Topeng. Ogoh Ogoh. Recyle Art. PENDAHULUAN Seni rupa telah berkembang dengan sangat dinamis. Sebuah karya seni rupa tak hanya hadir sebagai bentuk ekspresi personal seniman dalam mempersoalkan aspek artistik dan ungkapan seni untuk seni itu sendiri. Sebuah karya seni rupa hari ini bisa hadir dengan landasan konseptual di luar persoalan seni itu sendiri. Maka dalam landasan konseptual penciptaan karya seni rupa kontemporer bisa distimulasi dari berbagai persoalan yang kontekstual dengan masa saat ini, mulai dari persoalan ekologi, sosial budaya, politik dan lain sebagainya. Persoalan ekologi yang saat ini menjadi persoalan global juga menjadi tema dan pemantik gagasan seniman dalam berkarya seni rupa. Tema tema seputar persoalan ekologi tersebut hadir dalam berbagai pendekatan artistik dan konseptual Ada yang memilih pendekatan tematik dimana narasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan alam dari ancaman bahaya kerusakan ekologi yang membayangi kehidupan. Adapula pendekatan karya yang memakai medium yang bersentuhan langsung dan terkait dengan aspek dan wacana ekologis tersebut. Karya seni daur ulang atau recycle art misalnya, adalah fenomena yang secara sporadik mulai digeluti oleh para seniman dalam menghadirkan karya mereka. Model penciptaan karya daur ulang adalah dengan memanfaatkan aneka jenis limbah atau sampah yang diolah kembali menjadi material utama dalam penciptaan karya Melalui penciptaan karya seni daur ulang ini terbesit sebuah upaya dari para seniman untuk memberikan kontribusi atas penanggulangan sampah melalui pendekatan artistik. Basis Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 penciptaan karya seni daur ulang adalah limbah maupun sampah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia limbah adalah sisa proses produksi. limbah juga bermakna bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian, serta limbah juga diartikan sebagai barang rusak atau cacat dalam proses produksi. Sedangkan sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. (KBBI Online diakses 10 Juni 2. Berdasarkan pengertian ini baik limbah maupun sampah adalah jenis material atau benda yang sudah tidak dipakai lagi atau dianggap tidak memiliki nilai guna dan cenderung dibuang sehingga menimbulkan polusi. Berdasarkan sifatnya sampah dapat dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah terdegradasi sehingga mudah terurai, misalnya sampah sayuran, daun-daunan, bagian tubuh hewan, sisa makanan,kertas, kayu dan lain-lain. Sampah anorganik yakni sampah yang sulit terdegradasi sehingga sulit terurai. Seperti plastik, kaca, logam, kaleng dan lain-lain. Salah satu jenis sampah organik yang jarang dimanfaatkan dan keberadaanya masih sangat melimpah adalah sampah kardus. Sampah jenis ini memang terkatagori sebagai sampah organik karena basis material sampah ini adalah kertas sehingga mudah terurai tak seperti sampah plastic, meskipun kardus adalah jenis sampah yang mudah terurai masih banyak pihak atau masyarakat yang abai terhadap dampak dari sampah ini. fokus utama masyarakat maupun pihak pihak terkait saat ini masih berfokus pada penanganan sampah plastik yang merupakan Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus I Putu Karsana ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X jenis sampah yang bersifat anorganik dan sulit Sampah baik yang bersifat organik maupun anorganik pun sebaiknya sama sama mendapat penangan yang serius. Karena jika sampah organikpun jika tidak terkelola dengan bagus maka akan berdampak pada kebersihan dan tata kelola lingkungan. Berdasarkan atas fenomena tersebut, penulis tergerak untuk menciptakan sebuah karya seni daur ulang yang memakai sampah kardus sebagai material utamanya. Masih jarangnya pemanfaatan sampah jenis ini sehingga sampah kardus cukup melimpah secara bahan baku. Disamping itu material jenis ini juga relatif mudah untuk diolah sebagai karya seni sehingga tidak memerlukan peralatan yang kompleks dan sangat mudah dilakukan bagi siapapun yang tertarik mengolahnya. Jenis karya seni yang diciptakan dengan memanfaatkan bahan sampah kardus ini adalah tapel atau topeng ogoh ogoh. Ogoh-ogoh adalah sebuah produk seni rupa . yang umumnya berwujud makhluk-makhluk menyeramkan dibuat dari rangka bambu dibungkus kertas, kain, atau benang pada bagian tertentu, penuh dengan warna warni yang komposisi warnanya disesuaikan dengan visualisasi karakter wajahwajah makhluk yang diinginkan. Sedangkan, pawai ogoh-ogoh adalah arak-arakan atau iringiringan dari ogoh ogoh yang dilaksanakan pada saat pengerupukan, yaitu sehari sebelum Hari Raya Nyepi ( Arcana 2005: . Sebagai bentuk ekspresi seni yang menjadi pelengkap pelaksanaan ritual tawur kesanga seni ogoh ogoh telah menjadi bentuk ekspresi seni yang popular di kalangan generasi muda hingga anak anak. Setiap tahun , menjelang pelaksanaan tawur kesanga para pemuda dan anak anak di tiap tiap banjar atau dusun di Bali sangat antusias membuat karya seni ogoh ogoh Karakteristik seni ogoh ogoh yang monumental menjadi momentum yang menyatukan para anak muda untuk menumpahkan kreativitas seni mereka. Ada nilai nilai kegotongroyongan yang tercermin dalam pembuatan ogoh Salah satu bagian yang menjadi perhatian besar para generasi muda dalam pembuatan ogoh ogoh selain pada proporsi, bentuk, ornamen, adalah tapel atau topeng ogoh ogoh. KeNilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus I Putu Karsana https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 beradaan tapel atau topeng ogoh Ae ogoh mendapat perhatian yang cukup serius karena bagian inilah yang menjadi salah satu penanda karakter atau tokoh tertentu yang digambarkan dalam sebuah karya ogoh ogoh. Bahkan sejak masa pandemi covid 19 dari tahun 2020-2021 sejak kegiatan pengarakan ogoh ogoh terpaksa dihentikan sementara muncul trend lomba tapel atau topeng ogoh ogoh sebagai media penyaluran kreativitas anak muda yang kala itu tak dapat mengadakan pawai ogoh Ae ogoh untuk menghindari kerumunan di masa pandemi. Kreativitas dan trend ini masih berlanjut hingga saat ini. Material pembuatan tapel atau topeng ogoh ogohpun mulai berkembang. Pada masa masa awal tapel ogoh ogoh pernah dibuat dari bahan kayu, anyaman bambu bahkan sterofom. Khusus untuk pemakaian sterofom pernah menjadi sangat trend dan menimbulkan pro dan kontra terkait limbah anorganik yang dihasilkanya. Sehingga sejak beberapa tahun terakhir hadir trend ogoh ogoh dengan bermaterialkan bahan ramah lingkungan. Pemanfaatan sampah kardus menjadi karya tapel atau topeng ogoh ogoh ini bisa menjadi salah satu alternatif solusi pemanfaatan sampah sekaligus menghadirkan spirit ramah lingkungan dengan pendekatan Melalui pilihan membuat karya seni tapel ogoh ogoh diharapkan bisa menjadi media yang efektif yang dapat ditularkan kepada para generasi muda tentang nilai nilai penyelamatan lingkungan serta kreatifitas memanfaatkan sesuatu yang tak terpakai menjadi karya seni. II. METODE PENCIPTAAN KARYA Penciptaan sampai terwujudnya karya Topeng Ogoh-ogoh Dewi Kadru berbahan dasar sampah Kardus ini pengungkapan gagasan menjadi karya seni juga sering disebut proses kreativitas dengan tahapan-tahapan yang mutlak harus dilewati. Perwujudan dari gagasan yang sebelumnya sangat abstrak menjadi sebuah karya seni yang nyata dan dapat dinikmati oleh indra Proses ini bukanlah suatu hal yang terjadi karena kebetulan saja, tetapi sebuah proses yang didasari dengan eksplorasi berbagai objek kemudian disatukan dalam sebuah konsep yang jelas didukung dengan kemauan kesungguhan Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 untuk mencapai tujuan dan dicurahkan sepenuhnya agar karya seni tersebut memiliki nilai estetis serta mampu dipertanggung jawabkan secara akademis. Dalam penciptaan karya Topeng, diperlukan suatu metode untuk menjelaskan jalannya tahapan-tahapan proses penciptaan. Pengertian metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki, cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang Adapun beberapa metode penciptaan dalam praktik seni, salah satunya dalam proses penciptaan karya seni ini, yaitu menggunakan metode yang dikembangkan oleh Hawkins . alam Soedarsono, 2001 : . yang secara garis besar meliputi: . eksplorasi, pada tahap awal ini proses eksplorasi visual dan referensi dari tema yang telah ditentukan sebelumnya, . eksperimentasi, merupakan tahapan di mana penekanannya lebih pada eksperimentasi medium . aterial, teknik, dan ala. yang akan digunakan, serta pengorganisasian elemen rupa pembentuk nilai estetik karya seni nanti, . Pembentukan, sebagai wahana ekspresinya. Sebagaimana dinyatakan Sudiarja bahwa ekspresi menuntut adanya suatu perwujudan material, supaya seni tidak hanya berhenti sebagai imajinasi belaka (Sudiarja, 1983: . Jadi proses kreativitas dalam melahirkan karya seni tidak selamanya harus melahirkan sesuatu yang belum ada. Akan tetapi kreativitas menurut pencipta menciptakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Pada dasarnya karya seni berangkat dari realitas sosial. Begitu juga dengan kreativitas pencipta dalam berkarya, mewujudkan karya berangkat dari realita, lingkungan, sosial yang telah dialami akan tetapi dalam kreasi yang baru. Kreasi yang baru merupakan proses kreatif pencipta dalam mencari ide dan mewujudkan karya seni. Eksplorasi Pengumpulan fakta-fakta, data-data serta sensasi-sensasi yang digunakan oleh alam dan pikiran sebagai bahan landasan untuk melahirkan ide-ide baru. Hal ini, semakin banyak pengalaman atau informasi yang dimiliki oleh pencipta mengenai masalah atau tema yang akan di122 Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X garap semakin memudahkan dan melancarkan dalam proses menciptakan karya seni. Proses ini merupakan suatu proses pengamatan terhadap berbagai hal teknik maupun Pertimbangan ini berupa pencarian sumber-sumber inspirasi yang berkaitan dengan tema yang pencipta angkat diantaranya mengumpulkan data-data. Selain itu sumber-sumber ini juga didapat dari kegiatan pencipta membaca cerita mitologi yang berkaitan dengan karya yang akan di buat melalui media internet. Hasil dari proses tersebut pencipta dituangkan dalam sketsa-sketsa yang sebelumnya pencipta hayati dan renungkan agar sesuai dengan tema tokoh cerita yang akan diangkat. Selain dengan pengamatan juga melakukan percobaan bahan yaitu untuk mencari kelemahan dan ketidak sesuaian bahan yang dipergunakan saat berkarya selain itu melakukan percobaan teknik yang tepat untuk menciptakan karya yang berbeda. Eksperimentasi Tahap pengendapan semua data informasi serta pengalaman-pengalaman yang telah terkumpul kemudian diolah dan di perkaya dengan masukan-masukan dari alam prasadar seperti intuisi, di sinilah pencipta berimajinasi tinggi untuk mendapatkan karya yang baru. Dalam tahap ini di wujudkan dengan menggali imajinasi yang berulang-ulang sehingga menemukan suatu hal yang baru, adapun tahap lain yang pencipta lakukan sebagai berikut : mencoba-coba atau mencari-cari kemungkinan ragam bentuk-bentuk dan simbol-simbol dari yang telah diperoleh pada waktu eksplorasi. Ragam bentuk-bentuk dan simbol-simbol pada waktu eksplorasi, dikembangkan dari aspek Bentuk warna dan karakter, sehingga menghasilkan karya topeng ogoh-ogoh yang menarik. Pembemtukan Forming ( bentuk ) mempunyai pengertian yaitu totalitas dari keseluruhan karya seni. Bentuk terdiri dari dua macam yaitu visual form dan spesial form. Visual form adalah bentuk pisik dari keseluruhan karya seni. Sedangkan spesial form yaitu bentuk yang tercipta karena adanya hubungan timbal balik antara nilai-nilai yang dipancarkan oleh fenomena bentuk Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus I Putu Karsana ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X fisiknya terhadap tanggapan kesadaran emosionalnya ( Kartika, 2004 : 30 ) Dalam tahap ini, rancangan sketsa dan penentuan bahan yang sudah terpilih, sesuai dengan sketsa dari rancangan yang akan digarap akan tetapi proses pembentukan tersebut kadang-kadang terdapat penambahan atau pengurangan karya menjadi satu kesatuaan yang Untuk mencapai kesatuan dari sebuah karya seni pencipta melakukan beberapa hal yaitu : berdasarkan unsur-unsur seni rupa. PEMBAHASAN Seni Daur Ulang (Recyle Ar. Dalam Perkembangan Seni Rupa Kontemporer. Aspek material atau bahan sangat berperan penting dalam sejarah perkembangan seni Sebuah karya seni dikontruksi oleh dua hal yakni gagasan dan media. Ketika berbicara dalam konteks media disitulah peran material sangat penting. Material bukan semata sebagai bahan berkarya tetapi material yang berfungsi sebagai media memiliki peran sebagai penyampai pesan atau bahasa untuk menyampaikan gagasan sang seniman. Medium is a massage atau media sebagai pesan adalah sebuah kredo atau prinsip penting didalam sebuah proses penciptaan karya. Setiap media , setiap bahan ketika didudukkan sebagai sebuah bahasa ungkap https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 akan terkait dengan sifat atau karakter bawaan dari material tersebut. Disamping itu aspek persepsi publik atau masyarakat atas sebuah material telah memiliki makna dan persepsinya Kayu, ataupun batu misalnya memiliki persepsi sebagai benda yang dekat dengan Logam, fiberglass, plastik memiliki persepsi yang dekat dengan nuansa industrial. Demikian pula dengan material lainya semua akan memiliki persepsi dan bahasanya masing Ae masing. Keberadaan seni daur ulang atau recycle art dalam sejarah perkembangan seni rupa dunia tidak dapat dilepaskan dari sebuah gerakan yang dikumandangkan oleh para aktivis Dadaisme di Eropa pada awal abad 20. Michel Ducham salah satu eksponen gerakan Dadaisme melahirkan sebuah gerakan dalam seni rupa dengan dilator belakangi oleh menguatnya pengaruh industrialisasi yang melanda eropa serta pertanyaan pertanyaanya tentang makna seni di tengah arus perkembangan industry dengan segala dampaknya. Ducham mempelopori lahirnya gerakan Auready madeAy atau merespon benda benda temuan bahkan bisa berupa sampah atau limbah untuk dimaknai kembali dan didudukan sebagai sebuah karya seni. Karyanya yang paling fenomenal adalah membawa tempat kencing ke ruang pameran di tahun 1917 sebagai sebuah karya seni. Karya ini oleh para pengamat disebut sebagai karya seni paling kontroversial di abad Selanjutnya Pablo Picasso juga menggunak- Gambar 1. Karya Michel Ducham AuFountain dan . Karya Picaso Head Bull (Sumber . https://erracycle. Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus I Putu Karsana Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Gambar 2. (Kir. Karya Arman AuJim DineAos DustbinAy , (Kana. Karya Cysar Baldaccini AuCompressionAy (Sumber . https://erracycle. an benda-benda buatan dalam karyanya, seperti kursi sepeda dan setang bekas, untuk membuat patung Kepala Banteng . Selanjutnya pemanfaatan sampah menjadi karya seni mendorong lahirnya gerakan recyle art atau seni daur ulang yang menguat pada pertengahan abad ke 20. Pada tahun enam puluhan, menguatnya pola hidup masyarakat yang semakin mengarah pada perilaku konsumerisme di tengah industralisasi di Amerika serikat menginspirasi seniman Prancis-Amerika terkenal Arman . Dalam serialnya yang berjudul Akumulasi , ia mengumpulkan sampah dalam kotak kaca kedap udara. Dengan memasukkan barangbarang yang dibuang ke dalam karyanya, sang seniman menyoroti masyarakat di mana segala sesuatu dapat dibuang setelah sekali pakai. Seniman lain yang terinspirasi oleh sampah adalah seniman Prancis Cysar Baldaccini. Dalam karyanya, ia mengompres benda-benda yang dibuang seperti koran, kain, kaleng, atau bahkan mobil. Patung-patung ini mewakili jumlah besar limbah yang tak terhindarkan dihasilkan dalam masyarakat konsumsi kita. Proses kompresi ini mengajak kita untuk mempertanyakan perilaku konsumsi kita dan merenungkan apa yang akan kita tinggalkan untuk generasi mendatang. (Camille Chirat dalam A history of waste in Art, 2018 https://erracycle. com diakses pada 10 Juni 2. Di Indonesia perkembangan seni daur ulang beririsan dengan perkembangan aktiv124 Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 isme dalam seni terutama aktivisme dalam hal isu isu lingkungan dan sosial. Banyak para perupa dan pelaku budaya kreatif menghadirkan karya karya recyle art dalam ranah aktivisme, industri kreatif hingga dunia pendidikan. Ogoh Ogoh Sebagai Seni Publik Dan Kreatifitas Kaum Muda Seni khususnya seni rupa telah menyatu dalam ruang sosial adat hingga religi di Bali. Tradisi religius Hindu Bali memberi ruang yang sangat terbuka bagi kreativitas seni karena seni adalah bagian dari ritual. Ogoh ogoh adalah salah satu fenomena visual yang menarik dalam kebudayaan Bali. Ogoh ogoh adalah bentuk kreativitas seni yang dalam sejarah perkembanganya dikaitkan dengan ritual Tawur Kesanga atau sebuah upacara Bhuta Yadnya sebagai simbol penetralisir kekuatan dan energi Bhuta Kala agar tercipta harmoni menjelang pelaksanaan pergantian tahun saka atau hari raya Nyepi. Setelah Tawur Kesanga berlangsung pada sore harinya para pemuda di Bali akan mengusung Ogoh ogoh berupa patung yang biasanya dibuat dari bahan bahan ringan berbentuk aneka jenis Bebutaan atau perwujudan Bhuta Kala. Ada beberapa pendapat tentang sejarah muculnya ogoh-ogoh, ada yang mengatakan cikal bakal ogoh-ogoh adalah patung lelakut yang mempunyai fungsi untuk mengusir burung yang memakan hasil tani pada persawahan, ada juga Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus I Putu Karsana ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X yang berpendapat bahwa pada mulanya ogohogoh merupakan tradisi ngelawang oleh kesenian Ndong-nding yang ada di daerah Karangasem dan Gianyar Bali(Widnyani, 2. Lebih jauh Widnyani menambahkan bahwa secara terbatas, fenomena ogoh-ogoh ini sama sekali tidak ada ditemukan di dalam Veda sebagai kitab suci Hindu, baik yang dimaksud Veda dalam hal ini sebagai Veda Sruti maupun Veda dalam bentuk Smerti. Namun kalau melihat unsur-unsur bahan yang dipakai untuk membuat ogoh-ogoh, yaitu unsur beraneka macam isi alam, lalu ogohogoh ini dimaknai sebagai perwujudan rasa bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, maka beberapa literatur atau pustaka mengakomodir dengan tegas. Pustaka-pustaka yang mengakomodir keberadaan ogoh-ogoh itu antara lain Bhagawad Gita IX. 26, yang pada hakikatnya menyatakan: Patram puspam phalam toyam, yo me bhaktya prayaccati, tad aham bhakty upahrtam, asnami prayatatmanah. Maksud dari mantram tersebut adalah siapapun yang dengan sujud bakti kepada Ku, mempersembahkan sehelai daun, sekuntum bunga, sebiji buah-buahan, dan seteguk air. Aku terima sebagai persembahan dari orang-orang yang berhati suci. Selanjutnya menurut Wiana sejak tahun 1980-an, umat mengusung ogoh-ogoh, yaitu patung raksasa. Ogoh-ogoh yang dibiayai dengan uang iuran warga itu kemudian dibakar. Pembakaran ogoh-ogoh ini merupakan lambang nyomia atau mentralisir bhuta kala, yaitu unsur-unsur kekuatan jahat. (Wiana,2. Sedangkan menurut Indrayana, kata ogoh-ogoh berasal dari kata ogah-ogah yang dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia . , berarti ondel ondel yang beraneka ragam dengan bentuk yang menyeramkan. Ogah-ogah dalam bahasa Bali berarti sesuatu yang digoyang-goyangkan ( Indrayana, 2. Lebih jauh Indrayana menyebutkan bahwa . ogoh-ogoh merupakan suatu perkembangan seni budaya, yang timbul dari taksu, yang diambil dalam konsep seni mulihnia ring sajroning taksu, taksu mulihnia ring sajeroning ayu. Perkembangan ogoh-ogoh sangat pesat dan bila diarahkan dengan baik akan mendatangkan kebahagiaan. Ogoh-ogoh merupakan karya seni pertunjukan, seperti karya seni wayang yang merefleksikan karakter tertentu, akan tetapi dimainkan secara kolektif. Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus I Putu Karsana https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Berbagai pendapat dan definisi serta sejarah hadirnya ogoh ogoh di Bali menunjukkan bahwa pada dasarnya ogoh ogoh bukanlah wujud seni sakral melainkan seni inovatif yang diwadahi dan dimaknai dalam ranah religi atau ritual khususnya hari raya Nyepi. Sehingga dari sini dapat disimpulkan bahwa ogoh ogoh sangat terbuka oleh adanya berbagai kreativitas didalamnya. Dalam sudut pandang seni rupa kontemporer ogoh ogoh dapat terbaca sebagai seni publik yang didalamnya terdapat aspek relasional estetik yakni sebuah teori yang membahas bagaimana sebuah karya seni menjadi ruang yang terbuka bagi kolaborasi kolaborasi antar individu didalam proses penciptaanya. Ogoh ogoh dapat menjadi media pemersatu, memantik generasi muda untuk terbiasa bekerjasama dalam sebuah kerja tim. Proses Pembuatan Tapel Ogoh Ogoh Dewi Kadru Dengan Bahan Daur Ulang Sampah Kardus Tapel atau topeng ogoh ogoh adalah komponen yang sangat penting dalam sebuah karya ogoh ogoh. Bagian tapel atau topeng adalah bagian yang menentukan dan menggambarkan karakter dari sebuah ogoh ogoh. Bahan pembuatan topeng ogoh ogohpun beraneka ragam. Dimulai dari kayu lalu berevolusi ke bahan bahan lunak seperti anyaman bamboo, sabut kelapa, jerami, bubur kertas hingga sterofom. Penggunaan sterofom pernah sangat masif terjadi hingga menjadi trend yang mengkhawatirkan. Karena dampak lingkungan yang terjadi dan dihasilkan oleh bahan tersebut seperti limbahnya yang sulit terurai, atau jika dibakar dampak gas yang dihasilkan menurut hasil penelitian sangat berpotensi menjadi polutan udara. Sehingga muncul berbagai alternatif bahan untuk mengganti pengunaan sterofom tersebut seperti pengunaan kembali bahan bahan yang lebih ramah Kardus menjadi salah satu pilihan bahan pembuatan topeng karena kardus memiliki beberapa keunggulan seperti bahan ini sangat mudah didapat. Banyak pihak belum begitu tertarik mengolah jenis sampah ini, penggunaanya cenderung hanya dijadikan wadah kembali padahal ada banyak alternative karya dan produk kreatif yang bisa dohasilkan oleh sampah kardus bekas Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Gambar 3. Proses Pembuatan Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru. Dimulai Dari Proses Perakitan. Pemasangan Bola Mata, dan Pendempulan (Sumber . Dokumentasi Penuli. Disamping itu kardus juga relatif mudah dibentuk dan diolah untuk berbagai teknik pengelohan dan keperluan. Kardus juga adalah bahan yang berbasis kertas sehingga relative tidak terlalu memiliki dampak lingkungan karena kardus adalah jenis material yang mudah terurai kembali di alam. Adapaun proses pembuatan topeng ogoh ogoh berbahan sampah kardus adalah sebagai Pertama tama adalah penyiapan alat dan bahan. Bahan utama dalam pembuatan topeng ogoh ogoh adalah kardus. Beberapa jenis kardus dapat dipilih umumnya kardus yang tebal agar hasil yang didapat lebih maksimal. Bahan penunjang lainya adalah kawat aluminium untuk membuat kerangka dasar atau pegangan dari kardus saat dibentuk, plester dan lem. Serta dempul untuk menghaluskan dan cat untuk mewarnai. Beberapa alat penunjang yang dibutuhkan adalah pisau untuk membentuk kardus menjadi bagian bagian yang diperlukan sesuai dengan bentuk tapel. Pertama tama kardus akan dipotong sesuai kebutuhan dalam membentuk sebuah pola dasar dari sebuah wajah. Proporsi mata, hidung, bibir harus diperhitungkan dengan cermat. Tiap tiap potongan akan direkatkan dengan lem dan Agar mempermudah perakitan dan ukuran tapel serta bentuk tapel tidak berubah setelah proses perakitan dan penempelan kardus, kita perlu menyiapkan kawat yang dibentuk menjadi oval mengikuti pola dasar bentuk sebuah wajah. Kawat ini akan berfungsi sebagai pegangan sementara terutama saat proses pem- Gambar 4. Proses Penambahan Detail dan Ornamen Untuk Memperkuat Karakter Dewi Kadru (Sumber . Dokumentasi Penuli. Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 I Putu Karsana ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Gambar 5. Proses Pewarnaan Pada Topeng dan Ornamen (Sumber . Dokumentasi Penuli. buatan detail dan pendempulan agar ukuran pola dasar topeng tidak berubah dan lebih mudah dibentuk karena kardus bahan yang lunak kerusakan pada pola dasar sangat mungkin terjadi ketika tidak dipegang sementara dengan kawat. Setelah perakitan dan pendempulan akan dilanjutkan dengan proses pembuatan detail seperti penambahan aksesoris berbentuk ular , penambahan detail detail ornament pada topeng yang telah terbentuk, serta lidah , untuk memperkuat karakter yang dibuat. Setelah proses penambahan detail detail bentuk dilanjutkan dengan proses pewarnaan. Dalam proses pewarnaan topeng ini memakai teknik air brush dengan efek gelap terang serta teknik stensil dengan menggunakan strimin agar menghasilkan efek seperti sisik ular. Lalu dilanjutkan dengan pewarnaan ornament dengan prada untuk menghasilkan warna emas. Penambahan ornamen ular pada rambut dewi Nilai Estetika Topeng Dewi Kadru Berbahan Sampah Kardus Estetika adalah sebuah nilai yang terkandung dalam sebuah karya seni. Berbagai perkembangan teori estetika telah berkembang pesat. Namun secara umum menurut Dharsono Sony Kartika berbagai perkembangan dan teori tentang estetika pada dasarnya dapat dikempokkan kedalam dua katagori utama berdasarkan posisi dan sifat subjek estetik sebuah karya. Dua Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus I Putu Karsana katagori itu antara lain teori estetika yang bersifat subyektif dan teori estetika yang bersifat Estetika subyektif ialah teori estetika yang menempatkan nilai estetik sebuah karya berada pada penikmat karya tersebut atau ada pada persepsi dari orang yang memandang sebuah karya. Dengan kata lain yang menjadi subjek estetik adalah sang penikmat karya itu sendiri yang terkait dengan pengalaman estetik sang penikmat yang bisa sangat personal antara penikmat satu dengan yang lainya. Sedangkan teori estetika obyektif menempatkan nilai estetik ada pada benda yang dilihat atau pada karya seni itu sendiri. Dengan kata lain sang subjek estetik pada teori estetika objektif adalah karya itu Sebuah karya memiliki aspek aspek universal, keindahan karya seni dapat dirumuskan dan distrukturkan secara logis tanpa mempertimbangkan cita rasa personal sang penikmat karya ( Dharsono Sony Kartika. 10-11 ). Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru jika dikaji berdasarkan teori estetika objektif maka kajian akan berpusat berdasarkan nilai estetik dan artistik yang melekat pada hasil karya itu sendiri. Dalam hal ini uraian tentang elemen Ae elemen visual dan artistik yang terkadung didalam karya topeng ogoh ogoh yang dibuat adalah titik sandaran pembacaan atas karya tersebut. Elemen elemen estetik dan artistik tersebut antara lain aspek karakter yang menyangkut ekspresi . serta bentuk yang menghasilkan ikonografi yang khas, warna, dan ornamen. Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Karakter ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Yunani ini membentuk sebuah ikonografi baru yang khas dan menjadi ciri dari karakter karya Warna Gambar 6. Karakter Dewi Kadru Yang Memperlihatkan Penggabungan Unsur Bali dan Mitologi Yunani. (Sumber . Dokumentasi Penuli. Penggambaran karakter Dewi Kadru dalam karya tapel ogoh ogoh ini adalah penggabungan antara karakter Dewi Kadru seperti yang dikisahkan dalam kitab Adi Parwa sebagai ibu dari seribu ular. Penggambaran Dewi Kadru yang berangkat dari kisah dan literasi tradisi Bali ini diolah dan digabungkan dengan karakter Medusa dalam mitologi Yunani sebagai dewi ular sehingga menjadi satu penggabungan yang cukup menarik. Unsur Bali pada karya topeng ini diwakili oleh unsur pepayasan atau ornamen sedangkan unsur Yunani dalam penggambaran karakter Medusa digambarkan dengan karakter wajah yang plastis . ekspresi atau raut wajah yang tampak hidup dan rambut yang ditumbuhi ular. Pengabungan karakter Bali dan Gambar 7. Unsur Warna Pada Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru (Sumber . Dokumentasi Penuli. Karya topeng ini menghadirkan warna warna lembut kombinasi abu abu kebiruan dengan gradasi dan shading cenderung ungu kecoklatan. Yang menarik pada karya ini juga penghadiran teknik stensil dengan cetakan serupa jarring . untuk menghadirkan kesan seperti sisik ular menghasilkan unsur tekstur semu memperkuat karakter Dewi Kadru sebagai ibu para Naga. Pewarnaan karya ini memakai teknik air brush sehingga karakter warna yang dihasilkan lebih halus dan lembut. Efek shading dihadirkan untuk memperkuat dan mempertegas dimensi dari karya topeng ini Ornamen Dalam tradisi seni rupa di Bali ornamen atau pepayasan memiliki posisi sebagai penciri atau identitas karakter tertentu, juga bisa menggambarkan tingkatan atau strata dari karakter yang digambarkan. Bentuk gelungan, pepalihan atau struktur pepayasan atau aksesoris mengGambar 8. Ornamen Atau Aksesoris Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru (Sumber . Dokumentasi Penuli. Nilai Estetika Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 I Putu Karsana ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 gambarkan strata atau jenis karakter yang digambarkan seperti ornament dewa, raksasa, raja, ksatria, rakyat jelata dan lain sebagainya dicirikan oleh bentuk ornamen yang menjadi atribut karakter tersebut. Dalam karya ini ornamen atau pepayasan yang dihadirkan cukup meriah dan selaras sesuai ddengan karakter Dewi Kadru sebagai sosok Dewi. Serta elemen api apian yang keluar dari mulut Adapun bentuk ornamen yang digambarkan tetap bercirikan pepatran atau ukiran Bali sebagai penanda identitas yang dihadirkan dengan teknik tatah atau pepacalan. IV. PENUTUP Karya Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru Berbahan Dasar Sampah Kardus ini terkagorisasi sebagai karya seni daur ulang atau recyle art yang dihadirkan sebagai bentuk kreatifitas seniman dalam memanfaatkan sampah yang tak terpakai sebagai karya seni. Adapaun proses pembuatan topeng ogoh ogoh berbahan sampah kardus adalah sebagai berikut . Pertama tama adalah penyiapan alat dan bahan. Bahan utama dalam pembuatan topeng ogoh ogoh adalah kardus. Beberapa jenis kardus dapat dipilih umumnya kardus yang tebal agar hasil yang didapat lebih maksimal. Bahan penunjang lainya adalah kawat aluminium untuk membuat kerangka dasar atau pegangan dari kardus saat dibentuk, plester dan lem. Serta dempul untuk menghaluskan dan cat untuk mewarnai. Beberapa alat penunjang yang dibutuhkan adalah pisau untuk membentuk kardus menjadi bagian bagian yang diperlukan sesuai dengan bentuk tapel. Topeng Ogoh Ogoh Dewi Kadru jika dikaji berdasarkan teori estetika objektif maka kajian akan berpusat berdasarkan nilai estetik dan artistik yang melekat pada hasil karya itu sendiri. Dalam hal ini uraian tentang elemen Ae elemen visual dan artistik yang terkadung didalam karya topeng ogoh ogoh yang dibuat adalah titik sandaran pembacaan atas karya tersebut. Elemen elemen estetik dan artistik tersebut antara lain aspek karakter yang menyangkut ekspresi . serta bentuk yang menghasilkan ikonografi yang khas, warna, dan ornamen. Saran Berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh penulis diharapkan pembuatan karya seni berbahan dasar sampah atau benda benda yang tak banyak diolah sebagai karya seni perlu untuk terus digalakkan oleh para seniman. Kedepan para generasi muda jika ingin membuat karya ogoh ogoh diharapkan membuat dengan bahan atau material yang ramah lingkungan dan tersedia di lingkungan sekitar. Tujuanya disamping menghemat pembiayaan, melatih kreativitas juga ikut berkontribusi dalam usaha Ae usaha penyelamatan lingkungan. DAFTAR PUSTAKA